Berita Terbaru

Kategori

Langganan Berita

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Warga Minta Pemkot Jakarta Utara Selesaikan Kasus Kemacetan.

By On July 24, 2018


NEWSGEMAJAKARTA.COM, JAKARTA - Puluhan Warga menggelar aksi demontrasi menuntut penyelesaian kasus kemacetan yang hampir setiap melanda sejumlah ruas jalan, bertempat di Gerbang Utama, Gedung Kantor Walikota Jakarta Utara, Senin (23/7/2018).

Tampak satu mobil komando yang mengangkut sound system pun digunakan sebagai alat pengeras. Tak luput spanduk dan tulisan karton dipajang warga sebagai alat penyampaian tuntutan.

Bersuara lantang, salah seorang pendemo mengatakan kemacetan di Jakarta Utara sudah tak dapat ditolerir. Salah satunya, kemacetan disebabkan banyaknya truk trailer yang melintas.

"Kami sudah bosan dengan masalah kemacetan. Kami ingin solusi ini segera diselesaikan," teriak seorang pendemo di atas mobil komando, Senin (23/7/2018).

Pendemo menginginkan, Syamsudin Lologau menemui mereka untuk memberikan solusi, terutama menertibkan gudang sementara kontainer dan Pool maupun Depo. 

"Kami warga Jakarta Utara merasa prihatin dengan kemacetan dan seringnya kecelakaan yang terjadi," jelasnya.

Dalam aksi itu, pendemo pun sempat menutup sebagian ruas jalan Yos Sudarso tepat di depan kantor Wali Kota Jakarta Utara. Namun, penutupan ruas jalan itu dibubarkan aparat kepolisian lantaran dapat menimbulkan kemacetan.

Hingga berita ini disusun, demonstrasi masih berlangsung. Aparat Kepolisian, Satpol PP dan Dinas Perhubungan pun berjaga-jaga di sekitar lokasi demonstrasi.

Anies : Marak Narkoba, Tempat Hiburan di Jakarta Dipantau Ketat

By On April 07, 2018

NEWSGEMAJAKARTA.COM, JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyatakan tempat-tempat hiburan di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara akan dipantau lebih ketat karena diduga banyak peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

"Sekarang ini wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara dipantau lebih ketat lagi karena banyak laporan dari masyarakat yang melihat bahwa semakin marak narkoba dan ini menjadi seperti kartel," ujar Sandi seperti dikutip CNN di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (7/4).

Menurut Sandi, kalau persoalan narkoba tidak ditangani dengan baik, hal ini akan menjadi sumber kerusakan generasi muda Indonesia di masa mendatang.

Oleh sebab itu ia mengatakan akan melakukan penanganan secara serius tanpa kompromi terkait hal ini.

"Di sini yang kita harus serius dan tidak boleh ada kompromi ke depannya," kata Sandi.

Sebelumnya, Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Inspektur Jenderal Arman Depari menyebut wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Barat termasuk wilayah yang banyak memiliki tempat hiburan rawan peredaran narkotik di ibu kota.

Sejumlah tempat hiburan di dua wilayah itu, kata Arman, akan segera ditindak BNN.

"Saat ini sudah mengerucut [jumlahnya] karena kami fokus beberapa tempat yang segera mendapat prioritas penindakan," ujar Arman saat ditemui di gedung BNN Jakarta, Jumat (6/4).
Di masa kepemimpinan Komisaris Jenderal Budi Waseso, BNN menyatakan ada 36 tempat hiburan di Jakarta yang menjadi sarang peredaran narkotika.

Buwas saat itu mengklaim telah mendapat bukti ada pihak yang menggunakan dan membeli narkotik di tempat hiburan tersebut.

Arman mengatakan penindakan sejumlah tempat hiburan ini merupakan tindak lanjut di masa Buwas. Kendati demikian, ia enggan merinci lebih jauh terkait nama dan lokasi tempat hiburan yang dimaksud. (pmg/cnn)

Partai PBB Peroleh Nomor Urut 19, Yusril Bergegas Ziarah Ke Makam Keramat Luar Batang,

By On March 07, 2018

NEWSGEMAJAKARTA.COM, JAKARTA - JAKARTA - Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra, didampingi fungsionaris PBB, MS.Kaban dan Sekjen Partai Bulan Bintang Afriansyah Ferry Noer berziarah ke Masjid Jami Keramat Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (6/3/2018) malam.

Selain berziarah, baginya kampung luar batang menjadi bagian kenangan yang tak terlupakan, karena dirinya adalah salah satu tokoh nasional yang kali pertama membela warga kampung luar batang saat hendak di gusur pada periode Gubernur DKI Jakarta yang lalu.

Dia menjelaskan, Kampung Luar Batang memberikan banyak inspirasi. Terutama saat ia membela warga kampung tersebut yang terancam penggusuran. "Inspirasi itu mendorong memperkuat perjuangan membela kaum tertindas," kata dia.


Kedatangan Yusril juga untuk menyampaikan rasa syukur terhadap Allah SWT dan penghormatan serta kecintaan beliau terhadap Sohibul Wilayah, Al Habib Husein Bin Abubakar Alaydrus Keramat Luar Batang.

"Saya menunaikan niat dan nazar, jika PBB memenangkan gugatan melawan KPU di Bawaslu, akan datang untuk salat dan berdoa di Masjid Jami Keramat Luar Batang," tutur Yusril.

Sebagaimana diketahui, ziarah itu dilakukan setelah KPU RI menetapkan PBB sebagai peserta Pemilu 2019. Selama berpartisipasi di pemilu mendatang, partai itu akan menggunakan nomor urut 19 sebagai identitas.
  

“Bagi saya, angka 19 itu betul-betul angka yang baik karena kalimat bismillahirrohmanirrohim itu terdiri atas 19 huruf, dan seluruh ayat Alquran itu sebenarnya dapat dikembalikan pada konsep angka 19 itu. Ada buku yang menulis tentang itu,” ujarnya.

Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra mengaku senang partainya mendapat nomor urut 19 dalam Pemilu 2019. Dia pun berharap nomor ini membawa keberuntungan agar PBB minimal mendapat 19 persen suara pada pemilu nanti.

"Jadi saya merasa sangat senang malam ini, berbahagia dan bersyukur. Mudah-mudahan PBB sukses dalam menghadapi pemilu yang akan datang, setidaknya nomot urut 19 dapat 19 persen begitu," tandasnya.

Seperti diketahui, Komisi Pemilihan Umum RI menetapkan Partai Bulan Bintang sebagai partai peserta Pemilu 2019 melalui Rapat Pleno terbuka di Gedung KPU RI, Selasa (6/3/2018) malam. Penetapan tersebut sebagai bentuk pelaksanaan putusan Badan Pengawas Pemilu RI yang memutuskan PBB layak ditetapkan sebagai peserta Pemilu 2019.

KPU RI juga menetapkan Partai Bulan Binyang sebagai Partai peserta pemilu dengan nomor urut 19. Ketua KPU RI Arief Budiman menjelaskan rapat pleno penetapan partai peserta pemilu dan nomor urut peserta pemilu 2019 dilakukan sebagai wujud pelaksanaan putusan Bawaslu RI atas penetapan PBB sebagai Partai peserta Pemilu 2019 (Daeng Mansur)

Dua Kelompok Pemuda Terlibat Tawuran Di Koja

By On October 10, 2017

Jakarta, Gema Jakarta - Dua orang kelompok pemuda terlibat tawuran diduga antara kelompok Flores pimpinan Selfi dengan kelompok pimpinan Ahmad, tepatnya di Jalan Perjuangan Raya RT.21/07, Kelurahan Tugu Selatan, Koja, Jakarta Utara, Senin (9/10/2017) sekira pukul 15.45 WIB.

Idhar (40) asal Bima, warga RT.11/07, yang tengah asik bermain catur bersama rekan-rekannya, tiba-tiba mendapati serangan mendadak yang diduga dilakukan oleh oknum pemuda dari kelompok Flores, sekira pukul 19.30 WIB.

Atas kejadian tersebut, Idhar (40) asal Bima, yang mengalami luka bacokan segera diberikan pertolongan oleh rekan-rekannya menuju RS.Koja, yang kemudian membuat laporan pengaduan ke polsek Koja, agar sipelaku pembacokan segera diamankan dan diproses hukum.


Namun, hingga hari Senin (9/10) sekira pukul 13.30  WIB, kelompok Bima menilai belum adanya tindakan dari pihak kepolisian, kelompok pemuda asal Bima bersama rekan-rekannya bergegas menuju lokasi pelaku yang kemudian  melakukan penyerangan terhadap kelompok Flores.

Sekira pukul 16.10 WIB Aparat kepolisian bersama Koramil 01/Koja dan Kodim 0502 tiba dilokasi dan mengamankan antar dua kelompok yang bertikai dengan melucuti seluruh sajam yang dibawa warga baik dari kelompok Bima maupun kelompok Flores.

Adapun data korban akibat tawuran diantaranya, Idhar Asal Bima (40) warga RT.11/07, korban luka bacok, dan Selfi asal Flores korban luka bacok lengan kanan, dan Beni asal Flores korban luka bacok dibawa menuju Puskesmas Kelapa Gading dan meninggal dunia.

Hingga berita ini disusun (9/10) kini pihak yang berwajib baik dari Kepolisian bersama Koramil dan Kodim tengah melakukan pertemuan guna musyawarah antara tokoh kelompok dari Bima dan juga Tokoh dari kelompok Flores. (Beno) 

Polisi Kantongi Identitas Penusuk Driver Go-Jek di Sunter

By On December 09, 2015

Gema Jakarta (GJ), Jakarta - Polisi mengaku sudah mengantongi identitas penusuk driver Go-Jek di Mal Sunter, Jakarta Utara. Saat ini polisi masih mengejar pelaku. 

"Kami sudah kantongi identitas. Ini masih tengah kita buru kok," ujar Kanit Reskrim Polsek Tanjung Priok AKP Tihar, Rabu (9/12/2015).

Tihar menerangkan, akibat penusukan tersebut, driver Go-Jek yang sampai saat ini belum diketahui identitasnya, tewas bersimbah darah.
  
"Korban ditusuk di bagian perut. Korban tewas. Sudah dibawa ke rumah sakit terdekat," kata Tihar. 

Tihar menyatakan, driver Go-Jek diduga menolak membayar parkir. Akibat kesal, petugas parkir lalu menusuk.

"Karena tidak mau bayar, pelaku berang hingga menikam korban," ujar Tihar. 

Pihak kepolisian membenarkan sebelum terjadi penusukan, cekcok mulut juga sempat terjadi. Bukan hanya itu, keduanya juga sempat terlibat adu jotos. 

"Sebelum ditusuk, pelaku sama korban itu sempat cekcok. Adu jotos," pungkas Tihar.(*red/mn)

Kebakaran Hanguskan Rumah Bengkel di Penjaringan

By On December 23, 2014

GemaJakarta - Kebakaran menghanguskan sebuah rumah yang dijadikan bengkel sepeda motor di Jalan Muara Baru RT 016/17, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (22/12/2014) malam..


Informasi dari petugas Polsek Metro Penjaringan, peristiwa terjadi sekira pukul 22:45 WIB, lokasi kebakaran tepat di depan parbrik Carvil.

Menurut keterangan Sabar, pemilik rumah api diduga berasal dari korleting listrik yang kemudian membakar rumah semi permanen yang dijadikan bengkel sepeda motor.

Api berhasil dipadamkan pukul 23:50 WIB dengan bantuan 20 unit mobil pemadam kebakaran.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Peristiwa masih dalam penyelidikan Polsek Metro Penjaringan

Sumber : PUSKOMINFO

Perbaikan Taman di Jakut Masih Terkendala

By On May 31, 2014


Jakarta Utara - Rencana perbaikan dua taman di Jakarta Utara yakni Taman Karapan Sapi Volker di Tanjung Priok dan Taman Rawa Badak di Koja hingga kini belum bisa terealisasi. Penyebabnya, kedua lahan taman itu hingga kini masih belum jelas kepemilikannya sehingga dikhawatirkan bermasalah di kemudian hari.
"Karena status lahannya masih bermasalah, jadi kami coret dari anggaran tahun ini. Kami akan telusuri dulu keabsahan pemiliknya, baru tahun depan kami usulkan untuk diperbaiki "
Pantauan beritajakarta.com, kedua taman tersebut kini kondisinya sangat memprihatinkan. Taman Karapan Sapi yang diresmikan Walikota Jakarta Utara, Suprawito tahun 1997 lalu kini kondisinya kurang terawat dimana banyak ditumbuhi tanaman liar. Tak hanya itu, di taman ini juga dapat dengan mudah dijumpai lokasi penimbunan barang bekas.
Kondisi tak jauh berbeda juga terlihat di Taman Rawa Badak, Koja. Selain dipenuhi ilalang sejumlah titik di taman ini juga kerap tergenang saat hujan. Sejumlah fasilitas seperti permainan anak-anak terlihat rusak.
Anis (48), warga RT 08/13 Tanjungpriok mengatakan, sudah sejak lama kondisi Taman Karapan Sapi tidak terawat dan dijadikan lokasi tempat penyimpanan barang bekas. "Saya menyimpan kayu bekas di taman ini. Karena yang lain juga begitu. Memang tamannya tidak terawat, bahkan pagar-pagarnya juga sudah banyak yang hilang," ujar Anis, Jumat (30/5).
Menanggapi hal ini, Kepala Sudin Pertamanan Jakarta Utara, Muhammad Fajar Sauri mengakui jika kondisi kedua taman tersebut sangat memprihatinkan. Karena status lahan tersebut belum jelas, pihaknya pun urung melakukan perbaikan kedua taman itu pada tahun ini.
Kedua taman tersebut, kata Fajar, sebetulnya termasuk dalam 40 taman dan jalur hijau yang akan diperbaiki tahun ini. "Karena status lahannya masih bermasalah, jadi kami coret dari anggaran tahun ini. Kami akan telusuri dulu keabsahan pemiliknya, baru tahun depan kami usulkan untuk diperbaiki," katanya.
Ditambahkan Fajar, dari informasi yang didapatnya, Taman Karapan Sapi berdiri di atas lahan milik PT KAI. Sedangkan Taman Rawa Badak sebagian lahannya merupakan milik Kementerian PU. "Nanti kami akan coba komunikasikan dahulu kepastiannya baru diperbaiki," tandasnya.
Dikatakan Fajar, secara keseluruhan, pihaknya memiliki anggaran sebesar Rp 43 miliar untuk tahun ini. Anggaran tersebut dialokasikan untuk proyek fisik taman sebesar Rp 36 miliar dan Rp 7 miliar lainnya dialokasikan untuk belanja kelengkapan alat tulis kantor (ATK), sosialisasi dan perencanaan.(bjc)

Aksi Tolak Warga Muara Angke di Kantor UPT

By On May 16, 2013

GemaJakarta - Puluhan masyarakat pengasinan PHPT Muara Angke yang tergabung dalam Paguyuban Nelayan & Pengolah Ikan Asin atau yang disebut PNPI Muara Angke menggelar aksi penolakan dengan rencana berdirinya rumah susun di depan kantor UPT Muara Angke, Rabu (15/5) siang hari.

Peristiwa itu berawal katika ada kabar akan dibangunnya rumah susun dilahan pengasinan, sehingga saat itu bersamaan pula di ruang rapat kantor UPT, PKPP & PPL sedang berlangsung rapat yang dilakukan pihak instansi Dinas Perikanan & Pertanian terkait rencana Pemprov membangun Rusun di lahan pengasinan Muara Angke.

sebelumnya pihak Pemprov DKI Jakarta berencana membangun rumah susun tematik di kawasan Muara Angke, Jakarta Utara. Rusun tematik yang akan dibangun di Muara Angke nantinya diperuntukan bagi nelayan serta dilengkapi ruangan khusus budidaya ikan.

Dikatakan basuki beberapa waktu lalu, bahwa rusun tematik yang akan dibangun di Muara Angke akan dihuni bagi para nelayan. Rusun tematik memiliki konsep satu tower berjumlah di bawah 100 unit dan dilengkapi ruang khusus budidaya ikan.

Menanggapi hal tersebut masyarakat pengasinan menilai hadirnya rumah susun akan mengancam kegiatan usaha atau penghasilan mereka, dalam pantauan tim wartawan GemaJakarta pada Rabu siang, terlihat puluhan masyarakat yang tergabung dalam Paguyuban atau disebut PNPI berbondomng-bondong menyerukan protes dengan membawa spanduk bertuliskan "Tolak Pembangunan Rumah Susun di Pengasinan Muara Angke" di depan Kantor UPT saat rapat sedang berlangsung.

H.Delo Wakil Ketua Paguyuban Nelayan & Pengolah Ikan Asin (PNPI) Muara Angke mengatakan, "kehadiran Rumah susun di lahan pengasinan Muara Angke justru akan menjadi gelombang dilema berkepanjangan, jika tuntutan dan penolakan mereka tidak di akomodir secara baik" ujarnya.

Reporter : Nurhalim, Sutisna
Ed : Heri Haerudin
Saran & Kritik : redaksi.gemajakarta@gmail.com

Jakarta Islamic Center Dilengkapi Hotel

By On October 22, 2012


Untuk memenuhi kebutuhan jamaah Masjid Jakarta Islamic Center (JIC), Koja, Jakarta Utara, pengelola secara bertahap melengkapi sarana masjid dengan sejumlah fasilitas mulai dari sarana pendidikan, bisnis, hingga perhotelan (wisma). Penambahan fasilitas masjid yang dibangun sejak era Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso itu, diharapkan rampung pada akhir tahun 2012.

Kasubag Humas Jakarta Islamic Center (JIC), Paimun Abdul Karim mengatakan, alasan dibangunnya wisma JIC karena Pemprov DKI Jakarta ingin membangun masjid yang memiliki konsep sarana pendidikan, bisnis, perekonomian, dan tempat penginapan seperti zaman Nabi Muhammad SAW. Sebab, masyarakat masih menganggap masjid merupakan tempat ibadah saja. "Kalau wisma ini selesai dibangun, otomatis semakin banyak para jamaah yang berdatangan mengunjungi masjid ini," ujar Paimun, Senin (22/10).

Menurutnya, luas lahan wisma tersebut sekitar 21.452 meter persegi. Wisma itu akan dibagi 3 gedung, yaitu gedung bisnis center dengan luas 5.653 meter persegi, convention hall atau balai pertemuan 4.582 meter persegi, dan hotel 11.217 meter persegi. "Wisma ini dibangun tahun 2007 dan direncanakan rampung pada akhir tahun ini dengan memakan biaya Rp 278 miliar," katanya.

Dijelaskannya, nantinya konsep bisnis center ini memiliki 5 lantai, dan dilengkapi perkantoran, serta pusat perdagangan yang menjadi kiblat ekonomi umat Islam. Selain itu, terdapat perbankan, kantor notaris dan hukum, retail dan sarana pendukung. Sedangkan convention hall yang akan dibangun memiliki kapasitas 1.500 orang. Begitu pun hotel yang dibangun memiliki 10 lantai dengan fasilitas 150 kamar. "Wisma ini juga untuk membangun masyarakat agar gemar shalat di masjid, karena bila wisma ini selesai, banyak pengunjung yang shalat di masjid. Masjid menjadi ruh pembangunan yang lain," ucapnya.

Paimun mengeluhkan, saat ini jamaah di JIC masih tergolong sepi, yaitu rata-rata hanya 300 orang per hari. Kondisi ini jelas berbeda pada saat Shalat Jumat yang bisa hingga 6.000 jamaah yang datang. Bahkan, pada Hari Raya Idul Fitri maupun Idul Adha bisa mencapai 40 ribu jamaah. "Pembangunan konsep ini tetap memiliki bangunan fisik yang berciri khas Islami, dan monumental seperti bentuk bangunan yang ada di Masjid JIC dan menyerupai masjid di zaman nabi," tuturnya.

Selain membangun wisma, kata Paimun, pihaknya juga tengah membangun gedung pelatihan dan pendidikan dengan memakai konsep sekolah. "Biaya untuk pembangunan gedung ini sebesar Rp 59 miliar. Gedung ini dibangun dari tahun 2005 dan selesai tahun 2014," imbuhnya.(bjc)