Berita Terbaru

Kategori

Langganan Berita

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Tidak Terima Atas Penertiban, Kuasa Hukum Venny Gan Tempuh Jalur Hukum

By On January 12, 2019

Pemerintah Kota Gunungsitoli, melalui Kepala Desa Miga bersama aparat Desa dan beberapa masyarakat yang didampingi oleh pihak kepolisian Resort Nias dan Kodim 0213/Nias bagian Kantibmas dan Babinsa melaksanakan penertiban barang barang milik saudari Venny Gan di Hotel Wisma Soliga, Kamis (10/1/2019).

Sebagaimana diketahui, Venny Gan adalah saudari kandung dari Tuan Ir. philip Gan yang mengaku ngaku pemilik tunggal Hotel Wisma Soliga tersebut.

Penertiban barang-barang milik Venny Gan tersebut didasari dari pelaporan Philip Gan kepada Pemerintah Desa Miga. Yang kemudian Pemerintah Desa Miga melayangkan surat resmi kepada Venny Gan tertanggal 08/01 perihal pemberitahuan pelaksanaan penertiban.


Venny Gan mengatakan, Sungguh miris. Pasalnya penertiban yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Miga tersebut diwarnai dengan adu mulut atas ketidak terimanya saudari Venny Gan sebagai pemilik barang yang menilai Kepala Desa Miga melakukan perbuatan melawan hukum yang menggunakan kewenangan atas jabatan yang diembannya secara sewenang-wenang.

"Penertiban atas barang-barang saya tersebut yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Miga adalah secara semena-mena, beda hal-nya jika barang-barang saya tersebut mengganggu kepentingan umum, urusan rumah tangga orang semestinya Kepala Desa menjadi penengah dan menjadi contoh yang baik ditengah-tengah warganya," ungkapnya.

"Tidak benar jika tindakan yang diambil oleh pihaknya tersebut seolah semudah membalikkan telapak tangan, saya mencurigai sesuatu yang terselebung sudah menutupi mata dan akal sehatnya," tambah Venny Gan yang notabenenya adalah seorang ahli waris dari pertapakan Hotel Wisma Soliga dimaksud.

Ditempat terpisah, Kuasa Hukum Venny Gan, Aldika Wau, SH. MH mengatakan, Penertiban hari ini diluar dari persetujuan klien saya dan tidak pernah diberikan izin oleh Venny Gan, seiring dengan paksaan kehendak secara sewenang-wenang oleh Pemerintah Desa Miga, maka kita akan menempuh jalur hukum, karena beliau adalah salah satu ahli waris dari Gandra Quin yang notabenenya memiliki hak atas Wisma Soliga tersebut.

Lanjut Aldika Wau, SH. MH terlebih dalam putusan pengadilan jelas bahwa Wisma Soliga dibagi tiga, maka dari itu klien saya memiliki hak sepertiga dari wisma soliga dimaksud," Tutup Aldika Wau optimis.

Kepala Desa Miga Ali Indra Tanjung saat diminta tanggapannya kepada Media ini mengatakan, bahwa penertiban ini dilakukan atas pengaduan dari pemilik usaha hotel wisma soliga adalah Philip Gan. Dasar kita adalah surat izin usaha yang telah disampaikan kepada saya, dan barang-barang ini hanya kita tertibkan dan kita masukkan ketempat yang layak, tidak ada yang namanya pengrusakan," pungkasnya. (ril/nh)

Peringati Hari HIV AIDS Sedunia, Puskesmas Kecamatan Suruh Adakan Seminar

By On December 17, 2018


SEMARANG, Untuk memperingati hari AIDS sedunia, banyak cara dilakukan oleh masyarakat ataupun lembaga pemerintah.

Salah satunya yang dilakukan oleh Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Kec. Suruh mengadakan Seminar berkaitan dengan Hari Aids sedunia dengan peserta Anak muda karangtaruna Desa Se Kecamatan Suruh Kab. Semarang.

Tema yang diangkat dalam seminar ini adalah “Saya Berani, Saya Sehat!” yang  memiliki tujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian seluruh masyarakat terhadap HIV AID.

“Berani untuk apa? Untuk mengurangi resiko penularan virus HIV. Selanjutnya, masyarakat terlebih pemuda (karangtaruna) juga mau secara sukarela memeriksakan diri untuk mengetahui status HIV-nya,” jelas dr. Dona Kepala Puskesmas Kec Suruh.

Dalam pembukaan seminar yang dilaksanakan di gedung aula Muspika Kecamatan suruh Kab. Semarang pada 17 Desember 2018.

Lebih lanjut Dona menjelaskan bahwa epidemic HIV AIDS merupakan permasalahan sosial yang memerlukan perhatian dari lintas sektor guna mencapai target bersama menekan jumlah resiko terjangkitnya HIV.

Salah satunya melalui seminar nasional ini, agar dapat meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan perilaku positif masyarakat tentang kesehatan reproduksi.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk melaksanakan Program Kesehatan Reproduksi Remaja.

Puskesmas Suruh mengembangkan GenRe sebagai intervensi terhadap tantangan dan permasalahan remaja di Indonesia. Dari aspek kuantitas, jumlah dan proporsi remaja Indonesia saat ini sangat besar.

Jumlah mereka yang besar ini akan dapat menjadi aset yang luar biasa bagi bangsa dan negara jika dikelola dengan baik. Penduduk usia remaja ini juga merupakan Generasi Emas Indonesia akan berada pada usia produktif.

Hal ini otomatis membuat mereka menjadi penerus bangsa Indonesia. Untuk itu, mereka perlu diedukasi agar mengerti tentang kesehatan reproduksi yaitu resiko tertular HIV dan AIDS, bahaya narkoba, serta belajar juga tentang bahaya dan akibat kehidupan seks yang bebas, termasuk pentingnya penjelasan tentang batas usia minimum seseorang menikah untuk menghindari hal hal resiko yang tidak diinginkan.

Pewarta : Patih

Komunitas Masyarakat Peduli Kemanusiaan "Kompak" Boyolali Diresmikan

By On December 15, 2018

GEMAJAKARTA, BOYOLALI - Sebuah komunitas baru yang peduli terhadap orang yang tidak mampu mampu (miskin) muncul di Kab Boyolali,  yang bernama KOMPAK "Komunitas Masyarakat Peduli Kemanusiaan".

Acara yang dihadiri oleh anggota DPRD Kab. Boyolali (komisi IV) pemerintah Desa Kali Gentong Kec. Ampel dan berbagai ormas serta komunitas yang ada di Boyolali, KOMPAK di Resmikan bertempat di Basecampnya Dusun Karang Gondang Desa Kali Gentong Ampel, Jalan Baru km.2 pada hari Sabtu (15/12) hari ini.


Komunitas ini  beranggotakan dari berbagai latar belakang Suku Agama maupun perkerjaan, dalam istilah islam nya kita menanamkan "ukhuwah basyariyah" yaitu persaudaraan kemanusiaan tanpa membeda bedakanya, pun begitu juga sasaran dalam kegiatan kita nantinya.

Orang tidak bisa mengabdi kepada Alloh tanpa mengabdi kepada sesama manusia.jelas Gogon irama ( Ketua Kompak) dalam sela sela sambutanya dalam peresmian komunitas ini.

"Melihat kondisi orang lain yang kurang beruntung diluar sana menggugah kepekaan kita untuk menyisihkan sebagian dari rezeki yang kita peroleh untuk membantu sesama yang masih kekurangan," jelasnya.

Slamet Widodo berharap, nantinya komunitas ini bisa bersinergi dengan pemerintah dalam pelaksanaan kegiatanya membantu warga yang kurang mampu, mulai dari tingkat RT sampe ke Pemerintah Daerah.

Kami sangat apresiasi dengan adanya komunitas sosial seperti ini (Kompak) setidaknya bisa lebih meringankan pemerintah dalam hal program sosial penanggulangan orang yang tidak mampu (miskin) yang mungkin saat ini belum tersentuh secara maksimal oleh Pemerintah.

"Dan harapan saya ada sebuah komunitas yang betul betul fokus pada pendataan, dan ini sangat membantu kami, sehingga nantinya program program sosial pemerintah bisa lebih tepat sasaran," pungkas Slamet Widodo.

Pewarta : Patih

MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Boyolali Dukung TNI dan Polri Deklarasikan Pemilu Damai

By On November 20, 2018


BOYOLALI - Organisasi Pemuda Pancasila (PP) MPC Boyolali gelar deklarasi pemilu damai mendukung Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Dalam deklarasi tersebut, Ketua Majelis Permusyawaratan Cabang (MPC) PP Boyolali, Edi Waluyo, menekankan semua anggota harus melepaskan atribut PP ketika berpartisipasi aktif dalam pemilu legislatif (pileg) maupun pemilu presiden (pilpres) 2019. Sebaliknya, atribut partai juga harus dilepaskan para anggota PP ketika berkegiatan di organisasi.

Lebih lanjut, Edi menambahkan ada anggota PP Boyolali yang terjun langsung menjadi calon legislatif. “Ada sekitar lima orang dan tersebar di sejumlah dapil (daerah pemilihan),” ungkap Edi ketika diwawancarai seusai acara. 

Meski begitu, PP tidak pernah menggiring anggotanya untuk bergabung ke dalan salah satu partai politik. “kita tidak pernah menggiring untuk masuk ke parpol A atau B tapi kita bebaskan ikut berkompetisi lewat partai manapun dan akan kita support,”kata Edi. Dia menekankan bahwa PP dan parpol menjadi dua hal yang berbeda bagi setiap individu.  

Hal tersebut dilakukan untuk menjaga kondusifitas agar pilpres dan dan pileg berjalan secara aman dan damai tanpa ada gesekan. Apalagi kini suasan pileg dan pilpres semakin memanas.  

Sebagai informasi, MPC PP Boyolali saat ini memiliki 3.500 anggota ber-KTA (Kartu Tanda Anggota) dan 5.000an anggota non KTA. Deklarasi yang diselenggarakan di kawasan Lembah Gunung Madu (LGM) Desa Kedung Lengkong, Simo, Selasa (20/11) ini dihadiri oleh 250 anggota perwakilan dari 16 Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan lembaga. 

Dalam deklarasi itu, PP siap mendukung Polri dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) demi terlaksananya pileg dan pilpres 2019 dengan aman dan damai.

Pewarta : PATIH

Ribuan Pasukan Pemuda Pancasila KOTI (Komando Inti Mahatidana) Jawa tengah Ikuti "Napak Tilas" Pancasila Abadi dan NKRI Harga Mati.

By On November 12, 2018


JAWA TENGAH - Ribuan anggota Komando Inti (Koti) Pemuda Pancasila beserta anggota umum lainya wilayah Jawa Tengah berkumpul di Semarang depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Minggu (11/11/2018).

Mereka mengikuti napak tilas Pancasila Abadi dan NKRI harga mati sekaligus peringatan Hari Pahlawan dan HUT Pemuda Pancasila 2018.

Adapun peserta berasal anggota Pemuda Pancasila dan pasukan (KOTI) dari beberapa Kabupaten Kota di Provinsi Jawa Tengah hadir di Semarang sejak Sabtu (10/11/2018) malam.

Mereka tak ingin terlambat mengikuti kegiatan yang diawali dengan Apel bersama di halaman kantor Gubernur Jawa Tengah pada pukul 07.00 WIB.

Seperti rombongan pasukan Koti dari Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Boyolali, yang berangkat dari kota "susu" pukul 04.00 WIB. Pasukan dari Boyolqli sampai di Semarang bersamaan dengan beberapa pasukan Koti dari Kabupaten lain seperti Brebes, Magelang dan Pekalongan.

Tepat pukul 07.00 WIB semua pasukan Koti (Komando Inti Mahatidana) satuan khusus organisasi Pemuda Pancasila dari berbagai kota dan kabupaten berkumpul di halaman kantor Gubernur untuk mengikuti apel.

Setelah apel usai, ada pertunjukan seni yang berisi lagu kebanggaan Pemuda Pancasila dan dilanjutkan dengan pelaksanaan inti yakni napak tilas dengan berjalan kaki dari kantor Gubernur menuju Mako MPW Pemuda Pancasila Jawa Tengah, yang berjarak sembilan kilometer.

Selama kegiatan berlangsung terpantau kondusif dan aman. Banyak sekali kendaraan pribadi maupun bus yang memenuhi beberapa sudut di titik start dan finish dengan sejumlah atribut Pemuda Pancasila.

Ketua MPW Pemuda Pancasila Jawa Tengah, Bambang Eko Purnomo dalam sambutannya berharap melalui kegiatan ini dapat memberi dampak yang positif bagi Pemuda Pancasila Jawa Tengah. "Kegiatan HUT ini dapat menjadi awal kebangkitan PP Jawa Tengah," katanya.

Kegiatan ini juga dihadiri Sekjen MPN Pemuda Pancasila. Motivasi dan semangat diberikan oleh pengurus MPN tersebut.

Di penghujung acara, digelar berbagai pertunjukan hiburan dan seni baik dari MPW PP Jateng maupun dari masing-masing MPC se-Jateng.

Pewarta : Patih

Sekjend Akrindo Ajak Masyarakat Teliti Dalam Menerima Setiap Informasi Publik

By On October 29, 2018


GEMAJAKARTA - Tangerang - Perkembangan media massa dalam era dunia digital, sebagai sarana informasi publik semakin pesat perkembangannya. Masyarakat saat ini gampang memperoleh informasi yang datang tanpa filter.

Demikian dikatakan Sekertaris Jendral Assosiasi Kabar Online Indonesia (Sekjen Akrindo) Usman saat acara Rapat Koordinasi dan Silaturohmi antar pengurus DPP Akrindo di Cafe Cipondoh, Kota Tangerang, pada Minggu (28/10/2018) siang tadi.

" Masyarakat harus benar -benar mencermati dan harus lebih teliti dalam menerima informasi publik. Jangan asal menelan mentah-mentah informasi yang belum tahu asal usulnya," ujar Usman kepada wartawan.

Usman melanjutkan, masyarakat jangan sampai salah menerima informasi yang tidak benar/ hoax.

"Saya mengajak semua kalangan untuk memberantas berita hoax," imbuhnya



Ia pun menghimbau agar masyarakat jangan langsung percaya jika menerima kabar sebelum tahu jelas sumbernya. Ia berharap warga masyarakat harus lebih teliti dan mencermati lagi jika menerima kabar, baik melalui Whatshap maupun kiriman video atau poto.

Sementara itu pada kesempatan yang sama Ketua Umum Akrindo Munthe Mariphin pun menegaskan  media yang bernaung di bawah payung Akrindo harus lebih profesional dalam menayangkan dan menerbitkan pemberitaan.

" Saya berharap kepada media-media yang bernaung dibawah Akrindo agar selektif dalam menyajikan berita. Cari dulu sumbernya yang jelas, jangan asal nulis," katanya.

Tingkatkan Keimanan Dan Ketaqwaan, Persit Cabang XVII Kodim 0803/Madiun Yasinan Rutin

By On October 12, 2018

GEMAJAKARTA - Madiun, Dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XVII Kodim 0803/Madiun melaksanakan Yasinan rutin serta do’a bersama di Masjid Al Mujahidin Kodim 0803/Madiun Jl Pahlawan No 25 Kota Madiun, Jumat (12/10/2018).

“Kegiatan Yasinan dan do’a bersama ini, merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap hari Jumat oleh Persit KCK Cabang XVII Kodim 0803/Madiun guna menambah serta mempertebal keimanan Ibu-ibu Persit dalam menjalankan kewajibannya sebagai ibu rumah tangga dan juga sebagai warga Persit", ujar Ibu Ketua Cabang XVII Kodim 0803/Madiun Ny. Novianti Wulan Sari Nur Alam Sucipto saat ditemui selesai pembacaan Surat Yasin.


Selain itu, dalam Yasinan serta do’a bersama Ibu-ibu Persit KCK Cabang XVII Kodim 0803/Madiun juga diisi dengan tauziah oleh Ustadz Guritno sebagai Takmir Masjid Al Mujahidin Kodim 0803/Madiun yang menguraikan tentang keharmonisan dalam rumah tangga menurut ajaran islam serta berpesan kepada ibu-ibu jamaah sekalian.

“Ada beberapa ciri calon wanita penghuni surga yaitu taat kepada Allah dan Rasul, taat kepada suami dan bisa menjaga diri yang artinya sang isteri boleh bekerja apa saja sepanjang tugas sebagai isteri sholehah tidak terabaikan, gemar bersedekah dan berkasih sayang serta menyambung tali Silaturahmi".


"Dan beberapa dari sifat isteri sholehah yaitu penuh kasih sayang, sudah melayani suami dengan baik, menjaga rahasia suami, berpenampilan baik di depan suami dan mensyukuri kebaikan dan pemberian suami", terang Ustadz Guritno dalam tausiahnya  dan ditutup dengan do’a. (ril/red)