Berita Terbaru

Kategori

Langganan Berita

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

SiegVrieda Lauw Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Adakan Reses di Wilayah RW.02 Kelurahan Krendang

By On June 21, 2016

Gema Jakarta, Jakbar - Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta fraksi PDI Perjuangan, menggelar reses (menyerap aspirasi) dengan sejumlah warga dan tokoh masyarakat, di wilayah Krendang Timur, RW.02 Kelurahan Krendang, Tambora, Jakarta Barat, Selasa (21/6). sore.

Kegiatan reses yang dihadiri ratusan warga, juga dihadiri Lurah Krendang, Andre Ravnic, Ketua RW.02 Mastur, para Ketua RT, LMK, FKDM, serta Tokoh masyarakat setempat.

Selain bersilaturahmi, SiegVrieda Lauw, SH.MH, juga buka puasa bersama yang sekaligus memberikan bantuan kepada 400 warga masyarakat Kelurahan Krendang.

Dalam sambutannya, Vrieda mengucapkan terimakasih kepada masyarakat kelurahan Krendang atas kepercayaan yang telah memilih saya, sehingga bisa duduk di legislatif sebagai anggota komisi A DPRD DKI Jakarta," ujar SiegVrieda.

Vrieda menjelaskan, "Tujuan kegiatan ini untuk mendengarkan aspirasi rakyat, dan keluhan masyarakat, selain itu kemudian aspirasi tersebut akan kita sampaikan ke Pemerintah melalui Lembaga DPRD DKI Jakarta," ungkapnya.

SiegVrieda Lauw pun menawarkan, "Apabila mendapat satu masalah yang sulit untuk diatasi, maka saya akan menampung dan akan menindaklanjuti, agar masalah yang dihadapi akan dapat terselesaikan," ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Lurah Andre Ravnic, menyempaikan terima kasihnys kepada ibu Vrieda atas kunjungan reses yang juga mau memberikan bantuan terhadap masyarakat kami," ujarnya.

Reporter : Syarief/Lutfhi
Ed : Heri Tambora

Lurah Pekojan Tri Prasetyo Utomo, Berikan Piagam Kepada Pesantren Garaci

By On June 19, 2016

Gema Jakarta, Tambora - Dengan Pesantren Garaci Mari Kita Ciptakan Anak Anak Remaja Yang Bernafaskan Islami Yang Tangguh Dalam Menghadapi Era Globalisasi, menjadi tajuk utama kegiatan Pesantren Gerakan Remaja Cinta Islam (GARACI) Pimpinan Nendra Agung Sedayu, yang diselenggarakan di Masjid Araudloh, RT.004/08, Pekojan, Tambora, Jakarta Barat, Minggu (17/6). siang.

Kegiatan Pesantren kilat Garaci yang diikuti ratusan peserta tersebut ditutup oleh Lurah Pekojan, Tri Prasetyo Utomo, SKM,SH,MSi, sekaligus pemberian piagam bagi para peserta.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua RW.008, H.Samuti, yang diikuti para Ketua RT, LMK, FKDM, serta Tokoh Masyarakat dan juga Tokoh Agama setempat.

Dalam sambutannya, Nendra Agung Sedayu, menyampaikan, ilmu yang kita dapat adalah untuk penyelamat dunia dan akhirat," ungkapnya.

Hal senada pun, disampaikan Lurah Pekojan, pentingnya ilmu untuk bekal karena merupakan bagian hidup didunia dan akhirat," ujarnya.

"sebagai generasi muda harus dapat membawa kebaikan dan kebersamaan untuk wilayah,"tutupnya.

Reporter : Syarief/Lutfhi
Ed : Heri Tambora

Oman Ketua RT.007, Sampaikan Santunan di Mushollah Al Jihad

By On June 19, 2016

Gema Jakarta, Tambora - Bulan ramadhan menjadi bulan berkah yang dinanti-nanti umat muslin di penjuru dunia, momen tersebut sering kali dimeriahkan dengan beragam kegiatan, salah satunya dengan saling berbagi kebahagian kepada anak yatim piatu.

Tepat pada Minggu, 19 Juni 2016, pukul 02.00 (dini hari), Remaja Islam Mushollah Al Jihad (REISHAD), bersama Tiga Pengurus RT.005, 007, dan RT.014, RW.06, mengadakan sahur bersama dengan para jamaah beserta warga setempat, yang sekaligus pemberian santunan.

Kegiatan sahur bersama dan santunan ini diikuti oleh puluhan jamaah Mushollah Al Jihad, dengan dihadiri Pengurus RW.06 Lili Rodjali, Bimas Jembatan Lima Aiptu Hartono, Pengurus RT.005 Nurhalim, RT.007 Oman, RT.014 Syahroni, beserta warganya, Tokoh Madyarakat dan juga Tokoh Agama Setempat.

Oman Ketua RT.007, yang juga Ketua Mushollah Al Jihad, menyampaikan, "Kami menghaturkan terima kasih kepada tamu undangan yang telah hadir, dalam acara sahur bersama dan juga berbagi bersama anak yatim piatu," ujarnya.

Dia menjelaskan,
acara berbagi kasih ini bertujuan untuk berbagi kebahagiaan bersama yatim piatu, sehingga mereka bisa menjalankan ibadah puasa di bulan suci ramadhan dengan kidmat," ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Rodjali pun, menyampaikan, terima kasihnya kepada panitia penyelenggara Remaja Musholla Al Jihad dan pengurus di tiga RT yang telah bersinergi dalam kegiatan sahur bersama dan santunan di Ramadhan ini," ujarnya.

"semoga warga masyarakat dan jamaah Musholla Al Jihad sejahtera dan kondusif, kemudian diimplementasikan  dalam kehidupan," tambah Lili Rojali.

Hal senada pun disampaikan Bimas Kelurahan Jembatan Lima, Aiptu Hartono, saat mengikuti kegiatan sahur bersama dan juga berbagi santunan untuk yatim piatu.

Dalam candanya, Hartono pun, menyampaikan, kepada pengurus RT ditempat,  "selama puluhan tahun saya mengabdi di wilayah Jembatan Lima, ini kali pertamanya ada kegiatan sahur bersama, mungkin kalau buka puasa bersama tentunya sudah umum, ya," tutupnya.

Reporter : Nurhalim.
Editor : Heri Tambora

Camat Tambora Berbagi Santunan Untuk 70 Anak Yatim Piatu

By On June 17, 2016

GemaJakarta, Jakbar - Gema Ramadhan 2016 dengan "Buka Puasa dan Santunan Yatim Piatu Bersama Masyarakat Tambora menjadi tajuk utama kegiatan bakti sosial serta silaturahmi bagi Pemerintahan Kecamatan Tambora, yang dipimpin Djaharuddin, selaku Camat Tambora, yang diselenggarakan di Ruang Aula Kantor Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Jumat, (17/6).

Giat buka puasa bersama dan berbagi santunan yatim piatu yang dihadiri puluhan undangan ini, juga dihadiri Ketua FORSIMA KH.Abdurrahman ( ust. Oo Suyitno ), Kapolsek Tambora Kompol M.Syafi'i dengan didampingi Wakapolsek Tambora AKP Purnomo, Kanit Binmas Polsek Tambora AKP Widodo, Lurah Se-Kecamatan Tambora, Bimas, Babinsa, Ketua RW, FKDM, serta Tokoh Masyarakat dan juga Tokoh Agama.

Dalam tausiyahnya, Ust Oo Suyitno, menyampaikan kepada masyarakat Tambora untuk bisa saling menjaga kerukunan antar umat beragama serta menjalin kebersamaan dan silaturahmi pun harus terus dijaga," ujar Ust Oo Suyitno, yang juga Ketua FORSIMA Tambora.

Pada Kesempatan yang sama Camat Tambora, Djaharuddin menyampaikan, bahwa Pemerintah Kecamatan Tambora punya rasa kepedulian terhadap anak yatim piatu dan juga kaum dhuafa khususnya di wilayah Kecamatan Tambora.

Djaharuddin pun, berpesan kepada masyarakat Tambora untuk menjalankan ibadah puasa dengan penuh keimanan dan juga tentunya dengan penuh rasa taqwa," ujarnya.

Tambahnya, dalam menjalankan ibadah puasa kita harus banyak berbuat baik dan berbagi rasa seperti yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW," ungkapnya.

Ditempat yang sama, Kapolsek Tambora Kompol M.Syafi'i menyampaikan, tawuran terjadi karena didominasi oleh para ABG, maka tingkatkan kewaspadaan, dan perhatian bagi para orang tua terhadap anak-anaknya," pesannya.

Selanjutnya, dalam kesempatan tersebut Djaharuddin memberikan santunan untuk 70 anak yatim piatu, adapun santunan tersebut sebagai ungkapan rasa tanda kepedulian Pemerintah Kecamatan Tambora bagi masyarakat Tambora.

Reporter : Syarief/Lutfhi
Ed : Heri Tambora

Djaharuddin Sholat Taraweh Berjamaah dan Berbagi di Masjid Baiturrohmah

By On June 15, 2016

Gema Jakarta, Jakbar - Kepala Kecamatan (Camat) Tambora, Djaharuddin bersama Lurah Krendang, Andre Ravnic melaksanakan giat buka puasa bersama dan sholat tarawih berjamaah di Masjid Baiturrohmah Jalan Krendang Tengah RW.03, Tambora, Jakarta Barat, Rabu (15/6).

Giat buka puasa bersama dan sholat tarawih ini adalah salah satu kegiatan rutin di bulan suci ramadhan yang dilaksanakan Pemerintah Kecamatan Tambora.

Adapun sholat taraweh berjamaah selain dihadiri oleh puluhan jamaah Masjid Baiturrohmah juga dihadiri para staff Pemerintahan Kecamatan Tambora, Kasie Upbd Kec, Sekkel Krendang, Kanit Bimas Polsek Tambora, Syaiful Bahri, LMK, FKDM, Ketua RT/RW, serta para tokoh masyarakat dan juga tokoh agama setempat.

Selanjutnya, dalam kesempatan tersebut, Camat Tambora memberikan 10 paket bantuan kepada kaum dhuafa, dan Ketua RT, serta Ibu RT, adapun sumbangan tersebut sebagai rasa tanda kepedulian Pemerintah Kecamatan Tambora.

Dalam arahannya Camat Tambora, Djaharuddin, mengatakan bahwa dalam menjalankan ibadah puasa kita harus banyak berbuat baik dan berbagi rasa seperti yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW," ujarnya.

Djaharuddin pun, menghimbau kepada warganya untuk tidak mengadakan saur on the rood, membunyikan petasan, serta membangunkan saur dengan alat, karena itu dapat mengganggu, ketentraman dan kebisingan warga yang lainnya," tutupnya.

Reporter : Syarief/Lutfhi
Ed : Heri Tambora

Giat Tarling Lurah Duri Utara, Deny Aputra di Masjid Al Hidayah

By On June 15, 2016

Gema Jakarta, Jakbar - Lurah Duri Utara, Deny Aputra Kembali melaksanakan giat taraweh keliling (Tarling) sholat tarawih berjamaah di Masjid Al Hidayah, Gang Balok 2 RT.06/03, Kelurahan Duri Utara, Tambora, Jakarta Barat, Rabu (15/6).

Giat sholat tarawih ini adalah salah satu kegiatan rutin di bulan suci ramadhan yang dilaksanakan Pemerintah Kelurahan Duri Utara.

Sholat taraweh berjamaah yang dihadiri oleh puluhan jamaah Masjid Al Hidayah, juga dihadiri Ketua RW.03, H.Aep Saefullah, staff Kelurahan, Marga, para ketua RT, LMK, FKDM, dan juga tokoh agama setempat.

Selanjutnya, dalam kesempatan tersebut, Lurah Duri Utara, Deny Aputra menyampaikan pada warga RW.03 khususnya warga Kelurahan Duri Utara, jika ingin meninggalkan rumah atau merayakan hari raya idul fitri dikampung halaman jangan lupa untuk menitipkan kepada Ketua RT dan RW.

Dalam arahannya tersebut, Deny kembali menuturkan agar jangan lupa untuk mengontrol kembali listrik, terutama stop kontak, atau yang berhubungan dengan listrik, karena pada umumnya terjadinya musibah kebakaran bersumber dari korsleting listrik.

Deny pun, berpesan kepada warga untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan yang ada disekitar, serta menjadikan akhlak yang berbudi." tutupnya.

Reporter : Agam/Syarief
Ed : Heri Tambora

BRI Bagikan 1.000 Paket Sembako Untuk Warga Kalianyar

By On June 15, 2016

Gema Jakarta, Jakbar- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mengisi bulan Ramadhan dengan berbagi kasih kepada masyarakat Kelurahan  Kalianyar di wilayah Masjid Jami Atthoyyibat, RT.004/03, Kelurahan Kali Anyar, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Rabu (15/6).

Ada sekitar 1.000 paket sembako yang diberikan kepada warga masyarakat Kelurahan Kalianyar dan sekitarnya, setiap paket sembako berisi antara lain, 1 Dus Mie Instan, 5kg Beras, 1 Kaleng Biskuit, 1kg Gula, Kecap, Blue band, 1 botol syrup.

Adapun acara tersebut dihadiri Lurah Kalianyar, Muhadi, Babinsa, Kanit Bimas, Syaiful Bahri, LMK, FKDM, Karang Taruna, Serta Pengurus Masjid bersama para RT/RW.

"Kita ingin berbagi rezeki kepada rakyat Indonesia dengan  membagikan 1000 paket sembako di kelurahan Kalianyar," ujar salah satu Direksi PT BRI Tbk, Priastomo.


Dia mengatakan, "Kegiatan BRI Peduli Berbagi Sembako ini adalah bagian implementasi BRI Peduli Bidang Peningkatan Kualitas Kesehatan Masyarakat dan Ini merupakan program rutin setiap tahun memasuki bulan Puasa," ungkapnya.

Dalam hal ini, PT.BRI bekerjasama dengan pengurus Masjid Jami Atthoyyibat Kalianyar untuk membagikan kupon-kupon sembako kepada warga yang tidak mampu.

Dalam kesempatan yang sama Lurah Kalianyar, Muhadi, menyampaikan terima kasihnya kepada pihak PT.BRI Tbk yang sudah peduli memberikan 1.000 paket sembako kepada masyarakat kami," ujarnya.

Muhadi pun berharap semoga kegiatan seperti ini bisa berlanjut untuk setiap tahunnya,"tutupnya.

Reporter : Lutfhi/Syarief
Ed : Heri Tambora

Safari Ramadhan Sekcam Tambora Bersama Lurah Tanah Sereal di Masjid Jami Al Latif

By On June 14, 2016

Gema Jakarta, Jakbar - Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Tambora, Drs.H.Naman Setiawan bersama Lurah Tanah Sereal, A.Khambali Kholid melaksanakan giat sholat tarawih berjamaah di Masjid Jami Al Latif, Pekapuran Dalam, Tanah Sereal, Tambora Jakarta Barat, Selasa (14/6).

Giat sholat tarawih keliling (Tarling) ini adalah salah satu kegiatan rutin di bulan suci ramadhan yang dilaksanakan Pemerintah Kecamatan Tambora.

Adapun sholat taraweh berjamaah selain dihadiri oleh puluhan jamaah Masjid Jami Al Latif juga para staff Pemerintahan Kecamatan Tambora, LMK, FKDM, serta para tokoh agama setempat.

Selanjutnya, dalam kesempatan tersebut, Sekcam bersama Lurah Tanah Sereal memberikan bantuan sumbangan yang diterima langsung oleh salah satu pengurus Masjid Jami Al Latif sebagai rasa tanda kepedulian Pemerintah Kecamatan Tambora.


Dalam arahannya Sekcam Tambora, H.Naman, mengatakan, bahwa dalam menjalankan ibadah puasa adalah tonggak keimanan sebagai umat islam,"ujarnya.

H.Naman pun, berharap kepada masyarakat agar warga sekitar dapat saling membantu program Pemerintah, dalam segi kegiatan apa pun, mulai dari kegiatan kerja bakti atau bersih-bersih wilayah, karena kebersihan itu sebagian dari iman,"tutupnya.

Reporter : Syarief/Luthfi
Ed : Heri Tambora

Djarot Ajak Warga Rusunawa Angke Jaga Kebersihan

By On June 13, 2016

GemaJakarta, (GJ) Jakbar - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, meminta  warga Ibukota khususnya warga Rusunawa Angke Tambora dan sekitarnya untuk saling mendekatkan diri antara ulama dan umaro, agar setiap persoalan dapat diselesaikan dengan baik.

"Saya minta agar semua warga Ibukota sama-sama menjaga kebersihan dilingkungan serta dapat menjaga keimanan, ketaqwaan, dalam melaksanakan ibadah puasa," ujar Djarot saat salat Tarawih berjamaah di Masjid  Jami Nurul Ikhwan di Rusunawa Angke, Tambora, Jakarta Barat, Senin (13/6).

Dalam kesempatan tersebut, Djarot juga memberikan bantuan sumbangan berupa buku tulisan untuk anak-anak yang diterima langsung oleh Ketua RW.011 ilan di Masjid Jami Nurul Ikhwan.

Selanjutnya Ia juga berharap, agar pengelola rusun ikut bertanggung jawab dalam mengurus masjid yang ada di dalam rusun.

Adapun sholat taraweh berjamaah yang dipimpin oleh H.Buchori dihadiri juga oleh ratusan jamaah Masjid Jami Nurul Ikhwan serta Camat Tambora Djaharudin bersama jajaran lurah Se-Kec.Tambora beserta Kasie Pemerintahan, Kapolsek Tambora, Danramil 02 Tambora Binmas, Citra Bhayangkara, Babinsa, Mitra Jaya, LMK, FKDM Kel dan Kecamatan Tambora.

Reporter : Syarief/Luthfi
Ed : Heri Tambora

Deny Aputra : "Kebersihan Adalah Sebagian Dari Iman,"

By On June 13, 2016

GemaJakarta, (GJ) Jakbar - Lurah Duri Utara, Deny Aputra, meminta warga di wilayah RW.05 khususnya Duri Utara dan sekitarnya untuk sama-sama memperkokoh iman islam kita dibulan suci ramadhan, serta menjaga lingkungan yang bersih.

"saya minta agar semua warga di wilayah RW.05 khususnya duri utara sama-sama menjaga lingkungan agar tetap bersih di wilayah RW.05 khususnya duri utara, karena kebersihan adalah sebagian dari iman," ujar Deny Aputra saat sholat tarawih berjamaah di Masjid Nurul Ikhwan, Duri Utara, Tambora, Jakarta Barat, Senin (13/6). malam.

Dalam kesempatan tersebut, Deny juga meminta warga untuk terus mengadakan kegiatan di wilayah masing-masing yaitu dengan mengadakan siskamling.

Deny pun berharap kepada warga untuk tetap bersatu dalam menjaga ketentraman wilayah duri utara," harapnya.

Adapun sholat taraweh berjamaah selain dihadiri oleh puluhan jamaah Masjid Nurul Ikhwan juga dihadiri Ketua RW.05 beserta jajaran para ketua RT, LMK, FKDM, serta para tokoh agama setempat.

Reporter : Agam/Lutfhi
Ed : Heri Tambora

 Majlis Ta'lim Jalsatul Itsnain Darul Mustafa Jembatan Lima Gelar Isra Mi'raj 1437 H

By On June 05, 2016

Gema Jakarta, Jakbar - Berawal Dari Isra Mi'raj Kita Tingkatkan Tali Persaudaraan Umat Beragama menjadi tajuk utama kegiatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1437 H, yang diadakan oleh Majlis Jalsatul Itsnain Darul Mustafa dijalan Laksa Raya RT.009 RW.02 Kelurahan Jembatan Lima, Tambora Jakarta Barat, Minggu (5/6).

Acara dihadiri oleh Camat Tambora Djaharuddin, dengan didampingi Wakil Camat Joko Suparno, Kasie Pemerintahan Pujoko bersama tiga pilar Lurah Jembatan Lima Mursalin, para tokoh agama, serta para Ketua RT.

Ketua RW.02 Khaerul Anwar sekaligus Panitia Pelaksana mengatakan tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk mengenang perjalanan Rasulullah Nabi Muhammad SAW mendapatkan perintah Sholat untuk ummatnya, maka perjalanan Nabi dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqso," ungkapnya.


Dalam tausiyahnya ustad Martin menyampaikan bahwa salah satu tujuan umat islam dalam memperingati Isra Mi’raj Muhammad saw adalah agar kita tidak lupa pada peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW yang menerima perintah sholat 5 waktu dari ALLAH SWT.

Adanya Peringatan Isro Mi’raj yang disampaikan melalui dakwah atau tausiyah juga bertujuan untuk meningkatkan ukhuwah islamiyah yang terjalin antar sesama warga masyarakat.

Hal ini bermakna bahwa Isra Mi’raj merupakan salah satu kegiatan positif yang dapat mengikat tali silaturahmi tali persaudaraan antar sesama atas landasan mahabbah dan ma’rifah kepada Rasulullah (Muhammad saw) juga landasan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Selain itu kegiatan ini merupakan bahan pembelajaran bagi masyarakat agar dapat menjalin ukhuwah ini bukan hanya untuk sesaat, dan merasakan betapa indahnya berbagi bersama anak yatim dan kaum du’afa.(Lutfhi/Syarief/H2T)

H.Agus Jajuli Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak Yatim Piatu

By On May 28, 2016

Gema Jakarta, Tambora - Sebanyak 48 anak yatim piatu yang terdapat di 3 Kelurahan wilayah Kecamatan Tambora, mendapatkan santunan dari H.M.Agus Jajuli, ST. Sabtu, (28/5).

Santunan yang diberikan pada 3 Kelurahan tersebut terdiri dari Kelurahan Pekojan, Duri Utara, dan Jembatan Lima. Adapun wilayah Kelurahan Pekojan terdapat dilingkungan RW.03, 07, dan 08, untuk wilayah Kelurahan Duri Utara terdapat dilingkungan RW.07, dan terakhir untuk wilayah Kelurahan Jembatan Lima terdapat dilingkungan RW.06 tepatnya di RT.005.
H.M.Agus Jajuli selain tokoh pemuda di Kelurahan Angke, juga pengusaha muda, pada Megapolitan Pos mengatakan, "Acara ini merupakan niat saya untuk mensucikan sebagian harta karena panggilan dari Allah," ungkap bang Ajoy. sapaan akrabnya. "Ini merupakan bentuk rasa syukur saya atas pemberian Rizki yang diberikan Allah selama ini," ungkapnya.
Kegiatan santunan ini berlangsung dengan cara mendatangi langsung anak-anak yatim piatu yang sudah didata sebelumnya oleh Panitia di masing-masing wilayahnya.
Dalam hal ini Sutrisna selaku Tokoh Masyarakat di Tambora bersama Heri (Wartawan Megapolitan Pos) sebagai pelaksana atas titipan amanah yang diberikan H.Agus Jajuli untuk menyampaikan sekaligus memberikan santunan kepada anak yatim piatu di 3 Kelurahan tersebut.
Nurhalim Ketua RT.05 RW.06 Kelurahan Jembatan Lima, mengatakan "saya sangat berterima kasih atas kepedulian Bapak H.Agus terhadap anak-anak yatim piatu disini, karena biar bagaimanapun Anak yatim itu harus diperhatikan, setiap hari dan setiap waktu karena merupakan bagian tanggungjawab bersama dan  kata yatim itu juga tertulis dalam alquran sebanyak 23 kali" ujarnya kepada Megapolitan Pos.
Syarief Hidayat S.sn. selain tokoh masyarakat kelurahan Pekojan, juga Wakil FKDM Kec.Tambora, mengatakan, "Pada saat sekarang ini masih ada juga orang yang peduli dengan kondisi sekitar dimana masih banyaknya anak-anak yatim piatu yg perlu perhatian kita bersama, dan Allah rupanya telah menunjukan orang yg peduli dengan anak anak yatim piatu, seperti Bapak Haji Agus Jajuli," ungkapnya pada Megapolitan Pos.
Beliau lebih jeli melihat ini dan bukan anak yatim piatu saja yang diperhatikan oleh Bapak H.Agus Jajuli, namun para janda dan kaum Duafa juga menjadi perhatian beliau.
Syarief pun berharap semoga kegiatan ini dapat berjalan secara berkesinambungan, karena kegiatan ini amat sangatlah bermanfaat bagi anak-anak yatim piatu, janda dan kaum dhuafa. (H2T).

Diiringi Gema Tahlil, Jenazah Uje Dimakamkan di Atas Jenazah Ayahnya

By On April 26, 2013

Jakarta - Proses pemakaman jenazah Ustad Jeffry Al Buchori (Uje) berlangsung di tengah ribuan peziarah di TPU Karet Bivak. Jenazah ustad yang dikenal dengan ustad gaul ini dimakamkan di atas jenazah ayahnya, Ismail Modal.

"Papan yang dipakai untuk pemakaman Uje adalah papan yang digunakan dalam pemakaman ayahnya 21 tahun yang lalu. Posisi jenazah Uje di atas jenazah ayah Uje," ujar Ustad Soleh Mahmud (Solmed) saat memimpin prosesi pemakaman jenazah Uje, Jumat (26/4/2013) siang.

Lantunan tahlil dan doa terus mengiringi proses pemakaman ini. Tenda berukuran 5x7 meter yang didirikan di atas liang lahat dipenuhi kerabat dan pelayat. Sang istri, Pipik, terus menangis di pusara suaminya.

Cuaca panas terik tak menyurutkan para pelayat untuk terus bertahan di lokasi pemakaman. Tampak ibu-ibu yang ikut menangis saat prosesi pemakaman berlangsung.

Ustad yang dikenal selalu membawakan dakwahnya dengan bahasa santai ini meninggal akibat kecelakaan motor tunggal di kawasan Pondok Indah. Diduga Uje mengantuk saat berkendara sehingga tidak bisa mengendalikan moge sportnya. Uje meninggalkan seorang istri dan 4 anak.(dtc)

Ahok: Saya Suka Banget Khotbah Uje

By On April 26, 2013

Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku terkejut dan bersedih atas meninggalnya Ustad Jeffry Al Buchori. Apalagi Ahok sangat menyukai ceramah dari ustad yang akrab disapa Uje itu.

"Saya terkejut dengan kabar duka tersebut. Saya menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan," kata Ahok di Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2013).

Ahok mengaku mengagumi Uje. Menurutnya, Uje merupakan dai yang punya pemikiran yang luas tentang Islam. Atas kekagumannya itu, Ahok pun pernah mengundang Uje untuk berdakwah di Belitung Timur saat dirinya menjabat sebagai bupati di sana.

"Saya pernah undang beliau ke Belitung Timur. Tepatnya kapan, saya lupa. Tapi saya undang beliau karena saya suka banget dengan khotbahnya yang enak didengar. Pokoknya, Uje keren banget saat menyampaikan khotbahnya," kata Ahok.

"Indonesia kehilangan satu pemuda yang luar biasa. Uje merupakan ustad yang kharismatik," tambahnya.

Uje meninggal saat mengendarai sepeda motor Kawasaki Er6n dini hari tadi (25/4). Uje meninggal setelah sepeda motor yang dikendarainya menabrak pembatas jalan dan pohon Palem. Atas peristiwa ini, Ahok pun mengimbau kepada para pengendara sepeda motor untuk selalu berhati-hati dalam berkendara.

"Kendaraan motor itu cukup bahaya ya. Harus hati-hati. Kalau soal kecelakaan motor di Jakarta resminya meninggal bisa tiga orang setiap harinya," jelasnya.(dtc)

Akbar Tanjung Berikan Materi Kuliah Umum di UNMAJA

By On November 11, 2012

Jakarta, (GemaJakarta) - Akbar Tanjung adalah politikus Indonesia yang sudah berkiprah lama dalam perpolitikan Indonesia. Ia memulai karirnya dari bawah. Hidupnya adalah dunia politik. Pria kelahiran Sibolga, 14 Agustus 1945, pada hari sabtu tepatnya tanggal 10 Oktober 2012 pukul 13.00 beliau berkunjung ke Universitas Mathla'ul Anwar Kampus Jakarta, Jelambar - Jakarta Barat.

Dalam kunjungannya Akbar Tanjung memberikan mata kuliah dengan bermaterikan Lingsosbudtek di universitas tersebut. 

Dalam uraiannya bang Akbar Tanjung menjelaskan betapa pentingnya peran sebuah Media Sosial sekarang ini, karena Media Sosial adalah aplikasi sebuah kemajuan teknologi dalam informasinya" ujara bang Akbar.

Kilas Mengenai Perjalanan Akbar Tanjung

Kiprah Akbar di berbagai organisasi meluas hingga ke jalur internasional. Pengalaman internasionalnya dimulai pada tahun 1972. Pada tahun ini Akbar mengikuti Asia and Pacific Students Leaders Program-Departement of State USA yang berlangsung selama tiga bulan.

Beberapa pengalamannya di dunia internasional telah dijalani sampai pada tahun 2001, Akbar memimpin Delegasi pada Konferensi Ketua-Ketua Parlemen Se-Dunia, di NewYork. Juga memimpin Delegasi pada Sidang AIPO di Thailand pada tahun yang sama. Dan, pada 2002, Akbar memimpin Delegasi pada Sidang AIPO di Vietnam.

Akbar Tanjung saat itu dapat dikatakan kalah di kandang sendiri dalam konvensi capres Partai Golkar. Kemudian dalam Munas Partai Golkar di Bali harus rela melepas jabatan Ketua Umum dan menyerahkannya kepada Jusuf Kalla.

Akbar, politisi ulung dan licin yang bebas dari ancaman jerat hukum setelah Mahkamah Agung menerima permohonan kasasinya, diungguli Wiranto dalam Konvensi Nasional Calon Presiden Partai Golkar, Selasa 20 April 2004, melalui dua putaran pemungutan suara. Pada putaran pertama Akbar Tandjung masih mengungguli Wiranto dengan perolehan suara 147-137. Disusul Aburizal Bakrie 118, Surya Paloh 77 dan Prabowo Subianto 39 suara, dengan 28 suara tidak sah dan 1 suara abstein.

Kemampuan organisasi dan manajerial semasa aktif di organisasi kemahasiswaan, kepemudaan, maupun di partai politik menarik perhatian Presiden untuk mengangkatnya sebagai menteri. Tercatat beberapa kali Akbar Tandjung memasuki lingkaran dalam pengambil keputusan.

Tahun1988-1993 untuk pertama kalinya ia menjadi menteri dengan jabatan Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga, pada Kabinet Pembangunan V. Selanjutnya periode 1993-1998 Suami dari Krisnina Maharani ini dipercaya menjadi Menteri Negara Perumahan Rakyat, Kabinet Pembangunan VI. Pada Kabinet Pembangunan VII yang tidak berumur panjang, Akbar mendapat kepercayaan menjadi Menteri Negara Perumahan Rakyat dan Pemukiman. Selepas pergantian presiden dari HM Soeharto ke BJ Habibie, ia diangkat menjadi Menteri Sekretaris Negara, Kabinet Reformasi Pembangunan periode 1998-1999. Pada periode 1999 - 2004, AKbar diangkat sebagai Ketua DPR RI.
Karya
2007 Buku The Golkar Way Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Penghargaan
  • Anugerah Karya Bakti (2007)
  • Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Award (2011)
  • Memperoleh Bintang Republik Indonesia dari Pemerintah Republik Indonesia (1998).
  • Memperoleh Penghargaan Kruis in de Orde van Oranje-Nassau dari Pemerintah Kerajaan Belanda (1996).
  • Memperoleh Penghargaan Bintang MahaputraAdi Pradana dari Pemerintah Republik Indonesia. (1992)
 Reporter : Heri Haerudin

Ormas Nasdem Peringati Sumpah Pemuda Di Fatahillah

By On October 28, 2012

GemaJakarta - Jakarta: Untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda ke 84, hari Minggu, (28/10) pagi  Organisasi Masyarakat Nasional Demokrat (NASDEM DPCKecamatan Tamansari) menggelar acara lomba gerak jalan di halaman Museum Fatahillah, Kota Tua, Jakarta. Acara gerak jalan diikuti dari berbagai komunitas masyarakat, mulai dari ibu-ibu hingga anak-anak serta masyarakat sekitar lainnya.

Kegiatan gerak jalan seperti ini memang sudah jarang dilakukan. Oleh karena itu Ormas Nasdem DPC Kecamatan Tamansari selaku penyelengara ingin kembali menghidupkan kegiatan  ini yang  murah meriah, namun memiliki manfaat yang besar. Dengan olahraga Pimpinan Ormas Nasdem DPC Kecamatan Tamansari, berharap bisa mengurangi hal-hal negatif seperti narkoba, tawuran yang dialami beberapa pemuda sekarang ini.

Panitia penyelegara dalam melaksanakan kegiatan lomba gerak jalan ini akan memberikan beberapa bingkisan atau hadiah bagi para pemenang sebagai ucapan terimakasihnya karena telah mengikuti acara lomba gerak jalan ini.

Tambahnya, "Melalui kegiatan seperti ini diharapkan para pemuda kembali tergugah hatinya untuk memahami kembali arti Sumpah Pemuda," jelasnya sebelum melepas rombongan peserta.

Dalam acara tersebut dihadiri dari berbagai Tokoh Masyarakat, Instansi Pemerintah, Paguyuban Kota Tua serta tidak ketinggalan pula Kepala UPK Kota Tua Gathut Dwi Hastoro beserta jajaran dan masyarakat setempat.




Reporter : Andi M.Nirwansyah.
Editor : Heri Haerudin

Anton Medan Resmi Dilantik Jadi Ketua DPP PITI (Persatuan Islam Tionghao Indonesia)

By On October 28, 2012


Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) adalah wadah pemersatu umat Islam etnis Tionghoa di Indonesia yang didirikan Abdul Karim Oei Tjeng Hien dan Kho Goan Tjin.

Sebelum kemerdekaan, ada wadah Persatuan Islam Tiong Hoa yang dipimpin Abdulsomad Yap A Siong dan Persatuan Muslim Tionghoa (PMT) yang diketuai Kho Goan Tjin. Dulu, organisasi yang berbasis di Medan dan Bengkulu ini masih bersifat lokal, sehingga manfaft dan greget wadah ini belum dirasakan oleh kalangan muslim Tionghoa khususnya, maupun Muslim Indonesia umumnya.

 PITI sebagai organisasi dakwah sosial keagamaan yang berskala nasional yang berfungsi sebagai tempat singgah, tempat sillahturrahim untuk belajar ilmu agama dan cara beribadah bagi etnis Tionghoa yang tertarik dan ingin memeluk agama islam, serta tempat berbagi pengalaman bagi mereka yang masuk islam.

Pengukuhan anggota Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Islam Tionghoa Indonesia atau DPP PITI yang dilaksanakan di Grand BallRoom Sand International Restaurant Mangga Dua Squere Jakarta Utara berjalan dengan sukses dan khidmat, Sabtu (27/10/2012)
  
Mantan narapidana yang juga seorang ulama kini resmi terpilih sebagai Ketua Umum DPP PITI (Persatuan Islam Tionghoa Indonesia), dalam sambutannya anton medan berharap semoga organissasi yang dimpinnya ini menjadi ajang bagi warga Muslim Tionghoa untuk bersatu dan mengeluarkan kekuatannya untuk membangun bangsa.

"Organisasi ini untuk menyatukan muslim Tionghoa, kami terbuka untuk umum, kami tidak kenal diskriminasi Tionghoa Jawa, Sunda, dan lain-lain, Justru Islam membebaskan manusia dari diskriminasi" tegas Anton Medan dalam sambutannya.

Anton Medan berharap, dengan dikukuhkannya sebagai Pengurus organisasi Muslim Tionghoa ini, mudah-mudahan umat Islam beretnis Tionghoa dapat memberikan kontribusi dalam memperjuangkan nilai-nilai yang penuh dengan kasih sayang.

Dalam acara turut pula dihadiri Ir.Basuki T Purnama atau biasa disapa Ahok Wakil Gubernur DKI Jakarta, beserta tamu undang lainnya.

......................................................................................................................................................

KISAH PERJALANAN ANTON MEDAN


Nama saya Tan Hok Liang, tapi biasa dipanggil Kok Lien. Saya dilahirkan di Tebing Tinggi, Sumatra Utara, 1 Oktober 1957, sebagai anak ke-2 dari 17 bersaudara. Pada umur 8 tahun saya masuk SD Tebing Tinggi. Ketika saya sedang senang senangnya menikmati dunia pendidikan, tiba-tiba dunia sakolah terpaksa saya tinggalkan karena ibu menyuruh saya berhenti sekolah. Jadi, saya hanya tujuh bulan menikmati bangku SD. Mulai saat itulah saya menjadi tulang punggung keluarga.

Saya sadar, mungkin inilah garis hidup saya. Saya terpaksa harus meninggalkan bangku sekolah untuk bekerja membantu mencukupi kebutuhan keluarga sehari-hari. Pada usia 12 tahun, saya mulai merantau dan menjadi anak jalanan di Terminal Tebing Tinggi. Sehari-hari saya menjadi calo, mencari penumpang bus. Suatu ketika, saya berhasil mencarikan banyak penumpang dari salah satu bus. Tapi entah mengapa, tidak seperti biasanya, saya tidak diberi upah.

Terbayang di mata saya wajah kedua orang tua, adik-adik, serta kakak saya yang senantiasa menunggu kiriman uang dari saya. Saya terlibat perang mulut dengan sopir bus tersebut. Tanpa sadar, saya ambil balok kayu dan saya pukulkan ke kepalanya. Akhirnya, saya berurusan dengan pihak yang berwajib. Di hadapan aparat kepolisian, saya tak mau mengaku bersalah. Saya menuntut hak saya yang tak diberikan oleh sopir bus itu.

Sebetulnya, saya tak ingin berurusan dengan pihak yang berwajib. Saya ingin hidup wajar-wajar saja. Tapi entah mengapa, kejadian di Terminal Tebing Tinggi itu terulang kembali di Terminal Medan. Dulu, selama di Terminal Tebing Tinggi, saya menjadi calo. Tapi, di Terminal Medan, saya beralih profesi menjadi pencuci bus.

Suatu ketika, tak saya sangka, tempat yang biasanya saya jadikan tempat menyimpan uang, ternyata robek. Uang saya pun ikut lenyap. Saya tahu siapa yang melakukan semua itu. Saya berusaha sabar untuk tak ribut dengannya. Saya peringatkan saja dia. Ternyata, mereka malah memukuli saya. Waktu itu saya berumur 13 tahun. Lawan saya orang yang sudah dewasa dan tinggi besar. Saya sakit hati, karena tak satu pun teman yang membantu saya. Tanpa pikir panjang, saya ambit parang bergerigi pembelah es yang tergeletak di antara kerumunan lalu saya bacok dia. Dia pun tewas. Lagi-lagi saya berurusan dengan polisi. Saat itu saya diganjar empat tahun hukuman di Penjara Jalan Tiang Listrik, Binjai. Masih saya ingat, ibu hanya menjenguk saya sekali saja.

Merantau ke Jakarta.
Setelah bebas dari penjara, saya pulang kampung. Tak pernah saya sangka, ternyata orang tua saya tak mau menerima saya kembali. Mereka malu mempunyai anak yang pernah masuk penjara. Hanya beberapa jam saya berada di rumah. Setelah itu, saya hengkang, mengembara ke Jakarta dengan menumpang KM Bogowonto.

Saya hanya mempunvai uang seribu rupiah. Tujuan utama saya ke Jakarta mencari alamat paman saya yang pernah menyayangi saga. Berbulan-bulan saga hidup menggelandang mencari alamat paman. Waktu itu alamat yang saya ingat hanyalah daerah Mangga Besar. Dengan susah payah, akhirnya saya temukan alamat paman. Sungguh tak saya sangka, paman yang dulu menyayangi saya, ternyata mengusir saya. Hilang sudah harapan saya untuk memperbaiki masa depan.

Tekad saya sudah bulat. Tak ada orang yang mau membantu saya untuk hidup secara wajar. Mulailah saya menjadi penjahat kecil-kecilan. Kejahatan pertama yang saya lakukan adalah menjambret tas dan perhiasan nenek-nenek yang akan melakukan sembahyang di klenteng.

Mulai saat itu saya telah berubah seratus persen. Keadaan mendorong saya untuk melakukan semua ini. Pelan-pelan dunia jambret saya tinggalkan. Saya beralih ke dunia rampok. Perdagangan obat-obat terlarang mulai saya rambah. Dan terakhir, saya beralih sebagai bandar judi. Saat-saat itulahsaya mengalami kejayaan. Masyarakat Jakarta menjuluki saya Si Anton Medan, penjahat kaliber kakap, penjahat kambuhan, yang hobinya keluar masuk penjara, dan lain-lain.

Proses mencari Tuhan
Tak terbilang berapa banyak LP (Lembaga Pemasyarakatan) dan rutan (rumah tahanan) yang sudah saya singgahi. Karena sudah terbiasa, saya tahu seluk-beluk rutan yang satu dengan rutan yang lain, baik itu sipirnya maupun fasilitas yang tersedia.

Di tembok penjara itulah saya sempat menemukan hidayah Tuhan. Ketika dilahirkan, saya memang beragama Budha. Kemudian saya berganti menjadi Kristen. Entah mengapa, tatkala bersentuhan dengan Islam, hati saya menjadi tenteram. Saya menemukan kesejukan di dalamnya.

Bayangkan, tujuh tahun saya mempelajari Islam. Pengembaraan saya mencari Tuhan, tak lepas dari peran teman-teman sesama tahanan. Misalnya, teman-teman yang terkena kasus Cicendo, dan sebagainya. Tanpa terasa, hukuman yang begitu panjang dapat saya lalui. Akhirnya saya menghirup udara segar kembali di tengah-tengah masyarakat. Tekad saya sudah bulat. Saya ingin berbuat kebaikan bagi sesama.

Masuk Islam
Tapi, kenyataannya ternyata berlainan. Begitu keluar dari penjara, saya dipaksa oleh aparat untuk membantu memberantas kejahatan. Terpaksa ini saga lakukan. Kalau tidak, saya bakal di 810-kan, alias didor. Dalam menjalankan tugas, saya selalu berhadapan dengan bandar-bandar judi kelas wahid. Sebutlah misalnya, Hong-lie atau Nyo Beng Seng. Akibat ulah Hong-lie, terpaksa saya bertindak keras kepadanya. Saya serahkan dia kepada pihak berwajib.

Dan akhirnya, saya menggantikan kedudukannya sebagai mafia judi. Sudah tak terhitung berapa banyak rumah-rurnah judi yang saya buka di Jakarta. Saya pun merambah dunia judi di luar negeri. Tapi, di situlah awal kejatuhan saya. Saya kalah judi bermiliar-miliar rupiah.

Ketidakberdayaan saya itulah akhimya yang membuat saya sadar. Mulailah saya hidup apa adanya. Saya tidak neko-neko lagi. Saya ingin mengabdikan hidup saya di tengah-tengah masyarakat. Untuk membuktikan kalau saya benar-benar bertobat, saya lalu masuk Islam dengan dituntun oleh KH. Zainuddin M.Z. Setelah itu, saya berganti nama menjadi Muhammad Ramdhan Effendi.

Kiprah saya untuk berbuat baik bukan hanya sebatas masuk Islam. Bersama-sama dengan K.H. Zainuddin M.Z., K.H. Nur Muhammad Iskandar S.Q., dan Pangdam Jaya (waktu itu) Mayjen A.M. Hendro Prijono, 10 Juni 1994, kami mendirikan Majels Taklim Atta’ibin.

Sengaja saya mendirikan majelis taklim ini untuk menampung dan membina para mantan napi (narapidana) dan tunakarya (pengangguran) untuk kembali ke jalan Yang benar. Alhamdulillah, usaha ini tak sia-sia. Pada tahun 1996, Majels Taklim Atta’ibin mempunyai status sebagai yayasan berbadan hukum yang disahkan oleh Notaris Darbi S.H. yang bernomor 273 tahun 1996.

Kini, keinginan saya hanya satu. Saya ingin mewujudkan pangabdian saya pada masyarakat lebih jauh lagi. Saya ingin mendirikan pondok pesantren. Di pondok inilah nantinya, saya harapkan para mantan napi dan tunakarya dapat terbina denganbaik. Entah kapan pondokpesantren harapan saya itu bisa terwujud. Saya hanya berusaha. Saya yakin nur Ilahi yang selama ini memayungi langkah saya akan membimbing saya mewujudkan impian-impian itu. (Maulana/Albaz) (dari Buku “Saya memilih Islam”)
..............................................................

ASAL MUASAL PENDIRIAN PITI (Persatuan Islam Tionghoa Indonesia) 
 

Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) adalah wadah pemersatu umat Islam etnis Tionghoa di Indonesia yang didirikan Abdul Karim Oei Tjeng Hien dan Kho Goan Tjin.

Sebelum kemerdekaan, ada wadah Persatuan Islam Tiong Hoa yang dipimpin Abdulsomad Yap A Siong dan Persatuan Muslim Tionghoa (PMT) yang diketuai Kho Goan Tjin. Dulu, organisasi yang berbasis di Medan dan Bengkulu ini masih bersifat lokal, sehingga manfaft dan greget wadah ini belum dirasakan oleh kalangan muslim Tionghoa khususnya, maupun Muslim Indonesia umumnya.

Untuk mengembangkan sayap ukhuwah islamiyah di kalangan muslim Tionghoa, PIT dan PTM kemudian bergabung dan bermetamorfosis menjadi satu wadah dengan nama Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI). Organisasi ini berdiri sebagai tanggapan realistis atas saran Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah K.H Ibrahim kepada Abdul Karim Oei untuk menyampaikan agama Islam kepada etnis Tionghoa harus dilakukan oleh etnis Tionghoa yang beragama Islam.

Dalam perjalanan sejarahnya, PITI mengalami masa perubahan pada era Orde Baru. Setelah meletusnya Gerakan 30 September (G-30-S). Indonesia kembali menggalakkan gerakan pembinaan persatuan dan kesatuan serta nation and character building. Simbol-simbol yang menghambat pembaruan seperti istilah, bahasa dan budaya asing, khususnya Tionghoa, dibatasi dan dilarang oleh pemerintah.

PITI juga terkena dampaknya. Pasalnya, nama Tionghoa pada kepanjangan PITI dilarang. Tetapi, berdasarkan pertimbangan bahwa gerakan dakwah di kalangan masyarakat etnis Tionghoa harus tetap berjalan, maka pada tanggal 15 Desember 1972, pengurus PITI mengubah kepanjangan PITI menjadi Pembina Iman Tauhid Islam.

Ketika kran keterbukaan pada zaman Presiden Abdul Rahman Wahid alias Gus Dur dibuka kembali, termasuk diakuinya Hari Raya Imlek sebagai hari libur resmi. Maka pada Mei 2000 dalam rapim organisasi ditetapkan kepanjangan PITI dikembalikan ke semula menjadi Persatuan Islam Tionghoa Indonesia.
Secara umum, organisasi PITI memiliki visi mewujudkan Islam sebagai rahmatan lil alamin.  Adapun misinya dibagi menjadi tiga : mempersatukan muslim Tionghoa dengan muslim Indonesia, Tionghoa muslim dengan Tionghoa nonmuslim, serta etnis Tionghoa dengan umat Islam di Indonesia.

Pada intinya, PITI ingin menjadi jembatan bagi kerukunan masyarakat asli (pribumi) dengan warga keturunan Tionghoa, baik itu muslim atau nonmuslim. Sebab, sejatinya kita semua bersaudara. Jangan sampai dengan perbedaan, kita terpecah belah. Apalagi, Islam mengajarkan untuk menghargai perbedaan di antara sesamanya.
Program kerja PITI sendiri, antara lain, menyampaikan dakwah islam, khususnya kepada masyarakat keturunan Tionghoa dan pembinaan dalam bentuk bimbingan, kepada muslim Tionghoa dalam menjalankan syariah islam, baik di lingkungan keluarganya yang masih nonmuslim dan persiapan berbaur dengan umat Islam di lingkungan tempat tinggal dan pekerjaannya, serta pembelaan/perlindungan bagi mereka yang karena masuk agama islam, untuk sementara mempunyai masalah dengan keluarga dan lingkungannya.

PITI sebagai organisasi dakwah sosial keagamaan yang berskala nasional yang berfungsi sebagai tempat singgah, tempat sillahturrahim untuk belajar ilmu agama dan cara beribadah bagi etnis Tionghoa yang tertarik dan ingin memeluk agama islam, serta tempat berbagi pengalaman bagi mereka yang masuk islam.
  
(Sumber dari : Majalah China Town, Edisi 59 / VI / SEPTEMBER 2012)