Berita Terbaru

Kategori

Langganan Berita

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Lantaran di PHK Sepihak, Hambali Mengadukan Ke Disnaker Kota Cilegon

By On April 17, 2018

NEWSGEMAJAKARTA.COM, CILEGON - PT. Mega Auto Finance adalah perusahaan Industri Keuangan Non Bank ( IKNB ) / Leassing yang bergerak didalam pembiayaan konsumen berupa kendaraan bermotor roda dua.

M. Hambali sebagai karyawan Koord. Kolektor di PT. MAF Cabang Cilegon menjelaskan bahwa telah bekerja kurang lebih selama empat tahun, akan tetapi enam bulan yang lalu telah terjadi mutasi karyawan ke Bengkulu tanpa pemberitahuan, ketika ditanyakan kepada MAF Cabang Bengkulu bahwa tidak ada nama yang dimutasi atas nama Hambali di MAF cabang Bengkulu.

Selanjutnya Hambali mempertanyakan kembali ke kantor pusat PT. MAF bahwa per November 2017 pihak perusahaan mengatakan bahwa dirinya sudah resign dari perusahaan. Hambali tidak pernah Resign. Sampai saat ini status Hambali di perusahaan tersebut belum ada kejelasan Dan untuk gaji serta tunjangan tidak dibayarkan.

Hambali menambahkan bahwa untuk memperjuangkan statusnya dirinya mengadukan ke Disnaker kota cilegon, mediasi pertama dari pihak PT. MAF Cabang Cilegon yaitu kepala Cabang hadir akan tetapi tidak bisa memutuskan, selanjutnya pada mediasi kedua pihak PT. MAF pusat tidak hadir dalam sidang mediasi kedua tersebut, dan pihak Disnaker  akan melakukan undangan kembali.


Ditempat terpisah H. Suwarni selaku ketua PPPKRI-BN Mada II Kota Cilegon menaggapai hali ini, meminta kepada PT. MAF Cabang Cilegon agar dapat kooperatif terhadap karyawannya mengingat aturan dan peraturan sudah di tentukan oleh pemerintah, jika memang tidak ada respon positif terkait hal ini makan kami selaku ormas yang diberikan kuasa oleh Hambali akan menyampaikan aspirasi dengan unjuk rasa ke PT. MAF Cabang Serang.

Diruangan kerjanya Latif Reza Lubis Kepala Cabang PT. MAF Cabang Cilegon didampingi HRD. Umay menjelaskan bahwa pihak PT. MAF Cabang Cilegon akan kooperatif terhadap keinginan Hambali dan meminta Hambali agar datang ke kantor untuk menandatangani beberapa formulir agar bisa diajukan ke PT. MAF Pusat.

Sumber Release : sbnews.co.id

Gerebek Kampung Ambon, Enam Orang Diamankan Polisi

By On January 24, 2018

NEWSGEMAJAKARTA.COM, Jakarta - Kawasan yang dikenal dengan peredaran narkoba, di Jalan Akik Permata, Cengkareng, berhasil di grebek jajaran Polres Jakarta Barat, Rabu, 24 Januari 2018. 

Penggerebekan dipimpin Kapolsek Cengkareng, Komisaris Polisi Agung B Leksono dan Wakil Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, Komisaris Polisi H. Khoiri.

Wakil Kepala Satuan Reserse Narkoba Polii Resort Metro Jakarta Barat Kompol H. Khoiri mengatakan, pihaknya mengerahkan ratusan personel dalam penggerebakan kampung narkoba itu. "Kami gerebek tiga rumah," kata dia di lokasi Rabu (24/1).

Ketika digerebek para pelaku diduga sedang melakukan transaksi narkoba. Beberapa orang diduga juga tengah mengonsumsi barang haram tersebut. 

Sementara ini barang bukti yang diamankan adalah uang Rp34 juta, narkotika sabu, ganja, bong, timbangan, laptop, senjata api berikut amunisi, senjata tajam, dan beberapa plastik klip pembungkus sabu

"Barang bukti cukup banyak yang kami temukan. Tapi berat pastinya masih kami timbang, ada alat hisap juga," pungkasnya. (var-in/red)

KPK Dalami Kasus Cuci Uang Bupati Kukar, 9 Saksi Akan Diperiksa

By On January 24, 2018

NEWSGEMAJAKARAT.COM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memeriksa sembilan saksi untuk menyelidiki kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) Bupati nonaktif Kutai Kartanegara Rita Widyasari. Salah satunya, saksi itu yakni General Manager PT Hutama Karya (Persero) Bambang Mustaqim.

"Benar, sembilan orang tersebut akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka RIW," ucap Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Rabu (24/1/2018).

Bambang merupakan tersangka korupsi proyek pembangunan gedung kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Riau, yang disinyalir merugikan negara sekitar Rp34 miliar. Belum diketahui kaitan Bambang dengan Rita dalam kasus cuci uang ini. 

Selain memeriksa Bambang, kata Febri, penyidik KPK juga memanggil pengurus PT Gunakarya Nusantara, Salim; pengurus PT Taman Sari Abadi, Wondo; pengurus PT Aset Prima Tama, Agus. 

Kemudian pengurus PT Budi Indah Mulia Mandiri, Budi; pengurus PT Yasa Patria Perkasa, Ipung; pengurus PT Wijaya Karya cabang Samarinda, Bambang; pengurus PT Budi Bakti Prima, Budi; dan pengurus PT Karyatama Nagasari, Yakob.

Selain Rita, KPK juga menetapkan Komisaris PT Media Bangun Bersama Khairudin sebagai tersangka kasus pencucian uang atas penerimaan berbagai fee yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kukar.

Jumlah gratifikasi pun mencapai angka Rp 436 miliar. Uang itu mereka samarkan dengan membeli sejumlah barang baik yang bergerak maupun tidak bergerak atas nama orang lain. Namun upaya tersebut gagal, KPK tetap mengendus adanya dugaan kasus TPPU.

Keduanya dijerat lewat Pasal 3 dan atau Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 65 ayat 1 KUHP.

Selain itu, KPK juga sudah melakukan penyitaan terhadap sejumlah aset Rita, mulai dari mobil Toyota Vellfire, Ford Everest, dan Land Cruiser hingga dua unit apartemen di Balikpapan, Kalimantan Timur. (cvl-in/red)

Farianah Kurniah Korban Penipuan Tas Hermes Harapkan Keadilan.

By On November 25, 2017

NEWGEMAJAKARTA.COM, Jakarta - Farianah Kurnia menjadi korban investasi bodong tas mewah bermerek Hermes oleh tetangganya, Fony Kurniadjaja. Kemudian Kasus ini dilaporkan ke Polda Metro Jaya dengan nomor laporan LP/1070/III/2015/PMJ/Dit Reskrimum pada Maret 2015, dengan nilai kerugian mencapai Rp 5 miliar.

Adapun modus yang dilakukan oleh pelaku adalah merayu korban agar mau bisnis, jual beli tas mewah merk Hermes dengan sistem inves modal, korban antara sadar dan tidak sadar menurut saja saat dimintai uang untuk inves.

Saat korban diberikan Giro oleh pelaku, namun ironisnya, ketika giro akan dikliring oleh korban, ternyata Giro tersebut tidak dapat di kliringkan karena pelaku sudah membuat laporan kehilangan kepada pihak bank bahwa Giro miliknya telah hilang.

Farianah Kurnia merasa adanya keganjilan ketika berawalnya Persidangan yang dilaksanakan pada Selasa (17/10/2017) di Pengadilan Jakarta Barat yang awalnya dimulai pada Pukul 10.00 WIB, namun sidang yang diagendakan tersebut diundur hingga menjadi Pukul 12.00 WIB.

Sidang yang baru saja digelar sekitar 20 menit, seketika Majelis Hakim yang dipimpin oleh Matause Erna Marlyn mengetok palu untuk menunda persidangan tersebut dengan alasan ada salah satu hakim anggota tidak hadir.

Tidak hanya itu, Hakim Mejelis pun menegur salah satu awak media yang tengah meliput jalannya persidangan tersebut, dengan alasan tidak boleh memotret jalannya persidangan tersebut..

Hingga akhirnya terjadi pemaksaan pengambilan telepon genggam milik salah satu wartawan untuk menghapus foto yang ada di ponsel tersebut. Bahkan salah satu anggota Majelis Hakim berteriak sambil memukul meja dan mengusir wartawan dari ruang sidang.

Usai menghapus foto, telepon genggam milik wartawan, dikembalikan dan melarang untuk tidak meliput jalannya sidang tersebut, konon bila ingin meliput jalannya persidangan tersebut harus seizin Ketua Pengadilan.

Akhirnya, Sidang atas penipuan yang dilakukan oleh terdakwa Fony Kuniadjaja akan dilaksanakan kembali pada Selasa (24/10/2017) pekan depan, dengan agenda mendengarkan keterangan para saksi ahli.

"Pertanyaannya tidak objektif, dia seolah melakukan perlindungan dan melarang segala aktivitas perekaman sidang," tutur Farianah Kurnia, Sebagaimana dilansir Warta Kota, Jumat (27/10)

Selain dianggap tak objektif, hakim juga melarang peliputan yang dilakukan oleh sejumlah awak media. Bahkan dalam sidang itu, hakim melakukan intervensi, menghapus semua dokumen foto dan rekaman sejumlah wartawan, kemudian mengusirnya.

"Jadi kan di sini kami curiga. Padahal pelaku dan saya bukan anak, dan ini bukan untuk sidang anak yang dilakukan tertutup," keluh Farianah.

Rencanya, setelah mengumpulkan barang bukti, Farianah akan melaporkan hakim Matause Erna Marlyn ke Komisi Yudisial, Senin (30/10/2017) pekan depan.

Fahira pun berharap mendapatkan keadilan terhadap musibah yang menima dirinya, juga kepada teman-temannya yang menjadi korban penipuan yang dilakukan oleh Fony Kurniadjaja


Selain hakim, Farianah juga sempat melaporkan jaksa ke Mahkamah Agung, dan penyidik Direskrimum Polda Metro Jaya ke Propam Mabes Polri.

"Ada keganjilan dalam kasus ini, polisi tidak melakukan penahanan, baru setelah saya melapor, pelaku ditahan. Terus jaksa malah membebaskan pelaku, yang kini tidak ditahan, jadi ada apa dengan kasus ini?" Pungkasnya.
enahanan, baru setelah saya melapor, pelaku ditahan. Terus jaksa malah membebaskan pelaku, yang kini tidak ditahan, jadi ada apa dengan kasus ini?" Pungkasnya.(*)