Berita Terbaru

Kategori

Langganan Berita

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Pejabat Negara Hadiri Pelantikan FPII Setwil Jawa Timur

By On September 02, 2017

Foto Bersama Pengurus FPII Pusat dengan Pengurus FPIISetwil Jatim, di Hotel The Square, Kamis (31/8/2017)
Foto Dok : PFII
Gema Jakarta, Jawa Timur, Jejak langkah kaki  FPII (Forum Pers Independent Indonesia) di Indonesia, semakin tampak positif dan berkembang. Hal tersebut terbukti dengan berhasilnya pelaksanaan acara pengukuhan dan pelantikan pengurus Sekretariat Wilayah Jawa Timur, di Hotel The Square, Jl.Siwalankerto Surabaya pada Kamis malam (31/08/2017).

Dengan mengambil tema "Membangun Jiwa Jurnalist untuk kemajuan Bangsa dan Negeri", acara pengukuhan dan pelantikan ini berlangsung secara padat, singkat dan meriah. Acara yang di gelar jelang malam Takbiran Idul Adha ini memiliki makna terdalam dan tersendiri apalagi bagi Setwil Jatim sendiri. 

Filosofi pengorbanan dalam menjalankan amanah diharapkan dapat menjadi acuan Setwil Jatim dalam berkarya untuk FPII, seperti yang tergambar dari makna Hari Raya Idul Adha.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Presidium FPII, Kasihati, selaku plt Setnas FPII yang didampingi oleh pengurus Setnas & Deputinya, serta seluruh pengurus Setwil Jawa Timur, dan beberapa tamu undangan penting yang terdiri dari, Kadiv Humas Polda Jatim, yang diwakili AKBP Heri, Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, DR Benyamin serta para tamu undangan lainnya.

Ketua Presidium FPII, Kasihati, dalam sambutannya menyatakan, agar FPII Setwil Jawa Timur kedepannya dapat menjalankan Visi & Misi FPII dengan baik serta dapat membesarkan nama Forum Pers Independent Indonesia, khususnya di Jawa Timur sesuai dengan marwah awal berdirinya FPII itu sendiri. "Tolong jaga FPII di Jawa Timur untuk tetap solid dan bisa berjalan sesuai marwahnya" pesannya mengakhiri sambutan.

Di tempat yang sama, Ketua FPII Setwil Jawa Timur, Bayu Pangarso ST, menyampaikan pesannya kepada seluruh jajaran pengurus, "Setelah ini kita akan menjalankan program kerja dan roda organisasi FPII hingga target dan sasaran Setwil Jatim dapat di realisasikan, dan saya berharap untuk semua Divisi dapat berfungsi dengan baik", ujar Bayu Pangarso, ST.

Apresiasi positif juga disampaikan oleh DR Benyamin, salah seorang anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, "FPII sebagai wadah pemersatu insan Pers di seluruh Indonesia, dan hari ini FPII Jatim melakukan pengukuhan pengurus dan melantik korwil yang ada di Jawa Timur. Saya berharap, forum ini bisa menjadi pelopor dan bisa menjaga marwah insan Pers," ujarnya kepada media.

Acara yang di kemas secara singkat dan padat ini, menyuguhkan harmonisasi antara struktur paling atas dan sektor wilayah untuk dapat berkolaborasi dengan baik. Amanah dan tanggung jawab yang di berikan oleh pusat sangatlah luas dan bermakna bagi insan Pers khususnya. Penyerahan Pataka yang diberikan oleh Ketua Presidium pada Ketua Setwil FPII Jawa Timur sebagai tanda dikukuhkan dan telah dilantiknya seluruh pengurus FPII Setwil Jawa Timur.

CACING SONARI DI TAMAN NASIONAL GUNUNG GEDE PANGRANGO BAGAI SIPEMBAWA MALAPETAKA BAGI KELANGSUNGAN KELESTARIAN LINGKUNGAN HUTAN

By On July 18, 2017

Cibodas, Gema Jakarta.Com - Cacing Sonari adalah nama cacing yang hanya berada di hutan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Cibodas, Jawa Barat. Nama cacing Sonari diberikan karena cacing ini sering mengeluarkan suara/sonar atau bunyi yang melengking seperti sonar, sehingga cacing ini di namakan cacing sonari.

Hal ini disampaikan oleh Plt.Kepala Balai Konserfasi Taman Nasional Gunung Gede Pangoranggo, ADISON, pada acara jumpa pers yang dilakukan di gedung pertemuan Taman Nasional Gunung Gede Pangorango, yang dihadiri oleh para wartawan yang tergabung dalam Forum Pers Independent Indonesia (FPII), Mantan Deputi Operasional Basarnas Mayjend.(Purn) Tatang Zaenudin, Sabtu, (15/07).

Dalam penjelasannya, Adison mengungkapkan tentang keberadaan cacing sonari yang mengakibatkan rusaknya lingkungan di wilayah TNGGP yang mencapai tingkat kerusakan hutan seluas 3 hektar atau kerusakan habitat sebanyak 3.000 pohon yang mengalami kerusakan, karena di tebang oleh kelompok pencari cacing yang tidak bertanggung jawab.

Menurut data dan Informasi yang di peroleh bahwa adapun manfaat dari cacing ini adalah sebagai bahan baku dalam pembuatan obat anti septik yang dari segi kesehatan dapat membantu umat manusia, dan dari segi ekonomi dapat membantu ekonomi masyarakat setempat, namun kerugian yang di alami oleh pengelolah TNGGP sangat besar bahkan dampak kerugian ini bagi Negara.

Karena, lanjut Tatang, kerusakan yang dilakukan oleh para pencari cacing Sonari yang tidak bertanggung jawab dan tidak mengindahkan aturan Undang-Undang yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia mengenai Perlindungan satwa dan hutan lindung di Indonesia.


"Pencarian cacing sonari yang tanpa izin dan dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, telah merugikan Taman Nasional Gunung Gede Pangorango dan Negara, dengan rusaknya hutan lindung seluas 3 hektar dan kerusakan pohon sebanyak 3000 pohon yang di tebang oleh para oknum- oknum ini," jelas adison.

Berdasarkan hasil Observasi yang dilakukan Tim dari TNGGP mendapatkan betapa hebatnya kerusakan yang dilakukan oleh para oknum pencari cacing Sonari, berdasarkan laporan dan hasil Investigasi yang di lakukan pihak TNGGP ternyata adanya pihak ketiga dari kegiatan ini yaitu para cukong dari salah satu negara yang memang sangat membutuhkan cacing ini sebagai bahan baku obat kesehatan sampai ada indikasi juga sebagai bahan pembuat sabu-sabu.

Dari hasil ini maka pihak TNGGP melaporkan kejadian ini kepihak kepolisian dan berhasil menangkap para pelaku pencari cacing dan perusak hutan lindung di kawasan TNGGP Cibodas, Jawa Barat.

Dari hasil pengungkapan di persidangan ternyata mereka ini, para pencari cacing dimanfaatkan oleh para cukong dengan diiming-imingin dengan bayaran yang cukup mengiurkan. Namun dari hasil penangkapan para pelaku, ternyata ada pihak-pihak lain yang dengan sengaja mempolitisir masalah ini dengan memberikan dukungan kepada pelaku dengan mempersoalkan tentang pelaporan dan penangkapan para oknum pelaku dengan menyalahkan pihak TNGGP. Tanpa memperdulikan aturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Hal ini sangat disayangkan oleh salah satu pemerhati lingkungan dan juga mantan Deputi Operasional Badan SAR Nasional, Mayjend.(Purn) Tatang Zaenudin yang merupakan salah satu putra terbaik dari daerah Cianjur dan juga saat ini sedang mencoba memperbaiki perekonomian dan kehidupan masyarakat Jawa Barat dengan mencalonkan dirinya sebagai calon Gubernur Jawa Barat di Pilkada Jabar 2018 yang akan datang.

Mencermati persoalan ini, Tatang sangat menyayangkannya karena menurutnya,dengan adanya penebangan dan pengrusakan ekosistim di TNGGP. Dapat merugikan masyarakat Jawa Barat yang mendiami wilayah di sekitar Gunung Gede Pangoranggo, seperti wilayah Cianjur, Cipanas, dan lain sebagainya, yakni dengan terjadinya banjir.

Yang lebih disayangkan lagi oleh Jendral berbintang dua ini bahwa para pejabat sering menghimbau tentang Kelestarian Lingkungan, bahkan sering melakukan kegiatan-kegiatan yang ada hubungannya dengan kelestarian ekosistim hutan, Namun terbalik dengan pernyataan yang dilakukan para pejabat sekarang yang dengan sengaja mempolitisir kejadian di TNGGP untuk kepentingan politiknya dengan tanpa memperhatikan undang - undang telah membantu untuk membebaskan para pelaku dari tuntutan pengadilan dan telah menyalahkan kepada pihak TNGGP yang dianggap telah melakukan tindakan arogan dan telah menzolimi masyarakat??

Padahal fakta telah terungkap dalam persidangan yang mana para oknum pelaku melakukan karena adanya pihak ketiga yang mendalangi semua ini.

"Saya sebagai pemerhati lingkungan dan putra asli daerah ini juga mantan Deputi Operasional Basarnas, sangat menyayangkan dengan para pejabat yang mencoba untuk membela para pelaku dalam kasus ini hanya karena kepentingan politiknya tanpa memperhatikan aturan Undang-Undang di NKRI menyangkut perlindungan dan kelestarian ekosistim di hutan lindung TNGGP yang dampaknya akan merugikan masyarakat sekitar maupun masyarakat lainnya diluar Jabar," tegas Tatang.

Menurut Tatang, bahwa kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangorango, merupakan kawasan konservasi yang menempati posisi paling penting sebagai hulu Daerah Aliran Sungai Citarum, Ciliwung, Cisadane, dan Cimandiri sehingga kawasan ini merupakan kawasan penyuplai air bersih yang dapat dinikmati oleh lebih dari 30 juta penduduk di wilayah Jawa Barat maupun sebagian wilayah DKI Jakarta yang berbatasan dengan wilayah-wilayah tersebut.

Menyangkut adanya kasus Cacing Sonari yang secara ekonomi mempunyai nilai yang tinggi, namun sangat berdampak kepada kerusakan Hutan dan Ekosistim di wilayah Taman Nasional Gunung Gede Pangorango ini.

Berdasarkan laporan dan informasi tertanggal 24 mei 2017 yang mana anggota Kepolisian dan Gakkum Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah menangkap seorang warga kampung Rarahan, Desa Cimacan, Kecamatan Cipanas,Kabupaten Cianjur, Jawa Barat yang terjerat hukum dalam kasus ini dan teridikasi dibela oleh beberapa pejabat dan LSM untuk membebaskan pelaku yang bernama Didin.

Berdasarkan fakta-fakta tersebut maka Mayjend.(Purn) Tatang Zaenudin dengan tegas mengambil sikap dengan mengeluarkan beberapa pernyataan sikapnya dalam konferensi pers dengan para wartawan yang tergabung dari Forum Pers Independent Indonesia(FPII), di Cibodas antara lain:

1. Memohon Kepada semua pihak agar tidak menutup mata atas terjadinya pengrusakan Lingkungan yang berdampak pada bencana banjir.

2. Memohon kepada seluruh warga Negara Indonesia tanpa terkecuali, untuk tetap patuh dan taat kepada hukum yang berlaku di NKRI.

3. Mendukung aparat hukum untuk menindak tegas atas segala kesalahan yang telah dilakukan oleh para perusak lingkungan hidup, dengan azas praduga tak bersalah

4. Memohon agar aparat hukum dapat menangkap pelaku lainnya, yang telah bersama terlibat dan berkonspirasi dalam kegiatan pengrusakan hutan lindung di kawasan lingkungan Taman Nasional Gunung Gede Pangorango, Cibodas, Jawa Barat.

5. Menegaskan kepada para calon peserta pilkada Gubernur Jawa Barat, agar tidak memanfaatkan situasi dalam kasus ini dengan maksud mencari simpati publik menjelang Pilkada.

Dengan adanya kejadian ini, sehingga mendorong Putra terbaik Cianjur ini untuk lebih berniat ikut dalam pilkada Gubernur Jawa Barat periode 2018 mendatang dengan maksud meningkatkan dan memperbaiki taraf hidup masyarakat Jawa Barat dan mendukung pelestarian lingkungan hidup di wilayah Jawa Barat agar dapat menghindari kejadian-kejadian alam yang selama ini tidak mendapat perhatian khusus oleh pejabat sekarang, sehingga hal ini lah yang mengukuhkan niat putra terbaik Cianjur ini untuk membangun dan memperbaiki daerahnya sendiri. (Rommy Marantika)

HARIS SUPRIYONO RESMI MENJADI KETUA FPII SETWIL DKI JAKARTA

By On July 18, 2017

GEMA JAKARTA, Jakarta - Kepengurusan Sekretariat Wilayah (setwil) Forum Pers Independent Indonesia (FPII) DKI Jakarta resmi dikukuhkan oleh ketua setnas FPII yang bertepatan diacara Wisata Rimba Gunung Gede Pangrango Cibodas Jawa Barat, 15 Juli 2017.

Dalam sambutannya, ketua setwil DKI Haris Supriyono ucap syukur atas disahkannya kepengurusan setwil DKI. "Alhamdulillah, atas kekuatan dan kebesaran Alloh SWT hingga keinginan menjadikan FPII melebarkan sayapnya terwujud,” sambutnya dengan penuh harap.
Sambungnya, "dengan terbentuknya FPII Sekretariat Wilayah DKI Jakarta, maka semakin besar kekuatan kegiatan kejurnalistikan di Ibu Kota tercinta ini. Sehingga FPII yang dianggap forum “sampah” kini terbukti mampu dalam berkarya tanpa ada pendana.
“FPII hadir dengan kekuatan jurnalis independen yang benar-benar lahir dalam keberagaman dari sekian ratus media massa,” ucap Haris.
Haris menambahkan, FPII Setwil DKI Jakarta telah mendapatkan amanah dalam menjalankan roda organisasi kepengurusan kewartawanan guna membentuk karakter dan mencetak jiwa-jiwa jurnalis yang professional serta menjunjung tinggi independensi jurnalistik sejati.
Kebanggaan bagi FPII Setwil DKI Jakarta menjadi catatan penting.  Pengukuhan kepengurusannya mendapat dukungan dari berbagai pihak.
Forum Pers Independent Indonesia (FPII) yang lahir atas dasar niatan khusus dalam menjalankan  jurnalistik dan bernapaskan idealisme dan independen, tetap menjunjung tinggi semangat kebersamaan sebagai jiwa dan raga dalam tubuhnya.
Ketua Setwil FPII DKI Jakarta, Haris Supriono mengatakan, terbangunnya FPII bukan karena bayaran apalagi setoran. Sebagai kuli tinta dan juru warta yang independen, FPII tak mau dianggap sebagai “manusia munafik”. Sebab image wartawan independen dianggap sok jaim.
“FPII hadir bukan sebagai musuh Negara, karena tergabungnya awak media di FPII adalah manusia pilihan yang memiliki independensi tinggi dan tidak mudah tergoyah dalam menjalankan berbagai tugas jurnalistik,” kata Haris, Senin (17/07) dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan di Jakarta.
Dikatakan Haris, kehadiran FPII sebagai barometer pemerintahan di Republik ini, sangat berpengaruh kuat didalam menyajikan informasi-informasi ter up to date. Maka Tidaklah mudah menjadi jurnalis di Ibu Kota, tantangan dan rintangan pun tanpa sekat dan nafas.
“Maka rambu-rambu, etika, estetika, etitut adalah acuan ketat bagi awak media independen. Untuk itu kami bertekad akan memperkuat pondasi dengan nawaitu dan niat yang tulus dalam pengabdian kepada bangsa tercinta. Sebab terwujudnya cita -cita luhur, merupakan garda terdepan dan pilar ke empat dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ungkapnya.
Keinginan kuat pihaknya bergabung dalam FPII hanya ingin memperkuat dan mempertahankan jiwa independensi sebagai jurnalis sejati, maka dengan semangat serta motto “Kami Jurnalis Bukan Teroris” adalah sebagai motivasi dan suport dalam langkah dan perjalanan sebagai pewarta.
“Untuk itu saya sampaikan terima kasih kepada Ketua Presidium FPII Kasih Hati beserta seluruh jajarannya, Ketua Setnas, Mustofa Hadi Karya beserta Jajarannya, Dewan pembina Mayjen (purn) Tatang Zaenudin,  Direktur Rumah Media D. Roy Wijaya, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Adison serta seluruh tim panitia dan temen temen media yang ikut serta menyaksikan pengukuhan kepengurusan setwil kami," ujar Haris. (Rommy/FPII)