Berita Terbaru

Kategori

Langganan Berita

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Mendekati Pelaksanaan Hari Sumpah Pemuda di Kota Tua, Panitia Gencar Sosialisasi.

By On October 11, 2018


Jakarta - Persiapan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 90 oleh panitia dari Lembaga Kota Tua Heritage (LKTH) terus dilakukan. Mulai dari audiensi, koordinasi, pengecekan lokasi bahkan sampai pada persiapan sarana dan prasarana.

Hal itu diungkapkan Ketua Panitia Hari Sumpah Pemuda ke 90 dari Lembaga Kota Tua Heritage (LKTH). "Saat ini persiapan yang dilakukan panitia sudah dilakukan," ujar Asep Gunawan yang akrab disapa dengan sebutan Bang Ireng di Warung Cengkeh, Kamis (11/10/2018)

Menurut Bang Ireng, saat ini tinggal mempersiapkan hari H, yang mana kegiatan Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 90 itu insya Allah akan dilaksanakan di Halaman Taman Fatahillah, Kota Tua, 28 Oktober 2018.

"Kita juga sudah sampaikan ke rapat yang mana juga insya allah akan dihadiri Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, tokoh masyarakat, pemuda, budayawan, perwakilan organisasi masyarakat, instansi terkait serta undangan lainnya," terangnya. 


Hal senada disampaikan Andi M. Nirwansyah selaku Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Kota Tua Heritage, bahwa pelaksanaan sumpah pemuda ini merupakan wujud patriotisme dan nasionalisme, sekaligus  menjadi salah satu bentuk pertama dalam menyatukan pemuda Indonesia dari berbagai suku, agama dan ras

"Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kami kepada bangsa dan negara Indonesia,  terutama untuk mempersatukan para pemuda dalam membangun karakter dan budaya bangsa Indonesia serta mempertahankan nilai luhur budaya lokal dan jati diri bangsa Indonesia," jelasnya.

Lebih lanjut, Andi juga mengharapkan agar setiap pemuda bangsa Indonesia, tanpa melihat suku, etnis, agama maupun ras. "Tentunya dapat memberikan sumbangsihnya untuk bangsa dan negara kesatuan Republik Indonesia," pungkasnya mengakhiri.

Festival Kampoeng Arab Pekojan Wujud Pengembangan Destinasi Wisata Kota Tua

By On May 08, 2018

NEWSGEMAJAKARTA.COM, JAKARTA - Setelah diadakannya Festival Kampoeng Pecinan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta kembali menggelar Festival Kampoeng Arab Pekojan. Festival ini baru pertama kali digelar di wilayah Pekojan, Tambora, Jakarta Barat. Minggu (6/5/2018).

Habib Ahmad alwi Assegaf Ketua Yayasan Langgar Tinggi yang juga selaku Ketua Panitia Festival Kampoeng Arab Pekojan mengatakan, bahwa dengan diadakannya kegiatan ini tidak lain adalah bagian dari mempromosikan sejarah-sejarah yang ada di Pekojan.

“Diantaranya adalah bangunan-bangunan sejarah juga rumah-rumah yang menjadi cagar budaya, itulah yang kita promosikan untuk dikenal bangsa dan negara ini kita ini serta masyarakat umum lainnya,” ujar Habib Ahmad Alwi Assegaf.

Dikesempatannya, Kepala Pelayanan Informasi UPK Kota Tua Disparbud DKI Jakarta, Irvan Guci mengatakan, Festival Kampoeng Arab Pekojan merupakan salah satu agenda pengembangan destinasi wisata berdasarkan karakteristik kawasan di Kota Tua.

“Ada tiga kawasan di Kota Tua buffer zone yakni Pecinan, Pekojan, dan Pesisir Sunda Kelapa. Sedangkan kawasan Inti yang berada di tengah yakni Taman Fatahilah,” ujarnya.

Ia mengatakan pihaknya saat ini fokus mengembangkan berbagai potensi wisata di tiga kawasan pendukung Kota Tua di antaranya Festival Pecinan, Kampung Arab Pekojan dan Kampung Tua Luar Batang.

Sementara Camat Tambora, Djaharuddin dalam sambutannya mengatakan, bicara wisata Kota Tua, Kecamatan Tambora adalah salah satu lokasinya, dimana sebagian atau seluruhnya Pekojan ini adalah salah satu areal destinasi wisata, tentunya perlu ada pengembangan potensi.

Camat Tambora juga mengatakan, seiring Kecamatan Tambora juga memiliki visi dan misi pengembangan Pariwisata dengan pergerakan potensi lokal, kami berharap ini kegiatan-kegiatan positif yang pertama.

“Mudahan-mudahan untuk tahun selanjutnya bisa dijadikan kegiatan rutin tahunan, tapi tentunya kedepan kita akan koordinasikan lebih bagus lagi, ” ujarnya.

Diakhir sambutan menjelang pembukaan acara, Camat Tambora Djaharuddin mewakili Walikota Jakarta Barat memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan festival Kampoeng Arab Pekojan, "Mudah-mudahan kedepan ini bisa dijadikan festival tetap untuk di Kelurahan Pekojan," tuturnya.

Ditempat sama, Lurah Pekojan Tri Prasetyo Utomo mengatakan, ada lima bangunan cagar budaya yang menjadi bagian dari destinasi wisata kawasan Kota Tua yang berada di Kelurahan Pekojan yakni Langgar Tinggi, Masjid An Nawier, Vihara Dewi Samudera, Masjid Al Anshor dan Masjid Jami Kampung Baru.

“Pekojan sejak dahulu terkenal dengan kampung Arab yang kental nuansa Islami.  Bangunan cagar budaya religi berusia ratusan tahun mampu menarik wisatawan untuk berkunjung ke Kota Tua,” pungkasnya.

Rangkaian bunga ucapan selamat dari Senator DKI Jakarta Hj.Fahira Idris turut menghiasi acara Festival Kampoeng Arab Pekojan, tampak hadir pula Kapolsek Tambora, Kompol Iver Son Manossoh, SH, mewakili Kapolres Jakbar, Kombes Pol Hengki Haryadi didampingi Kapospol Subsektor Kopi Ipda Suparsono serta personil Bhabinkamtibmas, Danramil 02 Tambora, Kapten Arz Rizky, juga Lurah Angke M.Dirhamsyah. (nur/tis)

Erasmus Huis Hadirkan Konser Alexander Ullman di Jakarta

By On April 12, 2018

NEWSGEMAJAKARTA.COM, Jakarta – Lembaga Kebudayaan Belanda, Erasmus Huis, mengadakan acara konser tunggal menghadirkan Alexander Ullman, bertempat di The Erasmus Huis, Kedubes Belanda, Jl. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 11 April 2018. Alexander Ullman adalah pemenang pertama Franz Liszt Piano Competition ke-11 yang berlangsung di Utrecht, Belanda, tahun 2017 lalu. Tidak kurang dari 300 penonton menyaksikan konser anak muda berkebangsaan Inggris ini yang berlangsung dari pukul 19.30 hingga 21.45 WIB.

Hadir menyaksikan konser ini antara lain, Duta Besar Belanda untuk Indonesia, H.E. drs. Rob Swartbol; Deputy Director Erasmus Huis, drs. J. J. M (Joice) Nijssen; dan sejumlah pejabat kedubes Belanda, serta masyarakat Belanda yang ada di Jakarta. Selain itu, turut hadir juga Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, yang mendapat undangan langsung dari Almamaternya di Belanda, Universitas Utrecht, bersama rekan studinya di universitas yang sama, Marlinda J Sumampow dan Muhammad Faisal.

Dalam penampilannya yang pertama di Indonesia itu, Alexander yang asal London ini membawakan belasan lagu-lagu instrumentalia gubahan Franz Liszt, seorang komposer Hungaria yang hidup pada abad ke-19 (1811-1886). Sebagaimana dicatat sejarah, semasa hidupnya Liszt adalah seorang pianis dan guru music yang telah menghasilkan tidak kurang dari 700 komposisi musik klasik, termasuk lagu-lagu rohani dan puisi simponi. Selain karya-karya Liszt sebagai lagu-lagu utama, Alexander juga membawakan komposisi musik karya dua komposer ternama Rusia, Pyotr Ilyich Tchaikovsky (1840-1893), dan Igor Fyodorovich Stravinsky (1882-1971).

Selain di Jakarta, Alexander Ullman dijadwalkan akan mengadakan konser selanjutnya di Surabaya pada tanggal 14 April 2018 bertempat di Balai Adika, Hotel Majapahit, Surabaya, Jawa Timur; dan di Medan pada 16 April 2018, bertempat di Auditorium Wesley Methodist Church, Medan, Sumatera Utara. Dari Indonesia, Alexander bersama Executive Director of the Liszt Competition, Rob Hilberink, yang juga adalah alumni Universitas Utrecht, akan melanjutkan lawatan konsernya ke Australia.

“Konser ini cukup menarik dan menyenangkan, terutama karena bisa menjadi ajang bertemu kawan lama maupun kawan baru. Sebagai orang Indonesia tulen yang sejak kecil kurang terbiasa dengan musik klasik, permainan piano yang bagus dari Alexander terasa agak asing bagi saya. Apalagi cukup lama penampilannya karena belasan komposisi lagu dimainkan. Tapi, jika ada event seperti ini lagi, saya memilih akan datang lagi,” jelas Wilson ketika dimintai kesan-kesannya usai menyaksikan konser tunggal Alexander Ullman.

Usai konser, nampak Alexander yang terlihat cukup gagah dengan balutan hem putih dan jas hitamnya sibuk melayani permintaan foto bersama ratusan fans yang telah menunggunya di halaman Erasmus Huis. Sukses selalu untuk Anda Alexander! (AL/Red)

Milad IKS.PI Kera Sakti Ke 38 Gelar Atraksi dan Donor Darah

By On April 02, 2018

NEWSGEMAJAKARTA.COM, JAKARTA - Dalam rangka Milad Perguruan Seni Bela Diri Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKS.PI) Kera Sakti yang ke 38 pengurus cabang perguruan IKS PI Kera Sakti gelar berbagai Atraksi dan donor darah di Lokbin UKM Taman Kota Inten, Jakarta Barat, Minggu (1/4/2018).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Pengurus Pusat Madiun, Tokoh Agama, Tokoh masyarakat, serta Ratusan Kader perguruan IKS PI Kera Sakti Sejabodetabek dan juga jajaran pengurus Cabang lainnya.

Ketua Panitia HUT IKS.PI ke 38, Joko Santoso menyampaikan, rasa terima kasihnya kepada pihak pendukung, juga berharap semoga acara giat HUT IKS.PI Ke 38 ini semakin berkembang dan semakin jaya, khususnya cabang DKI Jakarta.

Dikatakan Ketua Panitia, perkembangan perguruan kita alhamdulillah mulai tahun 1984 sudah bergabung di IPSI dan kita pernah menjuarai setiap event-event di IPSI baik ditingkat kota maupun tingkat kabupaten.

Dalam akhir wawancaranya bersama tim GMN, Ketua Panitia menyampaikan, selamat Ulang Tahun untuk IKS PI Kera Sakti yang ke – 38, “marilah kita tingkatkan akhlakul karimah serta meningkatkan Rasa persaudaraan kita bagi seluruh kader dan kepada seluruh masyarakat,” Pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pantauan tim GemaMedia Network (GMN) tampak puluhan kader perguruan IKS.PI dan juga masyarakat antusias mengikuti giat donor darah, dalam rangkaian HUT ke 38 IKS.PI Kera Sakti juga menggelar berbagai atraksi lainnya seperti pecah batu bata serta atraksi lainnya. (tisna/red)

Senator Asal Aceh Fachrul Razi Tetap Memperjuangkan Tanah Wakaf Baitul Al Asyi

By On March 18, 2018

NEWSGEMAJAKARTA.COM, BIREUEN- Senator DPD RI Asal Aceh Fachrul Razi, terus berupaya menghadang BPKH yang berkeinginan untuk merebut tanah wakaf Baitul Al Asyi, yang bernama Habib Abdurrahman Bin Alwi Al Habsyi, yang terletak dekat masjidil Haram di negara kerajaan arab saudi, (Mekah).

Hal itu dikatakan senator Fachrul Razi saat melakukan silahturrahmi dengan keluarga Habib Bugak di Provinsi Aceh, Kabupaten Bireuen, Kecamatan Gandapura, Sabtu, (17/3/2018) sore, dan di kediaman keluarga besar Habib Abdurrahman Bin Alwi Al Habsyi, (Habib Bugak) minggu.(18/3/2018).

“Sementara itu dalam Silsilah dan keturunan Habib Bugak Al Asyi yang bernama Habib Abdurrahman Bin Alwi Al Habsyi masih ada di Aceh, oleh karena itu negara harus mengakui eksitensi keberadaan mereka baik secara kombensasi ekonomi maupun secara pengakuan hukum yang jelas,” sebut senator DPD RI asal Aceh Fakhrul Razi.

Terkait tanah wakaf tersebut Senator Aceh Fachrul Razi saat di wawancarai Media ini, mengatakan, negara harus memberikan penghargaan kepada keluarga Habib Bugak, selain itu Senator juga merasa prihatin dengan kondisi makam yang sampai saat ini tidak terurus dengan baik, “maka sangat aneh dan mimpi BKPH yang terus berkeinginan untuk merebut Tanah wakaf tersebut, lebih baik BKPH mengurus yang ada dulu jangan terus bermimpi,” sebutnya, 

Lanjut Fachrul Razi, apa lagi jika kita lihat jalan menuju ke makam Habib Bugak,  juga tampak tidak efisien untuk dilalui. Apalagi untuk seorang Habib yang sudah memberikan Rp 7,5 triliun dimasa dulu kepada dunia dan terhadap umat Islam khususnya Aceh.

Lebih jauh senator asal Aceh ini mengatakan, untuk itu BPKH jangan berpikir, mimpi untuk merebut investasi yang sudah sejak lama diwakafkan Habib Bugak dari sebelum Indonesia merdeka. “Saya akan terus berjuang mengangkat harkat dan martabat Aceh beserta keluarga Habib Bugak dan hal tersebut harus diakui oleh hukum dan Negara,” tegasnya

Senator Fachrul Razi akan terus berjuang untuk menghadang pemerintah pusat, untuk mencari cara, mencari celah melakukan upaya dalam hal mengelola Baitul Asyi oleh yang sebenarnya bukan hak pemerintah pusat, karena kalau itu dilakukan dan dikelola maka hasilnya tidak lagi dirasakan oleh rakyat Aceh. “Saya  juga mohon dukugan dari masyarakat Aceh untuk memperjuangkan hak rakyat Aceh, keluarga Habib Bugak yang masih ada di Aceh," tuturnya.

Menurut Fahrul Razi, cara itu keluar dari lafas wakaf dari Habib Bugak dan hal tersebut tertulis dalam surat sah dan bukti masih disimpan oleh pihak keluarga Habib Bugak berupa surat Asli dari Habib Bugak, “dan itu harus dijadikan sejarah yang tidak boleh terlupakan oleh bangsa Aceh dan rakyat Indonesia dan itu harus masuk dalam lebaran sejarah," bebernya, 

“Saya akan terus menfasilitasi dan melakukan advokasi kepada pihak keluarga untuk terus melakukan upaya-upaya secara hukum mau pun secara aturan yang saat ini tidak didapatkan oleh keluarga Habib Bugak," pungkas, senator DPD RI asal Aceh Fachrul Razi (MS)

Sejumlah Tokoh Nasional Hadiri Karnaval Cap Go Meh 2018

By On March 05, 2018

Karnaval Cap Go Meh 2018, Minggu (4/3/2018) Foto : Daeng Mansur
NEWSGEMAJAKARTA.COM, JAKARTA- Ratusan masyarakat tampak antusias memadati kawasan Glodok, Jakarta Barat, Minggu (4/3/2018) sore, untuk menyaksikan pertunjukan puncak perayaan Karnaval Cap Go Meh 2018.

Tidak hanya warga Jakarta dan sekitarnya yang turut menyaksikan acara Perayaan Cap Gomeh 2018, tampak wisatawan mancanegara pun turut menjadi bagian antuasisme bersama warga lainnya, untuk menyaksikan pertunjukan karnaval tersebut. 

Karnaval Cap Go Meh 2018, Minggu (4/3/2018) Foto : Daeng Mansur
Karnaval Cap Gomeh 2018, yang dimulai sejak pukul 12.00 WIB hingga sekira pukul 18.00 WIB. juga dihadiri sejumlah tokoh nasional yang meliputi Bamsoet, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang (OSO), Agum Gumelar, Charles Honoris, Menkominfo RI Rudiantara, Menko PMK RI Puan Maharani.

Adapun Rute parade dimulai dari Jalan Pancoran menuju Jalan Hayam Wuruk kemudian menuju ke arah Jalan Gajah Mada dan berakhir di depan Gedung Novotel.

Dalam keterangannya, Politikus Partai Golkar, Bamsoet menegaskan, tidak ada satupun [pihak yang bisa memisahkan persatuan dan kesatuan yang telah lama terjalin. Sehingga ia meminta agar masyarakat tetap merajut tali silaturahmi demi menjaga keutuhan bangsa.

Karnaval Cap Go Meh 2018, Minggu (4/3/2018) Foto : Daeng Mansur

"Kita satu kesatuan yang tak terpisahkan, persaudaraan sebagai sesama anak bangsa harus tetap dirajut dan dijaga bersama," kata Bamsoet. Pada perayaan Cap Gomeh 2018.

Dikesempatannya, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan (Zulhas) juga mengatakan sejak dahulu Indonesia sudah menjadi bangsa yang menghargai perbedaan."Sejak dulu, kita adalah bangsa yang toleran, kita bukan bangsa yang radikal, kita saling menghargai dan menghormati," ujarnya.

Pantauan Tim GMN (GemaMedia Network) Perpaduan budaya Mulai dari reog ponorogo, hingga tradisi joli atau tandu yang membawa dewa dan dewi yang diarak dalam karnaval tersebut, hingga semakin menambah semarak suka cita perayaan Cap Go Meh kali ini. (rls/her)

GP ANSOR Jakarta Barat Gelar Try Out Taekwondo di GOR Kecamatan Tambora

By On March 05, 2018

NEWSGEMAJAKARTA.COM, JAKARTA - "Generasi Prestasi, Generasi Tanpa Narkoba" menjadi tajuk utama dalam giat acara Try Out Taekwondo "Sense Of Championship 2018" yang dihelat di GOR Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Jl.Bandengan Utara III RT.11/012, Minggu (4/3/2018), Dengan diikuti 66 peserta terdiri dari 3 club yakni Dinasti Club, Brata Club, serta Harries Club.

Giat kompetisi dengan kategori Kyorugi usia 5-17 tahun diantaranya tingkat TK, SD, SMP, dan juga tingkat SMA, diselenggarakan oleh GP ANSOR Jakarta Barat, dengan pelaksana Disnasti Taekwondo Club, serta didukung oleh Polsek Tambora tersebut dihadiri oleh Wakapolsek Tambora, AKP Kasranto, Kanit Bareskrim Erick Sitepu, serta Bhabinkamtibmas Nur Sidik.

Pantauan Tim GMN (GemaMedia Network) tampak hadir pula Ketua PC GP ANSOR Jakarta Barat, Alfanny, S.Si, Ketua Harian Taekwondo Pemprov DKI Jakarta, Abdul Rosyid Hasibuan (Opung), Ketua Taekwondo Pemkot Jakarta Barat, Firman Aritonang, SH, Ketua Dinasti Taekwondo Club, Sabeum Nim H.Mulya, SH, serta Ketua Pelaksana Subhan Sahlan.

Dalam sambutannya, Ketua Harian Taekwondo Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Abdul Rosyid Hasibuan atau biasa disapa Opung ini menyampaikan, bahwa acara ini harus terus ditingkatkan lagi, jika perlu diadakan kompetisi antar club Jakarta Barat, "Kalau perlu dibuat Kapolsek Club dan Ansor Club," ungkapnya.

Hingga berita ini disusun, dalam penyematan Medali Juara, dan pemberian piagam penghargaan untuk tingkat TK Putra diberikan oleh Wakapolsek Tambora, AKP Kasranto, untuk tingkat SD Putra diberikan oleh Master Abdul Rosyid Hasibuan (Opung), kemudian untuk tingkat SD Putri diberikan oleh Master Firman Haritonang,SH. (rls/tim)

Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Hadiri Festival Pecinan 2018

By On March 03, 2018

NEWSGEMAJAKARTA.COM, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, tengah menghadiri giat Festival Pecinan 2018, di seputaran jalan Pancoran, Glodok, Jakarta Barat, Sabtu (3/4/2018). 

Dalam giat Festival Pecinan 2018, tampak hadir Walikota Jakarta Barat, HM.Anas Efendi juga isteri Wakil Gubernur DKI Jakarta, Nur Asia, beserta jajaran Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat.

Festival Pencinan 2018 yang dihelat oleh Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jakarta Barat tersebut menampilkan beragam macam atraksi hiburan serta kesenian bernafaskan budaya tiongkok, juga ragam stand makanan dan aneka kerajinan masyarakat.

Dikesempatannya, Walikota Jakarta Barat, HM.Anas Efendi berharap kawasan Petak Sembilan, Glodok, dapat menjadi ikon pecinan di Jakarta.

Anas juga memohon kepada Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta agar bisa menetapkan Jalan Petak Sembilan, Glodok menjadi kawasan Pecinan, 

“Sekaligus kami mohon, kesediaan bapak Gubernur dan Wakil Gubernur untuk menetapkan secara resmi Jalan Petak Sembilan, Glodok ini sebagai kawasan atau chinatown,” ujarnya.

Pantauan Tim GMN (GemaMedia Network), Festival yang digelar selama 2 hari tersebut, yakni pada tanggal 3 hingga 4 Maret itu tidak hanya menampilkan ragam atraksi, namun juga ada aneka lomba, fashion show, atraksi wayang, pertunjukan drama musical yang dipelopori oleh Koko dan Cici (Koci). 

Hingga berita ini disusun, Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta menerima pesan khusus berupa dua buah kaligrafi yang dilukis oleh seorang pakar kaligrafi Tionghoa Stave Yenadhira. Ditulis diatas kain berwarna merah serta tulisan berwarna hitam. (rls/her).

Panglima TNI Nonton Pagelaran Wayang NKRI di Kota Tua Jakarta.

By On September 30, 2017

Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo Adakan Pagelaran Wayang NKRI, di Halaman Taman Museum Fatahillah, Kota Tua, Jakarta, Jumat (29/9/2017) Foto : Gema Jakarta
Jakarta, Gema Jakarta - "Pagelaran wayang kulit Nusantara adalah salah satu momen kemeriahan Ulang Tahun TNI ke-72 didedikasikan kepada seluruh warga Indonesia untuk melihat dan menyaksikan kearifan budaya Indonesia, perjuangan dan semangat persatuan untuk bangsa dan negaranya.

Selain itu, demi memantik sifat nasionalisme, oleh karena itu acara ini digelar dan didukung oleh banyak pihak, seniman dan budayawan serta masyarakat Indonesia untuk menciptakan sebuah acara yang menarik bernilai dan bermakna.

Demikian yang tersirat dalam pemikiran Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo, saat berlangsungnya acara di Halaman Museum Fatahillah, Kota Tua Jakarta, Jumat (29/9/2017) yang dihadiri Mantan Wakil Presiden Try Soetrisno, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, KSAL TNI Hadi Tjahjanto, dengan judul 'Oarikesit Jumeneng Noto' atau Parikesit Menjadi Pemimpin.


 "Spektakuler" adalah gambaran yang tepat  untuk mewakili gempita perayaan HUT TNI ke-72 yang memberikan hiburan terbaiknya dengan menggandeng seniman muda berbakat dalam melengkapi momen ini, dengan menyuguhkan pagelaran Wayang Nusantara yang memukau dengan paduan variasi bentuk acara yang menghiasi suasana malam hari di Kota Tua Jakarta.

Menurut tokoh dan budayawan Jaya Suprana, Perayaan ini menjadi semarak dengan beragam hiburan yang memeriahkan acara seperti penampilan tarian tradisional dan pagelaran wayang nusantara disebuah ruang terbuka dengan beragam musik nuansa seni tradisional menarik, sekaligus melestarikan budaya yang ada di Indonesia dan dapat memperkaya wawasan masyarakat lokal kota tua Jakarta khususnya dan masyarakat Jakarta dan sekitarnya.


 "melalui acara ini diharapkan potensi seni budaya yang ada di Kota Tua Jakarta seperti obyek wisata sejarah dan  kuliner kota tua lebih dikenal dan menggugah minat wisatawan nusantara maupun mancanegara", ungkap Jaya Suprana, Tokoh dan Budayawan.

Tamu undangan sangat merasa bersyukur bisa hadir dalam rangka HUT TNI ke-72 dengan gelaran wayangnya, dan dalam kesempatan itu juga para undangan maupun pengunjung masyarakat lokal kota tua Jakarta sangat mengapresiasi dengan hati penuh kehangatan dalam nuansa malam hari di Kota Tua.


Acara yang dihelat mulai pukul 20.00 WIB hingga 22.15 Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo meninggalkan tempat didampingi Kasad Jendral TNI Mulyono beserta rombongan, menurut Informasi akan menuju Lapangan Tenis Makorem 061/Suryakencana Bogor, Jawa Barat, dalam rangka nonton pemutrana film G30S-PKI bersama Presiden Joko Widodo.

Menurut panitia penyelenggara, acara ini diusung untuk terus memajukan atau menjadikan magnet bagi warga lokal maupun internasional dengan tetap berpegang  pada corak  Indonesia yang kaya akan budaya, bahasa dan seni.

Peliput : Nurhalim, Ichwan Lazuardi, Lutfhi Bin Ramli, Iim Purnama, Asep Saefulloh, Achmad Supriatna.
Editor : Heri Tambora

Dara Ayuwi, Duta PPWI Aceh Serukan Kawula Muda Nonton Film G30S-PKI

By On September 25, 2017

Gema Jakarta, Aceh - Semarak Pemutaran Film G 30 S/PKI kini mulai ramai dilaksanakan oleh jajaran TNI, instansi hingga organisasi- organisasi baik di tingkat daerah, provinsi / kabupaten / kota. Pemutaran film tersebut tidak lain untuk mengajak seluruh elemen masyarakat khususnya generasi muda agar mengetahui sejarah adanya pengkhianatan PKI di Indonesia.

Untuk hal itu, Dara Ayuwi selaku Duta PPWI Aceh mengajak dan menginstruksikan kepada seluruh kawula muda Aceh untuk ikut melaksanakan dan berpartisipasi dalam pemutaran Film G 30 S/PKI. 

"Saya mengajak seluruh mahasiswa dan masyarakat khususnya kawula muda untuk wajib menonton Film Pengkhianatan G 30 S/PKI," kata Dara Ayuwi kepada media, Senin (25/09/2017). Sebagaimana dilansir indonesiamediacenter.com

Diungkapkan Dara, film ini untuk mengingatkan kita akan sejarah kelam PKI yang ada di Indonesia dan mencegah timbulnya kembali bahaya laten komunisme. 


"Bebaskan Indonesia dari bahaya komunis," tutup Dara Ayuwi yang juga alumni Fakultas Hukum Unsyiah. (Nur/LA/Red)

Siap Maju Pilpres 2019, Pangeran Abdullah Ali Chandrarupanto

By On September 25, 2017

Gema Jakarta, Surabaya - Pangeran Perbawa Budaya Kerajaan Mempawah yang juga Pangeran Kapita terutama Kepangeranan Chandrarupanto Patani Shri Tiworo, HRH, Tengku Pangeran Abdullah Ali Chandrarupa Wibowo menyatakan dirinya siap maju ke Pilpres 2019 untuk “turut membangun” Negara dan Bangsa Indonesia.

Sebagaimana Reles yang diterima Redaksi melalui chat WAG, Pangeran Abdullah Ali menjelaskan bahwa sejak tahun 2014 dirinya sudah diminta oleh “berbagai elemen masyarakat di Nusantara” untuk maju mencalonkan diri sebagi Presiden atau Wakil Presiden, namun pada saat itu ia belum ada niat.

“Kala itu saya tolak karena belum melihat urgensi saya untuk maju ke arah tujuan tersebut. Bahkan pernah beberapa pembesar partai mengajak saya berjumpa untuk membicarakan itu tapi kala itu saya belum siap, sebab jabatan Presiden dan Wakil Presiden bagi saya jabatan besar yang berat tanggung jawabnya,” ujarnya. Saat berwawancara, Senin (25/9/2017)

Pangeran mengaku kali ini memang dirinya sudah mantap dan siap untuk maju mencalonkan diri di bursa Pilpres, sebab ia didorong oleh berbagai elemen masyarakat yang menilainya sebagai sosok “pemersatu bangsa” yang tidak terlibat di stuktural golongan apapun, untuk maju melanjutkan perjuangan dari kakeknya, Tengku Pangeran Jalaluddin Amir Bin Raja Muda Patani yang merupakan Pangeran Mempawah yang turut mendukung lahirnya Republik Indonesia.

Dia mengatakan bahwa dirinya merasa “terketuk hatinya” untuk membangun bangsa. Menurutnya, hal yang pertama yang akan dilakukan seandainya terpilih sebagai Presiden, ia akan menguatkan moral bangsa dan mencerdaskan bangsa terlebih dulu, baru membangun hal-hal yang lain.

“Bagaimana kita bisa dikatanya bangsa besar jika kita tidak bermoral dan cerdas? Bagaimana mungkin bangsa yang merupakan himpunan manusia dapat bermoral dan cerdas jika pribadi-pribadinya tidak bermoral dan cerdas?

Bagaimana pribadi bisa bermoral dan cerdas jika moralitas dan kecerdasan hanya diimplemetasikan untuk memenuhi kebutuhan yang didasari konflik kepentingan pribadi atau golongan,” tegasnya.

“Segala persoalan bangsa ini terjadi disebabkan pribadi yang tidak bermoral dan tidak cerdas yang menularkan sifat itu menjadi kebiasaan di masyarakat dan kebiasaan seperti itu menular kepada para pejabat yang menjadi bagian pemerintahan. Ini akan berefek rusaknya suatu sistem yang baik di suatu institusi,” ujarnya.

“Indonesia ini sekarang sudah bermoral dan cerdas tapi perlu penguatan esensi moral dan kecerdasan hingga ke akar rumput,” ujarnya lagi.

“Kalau dulu kerajaan bisa menahan egonya untuk kekuasaan berdiri sendiri sebagai pemerintahan, demi persatuan bangsa Indonesia hingga memilih berdiri di belakang Republik Indonesia, sekarang saya berupaya mengajarkan menahan ego kepetingan pribadi demi kesejahteraan rakyat Indonesia,” ungkap pria yang akrab disapa Pangeran Chandrarupa ini.

Pangeran Chandrarupa mengaku dirinya kerap kali berkeliling Nusantara untuk memberikan ceramah budaya dalam kapasitasnya sebagai Pangeran Perbawa Budaya di Kerajaan Mempawah serta juga dalam kapasitasnya sebagai Pangeran Kapita yang Terutama atau Pangeran Otonom dari Kepangeranan Chandrarupanto Patani Shri Tiworo.

Ketika ditanya apa modalnya untuk memimpin Negara Indonesia, ia mengatakan  selama ini ia sudah memiliki pengalaman memimpin bangsa di jalur infomal sebagai Ketua “Gerakan Nusantara Cerdas dan Bijak”, bahkan ia mengklaim mempelopori pengentasan pengangguran dengan menciptaan lapangan pekerjaan dengan dananya pribadi.

“Saya memberikan modal kecil kepada para pengganguran untuk mereka membuat warung, kafe dan banyak lagi jenis lainnya. Saya memang belum bisa memberikan modal ratusan juta, sebab itu semua murni dari dana pribadi keluarga kami, apalagi saya bukan orang kaya, sebab Pangeran di Alam Republik ini tidak lagi menerima pajak dari rakyat, tapi bukan berarti saya harus tidak peduli dengan masyarakat,” katanya.

“Yang penting dengan saya melakukan itu bermanfaat dan bisa menyadarkan para pengaku Raja di dearah lain, agar peduli sosial kemasyarakatan, jangan cuma mengeluh minta diperhatikan seperti itu,” lanjutnya.

“Sekarang ini banyak orang ngaku raja walapun gak punya silsilah, tujuannya mau memanfaatkan anggaran budaya dari pemerintah dan jual beli gelar juga,” jelas pria yang juga sekretaris jendral Asosiasi Keluarga Kerajaan dan Bangsawan Internasional ini.

Menurutnya, itu semua ia lakukan dalam rangka mengaktualisasikan fungsi kerajaan atau keraton, yang berasal dari kata Raj atau Rat yang artinya semesta, yang maknanya “Memesrai Semesta”.

 Ia tetap konsisten untuk mengaktualisasikan spirit itu walaupun kapasitasnya kini hanya sebagai pemimpin informal sejak menyatakan diri mendukung Republik sebagai Pemerintahan Resmi.


Dengan optimis, Pangeran Bergelar doktor HC ini mengatakan bahwa dirinya kini sedang dalam tahap diskusi dengan beberapa tokoh partai untuk mendapatkan partai yang Visi dan Misinya sependapat dengannya, sebagai kendaraan politiknya untuk menjadi capres. (Her/Ian/HJA/KM/Rls)

KPAI Klarifikasi Managemen Twitter di Indonesia.

By On September 22, 2017

Gema Jakarta, Jakarta - Dalam rangka menindaklanjuti terkuaknya kasus penyebaran video pornografi yang oleh Polda Metro Jaya disampaikan bahwa salah satu promosi penyebaran konten video sebanyak 750.000 adalah melalui Twitter, Komisi Perlindungan Anak Indonesia menyatakan sebagai berikut. (22/09/17)

KPAI menyesalkan atas penyebaran video pornografi tersebut dan telah mengundang manajemen Twitter di Indonesia hari ini pada tanggal 22 September 2017 pukul 09.30 di Kantor KPAI.

KPAI mengklarifikasi terkait penyebaran video pornografi tersebut dan telah mendapatkan informasi bahwa Video dimaksud telah disuspend seketika setelah pihak manajemen Twitter mendapatkan laporan.

Selama ini, proteksi anak dari berbagai konten negatif termasuk pornografi, kekerasan, dan kejahatan seksual di Twitter, telah mendapatkan atensi dan mekanisme khusus. Namun, dalam pelaksanaannya masih berbasis laporan dan user diharapkan mengikuti Code of Conduct yang telah ditetapkan oleh Twitter.

Dengan sistem yang demikian, KPAI merekomendasikan agar manajemen Twitter melakukan inovasi dan perbaikan sistem yang senafas dengan norma Perlindungan Anak dan tidak menunggu laporan.

KPAI mendorong manajemen Twitter untuk memaksimalkan literasi kepada masyarakat termasuk anak-anak agar dapat menggunakan twitter secara sehat, positif dan memiliki nilai edukatif. beberapa hal yang perlu disampaikan. Besar harapan dapat menjadi perhatian semua pihak. (MI/rilis)

Wakil Ketua DPC BPPKB Jakarta Barat Sambangi Pengajian BPPKB Unit Pasar Angke

By On September 21, 2017

Gema Jakarta, Jakarta - Akhir tahun adalah saat saat yang seharusnya dihadapi dengan sebuah evaluasi, introspeksi dan sadar diri akan masa-masa yang telah lalu. Perubahan apa yang kita alami selama ini? Semakin baikkah kita atau semakin kita terpuruk dan lupa diri? Apakah kita semakin  kenal kepada Allah dan Rosul-Nya? Atau semakin terpedaya kita dengan hawa nafsu kita? Betapa banyak kita telah lewati umur untuk hal hal yang tidak berguna. Alangkah seringnya kita melanggar larangan Alloh dan Rosul-Nya.

Demikianlah yg tersirat dalam ajang silaturahim acara pengajian rutin di malam Jum'at yang digelar oleh BPPKB Unit Pasar Angke, kian menjadi lebih semarak dengan hadirnya wakil Ketua DPC Jakarta Barat Endim Dimyati dan ketua PAC Tamansari Olon disertai juga ketua Unit Pasar Inpres Jembatan Besi, Warjo.


"Pengajian rutin malam jum'atan dan sekaligus menjadi ajang silaturahim sesama anggota BPPKB ini hendaknya dihadapi dengan sebuah harapan kepada Allah SWT. Harapan yang terencanakan dan terarah. Ada tujuan yang harus dijelaskan titik bidiknya, yaitu tahun yang akan datang harus lebih baik dari tahun yang sekarang. Iman harus semakin bertambah, akhlaq semakin mulia, sahabat dari orang-orang baik semakin banyak, hati bertambah lembut, jiwa semakin bersyukur dan tidak harus merasa sombong selaku anggota organisasi BPPKB"Ujar Wakil Ketua DPC Jakarta Barat Bppkb, Endim Dimyati, di Angke Kamis (21/9)


Beliaupun sangat mengapresiasi kegitan pengajian rutin malam Jum'at  yang diinisiasi oleh BPPKB Unit Pasar Angke, "inipun menjadi renungan singkat malam pengajian di tahun baru Hijriyah  untuk menggapai hari esok yang lebih bermakna, silaturahmi antar anggota serta mempererat tali silaturahmi antar sesama kaum muslim dipenuhi dengan rahmat dan ridho Allah SWT",ujarnya.

Endim Dimyati mengingatkan agar para anggota tidak boleh memanfaatkan kesombongan didalam masuknya ke Organisasi BPPKB, "Salut pada anggota BPPKB Unit Pasar Angke yang mengedepankan kegiatan seperti pengajian rutin ini, yang menjadikan silaturahmi antar anggota," pungkas Endim Dimyati, diakhir sambutannya. (Budiyanto)

Ketua PPWI Kab.Blora Apresiasi Kapolres Blora Adakan Event Gowes Sepeda

By On September 17, 2017

Gema Jakarta, Blora - Agar lebih mempererat hubungan tali silaturahmi dan terjalinnya hubungan komunikasi dengan baik. Kapolres Blora AKBP Saptono, S.I.K, M.H, bersama-sama dengan wartawan dari berbagi media, baik media cetak, elektronik dan media online adakan gowes bersama.

Start yang berawal dari Mapolres Blora dan Finish berakhir di Kampung Bluron Desa Tempuran, pada Sabtu (16/9) tersebut nampak berlangsung sangat meriah. Para wartawan yang ikut serta terlihat begitu antusias sambut acara gowes bersama Kapolres Blora untuk yang pertama kalinya.

Tak mau kalah, para pejabat utama jajaran Polres Blora juga terlihat hadir ikut memeriahkan acara sepeda santai tersebut, diantaranya, Kabag Ops Kompol I Gede Arde, Kabag Sumda Kompol Rubiyanto, Kabag Ren Kompol Zuwono,  Kasat Reskrim AKP Herry Dwi, Kasat Intelkam AKP Sutamto, Kasat Sabhara AKP Siswanto, Kapolsek Blora Kota AKP Sudarno dan Kapolsek Menden AKP Subardo serta puluhan anggota Polres Blora yang turut mengikuti dan memeriahkan acara gowes tersebut.

"Ya kita sengaja membuat kegiatan ini agar seluruhnya, baik polisi dan para wartawan sehat fisik dan jasmaninya. Jika sehat, bekerja pun bisa maksimal," ungkap Kapolres Blora AKBP Saptono.

AKBP Saptono kembali mengatakan, dengan kegiatan bersepeda santai tersebut, pihaknya berharap polisi dan wartawan Mitra Polres Blora bisa terus semakin erat dalam menjaga tali silaturahmi dan menjalin kerjasama dengan baik, terlebih bersama-sama untuk ikut mencegah dan memerangi pemberitaan yang sifatnya Hoax.

"Polisi dan wartawan itu sama-sama memiliki peran dan tanggung jawab dalam menjaga stabilitas keamanan yang sudah kondusif ini. Terlebih dalam pemberitaan yang cenderung mengarah ke fitnah atau Hoax, karena itulah perlu bagi kita semua untuk bersama-sama memerangi berita Hoax yang akhir-akhir ini sangat meresahkan masyarakat," ujarnya.

Lanjut Kapolres, dalam kesempatan tersebut, tak lupa juga memberikan apresiasi kepada rekan-rekan jurnalis yang bertugas melakukan peliputan di wilayah Kabupaten Blora, karena dengan kehadiran rekan wartawan, sejumlah informasi bisa disampaikan kepada mayarakat luas dengan begitu cepat dan dapat dipercaya.

“Informasi itu harus disampaikan kepada mayarakat dan saya sangat mengapresiasi kepada wartawan yang sudah berkerja dengan baik. Sampaikan informasi sebaik mungkin sesuai dengan fakta dan data,” ungkap Kapolres.

Perlu diketahui acara gowes yang ditempuh dengan jarak kurang lebih 15 kilometer dan di ikuti oleh 39 orang wartawan dari berbagai media tersebut, ternyata tak sedikit pula yang meninggalkan kesan dan keseruan tersendiri.

Seperti Endah Kusumawati (43) salah satu rekan jurnalis wanita dari media Infoku tersebut mengaku bahagia, walaupun mengalami rusak sepeda di tengah berlangsungnya event gowes, tidak menyurutkan semangatnya. Apalagi moment gowes tersebut baru kali pertama di selenggarakan.

"Meski sepeda saya rusak di tengah jalan, dan terpaksa harus dinaikkan kedalam truk dalmas Polres Blora, tidak jadi soal. Capek sih, tapi seru banget," tukasnya.

Senada dengan apa yang di katakan Endah, Sujalmo (57) dari media Bhayangkara Perdana tersebut juga mengaku bahagia dan sangat antusias mengikuti jalannya acara gowes hingga selesai meskipun usia tak lagi muda.

"Jangan dipandang dari segi usia ya. Usia boleh tua, tetapi fisik dan tenaga masih tetap seperti anak muda," kata pria yang akrab disapa Mbah Jalmo tersebut.

Hal senada juga dilontarkan oleh Ketua Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Kab. Blora, Yusuf Nurbaidi (42) yang begitu sangat mengapresiasi atas berlangsungnya event gowes bersama Kapolres Blora beserta jajarannya tersebut.

"Saya ucapkan terimakasih kepada Kapolres Blora bersama jajarannya. Semoga kedepan dengan adanya event semacam ini lagi, hubungan tali silahturahmi serta keakraban antara Polres Blora bersama rekan-rekan wartawan di Blora pada khususnya semakin terjalin dengan baik," pungkasnya. (Her/rls).