Berita Terbaru

Kategori

Langganan Berita

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

 Kasdim 0503/JB Mayor Inf Ahmad Ghufron, Buka Syukuran Konstruksi RPTRA Kalijodo

By On August 11, 2016

Gema Jakarta, Angke - Syukuran Konstruksi RPTRA Kalijodoh resmi dibuka oleh Kepala Staff Kodim (Kasdim) 0503/JB (Jakarta Barat), Mayor inf Ahmad Gufron, tepatnya di wilayah Kalijodo, Kelurahan Angke, Tambora, Jakarta Barat. Kamis (11/9) pagi.

“Saya berharap nantinya di RPTRA ini akan menjadi tempat berkumpulnya masyarakat yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas bermain anak, aula, sarana olahraga, perpustakaan, ruang laktasi dan lain-lain. Disini masyarakat bisa memanfaatkannya untuk berinteraksi sosial tapi tidak sebagai tempat pacaran ataupun hal negatif lainnya,” tegas Mayor Inf Ahmad Gufron, didampingi Camat Tambora, Djaharuddin, saat membuka syukuran dimulainya pembangunan RPTRA Kalijodoh.

Warga pun, menyambut baik dan gembira akan dibangunnya Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), di lahan seluas 3.500 m2 yang akan dikerjakan oleh PT.ARCONI selaku konsultan perencanaan, pembangunan.

Selain dihadiri, Lurah Angke, H.Dwi Aryono, juga dihadiri Camat Tambora, Djaharuddin, Wakil Camat Tambora, Joko Suparno, Kapolsek Tambora, Kompol M.Syafei'i, Danramil 02 Tambora, Kapt Sukma, serta Kasatpol PP Tambora, Ivand.

Dalam hal ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, sangat mementingkan masyarakat, agar mudah menggunakan yang sudah difasilitasi untuk olah raga, jogging trek, serta ruang perpustakaan dan juga balai rakyat

Dalam sambutannya, Djaharuddin mengatakan, "dengan adanya RPTRA ini, masyarakat agar dapat menjaga, memelihara, serta menggunakan dengan sebaik-baiknya, karena Pemerintah menyediakan untuk dinikmati dan untuk dirawat," ungkapnya.

Pemerintah setempat saat gelar Syukuran konstruksi RPTRA Kalijodo tersebut, memberikan 200 paket sembako untuk warga masyarakat kelurahan Angke, dengan rincian, 5 bungkus mie instan, 5 Kaleng Susu, 1kg Tepung Terigu, 1 Dus Tea, 1kg Minyak Goreng, dan 3 kg Beras.

Rep : Lutfhi/Syarief
Ed : Heri Tambora

 Puluhan Aktivis Gelar Sidang Pengadilan Rakyat, Tangkap dan Adili Ahok

By On August 05, 2016

Gema Jakarta, Kalijodoh - Puluhan aktivis bersama ratusan warga korban penggusuran Kalijodo yang bertahan hidup di kolong Tol Cawang-Pluit menggelar kegiatan publik bertajuk Pengadilan Rakyat Tangkap dan Adili Ahok, tepatnya dikolong tol Jembatan 2, Jl. Kepanduan II Kalijodo, Jakarta Utara, Jumat (5/8).

Kegiatan ini merupakan kajian dari permasalahan hukum yang melibatkan Gubernur DKI Jakarta, Basuki T. Purnama (Ahok), seperti kasus Korupsi Sumber Waras, Proyek Reklamasi Teluk Jakarta, Penggusuran serta Penindasan yang melanggar HAM.

Beragam spanduk terbentang dengan bertuliskan, "Kalijodo Bergerak Melawan Patkay" hingga bertuliskan " Kalijodo Bergerak Harta, Jiwa dan Raga Kami Untuk Negara, Bukan Untuk Pengembang !!!!.

"Sebelum digusur saya sangat nyaman dan tentram tinggal di Kalijodo dan setelah digusur, saya sengsara dan melarat untuk kerja dan makan saja susah," ujar Lusi salah satu korban, dalam tetimoninya.

Begitu pun, Ningsih, warga Kalijodo, "saya asli lamongan dan saya sejak kecil sudah tinggal di kalijodo, sampai digusur saya masih tinggal disini," ujarnya.

Lanjutnya, "Sebelum pembongkaran kami merasa tentram, dan kebutuhan ekonomi baik, dengan adanya dan setelah penggusuran kami merasa terusik, kami tidak mengetahui apa masalah tinggal di kolong jembatan ini," ujarnya.

Akibat penggusuran ini kami menjadi sengsara, dengan ekonomi berantakan, rumah tangga rusak, seperti perceraian dan anak kami tidak sekolah karena ekonomi.

"Kami meminta kepada Pemerintah untuk mengembalikan hak-hak kami, agar anak kami tidak terlantar, meminta ekonomi kami diperbaiki dan menyiapkan atau membuka lapangan pekerjaan buat kami," harap ningsih.

"Ahok merupakan pelaku pelanggaran HAM dengan melakukan tindakan penggusuran di Jakarta," ujar Narto, Pejuang Anti Ahok (AO), dalam orasinya.

Narto, menjelaskan, "Tujuan diadakan pengadilan rakyat tangkap dan adili ahok ini, merupakan cara kita bersama-sama membongkar pelemahan kemacetan penegakan hukum, karena KPK, dan BPK tertidur, Polri dan Kejaksaan hanya diam saja, hingga Presiden pun diam saja,"bebernya.

Bung Narto, meminta masyarakat seluruh warga Jakarta untuk bergerak melawan penindasan.

Sidang Pengadilan Rakyat di kolong tol area Kalijodo akan berlangsung dari tanggal 5 Agustus hingga tanggal 7 Agustus 2016.

Rep : Lutfhi/Syarief
Ed : Heri Tambora