Berita Terbaru

Kategori

Langganan Berita

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diguyur Hujan 3 Jam, Bogor Dilanda Banjir dan Tanah Longsor

By On November 16, 2015

Gema Jakarta (GJ), Bogor Hujan deras yang mengguyur wilayah Bogor, Jawa Barat, selama 3 jam pada Minggu sore membuat beberapa wilayah dilanda banjir dan tanah longsor. Meski tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, korban yang terkena banjir di 3 kecamatan mencapai 1.000 kepala keluarga (KK).


Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, banjir setinggi 2 meter merendam ratusan rumah warga Kampung Neglasari dan Kampung Keramat, Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara.

Banjir akibat luapan Kali Ciheuleut juga merendam puluhan rumah warga di Kampung Cilibende, Kelurahan Babakan, Kecamatan Bogor Tengah dan Kampung Bebek, Kelurahan Bogor Utara.

Sementara 6 rumah rusak akibat tertimbun longsor. Dari 6 rumah, 4 rumah rusak terjadi di Kecamatan Bogor Selatan, dan 2 rumah rusak tertimbun longsor di Kecamatan Bogor Utara.
"Sebagian penghuni rumah yang terkena banjir sudah dievakuasi ke tempat tetangga oleh tim BPBD, begitu juga korban longsor," kata Kepala BPBD Kota Bogor Ganjar Gunawan, Minggu 15 November 2015 malam.

Angin Kencang dan Pohon Tumbang
Selain banjir dan longsor, hujan deras disertai angin kencang juga mengakibatkan pohon tumbang, yakni di Jalan Julang, Jalan Pengadilan, Jalan Lawang Gintung, dan Jalan Indera Prasta.

Menurut warga, banjir yang melanda 2 kampung di Kelurahan Cibuluh itu memang sudah biasa setiap diguyur hujan deras. Namun banjir kali ini paling parah. "Setiap hujan deras pasti banjir. Tapi enggak separah seperti sekarang ini," kata Anto, salah seorang korban banjir.

Warga menuding, banjir setinggi 2 meter itu akibat adanya pembangunan rusunawa di tengah permukiman warga. "Beton yang mereka bangun membuat air kali tumpah semua ke rumah kami," ujar Anto.

Di wilayah Kabupaten Bogor juga dilaporkan telah terjadi bencana longsor. Namun demikian, BPBD Kabupaten Bogor belum bisa memastikan jumlah rumah yang rusak akibat tertimbun longsor.

"Banyak, cuma saya belum bisa mengatakan berapa jumlah dan di mana saja, karena masih sibuk evakuasi dulu," kata Budi Aksomo, Kepala Seksi Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Bogor saat dihubungi. (Ado/Nda)*

Punya Unek-unek Soal Bogor, Datang Saja ke Taman Rp 2 Miliar Ini

By On November 15, 2015

Gema Jakarta (GJ), Bogor Wali Kota Bogor Bima Arya mengeluarkan kebijakan baru untuk melokalisir aksi unjuk rasa mahasiswa atau warga. Demonstrasi nantinya cukup dilakukan di taman yang dibangun pemerintah, Taman Ekspresi. Sehingga tidak lagi menyasar gedung-gedung pemerintahan.

Taman tersebut terletak di bilangan Sempur, Bogor. Pemerintah kota hujan itu merogoh kocek cukup dalam untuk memfasilitasi warganya dalam hal menyampaikan pendapat atau berkreasi. Rp 2 miliar.

"Kalau demo atau orasi tidak perlu lagi di jalan atau gedung pemerintahan, tapi bisa di Taman Ekspresi ini," kata Bima di sela peresmian Taman Ekspresi Sempur, Minggu (15/11/2015).

Bima menambahkan, selain sebagai tempat berorasi, Taman Ekspresi Sempur juga dapat digunakan bagi para seniman maupun mahasiswa untuk berdiskusi. Pemerintah Kota Bogor, ujar Bima, siap diajak berdiskusi di Taman Ekspresi apabila ada keluhan atau penyampaian pendapat dari warga atau mahasiswa.

"Kami siap menampung aspirasi masyarakat di sini. Namun tentunya semua itu harus dijadwalkan terlebih dahulu," ucap dia.

Namun yang lebih penting, jelas politisi PAN ini, fungsi Taman Ekspresi Sempur sebagai tempat berkumpulnya para komunitas untuk bertukar pikiran dan berkreasi.

"Seperti komunitas pelukis, penari, stand up comedy, dan seniman bisa memanfaatkan tempat ini. Bila perlu dijadikan tempat curhat bagi siapapun," ujar dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Pertamanan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota BogorYadi Cahyadi menambahkan, Taman Ekspresi Sempur berdiri di atas lahan seluas 2.500 m2 dibangun menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bogor. Nilai yang digelontorkan adalah Rp 2 miliar.

"Di sini kami sediakan semacam tribun untuk tempat duduk penonton ketika ada penyelenggaraan nonton film bareng atau pentas seni," jelas Yadi. (Dry/Mut)