Berita Terbaru

Kategori

Langganan Berita

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Anggota DPR RI Ahmad Sahroni Adakan Pengobatan Gratis

By On April 09, 2018

NEWSGEMAJAKARTA.COM, JAKARTA - Ratusan warga Jembatan Lima antusias ikuti pengobatan gratis dengan mendatangi Halaman Gedung Sasana Krida (SKKT) Jl.Laksa 2 RT.12 RW.02, Kel.Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat. Minggu (8/4/2018). Sejumlah warga bahkan hadir di lokasi satu jam sebelum kegiatan dimulai pada pukul 10.00 WIB.

Acara yang dihelat oleh Anggota DPR RI Fraksi Partai Nasdem H.Ahmad Sahroni, SE tersebut melalui Sahabat Ahmad Sahroni (SAS) dan Ahmad Sahroni Center (ASC) tersebut merupakan rangkaian kegiatan pengobatan gratis untuk 10.000 warga Jakarta Barat dan Jakarta Utara.

Pantauan Tim GMN, pengobatan gratis di Gedung Sasana Krida tersebut menyasar masyarakat kurang beruntung, tampak warga datang berobat dengan berbagai macam keluhan penyakit. Setelah diperiksa, mereka juga mendapatkan obat secara gratis.

Sekretaris Panitia Kegiatan Pengobatan Gratis, Endang mengatakan kegiatan pengobatan gratis ini menyasar 500 warga yang tersebar di RT.02, 05, 14 dan 07 RW.06 termasuk RT.01 sampai dengan RT.15, RW.02 dan sebagainya.

“Ini merupakan bentuk kepedulian relawan dari ahmad Sahroni, Anggota Komisi III DPR RI terhadap warga Tambora,” ujarnya.

Menurutnya, dipilihnya Tambora karena daerah ini merupakan salah satu wilayah terpadat di Jakarta Barat. Selain di tambora, kegiatan semacam ini juga akan digelar di beberapa wilayah lainnya.

“Ini akan menjadi kegiatan rutin sebagi bentuk tanggung jawab Ahmad Sahroni sebagai wakil rakyat,” terangnya.

Sementara perwakilan Ahmad sahroni Center (ASC) yon Samelly mengatakan sejak awal April memang ahmad Sahroni telah melakukan sejumlah pengobatan gratsi di wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Menurut dia, ini bnetuk komitmen Sahroni sebagai wakil rakyat yang peduli terhadap kesehatan.

“Kemarin kita mengadakan pengobatan gratis di Kampung Belakang Kamal, Kecamatan Kalideres dan Rumah Susun Cilincing. Hari ini kita juga menggelar pengobatabn grtais di Papanggo Jakarta Utara. Ini dalam rangkaian pengobatan gratis untuk 5.000 warga Jakarta Barat dan 5.000 masyarakat Jakarta Utara, Total 10.000 warga,” pungkasnya. (tis)

Wali Kota Jakbar Kampanyekan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).

By On March 28, 2018


NEWSGEMAJAKARTA.COM, JAKARTA - Dalam rangka kampanye gerakan masyarakat hidup sehat (Germas), Wali Kota Jakarta Barat, HM.Anas Efendi bersama jajarannya melaksanakan aksi makan buah bersama di Halaman Kantor Walikota Jakarta Barat, Selasa (27/3/2018) pagi.
“Sebelum makan nasi. Yul, kita makan buah agar supaya sehat,” ujar Anas Efendi yang didampingi istri, Hj.Supriyanti Anas, Wakil Wali Kota H.M.Zen dan Seko H.Eldi Andi.
Dikatakan Anas, perlu komitmen untuk membiasakan diri hidup sehat, di antaranya dengan membiasakan aktivitas fisik, peregangan otot, melakukan cek kesehatan, dan sebagainya.
Hingga berita ini dilansir, tampak peserta yang mengikuti senam lebih memilih makan buah pisang, daripada jeruk, klengkeng, anggur. “Hampir semua yang ikut senam, suka dengan buah pisang,” pungkasnya sambil tertawa. (dtc-in/red)

Rijal Ketua KPW Banten Rekan Indonesia Dukung Kebijakan Gubernur Banten Terkait Pengobatan Gratis Dengan E-KTP

By On March 06, 2018

NEWSGEMAJAKARTA.COM, BANTEN - Rencana Gubernur Banten Wahidin Hakim yang akan menjalankan program pengobatan gratis dengan E-KTP mendapat dukungan penuh Relawan Kesehatan Indonesia (Rekan Indonesia) KPW Banten.

Seperti diberitakan media massa Gubernur Banten Wahidin Halim mengaku akan tetap melanjutkan program kesehatan gratis menggunakan Kartu Tanda Penduduk elektronik (E-KTP).

Meskipun, Kementerian Kesehatan telah menyurati Pemprov Banten untuk mengintegrasikan program tersebut dalam program jaminan kesehatan nasional (JKN).

“Kita tetap mengintegrasikan, hanya persoalan yang belum dapet BPJS mau diapain? Kita pun setiap tahun mengeluarkan dana untuk BPJS, tapi masih ada yang belum tercover,” ujar Gubernur Banten usai memimpin rapat awal bulan bersama OPD di Aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Banten, Senin (5/3/2018).

Ketua KPW Rekan Indonesia KPW Banten, Rijal dalam keterangan persnya di Pamulang, Tangerang Selatan Hari ini (6/3/2018) menyatakan mendukung penuh kebijakan gubernur Banten ini, kami bahagia dan merasa bersyukur gubernur bisa sejalan dengan kehendak rakyat Banten terkait urgensi diberlakukannya jamkesda di Banten.

Menurut Rijal, keputusan ini sangat tepat dan ditunggu oleh masyarakat Banten terutama warga miskin. Banyak pengalaman Rekan Indonesia KPW Banten dalam mendampingi pasien miskin yang terbentur regulasi BPJS sehingga tidak dapat dijamin pembiayaan kesehatannya melalui JKN.

"Kami pernah beberapa kali mendampingi masyarakat di rumah sakit, bahkan kejadian terbaru saat kami mendampingi balita Almarhum Fathan asal Lebak Banten. Saat berobat di Rumkit Fatmawati, waktu itu org tua pasien yang hanya kuli serabutan belum punya BPJS dan untuk mendaftar terbentur regulasi permenkes no. 28/2014" papar Rijal.

"Sehingga orang tua almarhum harus membayar sekitar 39 juta karena tidak paham skema Dan alur menjadi peseta BPJS gawat darurat, kami usahakan sampai telepon kepala dinas kesehatan Lebak, kepala dinas sosial Lebak untuk menanggung biaya, semua tidak bisa karena terbentur aturan BPJS no 1 tahun 2015, alasan kedua jamkesda belum disahkan karna gubenrur masih menunggu surat balasan dr menkes" Rijal menjelaskan.

Oleh sebab itu Rijal dan seluruh kader Rekan Indonesia sangat mengapresiasi keputusan gubernur ini dan siap mendukung serta mengawal kebijakan gubernur Banten Wahidin Halim yang akan menjalankan pengobatan gratis dengan E-KTP.

"Kami apresasi dan kami akan ada digarda depan untuk berjalannya program ini, bahkan kami siap datang untuk berhadapan dengan mentri kesehatan" tutup Rijal.

Wilson: Soal Anak Tidak Miliki Kelamin, Perlu Investigasi Lebih Mendalam

By On February 19, 2018

NEWSGEMAJAKARTA.COM, JAKARTA - Pemberitaan tentang seorang bocah berusia 15 tahun yang dikabarkan tidak memiliki kelamin yang beredar belakangan ini ternyata ‘hoax’. Hal itupun menjadi pertanyaan bagi Ketua Umum PPWI Wilson Lalengke saat banyaknya yang memviralkan.

Menurut alumni PPRA-48 Lemhannas RI itu ada beberapa point dari berita ini yang membingungkan dirinya. “Usia anaknya 15 tahun, waktu yang sangat lama bagi sebuah 'keanehan’ yang tidak terpublikasi di zaman teknologi semaju ini,” ujarnya melalui pesan WAG, Minggu (18/2/2018).

Dikatakan Wilson, warga Sumatera Barat tipikal masyarakatnya cukup terbuka dan maju di bidang publikasi, bahkan sejak jaman Siti Nurbaya. “Agak aneh menurut saya berita itu setelah 15 tahun baru diketahui, perlu diinvestigasi lebih mendalam, jangan sampai kita keliru memberitakan,” pesannya.

Lebih jauh, Wilson menerangkan, bahwa Sumatera Barat cukup ramai dengan petugas kesehatan hingga ke jorong-jorong (perkampungan-red) terpencil. “Saya tidak yakin, anak ini dibiarkan dalam kondisi 'tidak normal' sejak bayi, yang pasti selalu ke posyandu, ke puskesmas, imunisasi, dan perlakuan kesehatan bayi lainnya,” ungkap Wilson, yang juga menambahkan jika ada pembiaran perlu dipertanyakan kerja pemerintah daerahnya itu.

Kemudian, lanjut Wilson, ada nama Datuk Bianso dalam artikelnya, siapa beliau, tidak dijelaskan dalam berita itu. “Ini artikel yang digarap asal-asalan, maaf, bisa menimbulkan salah paham bahkan hoax, akibat ketidakjelasan informasi di sana-sini dalam sebuah berita,” terangnya.

Wilson juga menyampaikan kepada rekan-rekan pengurus dan anggota PPWI di Sumbar untuk mencari informasi tentang kebenaran berita yang beredar. “Perlu informasi yang lebih detil soal bagaimana anak tersebut saat buang air zeni selama 15 tahunan ini? Dan apa jenis kelamin si anak?” pungkasnya. (HER/Red)

Gubernur DKI Jakarta Anies Peringati Hari Kanker Sedunia 2018 di Museum Seni Rupa dan Keramik, Fatahillah.

By On February 13, 2018



NEWSGEMAJAKARTA.COM, JAKARTA –  Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tengah melaksanakan acara memperingati hari Kanker Serviks Sedunia 2018, bertempat di Museum Seni Rupa dan Keramik, Tamansari, Jakarta Barat, Selasa (13/2/2018). Sekaligus peresmian Bus Transjakarta Cegah Kanker Serviks.

Hadir dalam giat tersebut, Menkes RI Nila F Moeloek, Ketua Organisasi Aksi Solideritas Era Kabinet Kerja (OASE KK), Erni Guntarti Tjahjo Kumolo, Ketua TP PKK DKI Fery Farhati, Walikota Jakarta Barat, HM.Anas Efendi, Camat Tambora Djaharuddin, serta para pejabat Pemprov DKI Jakarta. Kegiatan tersebut sebagai wujud tekan kesadaran dan mendorong warga Jakarta untuk deteksi dini sebagai upaya pencegahan, serta pengobatan.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, bahwa peringatan hari kunker sedunia bukan hanya dijadikan kalender even tahunan. Tapi, lebih pada mewaspadai sejak dini terhadap penyakit kunker. “Jangan anggap sekedar even. Ini peringatan, peringatan atas apa? Atas problem kenker,” ungkap Anies.

Dikatakan anies, bahwa kegiatan ini sebagai wujud tekan kesadaran dan mendorong warga jakarta untuk deteksi dini sebagai upaya pencegahan, serta pengobatan. "Deteksi dini jadi kunci karena mayoritas dari kejadian ini sulit disembuhkan karena tidak terdeteksi dini, sudah di fase stadium-stadium lanjut baru terdeteksi," pungkasnya.(spn-in/red0

Jokowi Kumpulkan Tokoh Papua dan Asmat Bahas Wabah Campak

By On January 23, 2018

NewsGemaJakarta.Com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengumpulkan Gubernur Papua Lukas Enembe, Bupati Asmat Elisa Kambu, dan Bupati Nduga Wentius Nimiangge di ruang kerjanya di Istana Bogor malam ini.

Pertemuan yang dimulai sekitar pukul 19.50 WIB ini digelar guna membahas perkembangan serta mencari solusi permasalahan wabah campak dan gizi anak di sejumlah distrik di Kabupaten Asmat.

Dalam pertemuan ini, Jokowi didampingi Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Sosial Idrus Marham, serta Kepala Staf Presiden Moeldoko.
 “Mungkin perlu relokasi terbatas atau memerlukan infrastruktur khusus,” ujar Jokowi di Istana Bogor, Selasa (23/1).

Berdasarkan data Kementerian Sosial, 67 anak dari empat distrik dan RSUD Asmat meninggal karena wabah penyakit campak dan gizi buruk.

Di Distrik Pulau Tiga, ada 37 jiwa meninggal, Distrik Fayit 14 jiwa, Distrik Aswi lima jiwa, Distrik Akat dan RSUD Asmat masing-masing empat jiwa meninggal.

Sementara itu, Menteri Sosial Idrus Marham sebelumnya mengungkapkan sebanyak 7.230 orang warga Kabupaten Asmat, Papua terindikasi wabah penyakit campak dan gizi buruk.
 Dari jumlah itu, ada warga Asmat yang sudah mendapatkan bantuan dari tim Tanggap Darurat Kemensos RI. 

Saat ini Kemensos RI sedang memikirkan langkah perawatan dan pembinaan berkelanjutan bagi warga di Kabupaten Asmat. 

Kata Idrus, pihaknya akan menggandeng instansi terkait untuk melakukan penanganan terpadu yang bisa dilakukan bersama-sama.

 Jokowi menuturkan, dirinya telah melihat kondisi langsung di lapangan. Menurutnya, pengiriman bantuan kesehatan memang memerlukan waktu tiga hingga empat hari ke daerah terpencil di Provinsi Papua ini.

“Saya kerahkan Panglima TNI dan Kapolri untuk semuanya membantu. Tapi bukan jangka pendek,” ucap mantan Wali Kota Solo ini. (cnn-in/red)

Hari Gizi Nasional dan Upaya Pencegahan Sunting.

By On January 23, 2018


NEWSGEMAJAKARTA.COM, Jakarta - Salah satu indikator gizi buruk masyarakat indonesia dapat dilihat dari tingginya angka kekurangan gizi anak-anak indonesia berdasarkan ambang batas yang ditetapkan organisasi kesehatan dunia (WHO), terdapat tiga kategori indeks gizi dengan angka masih dibawah ambang batas.

Hal itu dikemukan oleh DR.Atmarita MPH, Ketua Bidang Ilmiah DPP Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) pada acara FGD Jurnalis Tentang Hari Gizi Nasional di Menteng Jakarta Pusat, Selasa (23/1/2018).

DR Atmarita MPH, memaparkan, Balita Kerdil atau Sunting tidak hanya disebabkan oleh faktor gizi buruk yang dialami oleh ibu hamil maupun anak balita, akan tetapi disebabkan oleh multi dimensi. Secara umum beberapa penyebab stunting ialah Praktek pengasuhan yang kurang baik, termasuk kurangnya pengetahuan ibu mengenai kesehatan dan gizi sebelum dan pada masa kehamilan.

“Anak yang mengalami gagal tumbuh sejak dalam kandungan akan cenderung tumbuh pendek ketika mencapai usia 18 tahun. Empat dari sepuluh balita di Indonesia adalah stunting. Penyebab langsung adalah karena kurang asupan gizi dalam waktu lama disertai infeksi penyakit. Sedangkan penyebab tidak langsung adalah ketahanan pangan keluarga, pola asuh, kesehatan lingkungan, serta pelayanan kesehatan,” Kata DR.Atmarita

Lanjut, Dr.Atmarita, bahwa kondisi anak Indonesia pada umumnya baik pada saat lahir, akan tetapi terjadi gagal tumbuh setelah memasuki usia 3 bulan. Anak yang mengalami gagal tumbuh sejak dalam kandungan akan cenderung tumbuh pendek ketika mencapai usia 18 tahun.

"Membangun kemandirian keluarga merupakan langkah efektif sebagai cara mencegah stunting pada anak dan masalah kesehatan lainnya termasuk gizi buruk," pungkasnya (Nur )

Kantor Dinkes Kota Serang di Geruduk Ormas KKPMP MADA Kota Serang.

By On January 17, 2018


NEWSGEMAJAKARTA.COM, Kota Serang | Puluhan massa yang tergabung dalam Kesatuan Komando Pembela Merah Putih (KKPMP) Markas Daerah (MADA) Kota Serang, tengah melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Dinas Kesehatan Kota Serang, Rabu (17/01/2018). Aksi dilakukan terkait adanya dugaan manipulasi data Ibu Bersalin oleh pihak  RS Fatimah, Serang, Banten.

Dalam orasinya, Rony selaku Ketua KKPMP Markas Daerah Kota Serang, menyampaikan, KKPMP sebagai lembaga sosial kontrol berkewajiban untuk menyampaikan aspirasi mengingat adanya laporan dari masyarakat terkait dugaan manipulasi data ibu bersalin yang telah di lalukan oleh Rumah Sakit.

“Sebelum proses aksi kami melayangkan surat somasi kesatu dan kedua, akan tetapi pihak rumah sakit tidak ada upaya untuk melakukan klarifikasi terkait dugaan permasalahan tersebut sampai dilaksanakannya aksi unjuk rasa,” ungkap Rony. Seperti dilansir SBNews.co.id

Rony juga meminta aparat hukum yang memiliki kewenangan agar dapat melakukan proses penyelidikan terkait hal ini. Dan meminta pihak pemerintah khususnya Dinas Terkait agar memberikan sanksi atau tindakan tegas tanpa pandang bulu jika memang hal itu terjadi.

Sampai berita ini ditayangkan kita masih berupaya untuk konfirmasi kepada pihak RS. Fatimah dan dinas terkait.(rls-in/rerd)

Ibu Mona Penderita Kelumpuhan, Butuh Pengobatan Dari Pemerintah dan Donatur

By On December 25, 2017


NEWSGEMAJAKARTA.COM, Tulungagung - Salah seorang Ibu rumah tangga yang tinggal di Dusun Nglegok, Desa Tiudan, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung butuh perhatian Pemerintah setempat dan juga para darmawan, dikarenakan sekarang sedang mengalami penyakit kelumpuhan.

Hal ini ketahui oleh Tim Inverstigasi Lembaga Investigasi Negara (LIN) saat sedang melakukan sosialisasi mengenai program kerja Koperasi Multidaya Nusantara, didalam perjalanan seketika mendapat kabar dari warga sekitar terkait adanya warga yang menderita kelumpuhan.

“ada salah satu tetangga menderita penyakit kelumpuhan dan membutuhkan biaya untuk pengobatan,” ungkap salah satu warga yang namanya tidak ingin disebutkan, kepada Tim Investigasi. Minggu (25/12/2017).

Saat mendengar hal tersebut, tim investigasi LIN dengan sigab meminta ditunjukan tempat keberadaan warga yang mengalami penyakit kelumpuhan tersebut, perihal kebenaran dengan apa yang diceritakan oleh salah satu warga kepada tim Investigasi.


Setibanya disana, tim investigasi bertemu dengan salah seorang ibu Mona yang diketahui dirinya menderita penyakit kelumpuhan yang sudah bertahun-tahun, hingga kini masih belum mendapat bantuan dari pemerintah setempat.

Ditempat kediaman ibu Mona, salah satu keluarganya pun menyampaikan keperihatinannya atas apa yang dialami ibu Mona, selain dengan kondisi yang dialami ibu Mona terlebih dengan rumah yang ditempatinya saat ini.

“Pak kami sekeluarga mana mungkin sanggup untuk membiayai ibu mona, buat makan dan kehidupan sehari-hari saja kami kebingungan,” ungkapnya kepada Tim Investigasi LIN.

Mendengar hal tersebut, serta hasil data yang telah dihimoun dari lapangan juga keterangan dari berbagai pihak, Robby Irawan Wiratmoko selaku Pembina Lembaga Investigasi Nusantara (LIN) segera mengintruksikan tim untuk menindaklanjuti agar ibu Mona segera mendapat bantuan.

“Semoga dengan adanya LIN di Tulungagung bisa membantu masyarakat sekitarnya, dalam menyampaikan keluh kesahnya kepada Pemerintah Pusat maupun Pemerintah setempat,” Pungkas Gus Roby sapaan akrabnya.

Hingga berita ini disusun, Pembina LIN Robby Irawan Wiratmoko, berharap besar kepada Pemerintah Pusat, khususnya Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk segera mungkin membantu Ibu Mona beserta keluarganya. (her/rob)

PPWI Aceh Tamiang 'Peduli' Balita Penderita Kanker Mata

By On December 18, 2017

NEWSGEMAJAKARTA.COM, Aceh Tamiang, - Penderitaan seorang bocah berusia 16 bulan, bernama Fauzan Ali Ibrahim, asal Desa Tangsi Lama, Kecamatan Seruway, Aceh Tamiang, yang saat ini sedang menahan sakit akibat mata kanannya terindikasi diserang kanker mata, telah menggugah rasa kepedulian dari para anggota Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) DPC Aceh Tamiang.

Koordinator Tim PPWI Aceh Tamiang 'Peduli Penderitaan Fauzan Ali Ibrahim,' bernama Syaril El Nasir S.Kom, saat berkunjung di kediaman orang tuanya Fauzan, Sabtu (16/12/2017) malam, menyampaikan rasa pilu yang sangat mendalam atas penderitaan yang mendera anak kedua dari keluarga tidak mampu asal Desa Tangsi Lama.

Didasari oleh semangat untuk dapat saling menolong dan berbagi kasih sayang di antara sesama, Nasir meminta kepada tua laki-laki (Ayah) Fauzan agar mengizinkan Tim PPWI Aceh Tamiang Peduli Penderitaan Fauzan Ali Ibrahim, membantu fasilitasi agar anak keduanya yang terindikasi diserang penyakit kanker mata, dapat segera dibawa dan dirawat secara intensive oleh pihak medis di rumah sakit.

Menurut Nasir, penyakit yang mendera Fauzan terindikasi sangat berbahaya dan tergolong tidak biasa. Oleh karenanya, dia meminta kepada Agus dan keluarga bersedia untuk dijemput ke rumah sakit pada hari Minggu (17/12/2017) besok, sehingga Fauzan akan langsung mendapatkan perawatan khusus yang ditangani oleh dokter spesialis. Tahap awal, Fauzan akan mendapatkan penanganan dari RSUD Aceh Tamiang dan kemudian akan dirujuk ke rumah sakit yang memiliki fasilitas untuk pengobatan Fauzan.

Nasir menjelaskan, terkait permasalahan tentang keberangkatan Fauzan dan keluarga ke RSUD Aceh Tamiang, pihak Kepala UPTD Puskesmas Seruway, Khaidir S.Kep, telah menyatakan bahwa dirinya siap terjun langsung untuk mengantarkan Fauzan ke RSUD Aceh Tamiang.

Selain itu, kata Nasir, pihaknya juga telah mendapat kabar secara langsung dari Plt Direktur RSUD Aceh Tamiang, drg Irma Ananda Rangkuti, bahwa dirinya turut mendukung sepenuhnya gerakan kepedulian terhadap penderitaan yang sedang dialami oleh seorang bocah berusia 16 bulan, Fauzan Ali Ibrahim.

Bahkan, terangnya lagi, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Tamiang, dr. Muhammad Nur Fajri M.Kes, juga mantan Direktur RSUD Aceh Tamiang dr. Lia Imelda Siregar M.Kes, juga dikabarkan turut hadir pada saat kedatangan Fauzan yang akan berangkat bersama kedua orang tuanya, serta didampingi oleh Kepala UPTD Puskesmas Seruway, Khaidir S.Kep.

Selain itu, kata Nasir, walaupun besok, (16/12/2017) adalah hari Minggu, yakni hari libur, namun dikabarkan juga bahwa specialis bedah RSUD Aceh Tamiang, dr Surya Martua Horas Hrp Sp.B, turut hadir di RSUD Aceh Tamiang. Perlu juga diketahui bahwa Ketua DPRK Aceh Tamiang, Fadlon dan sejumlah wakil rakyat, turut menyatakan peduli terhadap beban penderitaan yang sedang dialami oleh Fauzan Ali Ibrahim, seorang balita usia 16 bulan, anak pasangan anak kedua pasangan Defi Agus Syahputra (29) dan Mahrunisa (26).

"Insya Allah, rasa kepedulian serta sumbangan doa dari para hamba Allah yang berjiwa mulia akan terus mengalir untuk kesembuhan bocah yang belum berdosa, Fauzan Ali Ibrahim. Gerakan sosial yang dibangun oleh para anggota PPWI Aceh Tamiang untuk kepedulian terhadap penderitaan Fauzan adalah pertolongan yang bersifat thulus," terang Syarel El Nasir S.Kom.

"Jika ada yang ingin beramal dan memberikan sumbangan untuk bocah penderita kanker mata, yang baru berusia 16 bulan, Fauzan, diharapkan agar dapat menghubungi langsung pihak orang tua laki-laki/ayahnya Fauzan, bernama Defi Agus Syahputra, nomor Hp: 082364269436. Semoga Allah menyembuhkan segera penderitaan yang sedang dialami Fauzan Ali Ibrahim, Amiin Yaa Rabbal Alamiin," tutupnya.

Terkait program kepedulian dari para anggota PPWI Aceh Tamiang terhadap penderitaan yang dialami Fauzan Ali Ibrahim, orang tua laki-laki (Ayah) Fauzan, bernama Defi Agus Syahputra, menyampaikan bahwa dirinya nggak bisa berkata apa-apa, dan sangat terkejut karena tidak menyangka ada pihak membantu secara tulus dan langsung mengarahkan para dermawan ke pihak dirinya.


"Saya hanya bisa mengucapkan rasa terima kasih sebesar-besarnya kepada rekan-rekan PPWI Aceh Tamiang yang tidak mau menjadi perantara/pemegang uang bantuan, namun langsung diarahkan ke saya dengan cara, diberikan nomor Hp saya. Gerakan kawan-kawan PPWI langsung terbukti dan tidak hanya bicara saja. Hanya kepada Allah saya ucapkan rasa terima kasih atas ketulusan kawan-kawan PPWI," terang Defi Agus Syahputra.

Hari Kesehatan ke-53, Kelurahan Pekojan Terima Penghargaan ODF STBM

By On November 26, 2017

NEWSGEMAJAKARTA.COM, Jakarta - Kelurahan Pekojan yang dipimpin Tri Prasetyo Utomo, tengah mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, yang diberikan langsung oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.

Kelurahan Pekojan adalah 3 dari Kelurahan Se-DKI Jakarta yang mendapatkan Piagam dan Penghargaan Kelurahan ODF STBM Nasional, dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional yang digelar di Lapangan Timur Gajah, Ragunan, Jakarta Selatan, Sabtu  (25/11/2017).

Peringatan Hari Kesehatan Nasional bertema ‘Sehat Keluarga, Sehat Wargaku, Menuju Generasi Emas’. Dalam acara tersebut hadir pula Dirjen Kementerian Kesehatan RI, Asisten Kesehatan Rakyat Catur La+swanto, Kadis Kesehatan DKI Jakarta Koesmedi Priharto, Kadis Kehutanan Djafar Muchlisin, Wakil Walikota Jakarta Barat.

Tri Prasetyo Utomo kepada tim GemaMedia Network mengucapkan syukur dan Alhamdulillah, Kelurahan Pekojan, Kelurahan pertama di Jakarta Barat, bersama 3 Kelurahan Se-DKI Jakarta yang mendapatkan Penghargaan dari Gubernur DKI Jakarta.

“Saya lurah Pekojan mempersembahkannya untuk Pekojan, saya juga menghaturkan terimakasih atas segala sumbangsih dan kerjasama serta solidaritas stake holder di wilayah Kelurahan Pekojan.” Ungkap Tri Prasetyo Utomo.

Tri juga menyampaikan terimakasihnya kepada Bapak/Ibu RT/RW, LMK, FKDM, RGC, dan PKK dengan Kader Pokja Sanitasnya, serta PPSU juga seluruh masyaraka Pekojan, semoga dengan Ridho Allah SWT, amal ibadah kita diberikan ganjaran yang setimpal.


“Tak kalah istimewa untuk seluruh teman-teman NGO / CSR dan teman-teman media dalam peran serta membangun Kelurahan Pekojan Nyaman, Maju, Sehat, Sejahtera dan Mandiri,” Pungkasnya mengakhiri.(hlm-in/red)

Paska Pelantikan Gubernur, Rekan Indonesia Minta Anies Sandi Audit Pembangunan 18 Puskesmas

By On October 13, 2017

NewsGemaJakarta.com, Jakarta – Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih yang akan menggantikan Gubernur DKI sebelumnya, tinggal menghitung hari, ini adalah moment besar yang ditunggu dan juga harapan bagi warga DKI agar dapat membawa perubahan.

Perubahan yang tidak serta merta harus dengan melakukan pencitraan, sebagai mana Gubernur DKI terdahulu, hingga kini masih meninggalkan problem terlebih mengenai dugaan korupsi atas pembangunan 18 Puskesmas di DKI Jakarta.

Besarnya harapan baru yang menggantung tinggi untuk menyelesaikan problem DKI yang ditinggalkan Gubernur sebelumnya, Anies Sandi pun diminta untuk menyelesaikan problema terkait indikasi adanya dugaan korupsi pada pembangunan 18 Puskesmas DKI yang penanganannya masih belum jelas.

Dalam hal ini, Relawan Kesehatan Indonesia (Rekan Indonesia) saat ini masih terus berjuang untuk membuktikan indikasi dugaan korupsi pada pembangunan 18 Puskesmas DKI yang menggunakan anggaran tahun 2016.

Demikian ungkap Ketua Rekan Nasional Agung Nugroho, dalam siaran Pers yang diterima Redaksi, Jumat (13/10), menyatakan Pembangunan 18 Puskesmas di DKI harus segera di Audit, mengingat Dinkes menyatakan pembangunan sudah selesai.

"Kami berharap audit terhadap pembangunan 18 Puskesmas di DKI dapat segera dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Terpilih, Anies-Sandi, pasca resmi dilantik nanti," ungkap Agung.

Lebih lanjut, dikatakan Agung, apalagi Bareskrim sudah menyatakan ada indikasi korupsi, dan sudah selayaknya dilakukan audit, "Jika terbukti masyarakat jadi terang menderang bahwa rejim sebelumnya yang mencitrakan diri s ebagai rejim bersih, ternyata masih menyimpan yang memilukan terlebih adanya dugaan korupsi pada Dinkes," tuturnya.

Menurut Agung, indikasi dugaan korupsi terhadap pembangunan 18 Puskesmas semakin kuat, dengan dijaga ketatnya pintu masuk ke lantai atas saat peresmian, sehingga orang tidak dapat naik ke lantai atas.


"Ada apa ini ? sudah diresmikan tapi untuk ke lantai atas masih dijaga satpam dan tidak diperbolehkan untuk naik keatas, kalau tidak untuk menutupi sesuatu apa dong jadinya," pungkasnya.(Her/Rls)

Manfaat Kangen Water Hidup Sehat Alami

By On September 26, 2017


Ketika anda membeli mesin Kangen Water, bukan saja mesin ini mampu menghasilkan air untuk minum saja, namun ada begitu banyak manfaat lain yang bisa anda dapatkan dari total 5 jenis air yang mampu dihasilkan oleh mesin Kangen Water ini. Yang perlu anda lakukan hanyalah menekan tombol jenis air yang ingin anda hasilkan melalui mesin Kangen Water seperti tampak pada foto di bawah ini :

(Keterangan gambar : Menekan tombol bertuliskan "KANGEN pH 9.5" pada mesin Kangen Water akan menghasilkan air minum alkali dengan pH 9.5)

Lalu apa saja kelima jenis air yang mampu dihasilkan melalui mesin Kangen Water dan bagaimana cara penggunaannya masing-masing? Simak penjelasannya berikut ini:

 

1.      Kangen Alkaline Water pH 8.5 - 9.5 Sebagai Air Untuk Minum, Memasak, Dan Segala Keperluan Lain Untuk Dikonsumsi Oleh Tubuh



Kangen Water dari pH 8.5-9.5 digunakan sebagai air minum untuk konsumsi anda sehari-hari. Air alkali yang mengandung mineral ini memiliki rasa alami yang manis dan ringan yang berbeda dengan air yang biasa anda konsumsi selama ini.

Kangen Water dengan pH 8.5-9.5 dapat menghidrasi tubuh anda dengan jauh lebih baik, artinya ia membawa hidrasi dan nutrisi pada setiap sel-sel di dalam tubuh serta membersihkan dan mengeluarkan limbah asam dan racun keluar dari tubuh (alias proses detoksifikasi) dengan lebih efisien. Limbah asam berlebih di dalam tubuh kita jika tidak rutin dikeluarkan setiap hari lama-lama akan berubah menjadi penyakit. Salah satu fungsi utama Kangen Water adalah memperlancar pembuangan toksin-toksin berbahaya ini keluar dari tubuh.


Dikarenakan ukuran cluster molekul air ini yang juga lebih kecil dibandingkan air biasa, maka Kangen Water dengan pH 8.5-9.5 dapat dengan cepat diserap oleh sel-sel tubuh sehingga ketika anda meminumnya tidak akan timbul perasaan kembung atau begah di dalam perut.

Selain itu kelebihan lain dari air alkali Kangen Water dengan pH ini yaitu ia memiliki kandungan antioksidan yang jauh lebih tinggi dibandingkan blueberry, jeruk maupun green tea. Tidak seperti makanan, air akan dengan sangat cepat masuk ke dalam aliran darah sehingga Kangen Water akan cepat pula bekerja menetralisir radikal bebas di dalam tubuh, menjadikan tubuh anda jauh lebih sehat, berenergi, dan vitalitas anda juga akan mengalami peningkatan.

Kangen Water sangat baik dikonsumsi oleh semua orang baik yang sehat maupun yang sakit, anak kecil maupun orang dewasa, semua boleh mengkonsumsi Kangen Water.  Bagi orang-orang yang menderita penyakit, Kangen Water ini bisa berfungsi sebagai air terapi alami untuk membantu percepatan proses pemulihan kesehatan tubuh.


Tidak hanya sekedar untuk minum, anda juga dapat memanfaatkan Kangen Water dengan pH 8.5-9.5 ini sebagai air untuk memasak. Sayuran ataupun sop yang dimasak menggunakan Kangen Water rasanya akan jauh lebih nikmat karena air ini meresep ke dalam setiap bahan masakan anda serta mengeluarkan semua cita rasa alami bahan-bahan masakan anda tersebut.

Anda juga dapat menggunakan Kangen Water untuk menyeduh teh maupun kopi agar minuman anda terasa lebih harum dan nikmat. Cukup gunakan sedikit saja teh maupun bubuk kopi ketika menyeduhnya menggunakan Kangen Water karena air ini dapat bekerja dengan sangat efektif dalam menarik keluar semua rasa dan aroma dari teh maupun kopi anda.  

 

2.      Clean Water pH 7.0, Air Netral Ketika Anda Sedang Mengkonsumsi Obat-Obatan Medis Ataupun Untuk Susu Formula Bayi



Clean Water dengan pH netral (pH 7.0) yang dihasilkan dari mesin Kangen Water merupakan air yang bebas dari klorin maupun zat berbahaya lainnya. Air dengan pH netral ini bisa anda pergunakan ketika sedang mengkonsumsi obat-obatan medis dari dokter agar obat-obatan tersebut dapat bekerja dengan baik bagi tubuh anda. Selain itu Clean Water dengan pH 7.0 ini juga dapat anda pergunakan untuk membuat susu formula bayi. Bayi maupun anak-anak di bawah usia 2 tahun belum boleh minum air alkali dulu (pH 8.5-9.5) dikarenakan sistem pencernaannya masih belum sempurna seperti orang dewasa. Hanya pergunakan Clean Water pH 7.0 jika anda ingin memberikan air minum untuk anak-anak di bawah usia 2 tahun.

3.      Beauty Water pH 6.0, Air Untuk Kecantikan dan Perawatan Kulit



Beauty Water atau disebut juga Acidic Water (Air Asam) bukanlah air untuk diminum melainkan air untuk perawatan kulit anda. Air ini dapat bertindak sebagai astringent (zat yang meringkaskan pori-pori) sehingga merupakan pilihan terbaik untuk mempertahankan kecantikan kulit anda.

Beauty Water ini bekerja dengan sangat baik ketika digunakan untuk mencuci wajah dikarenakan ia membantu mengencangkan serta memberi kelembaban yang alami bagi kulit. pHnya yang sedikit asam pada kisaran pH 5.5-6.0 sangat sesuai dengan pH alami kulit manusia. Sisi positif lain dari Beauty Water yang diciptakan melalui mesin Kangen Water ini yaitu ia tidak mengandung zat kimia sama sekali. Proses pembuatannya hanya melalui elektrolisis (pemberian arus listrik) untuk menghasilkan air yang bersifat asam ini sehingga apapun jenis kulit anda baik kulit normal maupun yang paling sensitif sekalipun akan tetap cocok memakai Beauty Water ini.

Selain itu tahukan anda bahwa fungsi lain dari Beauty Water ini selain sebagai toner juga dapat digunakan untuk merawat keindahan rambut. Beauty Water dapat digunakan sebagai pengganti kondisioner sehabis keramas, atau menjadi air bilasan terakhir sehabis mandi. Penggunaan Beauty Water bagi rambut menjadikan rambut anda bersinar, bebas dari kusut, membuatnya lembut serta mudah diatur.

Kegunaan lain dari Beauty Water atau Acidic Water ini yaitu ia juga bisa dimanfaatkan untuk bersih-bersih seperti mengepel lantai, membersihkan jendela, kaca, keramik maupun gelas yang membuat semua bahan-bahan ini tetap berkilau tanpa meninggalkan residu.

4.       Strong Acidic Water pH 2.5 Sebagai Air Pembunuh Kuman dan Bakteri Yang Ampuh Namun Tetap Aman Bagi Manusia



Strong Acidic Water pH 2.5 adalah air yang bersifat sangat asam yang dihasilkan ketika anda memencet tombol "Strong Acidic" pada mesin Kangen Water. Air ini bukanlah air untuk minum. Fungsi Strong Acidic ini adalah sebagai disinfektan yang sangat kuat dalam membunuh kuman dan bakteri dan merupakan pilihan yang sangat tepat untuk membersihkan area dapur maupun kamar mandi anda agar terbebas dari bibit-bibit penyakit.

Strong Acidic Water sangat sempurna ketika digunakan untuk sanitasi peralatan dapur seperti piring dan gelas, handuk untuk pengelap piring, serta area permukaan meja dapur sehabis memasak. Namun satu hal yang harus anda ingat adalah ketika anda menggunakan Strong Acidic untuk membersihkan peralatan dapur yang terbuat dari metal atau logam, segera keringkan secepatnya setelah dibilas menggunakan Strong Acidic Water pH 2.5 ini dikarenakan sifat asamnya yang sangat kuat yang dapat menyebabkan karat kalau dibiarkan begitu saja. Air ini juga sangat cocok digunakan di kamar mandi anda, ia dapat membersihkan lantai kamar mandi, toilet, membersihkan sikat gigi serta sebagai air untuk cuci tangan.

Tempat-tempat umum dan pusat lokasi bisnis seperti salon, restoran, gym klinik, Rumah Sakit, dan kantor dapat memanfaatkan Strong Acidic Water ini sebagai air untuk bersih-bersih dan disinfektan. Selain itu air ini akan memangkas biaya pembelian berbagai macam produk pembersih yang berbeda-beda sehingga dapat menghemat pengeluaran anda namun tetap memberikan hasil terbaik dalam bidang kebersihan, kesehatan dan sanitasi.

5.       Strong Kangen Water pH 11.5 Sebagai Air Pengangkat Minyak dan Kotoran Membandel



Strong Kangen Water pH 11.5 tidak untuk diminum namun ia dapat bekerja dengan sangat baik dalam membersihkan dan menyiapkan bahan makanan anda. Strong Kangen Water dapat digunakan secara umum di area dapur mulai dari membersihkan sisa kotoran yang lengket pada panci, mencuci buah dan sayur agar terbebas dari pestisida, serta membersihkan noda membandel pada kain akibat tumpahan minyak, kecap ataupun saus yang biasanya sulit dibersihkan.

Dikarenakan Strong Kangen Water merupakan air pembersih yang sangat bagus dan sangat kuat dalam melakukan ikatan terhadap minyak dan kotoran, ia dapat mengurangi penggunaan sabun saat mencuci piring maupun menghemat penggunaan deterjen pada saat mencuci baju. Strong Kangen Water juga meminimalisir pemborosan pemakaian air untuk keperluan mencuci dan bersih-bersih di rumah anda.

Strong Kangen Water pH 11.5 tidak untuk diminum namun ia dapat bekerja dengan sangat baik dalam membersihkan dan menyiapkan bahan makanan anda. Strong Kangen Water dapat digunakan secara umum di area dapur mulai dari membersihkan sisa kotoran yang lengket pada panci, mencuci buah dan sayur agar terbebas dari pestisida, serta membersihkan noda membandel pada kain akibat tumpahan minyak, kecap ataupun saus yang biasanya sulit dibersihkan.

Dikarenakan Strong Kangen Water merupakan air pembersih yang sangat bagus dan sangat kuat dalam melakukan ikatan terhadap minyak dan kotoran, ia dapat mengurangi penggunaan sabun saat mencuci piring maupun menghemat penggunaan deterjen pada saat mencuci baju. Strong Kangen Water juga meminimalisir pemborosan pemakaian air untuk keperluan mencuci dan bersih-bersih di rumah anda.

Miliki Mesin Kangen Water Sendiri di Rumah Anda

Dengan beragam manfaat yang ditawarkan melalui 1 unit mesin Kangen Water, maka memiliki mesin ini di rumah anda merupakan suatu pilihan yang sangat tepat. Mesin Kangen Water lebih dari sekedar penghasil air minum sehat, ia mampu menghasilkan SELURUH jenis air untuk kebutuhan anda sehari-hari. Manfaatkan mesin Kangen Water ini baik untuk keperluan rumah tangga maupun sebagai alat pendukung untuk bisnis anda. List produk dan harga bisa dilihat di bagian DAFTAR HARGA MESIN KANGEN WATER.

Sumber : Kangen Water

Jubaidah Penderita Penyakit Gondok, Butuh Uluran Tangan Para Dermawan dan Pemerintah

By On September 20, 2017

Gema Jakarta, Bima - Jubaidah yang biasa dikenal dengan sebutan Ina Bodi yang berasal dari Desa Mpuri, Kec. Madapangga, Kab. Bima, Seorang wanita paruh baya Penjual Sepi (Bima) keliling di sekitar Desa Woro, Mpuri dan Tonda hidup dengan mengidap Penyakit Gondok sudah 5 Tahun. Namun dalam seminggu terakhir ini, Penyakit Ina Bodi semakin tambah parah dan semakin terlihat membesar, Rabu (20/09/2017).

Ina Bodi merupakan istri dari Muhdar yang hanya bekerja serabutan sebagai Petani memiliki empat orang anak dan satu diantaranya telah meninggal dunia setahun yang lalu akibat Sakit Komplikasi, Sedangkan yang lain merantau adu nasib di Ibu Kota sebagai Buruh Pabrik. Selain dari anaknya yang dirantauan, Ina Bodi tinggal dengan anak laki - lakinya yang sudah berkeluarga, Namun telah dipisahkan oleh Ajal. Sebut saja Muslih, Seorang ayah dari anak perempuannya yang hanya kerja serabutan di Sawah dan Ladang dengan Upah serta waktu yang tak menentu.

Dalam kesehariannya berjualan Sepi, Penghasilan Ina Bodi pun tak menentu, Terkadang pendapatannya setiap hari hanya 20 - 30 ribu rupiah. Dengan cara menjunjung Bakul jualannya berjalan mengelilingi desa demi desa, Tak terasa penyakitnya tambah semakin parah.

Menurut Muslih, Ina Bodi baru saja pulang di rawat sekitar beberapa hari di RSUD Dompu dan disarankan oleh Dokter setempat untuk di Rujuk dan segera di Operasi di RSUP NTB Mataram. Namun apa yang bisa dibuat, Pihak keluarga memilih untuk dirawat dirumah singgahnya, Sebab ekonomi tak mencukupi, Jelasnya.

Menambahkan, " Untuk sementara pengobatan alternatif yang digunakan oleh Ina Bodi adalah Loi Keta untuk sedikit meringankan rasa sakit dan nyeri nya saja, " Keluh Muslih.

Sakitnya selama ini ditahan demi bisa berjualan Sepi (Bima) keliling setiap Desa, Saat ini Ina Bodi hanya bisa terbaring dan duduk menahan rasa sakitnya. Entah sampai kapan.....?

Keluarga berharap kepada Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah agar serius memperhatikan Rakyat Kecil. Kami butuh uluran tangan dari para Dermawan yang sekiranya dapat meringankan beban Penderitaan Ina Bodi. (Her/rls)

Ardiansyah Penderita Hidrosefalus Butuh Perhatian Pemkot Tangerang

By On September 18, 2017

Gema Jakarta, Kota Tangerang - Ardiansyah (10), anak dari pasangan Kuswandi (31) Rina Kusrina (29) warga Kampung Galeong, Margasari RT 01 RW 04, Kecamatan, Karawaci, Kota Tangerang kini hanya bisa terbaring lemas di tempat tidur yang berukuran 3 x 3 meter karena mengidap penyakit Hidrosefalus (Hydrocephalus).

Ironisnya, sudah hampir 10 tahun pasca operasi di RSUD Kabupaten Tangerang, Adriansyah hanya bisa dirawat oleh orangtuanya yang hanya bekerja sebagai buruh serabutan. Bahkan hingga saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang belum juga memberikan bantuan untuk mengobati penyakit anaknya tersebut.

Sehari-hari Ardiansyah hanya bisa terbaring lemas ditempat tidurnya. Bagaimana tidak? badan Andriansyah yang semakin kurus tak lagi mampu untuk menopangnya untuk berdiri dan duduk sekalipun.

"Anak saya mengalami penyakit ini sejak lahir, sudah dioperasi di Rumah Sakit Kabupaten Tangerang waktu umur 3 bulan. Dirawat disana selama 2 bulan. Untuk lanjutan operasi kami tidak punya biaya. Ya, saya belum punya BPJS. KTP saya belum jadi, hanya resi. Pernah, ngurus BPJS tapi belum jadi," keluh Rina Kusrina, Senin (18/9/2017) seperti dikutip jakartadaily.id

Menurut pengakuan Rina hingga saat ini Pemkot Tangerang belum juga memberikan bantuan untuk  mengobati penyakit anaknya tersebut. Padahal, dia sangat berharap ada uluran tangan dari para dermawan, terlebih dari Pemkot Tangerang.

"Pihak Kelurahan dan Kecamatan belum pernah kesini mas. Menanyakan kondisi Ardiansyah pun belum pernah. Padahal pihak Puskesmas sudah tahu kondisi anak saya," imbuhnya.

Sementara Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang, Agus Setiawan, menyayangkan atas kejadian yang dialami seorang anak bernama Ardiansyah, "ini sudah menampar wajah Pemerintah Kota Tangerang, ini ditengah kota bukan di hutan belantara, kok bisa ya ada warga yang sakit tidak segera ditangani," ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinsos dan Dinkes, sebenarnya sudah menganggarkan bagi masyarakat miskin yang mengalami sakit, "Pemkot Tangerang kemana aja selama ini, sampai 10 tahun didiamkan," pungkasnya.

Ditempat terpisah, Agung Ketua Nasional Relawan Kesehatan (REKAN INDONESIA), menyampaikan, bahwa kejadian tersebut adalah kelalaian Pemerintah Daerah untuk melindungi warganya ketika menderita sakit.

"Seharusnya Pemda c.q Dinkes melalui puskesmasnya melakukan kontrol rutin diwilayahnya masing masing, sehingga ketika ada warga yang sakit dan tidak memiliki biaya maka dapat direspon dengan cepat untuk segera dibuatkan jaminan kesehatannya," ungkapnya.

Hingga berita ini disusun, belun adanya tindakan dari Pemerintah setempat maupun Pemerintah Daerah terkait Ardiansyah yang menderita penyakit Hidrosefalus selama 10 tahun tersebut, namun dengan inisiatif dan kepedulian dari tim reaksi cepat Forum Wartawan Tangerang (FORWAT) membawanya ke RSUD kota Tangerang, guna mendapati perawatan Medis. (Her/rls).