Berita Terbaru

Kategori

Langganan Berita

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Warga Medan Deklarasi Dukungan Pada Anies Baswedan Maju Pilpres 2019

By On April 20, 2018

NEWSGEMAJAKARTA.COM, JAKARTA - Puluhan warga Medan yang mengatasnamakan diri sebagai Rakyat Medan Mendukung Anies Baswedan (RAMEN) tengah mndeklarasikan dukungan kepada Anies Baswedan untuk maju menjadi calon Presiden (Capres) 2019 di depan Monumen Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja XII, Kamis (19/4/2018) malam. Mereka menilai Anies Baswedan layak maju menjadi Capres 2019 dengan karakter kepemimpinan yang dimiliki Anies Baswedan.

RAMEN sendiri adalah gabungan beberapa koordinator dari berbagai unsur elemen warga Medan seperti Paguyuban Becak Motor (Betor), Forum Komunikasi Mahasiswa Medan Bersatu (Forkom MMB), Komite Rakyat Miskin Medan (KRMM) dan Persatuan Pemuda Demokrasi Rakyat (PPDR).

Juru bicara RAMEN, Idris Sardi mengatakan bahwa sosok Anies Baswedan adalah figur yang tepat utuk melanjutkan estafet kepemimpinan nasional. Dengan sosok yang santun, cerdas dan berkarakter gerakan Anies Baswedan adalah tokoh yang dapat diterima oleh semua golongan. Apalagi saat ini ditengah kondisi bangsa Indonesia yang masih belum juga bisa keluar dari krisis multi dimensi sehingga kesejahteraan rakyat semakin jauh dari harapan.

“Kami warga Medan sudah muak dengan sinetron politikyang selama ini dilakukan oleh tokoh tokoh nasional. Kami butuh figur yang bukan hanya cerdas dan santun tapi juga memiliki integritas yang tinggi terhadap problem sosial bangsa ini. Dan lewat Anies Baswedanlah harapan itu ada. Apalagi beliau dalam setiap pidatonya selalu mengatakan bagaimana saatnya keadilan sosial itu terwujud. Dan kami ingin bersama sama Anies Baswedan untuk ikut mewujudkan keadilan sosial itu” seru Idris Sardi dalam keterangan persnya ditengah-tengah acara.

Dikatakan Idris, kebijakan Anies Baswedan di DKI telah terbukti banyak berpihak kepada rakyat kecil. Mulai dari pedagang kaki lima sampai rakyat digang gang kecil yang tidak luput dari perhatian Anies Baswedan yaitu dengan menghidupkan kembali becak untuk transportasi di pemukiman penduduk yang jauh dari jangkauan angkutan umum. “Itu semua adalah bagian dari bagaimana mewujudkan keadilan sosial dan bukti bahwa apa yang dilakukan Anies adalah bentuk nyata pembeaannya kepada rakyat kecil.” Tandasnya.

Selain deklarasi dukungan terhadap Anies Baswedan untuk maaju sebagai capres 2019, RAMEN juga mengklaim telah mendirikan posko dukungan terhadap Anies Baswedan di Jl. Bersama Gg. Swadaya No.15 Kel. Banten Kec. Medan Tembung Medan Sumatwra Utara. Posko inilah yang nantinya akan terus menggalang dukungan dari warga Medan untuk pencapresan Anies Baswedan sebaagai presiden 2019. (rel)

Pemprov DKI Jakarta Resmi Tutup Diskotik Exotic

By On April 19, 2018

NEWSGEMAJAKARTA.COM, JAKARTA - Diskotek Exotic yang beralamat di Jalan Pangeran Jayakarta Dalam Nomor 72A Komplek Mangga Besar Permai, Mangga Dua Selatan, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Akhirnya, resmi ditutup oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kamis (19/4/2018).

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan penutupan Diskotik Exotic lantaran adanya pengunjung bernama Sudirman, 47 tahun, ditemukan tewas di tempat hiburan malam itu pada senin (2/4/2018). Pria itu diduga tewas akibat oversdosis narkoba.

Pantauan Tim GMN,  tampak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerjunkan puluhan personil Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) yang kesemuanya perempuan. Sedangkan salah seorang petugas Satpol PP tengah memasang poster pengumuman bahwa tempat itu sudah resmi ditutup.

"Barang siapa yang melakukan pengrusakan dan pelanggaran atas pengumuman ini akan dituntut sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Demikian agar diperhatikan dan ditaati sepenuhnya," demikian kutipan dalam poster itu yang ditempelkan pada tembok depan bangunan Exotic.

Sebelumnya, Pemrov DKI Jakarta resmi mencabut tanda daftar usaha pariwisata (TDUP) Diskotek Exotic. Pencabutan dilakukan melalui surat keputusan dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM-PTSP) DKI Jakarta yang bernomor 3262/-1.858.25 tentang Pemberitahuan terkait TDUP.

Surat itu ditandatangani oleh Kepala Dinas PM-PTSP DKI Jakarta Edy Junaedi pada 12 April. Ia mengatakan, pencabutan izin dilakukan atas rekomendasi dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta. (Rel)

Bang Japar Kemayoran Bersama MKB Tolak Keras Acara DWP

By On December 14, 2017


NEWSGEMAJAKARTA.COM, Jakarta - Elemen masyarakat Kemayoran kembali melakukan aspirasinya terkait rencana acara Djakarta Warehouse Project (DWP) di JI-Expo Kemayoran pada 15-16 Desember 2017 mendatang.
Jika sebelumnya mereka pada Senin (11/12/2017) lalu untuk menyampaikan aspirasi penolakannya dengan mengirimkan surat, namun hari ini Kamis (14/12/2017) elemen yang menamakan dirinya Muslim Kemayoran Bersatu (MKB) melakukan aksi demo damai dengan mendatangi kantor Gubernur DKI Jakarta di Balaikota.
Kordinator aksi, Ust. H.M. Furqon, S.Hi mengatakan, bahwa aksi demo ini adalah kelanjutan dari aksi sebelumnya. Dimana sebelumnya, perwakilan MKB sudah mendatangi pihak Gubernur dengan melayangkan surat namun belum ada respon atau jawaban.

“Jadi aksi demo hari ini adalah kelanjutan dari belum dijawabnya surat kami ke Gubernur Anies pada Senin lalu di Balaikota,” kata Ust Furqon.
Sekitar jam 11.00 WIB, perwakilan massa aksi dari MKB akhirnya diterima pihak Gubernur yang diwakili oleh Kabid PTSP DKI Jakarta, Ricki Marojahan Mulia dan Kasubid Pemantauan dan Penanganan Konflik Sosial Kesbangpol, Sosial RD Sony Triwibawa.
Dalam pertemuan tersebut pihak Kabid PTSP DKI Jakarta, Ricki Marojahan Mulia menyatakan bahwa izin acara DWP tersebut belum turun atau keluar.
“Berhubung surat izin belum turun, maka kami minta acara DWP tidak diberikan izin dan dibatalkan saja,” tegas Ust. Furqon selaku kordinator aksi.
Setelah melakukan aksi didepan kantor Gubernur, massa lanjut pindah ke lokasi rencana acara DWP yang berlokasi di Jiexpo Kemayoran
Acara DWP Tidak Cerminkan Budaya Bangsa Indonesia
Seperti diberitakan sebelumnya, gabungan elemen masyarakat Kemayoran yang menamakan dirinya Muslim Kemayoran Bersatu (MKB) dan tergabung didalamnya beberapa ormas, antaralain FPI Kemayoran, Laskar Pembela Islan, Forkabi, Tim Boncos, Bang Japar Indonesia dan Kemayoran Bergerak mengirimkan surat ke beberapa isntansi terkait, diantaranya langsung ditujukan kepada Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta.
Irfan Surachman selaku Ketua MKB dan Ust.H.M. Furqon, S.Hi dari Ketua Dewan Hisbah FPI kemayoran menyampaikan, bahwa dikarenakan Gubernur Anies sedang tidak berada di Balaikota karena ada acara di Jakarta Selatan, maka MKB menyampaikan surat pernyataan sikapnya kepada staf Gubernur.
“Kami masyarakat Muslim Kemayoran Bersatu (MKB) menyatakan sikap bahwa acara Djakarta Warehouse Project (DWP) harus dibatalkan. Karena kegiatan tersebut tidak sesuai dengan norma agama dan budaya Indonesia,” kata Ust. Furqon dalam membacakan isi surat penyataannya.
Lanjutnya, selain itu kegiatan DWP juga dapat merusak moral anak bangsa dan tidak mencerminkan NKRI.
“Kami membawa pernyataan sikap tertulis dari seluruh elemen masyarakat Kemayoran. Dan kami meminta agar Gubernur Anies secepatnya membatalkan acara tersebut. Jika Gubernur tidak membatalkannya, maka kami akan melakukan aksi demo besar-besaran di lokasi,” tegas Ust.Furqon.
Pernyataan sikap yang telah disampaikan oleh perwakilan MKB, disambut hangat oleh Gubernur DKI Jakarta dengan rencana mengundang para perwakilan Ormas tersebut di Balaikota.

Setelah dari kantor Gubernur, perwakilan MKB melanjutkan audensinya ke kantor DPRD DKI Jakarta, Polda Metro Jaya dan smua instansi terkait. (djp-in/red)

DPP Taruna Merah Putih Gelar Diskusi Kebangsaan ke Enam

By On December 08, 2017


NEWSGEMAJAKARTA.COM, Jakarta - DPP Taruna Merah Putih kembali menggelar Diskusi Kebangsaan yang ke enam di Sekretariat Pusat DPP, Gondangdia, Jakarta Pusat, Kamis, (7/12/2017). Hadir dalam Diskusi tersebut Ketua DPD Taruna Merah Putih Kalbar Karolina Margret Natasa yang juga sekaligus menjabat sebagai Bupati Landak Kalbar.

Adapun sebagai pembicara diskusi kebangsaan dibawakan oleh Reni Suwarso pengamat dari Universitas Indonesia dan Sonya H. Sinombor wartawan senior. Sekitar seratusan peserta yang sebagian besar perempuan semakin menambah semaraknya suasana.

Diakui bahwa keterwakilan 30 persen perempuan di legislatif masih memerlukan perjuangan yang panjang dan perempuan harus berbuat lebih baik serta berkomitmen guna memperjuangkan masyarakat yang adil dan lebih sejahtera dalam politik walaupun di lain pihak.

“politik itu boros waktu, tenaga dan bahkan uang, sehingga waktu buat anak maupun keluarga menjadi berkurang dan ini menjadi tantangan tersendiri bagi perempuan," tutur Karolina M Natasa.

Menurut Karolina yang pernah menjadi Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan ini menyampaikan, bahwa metode terbaik apabila perempuan mau berpolitik atau terjun ke bidang legislatif adalah manfaatkanlah posisi perempuan dengan baik, lalu selalu bertatap muka dengan masyarakat atau konstituen dan jangan berhenti untuk terus belajar.


"Agar kepentingan perempuan lebih terakomodir maka kita harus bekerjasama dengan laki-laki karena ini berbicara tentang kepentingan yang terintegrasi walaupun kritikan dari kalangan perempuan sendiri kadang lebih pedas dan tragis, sementara komitmen terhadap pemberdayaan perempuan memang memerlukan perhatian kita semuanya," pungkasnya.(fri-in/red)

Ikuti Lombanya dan Menangkan Uang 135 Juta Melalui Kontek Kreatif

By On November 15, 2017

NEWSGEMAJAKARTA.COM, Jakarta - Kita harus menyadari betul betapa perkembangan teknologi informasi memungkinkan suatu hal bisa dengan cepat menyebar dan menjadi populer di masyarakat. Dari situ muncul adanya peluang memasarkan potensi pariwisata Jakarta melalui konten kreatif.

Demikian ungkap Hari Wibowo, Kepala Bidang Destinasi dan Pemasaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemprov DKI Jakarta, saat mengadakan Gathering di Museum Joang 45, Jalan Menteng Raya No.31, Jakarta Pusat. Selasa (14/11/20170.). Dalam acara Gathering tersebut juga dihadiri Jujuk Margono, selaku Pegiat Media Sosial dan Oddie Randa, Pegiat dan pelaku Media Sosial.

Dikatakan Hari, bagi generasi milenial yang gemar berkreasi menciptakan konten kreatif dalam bentuk blog, Vlog dan foto dapat mengikuti "Jakarta Museum on Social Media Competition" dan dapat berkesempatan meraih total hadiah sebesar Rp.135 juta.

“Peserta bebas menuangkan ide dan kreatifitasnya seputar harapan tentang museum-museum yang ada di Jakarta sesuai kategori yang di lombakan, Periode lomba ini berlangsung pada (16 Oktober - 26 November 2017) dan pemenang akan di umumkan pada awal bulan Desember 2017.” Ungkapnya.

Menurut Hari, Hal ini bertujuan dalam rangka mendekatkan museum sebagai ruang public edukasi dan objek wisata kepada anak muda. Maka Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta mengadakan kompetisi media sosial bertema “Gue, Pengen Museum di Jakarta Jadi...”.

“Semakin banyak museum yang di tampilkan di Blog akan menjadi nilai tambah penilaian, tuangkan pandangan, ulasan dan reportase ke dalam  Blog maksimal 800 kata, penambahan foto dan ilustrasi sesuai dengan tulisan.” Ujarnya.

Sementara untuk fotografi sertakan foto yang di ambil menggunakan kamera digital ( DSLR, pocket, mirrorless) atau smartphone dengan ukuran foto tidak melebihi 3 MB. “Karya yang di tampilkan bersifat orisinil dan terbaru belum pernah di publikasikan dan belum pernah memenangkan lomba sejenis.” Terangnya

Masih kata Hari, dalam setiap karya harus sesuai dengan norma sosial dan tidak mengandung unsur kekerasan, politik, pornografi, SARA dan tidak melanggar hukum yang berlaku.

Lebih jauh Hari menjelaskan, dalam setiap karya yang dilombakan, setiap peserta harus melakukan registrasi dan mendaftarkan karyanya ke www.jakarta-tourism.go.id/jakmuseum dan Peserta wajib menyertakan tag #enjoyjakmuseum, dan #jakartatourism.


Selain mendaftar di website hasil lomba di kirimkan juga melalui E-mail: jakmuseum@jakarta.go.id untuk kategori fotografi, peserta juga harus mengirim CD kepada panitia penyelenggara dengan menyertakan nama, alamat email dan nomor telepon yang bisa di hubungi. Untuk info selengkapnya peserta dapat mengunjungi http://jakarta-tourism.go.id/jakmuseum/

Diskriminasi Dan kekerasan Terhadap Jurnalis Adalah Bentuk Kejahatan Kemanusiaan

By On November 14, 2017

Ozzi Sulaiman S, Sekjen Majelis Pers
NEWSGEMAJAKARTA.COM, Jakarta - Berbagai kebijakan dewan pers yang tidak sejalan dengan kemerdekaan pers telah membawa perubahan pers Indonesia terkatung – katung, sehingga muncul kekuatan diluar dari konteks product etika dan tidak berfungsinya UU Pers 40/1999, meski dikatakannya, bahwa UU Pers yang dirancang oleh Majelis Pers Independent bersama 27 organisasi pers Nasional saat itu masih terdapat banyak kekurangan.

Demikian ungkap Ozzi Sulaiman S, selaku Sekjen Majelis Pers melalui siaran pers nya dikantor Sekretariat Bersama Majelis Pers, Jl.Kebon Sirih Gedung Dewan Pers Lt.5 di Jakarta, Senin (13/11), yang didampingi para ketua maupun utusan dari para organisasi pers lainnya, yakni; KWRI, AWDI, FPII, KO-WAPPI, MPN, Serikat Pewarta, PERWAPI, IWARI, KEWADI, AWI, AWPI, PWRI, PKWRI, SPRI, IMOJI, AKRINDO.

Dikatakan Ozzi, dalam satu minggu, tindak kekerasan terhadap wartawan terus terjadi. Setelah Dewan Pers membelenggu fungsi jurnalis dengan berbagai bentuk selebaran pengumuman di institusi kepolisian, maupun di pemerintahan tentang ‘Media – media yang tidak masuk verifikasi dewan pers tidak diperkenan mengikuti kegiatan’ hal ini mendorong protes keras dari berbagai media, organisasi pers maupun insan pers se Indonesia.

“Sedikitnya dalam minggu ini lebih dari 5 kejadian tindak kekerasan terhadap wartawan, setelah di Jawa Tengah, Banten, Jawa Timur, Papua dan hari ini di Medan. Entah besok atau lusa kejadian apalagi yang menimpa teman – teman wartawan, dan ini harus segera disikapi dengan cepat dan harus di STOP tindakan kriminalisasi terhadap wartawan, karena diskriminasi dan kekerasan terhadap wartawan adalah bentuk kejahatan kemanusiaan.” Tegas Ozzi.

Hal inilah yang membuat Ozzi geram hingga bersama kawan-kawan organisasi Pers bersama duduk bareng untuk menyelesaikan berbagai sengketa pers. “Jangan jadikan pers sebagai tumbal dari kebijakan – kebijakan yang ngawur.” Ucap Ozzi.

Dalam siaran persnya, rentetan peristiwa terjadinya kekerasan wartawan, pengancaman serta pengekangan terhadap wartawan karena adanya diskriminasi awal dari dewan pers yang dalam pernyataan tertulis maupun lisan dengan memverifikasi media-media.

“Kami akan ambil langkah konkrit dan ambil sikap tegas, jika perlu kami akan meminta Kapolri, Panglima TNI dan Dewan Pers untuk membicarakan hal ini yang memang sangat krusial bagi kemerdekaan pers.” Paparnya.

Kebijakan – kebijakan yang dikeluarkan oleh dewan pers harus segera ditarik, karena tidak melalui kajian bersama para organisasi pers nasional, pakar etik dan para pakar hukum tentang pers. Dikatakannya, ada lebih dari 50 organisasi pers berlegalitas hukum yang SAH dan itu mutlak menjadi bagian dari penentu kebijakan.


“Majelis Pers akan terus berjuang untuk kembalikan kemerdekaan pers, kami berharap teman – teman pers, para ketua organisasi pers, serta para pemilik media harus bersatu dan memperjuangkan hal yang sama.” Pungkas Ozzi mengakhiri siaran persnya. (rls/her)

Majelis Ta'lim Al-Ijtima Berikan Santunan Untuk 100 Anak Yatim.

By On October 01, 2017

Jakarta, Gema Jakarta - Dalam rangka memperingati 10 Muharram 1439 Hijriah, Majelis Ta'lim Al Ijtima mengadakan berbagi kasih santunan untuk 100 anak yatim piatu, bertempat di RT.09/01, Kelurahan Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (30/9/2017) Bada Isya.

Ketua Umum Barisan Penegak Trisakti Bela Bangsa (Banteng Indonesia) I Ketut Guna Artha. Disamping menjelaskan sekilas tentang ormas Banteng Indonesia kehadiran Banteng Indonesia ditengah acara Majlis Taklim ini merupakan komitmen kebangsaan untuk membangun Ukuwah Wataniah, persaudaraan kemanusiaan sebagai anak bangsa ditengah derasnya informasi media sosial yang berpotensi mengancam persatuan sebagai sebuah bangsa.

"Merupakan kehormatan bagi saya berada ditengah-tengah Kyai, Ustad dan warga Majlis Taklim untuk diberi kesempatan membangun persaudaraan karena kita tak pernah meminta lahir sebagai suku bangsa dan agama yg berbeda-beda.


Ketika berbicara tentang nilai kemanusiaan maka tak ada batasan sekat untuk kita saling berbagi utamanya adalah kemuliaan untuk peduli terhadap anak yatim. Ini adalah bentuk kepedulian Banteng Indonesia bersama Majlis Taklim Al Ijtima untuk rakyat Marhaen dalam hal ini anak yatim. Semoga anak2 kita ini menjadi generasi penerus bangsa yang dijauhkan dari pengaruh Narkoba"

Acara yang digelar pukul 19:30 WIB hingga pukul 23.30 WIB berlangsung khidmat dan penuh keceriaan, dengan dihadiri oleh H. Bambang Hutoyo mewakili Ketua RW.01, Ketua Ahmad Subandi  DPD DKI Jakarta Benteng Indonesia, KH, TB Salim idrus  serta para pengurus RT 009 RW 01, Tokoh Agama, juga Tokoh Masyarakat, serta warga sekitar.

Adapun penerima santunan terdiri dari 100 orang yatim piatu, dengan diawali, yang kemudian sambutan oleh Ketua Majelis Ta'lim Al Ijtima, Ketua DPD DKI JAKARTA. Ahamd subandi, Suryanti Sari Arum, Lia,h BANSER, ANSOR JAKARTA PUSAT. kemudian Wakabid Darsuli BANTENG INDONESIA DPD DKI JAKARTA, selanjutnya terakhir Tausiyah disampaikan oleh KH Tubagus Salim idrus dan sekaligus penutup Doa. (Her/Rul/rls)