Berita Terbaru

Kategori

Langganan Berita

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Empat dari lima Pelaku Begal di Palmerah Diterjang Timah Panas, Satu Diantaranya Tewas

By On April 23, 2019

GEMAJAKARTA, JAKARTA - Team Jatanras Polres Metro Jakarta Barat menggulung lima komplotan pencurian dengan kekerasan yang terjadi di Jalan Arjuna, Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat, Senin (08/04) dini hari lalu.

Para pelaku komplotan tersebut terpaksa ditembak karena berusaha melawan petugas saat akan ditangkap.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Edi Suranta Sitepu mengatakan, polisi meringkus lima  komplotan pencurian dengan kekerasan, yakni SJ (29), SI (17 ), MO (24), TK (20), dan KL (27). Satu diantaranya ditembak hingga tewas karena melawan.


"Pelaku  KL saat kami tangkap, dia mencoba melawan petugas dengan menggunakan senjata api rakitan, sehingga terpaksa ditembak hingga meninggal dunia karena kehabisan darah," ujarnya, Selasa (23/04/19).

AKBP Edi menambahkan, sebelumnya, anggotanya yang dipimpin Kanit Krimum Iptu Dimitri bersama tim Jatanras meringkus empat orang tersangka. Anggota terpaksa melumpuhkan dengan timah panas, lantaran pelaku mencoba melawan saat hendak ditangkap.

"3 dari 4 pelaku terpaksa dilumpuhkan, lantaran pelaku hendak ditangkap melakukan perlawanan kepada petugas  dengan menggunakan senjata tajam,", Tambahnya.

Kanit Kriminal Umum Polres Metro Jakarta Barat Iptu Dimitri Mahendra mengatakan, lima buronan ditangkap di tempat berbeda.

SJ dan SI  ditangkap di Parkiran Maybank, Pluit Penjaringan, Jakarta Utara, sedangkan MO ditangkap di Jalan Panjang Pesing Koneng  Kedoya Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat dan TK ditangkap di Jalan Blimbing Kampung Belakang, Kosambi, Tangerang Banten.

Sedangkan tersangka KL ditangkap pada 23 April 2019 di Jalan Kali Sekretaris Grogol Petamburan Jakarta Barat.

“Saat dilakukan penangkapan, tersangka  menyerang  petugas menggunakan senjata api rakitan, petugas pun melakukan tindakan tegas terukur yang sebelumnya diberikan tembakan peringatan," Kata Dimitri.

Masih dikatakannya, berdasarkan hasil tes urine terhadap para pelaku, diketahui positif narkoba.

"Mereka (pelaku) terbukti positif menggunakan narkotika jenis sabu," Katanya.

Para pelaku dijerat dengan pasal 365 KUHP tentang tindak pencurian disertai kekerasan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Seperti diberitakan sebelumnya, kejadian kasus pencurian dengan kekerasan yang menimpa korban AK ( 37), terjadi di Jalan Arjuna Kemanggisan, Palmerah Jakarta Barat.

Saat melintas, korban yang berprofesi sebagai ojek online ini, tiba-tiba didatangi oleh 3 sepeda motor yang dikendarai 5 orang pelaku yang tidak dikenal dan langsung menghadang dan menyerang sepeda motor korban.

Salah satu pelaku mengambil kunci kontak sepeda motor korban, sedangkan pelaku yang lain mengancam korban dengan menggunakan senjata api dan golok untuk memberikan rasa takut kepada korban lalu merampas sepeda motor dan  barang-barang milik korban. (ril/apmp)

Kawasan Kota Tua Terancam Banjir, Kok Bisa ?

By On July 24, 2018



NEWSGEMAJAKARTA.COM, JAKARTA - TAMANSARI - Revitalisasi Kali Besar, kawasan Kota Tua, Tamansari, Jakarta Barat menuai kontroversi. Meski desain nampak ciamik, namun dikhawatirkan dapat menimbulkan permasalahan banjir.

Arkeolog Candrian Attahiyat menyebut fungsi Kali Besar kini berubah. Kali itu justru seperti kolam dengan tanggul setinggi dua meter pada sisi kanan dan kiri. "Fungsi Kali Besar sudah berubah. Nampak seperti kolam," kata Chandrian dikutip infonitas.com, Kamis (19/7/2018).

Dia mengkhawatirkan, kedua tanggul beton yang saat ini rampung didirikan berdampak meluapnya kali. Sehingga akan menimbulkan banjir di kawasan Kota Tua tersebut.

"Dua tanggul itu kemungkinan untuk melindungi jembatan apung atau taman apung yang berada di tengah-tengah kali. Kondisi di Kali Besar juga dangkal, banyak lumpur. Sebab ada juga pipa-pipa berukuran besar di aliran di Kali Besar. Pipa itu, pipa dari mesin penyaring air. Pasti terendam," jelasnya.

Tak hanya kawasan Kota Tua, banjir akibat revitalisasi Kali Besar juga akan berdampak hingga kawasan Glodok serta jalan di Kawasan Stasiun Jakarta Kota. Sebab, Kali Kerukut dari kawasan Asemka mengarah Kali Besar saat ini juga dalam kondisi dangkal.

"Perubahan fungsi Kali Besar itu, jadi salah satu catatan dari pihak UNESCO (United Nations Educational, Scientific, and Culutural Organization) menolak Kota Tua itu menjadi kawasan world heritage," ujarnya. 


Sebelumnya di era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama kawasan Kota Tua di ubah. Pembangunan Kali Besar direnovasi senilai Rp.77 miliar. Dana itu didapat dari CSR Sampoerna Land dengan penanggung jawab proyek Ciria Jasa. Desain Kali Besar kemudian dibuat dari tangan Budi Lim.

Kini Kali Besar memang berubah total karena telah menjadi kali penghias dan bukan lagi pengendali air. Di kali itu terdapat taman apung yang akan mengikuti debit air kali.  Hanya saja di pembangunan ini, shetpile terpasang apa adanya.

Renggang antar shetpile terlihat di beberapa sisi kali. Padahal dengan renggangnya shetpile mengacam longsor. Belum lagi persoalan tanggul. Tanggul dibuat dari beton di sisi yang mengarah ke Kali Kerukut dan yang mengarah ke muara pantai Sunda Kelapa. Belum lagi, taman apung yang dibuat di tengah aliran kali. Jika banjir, air bisa meluap ke dua sisi jalan di Kali Besar.

Di Kali Kerukut dari kawasan Asemka mengarah Kali Besar saat ini dalam kondisi dangkal. Di tempat itu juga terdapat mesin penyaring air yang mengalir ke Kali Besar menggunakan pipa.

Jika hujan turun, aliran kali praktis tidak mengalir karena terhalang tanggul dan bisa merendam mesin. Begitupun dengan di Kali Besar, debit air tidak bisa menampung karena dua sisinya terhalang tanggul Pada 2013 lalu, air di Kali Besar meluap akibat hujan deras. Dua sisi jalan (Kali Besar Barat dan Kali Besar Timur) tertutup air. Banjir hampir menutup Jembatan Kota Intan yang dibangun tahun 1630 silam.

Sebagaimana dilansir Sindonews.com, Kamis (19/7/2018) Kepala Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua, Norviadi  S Husodo menuturkan, arsitek Budi Lim adalah orang yang ditunjuk untuk mengerjakan proyek Kali Besar oleh Pemprov DKI tahun 2014. "Kalau mau jelasnya ke beliau (Budi Lim)," ujarnya.

Budi Lim saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon belum merespons. Komunitas Jakarta Heritage Trust, Robert Tambunan mengatakan, pada 2014 pernah protes terhadap desain yang dirancang Budi Lim. Revitalisasi yang dikerjakan telah menyalahi aturan cagar budaya karena merubah fungsi.

"Saya pernah menolak itu dalam pertemuan tahun 2014. Saya sudah ingatkan Kali Besar jangan diubah. Hujan 2013 saja meluap apalagi ditutup akses (dengan tanggul) seperti itu," ucapnya. (ifn/snd)

Puskesmas Tambora Luncurkan Aplikasi E-Gikur (Gizi Kurang) di Posyandu Tanah Sereal

By On July 12, 2018


NEWSGEMAJAKARTA.COM, JAKARTA - Puskesmas Kecamatan Tambora meluncurkan aplikasi e-gikur (Gizi Kurang) di Posyandu RW.05, Kelurahan Tanah Sereal, Tambora, Jakarta Barat, Rabu (11/7/2018). Apilikasi dibuat untuk memantau sekaligus melakukan intervensi bila ditemukan kasus kekurangan gizi.

“Ada sekitar 94 posyandu se-kecamatan Tambora. Melalui aplikasi ini, mereka bertugas melakukan pendataan terhadap balita di Posyandu masing-masing. Dari aplikasi ini kita bisa melihat ada sejumlah para meter yang membaca perkembangan balita, mulai dari umur, berat badan, tinggi badan, dan sebagainya,” Ujar Kepala Puskesmas Tambora, Ahrahayati W.

Dikatakan Ahrahayati, bahwa peluncuran aplikasi e-gikur ini merupakan yang pertama di wilayah DKI Jakarta. E-gikur adalah sistem aplikasi laporan dan pengendalian status gizi balita di posyandu. Aplikasi ini akan mendata para balita.

Lanjutnya, berdasarkan data yang terinput pada aplikasi ini, tim puskesmas di Tambora bisa melakukan intervensi atau tindakan bilamana terdapat balita kekurangan gizi atau kurus sekali. “Tim kesehatan akan turun langsung ke lokasi balita yang kekurangan gizi atau kurus seklai,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan, dari Puskesmas Kecamatan Tambora, wilayah Tambora terbilang rawan terhadap balita kekurangan gizi. Tahun 2016 tercatat berjumlah 76 kasus, sedangkan untuk tahun 2017 tercatat atas kasus balita kekurangan gizi sebanyak 83 kasus.

“Saya ingin melihat data gizi kurang untuk bisa ditindaklanjuti. Kalau ditangani di Posyandu, kami datang langsung. Tapi, bila tidak di posyandu, kita memiliki 10 tim Ketuk Pintu Layani dengan Hati (KLDH) yang bisa menginput dan ditindaklanjuti,” pungkasnya.

Wali Kota Jakbar Halal Bihalal dengan Forum Kerukunan Umat Baragama

By On July 12, 2018

NEWSGEMAJAKARTA.COM, JAKARTA - Wali Kota Jakarta Barat, Rustam Effendi, bersama dengan pejabat lurah dan camat serta pimpinan unit kerja perangkat daerah (UKPD), Selasa (10/7), menggelar halal bihalal dengan pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jakarta Barat.

Dalam kesempatan itu, Rustam meminta FKUB Jakarta Barat mematangkan konsep kampung kerukunan agar program tersebut dapat ditularkan ke wilayah lain. 
"Saya apresiasi adanya kampung kerukunan. Saya ingin lebih terkonsep teknik pelaksanaan dan penerapannya. Sehingga nanti bisa ditularkan kepada kampung-kampung yang lain," ujar Rustam. 
Untuk mematangkan konsep kampung kerukunan ini, lanjut Rustam, pengurus FKUB dapat bekerja sama dengan pejabat wilayah, seperti lurah dan camat. 
"Saya harap lurah dan camat  dapat berkolaborasi dengan semua pihak, termasuk FKUB untuk merespons segala kebutuhan masyarakat dengan cepat," tuturnya.
Selain pengurus FKUB dan jajaran pemerintahan kota Jakarta Barat, acara ini juga dihadiri Kapolres Jakarta Barat, Kombes Pol Hengky Haryadi, serta perwakilan Forum Komunikasi Pimpinan Kota (Forkopimko) lainnya. 

Camat Tambora Djaharuddin Hadiri Acara Bukber Bersama Dhuafa di Rusanawa Tambora

By On May 22, 2018

NEWSGEMAJAKARTA.COM, - JAKARTA - DKI Jakarta tersohor sebagai kota terpadat di Indonesia, dan Kecamatan Tambora adalah salah satu kecamatan yang memberikan sumbangsih dalam kepadatan penduduk se Asia. Tercatat sekitar lebih dari 96 ribu jiwa menghuni wilayah tersebut. Dari 11 Kelurahan membuat Tambora merupakan kawasan yang padat penduduk.

“Wilayah Tambora merupakan daerah rawan kebakaran, hal ini dilihat dari lokasi yang padat penduduk, bangunan semi permanen hingga sulitnya mencari sumber air untuk pemadam, sehingga setiap tahun tidak tertutup kemungkinan akan selalu terjadi kebakaran,” ujar Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi, Imam Rulyawan, di Angke Jaya, Rusunawa Tambora, RT.009/011, Kelurahan Angke, Tambora, Jakarta Barat. Selasa (22/5/2018).

Dikatakan Imam, bahwa acara bukber yang berlangsung di Rusunawa Tambora ini merupakan program kolaborasi Dompet Dhuafa bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada bulan Ramadhan 1439 H/2018, yang juga langkah awal kami menginjak di usia 25 Tahun Dompet Dhuafa membentang kebaikan.


Acara yang dihelat di Angke Jaya Raya , Rusunawa Tambora , RT.009/011, Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Selasa (22/5/2018). Dihadiri oleh Walikota Jakarta Barat, HM.Anas Efendi, Camat Tambora, Djaharuddin, Lurah Angke, M,Dirhamsyah, Para Ketua RT, Ketua RW.011, Ilan Sukarlan (Belong) Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, juga warga sekitar Rumah Susun Sewa Tambora, Jakarta Barat.
 

“Buka bersama melibatkan masyarakat dengan lokasi di Rusunawa Tambora ini merupakan daerah terpadat serta sering terjadinya bencana kebakaran setiap tahunnya, maka lokasi ini memang tepat untuk program bukber,” ucap Imam Rulyawan kepada Wartawan GMN Pewarta Tambora

Lanjut Imam, melalui gerakan #25thnmembentangkebaikan Dompet Dhuafa bersama Pemprov DKI Jakarta untuk terus mengajak masyarakat dhuafa menjadi lebih berdaya, dan hal buka bersdama di 223 RW diharapkan masyarakat dhuafa dapat terbantu secara ekonomi.

“Tidak hanya diisi oleh Buka Bersama. Dompet Dhuafa juga menggelar dongeng ceria bersama Dik Doank, alalu bersama Chef Kungfu Muto dengan emnghidangkan menu buka bersama bagi penerima manfaat acar buka bareng ini melibatkan relawan yang terketuk hatinya untuk ikut berkontribusi,” tutup Imam Rulyawan.

Selain menyasar wilayah Tambora. Dompet Dhuafa juga akan bergerak terus untuk mengajak masyarakat dhuafa di wilayah DKI Jakarta dalam rangka buka bersama dengan adanya buka bersama diharapkan tidak ada masyarakat dhuafa yang kelaparan maupun kekurangan gizi di bulan Ramadhan 1439 H. Dompet Dhuafa terus mengajak para donatur maupun perusahaan-perusahaan untuk bekerjasama dalam membantu program ini untuk tersu berlangsung selama ramadhan 2018.

Sebagaimana diketahui, dalam bukber 223 RW se-Jakarta, pihak penyelenggara telah menyiapkan enam wilayah. Jakarta Utara di dapur umum Pademangan di Masjid At Taubah Jalan Budi Mulia Raya RT 014/ RW 10, Pademangan Barat, dan di Jalan Warakas 3 Gang 15 nomor 3 RT 002/ RW 014 kelurahan Warakas kecamatan Tanjung Priok.

Selanjutnya, untuk Jakarta Timur di Jalan Tanah Rendah RT 07/ RW 07 Kampung Melayu, dan di Musholla At Taqwa, di Jalan Kebon Pala RT 12/ RW 04. Untuk Jakarta Selatan di Jalan Wijaya 1 Pck nomor 49 RT 10 / RW 05 Kelurahan Petogogan Kecamatan Kebayoran Baru. Untuk Jakarta Pusat di Masjid Al Islam, Jalan Petamburan II RT 12 / RW 03.

Kemudian untuk Jakarta Barat di Jalan Sawah Lio X RT 10 RW 05 nomor 39, Jembatan Lima, Tambora. Terakhir di wilayah Kepulauan Seribu, di Majlis talim Durrotun Nasihin, Pulau Pramuka, Kelurahan Pulau Panggang atau Karang taruna pulau Panggang, masjid an Nikmah Pulau Panggang.

Dompet Dhuafa sendiri merupakan lembaga nirlaba milik masyarakat indonesia yang berkhidmat mengangkat harkat sosial kemanusiaan kaum dhuafa dengan dana Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf (ZISWAF), serta dana lainnya yang halal dan legal, dari perorangan, kelompok, perusahaan atau lembaga. Selama 25 tahun, Dompet Dhuafa telah memberikan kontribusi layanan bagi perkembangan ummat dalam bidang sosial, kesehatan, ekonomi, dan kebencanaan serta CSR. (TIM GMN)

Editor : Heri Tambora

Apel Siaga Pekojan Jelang Ramadhan dan Cipta Kondusif Wilayah Pekojan

By On May 16, 2018

NEWSGEMAJAKARTA.COM, JAKARTA - Lurah Pekojan Tri Prasetyo Utomo, tengah memimpin apel siaga jelang Ramadhan dan cipta kondusif wilayah pekojan, bertempat di halaman Kantor Kelurahan Pekojan, Tambora, Jakarta Barat. Rabu (16/5/2018). Apel diikuti oleh seluruh staff jajaran, RT/RW, PKK, FKDM, juga PPSU.

Lurah Tri Prasetyo Utomo menyampaikan, bahwa apel siaga yang dilaksanakan ini adalah selain menyambut bulan suci ramadhan 1439 H, tentunya juga satu upaya dalam mengimplementasikan instruksi Gubernur DKI Jakarta terkait dengan maraknya aksi dan isu bom di persada nusantara tercinta ini.

“Apel ini tentunya dalam upaya pemberdayaan masyarakat bersama 3 pilar Kelurahan Pekojan bersama stake holder wilayah yang ada di 12 RW dan 144 RT sekelurahan Pekojan, dengan dilanjut silaturahmi menjalin kebersamaan untuk menjaga wilayah terhadap situasi dan kondisi yang berkembang untuk menciptakan rasa aman dan nyaman di lingkungan masyarakat Kelurahan Pekojan,” ujar Lurah Tri.

Lurah Pekojan juga mengatakan, adapun sistem pengamanan dan ketertiban dengan menggerakkan seluruh potensi masyarakat bersama 3 Pilar Pekojan mengoptimalkan pengawasan dan pengendalian terhadap warga masyarakat melalui kamtibmas.

Lanjutnya, diwilayah masing-masing agar buka mata dan buka telinga dengan komunikasi sekecil apapun gejala ataupun indikasi yang dirasa menimbulkan ketidak nyamanan atau gangguan di lingkungan masyarakat kelurahan Pekojan.

“Adapun kesepakatan dalam apel seluruh stake holder bersama 3 Pilar untuk Memperhatikan keluar masuknya warga pendatang dan penghuni kontrakan maupun kos-kosan serta aktifitas usaha yang ada di lingkungan pemukiman kelurahan Pekojan Tambora Jakarta Barat,” pungkasnya.

Di Acara Festival Kampoeng Laksa, Camat Tambora Sampaikan Apresiasi

By On May 16, 2018

NEWSGEMAJAKARTA.COM, JAKARTA – Camat Tambora Djaharuddin memberikan apresiasi atas terselengaranya acara Festival Kampoeng Laksa yang digelar di seputaran Jalan Laksa 4/5, Kelurahan Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat. Minggu (13/5/2018). Secara resmi acara dibuka oleh Camat Tambora Djaharuddin

"Dengan mengucapkan bismillahirohmannirrohim, festival ini secara resmi saya buka," ujar Camat, disambut tepukan tangan para hadirin, di antaranya Lurah Jembatan Lima, Kesbang Walikota Jakarta Barat,  Perwakilan dari Unit Pengelolaan Kota Tua, RW setempat, H. Sudarto, Calon Senator DKI Jakarta dan tokoh masyarakat.

Camat dalam sambutannya memberikan apresiasi Festival Kampoeng Laksa, meski berjalan dengan sederhana.  "Saya kagum kepada panitia dapat melaksanakan festival ini dengan segala keterbatasannya," jelas Camat, menyebut  Karang Taruna yang bekerja all out hingga festival dapat berjalan.

Bahkan ke depan, Camat berjanji festival ini akan dilaksanakan secara rutin, lebih meriah dan menarik. "Apalagi kampung ini, asal muasal Laksa yang sangat terkenal sebagai makanan khas budaya Betawi," tuturnya.

Apalagi, kawasan Jembatan Lima menjadi sub bagian dari destinasi wisata Kota Tua, sehingga keberadaan festival ini sangat menarik. "Lewat kuliner budaya Betawi maupun heritage yang ada di sini, dapat meningkatkan potensi wisata Kota Tua," tambah Camat.

Di festival ini, dijajakan makanan khas laksa seperti laksa betawi, soto betawi, dadar gule dan juga ada kue dongkal, ongol-ongol dan kuliner lainnya. Lalu cindera mata berupa miniatur ondel-ondel, minuman segar dan busana-busana khas Betawi.

Selain itu ditampilkan beberapa pentas seni, seperti pencak silat  baik palang pintu saat menyambut undangan, jurus-jurus tertentu yang menjadi khas silat betawi, shalawatan dan lenong Fatimeh yang ditampilkan Karang Taruna Kampung Krendang, Jakarta Barat.

"Ada tiga S ciri orang Betawi, yaitu sholat, shalawatan dan silat. Kalau tidak 3 S, bukan orang Betawi," ungkap H. Arief, ustad yang juga salah satu tokoh masyarakat kawasan Kota Tua. (rls/rofiq)