Berita Terbaru

Kategori

Langganan Berita

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Ribuan Pasukan Pemuda Pancasila KOTI (Komando Inti Mahatidana) Jawa tengah Ikuti "Napak Tilas" Pancasila Abadi dan NKRI Harga Mati.

By On November 12, 2018


JAWA TENGAH - Ribuan anggota Komando Inti (Koti) Pemuda Pancasila beserta anggota umum lainya wilayah Jawa Tengah berkumpul di Semarang depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Minggu (11/11/2018).

Mereka mengikuti napak tilas Pancasila Abadi dan NKRI harga mati sekaligus peringatan Hari Pahlawan dan HUT Pemuda Pancasila 2018.

Adapun peserta berasal anggota Pemuda Pancasila dan pasukan (KOTI) dari beberapa Kabupaten Kota di Provinsi Jawa Tengah hadir di Semarang sejak Sabtu (10/11/2018) malam.

Mereka tak ingin terlambat mengikuti kegiatan yang diawali dengan Apel bersama di halaman kantor Gubernur Jawa Tengah pada pukul 07.00 WIB.

Seperti rombongan pasukan Koti dari Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Boyolali, yang berangkat dari kota "susu" pukul 04.00 WIB. Pasukan dari Boyolqli sampai di Semarang bersamaan dengan beberapa pasukan Koti dari Kabupaten lain seperti Brebes, Magelang dan Pekalongan.

Tepat pukul 07.00 WIB semua pasukan Koti (Komando Inti Mahatidana) satuan khusus organisasi Pemuda Pancasila dari berbagai kota dan kabupaten berkumpul di halaman kantor Gubernur untuk mengikuti apel.

Setelah apel usai, ada pertunjukan seni yang berisi lagu kebanggaan Pemuda Pancasila dan dilanjutkan dengan pelaksanaan inti yakni napak tilas dengan berjalan kaki dari kantor Gubernur menuju Mako MPW Pemuda Pancasila Jawa Tengah, yang berjarak sembilan kilometer.

Selama kegiatan berlangsung terpantau kondusif dan aman. Banyak sekali kendaraan pribadi maupun bus yang memenuhi beberapa sudut di titik start dan finish dengan sejumlah atribut Pemuda Pancasila.

Ketua MPW Pemuda Pancasila Jawa Tengah, Bambang Eko Purnomo dalam sambutannya berharap melalui kegiatan ini dapat memberi dampak yang positif bagi Pemuda Pancasila Jawa Tengah. "Kegiatan HUT ini dapat menjadi awal kebangkitan PP Jawa Tengah," katanya.

Kegiatan ini juga dihadiri Sekjen MPN Pemuda Pancasila. Motivasi dan semangat diberikan oleh pengurus MPN tersebut.

Di penghujung acara, digelar berbagai pertunjukan hiburan dan seni baik dari MPW PP Jateng maupun dari masing-masing MPC se-Jateng.

Pewarta : Patih

Dr. Victor Pudjiadi Gegerkan Pekanbaru di Acara 90 Tahun Sumpah Pemuda

By On October 29, 2018


GEMAJAKARTA, Pekanbaru - Seorang warga peserta Gerak Jalan Sehat di area Car Free Day (CFD), Jl. Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Riau, tiba-tiba lunglai dengan leher dan kepalanya terjatuh ke samping akibat tertusuk pisau sepanjang 40-an centimeter yang ditancapkan Dr. Victor Pudjiadi, Minggu (28/10/2018). Kejadian tidak terduga tersebut berlangsung sangat cepat, membuat seluruh penonton tercekat, bengong, dan merasa khawatir.

"Waduh, di luar skenario neh, ada yang sabotase ilmu saya," seru Dr. Victor menyadari bahwa volunteer sulapnya yang ditancapkan pisau ke lehernya ternyata langsung lemas dan lehernya terkulai.

Yaa, benar! Kejadian di atas hanyalah adegan sulap, yang cukup ekstrim, yang diperagakan oleh Brigjen Pol Dr. Victor Pudjiadi, SpB, FICS, DFM dalam kegiatan penyuluhan anti penyalahgunaan narkoba. Acara yang dikemas dengan diawali Gerak Jalan Sehat itu ditaja oleh PPWI dan Zayu Lovers Club (ZLC) bekerjasama dengan PGRI dan Badan Narkoba Nasional (BNN) Pusat.

"Coba kita kipas-kipas pakai duit, mudah-mudahan dia siuman lagi," kelakar penyuluh anti narkoba yang jago sulap itu sambil mengeluarkan 2 lembar uang seratus-ribuan dari sakunya dan mengibas-ngibaskannya ke wajah volunteer tersebut. Eh, benar saja, sang 'mayat' langsung siuman, tersenyum gembira melihat uang melambai-lambai di depan matanya. Ha-ha..!!

Selain menghadirkan Dr. Victor, acara yang dimaksudkan untuk menyemarakkan peringatan 90 Tahun Sumpah Pemuda itu, juga dihadiri Ibu Zayu Rizki Safitri, atlit petembak putri terbaik tingkat nasional. Terlihat juga hadir Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, dan Ketua Umum PGRI Riau, Dr. Syahril, S.Pd, MM.

Acara yang dimulai sekira pukul 08.00 wib tersebut, sejak awal langsung dibuka dengan aksi nyentrik "Michael Jackson Indonesia" Jacko Mercis, hingga ditutup lewat jam 09.00 penuh dengan atraksi hiburan dan pertunjukan sulap. Pada akhir acara, Dr. Victor mengajak semua perserta untuk meneriakkan "Narkoba No! Prestasi Yes! Zayu, Wilson Lalengke, Syahril, Yes.. Yes.. Yes! dan foto bersama. (APL/Red)

Peringati 90 Tahun Sumpah Pemuda, Ketum BIIPKPPRI Ingatkan Jaga Persatuan Bangsa

By On October 29, 2018


GEMAJAKARTA, JAKARTA - Pemuda dewasa ini sangat banyak tantangan dalam mengisi sumpah pemuda sebab para pemuda harus bersatu mengawal Merah Putih. Mengawal kebijakan pemerintah yang tidak berpihak melindungi kekayaan alam untuk kesejahteraan anak cucu di masa mendatang. 

Darsuli, Ketua Umum (LSM BIIPKPPRI) mengatakan, Sumpah Pemuda itu Sakral, yang tidak dapat di pisahkan dari semangat Pemuda Pemudi Indonesia yang berjuang untuk mempersatukan Bangsa Indonesia. Darsuli, hari Menjelang Tanggal 28 Oktober 2018 adalah hari yang sangat Sakral yaitu hari Sumpah Pemuda.

Sejak di Ikrarkan 28 Oktober 1928 tahun yang lalu, Ketua Umum Badan Investigasi Independen Peneliti Kekayaan Pejabat dan Pengusaha Republik Indonesia Ketua (BIIPKPPRI) Darsuli, juga mengingatkan kembali bunyi dari Sumpah Pemuda.

“Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia”.
“Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia”.
“Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia.”

Dikatannya, sejak dulu Indonesia memiliki latar belakang yang beranekaragam, mulai dari agama, suku, adat istiadat. “Dan untuk mempersatukan semua itu maka para pahlawan-pahlawan kita telah menyatukan keanekaragaman tersebut dalam satu persatuan yaitu Indonesia,” kata Darsuli.

Keanekaragaman tersebut bukanlah sebagai suatu alasan untuk memecah belah bangsa Indonesia, melainkan sebagai sumber kekayaan bangsa Indonesia yang disatukan yang merupakan ciri dan identitas bangsa Indonesia yang tidak dimiliki oleh bangsa lain.

“Saat ini Sumpah Pemuda telah memasuki usia 90 tahun, dimana usia yang sudah cukup tua dan matang bagi ukuran manusia. Sumpah Pemuda lahir melalui proses yang sangat panjang yang menghasilkan satu tekad dan tujuan, yakni bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia, berbangsa yang satu, bangsa Indonesia, dan menjunjung tinggi bahasa persatuan bahasa Indonesia,” Ujar tegas Darsuli.

Ditambahkannya, ini dapat diambil kesimpulan bahwa, Indonesia merupakan digunakan untuk indentitas Nasional, yaitu tanah air Indonesia, bangsa Indonesia, dan bahasa Indonesia.

Makna Sumpah Pemuda itu sendiri yang dulunya dikumandangkan oleh para pemuda-pemuda adalah untuk mempersatukan keanekaragaman bangsa Indonesia untuk membangun bangsa Indonesia terlepas dari belenggu penjajah.

Makna Sumpah Pemuda kali ini adalah mengembalikan semangat nasionalisme pemuda saat ini, seperti yang diikrarkan untuk bersatu dalam satu kesatuan yaitu bangsa Indonesia, untuk membangun dan merupakan proses kebangkitan dalam menghadapi era globalisasi. Dimana di era sekarang ini rentan sekali para pelajar terpengaruh pada westernisasi yang mengancam rasa nasionalisme. Untuk itu, semangat persatuan dan kesatuan harus tetap tertanam dalam hati kaum muda.

“Bagaimanapun semangat itu tidak boleh lekang dari perkembangan jaman dan dampak globalisasi,” tambah Darsuli lebih lanjut. Sumpah Pemuda sudah membuktikan secara jelas, mampu menunjukkan kesan. Melalui semangat Sumpah Pemuda tersebut pula pemuda bersama seluruh warga bangsa dengan semangat persatuan dan kesatuan yang kuat berhasil membawa bangsa ini merdeka sebagai sebuah bangsa.

Sumpah Pemuda juga membuktikan sangat jelas, bahwa kemajemukan masyarakat bukanlah merupakan hambatan atau kendala bagi penguatan persatuan dan kesatuan bangsa, bahkan ini merupakan potensi dan kekuatan yang amat kaya untuk memajukan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia NKRI HARGA MATI. (ril)

Sekjend Akrindo Ajak Masyarakat Teliti Dalam Menerima Setiap Informasi Publik

By On October 29, 2018


GEMAJAKARTA - Tangerang - Perkembangan media massa dalam era dunia digital, sebagai sarana informasi publik semakin pesat perkembangannya. Masyarakat saat ini gampang memperoleh informasi yang datang tanpa filter.

Demikian dikatakan Sekertaris Jendral Assosiasi Kabar Online Indonesia (Sekjen Akrindo) Usman saat acara Rapat Koordinasi dan Silaturohmi antar pengurus DPP Akrindo di Cafe Cipondoh, Kota Tangerang, pada Minggu (28/10/2018) siang tadi.

" Masyarakat harus benar -benar mencermati dan harus lebih teliti dalam menerima informasi publik. Jangan asal menelan mentah-mentah informasi yang belum tahu asal usulnya," ujar Usman kepada wartawan.

Usman melanjutkan, masyarakat jangan sampai salah menerima informasi yang tidak benar/ hoax.

"Saya mengajak semua kalangan untuk memberantas berita hoax," imbuhnya



Ia pun menghimbau agar masyarakat jangan langsung percaya jika menerima kabar sebelum tahu jelas sumbernya. Ia berharap warga masyarakat harus lebih teliti dan mencermati lagi jika menerima kabar, baik melalui Whatshap maupun kiriman video atau poto.

Sementara itu pada kesempatan yang sama Ketua Umum Akrindo Munthe Mariphin pun menegaskan  media yang bernaung di bawah payung Akrindo harus lebih profesional dalam menayangkan dan menerbitkan pemberitaan.

" Saya berharap kepada media-media yang bernaung dibawah Akrindo agar selektif dalam menyajikan berita. Cari dulu sumbernya yang jelas, jangan asal nulis," katanya.

Berikut Apresiasi yang Disampaikan Ketua RT Untuk Caleg DPR RI Prof. Dr. Laurence A. Manullang

By On October 28, 2018


GEMAJAKARTA - Jakarta, Disela-sela padatnya jadwal sebagai seorang Rektor, Prof. Dr. Laurence A. Manullang SBA tengah menyempatkan diri menghadiri acara malam syukuran yang diadakan oleh Ketua RT.005 RW.06 Kelurahan Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat, Sabtu (27/10/2018) malam.

Prof. Dr. Laurence A. Manullang SBA yang juga maju sebagai Caleg DPR RI, Nomor Urut 4 dari Dapil Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu tersebut, didampingi juga oleh Sutrisna Caleg DPRD DKI Jakarta, dengan Nomor Urut 9, dari Dapil 9 Jakarta Barat.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Laurence A. Manullang, menyampaikan terimakasih atas undangan yang disampaikan Ketua RT.005 Nurhalim dan juga memberikan ucapan selamat atas terpilihnya kembali sebagai Ketua RT untuk masa periode 2018-2021.


Laurence A. Manullang juga mengatakan, bahwa Ketua RT maupun Ketua RW merupakan ujung tombak penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, serta pembinaan kemasyarakatan di wilayahnya.

“Bagi saya Ketua RT itu memiliki peran dan tanggung jawab yang sangat penting, selain mengetahui dari setiap persoalan wilayahnya, Ketua RT juga memiliki tanggung jawab sebagai pemersatu dalam menjalin kebersamaan antar warganya,” ungkap Prof. Dr. Laurence A. Manullang.

Sementara, Kepada wartawan Nurhalim menyampaikan, sebelumnya saya sudah menyampaikan, setelah diadakannya pengukuhan, kita insya Allah akan mengadakan syukuran dan juga ramah tamah bersama warga untuk menjaga kebersamaan yang selama ini telah terjalin dengan baik.


“Alhamdulillah pada malam ini kita bersama warga dapat mengadakan malam syukuran, ini merupakan sebagai ungkapan rasa syukur kami kepada Allah SWT, serta rasa kebersamaan kami bersama warga agar tetap selalu terjalin kekompakan,” ungkap Nurhalim.

Nurhalim yang juga Pimpinan GemaMedia Network menyampaikan apresiasi dan juga ucapan terimakasihnya kepada Prof. Dr. Laurence A. Manullang SBA yang telah hadir untuk mengikuti kegiatan malam syukuran yang kami adakan.

“Semoga dengan kehadiran orang tua kami yakni Prof. Dr. Laurence A. Manullang SBA menjadikan support bagi kami selaku ketua RT terlebih dengan apa yang disampaikan oleh Prof. Dr. Laurence A. Manullang SBA dalam sambutannya tadi,” pungkasnya mengakhiri.


Sebagaimana diketahui, pada Jumat (26/10/2018) malam Ketua RT.005 RW.06 bersama Ketua RT lainnya telah dilantik dan juga dikukuhkan oleh perangkat Pemerintah Kelurahan Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat. Untuk masa periode 2018-2021.

Pantauan Media saat pengukuhan tersebut, terpacar kebahagiaan diraut wajah para ketua RT/RW, meskipun pada umumnya mereka menyadari bahwa pengukuhan tersebut adalah sebuah tantangan untuk mengabdi pada masyarakat.

Alumni SD 38 Pancoran Gelar Malam Keakraban Lintas Angkatan 1973-1976

By On October 26, 2018


JAKARTA - Reuni adalah upaya kembali menyambung silaturahmi setelah lama tidak bertemu, namun keinginan itu tidak selalu mudah dilakukan mengingat kesibukan masing-masing  serta ada juga yang tinggal diluar kota bahkan pindah alamat.

Demikian ungkap Kenny Widjaja salah satu Alumni SD 38 Pancoran, yang juga calon Anggota Legislatif DPRD Provinsi DKI Jakarta, Dapil 9 Jakarta Barat dengan Nomor Urut 3, kepada media ini, sebuah Restoran yang terletak di Muara Karang, Jakarta Utara, Rabu (25/10/2018). 

Menurut Kenny, teman SD sebenarnya sangat akrab karena rumahnya berdekatan bahkan sampai kenal orang tuannya, sepulang sekolah bahkan ada teman yang main di rumah sahabat sampai sore, tentunya banyak menyimpan kenangan tersendiri.


“Kumpul bareng bersama teman sering dilakukan, namun hanya jumlah kecil saja, kali ini ada wacana dari beberapa teman seperti Kok Khiong,  Wira, Apit, Tjing, Irvin, Hoa untuk mengumpulkan lebih banyak lagi,” ungkapnya.

Acara Malam Keakraban SD 38 Pancoran, Kenny Widjaja menyampaikan bahwa kegiatan reuni SD 38 Pancoran kami bungkus dengan sebuah kegiatan untuk bisa saling berjumpa dengan kawan SD yang sudah lama tidak berjumpa yang juga spontanitas nyanyi-nyanyi bersama.


Selain itu, tambah Kenny Widjaja, dalam acara reuni malam keakraban lintas angkatan 1973-1976 SD Pancoran juga diisi dengan merayakan teman yang saat itu berulang tahun, yakni Wira, Irvin, Bellem, dan juga Fong.

“Saya menyambut baik kegiatan ini. Manfaatkan kesempatan baik ini untuk menjalankan komunikasi dan persahabatan. Diharapkan dari malam Keakraban ini dapat mengumpulkan lebih banyak lagi teman-teman lainnya,” pungkasnya mengakhiri. (ril/red)