Berita Terbaru

Kategori

Langganan Berita

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

50 Personil ASN, Satpol PP dan Pustakawan Ikuti Penyuluhan Anti Penyalahgunaan Narkoba

By On April 25, 2019

Gema Jakarta, Pandeglang – Tidak kurang dari 50 orang berkesempatan mengikuti kegiatan Penyuluhan Anti Penyalahgunaan Narkoba yang diselenggarakan oleh Kesbangpol Kabupaten Pandeglang, Rabu, 24 April 2019. Para peserta penyuluhan yang dilaksanakan di Aula Komando Distrik Militer (Kodim) Pandeglang itu berasal dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan pengelola perpustakaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pandeglang.

“Hari ini kita telah melakukan kegiatan penyuluhan anti penyalahgunaan narkoba bagi 50 orang pegawai ASN, Satpol PP dan pustakawan di Aula Kodim Pandeglang,” ujar Ainul Mardiah, SKM, melalui pesan WhatsApp-nya kepada media ini, Rabu, 24 April 2019.

Ainul yang menjabat sebagai Kepala Seksi Pencegahan P2M BNNP Banten itu juga menambahkan bahwa kegiatan tersebut berjalan dengan aman dan lancar. “Peserta terlihat antusias mengikuti penyuluhan, kegiatannya dapat berjalan dengan tertib, aman dan lancar,” imbuh mantan bidan ini.

Selain itu, Ainul menambahkan lagi bahwa kegiatan penyuluhan anti penyalahgunaan narkoba akan terus dilaksanakan secaca rutin dengan menyasar berbagai kalangan yang berbeda. “Kita berharap semua kalangan bisa terjangkau oleh BNNP Banten dalam mensosialisasikan anti penyalahgunaan narkoba. Jadi, kegiatannya akan terus dilakukan dengan menyasar berbagai kalangan masyarakat yang berbeda setiap kali kegiatan,” jelas Ainul.

Kegiatan penyuluhan itu, menurut Ainul, sangat penting untuk terus dilakukan ke berbagai elemen warga. “Kegiatan seperti ini merupakan wadah penyebarluasan informasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba. Oleh karena itu semua warga perlu punya wawasan agar dapat berperan-serta dalam menghambat perederan gelap narkoba di masyarakat,” pungkas Ainul yang merupakan narasumber utama dalam kegiatan ini. (AML/Red)

Aksi Pembakaran Surat Suara Pemilu di Kabupaten Puncak Jaya, Papua

By On April 24, 2019


GEMA JAKARTA, JAKARTA - Aksi pembakaran sejumlah surat suara hasil Pemilu 2019 terjadi di Distrik Tingginamu, Kabupaten Puncak Jaya, Papua. Hal tersebut diketahui dari sebuah video yang telah beredar di media sosial.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Papua Theodorus Kossay membenarkan aksi pembakaran tersebut. Menurutnya, peristiwa pembakaran surat suara di Distrik Tingginamu terjadi pada Selasa (23/4).

"Pembakaran itu benar," kata Theodorus seperti dilansir CNNIndonesia.com, Rabu (24/4).

Video aksi pembakaran sudah tersebar di media sosial. Dalam video tersebut sejumlah orang terlihat membakar ratusan surat suara yang diambil dari kotak suara

Namun Theodorus mengaku belum mengetahui berapa jumlah surat suara yang dibakar dalam peristiwa itu. Theodorus juga mengatakan pihaknya masih menyelidiki hal yang melatarbelakangi masyarakat membakar surat suara Pileg dan Pilpres 2019 itu.

Dia menyatakan telah memerintahkan pihak KPUD Puncak Jaya untuk berkoordinasi dengan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) dan pihak keamanan untuk menyelidiki kejadian tersebut. Termasuk siapa yang memerintahkan masyarakat untuk melakukan aksi pembakaran surat suara.

Selain itu, Theodorus menambahkan, pihaknya juga akan mencari sosok yang merekam kemudian menyebarkan video aksi pembakaran surat suara di Distrik Tingginamu itu.

"Sekarang saya sudah perintahkan KPU Puncak Jaya berkoordinasi dengan Panwaslu dan pihak keamanan, kira-kira siapa yang menyuruh, kemudian juga siapa yang merekam video itu," kata dia.

SMP YPPK Santo Donbosco Fakfak Gelar Ujian Nasional Berbasis Komputer Tahun 2019

By On April 23, 2019

GEMA JAKARTA, Fakfak - Puluhan siswa tengah mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer yang diselenggarakan oleh  Sekolah Menengah Pertama (SMP) YPPK Santo Donbosco Fakfak untuk Ajaran Tahun 2018/2019, Selasa pagi (23/4/2019).

"Pelaksanaan UNBK yang diselenggarakan di SMP Santo Donbosco dimulai pada 23/4 hingga 24/4/2019," ungkap Kepala Sekolah SMP St Donbosco Fakfak Manfred Harbelubun, S.Pd.

Dikatakan Manfred, mata pelajaran yang disampaikan pada hari ini adalah pelajaran Matematika, dan untuk hari Rabu (24/4) adalah Bahasa Inggris, mata pelajaran IPA pada Kamis (25/4) dan untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia dilakukan pada Sabtu (27/4)


"Untuk tahun ini peserta ujian berjumlah sebanyak 145 siswa, yang terbagi menjadi 8 sesi pada setiap mata pelajaran yang diujikan dengan menggunakan 3 ruang Lab di masing-masing ruang terdiri dari 20 unit komputer," ujarnya.

Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komouter kali ini, lanjut Manfred, menggunakan Pengawas silang dari sekolah lain, yang mana pada setiap sesinya akan diamati oleh guru atau pengawas yang telah ditentukan dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kab.Fakfak.

"Kami berharap kedepan dengan adanya pelaksanaan ujian ini diharapkan siswa/siswi dapat memperoleh hasil yang baik, karena sekolah telah mempersiapkan siswa/siswi selama 3 bulan," harap Menfred mengakhiri.

Rep : Amatus Rahakbauw

12 Petugas KPPS Gugur Saat Kawal Pemilu di Jawa Barat

By On April 20, 2019

Gema Jakarta, DAERAH 
Sebanyak 12 Petugas Pemilu 2019 di Jawa Barat meninggal dunia saat menjalankan tugasnya sebagai Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Pemilu 2019.

Berdasarkan data dari Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jawa Barat, belasan petugas itu berasal dari sembilan daerah.

"Ada 12 orang di sembilan kota/kabupaten di Jawa Barat," kata ketua KPU Jabar Rifqy Ali Mubarok seperti dilansir cnnindonesia, Sabtu (20/4).
KPUD Jabar menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan dan berupaya untuk memberikan santunan untuk 12 orang tersebut.

"Sedang kita upayakan (santunan)," ujarnya.

Dalam keterangan KPUD Jabar, di Kabupaten Purwakarta terdapat dua petugas meninggal dunia atas nama Deden Damanhuri (46) warga Kp. Sukalaksana RT.003 RW.002 Cipeudeuy Bojong Kabupaten Purwakarta dan Carman (45) warga Kp. Gardu RT. 001 RW 001 Desa Gardu Kiarapedes Purwakarta.

Deden yang bertugas di TPS 03 meninggal karena mengalami pecah pembuluh darah.

Sedangkan Carman yang bertugas di TPS 01 diduga meninggal karena kondisi badan lemah.

Di Kabupaten Bandung, seorang Ketua KPPS di TPS 04 bernama Indra Lesmana (28) meninggal, setelah warga Kampung Sindangsari, Desa Banjaran Kulon, Kecamatan Banjaran itu mengeluh merasa mual.

Sedangkan Ahmad Salahudin, warga Kelurahan Kranji, Bekasi Barat meninggal setelah tertabrak truk.

Ahmad diketahui bertugas di TPS 081 yang juga Ketua KPPS setempat.

Sementara dua orang di Kabupaten Tasikmalaya juga dilaporkan meninggal setelah melaksanakan tugas. H. Jeje di TPS 02 (Ketua KPPS) meninggal karena efek kecapaian di TPS dan punya riwayat penyakit jantung.

Satu lainnya bernama Supriyanto di TPS 11 (Ketua KPPS) meninggal karena kelelahan.

Meninggal karena diduga kelelahan dialami Nana Rismana, petugas TPS 04 Kabupaten Kuningan.

Di Kabupaten Bogor, petugas KPPS TPS 09 yang meninggal bernama Jaenal (56), warga Desa Sukaharja, Kecamatan Cijeruk. Jaenal meninggal karena kelelahan saat mengambil logistik di gudang penyimpanan.

Sedangkan di Kabupaten Karawang, petugas TPS 04 yang diketahui bernama Yaya Suhaya, warga Desa Cilewo, Kecamatan Telagasari, juga meninggal karena kelelahan.

Petugas TPS 4, Tatang Sopandi (48), warga Jalan Dwikora, Kelurahan Warudoyong, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, meninggal setelah beberapa hari membantu sorlip di gudang logistik KPU. Almarhum sempat demam sebelum meninggal dunia.

Sedangkan di Kabupaten Sukabumi, ada dua petugas yang meninggal karena kelelahan, yakni petugas TPS 18 atas nama Idris Hadi (64), warga Kampung Cipamutih, Desa Munjul, Kecamatan Ciambar, dan petugas PAM TPS atas nama Usman Suparman, warga Kampung Selawi, Desa Warnasari (CNN)

Kepala Bidang Kependudukan Kota Makassar Hajjah Meliana Layani Langsung Warga Terkait Pengambilan E-KTP

By On February 24, 2019

GEMA JAKARTA, MAKASSAR - Kepala Bidang Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kota Makassar tengah melayani warga masyarakat Kota Makassar dalam pelayanan pengambilan E-KTP Yang Sudah Selesai Dicetak, Minggu (24/2/2019).

Pantuan Media, tampak Kepala Bidang Kependudukan Kota Makassar Hajjah Meliana langsung turun tangan melayani warga masyarakat yang ingin mengambil E-KTP yang telah selesai dicetak.

"Masyarakat Kota Makassar merasa Senang atas pelayanan pengambilan E-KTP," kata Adi dan Mutiara Linda Safira.

Ia menyampaikan, bahwa Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Makassar walaupun hari Sabtu dan Minggu tetap buka.


Mutiara juga berharap kepada Walikota Makassar dapat terus meningkatkan mutu pelayanan dan menambah loket perekaman E-KTP dengan cepat dan tepat.

"Masyarakat Makassar minta Walikota Makassar Ramadhan Pomanto agar setiap Stakeholder Kantor Kecamatan yang ada di Kota Makassar dapat di multifungsikan setiap Hari Sabtu dan Minggu agar tidak terjadi antrian panjang," pintanya

Sementara, ditempat sama Hajjah Meliana Mengatakan kami tetap melakukan pelayanan E-KTP Sabtu dan Minggu melakukan pelayanan E- KTP Sesuai Tupoksi.

"Kami Sebagai Pelayan Masyarakat merasa perlu melakukan pelayanan yang terbaik bagi Masyarakat Kota Makassar dan memberikan yang terbaik dalam melayani Masyarakat Kota Makassar," ungkap Hajjah Meliana kepada Wartawan M.Husain syukur Koran Perangi Korupsi (FJRI)

Sekda Kabupaten Sintang Pantau Proses Tahap 1 P3K di SMKN 1 Sintang

By On February 24, 2019

GEMA JAKARTA, KALBAR - Sebanyak 117 orang yang terdiri dari 98 tenaga pendidik atau guru dan 19 sebagai tenaga penyuluh pertanian, tengah mengikuti test seleksi penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) tahap 1 tingkat Kabupaten Sintang.

Untuk memastikan kelancaran proses seleksi tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Dra. Yosepha Hasnah,M.Si yang di damping Kepala BKPSDM Kabupaten Sintang Palentinus, Kadisdikbud Kabupaten Sintang Lindra Azmar dan Kepala Inspektorat Kabupaten Sintang Apolonaris Biong memantau langsung test yang berbasis komputerisasi itu di SMKN 1 Sintang, Sabtu (23/2/19) pagi.

Sekda Kabupaten Sintang Yosepha Hasnah mengatakan kuota P3K yang diajukan untuk Kabupaten Sintang berjumlah 294 orang, namun dalam formasi yang di tetapkan oleh Kemenpan RB RI hanya 224 orang saja dan yang mendaftar sampai batas waktu yang telah di tetapkan berjumlah 117 orang yang terdiri dari 98 tenaga pendidik atau guru dan 19 orang tenaga penyuluh pertanian.


“Yang mengikuti test ini memang yang sudah memenuhi syarat, kalau tidak memenuhi syarat tidak bisa ikut test, karena memang P3K ini pun syaratnya sama dengan CPNS yakni harus S1 atau sarjana dan pesertanya pun yang sudah terdaftar di database BKN RI, kalau di luar itu kami belum tau, yang jelas mereka ini sudah memenuhi syarat test ini,” kata Sekda.

Untuk proses test tersebut, jelas Yosepha, di lakukan dua kategori yakni test tertulis dan test wawancara. Test tertulis sendiri sebanyak 120 soal pilihan ganda dengan durasi waktu 100 menit. Sementara test wawancara dimana para peserta harus menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sudah di siapkan dalam system komputerisasi tersebut.

“Hari ini ada dua sesi ya, sesi pertama ini sebanyak 60 orang, 57 untuk sesi kedua, semua proses test tersebut menggunakan sistem komputer sama seperti CPNS kemarin, mudah-mudahan semuanya bisa lulus ya di p3k ini,” ungkap Yosepha.

Yosepha menambahkan jika lulus seleksi P3K ini dalam proses kerjanya peserta yang di nyatakan lulus nanti jika sudah bekerja untuk hak dan kewajibannya sama dengan ASN, hanya saja P3K ini tidak menerima hak pensiun dan untuk perlakuan lainnya seperti apa hal tersebut masih menunggu aturan lebih lanjut dari Kemenpan RB RI.

Sementara itu Kadisdikbud Kabupaten Sintang Lindra Azmar mengatakan peserta yang mengikuti test seleksi tahap 1 P3K ini merupakan peserta Kategori 2 atau K2 yang 2013 lalu tidak lulus tapi sudah terdaftar di database BKN RI pusat.

“untuk tenaga pendidik atau guru yang kemarin mendaftar ada 101, tapi yang memenuhi syarat administrasi 98 orang, yang 3 orang tidak memenuhi syarat administrasi,” kata lindra.

Terkait penempatan para tenaga pendidik yang nanti lulus dalam mengikuti test P3K ini, Lindra menjelaskan bahwa akan diupayakan dikembalikan ke daerah asalnya sesuai dengan pilihan para peserta sebelumnya, terlebih memang untuk honor K2 ini juga tenaga guru yang di butuhkan oleh sekolah di mana tempat mereka mengajar sebelumnnya.

"Kita berharap teman-teman yang ikut p3k ini lulus semualah, walaupun ada passing gradenya, karena formasi yang sudah di tentukan pusat yakni 225 orang untuk sintang, hanya 117 orang yang daftar, jadi ini kesempatan merekalah," tutup lindra. (FJRI/Sg)

Bupati Sintang dr. Jarot Kunjungan Kerja Ke Kupan Jaya

By On February 24, 2019

KALBAR - Bupati Sintang, dr. Jarot Winarno, M.Med.PH, tengah melakukan kunjungan kerja ke Desa Kupan Jaya. Kecamatan Tempunak Sintang, Sabtu (23/02/2019). Perjalanan yang cukup panjang ditempuh oleh Bupati Sintang dan rombongannya.

Beberapa titik jalan menuju bagian hulu Kecamatan Tempunak pun menyebabkan mobil rombongan amblas. Hal itu tak menyurutkan orang nomor satu di Sintang itu untuk mendatangi rakyatnya.

Meski awalnya direncanakan akan menutup turnamen sepak bola Kupan Jaya Cup 2019, namun Bupati dan rombongan tidak dapat menunggu hingga selesai pertandingan final dikarenakan cuaca yang kurang bersahabat dan kondisi jalan yang kurang baik. Sehingga jadwal kunjungan dipercepat.


"Inikan salah satu bentuk pelaksanaan program desa yang dicanangkan Bapak Presiden, pengembangan sarana olah raga desa," kata dr. Jarot.

"Selain itu pembuatan embung, pembentukan BUMDes dan pemilihan produk unggulan desanya, itu kata pak kadesnya sedang dalam proses," lanjutnya.

Lapangan sepak bola yang sudah dilengkapi dengan podium semi permanen dan pagar kayu di Desa Kupan Jaya terlihat ramai sore itu. Ribuan warga dari berbagai desa sekitar tampak memadati pinggir lapangan.

Begitu juga warung-warung warga tampak ramai pengunjung. Roda ekonomi berputar cepat, saat ada kehidupan di sarana olahraga.

Banyak ragam sayur-mayur diperjual belikan di sekitar area lapangan. Sebagian warga juga menjajakan buah-buahan hutan. Bupati Sintang tampak menikmati aneka ragam buah hutan yang disajikan warganya.

"Ini ada pekawai, sejenis durian. Ada buah Embak, seperti manggis. Ada buah Perut Kelik, seperti rambutan kecil, sebesar jari kelingking," kata dr. Jarot.

"Hutan kita memberi sangat banyak hasil bumi, bisa langsung kita nikmati setiap waktu," tambahnya.

Sebagai salah seorang penggemar olahraga sepak bola, Bupati Sintang tampak sangat menikmati pertandingan final tersebut. Laga final ini mempertemukan tim dari Desa Pulau Jaya Pulau Seperanduk Kecamatan Tempunak melawan tim SP2 Solam Raya Kecamatan Sungai Tebelian.

Disela-sela kunjungan tersebut, Bupati Sintang menyempatkan diri meresmikan salah satu warung kopi milik warga. Beliau menyebut inilah bentuk perkembangan dan pertumbuhan ekonomi di kawasan pinggir Sintang.

"Saat ini di Kupan Jaya prioritas pembangunan kita itu soal ketersediaan listrik, sinyal dan jalan," ungkap dr. Jarot dalam wawancara dengan awak media.

Beliau mengilustrasikan bahwa saat ini karna kebutuhan konektivitas daerah bukan lagi tentang jalan antar wilayah tapi juga koneksi komunikasi, maka kebutuhan masyarakat untuk sinyal menjadi tinggi. Adanya handphone menjadikan kebutuhan untuk listrik murah sangat mendesak.

“kita sudah bicara dengan pihak PLN Rayon Sintang, yah kita tunggulah tindaklanjutnya,” ungkap dr. Jarot.

“Soal jalan, ini kita bawa perwakilan dari dinas terkait untuk mengecek langsung, nantinya kita harap dapat perhatianlah, jalan kita ni,” tambahnya.

Anggota DPRD Provinsi KalBar, Krisantus menyampaikan bahwa kegiatan ini penting untuk mengajak masyarakat berkumpul dan memanfaatkan fasilitas desa.

“Kami sangat mendukung perkembangan yang terjadi di daerah-daerah kita khususnya seperti di Kupan Jaya ini,” kata Kris.

“Sebagai wakil rakyat, kami berusaha semampu kami untuk memfasilitasi pembangunan ini, baik itu melalui dialog dengan masyarakat, kita bantu mencarikan solusi dari permasalahan yang terjadi,” tambahnya.

"Untuk tahun ini ada 65 tim yang ikut serta dalam turnamen tuk," kata Conatus,S.Sos selaku kepala Desa Kupan Jaya.

"Tim-tim yang berpartisipasi datang dari berbagai desa di Kecamatan Tempunak, bahkan ada tim dari Kabupaten Melawi dan Kabupaten Sekadau," pungkasnya.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut, Camat Tempunak, Paulinus. Kasat Pol PP, Martin Nandung dan tampak pula perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sintang serta sejumlah OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang. (FJRI/Sg).

Dua Jalan Desa di Kecamatan Cengal Kayu Agung Rusak Parah, Ini Harapan Warga

By On February 24, 2019

GEMA JAKARTA, PALEMBANG - Rusaknya jalan Desa Balam menuju Desa Sungai Jeruju Kecamatan Cengal Kayu Agung, dikeluhkan warga masyarakat sekitar. Pasalnya jalan tersebut sering dilalui pengendara roda dua maupun roda empat yang merupakan jalan satu-satunya menuju Palembang.

Kepada media ini, salah satu warga meminta dan memohon kepada Pemerintah Kabupaten Kayu Agung, Provinsi Sumatera Selatan yakni Gubernur Sumsel beserta Wakil Gubernur maupun seluruh pejabat instansi terkait agar bisa melihat langsung kondisi jalan desa tersebut.

"Kami warga Balam dan warga desa sungai Jeruju, memohon kepada Gubernur Sumatera Selatan yang kami cintai dan kami banggakan yaitu H. Hermanderu agar bisa turun melihat nasib jalan kami yang melebihi kubangan kerbau," ungkap warga.


Beberapa warga Desa Balam dan juga warga Desa Sungai Jeruju sepertinya sangat mengharapkan agar jalan satu-satunya penghubung Desa Sungai Jeruju menuju Balam untuk bisa dioerbaiki dan juga berharap untuk memantau pembangunan di desa Sungai Jeruju dan Desa Balam.

Dalam rilis yang diterima Redaksi, melalui pesan WhatsApp, Sabtu (23/2/2019). Tampak terlihat sebuah kendaraan roda empat yang terkena lumpur atau terblok saat melintasi jalan yang tengah rusak parah seperti kubangan.

Hingga berita ini diturunkan, warga berharap melalui media ini bisa sampai kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan hingga Pemerintah Republik Indonesia yakni Bapak Presiden RI, "Siapa tahu jalan tersebut bisa dibangun sesuai yang kami harapkan," pungkasnya kepada media ini. (FJRI/MUL)

Bupati Sintang Jarot Winarno Hadiri Cap Go Meh di Terminal Induk Sungai Durian Sintang

By On February 20, 2019

Gema Jakarta, SINTANG - Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno tengah membuka acara perayaan Cap Go Meh 2570 Imlek tahun 2019 di terminal Induk Sungai Durian, Kota Senentang, Selasa (19/2/2019) malam.

Selain dihadiri Ribuan warga Masyarakat Kota Senantang, hadir pula Kasrem 121 Alam Bana Wana Wae, Anggota DPRD kalbar H. Lutfi Adi, Dandim 1205 Sintang, Wakapolres, Anggota DPRD sintang Hermanto Aci, Forkopimda, OPD, Tokoh Masyarakat, Pengurus MABT Kab Sintang juga para undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Sintang Jarot menyampaikan, bahwa perayaan Cap Go Meh ini merupakan hari terakhir perayaan imlek, dan saya sangat bangga dengan persatuan dan kesatuan masyarakat dalam menjalin persaudaraan di Kota Senentang ini, yang nyata selalu kita rasakan.


"Malam ini saya bisa melihat secara langsung dan merasakan perayaan Cap Go Meh ini tidak saja hanya dinikmati masyarakat Tionghoa, namun juga komponen bangsa yang ada di Kabupaten Sintang, dan ini harus kita akui bahwa perbedaan, keragaman itu sesuatu yang indah dan itu bukanlah masalah apabila kita saling menghargai, saling menghormati, dan kita memperkuat persatua kesatuan kita, ini merupakan modal sosial kita untuk membangun dan buat apa merdeka kalau tidak bersatu," ungkap Bupati Sintang.

Bupati Sintang juga menjelaskan, bahwa kita juga harus menyadari pemerintaj telah memberikan kebebasan seluasnya kepada masyarakat untuk merayakan hari besar keagamaannya, hari besar budayanya dengan dicabutnya Inpres nomor 167 dan tidak dikeluarkannya Inpres tahun 2000 mengenai kebebasan ini dan ini diberlakukan kepada semua komponen bangsa yang ada di Indonesia.

"Bahwa masyarakat Tionghoa juga sama dengan kita saudara-saudara kita juga, sama sungainya diminum, sama buminya dipijak, sama aturannya, sama tulang,  sama darahnya merah putih, jadi itulah yang memaknai bahwa kita ini bangsa Indonesia,  dalam rangka merajut kesatuan dan persatuan," bebernya.


H. Jarot juga menambahkan, karena sejak Indonesia lahir dan sebelum merdeka kita sama-sama mengisi kemerdekaan ini, sehingga semua komponen bangsa juga mempunyai andil yang sama, untuk menjaga, mengisi kemerdekaan tanah air kita Indonesia yang kita cintai ini.

Ditempat sama Ketua Panitia Pelaksana Perayaan Cap Go Meh Appin mengatakan, bahwa perayaan Cap Go Meh yang dirayakan ini merupakan kegiatan rutin tahunan masyarakat Tionghoa, guna merajut persatuan dan kebersamaan kita sebagai masyarakat Indonesia di Kabupaten Sintang.

"Pada tahun 2019 ini kita membawa tema Keberagaman Merajut Persatuan dan Persaudaraan, Suku, Agama dan Budaya kita yang ada di Kabupaten Sintang," ujarnya.


Dikatakannya, pada perayaan Cap Go Meg 2570 Imlek / 2019 M yang dilaksanakan di Terminal Induk Sungai Durian tadi malam yang secara langsung dihadiri dan dibuka oleh Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno tersebut cukup meriah.

"Diwarnai hiburan para penyanyi dari Jakarta, kembang api, serta ditandai dengan penyerahan secara simbolis bantuan 1 persil tanah seluas 739 M2 dan Dana Sebesar 100 juta dari Pemerintah Kabupaten Sintang kepada Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) kab Sintang," pungkasnya. (fjri/sg)

Hadiri Istighotsah Kubro dan Haul Shohibul Ijazah di Suak Labu, Ini Pesan Amir Sakib

By On February 20, 2019

Gema Jakarta, KUALA TUNGKAL - Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat  Drs.H. Amir Sakib hadiri acara istighotsah kubro ke-XIX dan Haul Shohibul ijazah Ke-XIII Majelis Taklim Syamsida al-ihsan di Desa Suak Labu, Kecamatan Kuala Betara, Selasa (19/02)

Wabup Amir  Sakib dalam sambutannya menyampaikan kepada masyarakat Desa Suak Labu, bahwa istighotsah dalam rangka berdoa dan memuji kebesaran Allah Swt.

"Bersama para ulama mari kita bermunajat kepada Allah Swt, untuk menjaga ummat, daerah, bangsa dan negara jauh dari malapetaka," ujar Wabup Amir Sakib.

Selain itu, Wabup menyampaikan, atas nama pribadi dan Pemerintahan Kabupaten Tanjab Barat menyambut baik dan mengapresiasi pelaksanaan Istighotsah Kubro dan Haul Shohibul Ijazah.

"Dengan mengadakan istighotsah ini semoga apa yang kita cita-citakan dan kita pinta dikabulkan oleh Allah Swt," tambah Wabup.

Sebelum mengakhiri sambutan Wabup berharap melalui momentum pelaksanaan istighotsah berdoa kepada Allah dan memohon perlindungan karena saat ini tengah menghadapi tantangan-tantangan Attahadiyyat, baik tahhadiyyat haridiyah (tantangan dari luar) serta tahhadiyyat dakhiliyyah (tantangan dari dalam).

"Mari kita memohon perlindungannya karena kita tengah menghadapi tantangan dari luar berupa pengaruh global yang menyangkut politik, ekonomi serta tantangan dari dalam yaitu kelompok-kelompok yang ingin merusak," kata Wabup.

Selanjutnya, acara Istighotsah diisi dengan ceramah  yang disampaikan oleh abah Abdul Bashir.

Turut hadir dalam acara istighotsah dan haul shohibul Anggota DPRD Tanjabbar, Camat Kuala Betara, Kades Suak Labu, Ketua Nahdatul Ulama Tanjabbar, serta para alim ulama, tuan guru, tokoh masyarakat serta tamu undangan lainnya. (fjri/rt)

Bupati Tanjung Jabung Barat Buka Rapat Forum Perangkat Daerah

By On February 19, 2019

Gema Jakarta, KUALATUNGKAL -  Setelah selesai pelaksanaan Musrenbang dilakukan di semua Kabupaten/Desa di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, dilakukan rapat koordinasi teknik pembangunan.

Kegiatan yang dilangsungkan di Aula Bappeda Tanjab Barat, dihadiri langsung oleh Bupati, DR Ir H Safrial MS sekaligus membuka Rapat Forum Perangkat Daerah.

Pada kesempatan ini Bupati mengatakan agar semua OPD dan Pimpinan di Daerah,  pendekatan partisipatif, forum OPD sebagai wadah untuk melakukan sinergitas antara usulan kegiatan yang bersifat spasial dan sektoral.

Hal ini disampaikan Bupati Tanjung Jabung Barat Dr. Ir H. Safrial MS membuka rapat koordinasi teknik pembangunan sekaligus membuka secara resmi Forum Perangkat Daerah yang digelar di Aula Kantor Bappeda. Selasa (19/2).

Bupati menjelaskan, Forum perangkat Daerah ini merupakan salah satu tahap lanjutan dari rangkaian penyusunan rancangan rencana kerja dan RKPD Tanjung Jabung Barat. Sebelumnya juga telah dilakukan musrenbang desa/kelurahan dan kecamatan dengab berbasis E-Planning.

Menurutnya forum perangkat daerah ini merupakan wahana antara pihak-pihak yang menerima dampak dari progran serta kegiatan OPD sebagai bentuk perwujudan pendekatan partisipatif perencanaan pembangunan daerah.

"Selain itu forum OPD ini juga untuk mempertajam indikator serta target program dan kegiatan OPD," ujar Bupati.

Dihadapan peserta rapat yang dihadiri oleh anggota dewan, Asisten Administrasi Umum dan Kesra, Kepala Bapeda dan Kepala OPD lainnya, Bupati menegaskan, pelaksanaan forum OPD ini harus menggunakan pendekatan partisipatif dan pendekatan teknokratis.

Bupati berharap dengan pendekatan partisipatif dapat menjadikan forum OPD ini sebagai wadah untuk melakukan sinergitas antara usulan kegiatan yang bersifat spasial dan sektoral.

Sedangkan melalui pendekatan teknokratis Bupati berharap lebih fokus pada data dan ukuran pencapaian teknis yang dikembangkan OPD.

"Kepada seluruh OPD untuk menyempurnakan rencana kerja agar lebih mengakomodir program dan kegiatan kecamatan, desa dan kelurahan," ujar bupati mengingatkan.

Sementara itu kepada Camat, bupati berharap agar dapat mendengar langsung arah kebijakan program dan kegiatan OPD serta memberikan masukan dan usulan kegiatan untuk mengatasi persoalan yang ada di wilayah kecamatannya. (fjri/rita)

Kadis LH Wakili Bupati Sintang Buka Sosialisasi Aturan Pungutan PNBP

By On February 19, 2019

Gema Jakarta, SINTANG - Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Drs.  Akhmad Darmanata, MM mewakili Bupati Sintang, dr. Jarot Winarno, M.Med.PH membuka sosialisasi aturan pungutan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor Kehutanan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sintang, Selasa (19/02/2019).

"Kita pernah dengar kasus petugas yang menjalani kasus hukum memungut iuran di kawasan konservasi, nah kita tidak ingin hal itu terjadi di kabupaten Sintang, untuk itulah kita perlu tahu dan dengar tentang aturan-aturan terkait," kata pria yang akrab disapa Nata ini. "Kita mau, masyarakat kita tertib aturan dalam mengelola kawasan taman wisata alam kita, seperti Kelam," tambahnya.

Secara khusus sosialisasi ini membahas tentang pungutan PNBP di kawasan konservasi. Materi sosialisasi disampaikan oleh Bagian Teknik dan Kerjasama Teknis Direktorat Jendral Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat, Sadtata Noor Adirahmanta, S.Hut.,M.T. menyampaikan bahwa tujuan sosialisasi ini dalam rangka mengoptimalkan PNBP di sektor Kehutanan.


"Kita semua ingin mengetahui aturan hukum khususnya tentang pungutan di kawasan wisata alam supaya teknis kerja dalam hal memungut iuran tidak menjadi batu sandungan dalam kerja kita selaku pelaksana konservasi dan Dinas Pariwisata," kata Noor. "Kebetulan Kabupaten Sintang memiliki kawasan taman wisata alam, yaitu taman wisata alam Bukit Kelam," tambahnya lagi.

Agus Suprianto, Kepala bagian hukum, kerjasama dan teknik Sekretariat Direktorat Jendral Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyampaikan sekilas aturan-aturan yang menaungi pengaturan pungutan dan iuran di kawasan konservasi.

"Kabupaten tidak memiliki kewenangan atas sektor kehutanan ya, hanya saja di kabupaten ada perwakilan balai yang akan bekerjasama dengan Pemda untuk mengurus aturan PNBP sektor kehutanan yang ada di Sintang ini," papar Agus. "Bentuk PNBP yang ada itu kan bentuknya, pungutan karcis masuk dan iuran," tambahnya.

"Untuk urusan pungutan dan iuran ini, kepala balai hanya bisa menyimpan dana pungutan selama 2x24 jam lalu harus disetor ke kas negara, dan tata caranya pun sudah diatur di dalam undang-undang," ungkap Agus lagi. "Pungutan masuk hutan wisata, taman nasional dan taman hutan rakyat merupakan penerimaan dari pemanfaatan jasa lingkungan. Termasuk pungutan terhadap pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar, " sambungnya.

"Taman wisata alam Bukit kelam,, itu aturan besaran karcis sudah diatur dalam peraturan presiden, di atur oleh pusat. Karna masuk d rayon III di aturannya, karcis pungutan masuknya itu Rp5.000,- tidak boleh lebih dari itu ya," kata Agus.

Turut hadir dalam kegiatan sosialisasi tersebut, Dr. Hendrika Ika, Kadis Pemuda, Olahraga dan Pariwisata. Perwakilan dari Kecamatan Kelam Permai dan sejumlah instansi terkait yang ada di lingkungan Pemda Sintang (fjri/Sg)

Kunker Ke Sintang, Menhub Tinjau Jalan Masuk Bandara Tebelian

By On February 19, 2019

Gema Jakarta, SINTANG - Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi yang di dampingi oleh Anggota DPR RI Komisi V, Lasarus melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sintang dengan agenda meninjau kegiatan karya bhakti sekaligus juga meninjau fasilitas bandar Udara Tebelian Sintang, di Kecamatan Sungai Tebelian, Kabupaten Sintang, pada Senin (18/2/19) siang.

Kedatangan Menhub dan Anggota DPR RI tersebut di Bandar Udara Tebelian di sambut langsung Bupati Sintang, H. Jarot Winarno yang didampingi Wakil Bupati Sintang, Askiman, Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah serta unsur Forkopimda Kabupaten Sintang, para Asisten yang ada dilingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang, para pimpinan OPD yang ada dilingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang.

Usia penyambutan di dalam bandara tebelian, Menteri Perhubungan, Anggota DPR-RI Komisi V beserta Bupati Sintang, Wakil Bupati Sintang, jajaran forkopimda dan pimpinan OPD , rombongan langsung menuju lokasi kegiatan karya bhakti yang berada tepat di depan gerbang pintu masuk Bandar udara Tebelian dan sekaligus melihat kondisi jalan masuk bandar udara tebelian.

Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa Pemerintah Pusat melalui Nawacita Presiden Republik Indonesia menginginkan bahwa semua daerah bisa saling terkoneksi, “secara makro bahwa Indonesia ini besar sekali, dengan demikian sesuai Nawacita Presiden Republik Indonesia yaitu konektivitas, yang memiliki arti menghubungkan satu daerah ke daerah lain, saya sebagai pembantu, perantara, diharuskan menghubungkan itu”, kata Menhub



Menurut Menhub bahwa pembangunan tidak hanya di pulau jawa tetapi membangun keseluruh Indonesia, “jadi itu kita sebut dengan namanya Indonesia centries yang artinya kami membangun ke seluruh Indonesia, dengan hal ini maka kita akan mempersatukan NKRI menjadi suatu kenyataan”, tuturnya.

Menhub mengungkapkan bahwa Kabupaten Sintang merupakan Kabupaten yang terletak di tengah pulau Kalimantan yang perlu diperhatikan dengan baik oleh Pemerintah Pusat, “Sintang adalah salah satu daerah yang ditengah Kalimantan yang sebelumnya saya tidak tahu dan agak sulit untuk mencapainya dari Pontianak dengan waktu tempuh melalui darat kurang lebih juga 6 sampai 8 jam , Sintang kita perlihatkan bahwa Pemerintah Pusat itu konsen”, ungkapnya.

“saya datang ke Sintang itu setelah melakukan Kunker di Kota Singkawang, disana saya membangun bandar udara baru, kemudian saya terbang ke Sintang melihat kondisi bandara disini, kemudian saya besok ke Kabupaten Kayong Utara untuk melihat pembangunan bandar udara yang baru juga, jadi beberapa tempat di Kalbar akan dipersatukan, akan terkoneksi melalui jalur udara”, jelas Menhub.

Menteri Perhubungan juga menambahkan bahwa persoalan terkait jalan masuk bandar udara tebelian merupakan tanggung jawab Pekerjaan Umum, “infrastruktur pendukung seperti kondisi ruas jalan masuk ke Bandar Udara Tebelian itu nanti tanggung jawabnya dari pihak Pekerjaan Umum”, tambahnya.

Selain itu juga, Anggota DPR-RI Komisi V, Lasarus, menanggapi terkait jalan masuk menuju bandar udara Tebelian, “sebenarnya tahun ini sudah kita anggarkan dan sudah disiapkan sebesar 15 Miliar Rupiah untuk akses jalan masuk ke bandara ini, tetapi menyangkut masalah aset, yaitu status jalan masuk bandara ini adalah milik Pemkab Sintang dan belum dihibahkan ke Pemerintah Pusat, maka pada aset Pemda keuangan APBN tidak boleh masuk ke wilayah aset milik Pemda”, kata Lasarus.

Menurut penjelasan Lasarus untuk dapat menjadi status jalan Pusat, Pemda Sintang harus menghibahkan jalan masuk bandar udara tebelian ini, “selesaikan dulu hibahnya itu, kemudian pak Menteri datang kesini selain melihat kegiatan karya bhakti juga melihat jalan masuk ini, harapannya nanti agar menjadi jalan status strategis nasional karena ini merupakan salah satu objek-objek vital”,  tuturnya.

Kemudian, Bupati Sintang, Jarot Winarno menyampaikan harapannya kepada pihak Menhub dan Dirjen untuk dapat menghubungkan Sintang dengan kota di pulau Jawa, “bandara kita saat ini memiliki runway 1.800 meter, kemudian tahun ini masuk overlay landasan pacunya supaya aman untuk pesawat jenis ATR, tadi Menhub dan Dirjen bilang ke saya kita harus clean dan clear 3000 Meter paling tidak landasan pacu menjadi 2200 meter, jadi saya minta yang utama adalah konektivitas, terutama konektivitas Sintang ke daerah pulau Jawa”, kata Jarot.

Menanggapi persoalan infrastruktur dan kepemilikan status jalan masuk ke Bandar Udara Tebelian, Bupati Sintang minta mematangkan perencanaannya dulu, “terkait proses jalan masuk ke Bandara, pada prinsipnya pertama adalah jalan masuk bandara itu harus dihibahkan ke Pemerintah Pusat, tapi yang sedang dibahas saat ini adalah bagusnya kemana, apakah ke Departemen Perhubungan atau Ke Kementrian PUPR, karena akses untuk kawasan strategis nasional kementrian PUPR boleh ambil alih, tapi nanti kita matangkan dulu, masih dalam tahap perencanaan untuk hibahnya”, tambahnya. (fjri/lg)

Panen Raya Jagung di Blora, Kementan Fasilitasi Kerjasama Petani dan Peternak Ayam

By On February 19, 2019

Gema Jakarta, Blora - Meski lokasinya berbukit-bukit, namun hamparan jagung nan luas sejauh mata memandang terlihat sangat subur dan bernas. Pemandangan yang menggembirakan itu terhampar saat Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita bersama dengan Bupati Blora menghadiri acara panen raya jagung di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, tepatnya di Lokasi Hutan Perhutani RPH Kalisari Jati Gong Desa Jatiklampok Kecamatan Banjarejo, Blora, Selasa (19/02).

Pada kesempatan tersebut, Dirjen PKH I Ketut Diarmita mengatakan bahwa kehadirannya dalam acara panen raya jagung ini, ditugaskan langsung oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk mengawal dan menjembatani  kerjasama pemanfaatan jagung hasil panen raya petani oleh peternak ayam, melalui peran Bulog sebagai fasilitator petani dan peternaknya.

"Petani yang harus kita bina di sini ada dua, yaitu petani jagung dan peternak ayam, sedangkan kami pemerintah ini di tengah-tengah mereka yang harus mengayomi keduanya," kata Dirjen I Ketut Diarmita.

Dirjen juga menjelaskan bahwa dalam pakan unggas, jagung merupakan komponen penting karena berkontribusi sekitar 40-50 persen dalam formulasi pakan, sehingga menurutnya ketersediaan jagung sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan usaha peternakan.

Berdasarkan data prognosa jagung tahun 2018 dari Badan Ketahanan Pangan bahwa total penggunaan jagung di Indonesia sebesar 15,58 juta ton dan sekitar 66,1 persen atau 10,3 juta ton untuk memenuhi kebutuhan industri pakan dan peternak ayam petelur (layer) mandiri.

I Ketut menuturkan, jika produksi pakan tahun 2018 sekitar 19,4 juta ton, maka setidaknya dibutuhkan jagung 7,8 juta ton untuk industri pakan ditambah 2,5 juta ton untuk peternak mandiri. Sedangkan di 2019, industri pakan memerlukan 8,59 juta ton dan peternak mandiri 2,9 juta ton. Hal ini menurutnya dapat menjadi pendorong bagi berkembangnya agribisnis jagung di Indonesia dalam rangka peningkatan produksi dan kesejahteraan petani sekaligus sebagai motor penggerak pembangunan di pedesaan.

Kabupaten Blora merupakan salah satu sentra jagung Jawa Tengah, terbesar kedua setelah Kabupaten Grobogan. Dengan panen jagung ini, I Ketut Diarmita berharap para petani dapat menyuplai kebutuhan jagung bagi peternak, baik yang berada di wilayah Blora maupun di kabupaten lainnya. I Ketut berharap petani jagung dan peternak ayam mandiri dapat menikmati masa panen raya jagung saat ini melalui mekanisme distribusi dan tata niaga yang baik.

Pada kesempatan tersebut, Dirjen PKH I Ketut Diarmita juga mempertemukan langsung peternak ayam mandiri Solo dengan petani jagung Blora. Ini langkah konkret memberi kepastian pasar kepada petani dan peternak yang diwujudkan dalam kesepakatan kerjasama penyerapan jagung antar kedua belah pihak. “Kesepakatan pembelian jagung petani oleh peternak, dengan Bulog berada di tengahnya, mengatur penyerapan jagung dan pasokan dari Blora ke Solo," imbuh I Ketut Diarmita.

Sebagai salah satu sentra ternak ayam petelur di tanah air, kebutuhan peternak Solo, Jawa Tengah, akan jagung sebagai bahan pakan sangat tinggi. Untuk itu, Dirjen PKH mengharapkan saat panen raya seperti ini harga jagung di petani tetap terjaga, tidak turun drastis, petani untung dan peternak juga memperoleh harga yang wajar, sehingga keduanya sama-sama untung.

Lebih lanjut I Ketut menjelaskan dasar aturan yang digunakan sebagai pedoman harga jagung adalah Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 96 Tahun 2018 Tentang Harga Acuan Pembelian di Tingkat Petani dan Harga Acuan Penjualan di Tingkat Konsumen. Dalam Permendag ini harga pembelian jagung di tingkat petani dengan kadar air 15% sebesar Rp. 3.150/kg dan harga acuan penjualan di industri pengguna (sebagai pakan ternak) Rp 4.000/kg.

Pada acara ini dilakukan penandatanganan kesepakatan kerjasama antara petani dan gabungan kelompok tani (gapoktan), para perusahaan pabrik pakan (feed meal), dan peternak ayam petelur (layer) mandiri yang disaksikan oleh Satgas Pangan dan Bulog Divre Jateng.

_*Jadi Sentra Jagung, Bupati Blora Undang Investor Bangun Pabrik Pakan*_

Di Lokasi yang sama, Bupati Blora Joko Nugroho menyampaikan bulan Februari dan Maret ini merupakan puncak panen raya jagung di Kabupaten Blora. Meskipun, menurutnya, pada akhir bulan Januari petani sudah banyak memanen jagungnya.

Laporan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Blora menyebutkan luas panen pada awal tahun ini (Januari-Maret) 26.977 Ha. 21.051 Ha sudah masuk data Statistik Pertanian, dan selebihnya 5.926 di lahan hutan belum masuk data Statistik Pertanian. Produksi jagung mencapai 157 ribu ton.  Pada tahun 2018 luas panen jagung di Kabupaten Blora 70.319 Ha yang tersebar di 16 Kecamatan, dengan rata-rata produktivitas 5,8 ton per Ha.

Lebih lanjut Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Blora melaporkan bahwa luas panen jagung tahun 2018 seluruh Kecamatan Banjarrejo sendiri 2.548 Ha (luas panen Februari 1.388 Ha dan Maret 1.215 Ha), dengan produktivitas 7 – 7,5 ton per hektar. Sedangkan luas hamparan jagung di lokasi acara panen saat ini 160 Ha dari total 300 Ha yang dimiliki oleh beberapa kelompok tani.

"Saya berharap harga jagung di tingkat petani saat ini untuk pipil basah dengan Kadar Air (KA) 33% dapat mencapai Rp. 2.800 per kg, sehingga petani masih untung," ucap Bupati Blora Joko Nugroho.

Bupati selanjutnya juga berharap agar pengusaha berminat membangun pabrik di wilayahnya. "Saya berharap para perusahaan pabrik pakan (feed meal) yang hadir di sini ada yang tertarik untuk mendirikan pabrik pakan di sini, sehingga lebih mendekatkan antara produsen jagung dengan pabrik pakan yang dapat langsung menyerap jagung petani, sehingga lebih efisien," harap Joko Nugroho.

_*Mobile Corn Dryer, Solusi Pasca Panen Petani Jagung*_

Menurut Dirjen PKH, permasalahan jagung saat ini adalah di pasca panen. Sebagai salah satu solusi yang menjadi pilihan terbaik dalam pengelolaan pasca panen jagung adalah penggunaan mesin pengering jagung yang bersifat mobile, utamanya di sentra produksi jagung yang relatif jauh dari pabrik pakan. Untuk itu, Kementerian Pertanian bekerjasama dengan PT. Charoen Pokphand Indonesia memperkenalkan penggunaan Mobile Corn Dryer (MCD), yaitu peralatan pengeringan jagung yang dapat dipindahkan secara mudah untuk didekatkan ke lokasi-lokasi panen jagung. Solusi ini diharapkan dapat memecahkan persoalan kadar air sehingga pertumbuhan jamur aflatoksin dapat dikendalikan. Dengan demikian, upaya ini dapat mewujudkan harapan bersama: “Bermanfaat untuk Korporasi Petani Jagung”.

I Ketut berharap Mobile Corn Dryer yang merupakan hasil karya anak bangsa ini dapat menjadi sebuah solusi dalam mengatasi masalah pasca panen jagung yang selama ini dihadapi oleh petani. “Kita berharap apabila petani makmur dan sejahtera, peternak pun akan menjadi lebih makmur dan sejahtera, untuk Indonesia yang lebih baik," ucap Dirjen I Ketut Diarmita.

Sementara itu, Eka Budiman dari PT. Charoen Phokphand Jawa Tengah menyampaikan dalam acara ini bahwa pihaknya telah menyediakan dua Mobile Corn Dryer (MCD) untuk membantu petani mengeringkan jagungnya. Menurutnya, kelebihan penggunaan MCD ini adalah dapat meningkatkan waktu simpan setelah dikeringkan, melancarkan tata niaga, mendapatkan kualitas lebih baik dan pada akhirnya petani dapat menikmati harga yang lebih baik dari jagung berkadar air lebih rendah.

Dikatakannya juga bahwa konsep Mobile Corn Dryer berawal di tahun 2018, seiring dengan upaya PT. Charoen Pokphand Indonesia dalam upaya meningkatkan penyerapan jagung secara langsung dari petani yang merupakan bahan baku utama pakan ternak.

Prototipe ini sudah dilakukan uji coba lapangan perdana pada panen jagung di Lampung Selatan pada 29 Agustus 2018. Selanjutnya pada 15 Februari 2019 kembali dilakukan uji coba lapangan pada acara panen raya jagung di Tuban, dan saat ini dilakukan uji coba lapangan pada acara panen raya jagung di Blora. Berikutnya akan terus dilakukan uji coba secara berkala di beberapa sentra produksi jagung untuk memberikan bukti implementasi nyata atas kegunaan dari Mobile Corn Dryer pada pertanian jagung di negeri ini.

"Jika ada petani yang kesulitan menjual hasil panennya, dapat langsung menghubungi kami, kami akan bantu menyerapnya. Kami akan bantu menjembatani," tandas Eka.

Erno petani jagung yang hadir di acara tersebut berharap MDC ini bisa diperbantukan di Kabupaten Blora selama 1 bulan, selama musim panen. Ia juga berharap, limbah hasil pertanian jagung (tebon) di wilayahnya juga dapat dimanfaatkan oleh peternak untuk pakan ternak. Mereka juga selama ini telah memanfaatkan kotoran ayam sebagai pupuk organik yang dapat mengurangi penggunaan pupuk anorganik. (SRI/Rls)

KAPPIJA-21 Akan Hadiri AJAFA-21 Executive Council Meeting di Makati Awal Maret 2019

By On February 19, 2019

Gema Jakarta - JAKARTA Keluarga Alumni Program Persahabatan Indonesia-Jepang Abad-21 (KAPPIJA-21) dalam waktu dekat akan bertolak ke Makati, Philipina, untuk menghadiri pertemuan para pimpinan organisasi alumni program persahabatan negara-negara Asean Jepang atau Asean Japan Friendship Association for the 21st Century (AJAFA-21). Pertemuan yang bernama The 31st Executive Council Meeting of AJAFA-21 tersebut akan berlangsung selama empat hari, yakni dari tanggal 1 hingga 4 Maret 2019 mendatang.

KAPPIJA-21 rencananya akan mengirimkan tiga orang delegasi, yang terdiri atas 2 orang peserta dan 1 orang peninjau. Selain dari Indonesia, pertemuan itu juga akan dihadiri delegasi dari Myanmar, Kamboja, Vietnam, Malaysia, Thailand, Laos, Jepang, dan Philippines sebagai tuan rumah.

Hal tersebut terungkap dari keterangan pers yang dikirimkan Presiden KAPPIJA-21, Mulyono Lodji kepada redaksi media ini, melalui pesan WhatsApp-nya dari Jakarta, Senin 18 Februari 2019. "KAPPIJA-21 akan menghadiri pertemuan AJAFA-21 Executive Council Meeting di Makati, Philippines, selama empat hari, dari tanggal 1 hingga 4 Maret 2019 mendatang. Kegiatan AJAFA-21 ini didukung penuh oleh pihak JICA, termasuk dalam hal penyediaan fasilitas dan finansial," jelas Mulyono, Alumni Program Persahabatan Indonesia-Jepang Abad-21 tahun 1999 ini.

Pria asal Makassar, Sulawesi Selatan itu juga menyampaikan bahwa yang akan mengikuti pertemuan tersebut sebagai peserta adalah dua orang pimpinan puncak KAPPIJA-21, dan ditambah anggota lainnya sebagai peninjau. "Rencananya yang akan hadir di pertemuan ini adalah saya sendiri sebagai Presiden KAPPIJA-21 dan Bang Wilson Lalengke yang saat ini dipercaya oleh kawan-kawan sebagai Sekretaris Jenderal KAPPIJA-21," imbuh Mulyono.

Sementara itu, ketika ditanyakan tentang agenda pertemuan AJAFA-21, Mulyono menyampaikan bahwa Executive Council Meeting ini diadakan dalam rangka evaluasi program kerja pengurus AJAFA-21, serta memilih pengurus AJAFA-21 yang baru dan menyusun program prioritas para alumni program di tingkat regional ASEAN. "Agenda utama pertemuan ECM AJAFA-21, yakni pertanggungjawaban pengurus AJAFA-21 periode 2017-2018, memilih pengurus AJAFA-21 2019-2020, country report dari masing-masing negara anggota asosiasi JICA dan penyusunan program prioritas yang akan menjadi program aksi bersama di tingkat regional ASEAN," kata Bang Moel, demikian sapaan akrabnya.

Program Persahabatan Indonesia-Jepang Abad-21 adalah sebuah kegiatan kunjungan persahabatan pemuda-pemudi Indonesia, juga dari negara Asean lainnya, ke Negara Sakura Jepang yang digagas oleh Perdana Menteri Jepang, Yasuhiro Nakasone pada tahun 1984. Program yang disponsori oleh Japan International Cooperation Agency (JICA) itu telah melahirkan tidak kurang dari 4000 alumni yang tersebar di berbagai daerah di nusantara, bekerja di berbagai bidang, termasuk di DPR RI, Kementerian, perkantoran pemerintah dan swasta, media massa, NGO, dan lain-lain.

"Alumni JICA melalui program yang dimulai sejak 1985 ini tidak kurang 4000-an orang, ada di hampir semua bidang pekerjaan dan daerah di negeri ini. Mereka semua aktif bekerja membangun bangsa sesuai kemampuan dan keahlian masing-masing. Mendagri Tjahjo Kumolo dan Menperin Airlangga Hartarto adalah alumni program persahabatan ini," pungkas Mulyono Lodji.

Di tempat terpisah, dari postingan di akun facebook Ketua Umum PPWI Wilson Lalengke beberapa hari lalu, didapatkan informasi adanya kegiatan AJAFA-21 TV-Conference yang dikuti oleh yang bersangkutan. "Yaa, itu merupakan kegiatan rutin AJAFA-21, setiap 3 bulan sekali dilakukan TV-Conference yang diikuti seluruh pimpinan organisasi alumni negara-negara Asean dan pihak JICA di Jepang. Untuk Kappija-21, acaranya bertempat di Kantor JICA Indonesia, di Sentral Senayan II, Jakarta Pusat," ujar Wilson ketika dimintai konfirmasi terkait hal tersebut.

Alumni Program Persahabatan Indonesia-Jepang Abad-21 angkatan tahun 2000 dari kelompok Teachers Group itu juga mengkonfirmasi bahwa dirinya belum lama ini ditunjuk sebagai Sekretaris Jenderal KAPPIJA-21. "Sebagai alumni Program JICA ini, jika saya dibutuhkan organisasi KAPPIJA-21, tentu harus siap. Kemarin dalam TV-Conference AJAFA-21, Bang Moel sudah memperkenalkan saya ke para pengurus AJAFA-21 dan organisasi alumni negara-negara Asean sebagai Sekretaris Jenderal KAPPIJA-21 yang baru, juga ke JICA Indonesia," tutup alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 ini. (APL/Rls/WAG)

Dandim 0803/Madiun Hadiri Pencanangan Zona Integritas Kepolisian Resort Madiun

By On January 23, 2019

Madiun, Bertempat di pendopo Polres Madiun Jl. Sukarno Hatta Kec. Taman Kota Madiun Dandim 0803/Madiun Letkol Czi Nur Alam Sucipto, S.Sos menghadiri acara pencanangan zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) serta untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik secara berkelanjutan, yang diselenggarakan oleh Jajaran Kepolisian Resort Madiun, Selasa (22/1/2019).

Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono, S.I.K., SH. ,M.H dalam keterangannya mengatakan, “Zona Integritas (ZI) di lingkungan Polri adalah predikat yang diberikan kepada Polri yang mempunyai komitmen untuk mewujudkan WBK dan WBBM melalui reformasi birokrasi, khususnya dalam hal pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik mulai dari Kapolri dan jajarannya,“ ungkapnya.


“Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) adalah predikat yang diberikan kepada Satuan Kerja (Satker) yang memenuhi sebagian besar program manajemen perubahan, penataan tata laksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan pengawasan dan penguatan akuntabilitas kinerja,“ imbuh Kapolres Madiun.

Pada kesempatan itu, Dandim 0803/Madiun Letkol Czi Nur Alam Sucipto,S.Sos, juga sangat mendukung Jajaran Kepolisian Resort Madiun dengan adanya program pencanangan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) serta untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik secara berkelanjutan,” kata Dandim 0803/Madiun.

“Kita harapkan bersama dengan pencanangan ini Jajaran Kepolisian Resort Madiun bisa tambah maju dan profesional dalam menjalankan tugasnya serta dapat memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat,” pungkas Letkol Czi Nur Alam Sucipto, S.Sos.

Hadir dalam acara pencanangan zona Integritas tersebut Bupati Madiun H. Ahmad Dawami, S.Sos., Kajari Kab. Madiun Sugeng Sumarno, S.H. Hum., Kepala pengadilan Kab.Madiun Arif Budi Cahyono, SH, Kepala Badan Pertanahan Nasional Budi Martono, PJU dan Kapolsek jajaran Polres Kab. Madiun, Ketua STISIP Muhammadiyah Mujahidin, S.Sos.,S.Pdi.

Tidak Terima Atas Penertiban, Kuasa Hukum Venny Gan Tempuh Jalur Hukum

By On January 12, 2019

Pemerintah Kota Gunungsitoli, melalui Kepala Desa Miga bersama aparat Desa dan beberapa masyarakat yang didampingi oleh pihak kepolisian Resort Nias dan Kodim 0213/Nias bagian Kantibmas dan Babinsa melaksanakan penertiban barang barang milik saudari Venny Gan di Hotel Wisma Soliga, Kamis (10/1/2019).

Sebagaimana diketahui, Venny Gan adalah saudari kandung dari Tuan Ir. philip Gan yang mengaku ngaku pemilik tunggal Hotel Wisma Soliga tersebut.

Penertiban barang-barang milik Venny Gan tersebut didasari dari pelaporan Philip Gan kepada Pemerintah Desa Miga. Yang kemudian Pemerintah Desa Miga melayangkan surat resmi kepada Venny Gan tertanggal 08/01 perihal pemberitahuan pelaksanaan penertiban.


Venny Gan mengatakan, Sungguh miris. Pasalnya penertiban yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Miga tersebut diwarnai dengan adu mulut atas ketidak terimanya saudari Venny Gan sebagai pemilik barang yang menilai Kepala Desa Miga melakukan perbuatan melawan hukum yang menggunakan kewenangan atas jabatan yang diembannya secara sewenang-wenang.

"Penertiban atas barang-barang saya tersebut yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Miga adalah secara semena-mena, beda hal-nya jika barang-barang saya tersebut mengganggu kepentingan umum, urusan rumah tangga orang semestinya Kepala Desa menjadi penengah dan menjadi contoh yang baik ditengah-tengah warganya," ungkapnya.

"Tidak benar jika tindakan yang diambil oleh pihaknya tersebut seolah semudah membalikkan telapak tangan, saya mencurigai sesuatu yang terselebung sudah menutupi mata dan akal sehatnya," tambah Venny Gan yang notabenenya adalah seorang ahli waris dari pertapakan Hotel Wisma Soliga dimaksud.

Ditempat terpisah, Kuasa Hukum Venny Gan, Aldika Wau, SH. MH mengatakan, Penertiban hari ini diluar dari persetujuan klien saya dan tidak pernah diberikan izin oleh Venny Gan, seiring dengan paksaan kehendak secara sewenang-wenang oleh Pemerintah Desa Miga, maka kita akan menempuh jalur hukum, karena beliau adalah salah satu ahli waris dari Gandra Quin yang notabenenya memiliki hak atas Wisma Soliga tersebut.

Lanjut Aldika Wau, SH. MH terlebih dalam putusan pengadilan jelas bahwa Wisma Soliga dibagi tiga, maka dari itu klien saya memiliki hak sepertiga dari wisma soliga dimaksud," Tutup Aldika Wau optimis.

Kepala Desa Miga Ali Indra Tanjung saat diminta tanggapannya kepada Media ini mengatakan, bahwa penertiban ini dilakukan atas pengaduan dari pemilik usaha hotel wisma soliga adalah Philip Gan. Dasar kita adalah surat izin usaha yang telah disampaikan kepada saya, dan barang-barang ini hanya kita tertibkan dan kita masukkan ketempat yang layak, tidak ada yang namanya pengrusakan," pungkasnya. (ril/nh)

Peringati Hari HIV AIDS Sedunia, Puskesmas Kecamatan Suruh Adakan Seminar

By On December 17, 2018


SEMARANG, Untuk memperingati hari AIDS sedunia, banyak cara dilakukan oleh masyarakat ataupun lembaga pemerintah.

Salah satunya yang dilakukan oleh Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Kec. Suruh mengadakan Seminar berkaitan dengan Hari Aids sedunia dengan peserta Anak muda karangtaruna Desa Se Kecamatan Suruh Kab. Semarang.

Tema yang diangkat dalam seminar ini adalah “Saya Berani, Saya Sehat!” yang  memiliki tujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian seluruh masyarakat terhadap HIV AID.

“Berani untuk apa? Untuk mengurangi resiko penularan virus HIV. Selanjutnya, masyarakat terlebih pemuda (karangtaruna) juga mau secara sukarela memeriksakan diri untuk mengetahui status HIV-nya,” jelas dr. Dona Kepala Puskesmas Kec Suruh.

Dalam pembukaan seminar yang dilaksanakan di gedung aula Muspika Kecamatan suruh Kab. Semarang pada 17 Desember 2018.

Lebih lanjut Dona menjelaskan bahwa epidemic HIV AIDS merupakan permasalahan sosial yang memerlukan perhatian dari lintas sektor guna mencapai target bersama menekan jumlah resiko terjangkitnya HIV.

Salah satunya melalui seminar nasional ini, agar dapat meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan perilaku positif masyarakat tentang kesehatan reproduksi.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk melaksanakan Program Kesehatan Reproduksi Remaja.

Puskesmas Suruh mengembangkan GenRe sebagai intervensi terhadap tantangan dan permasalahan remaja di Indonesia. Dari aspek kuantitas, jumlah dan proporsi remaja Indonesia saat ini sangat besar.

Jumlah mereka yang besar ini akan dapat menjadi aset yang luar biasa bagi bangsa dan negara jika dikelola dengan baik. Penduduk usia remaja ini juga merupakan Generasi Emas Indonesia akan berada pada usia produktif.

Hal ini otomatis membuat mereka menjadi penerus bangsa Indonesia. Untuk itu, mereka perlu diedukasi agar mengerti tentang kesehatan reproduksi yaitu resiko tertular HIV dan AIDS, bahaya narkoba, serta belajar juga tentang bahaya dan akibat kehidupan seks yang bebas, termasuk pentingnya penjelasan tentang batas usia minimum seseorang menikah untuk menghindari hal hal resiko yang tidak diinginkan.

Pewarta : Patih

Komunitas Masyarakat Peduli Kemanusiaan "Kompak" Boyolali Diresmikan

By On December 15, 2018

GEMAJAKARTA, BOYOLALI - Sebuah komunitas baru yang peduli terhadap orang yang tidak mampu mampu (miskin) muncul di Kab Boyolali,  yang bernama KOMPAK "Komunitas Masyarakat Peduli Kemanusiaan".

Acara yang dihadiri oleh anggota DPRD Kab. Boyolali (komisi IV) pemerintah Desa Kali Gentong Kec. Ampel dan berbagai ormas serta komunitas yang ada di Boyolali, KOMPAK di Resmikan bertempat di Basecampnya Dusun Karang Gondang Desa Kali Gentong Ampel, Jalan Baru km.2 pada hari Sabtu (15/12) hari ini.


Komunitas ini  beranggotakan dari berbagai latar belakang Suku Agama maupun perkerjaan, dalam istilah islam nya kita menanamkan "ukhuwah basyariyah" yaitu persaudaraan kemanusiaan tanpa membeda bedakanya, pun begitu juga sasaran dalam kegiatan kita nantinya.

Orang tidak bisa mengabdi kepada Alloh tanpa mengabdi kepada sesama manusia.jelas Gogon irama ( Ketua Kompak) dalam sela sela sambutanya dalam peresmian komunitas ini.

"Melihat kondisi orang lain yang kurang beruntung diluar sana menggugah kepekaan kita untuk menyisihkan sebagian dari rezeki yang kita peroleh untuk membantu sesama yang masih kekurangan," jelasnya.

Slamet Widodo berharap, nantinya komunitas ini bisa bersinergi dengan pemerintah dalam pelaksanaan kegiatanya membantu warga yang kurang mampu, mulai dari tingkat RT sampe ke Pemerintah Daerah.

Kami sangat apresiasi dengan adanya komunitas sosial seperti ini (Kompak) setidaknya bisa lebih meringankan pemerintah dalam hal program sosial penanggulangan orang yang tidak mampu (miskin) yang mungkin saat ini belum tersentuh secara maksimal oleh Pemerintah.

"Dan harapan saya ada sebuah komunitas yang betul betul fokus pada pendataan, dan ini sangat membantu kami, sehingga nantinya program program sosial pemerintah bisa lebih tepat sasaran," pungkas Slamet Widodo.

Pewarta : Patih

MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Boyolali Dukung TNI dan Polri Deklarasikan Pemilu Damai

By On November 20, 2018


BOYOLALI - Organisasi Pemuda Pancasila (PP) MPC Boyolali gelar deklarasi pemilu damai mendukung Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Dalam deklarasi tersebut, Ketua Majelis Permusyawaratan Cabang (MPC) PP Boyolali, Edi Waluyo, menekankan semua anggota harus melepaskan atribut PP ketika berpartisipasi aktif dalam pemilu legislatif (pileg) maupun pemilu presiden (pilpres) 2019. Sebaliknya, atribut partai juga harus dilepaskan para anggota PP ketika berkegiatan di organisasi.

Lebih lanjut, Edi menambahkan ada anggota PP Boyolali yang terjun langsung menjadi calon legislatif. “Ada sekitar lima orang dan tersebar di sejumlah dapil (daerah pemilihan),” ungkap Edi ketika diwawancarai seusai acara. 

Meski begitu, PP tidak pernah menggiring anggotanya untuk bergabung ke dalan salah satu partai politik. “kita tidak pernah menggiring untuk masuk ke parpol A atau B tapi kita bebaskan ikut berkompetisi lewat partai manapun dan akan kita support,”kata Edi. Dia menekankan bahwa PP dan parpol menjadi dua hal yang berbeda bagi setiap individu.  

Hal tersebut dilakukan untuk menjaga kondusifitas agar pilpres dan dan pileg berjalan secara aman dan damai tanpa ada gesekan. Apalagi kini suasan pileg dan pilpres semakin memanas.  

Sebagai informasi, MPC PP Boyolali saat ini memiliki 3.500 anggota ber-KTA (Kartu Tanda Anggota) dan 5.000an anggota non KTA. Deklarasi yang diselenggarakan di kawasan Lembah Gunung Madu (LGM) Desa Kedung Lengkong, Simo, Selasa (20/11) ini dihadiri oleh 250 anggota perwakilan dari 16 Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan lembaga. 

Dalam deklarasi itu, PP siap mendukung Polri dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) demi terlaksananya pileg dan pilpres 2019 dengan aman dan damai.

Pewarta : PATIH