Berita Terbaru

Kategori

Langganan Berita

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Miris, Ditengah Puasa, Warga Duren Sawit dan Cipinang Muara Alami Musibah Kebakaran.

By On May 21, 2018

NEWSGEMAJAKARTA.COM, JAKARTA - Kebakaran besar terjadi di Duren Sawit hingga wilayah Cipinang Muara, Jakarta Timur, Siang ini. Api membakar sejumlah rumah sejak pukul 11.04 WIB

Dilansir dari detik.com, Total ada 42 rumah yang terbakar di kedua lokasi trersebut. "Wilayah Cipinang Muara ada 6 rumah tinggal dan di wilayah Pondok Bambu ada 36 rumah," kata Kasi Pengawas Sudin PKP Jakarta Timur, Gatot Sulaiman, Senin (21/5/2018).

Kebakaran yang diduga akibat korsleting listrik telah menghanguskan rumah semipermanen dan kontrakan. Selain itu, angin yang cukup kencang mempercepat perambatan api. "Titik api di Pondok Bambu awalnya lalu kebawa angin yang kencang merambat ke Cipinang," imbuhnya.

Ada 15 mobil pemadam yang dikerahkan ke lokasi. Pada pukul 13.53 WIB, Jalan Basuki Rahmat arah Klender kembali dibuka.

Dilansir dari akun resmi @TMCPoldaMetro, kemacetan dua arah terjadi di Jalan Raya Kalimalang, tepatnya di depan Cipinang Indah Mal, akibat kebakaran ini. Akibatnya, polisi melakukan pengalihan lalu lintas. (dtc/red)

Polda Metro Jaya Siap Siaga di kampung Pulo.

By On August 20, 2015



Jakarta, (GJ) - Penggusuran pemukiman padat penduduk di Kampung Pulo, Jakarta timur berlangsung ricuh, Polda Metro Yaya mempertebal kekuatan pasukan untuk mengamankan warga yang anarkis. 

“Karoop Kombes Mertuani yang sedang di lokasi dengan kekuatan 1 SKK Brimob,” ujar kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Polisi Muhammad Iqbal di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Kamis,(20/8).

Saat ini Polres Jakarta Timur sudah menyiagakan 2 SSK dilokasi ditambah 1 SSK Dalmas Sabhara Polda Metro Jaya, jadi total ada 4 SSK dilokasi atau sekitar 400an personil.

Sementara pihak kepolisian masih melakukan pendekatan persuasive kepada masyarakat. 

“tindakan yang dilakukan dengan lebih mengutamakan upaya persuasive, Kapolres pimpin dengan Walikkota dilengkapai dengan Water Cannon dan Dalmas, dan keputusan diserahkan kepada Walikota,” ujarnya.(Nurhalim/Tanjung).

Resmi Tersangka, 2 Rekanan Sudin PU Belum Ditahan

By On May 31, 2014


Jakarta Timur - Setelah melakukan pemeriksaan terhadap 12 orang saksi dan mengumpulkan barang bukti, Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Timur, Jumat (30/5), akhirnya menetapkan dua tersangka dalam kasus proyek normalisasi saluran air di Jl I Gusti Ngurah Rai dan di RW 13 Duren Sawit, Jakarta Timur. Kedua tersangka itu adalah kontraktor yang mengerjakan dua proyek tersebut, yakni  MS kontraktor di Jl I Gusti Ngurah Rai dan IS kontraktor di RW 13 Kelurahan Duren Sawit.
" Kami mengusut kasus ini selama sekitar satu bulan dan telah memeriksa sebanyak 12 orang saksi. Mereka berasal dari unsur rekanan, Sudin PU Tata Air, konsultan pengawas, dan konsultan perencana"
Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasie Pidsus) Kejari Jakarta Timur, Silvia Desty Rosalina mengatakan, walau dua tersangka sudah ditetapkan sebagai tersangka,  namun pihaknya belum menahannya karena penyidik masih terus melakukan pengembangan. Selain itu, tidak menutup kemungkinan akan tersangka lain dalam kasus ini. Terutama dari unit Sudin PU Tata Air Jakarta Timur, yang dianggap paling bertanggung jawab dalam dua proyek tersebut.
“Kami mengusut kasus ini selama sekitar satu bulan dan telah memeriksa sebanyak 12 orang saksi. Mereka berasal dari unsur rekanan, Sudin PU Tata Air, konsultan pengawas, dan konsultan perencana. Hasil pemeriksaan kami menunjukkan  pengerjaan kedua proyek itu tidak sesuai dengan spesifikasi,” ujar Silvia.
Menurut Silvia, penyimpangan yang terjadi di antaranya adalah, dasar saluran air yang seharusnya dibeton ternyata ini tidak. Selain itu, saluran air ini dasarnya hanya dipasangi rangka dengan satu besi.
Silvia menjelaskan, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 dan pasal 3 juncto pasal 55 ayat 1 UU nomor 31 tahun 1999 yang diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi. Atas perbuatannya itu para tersangka ini dapat diancam hukuman pidana maksimal 20 tahun penjara.
Sedangkan Kasie Intel Kejari Jakarta Timur, Asep Sontani menambahkan, proyek normalisasi saluran di RW 13, Kelurahan Duren Sawit, berdasarkan pagu anggaran yang ada, nilainya Rp 1,4 miliar.  Dari proyek ini hasil penghitungan sementara, keuangan negara dirugikan sekitar Rp 275 juta. Sedangkan proyek saluran air di Jl I Gusti Ngurah Rai nilai anggarannya sebesar Rp 925 juta.  Adapun keuangan negara yang dirugikan di proyek ini sekitar Rp 375 juta.
“Kami masih terus lakukan pengembangan dan tidak  menutup kemungkinan akan ada tersangka lain dari pejabat di Sudin PU Tata Air Jakarta Timur,” tukas Asep Sontani.
Asep mengungkapkan, tidak mungkin rekanan bertindak sendiri di lapangan. Apalagi proyek ini menggunakan keuangan negara yang bersumber dari APBD DKI tahun 2013. Sehingga ada pejabat yang paling bertangungjawab dalam proyek ini, yakni Kasudin PU Tata Air selaku Ketua Pengguna Anggaran (KPA) maupun Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).(bjc)

Lurah Harus Paham Visi dan Misi Pemprov DKI

By On July 23, 2013

Sebagai garda terdepan pelayanan Pemprov DKI Jakarta, kelurahan harus mampu melayani keinginan warganya. Lurah terpilih, harus mengerti visi dan misi yang dijalankan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. 

"Orang miskin itu selalu ada sama kita, apalagi biaya hidup di Jakarta makin mahal. Kalau ada apa-apa datang ke kantor lurah terdekat, kita ini kan keluarga," ujar Basuki T Purnama, Wakil Gubernur DKI Jakarta, saat menghadiri Ramadhan Fair di kantor Kelurahan Cilandak Timur, Senin (22/7).

Dikatakan Basuki, Pemprov DKI harus bisa menyediakan tempat tinggal dan tempat usaha yang layak bagi warganya. Jangan sampai ada warga yang tidak bisa makan, bahkan anak putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi.

"Ironis kalau ada warga DKI yang tidak makan atau sakit tidak berobat karena tidak punya uang. Laporkan ke kita kalau ada yang seperti itu, kalau camat dan lurahnya tidak tanggap langsung ke kantor saya," tegasnya.

Inilah yang menurut Basuki sedang diperjuangkan Pemprov DKI yakni dengan memperbaiki transportasi umum dan menekan harga kebutuhan pokok. "Kalau biaya kebutuhan pokok 15 persen dan transportasi 10 persen sebulan dari UMP, kan banyak lebihnya bisa menabung. Bisa buat buka usaha lain, apalagi kita juga punya KJP dan KJS," tuturnya.

Diakui Basuki, memang dalam pemenuhan tempat tinggal masih agak lama. Namun hal itu karena durasi pembangunannya cukup memakan waktu. "Kalau bangun rusun kan paling cepat satu tahunan. Makannya untuk cepat kita lakukan sita rusun bagi yang melanggar," tandasnya.