Berita Terbaru

Kategori

Langganan Berita

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Menuju 25 Tahun kedua, Dompet Dhuafa Gelorakan Semangat Menjawab Panggilan Zaman

By On September 24, 2018

GEMAJAKARTA - Melihat realita kemiskinan yang menjerat sebagian masyarakat di negeri ini, menjadi keprihatinan tersendiri bagi awak media di harian umum Republika. Berita yang beredar mengenai kemiskinan, mengusik nurani. Pada akhirnya di medio 1993, Parni Hadi selaku Pemimpin Redaksi pada waktu itu, menginiasi dan mendirikan program Dompet Dhuafa sebagai wadah penggalangan donasi dari zakat, infak, sedekah dan wakaf masyarakat penderma. Dimana dana yang terkumpul disalurkan melalui program yang terencana dan dipertanggungjawabkan secara berkala.
(Sabtu, 19/09)

Pada periode pertama, donasi sebesar Rp. 425.000,- dari para donatur, mengalir melalui Dompet Dhuafa. Nominal tersebut menjadi sejarah awal penghimpunan dan lahirnya Dompet Dhuafa yang terus berkomitmen untuk memberdayakan sesama. Bahkan, dalam jejak perjalanan 25 tahun Dompet Dhuafa, baik dari penghimpunan, sinergi atau kolaborasi mitra terus tumbuh untuk menekan kemiskinan, dan memberdayakan masyarakat miskin, serta dhuafa, melalui lima pilar pemberdayaan.

Dalam perjalanan merajut asa untuk keberdayaan sesama dari periode 1993 hingga 2018, lebih dari 16 juta jiwa penerima manfaat dari pilar-pilar pemberdayaan serta belasan ribu relawan (DD Volunteer) yang ikut dalam barisan membentang kebaikan Dompet Dhuafa. Berawal dari program memberantas rentenir yang berkolaborasi dengan ICMI Bandung, kini Dompet Dhuafa terus berkhidmat memberdayakan sesama melalui pilar pendidikan, ekonomi, kesehatan, pengembangan sosial dan budaya, serta dakwah.

Berlokasi di Lapangan Proklamasi, Dompet Dhuafa menggelorakan semangat LOVER (Lombok Recovery) mengembalikan Lombok untuk pulih kembali. Puluhan komunitas hingga ribuan masyarakat berkumpul menjadi satu. Dalam rangka menjawab panggilan zaman, Dompet Dhuafa terus berkomitmen untuk bersama mitra, donatur, komunitas maupun elemen masyarakat untuk membangun negeri. Pada gelaran tersebut turut digelar acara 25 pernikahan dan sunatan massal, arena permainan tradisional, festival mural, skateboarding, bazar produk pemberdayaan Dompet Dhuafa, Aksi Layan Sehat, Pijat Gratis dari Tuna Netra, Donor Darah hingga Pentas Seni dan Budaya.

“Dompet Dhuafa menjawab panggilan zaman dan khusus rangkaian Lombok Recovery, kita akan mensosialisasikan hingga mengomunikasikan kepada masyarakat, inilah sinergi Dompet Dhuafa bersama dengan para mitra, donatur, komunitas hingga seluruh elemen masyarakat yang telah berlangsung pada respon bencana di Lombok,” ucap drg. Imam Rulyawan, selaku Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi.

Dompet Dhuafa sudah terjun dengan berbagai program untuk Lombok Recovery (LOVER) mulai membangun Masjid Sementara, Sekolah Sementara, Hospital Keliling (HOPING) dan Rumah Sementara Bale Nyaman (Rumtara Baleman) yang ramah di kawasan bencana gempa.

Dompet Dhuafa dalam respon bencana gempa bumi Lombok, telah menurunkan tim rescue dari Disaster Management Center (DMC), Psychological First Aid, Dapur Umum, Dapur Keliling, Tenaga Medis seperti Dokter Spesialis Bedah dan Spesialis Penyakit Dalam, Dokter Umum, Perawat, Bidan, serta aktivis kemanusiaan lainnya.

Selain kegiatan Dapur Keliling, terdapat Aksi Layanan Sehat (ALS), pendirian pos pengungsian, pendirian Dapur Umum, pembangunan MCK sementara, pembangunan Masjid sementara, inisiasi pendirian Sekolah Darurat, Sekolah Ceria, Layanan Dakwah, pengadaan pipanisasi untuk pengungsi korban gempa dan distribusi tandon air, serta Motor Kilat, yang berkeliling melayani kebutuhan kesehatan untuk mobilitas ke sejumlah wilayah terpencil, dan sulitnya medan karena akses terputus.

“Hari ini kita masuki fase recovery di Lombok, tentu harapannya melibatkan masyarakat lebih banyak lagi untuk tetap memberikan perhatian. Bukan hanya perhatian dari sisi materi maupun non materi, tapi perhatian tersebut harus berkelanjutan, bukan hanya saat pada respon saja ramai perhatian, tetapi saat recovery-nya tidak berjalan dengan baik. Tentunya kita melanjutkan recovery di daerah-daerah," pungkasnya (rls/red)

Alumni Lemhannas: Propam Perlu Periksa Oknum Polres Sidoarjo

By On September 16, 2018

GEMAJAKARTA, Jakarta - Dugaan maraknya kegiatan di tempat hiburan malam berkedok karaoke di D'Top dan X2, Jl. Taman Pinang, Sidoarjo, Jawa Timur yang viral di media-media online lokal maupun nasional telah menarik perhatian publik, termasuk tokoh pers di Jakarta.

Salah satunya adalah Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA, Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia. Alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 ini mengatakan bahwa kondisi di tempat hiburan karaoke D'Top dan X2 yang diduga menjadi areal perilaku menyimpang berbentuk pornoaksi, berpakaian super seksi, mengumbar nafsu syahwat, dan sejenisnya itu tidak terlepas dari peran aparat hukum di wilayah tersebut.

"Kondisi tempat hiburan di cafe maupun karaoke yang salah guna sebagai tempat mesum seperti di Sidoarjo itu terkait erat dengan perilaku oknum aparat kepolisian di sana," ujar lulusan pascasarjana bidang Global Ethics dari Birmingham University, Inggris itu melalui pesan WhatsApp messenger-nya kepada redaksi media ini, Minggu, 16 September 2018.

Lebih lanjut Wilson mengatakan bahwa dirinya bahkan melihat adanya indikasi kuat keterlibatan oknum aparat di jajaran Polres Sidoarjo yang mem-backup kegiatan semacam itu di tempat hiburan karaoke D'Top dan X2 tersebut.

"Bahkan ada indikasi kuat, oknum-oknum di jajaran kepolisian setempat berperan aktif sebagai centeng berbaju undang-undang ITE dan KUHP bagi tempat hiburan D'Top dan X2," imbuh penerima The Indonesian Best Executive dan Professional Award 2013 ini.

Alasannya, lanjut Wilson, polisi sangat tanggap dan cekatan dalam menangani masalah yang timbul atas perilaku mesum para penjaja birahi di tempat tersebut.
"Ketika ada wartawan Slamet Maulana dari media beritarakyat.com memberitakan fakta adanya kegiatan permesuman di D'Top dan X2, polisi serta-merta mengerahkan seluruh kemampuan mereka untuk menangkap dan memenjarakan wartawan dengan dalih melanggar UU ITE dan KUHP. Persoalan mesum di tempat itu tidak diusut. Hampir dipastikan ada angpao yang menyupal otak oknum polisi di sana sehingga pikirannya jadi bobrok dan terbolak-balik begitu," ujar alumni Program Persahabatan Indonesia Jepang Abad-21 itu menyesalkan.

Oleh karena itu, Wilson yang sempat dua kali datang ke Sidoarjo menghadiri sidang korban kriminalisasi wartawan Slamet Maulana alias Ade di PN Sidoarjo dalam kapasitasnya sebagai ahli pers mengatakan bahwa berdasarkan analisisnya atas rangkaian kasus pemberitaan acara mesum di D'Top dan X2 itu, Mabes Polri cq Divpropam Polri harus turun ke Sidoarjo, memeriksa para oknum polisi yang terindikasi terlibat dalam memperlancar operasional esek-esek di D'Top dan X2.

"Salah satu hal penting yang perlu dilakukan dalam membenahi dan menjaga Sidoarjo bebas pornoaksi dan perilaku mesum adalah membereskan oknum-oknum polisi di Sidoarjo. Jika terindikasi terlibat, oknum Kapolres dan jajaran di atasnya di Mapolda Jatim amat perlu diperiksa. Saran saya, masyarakat Sidoarjo, terutama para pimpinan ormas, tokoh masyarakat dan tokoh agama, budayawan dan pemerhati sosial harus bersatu, mendesak pemerintah daerah dan aparat kepolisian menindak tegas oknum anggotanya yang menjadi 'herdernya' para pengusaha esek-esek bertameng cafe dan karaoke di daerahnya," pungkas trainer jurnalistik bagi ribuan anggota TNI, Polri, guru dosen, PNS, mahasiswa, wartawan dan masyarakat umum mengakhiri. (HWL/Red)

Komisioner Panwascam Gunungsitoli Barat Gelar Pertemuan Terbatas Bersama Panwaslu Desa

By On September 14, 2018

GemaJakarta - Gunungsitoli, Dalam rangka pemilihan umum tahun 2019 mendatang, diantaranya pemilihan DPRD, DPRD Provinsi, DPR RI, DPD RI serta pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Gunungsitoli Barat, mengelar pertemuan terbatas bersama Panwaslu Desa, Jumat (14/09/18), yang bertempat dikantor Sekretariat jln.Lauru No 59 Kota Gunungsitoli, Sumut.

Pada pertemuan tersebut, Komisioner Panwascam menyampaikan sejumlah penekanan dan arahan yang berkaitan dengan tugas, kewajiban dan wewenang Panwaslu Desa.

Berdasarkan UU No 07 tahun 2017 tentang pemilihan umum secara spesifik telah mengatur mengenai tugas, kewajiban dan wewenang Panwaslu Desa/Kelurahan yang memiliki peranan penting dalam mengawasi setiap tahapan penyelenggaraan pemilu sebagaimana diatur dalam PKPU No 05 tahun 2018.

Dalam arahan Ketua Panwascam (Matia Gea, Amd), didampingi oleh komisioner bidang Penindakan Pelanggaran (Prediaro Zebua) dan Komisioner Divisi Pencegahan hubungan antar lembaga (Amenesi Zebua, SPd.K) dengan tegas menghimbau seluruh Panwaslu Desa agar menjaga integritas dan profesionalitas dalam menjalankan fungsi pengawasan diwilayah kerjanya.

Lebih lanjut Ketua Panwascam, mengatakan bila ada temuan atau laporan masyarakat terkait dugaan pelanggaran disetiap tahapan, agar mengedepankan koordinasi dan menuangkan dalam laporan hasil pengawasan (LHPP).

Dari pantauan Pewarta media ini, Pertemuan tersebut berjalan lancar, yang turut dihadiri oleh Kepala Sekretariat Panwascam (Sabaaro Gulo), Komisioner, staf pendukung serta seluruh Panwaslu Desa sekecamatan Gunungsitoli Barat. (AZB/RED)

Masyarakat Desa Ononamolo II Lot Apresiasi Kinerja Aluiziduhu Zebua

By On September 13, 2018


GEMAJAKARTA, Gunungsitoli - Dinilai punya kinerja baik dan transparan pada pelaksanaan anggaran dana desa yang bersumber dari APBN, masyarakat Desa Ononamolo II Lot, Kecamatan Gunungsitoli Barat, Kota Gunungsitoli,  mengapresiasi dan mendukung kinerja Kepala Desa Aluiziduhu Zebua.

Seperti yang diungkapkan oleh tokoh masyarakat Prediaro Zebua, yang didampingi oleh sejumlah masyarakat kepada wartawan, kamis (13/09), menurutnya sejauh ini kinerja Kades cukup memuaskan yang ditandai dengan kedekatannya dengan warga masyarakat tanpa membeda-bedakan,  dan selalu tanggap yang menyangkut urusan warganya.

Ditanya soal pelaksanaan dan pengelolaan anggaran Dana Desa yang bersumber dari APBN, warga pun mengaku Kepala Desa sudah transparan yang dibuktikan dengan kades dan aparat desa selalu mengundang seluruh  masyarakat untuk diberikan penjelasan tentang besaran dana desa yang diterima beserta tujuan pengelolaannya.

Terpisah, Kepala Desa Ononamolo II Lot Aluiziduhu Zebua yang akrab dipanggil abang Ama Sofi itu, kepada wartawan mengatakan bahwa pihaknya dalam sistim pemerintahan ditingkat desa selalu mengdepankan azas transparansi serta menjunjung tinggi sepenuhnya janji sumpah jabatannya.

"bahwa pada pelaksanaan dan pengelolaan Dana Desa yang bersumber dari APBN itu, semua saya lakukan dengan transparan dan saya memberikan pengumuman anggaran melalui baliho yang ditempelkan dilokasi strategis agar masyarakat dapat mengikuti dan mengawal proses penggunaan Dana Desa ini"

Tambahnya, seperti diketahui ADD dan DD yang diterima pada tahun 2017 adalah sebesar Rp. 1.462.076.408, yang terlaksana adalah ADD sebesar Rp. 294.195.150 untuk pembayaran tunjangan/honor, DD yang terlaksana sebesar Rp. 479.079.200 yang disasarankan untuk pembangunan parit gendong dan pengadaan bahan pengaspalan.

Lanjutnya, anggaran yang dikeluarkan untuk pemberdayaan masyarakat adalah sebesar Rp. 20.688.700. serta untuk pembinaan kemasyarakatan adalah sebesar Rp. 58.079.800 total terealisasi pada tahun 2017 adalah sebesar Rp. 852.042.850, total silva adalah sebesar Rp. 610.033.558.

Jadi, walaupun demikian, segala sesuatu pembangunan didesa tidak terlepas dari dukungan semua pihak termasuk pengawasan pelaksanaannya. Beliau berharap agar pembangunan Desa kedepan ini tidak terlepas dari pengawasan masyarakat serta pihak lain yang turut berpartisipasi untuk memberikan masukan serta kritikan yang positif demi kemajuan Desa Ononamolo II lot khususnya dan Kota Gunungsitoli pada umumnya, tutupnya dengan raut wajah penuh harap (AZB/RED)

Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Boyolali Melantik Ketua PAC Kecamatan Selo.

By On September 10, 2018


BOYOLALI - Ketua Majelis Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Boyolali, Edy Waluyo, tengah melantik Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila Kecamatan Selo Untuk Periode 2018 – 2021 di Desa Sumber Klakah, KEcamatan Selo, KAbupaten Boyolali, Jateng, Minggu (9/9/2018) pelantikan berdasarkan hasil keputusan Rapat Pemilihan Pengurus (RPP) yang dilaksanakan sehari sbeelumnya.

"Terima kasih kepada semua pihak yang telah membatu dengan ikhlas dalam bentuk apapun, sehingga RPP bisa terlaksana dengan lancar dan sukses," kata Sekjen MPC Fauzan, SH., MKn yang pada kegiatan RPP memimpin langsung jalannya rapat.

Sebelumnya, Pengurus Anak Cabang Kecamatan Selo dijabat oleh Paul Sudiyono, SH., MHum, yang juga sebagai ketua Badan Pelaksana Kaderisasi (BPK) Pemuda Pancasila MPC Kab. Boyolali.

Adapun dalam Rapat Pemilihan Pengurus (RPP) PAC Selo dihadiri seluruh Ranting Se-Kecamatan Selo, unsur MPC, dan beberapa ketua PAC Kecamatan lain sebagai peninjau. Pada kegiatan RPP tersebut terpilih secara aklamasi, saudari Wanti sebagai Ketua PAC Kecamatan Selo.

Ketua MPC Kab. Boyolali kembali mengingatkan kepada seluruh kader, bahwa Pemuda Pancasila bukan underbone salah satu partai politik. Kader Pemuda Pancasila tidak memihak salah satu partai politik.



“Tapi kader Pemuda Pancasila berada diseluruh partai politik. Dengan istilah lain, kader Pemuda Pancasila tidak kemana mana  tapi ada dimana-mana,” ujarnya dalam sambutan.

Kepada ketua PAC terpilih, Ketua MPC berpesan, jabatan Ketua PAC Selo merupakan amanah dari seluruh kader PP Se-Kecamatan yang harus dipikul dengan penuh rasa tanggung jawab.

“Oleh karena itu pada kesempatan pertama ketua terpilih harus sesegera mungkin melaksanakan konsolidasi ke masing-masing ranting untuk menentukan format yang tepat dalam mengaplikasikan program kerja yang telah disepakati dalam RPP,” terangnya.

Pada kesempatan itu juga, Ketua MPC merasa bangga sekaligus terharu dengan terpilihnya saudari Wanti, karena beliau merupakan satu-satunya Ketua PAC perempuan di wilayah MPC Kab. Boyolali.

Ditempat yang sama Ketua Pac terpilih Wanti mengatakan, Innalillahi wainnailaihi roji'un, saya akan laksanakan amanah ini dengan penuh kesadaran dan rasa tanggung jawab.

“Namun dukungan, bimbingan, dan arahan dari semua pihak sangat saya harapkan, demi kemajuan dan kejayaan organisasi yang kita cintai bersama, yaitu Ormas Pemuda Pancasila”. Pungkasnya. (Patih)

Kriminalisasi Dunia Pers Kembali Terjadi, DPD Akrindo Provinsi Riau Turun Kejalan

By On September 09, 2018


GEMAJAKARTA, PEKANBARU --  Sengketa dan Kriminalisasi Dunia Pers kembali terjadi di Republik ini terutama kasus yang berujung atas Kematian Wartawan Media Kemajuan Rakyat, Almarhum Muhammad Yusuf.

Hal tersebut yang memicu reaksi keras sejumlah Pentolan Organisasi Pers tingkat daerah, yang secara spontan pada hari ini, minggu (09/09/2018) membuat sebahagian Organisasi Pers di Provinsi Riau menggelar pertemuan khusus, guna membahas permasalahan serupa yang telah marak terjadi oleh Kalangan insan pers.

Sama halnya dengan nasib yang dialami oleh Pemimpin Redaksi Media Online Harian Berantas, Toro Ziduhu Laia. Pasalnya sampai saat ini, kasus hukum antara dirinya dengan Bupati Kabupaten Bengkalis belum juga menemui kejelasan.

“Saya tidak tahu pasti, yang jelas sudah lebih 5 panggilan persidangan di PN Pekanbaru, saudara sejawat kami, Toro tetap mengikuti jalannya persidangan dengan baik, justru pihak pelapor (Bupati Bengkalis-red), yang sama sekali tidak pernah hadir”  ungkap Larshen Yunus S.Sos, Ketua DPD Assosiasi Kabar Online Indonesia (AKRINDO) Provinsi Riau.

Dikatakannya lagi, bahwa proses hukum tersebut sangatlah Jangggal dan tidak sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku.   “Seingat saya, Pak Amril Mukminin (Bupati Bengkalis-red) itu tidak pernah hadir dalam setiap persidangan. Justru saksi yang dihadirkan adalah bahagian dari kelompok Bupati tersebut”  tutur Larshen Yunus, pada saat menggelar pertemuan di Kediaman Pribadinya.

Yunus, sapaan akrab dari Ketua DPD AKRINDO Provinsi Riau itu juga menuturkan, bahwa pihaknya akan selalu setia mendampingi setiap proses yang dijalani oleh saudara Toro.


“Inilah bentuk solidaritas kami selaku insan pers. Sesama wartawan harus saling topang menopang. Profesi kami ini sangatlah rentan oleh benturan hukum, sekalipun kami dilindungi oleh UU Pers”  imbuhnya.

Sebagai informasi bagi khalayak umum, bahwa cikal bakal meledaknya kasus sahabat kami Toro dimulai atas pemberitaan resmi dari media online harian berantas, terkait dengan dugaan kuat kasus Korupsi Dana BANSOS/Hibah APBD Kabupaten Bengkalis.

Pada saat itu, Amril Mukminin SE MM masih menjabat sebagai Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis periode 2009-2014 dan diduga kuat sekaligus berperan aktif dalam setiap perjalanan APBD tersebut.  Tepatnya pada tahun anggaran 2012, Amril Mukminin menjadi sosok yang sangat bertanggung jawab atas digigitnya uang rakyat sebesar Rp 272 Miliar.

“Tak hanya sampai disitu saja, Bupati Bengkalis itu juga kembali berulah, dengan sangkaan persengkongkolan kepada pihak-pihak penegak hukum, guna mempermainkan setiap fakta persidangan”  ungkap Yunus.

Contohnya saja, terkait dengan di-Pelintirnya Tugas Pokok Pers Nomor 40 tahun 1999, pada Pelanggaran Pasal 27 Ayat 3 dan Pasal 45 Ayat 3 Undang-Undang Republik Indonesia nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia nomor 11 tahun 2008, yakni tentang informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Oleh karena itu, merujuk atas bukti-bukti dirasakannya upaya Kriminalisasi Hukum, maka tersepakatilah diadakannya aksi oleh kalangan insan pers, yang mengatasnamakan Solidaritas Pers Riau menuntut Keadilan.

InshaAllah, hari Senin besok (10/09/2018) kami akan mengadakan Aksi Solidaritas terkait kasus sejawat kami, Toro Ziduhu Laia.  “Adapun titik kumpulnya di samping Gedung Perpustakaan Wilayah Soeman HS Riau, Jalan Cut Nyak Dien Kota Pekanbaru”  jelas Yunus.

Sambung Yunus lagi, bahwa Titik Aksinya dilakukan di depan Gerbang Mapolda Riau jalan Jendral Sudirman, setelah itu di depan Gerbang Kantor Kejaksaan Tinggi Riau, jalan Arifin Achmad, selanjutnya Aksi serupa juga akan kami lakukan di Kantor Pengadilan Negeri Pekanbaru, jalan Teratai Kecamatan Sukajadi.

Bukan sampai disitu saja, pada hari Kamisnya (13/09/2018), massa aksi juga kembali menghadiri persidangan Toro di kantor PN Pekanbaru.  “Mohon do’anya, semoga perjuangan ini dapat menemukan titik terang atas upaya kriminalisasi oleh kalangan wartawan ataupun kuli tinta di negeri ini”  tutup Yunus, mengakhiri pernyataan persnya. (ril/red)

Event Wisata Adventure Trail HUT TNI KE-73 Dongkrak Tanjung Lesung Jadi Primadona Wisata Banten

By On September 04, 2018


GEMAJAKARTA.COM, SERANG – Komando Resort Militer (KOREM) 064/MY Banten sesaat lagi akan menggelar perhelatan besar, yakni Event  Wisata Adventure Trail di Tanjung Lesung, Banten, pada Sabtu (13/10/2018) sekaligus merayakan Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia Ke- 73.

Adapun kegiatan yang akan dilaksanakan antara lain, kegiatan Tari gemu famire yang akan di ikuti 4000 lebih peserta, Mancing Mania, fun Bike Massal, Menembak, Pameran Alutsista, Bhaksos serta Motor Trail Adventure yang berlokasi di wilayah Tanjung Lesung  60,5 Km yang melintasi dari 2 Kecamatan yaitu Kecamatan Panimbang dan Cigeulis.

Hal ini merupakan moment yang sangat tepat bagi Pemerintah Daerah Pandeglang khususnya dan Umumnya provinsi Banten, dalam mempromosikan Tanjung Lesung sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). 


Seperti diketahui, Tanjung Lesung yang memiliki pesona wisata bahari yang sangat indah laksana Bali maka tak heran jika kini Tanjung Lesung dikatakan Balinya Banten.

Dandenma KOREM Kapten Infantri Wardoyo mengatakan, bahwa area yang akan digunakan ini merupakan satu tantangan bagi para pencinta Adventure Trail, sebab medan yang akan dilalui masih alami serta dipenuhi dengan tanjakan terjal hingga membuat asik para petualang trail nantinya.

“Tentunya, kegiatan ini sangatlah bermanfaat, karena memiliki beberapa tujuan dalam satu moment,” ujar Dandenma KOREM Kapten Infantri Wardoyo selaku Panitia Pelaksana, seperti dikutip SBNews.co.id, Jum’at (30/8/2018).

Lanjut Dandenma KOREM Kapten Infantri Wardoyo, diperkirakan sekitar 2000 peserta Adventure akan mengikutinya yang tersebar bukan hanya wilayah provinsi Banten saja malah ada banyak peserta yang akan mengikuti dari luar Banten.


“Kita ingin membawa spirit baru di dunia trail adventure dan kita coba wilayah sekitar Penyangga Wisata Tanjung Lesung yang sangat asik penuh tantangan, bahkan tidak menutup kemungkinan disini bisa dijadikan event - event yang lebih besar baik itu tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Tambahnya, adapun Panitia sudah rencanakan pelaksanaan Gelaran Event Wisata Trail Adventure pada Sabtu tanggal 13 Oktober 2018 mendatang.

Ditempat terpisah, Kolonel Czi Budi Hariswanto, S.Sos selaku Komandan Komando Resor Militer 064 menambahkan bahwa Adventure Trail bisa mempererat tali persaudaraan para crosser atau para pecinta adventure, serta yang lebih utamanya kegiatan ini sangat membantu pemerintah daerah dalam mengangkat destinasi wisata Tanjung Lesung.

"Melalui Event Wisata Trail Advanture ini kita berharap akan dapat berdampak pada meningkatnya perekonomian masyarakat," pungkasnya mengakhiri (ril/red)