Berita Terbaru

Kategori

Langganan Berita

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Dukung Ryan Rahman Jurnalis Tv One Korban Teror Di Pekanbaru

By On May 20, 2018

NEWSGEMAJAKARTA.COM, JAKARTA - Puluhan jurnalis dari berbagai media masa menggelar aksi simpatik, doa bersama, pembacaan puisi dan solat gaib bersama di depan Markas Polda Metro Jaya, Ahad malam (20/05/2018). Masa memberikan dukungan pada keluarga korban terorisme di berbagai daerah terutama pada Ryan Rahman Jurnalis salah satu media tv nasional di Pekanbaru Provinsi Riau

Iskandar Koordinator aksi Solidaritas Untuk Jurnalis Korban Teror Pekanbaru (Solinas - KTP) mengatakan, terorisme adalah musuh semua agama, musuh kemanusiaan dan musuh peradaban. Para pelaku teror dengan alasan apapun, motif apapun adalah tindakan di luar perikemanusian,

“Tak ada satupun ajaran agama yang membenarkan tindakan teror, membunuh orang tak berdosa yang tak ada kaitan apapun dengan konflik dan perang di dunia internasional,” tegas Iskandar saat di depan Markas Polda Metro Jaya.


Ia juga mengatakan, sebagai jurnalis yang merupakan bagian dari warga negara serta tiang keempat demokrasi. Kami mengecam keras, mengutuk tindakan para pelaku teror yang telah menebar ketakutan, membunuh tanpa kenal ampun di berbagai wilayah di Indonesia mulai Jakarta, Surabaya dan terutama korban saudara seperjuangan kami Ryan Rahman, wartawan TV One di Pekanbaru Provinsi Riau pada Rabu 16 Mei 2018 lalu.

“Kami ingin menyampaikan pesan kepada para teroris bahwa kami para jurnalis sebagai bagian rakyat Indonesia, #KamiTidakTakut akan tindakan teror yang kalian lakukan. Kami tidak akan berhenti takut dan akan terus menyiarkan berita kepada publik bahwa tindakan kalian para teroris adalah tindakan biadab, musuh semua rakyat, musuh kemanusiaan, apapun latar belakang dan agamanya,”bebernya.

Dalam aksinya, puluhan jurnalis tengah melakukan Aksi simpatiknya dengan pembakaran lilin, pembacaan puisi, doa dan dukungan pada jurnalis Ryan Rahman dari Solidaritas Untuk Jurnalis Korban Teror Pekanbaru (Solinas - KTP) menyampaikan sikap sebagai berikut.

Adapun pesan aksi simpatik yang disampaikan puluhan jurnalis melalui Koordinator Aksi Iskandar, diantaranya adalah :

1. Awak media/Jurnalis agar tidak usah takut untuk terus memberitakan tindakan teror sebagai musuh semua agama, musuh kemanusian & musuh peradaban.#JurnalisTidakTakut.

2. Memberi dukungan penuh pada Ryan Rahman agar segera pulih kembali dan terus berkiprah sebagai jurnalis.

3. Mendesak aparat keamanan & penegak hukum (TNI/Polri) agar segera membasmi para pelaku teror sampai ke akar-akarnya.

Bahrullah Akbar : Fungsi Pers dan BPK Sama, Kendati Ranah Berbeda

By On March 02, 2018

NEWSGEMAJAKARTA.COM, JAKARTA - Pers dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memiliki fungsi yang sama sebagai alat kontrol, kendati keduanya di ranah yang berbeda.

"Kontrol yang diberikan pers sangat luas ke pelbagai sendi kehidupan bangsa, sedang BPK, hanya mengawasi anggaran," ujar DR. Bahrullah Akbar saat menerima kunjungan silaturahmi Ketua Umum Ikatan Penulis dan  Jurnalis (IPJI) Taufiq Rachman SH S.Sos dan Sekretaris Jenderal Ikatan Media Online (IMO) Indonesia , Nasir Umar, kemarin siang, 1/3/2018, di ruang kerjanya, Gedung BPK.

Dalam silaturahmi tersebut, Taufiq melaporkan tentang perkembangan IMO-Indonesia pasca deklarasi 27 Oktober 2017 lalu.

"Alhamdulillah sekarang Dewan Penasehatnya Pak Wiranto, Menko Polhukam," ungkap Taufiq, disambut anggukan kepala Bahrullah Akbar.

Pemerhati TI
Kepada tamunya, Taufiq, Nasir dan Lian Lubis dari Jurnalis IMO, Bahrullah menyebut dirinya saat deklarasi sekaligus Keynote speaker ketika itu sebagai pemerhati Teknologi Informasi (TI), bukan kapasitas Wakil Ketua BPK.

"Jadi, aturan mainnya seperti itu," tegas Bahrullah, menggambarkan TI merasuk ke pelbagai bidang kehidupan, khususnya bisnis berbasis aplikasi.

Bahrul mencontohkan ojek maupun car online, sesuatu yang tak terbayangkan sebelumnya. "Suka atau tidak suka, ojek online memanjakan penumpang. Mereka menjemput penumpang di rumah," tutur Bahrul.

Begitupun supermarket online, menjajakan semua produk, dari mulai kecantikan, fashion, elektronik, peralatan rumah tangga dan sebagainya. "Bahkan aplikasi ke depan membuat bank akan sepi. Semua transaksi lewat android. Orang malas ke bank," katanya tertawa.

Jadi, menurutnya, TI sesuatu yang tidak bisa ditolak, termasuk maraknya media online yang tidak di batasi ruang dan waktu durasinya. "Kapan dan di manapun kita bisa mengaksesnya," jelasnya, seraya menyambut gembira adanya divisi multimedia di IPJI, yang digawangi ole Rudi Sembiring.

Fungsi Kontrol
Menurut Bahrul, sekalipun informasi disajikan lewat dunia maya, media online tetaplah bagian dari pers, yang salah satunya fungsi kontrol.

"Jika  dilihat dari fungsinya, maka pers dan BPK punya peran sama dalam ranah yang berbeda," tuturnya. Hanya saja, BPK dibatasi pada bidang anggaran yang tertera di APBN. Sementara jangkauan pers luas, termasuk penggunaan anggaran dalam pembangunan.

Karena itu, adakalanya informasi dari pers bisa menjadi petunjuk maupun  tentang penyalagunaan anggaran suatu pembangunan.

Atau sebaliknya, BPK memberikan pncerahan kepada wartawan soal anggaran, pengawasan dan audit. "Di Humas kita suka lakukan itu kepada wartawan," jelas Bahrullah.

Dia juga berjanji akan memfasilitasi jurnalis IMO untuk memahami anggaran dan pengawasan, sehingga dapat mengawasi pelaksanaan anggaran tepat sasaran.

"Nanti, saya hubungkan dengan Humas BPK untuk mengadakan semiinar agar Jurnalis IMO memahami fungi dan peran BPK," ujar Bahrullah mengakhiri

Media Online Indonesia Media Center (IMC) Gelar Tasyakuran 1 Tahun

By On February 24, 2018

NEWSGEMAJAKARTA.COM, JAKARTA - “Mengedukasi dan Membangun Bangsa Melalui Informasi” Menjadi tajuk utama dalam acara tasyakuran 1 tahun Media Online Indonesia Media Center (IMC) bertempat di Kantor Biro DKI Jakarta, Jalan Pejaten Indah II, No.4 Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (23/2/2018).

Acara yang dihelat pada Pukul 14.00 WIB terlihat meriah, terlebih adanya bazar beras, herbal, pengobatan berkah, konseling kesehatan psikologi, konseling wirausaha mandiri, serta tablig akbar yang dipandu oleh Dai Cilik Dzakaria Elfa Syarah juga KH.Drs.Dudung Abdullah.

Hadir Ketua Umum PPWI Nasional, Wilson Lalengke, MSc, MA juga selaku Dewan Pembina IMC, Syaefudin sebagai Pemimpin Redaksi, Rachman Salahul Hadi, M.Si (Dewan Penasihat IMC), serta Akhmad Bumi, SH (Penasihat Hukum IMC).

Tampak hadir pula diantara tamu undangan adalah Sang Bintang Iklan Komix yang juga Vlogger handal Felipe Valdes (Brazil) dan perwakilan dari UIN Syarief Hidayatullah Sulayman Colley (Gambia).

Dikesempatannya, Wilson Lalengke yang baru saja kembali usai melantik kepengurusan DPC PPWI Prabumulih itu menyampaikan apresiasinya terhadap Pers yang telah berkreasi dan tergabung dalam IMC. Ia juga mengupas mengenai keberadaan PPWI, yang salah satu kegiatannya adalah mendorong setiap warga masyarakat termasuk anggota (TNI/Polri), untuk memiliki media seperti IMC.


“Kita dorong untuk merubah paradigma publik, agar melihat bahwa kepentingan publik itu perlu diangkat melalui sebuah pemberitaan. Dulunya media massa itu mahal, perlu bersusah payah agar masuk beritanya. Tetapi sekarang dengan tekhnologi informasi yang ada, setiap kita bisa melakukan kegiatan publikasi,” papar Wilson.

Wilson berharap dengan adanya kegiatan-kegiatan diklat jurnalistik maupun seminar, yang telah digelar PPWI di beberapa instansi pemerintah (termasuk TNI, Kepolisian, maupun mahasiswa), kegiatan tersebut akan menghasilkan pemberitaan yang positif dan berita yang berimbang di masyarakat.

“Paling tidak pemberitaan yang kurang pas, kurang baik, kurang mendukung dan kurang membangun dari media lain, nah kitalah masyarakat umum yang akan melakukan kegiatan-kegiatan postif itu,” jelas Wilson.

Hal senada disampaikan, Rachman Salihul Hadi, M.Si. selaku Dewan Penasihat IMC, ia berharap dengan kehadiran IMC apa yang dibutuhkan masyarakat tentang informasi dan komunikasi, terutama berita – berita yang ada dan yang dibutuhkan masyarakat, IMC dapat memberikan andil, mengambil bagian dan berpartisipasi dalam mencerdaskan transformasi informasi dan komunikasi.

“Dengan adanya kegiatan yang dilakukan oleh IMC, saya tidak akan memberikan informasi tentang medianya, tetapi yang saya harapkan adalah adanya silaturahmi antara media dengan masyarakat atau warga di sekitarnya. Makanya judul dari acara ini adalah Tasyakuran 1 tahun dengan tagline; Mengedukasi dan Membangun Bangsa Melalui Informasi,” jelas Rachman.

Dewan Penasihat IMC itu juga berharap dengan adanya media yang sangat bebas saat ini, peran serta tokoh masyarakat dan para akademis, terutama orang tua yang ada di lingkungan, dapat mengedukasi anak-anak dalam menghadapi kebebasan arus informasi, yang dengan mudah diakses di internet. (Yeni/Heri/red)

Ketum PPWI : Israel – Palestina Tidak Lain Adalah Refleksi Makhluk Manusia Sepanjang Zaman

By On December 17, 2017


NEWSGEMAJAKARTA.COM, Jakarta - Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke menghadiri acara diskusi soal kondisi terakhir di Timur Tengah, yang diselenggarakan oleh Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) yang dipimpin oleh Dino Patti Djalal mantan Dubes RI di USA jaman Presiden SBY, Jumat (15/12/2017)

Dalam diskusi yang diselenggarakan di lantai 19 Gedung Mayapada Tower 1, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, itu turut menghadirkan dua narasumber utama, yakni Dubes Palestina, YM Dr. Zulhair Al Shun dan Dubes Yordania, YM Mr. Walid Al Hadid.

Diskusi itu dikemas dengan tema “Palestine Future, Independence and Peace” dan membahas issue hangat terkini yakni “Klaim sepihak USA terhadap Jerusalem sebagai ibukota negara Israel”.

Sebuah keputusan Donal Trump yang telah memicu ketegangan baru, tidak hanya di Timur Tengah, tapi juga dunia.


 Menurut Ketua Umum PPWI Nasional, dalam diskusi tersebut terdapat poin yang sangat penting, yaitu pernyataan Dubes Yordania, yang menyatakan bahwa persoalan Jerusalem adalah masalah umat manusia di seluruh dunia.

“The problem of Jerusalem is an issue of human being in the world” demikian Mr. Walid menegaskan. “Saya sepakat dengan pendapat ini,” sebut Wilson.

Memang agak berbeda dengan Dubes Yordania, Dubes Zulhair yang tampil berbicara awal terlihat cukup tertekan dengan masalah klaim Donal Trump atas Jerusalem sebagai ibukota Israel itu, sehingga penjelasan dan pernyataannya sangat keras menentang kebijakan Trump atas Jerusalem.

Walaupun ia juga mengakui bahwa masalah di negerinya jangan dipolitisasi menjadi issue agama yang menganggap bahwa kaum Muslim Palestina yang terzolimi.

“In Palestine, we have Moslem, Christian, and some others religion, and they are all Palestinian. So, the issue of Jerusalem and the strugle of my country is merely about human right violation by Israelis, our independent state and freedom of the Palestinian people,” demikian penjelasan Dubes Zulhair.

Untuk mencapai cita-cita rakyatnya mewujudkan negara Palestina yang merdeka, sang Dubes sangat mengharapkan dukungan dan bantuan masyarakat dunia internasional, baik secara politik, sosial, maupun ekonomi.

Kata Wilson, pada acara sesi tanya jawab, ia sempat mengusulkan beberapa hal antara lain, mengharapkan agar persoalan Palestine hendaknya tidak membawa embel-embel sektarian, keagamaan, kesukuan, dan lain-lain yang pada akhirnya menutup ruang perjuangan masyarakat Indonesia yang lebih masif karena terkotak-kotak atas dasar agama, suku, dan lainnya itu.

“Indonesia sulit diharapkan dapat berperan lebih banyak, terutama secara politis, dalam penyelesaian masalah Jerusalem, dan Timur Tengah secara umum, karena hingga saat ini Indonesia belum memberikan pengakuan terhadap keberadaan Israel sebagai suatu negara. Yang dapat dilakukan hanya sekedar diskusi, berteriak-teriak di jalanan, atau memberikan donasi kepada bangsa Palestina,” sebut Wilson.
Suara Indonesia, seperti yang telah dinyatakan oleh Presiden Jokowi di pertemuan KTT Luar Biasa OKI beberapa waktu lalu pun, tidak berpengaruh apa-apa bagi Israel, sebab Israel juga secara diplomatik tidak mengakui Indonesia sebagai sebuah negara.

“Walaupun pernyataan saya ini sedikit dikoreksi Dino Patti Djalal yang mengatakan bahwa Indonesia sudah memberikan pengakuan terhadap Israel, tapi faktanya tidak ada Kedubes masing-masing negara Israel dan Indonesia di kedua negara,” ujarnya.

Wilson juga menegaskan, terkait dengan pengakuan Indonesia terhadap Israel, Ia mengusulkan agar Pemerintah Palestina menginisiasi dan proaktif mendorong Pemerintah Indonesia memberikan pengakuan (Recognition) terhadap Israel sebagai sebuah negara, yang kemudian disusul dengan peran aktif Indonesia secara diplomatik mendorong negara-negara dunia memberikan pengakuan terhadap Palestina sebagai sebuah negara merdeka.

“Mungkin terdengar aneh, tapi bisa diwacanakan agar Jerusalem sebagai kota suci bagi beberapa agama samawi (Yahudi, Kristen, dan Islam) dapat didorong untuk menjadi ibukota kedua negara, Israel dan Palestina,” paparnya.

Toh, kedua bangsa Israel dan Palestina adalah berasal dari akar keturunan yang sama, sehingga kedua bangsa bisa saja menginduk kepada satu rumah atau kota besar peninggalan nenek moyang bersama mereka.

Tentu pembaca akan bertanya: Terus, Bang Wilson, apa tanggapan para Dubes itu? Sulit mengungkapkan dengan kata-kata… Namun, mungkin jawaban mereka bisa dipahami dari pilihan saya ketika Pak Dino Patti Djalal pada akhir kesimpulan diskusi bertanya kepada lebih 300-an hadirin.

“Kapankah negara Palestina merdeka akan terwujud? 2 tahun? 5 tahun? Atau 10 tahun lagi? Saya memilih 10 tahun lagi, karena tak ada pilihan ‘never’. Ketika semua pihak keras kepala, tetap pada tuntutan kepentingannya sendiri-sendiri, tidak mau berbagi suka-duka dengan yang lain, tidak mau sama-senang sama-susah, tidak mau win-win solution, bahkan menihilkan eksistensi pihak lainnya, maka selama itu pula Timur Tengah akan terus bergolak,” jelasnya.

Ketua Umum PPWI yang terkenal begitu dekat dengan kalangan jurnalis juga menegaskan, bahwa konflik Israel-Palestina hakekatnya adalah refleksi kharakter dan sifat manusia sejak awal hingga akhir zaman, termasuk kita di negeri ini. (JML/DN-Red)

Infokom, LP3K-RI Dan Media Patner Menggelar Event “Pemuda Menggugat Koruptor Generasi Mecin”

By On December 11, 2017


NEWSGEMAJAKARTA.COM, Jakarta - Bekerjasama dengan LP3K-RI dan media partner koranpagionline.com, lapan6online.com, teropongnews.com, newsinvestigasi.com, tabloidterjang.com, kabartoday.co.id dan radarindonesianews.com, republiknews.id juga beritaoposisi.co.id, serta newsgemajakarta.com  menggelar sebuah event bertema “Pemuda Menggugat Koruptor Generasi Mecin” di Bumi Perkemahan Ragunan, Sabtu (9/12/2017).
Acara dipandu oleh Nana Sendiz sebagai MC yang piawai dengan pantun itu dibuka molor hingga dua jam dari rencana semula. Namun begitu acara tetap berjalan baik dan maksimal.
Acara yang digelar dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi Dunia itu dihadiri oleh Bapak Agus Irwanto Camat Pasar Minggu, Mayor Purwanto CHB S,Psi Danramil 03 Pasar Minggu, Marzuki, Ketua RW 04, Abdul Rohim Ketua RW 01 didampingi Pak Hasim.H/Acim, Pak Sriyanto pengurus Bakti Saung RW01, Mahasiswa Universitas Tama Jagakarsa dan tokoh masyarakat setempat.
Maimunah, Ketua Panitia mengatakan bahwa korupsi sudah mewabah dan saatnya pemuda melawan. Ditambahkan Maimunah, jangan melihat dari jumlah tapi lihatlah semangat yang hadir dalam acara ini.
Di tempat yang sama, Marzuki, Keta RW04 Ragunan yang hadir dalam acara tersebut mengatakan, bila dari dulu pemuda seperti ini, maka korupsi tidak ada.
SMA Bhayangkari ikut ambil bagian memeriahkan acara “Pemuda Menggugat Koruptor Generasi Mecin” itu dengan menampilkan tari Genjring Nusantara, kreasi gabungan beberapa tari seperti tari pecak dari Bali, Saman dari Aceh dan Jaipong dari Sunda. Penampilan tari SMA Bhayangkari mendapat aplaus dari para undangan.
Selain SMA Bhayangkari, siswi SD Smart School Al-Hamidiyah – Jagakarsa di bawah pelatih Mis Rina Widyastuti S.sn, ikut menyemarakkan acara dan membawakan lagu Allegro, Ambilkan Bulan Bu, Paman Datang dan Ondel-Ondel dengan biola. Performan Aiko, Meyza, Keysha, Queen, Laila, Raras, Zikra dan Acha dengan kemahiran memainkan biola mendapat perhatian dan tepuk tangan meriah dari yang hadir.

“Pemuda Menggugat Koruptor Generasi Mecin” itu juga membacakan Ikrar Pemuda Antikorupsi oleh Wahyu Sulistio Pemuda Infokom dan pembacaan puisi teatrikal “Pelacur Anggaran” Oleh Saudari Yanti, karya Wempy Monoarfa dilanjutkan penandatanaganan fakta integritas dan membentangkan kain hitam serta membagikan stiker antikorupsi di lampu merah perempatan jalan RM. Harsono, Ragunan.(red)

GDD Dibentuk Demi Wujudkan Kedaulatan Bagi Setiap Desa di NKRI.

By On December 09, 2017

Deklarator GDD Maya Rumantir, Ketua Panitia Deklarasi Laura Astri Ivo, Flora Marpaung, Mas Faiz
NEWSGEMAJAKARTA.COM, Jakarta – Gerakan Daulat Desa (GDD) yang diprakarsai oleh 17 (tujuh belas) Inisiator GDD kini resmi di Deklarasikan di Markas Gerakan Daulat Desa, Jln. Pancoran Timur VIII No. 6 Jakarta Selatan, Sabtu (9/12/2017) Bersamaan dengan Deklarasi Nasional GDD, para Inisiator meresmikan Markas Besar GDD yang terletak di Pancoran, Jakarta Selatan.

Adapun 17 Inisitor GDD diantaranya, KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah), Buya Syafii Maarif, Sabar M Tambunan, Abdon Nababan, Maya Rumantir, Sihar Sitorus, Jimly Asshidiq, Brigjen Polisi (Purna) Victor E Simanjuntak, dan Tokoh Masyarakat lainnya

Ketua Panitia Laura Astri Ivo didampingi Humas Deka Saragih, SH, MH mengatakan peresmian atau deklarasi gerakan daulat desa adalah sebuah harapan berperan aktif di tengah-tengah masyarakat untuk menumbuh kembangkan perubahan yang di mulai dari desa.

“Gagasan baru ini dipraktekan dalam bentuk sebuah gerakan rakyat semesta andalkan strategi kebangkitan kebudayaan 300an suku-suku besar Nusantara yang bermukim di 74.093 Desa dan 8.412 Kelurahan (Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 56 Tahun  2015 Tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan).” Ungkapnya

Dikatakan Laura Astri Ivo, Gerakan Daulat Desa (GDD) sebagai sebuah gagasan baru solusi strategis dalam membangun peradaban rakyat, bangsa dan Negara Indonesia yang ber-Bhineka Tunggal Ika dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Konstitusi PANCASILA dan Undang-Undang Dasar 1945.

Lebih jauh, Laura mengatakan, Program utama Gerakan Perubahan GDD berakar pada semangat gotong-royong untuk mewujudkan Desa yang mampu Berdaulat dan Bermartabat.  Sehingga semua Desa dan seluruh warganya dapat segera sejahtera, maju dan bermartabat tinggi. Dengan demikian kota-kota pun dapat segera ikut sejahtera, maju dan juga bermartabat.

Kedepannya, Lanjut Laura, dalam berdemokrasi kita harus berakar kuat pada Budaya Suku Bangsa kita masing-masing. sebagaimana Presiden Jokowi sampaikan, saat ini sistem dan kultur demokrasi kita bak "Demokrasi Kebablasan yang harus diperbaharui dan diperbaiki,” Tandasnya.

Hal senada diungkap Humas Deka Saragih, SH, MH, Jokowi saat kampanye Pilpres 2014 selalu mengatakan bahwa Demokrasi haruslah gembirakan rakyat. Menggembirakan bak layaknya pesta-pesta budaya. “Kita akan memulainya dari Desa kita masing-masing. Hal ini menjadi salah satu sasaran yang penting dalam Gerakan Daulat Desa ini,” Pungkasnya.

Dalam acara deklarasi ini dihadiri dari Nias, Toraja, Jawa Tengah, Tanah Batak dan daerah wilayah adat lainnya. Sebagai Deklarator Daerah mewakili 300an Suku Nusantara dan 74.093 Desa serta 8.412 Kelurahan.  Nanti sekembalinya mereka ke daerahnya masing-masing, mereka akan memprakarsai pelaksanaan Deklarasi Regional GDD di daerahnya masing-masing.

Salam Daulat Desa bagi kita semua.

Ketua Panitia Laura Astri Ivo

Festival Ondel Ondel Bintaro Akan Siapkan Ratusan Stand Bazar

By On December 07, 2017


NEWSGEMAJAKARTA.COM l Jakarta - Pagelaran Akbar di penghujung tahun 2017, tepatnya tanggal 30 - 31 Desember di Selatannya Jakarta, di Jl. Bintaro Taman Barat, akan menjadi pusat perhatian publik.

Event yang mengangkat budaya Betawi, festival ondel - ondel Bintaro dengan menampilkan ondel ondel tertinggi di dunia, diprediksi mampu menjadi icon budaya bangsa pemecah rekor Muri.

Sebagai generasi budaya, tentunya kemajuan bangsa tidak lepas dari unsur kebudayaannya. Hal itu disampaikan Ketua Umum KWRI sekaligus Sekjen Majelis Pers dan juga sebagai tokoh PERS, Ozzi Sulaiman Sudiro saat digelarnya conferensi pers di kantor sekretariat bersama Majelis Pers Jakarta yang di hadiri oleh panitia acara Gia, Subhan, Sekjen AWDI Budi Wahyudin, para pengurus organisasi pers Nasional dan temen temen pers.

Dikatakan Ozzi, Indonesia kaya akan hal itu, terutama bagaimana kita merawat dan melestarikan unsur-unsur budaya dan mengenalkan ke dunia tentang budaya bangsa Indonesia. "Ini akan menjadi sangat penting, karena punahnya kebudayaan, lemahnya publicity dan kurangnya kesadaran kita akan melemahkan nilai nilai budaya bangsa kita sendiri." ucap Ozzi.

Sambung Ozzi, Meski tidak dipungkiri majunya peradaban dan persilangan keturunan telah membawa arus perubahan yang sangat hebat. Etnis Betawi mulai tersisih dan berubah menjadi Betawi Kaum. Penduduk asli Jakarta berada diperbatasan dan central Jakarta dihuni oleh kebanyakan orang luar. Itu menandakan bahwa ini harus menjadi konsentrasi yang diskursus.

"Korelasinya bagaimana kita melestarikan dan mengembalikan unsur unsur kebudayaan yang semakin hilang ditelan jaman. Ondel ondel atau yang dulu sering disebut Barongan memang tidak lepas dari betawi punye gaye...dan itu harus terus dijaga,” Ungkapnya.

Lebih jauh, Ozzi menyampaikan dirinya mengutip omongan bang Anies Gubernur DKI Jakarta, 'menghilangkan kemiskinan bukannlah object dari manusianya yang dihilangkan... Akan tetapi kemiskinannya yang harus ditangani serius.

“Tentunya menciptakan lapangan kerja dan melakukan berbagai pembinaan keterampilan untuk masyarakat terbelakang. Konotasinya sama seperti budaya. Bagaimana caranya kebudayaan itu harus tetap terpelihara dan  jangan sampai punah." jelas Ozzi.

Kata ia, ondel ondel yang dibuat dengan ketinggian 20,18 meter itu sangat dahsyat dan menjadi perhatian khusus. Bahkan ia atas nama Majelis Pers yang didukung lebih dari 15 organisasi pers Nasional berikan apresiasi setinggii tingginya untuk suksesnya acara festival ondel - ondel Bintaro 2017.

Sebagai panitia pelaksana Festival Ondel Ondel Bintaro, Gia menjelaskan bahwa pihaknya dsri Bazar Info akan terus eksis menggelar event event budaya skala nasional. Ringkas Gia, acara Festival Ondel Ondel Bintaro telah disiapkan 180 stand untuk bazar kuliner betawi, asessories, busana bahkan sampai pada stand modernisasi Betawi.

"Kami sudah melakukan berbagai proses, mulai dari perijinan, agenda acara dan sampai ke tahap publicity. Mudah mudahan festival ondel ondel bintaro yang memiliki icon ondel ondel tertinggi di dunia ini menjadi perhatian semua pihak untuk sama sama mendukung suksesnya budaya Indonesia." ucap Gia.

Festival ondel ondel yang juga menampilkan kompetisi ondel ondel dari puluhan sanggar se Jabodetabek diharapkan mampu memberikan yang terbaik dalam pemilihan memperebut piala bergilir walikota jakarta Selatan.


"Sampai saat ini  lebih dari 30 sanggar yang sudah mendaftar, tapi kita akan selektif karena kemungkinan hanya 20 sanggar yang bisa dikonteskan. Soal piala sampai saat ini masih tentatif, kami berharap piala Bergilir dari Gubernur DKI Jakarta dan piala tetap dari Walikota dan Camat." tutup Gia. (opn-in/red)