Berita Terbaru

Kategori

Langganan Berita

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Puskesmas Tambora Luncurkan Aplikasi E-Gikur (Gizi Kurang) di Posyandu Tanah Sereal

By On July 12, 2018


NEWSGEMAJAKARTA.COM, JAKARTA - Puskesmas Kecamatan Tambora meluncurkan aplikasi e-gikur (Gizi Kurang) di Posyandu RW.05, Kelurahan Tanah Sereal, Tambora, Jakarta Barat, Rabu (11/7/2018). Apilikasi dibuat untuk memantau sekaligus melakukan intervensi bila ditemukan kasus kekurangan gizi.

“Ada sekitar 94 posyandu se-kecamatan Tambora. Melalui aplikasi ini, mereka bertugas melakukan pendataan terhadap balita di Posyandu masing-masing. Dari aplikasi ini kita bisa melihat ada sejumlah para meter yang membaca perkembangan balita, mulai dari umur, berat badan, tinggi badan, dan sebagainya,” Ujar Kepala Puskesmas Tambora, Ahrahayati W.

Dikatakan Ahrahayati, bahwa peluncuran aplikasi e-gikur ini merupakan yang pertama di wilayah DKI Jakarta. E-gikur adalah sistem aplikasi laporan dan pengendalian status gizi balita di posyandu. Aplikasi ini akan mendata para balita.

Lanjutnya, berdasarkan data yang terinput pada aplikasi ini, tim puskesmas di Tambora bisa melakukan intervensi atau tindakan bilamana terdapat balita kekurangan gizi atau kurus sekali. “Tim kesehatan akan turun langsung ke lokasi balita yang kekurangan gizi atau kurus seklai,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan, dari Puskesmas Kecamatan Tambora, wilayah Tambora terbilang rawan terhadap balita kekurangan gizi. Tahun 2016 tercatat berjumlah 76 kasus, sedangkan untuk tahun 2017 tercatat atas kasus balita kekurangan gizi sebanyak 83 kasus.

“Saya ingin melihat data gizi kurang untuk bisa ditindaklanjuti. Kalau ditangani di Posyandu, kami datang langsung. Tapi, bila tidak di posyandu, kita memiliki 10 tim Ketuk Pintu Layani dengan Hati (KLDH) yang bisa menginput dan ditindaklanjuti,” pungkasnya.

Bolehkah Anak Diberikan Susu Kental Manis?

By On July 04, 2018

Sebelumnya, melalui surat edaran yang ditetapkan pada 22 Mei 2018 yang ditandatangani oleh Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan, Suratmono, BPOM meminta produk susu kental manis menghilangkan kata susu dalam label dan iklan produk.

Hal itu dilakukan dalam rangka melindungi konsumen utamanya anak-anak dari informasi yang tidak benar dan menyesatkan.

Namun pertanyaannya adalah, apakah Moms tahu bedanya antara susu kental manis dengan susu sapi jenis lainnya?

Ketika memilih susu sapi terutama untuk anak-anak, Anda harus memastikan apakah jenis susu tersebut bisa di konsumsi Si Kecil di usianya saat ini atau tidak?

Apakah susu tersebut memiliki kandungan nutrisi baik untuk memenuhi kebutuhan nutrisi Si Kecil?

Apa bedanya susu kental manis dengan susu biasa?

Susu kental manis umumnya merupakan susu sapi biasa yang mana kandungan air di dalamnya sudah di ambil lalu kemudian di buang. Setelah itu, susu kental manis tersebut akan di tambahkan dengan kandungan gula dalam jumlah yang cukup banyak, sehingga susu kental manis memiliki tekstur yang sangat kental dan lengket. Bahkan susu kental manis umumnya memiliki rasa yang sangat manis, tidak seperti susu pada umumnya.

Awalnya susu kental manis ini memang di produksi bukan untuk anak-anak, karena susu ini diproduksi untuk memasok tenaga para tentara Amerika di zaman perang saudara. Karena pasalnya jenis susu kental manis ini bisa bertahan hingga berbulan-bulan tanpa harus di masukkan ke dalam lemari pendingin.

Apakah susu kental manis bisa memenuhi kebutuhan nutrisi anak?

Para ahli gizi  sangat tidak menganjurkan susu kental manis di berikan kepada anak-anak terutama bayi. Mengapa? Karena susu kental manis tidak mampu memenuhi asupan gizi bayi yang masih berada di tahapan pertumbuhan, yang mana tidak mampu menggantikan nutrisi yang terkandung dalam ASI. Harus Moms ketahui, di masa emas pertumbuhannya, anak-anak sangat membutuhkan asupan nutrisi yang cukup, seperti vitamin A, vitamin C, vitamin D, protein, kalsium dan juga kalium.

Perbandingan zat gizi susu sapi utuh dan susu kental manis diantaranya adalah sebagai berikut:

Kandungan susu sapi utuh :
Vitamin A : 5,1%
Vitamin C : 3,7%
Vitamin D : 31,1%
Kalsium : 24,64%
Kalium : 17,6 %
Protein : 7,6 gram atau 15,1%

Kandungan susu kental manis :
Vitamin A : 2%
Vitamin C : 1,7%
Vitamin D : 0,6%
Kalsium : 10,85%
Kalium : 4%
Protein : 3 gram atau 6%

Risiko mengonsumsi susu kental manis terlalu banyak :
Jika bayi di berikan susu kental manis sebagai minuman pengganti ASI, maka bisa beresiko pada kesehatannya. Hal ini di karenakan susu kental manis memiliki kandungan gula dengan jumlah yang sangat banyak.
 
Semoga bermanfaat.

Pemprov DKI Tanggapi Keluhan Warga Tambora Terkait Mobil Ambulans

By On June 30, 2018

NEWSGEMAJAKARTA.COM, JAKARTA - Menanggapi keluhan @Hal_ddi, masalah sudah ditindaklanjuti oleh pihak Dinas Kesehatan DKI & tim AGD Call Center melalui diskusi kekeluargaan dgn yg bersangkutan sore ini. Ibu pelapor sudah berada di RS Tarakan & masalah miskomunikasi sdh diselesaikan

Demikian tulis Akun Twitter @DKIjakarta, dalam akunnya juga menjelaskan, bahwa Sekedar edukasi, untuk permohonan ambulans di situasi urgent, EKTP & KK bs ditunjukkan via whatsapp dan setelah selesai penanganan boleh dikirim EKTP dan KK diperlukan hal administrasi, karena AGD gratis untuk warga DKI Jakarta.

“Terima kasih banyak Mas @Hal_ddi atas laporannya dan terimakasih pihak Dinkes serta AGD DKI yang cepat tanggap dalam masalah ini. Kami mengapresiasi masalah bisa selesai dengan cepat dan kekeluargaan,” tulisnya.

Sebagaimana diketahui, keluhan Halddi warga Tambora, Jakarta Barat tersebut sempat viral atas apa yang menimpa dirinya bersama keluarganya terkait pelayanan Operator Ambulans Dinas DKI Jakarta, hingga akhirnya ia menulis melalui Akun Twitter pribadinya.

Namun petugas meminta fotocopy KTP serta Fotocopy KK Pasien, petugas wanita tak mau tau, semua yang memakai Ambulans 112 harus memberikan fotocopy KTP dan KK, atas petunjuk tersebut Haldi kecewa dan geram, 

Pasalnya ia sudah memegang surat-surat tersebut namun tidak sempat jika harus memfotocpopy. Bahkan, operator menolak memotret KK dan KTP atau memfotocopynya di Rumah Sakit.

Haldi menyebut jika petugas tersebut menjawabnya kasar dan dinilai tidak sopan. Ia merasa dipersulit, padahal kondisi ibunya sedang benar-benar membutuhkan pertolongan. Karena kesal, Haldi akhirnya menggunakan jasa taksi online untuk mengantarkan ibunya ke Rumah Sakit Tarakan, Jakarta Pusat. 

Ia mengunggah postingan tersebut pada Selasa (26/6/2018) malam, dan menjadi viral di media sosial. Warganet bahkan membantunya untuk melaporkan hal tersebut pada Dinas terkait dan pemerintah.

"Saya baru hari ini mau minta bantuan ambulans Pemda DKI telepon lewat 112. Diangkat, lalu diminta fotokopi KTP pasien dan fotokopi KK. Saya pegang aslinya saat ini. Mau masuk IGD, tapi ke tempat fotokopi dulu? Keburu mati mama saya," kata Halddi (rls/red)

Viral ! Warga Tambora Merasa Dipersulit, dan Lapor ke Anies Baswedan

By On June 30, 2018

NEWSGEMAJAKARTA.COM, JAKARTA - Seorang warga Tambora, Jakarta Barat mengeluhkan pelayanan Ambulans Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Melalui akun pribadi @Hal_ddi menceritakan saat ia menelepon ambulans Pemda DKI di 112, karena ibunya sakit dirujuk ke IGD.

Namun petugas meminta fotocopy KTP serta Fotocopy KK Pasien, petugas wanita tak mau tau, semua yang memakai Ambulans 112 harus memberikan fotocopy KTP dan KK, atas petunjuk tersebut Haldi kecewa dan geram, 

Pasalnya ia sudah memegang surat-surat tersebut namun tidak sempat jika harus memfotocpopy. Bahkan, operator menolak memotret KK dan KTP atau memfotocopynya di Rumah Sakit.

Haldi menyebut jika petugas tersebut menjawabnya kasar dan dinilai tidak sopan. Ia merasa dipersulit, padahal kondisi ibunya sedang benar-benar membutuhkan pertolongan. Karena kesal, Haldi akhirnya menggunakan jasa taksi online untuk mengantarkan ibunya ke Rumah Sakit Tarakan, Jakarta Pusat.

Ia mengunggah postingan tersebut pada Selasa (26/6/2018) malam, dan menjadi viral di media sosial. Warganet bahkan membantunya untuk melaporkan hal tersebut pada Dinas terkait dan pemerintah.

"Saya baru hari ini mau minta bantuan ambulans Pemda DKI telepon lewat 112. Diangkat, lalu diminta fotokopi KTP pasien dan fotokopi KK. Saya pegang aslinya saat ini. Mau masuk IGD, tapi ke tempat fotokopi dulu? Keburu mati mama saya," kata Halddi

Keluhan Haldi akhirnya direspon oleh Dinkes DKI Jakarta, Rabu (27/6/2018) melalui telepon. Pihak Dinas Kesehatan bersedia menemui Haldi di rumah sakit untuk membicarakan hal tersebut.

Haldi mengutarakan hasil pertemuan tersebut melalui Twitternya, ia menyebutkan bahwa terjadi salah paham antara ia dengan operator. 

Prosedur memberikan data KTP dan KK memang sudah ketentuan dari lama, hanya saja bisa dikirim fotonya melalui Whatsapp. 

Namun hal itu tidak diinfokan operator tersebut kepadanya, sehingga ia terlanjur kalap dan marah. Dinas Kesehatan Pemrov DKI dikatakan akan mengevaluasi kinerja operator tersebut. (rls/red)

Ketum Forum Peduli Warga (FPW) Minta Gubernur Evaluasi Kinerja Kadinkes DKI Jakarta

By On June 30, 2018

NEWSGEMAJAKARTA.COM, JAKARTA - Ketua Umum Forum Peuli Warga (FPW) berharap Kadinkes DKI Jakarta segera diganti karena lalai dalam melaksanakan tugasnya dalam membantu warga yang membutuhkan Ambulance secara darurat dan pegawai operatornya berkata kasar kepada keluarga pasien dalam layanan operator ambulance.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) DKI Jakarta Koesmedi Priharto yang terkejut mendengar kabar soal adanya warga yang dipersulit saat memesan ambulans, adalah sikap yang tidak peka terhadap musibah dan tak punya hati kemanusiaan.

“Atas nama Forum Peduli Warga (FPW) DKI Jakarta sangat kecewa berat, seorang Ibu Sakit dan butuh ambulance, ko kaku harus meminta Foto Copy segala, dan ini sangat merugikan masyarakat,” ujar Ketua Umum FPW, Musa Marasabessy

Dikatakan Musa, kewajiban Dinas Kesehatan dalam mempersulit pasien, ini jadi catatan sendiri, selama ini Bapak Gubernur Anies Baswedan hanya mendengar kabar baik saja, padahal Dinkes saat ini jauh lebih buruk dan harus segera mengevaluasi Kadinkes Pemprov DKI Jakarta dan kalau perlu segera mencopotnya.

“Kadinkes Pemprov DKI Jakarta itu tak punya hati, saya rasa anak buahnya sudah bertahun-tahun itu, operatornya juga menyampaikan dengan kalimat kasar ke keluarga pasien dan harus segera di copot. Kadinkes harus meminta maaf dan mengklarifikasinya secara terbuka, ini masalah keselamatan Pasien yang utama dari pada syarat KTP”, bebernya.

Musa menjelaskan, bahwa jelas di Undang-undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan bahwa setiap orang berhak atas kesehatan, nyawa manusia lebih penting dari pada administrasi. Sebagai Pendukung utama Anies-Sandi, Bapak Gubernur DKI Jakarta ini harus sesegera mungkin mencopot Kadinkes Provinsi agar perbaikan kesehatan semakin baik.

“Dinkes itu pak Gubernur sudah banyak masalahnya, ini saja cara Tuhan menegur keras dengan masalah ambulance. Ada contoh anak buah Kadinkes yang bermain dalam korupsi obat non-fornas di Jakarta Timur yang kasusnya pernah ada, kasus pembangunan rumah sakit di DKI Jakarta yang tak jelas rimbanya, dan banyak lagi dugaan Korupsi di Dinas Kesehatan, dan KPK DKI Jakarta saya berharap bisa masuk kedalam membongkarnya”, tegas Musa.

Musa menceritakan, seorang warga Tambora, Jakarta Barat bernama Halddi dimintai fotokopi KTP dan KK oleh operator 112 untuk mengantar ibunya ke IGD menggunakan ambulans.

“Seharusnya petugas tak memaksa hingga merepotkan, Keburu Wafat mamanya, seharusnya cukup difoto pakai HP untuk awalan dan nantinya baru melampirkan foto copy tetapi fokus untuk nyawa manusia terselamatkan” tandasnya.

Sebelumnya, Selasa (26/6/2018), Halddi mengeluhkan pelayanan operator 112 di Twitter saat dirinya memesan ambulans. Halddi geram lantaran sempat khawatir ibunya tak segera tertolong jika dipaksa menuruti permintaan petugas.

“Saya baru hari ini mau minta bantuan ambulans Pemda DKI telepon lewat 112. Diangkat, lalu diminta fotokopi KTP pasien dan fotokopi KK. Saya pegang aslinya saat ini. Mau masuk IGD, tapi ke tempat fotokopi dulu? Keburu mati mama saya,” kata Halddi ketika dikonfirmasi Rabu (27/6/2018).

Ia juga mengaku mendapat respons kasar dari operator yang menolak menerima foto KK dan KTP asli melalui ponsel.

“Itu ibu operator ngomongnya juga nyolot pula. Orang sakit loh ini malah dijawab dengan kasar sama petugasnya. Enggak bisa ngomong sopan?” keluhnya.

Akhirnya Halddi membawa ibunya ke RSUD Tarakan menggunakan transportasi online. “Masak soal beginian direpotin ke pasien. Saya kalau bukan orang susah enggak mungkin nelepon 112, pasti pakai ambulansyang berbayar,” ungkap Halddi.

Keesokan harinya, Rabu (27/6/2018), Halddi menuliskan klarifikasi di Twitter bahwa prosedur KTP dan KK ternyata memang sudah diwajibkan sejak lama.

Foto KTP dan KK juga bisa kirim via WhatsApp (WA), tapi operator tak memberitahukan informasi tersebut. Halddi lantas terburu naik pitam karena merasa direpotkan. (rls/AG)

Rekan Indonesia Kab.Bekasi Sebut Pelayanan Kesehatan di Bekasi Masih Buruk

By On April 27, 2018

NEWSGEMAJAKARTA.COM, BEKASI, Ketua Relawan Kesehatan (REKAN) Indonesia Kabupaten Bekasi mengatakan perbaikan pelayanan kesehatan harus jadi prioritas Pemerintah dan Pemerintah Daerah, sesuai amanat UUD 1945 Pasal 28 ayat 1, “setiap warga negara berhak memperoleh layanan kesehatan”, dan UU Nomor 23 Tahun 1992 Tentang Kesehatan Pasal 14, “setiap orang berhak untuk mendapatkan kesehatan optimal.”

Hal itu disampaikan oleh Ketua REKAN INDONESIA Kebupaten Bekasi, Sabam Posma, kepada Media ini, Jumat (27/4/2018), terkait dengan buruknya pelayanan kesehatan bagi warga Bekasi saat di Rumah Sakit, baik di Pemerintahan maupun swasta menjadi hal penting untuk dievaluasi pemerintahan Bekasi.

Ia berpendapat perbaikan pelayanan kesehatan di Bekasi merupakan hal mendesak yang harus dilakukan oleh Pemerintah. Ia juga mengatakan selama ini telah terjadi kebohongan publik yang dilakukan RSUD Kota Bekasi melalui lembaga-lembaga survey yang menyatakan tingkat kepuasan warga cukup tinggi terkait pelayanan kesehatan di Bekasi.

“Di lapangan kita masih banyak jumpai permasalahan terkait pelayanan kesehatan dari mulai perawat yang tidak ada senyum, susah cari kamar rawat inap, susah cari ruang perawatan khusus (ICU, ICCU, HCU, NICU dan PICU), masih adanya pungutan terhadap pasien peserta BPJS, pasien terlantar sampai berjam-jam lamanya, sampai persoalan obat dan prosedur RS yang mempersulit pasien,” ujar Sabam dalam keterangan persnya malam ini kamis (26/04/2017)

Menurutnya, pemerintah harus bisa dengan cepat memperbaiki pelayanan kesehatan bagi warga Bekasi dengan cara memperkuat peran dan memastikan keberpihakannya pada pasien, bukan sebagai badan yang hanya untuk menyelamatkan ‘muka’ RS yang telah melakukan perlakukan buruk dalam pelayanannya.

“Selama ini Dinkes Kota Bekasi cenderung lebih berpihak kepada RS dalam melakukan tindak lanjut keluhan pasien. Tidak ada sikap tegas Dinkes Kota Bekasi dalam memberikan teguran atau pun sanksi kepada RS yang melakukan pelayanan buruk,” pungkas Sabam Posma

Berikut kronologis yang disampaikan kepada Redaksi melalui Pesan WAG nya, Kamis (26/4/2018) sekira pukul 22.30 WIB, salah satu pasien warga bekasi saat dirinya tengah dirawat di RSUD Kota Bekasi, pada Rabu (25/4/2018), oleh Dr.Elsa menympaikan kepada keluarga pasien untuk dirujuk ke Rumah Sakit yang ada mesin HD Infektisius yakni RS Anna Medika, RS Hermina Bekasi, namun pihak BPJS mengatakan bahwa sudak konfirmasi ke RS Awal Bros jika ada satu slop Mesin yang masih Kosong.

Selanjutnya, selaku keluarga melaporkan ke perawat bahwa pasien akan di rujuk sesuai yang sudah di konfirmasi BPJS, hari itu juga keluarga meminta rujukan tetapi tidak bisa perawat mengatakan, kalau pasien masih rawat inap dokter tidak bisa mengeluarkan rujukan. setelah itu keluarga konfirmasi ke Dr.Jeni selaku PIC BPJS Bekasi bahwa pasien tidak bisa dapat rujukan kalau masih di rawat inap.

Kemudian, Dr. Jeni menyarankan keluarga untuk menghadap ke bagian penanggung jawab ruangan Azalia 2A RSUD Kota Bekasi Sri Atun untuk memberi Resum terhadap keluarga, istri pasien lalu menemui Ibu Sri Atun dan menyampaikan sesuai apa yang di sampaikan Dr.Jeni, akan tetapi Sri Atun tidak bisa memberi ‘Resum’ dengan Alasan menunggu Dokter Nurfaita agar pasien di visit. (rls/ag)

Anggota DPR RI Ahmad Sahroni Adakan Pengobatan Gratis

By On April 09, 2018

NEWSGEMAJAKARTA.COM, JAKARTA - Ratusan warga Jembatan Lima antusias ikuti pengobatan gratis dengan mendatangi Halaman Gedung Sasana Krida (SKKT) Jl.Laksa 2 RT.12 RW.02, Kel.Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat. Minggu (8/4/2018). Sejumlah warga bahkan hadir di lokasi satu jam sebelum kegiatan dimulai pada pukul 10.00 WIB.

Acara yang dihelat oleh Anggota DPR RI Fraksi Partai Nasdem H.Ahmad Sahroni, SE tersebut melalui Sahabat Ahmad Sahroni (SAS) dan Ahmad Sahroni Center (ASC) tersebut merupakan rangkaian kegiatan pengobatan gratis untuk 10.000 warga Jakarta Barat dan Jakarta Utara.

Pantauan Tim GMN, pengobatan gratis di Gedung Sasana Krida tersebut menyasar masyarakat kurang beruntung, tampak warga datang berobat dengan berbagai macam keluhan penyakit. Setelah diperiksa, mereka juga mendapatkan obat secara gratis.

Sekretaris Panitia Kegiatan Pengobatan Gratis, Endang mengatakan kegiatan pengobatan gratis ini menyasar 500 warga yang tersebar di RT.02, 05, 14 dan 07 RW.06 termasuk RT.01 sampai dengan RT.15, RW.02 dan sebagainya.

“Ini merupakan bentuk kepedulian relawan dari ahmad Sahroni, Anggota Komisi III DPR RI terhadap warga Tambora,” ujarnya.

Menurutnya, dipilihnya Tambora karena daerah ini merupakan salah satu wilayah terpadat di Jakarta Barat. Selain di tambora, kegiatan semacam ini juga akan digelar di beberapa wilayah lainnya.

“Ini akan menjadi kegiatan rutin sebagi bentuk tanggung jawab Ahmad Sahroni sebagai wakil rakyat,” terangnya.

Sementara perwakilan Ahmad sahroni Center (ASC) yon Samelly mengatakan sejak awal April memang ahmad Sahroni telah melakukan sejumlah pengobatan gratsi di wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Menurut dia, ini bnetuk komitmen Sahroni sebagai wakil rakyat yang peduli terhadap kesehatan.

“Kemarin kita mengadakan pengobatan gratis di Kampung Belakang Kamal, Kecamatan Kalideres dan Rumah Susun Cilincing. Hari ini kita juga menggelar pengobatabn grtais di Papanggo Jakarta Utara. Ini dalam rangkaian pengobatan gratis untuk 5.000 warga Jakarta Barat dan 5.000 masyarakat Jakarta Utara, Total 10.000 warga,” pungkasnya. (tis)

Wali Kota Jakbar Kampanyekan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).

By On March 28, 2018


NEWSGEMAJAKARTA.COM, JAKARTA - Dalam rangka kampanye gerakan masyarakat hidup sehat (Germas), Wali Kota Jakarta Barat, HM.Anas Efendi bersama jajarannya melaksanakan aksi makan buah bersama di Halaman Kantor Walikota Jakarta Barat, Selasa (27/3/2018) pagi.
“Sebelum makan nasi. Yul, kita makan buah agar supaya sehat,” ujar Anas Efendi yang didampingi istri, Hj.Supriyanti Anas, Wakil Wali Kota H.M.Zen dan Seko H.Eldi Andi.
Dikatakan Anas, perlu komitmen untuk membiasakan diri hidup sehat, di antaranya dengan membiasakan aktivitas fisik, peregangan otot, melakukan cek kesehatan, dan sebagainya.
Hingga berita ini dilansir, tampak peserta yang mengikuti senam lebih memilih makan buah pisang, daripada jeruk, klengkeng, anggur. “Hampir semua yang ikut senam, suka dengan buah pisang,” pungkasnya sambil tertawa. (dtc-in/red)

Rijal Ketua KPW Banten Rekan Indonesia Dukung Kebijakan Gubernur Banten Terkait Pengobatan Gratis Dengan E-KTP

By On March 06, 2018

NEWSGEMAJAKARTA.COM, BANTEN - Rencana Gubernur Banten Wahidin Hakim yang akan menjalankan program pengobatan gratis dengan E-KTP mendapat dukungan penuh Relawan Kesehatan Indonesia (Rekan Indonesia) KPW Banten.

Seperti diberitakan media massa Gubernur Banten Wahidin Halim mengaku akan tetap melanjutkan program kesehatan gratis menggunakan Kartu Tanda Penduduk elektronik (E-KTP).

Meskipun, Kementerian Kesehatan telah menyurati Pemprov Banten untuk mengintegrasikan program tersebut dalam program jaminan kesehatan nasional (JKN).

“Kita tetap mengintegrasikan, hanya persoalan yang belum dapet BPJS mau diapain? Kita pun setiap tahun mengeluarkan dana untuk BPJS, tapi masih ada yang belum tercover,” ujar Gubernur Banten usai memimpin rapat awal bulan bersama OPD di Aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Banten, Senin (5/3/2018).

Ketua KPW Rekan Indonesia KPW Banten, Rijal dalam keterangan persnya di Pamulang, Tangerang Selatan Hari ini (6/3/2018) menyatakan mendukung penuh kebijakan gubernur Banten ini, kami bahagia dan merasa bersyukur gubernur bisa sejalan dengan kehendak rakyat Banten terkait urgensi diberlakukannya jamkesda di Banten.

Menurut Rijal, keputusan ini sangat tepat dan ditunggu oleh masyarakat Banten terutama warga miskin. Banyak pengalaman Rekan Indonesia KPW Banten dalam mendampingi pasien miskin yang terbentur regulasi BPJS sehingga tidak dapat dijamin pembiayaan kesehatannya melalui JKN.

"Kami pernah beberapa kali mendampingi masyarakat di rumah sakit, bahkan kejadian terbaru saat kami mendampingi balita Almarhum Fathan asal Lebak Banten. Saat berobat di Rumkit Fatmawati, waktu itu org tua pasien yang hanya kuli serabutan belum punya BPJS dan untuk mendaftar terbentur regulasi permenkes no. 28/2014" papar Rijal.

"Sehingga orang tua almarhum harus membayar sekitar 39 juta karena tidak paham skema Dan alur menjadi peseta BPJS gawat darurat, kami usahakan sampai telepon kepala dinas kesehatan Lebak, kepala dinas sosial Lebak untuk menanggung biaya, semua tidak bisa karena terbentur aturan BPJS no 1 tahun 2015, alasan kedua jamkesda belum disahkan karna gubenrur masih menunggu surat balasan dr menkes" Rijal menjelaskan.

Oleh sebab itu Rijal dan seluruh kader Rekan Indonesia sangat mengapresiasi keputusan gubernur ini dan siap mendukung serta mengawal kebijakan gubernur Banten Wahidin Halim yang akan menjalankan pengobatan gratis dengan E-KTP.

"Kami apresasi dan kami akan ada digarda depan untuk berjalannya program ini, bahkan kami siap datang untuk berhadapan dengan mentri kesehatan" tutup Rijal.

Wilson: Soal Anak Tidak Miliki Kelamin, Perlu Investigasi Lebih Mendalam

By On February 19, 2018

NEWSGEMAJAKARTA.COM, JAKARTA - Pemberitaan tentang seorang bocah berusia 15 tahun yang dikabarkan tidak memiliki kelamin yang beredar belakangan ini ternyata ‘hoax’. Hal itupun menjadi pertanyaan bagi Ketua Umum PPWI Wilson Lalengke saat banyaknya yang memviralkan.

Menurut alumni PPRA-48 Lemhannas RI itu ada beberapa point dari berita ini yang membingungkan dirinya. “Usia anaknya 15 tahun, waktu yang sangat lama bagi sebuah 'keanehan’ yang tidak terpublikasi di zaman teknologi semaju ini,” ujarnya melalui pesan WAG, Minggu (18/2/2018).

Dikatakan Wilson, warga Sumatera Barat tipikal masyarakatnya cukup terbuka dan maju di bidang publikasi, bahkan sejak jaman Siti Nurbaya. “Agak aneh menurut saya berita itu setelah 15 tahun baru diketahui, perlu diinvestigasi lebih mendalam, jangan sampai kita keliru memberitakan,” pesannya.

Lebih jauh, Wilson menerangkan, bahwa Sumatera Barat cukup ramai dengan petugas kesehatan hingga ke jorong-jorong (perkampungan-red) terpencil. “Saya tidak yakin, anak ini dibiarkan dalam kondisi 'tidak normal' sejak bayi, yang pasti selalu ke posyandu, ke puskesmas, imunisasi, dan perlakuan kesehatan bayi lainnya,” ungkap Wilson, yang juga menambahkan jika ada pembiaran perlu dipertanyakan kerja pemerintah daerahnya itu.

Kemudian, lanjut Wilson, ada nama Datuk Bianso dalam artikelnya, siapa beliau, tidak dijelaskan dalam berita itu. “Ini artikel yang digarap asal-asalan, maaf, bisa menimbulkan salah paham bahkan hoax, akibat ketidakjelasan informasi di sana-sini dalam sebuah berita,” terangnya.

Wilson juga menyampaikan kepada rekan-rekan pengurus dan anggota PPWI di Sumbar untuk mencari informasi tentang kebenaran berita yang beredar. “Perlu informasi yang lebih detil soal bagaimana anak tersebut saat buang air zeni selama 15 tahunan ini? Dan apa jenis kelamin si anak?” pungkasnya. (HER/Red)

Gubernur DKI Jakarta Anies Peringati Hari Kanker Sedunia 2018 di Museum Seni Rupa dan Keramik, Fatahillah.

By On February 13, 2018



NEWSGEMAJAKARTA.COM, JAKARTA –  Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tengah melaksanakan acara memperingati hari Kanker Serviks Sedunia 2018, bertempat di Museum Seni Rupa dan Keramik, Tamansari, Jakarta Barat, Selasa (13/2/2018). Sekaligus peresmian Bus Transjakarta Cegah Kanker Serviks.

Hadir dalam giat tersebut, Menkes RI Nila F Moeloek, Ketua Organisasi Aksi Solideritas Era Kabinet Kerja (OASE KK), Erni Guntarti Tjahjo Kumolo, Ketua TP PKK DKI Fery Farhati, Walikota Jakarta Barat, HM.Anas Efendi, Camat Tambora Djaharuddin, serta para pejabat Pemprov DKI Jakarta. Kegiatan tersebut sebagai wujud tekan kesadaran dan mendorong warga Jakarta untuk deteksi dini sebagai upaya pencegahan, serta pengobatan.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, bahwa peringatan hari kunker sedunia bukan hanya dijadikan kalender even tahunan. Tapi, lebih pada mewaspadai sejak dini terhadap penyakit kunker. “Jangan anggap sekedar even. Ini peringatan, peringatan atas apa? Atas problem kenker,” ungkap Anies.

Dikatakan anies, bahwa kegiatan ini sebagai wujud tekan kesadaran dan mendorong warga jakarta untuk deteksi dini sebagai upaya pencegahan, serta pengobatan. "Deteksi dini jadi kunci karena mayoritas dari kejadian ini sulit disembuhkan karena tidak terdeteksi dini, sudah di fase stadium-stadium lanjut baru terdeteksi," pungkasnya.(spn-in/red0

Jokowi Kumpulkan Tokoh Papua dan Asmat Bahas Wabah Campak

By On January 23, 2018

NewsGemaJakarta.Com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengumpulkan Gubernur Papua Lukas Enembe, Bupati Asmat Elisa Kambu, dan Bupati Nduga Wentius Nimiangge di ruang kerjanya di Istana Bogor malam ini.

Pertemuan yang dimulai sekitar pukul 19.50 WIB ini digelar guna membahas perkembangan serta mencari solusi permasalahan wabah campak dan gizi anak di sejumlah distrik di Kabupaten Asmat.

Dalam pertemuan ini, Jokowi didampingi Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Sosial Idrus Marham, serta Kepala Staf Presiden Moeldoko.
 “Mungkin perlu relokasi terbatas atau memerlukan infrastruktur khusus,” ujar Jokowi di Istana Bogor, Selasa (23/1).

Berdasarkan data Kementerian Sosial, 67 anak dari empat distrik dan RSUD Asmat meninggal karena wabah penyakit campak dan gizi buruk.

Di Distrik Pulau Tiga, ada 37 jiwa meninggal, Distrik Fayit 14 jiwa, Distrik Aswi lima jiwa, Distrik Akat dan RSUD Asmat masing-masing empat jiwa meninggal.

Sementara itu, Menteri Sosial Idrus Marham sebelumnya mengungkapkan sebanyak 7.230 orang warga Kabupaten Asmat, Papua terindikasi wabah penyakit campak dan gizi buruk.
 Dari jumlah itu, ada warga Asmat yang sudah mendapatkan bantuan dari tim Tanggap Darurat Kemensos RI. 

Saat ini Kemensos RI sedang memikirkan langkah perawatan dan pembinaan berkelanjutan bagi warga di Kabupaten Asmat. 

Kata Idrus, pihaknya akan menggandeng instansi terkait untuk melakukan penanganan terpadu yang bisa dilakukan bersama-sama.

 Jokowi menuturkan, dirinya telah melihat kondisi langsung di lapangan. Menurutnya, pengiriman bantuan kesehatan memang memerlukan waktu tiga hingga empat hari ke daerah terpencil di Provinsi Papua ini.

“Saya kerahkan Panglima TNI dan Kapolri untuk semuanya membantu. Tapi bukan jangka pendek,” ucap mantan Wali Kota Solo ini. (cnn-in/red)

Hari Gizi Nasional dan Upaya Pencegahan Sunting.

By On January 23, 2018


NEWSGEMAJAKARTA.COM, Jakarta - Salah satu indikator gizi buruk masyarakat indonesia dapat dilihat dari tingginya angka kekurangan gizi anak-anak indonesia berdasarkan ambang batas yang ditetapkan organisasi kesehatan dunia (WHO), terdapat tiga kategori indeks gizi dengan angka masih dibawah ambang batas.

Hal itu dikemukan oleh DR.Atmarita MPH, Ketua Bidang Ilmiah DPP Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) pada acara FGD Jurnalis Tentang Hari Gizi Nasional di Menteng Jakarta Pusat, Selasa (23/1/2018).

DR Atmarita MPH, memaparkan, Balita Kerdil atau Sunting tidak hanya disebabkan oleh faktor gizi buruk yang dialami oleh ibu hamil maupun anak balita, akan tetapi disebabkan oleh multi dimensi. Secara umum beberapa penyebab stunting ialah Praktek pengasuhan yang kurang baik, termasuk kurangnya pengetahuan ibu mengenai kesehatan dan gizi sebelum dan pada masa kehamilan.

“Anak yang mengalami gagal tumbuh sejak dalam kandungan akan cenderung tumbuh pendek ketika mencapai usia 18 tahun. Empat dari sepuluh balita di Indonesia adalah stunting. Penyebab langsung adalah karena kurang asupan gizi dalam waktu lama disertai infeksi penyakit. Sedangkan penyebab tidak langsung adalah ketahanan pangan keluarga, pola asuh, kesehatan lingkungan, serta pelayanan kesehatan,” Kata DR.Atmarita

Lanjut, Dr.Atmarita, bahwa kondisi anak Indonesia pada umumnya baik pada saat lahir, akan tetapi terjadi gagal tumbuh setelah memasuki usia 3 bulan. Anak yang mengalami gagal tumbuh sejak dalam kandungan akan cenderung tumbuh pendek ketika mencapai usia 18 tahun.

"Membangun kemandirian keluarga merupakan langkah efektif sebagai cara mencegah stunting pada anak dan masalah kesehatan lainnya termasuk gizi buruk," pungkasnya (Nur )

Kantor Dinkes Kota Serang di Geruduk Ormas KKPMP MADA Kota Serang.

By On January 17, 2018


NEWSGEMAJAKARTA.COM, Kota Serang | Puluhan massa yang tergabung dalam Kesatuan Komando Pembela Merah Putih (KKPMP) Markas Daerah (MADA) Kota Serang, tengah melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Dinas Kesehatan Kota Serang, Rabu (17/01/2018). Aksi dilakukan terkait adanya dugaan manipulasi data Ibu Bersalin oleh pihak  RS Fatimah, Serang, Banten.

Dalam orasinya, Rony selaku Ketua KKPMP Markas Daerah Kota Serang, menyampaikan, KKPMP sebagai lembaga sosial kontrol berkewajiban untuk menyampaikan aspirasi mengingat adanya laporan dari masyarakat terkait dugaan manipulasi data ibu bersalin yang telah di lalukan oleh Rumah Sakit.

“Sebelum proses aksi kami melayangkan surat somasi kesatu dan kedua, akan tetapi pihak rumah sakit tidak ada upaya untuk melakukan klarifikasi terkait dugaan permasalahan tersebut sampai dilaksanakannya aksi unjuk rasa,” ungkap Rony. Seperti dilansir SBNews.co.id

Rony juga meminta aparat hukum yang memiliki kewenangan agar dapat melakukan proses penyelidikan terkait hal ini. Dan meminta pihak pemerintah khususnya Dinas Terkait agar memberikan sanksi atau tindakan tegas tanpa pandang bulu jika memang hal itu terjadi.

Sampai berita ini ditayangkan kita masih berupaya untuk konfirmasi kepada pihak RS. Fatimah dan dinas terkait.(rls-in/rerd)

Ibu Mona Penderita Kelumpuhan, Butuh Pengobatan Dari Pemerintah dan Donatur

By On December 25, 2017


NEWSGEMAJAKARTA.COM, Tulungagung - Salah seorang Ibu rumah tangga yang tinggal di Dusun Nglegok, Desa Tiudan, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung butuh perhatian Pemerintah setempat dan juga para darmawan, dikarenakan sekarang sedang mengalami penyakit kelumpuhan.

Hal ini ketahui oleh Tim Inverstigasi Lembaga Investigasi Negara (LIN) saat sedang melakukan sosialisasi mengenai program kerja Koperasi Multidaya Nusantara, didalam perjalanan seketika mendapat kabar dari warga sekitar terkait adanya warga yang menderita kelumpuhan.

“ada salah satu tetangga menderita penyakit kelumpuhan dan membutuhkan biaya untuk pengobatan,” ungkap salah satu warga yang namanya tidak ingin disebutkan, kepada Tim Investigasi. Minggu (25/12/2017).

Saat mendengar hal tersebut, tim investigasi LIN dengan sigab meminta ditunjukan tempat keberadaan warga yang mengalami penyakit kelumpuhan tersebut, perihal kebenaran dengan apa yang diceritakan oleh salah satu warga kepada tim Investigasi.


Setibanya disana, tim investigasi bertemu dengan salah seorang ibu Mona yang diketahui dirinya menderita penyakit kelumpuhan yang sudah bertahun-tahun, hingga kini masih belum mendapat bantuan dari pemerintah setempat.

Ditempat kediaman ibu Mona, salah satu keluarganya pun menyampaikan keperihatinannya atas apa yang dialami ibu Mona, selain dengan kondisi yang dialami ibu Mona terlebih dengan rumah yang ditempatinya saat ini.

“Pak kami sekeluarga mana mungkin sanggup untuk membiayai ibu mona, buat makan dan kehidupan sehari-hari saja kami kebingungan,” ungkapnya kepada Tim Investigasi LIN.

Mendengar hal tersebut, serta hasil data yang telah dihimoun dari lapangan juga keterangan dari berbagai pihak, Robby Irawan Wiratmoko selaku Pembina Lembaga Investigasi Nusantara (LIN) segera mengintruksikan tim untuk menindaklanjuti agar ibu Mona segera mendapat bantuan.

“Semoga dengan adanya LIN di Tulungagung bisa membantu masyarakat sekitarnya, dalam menyampaikan keluh kesahnya kepada Pemerintah Pusat maupun Pemerintah setempat,” Pungkas Gus Roby sapaan akrabnya.

Hingga berita ini disusun, Pembina LIN Robby Irawan Wiratmoko, berharap besar kepada Pemerintah Pusat, khususnya Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk segera mungkin membantu Ibu Mona beserta keluarganya. (her/rob)

PPWI Aceh Tamiang 'Peduli' Balita Penderita Kanker Mata

By On December 18, 2017

NEWSGEMAJAKARTA.COM, Aceh Tamiang, - Penderitaan seorang bocah berusia 16 bulan, bernama Fauzan Ali Ibrahim, asal Desa Tangsi Lama, Kecamatan Seruway, Aceh Tamiang, yang saat ini sedang menahan sakit akibat mata kanannya terindikasi diserang kanker mata, telah menggugah rasa kepedulian dari para anggota Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) DPC Aceh Tamiang.

Koordinator Tim PPWI Aceh Tamiang 'Peduli Penderitaan Fauzan Ali Ibrahim,' bernama Syaril El Nasir S.Kom, saat berkunjung di kediaman orang tuanya Fauzan, Sabtu (16/12/2017) malam, menyampaikan rasa pilu yang sangat mendalam atas penderitaan yang mendera anak kedua dari keluarga tidak mampu asal Desa Tangsi Lama.

Didasari oleh semangat untuk dapat saling menolong dan berbagi kasih sayang di antara sesama, Nasir meminta kepada tua laki-laki (Ayah) Fauzan agar mengizinkan Tim PPWI Aceh Tamiang Peduli Penderitaan Fauzan Ali Ibrahim, membantu fasilitasi agar anak keduanya yang terindikasi diserang penyakit kanker mata, dapat segera dibawa dan dirawat secara intensive oleh pihak medis di rumah sakit.

Menurut Nasir, penyakit yang mendera Fauzan terindikasi sangat berbahaya dan tergolong tidak biasa. Oleh karenanya, dia meminta kepada Agus dan keluarga bersedia untuk dijemput ke rumah sakit pada hari Minggu (17/12/2017) besok, sehingga Fauzan akan langsung mendapatkan perawatan khusus yang ditangani oleh dokter spesialis. Tahap awal, Fauzan akan mendapatkan penanganan dari RSUD Aceh Tamiang dan kemudian akan dirujuk ke rumah sakit yang memiliki fasilitas untuk pengobatan Fauzan.

Nasir menjelaskan, terkait permasalahan tentang keberangkatan Fauzan dan keluarga ke RSUD Aceh Tamiang, pihak Kepala UPTD Puskesmas Seruway, Khaidir S.Kep, telah menyatakan bahwa dirinya siap terjun langsung untuk mengantarkan Fauzan ke RSUD Aceh Tamiang.

Selain itu, kata Nasir, pihaknya juga telah mendapat kabar secara langsung dari Plt Direktur RSUD Aceh Tamiang, drg Irma Ananda Rangkuti, bahwa dirinya turut mendukung sepenuhnya gerakan kepedulian terhadap penderitaan yang sedang dialami oleh seorang bocah berusia 16 bulan, Fauzan Ali Ibrahim.

Bahkan, terangnya lagi, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Tamiang, dr. Muhammad Nur Fajri M.Kes, juga mantan Direktur RSUD Aceh Tamiang dr. Lia Imelda Siregar M.Kes, juga dikabarkan turut hadir pada saat kedatangan Fauzan yang akan berangkat bersama kedua orang tuanya, serta didampingi oleh Kepala UPTD Puskesmas Seruway, Khaidir S.Kep.

Selain itu, kata Nasir, walaupun besok, (16/12/2017) adalah hari Minggu, yakni hari libur, namun dikabarkan juga bahwa specialis bedah RSUD Aceh Tamiang, dr Surya Martua Horas Hrp Sp.B, turut hadir di RSUD Aceh Tamiang. Perlu juga diketahui bahwa Ketua DPRK Aceh Tamiang, Fadlon dan sejumlah wakil rakyat, turut menyatakan peduli terhadap beban penderitaan yang sedang dialami oleh Fauzan Ali Ibrahim, seorang balita usia 16 bulan, anak pasangan anak kedua pasangan Defi Agus Syahputra (29) dan Mahrunisa (26).

"Insya Allah, rasa kepedulian serta sumbangan doa dari para hamba Allah yang berjiwa mulia akan terus mengalir untuk kesembuhan bocah yang belum berdosa, Fauzan Ali Ibrahim. Gerakan sosial yang dibangun oleh para anggota PPWI Aceh Tamiang untuk kepedulian terhadap penderitaan Fauzan adalah pertolongan yang bersifat thulus," terang Syarel El Nasir S.Kom.

"Jika ada yang ingin beramal dan memberikan sumbangan untuk bocah penderita kanker mata, yang baru berusia 16 bulan, Fauzan, diharapkan agar dapat menghubungi langsung pihak orang tua laki-laki/ayahnya Fauzan, bernama Defi Agus Syahputra, nomor Hp: 082364269436. Semoga Allah menyembuhkan segera penderitaan yang sedang dialami Fauzan Ali Ibrahim, Amiin Yaa Rabbal Alamiin," tutupnya.

Terkait program kepedulian dari para anggota PPWI Aceh Tamiang terhadap penderitaan yang dialami Fauzan Ali Ibrahim, orang tua laki-laki (Ayah) Fauzan, bernama Defi Agus Syahputra, menyampaikan bahwa dirinya nggak bisa berkata apa-apa, dan sangat terkejut karena tidak menyangka ada pihak membantu secara tulus dan langsung mengarahkan para dermawan ke pihak dirinya.


"Saya hanya bisa mengucapkan rasa terima kasih sebesar-besarnya kepada rekan-rekan PPWI Aceh Tamiang yang tidak mau menjadi perantara/pemegang uang bantuan, namun langsung diarahkan ke saya dengan cara, diberikan nomor Hp saya. Gerakan kawan-kawan PPWI langsung terbukti dan tidak hanya bicara saja. Hanya kepada Allah saya ucapkan rasa terima kasih atas ketulusan kawan-kawan PPWI," terang Defi Agus Syahputra.

Hari Kesehatan ke-53, Kelurahan Pekojan Terima Penghargaan ODF STBM

By On November 26, 2017

NEWSGEMAJAKARTA.COM, Jakarta - Kelurahan Pekojan yang dipimpin Tri Prasetyo Utomo, tengah mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, yang diberikan langsung oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.

Kelurahan Pekojan adalah 3 dari Kelurahan Se-DKI Jakarta yang mendapatkan Piagam dan Penghargaan Kelurahan ODF STBM Nasional, dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional yang digelar di Lapangan Timur Gajah, Ragunan, Jakarta Selatan, Sabtu  (25/11/2017).

Peringatan Hari Kesehatan Nasional bertema ‘Sehat Keluarga, Sehat Wargaku, Menuju Generasi Emas’. Dalam acara tersebut hadir pula Dirjen Kementerian Kesehatan RI, Asisten Kesehatan Rakyat Catur La+swanto, Kadis Kesehatan DKI Jakarta Koesmedi Priharto, Kadis Kehutanan Djafar Muchlisin, Wakil Walikota Jakarta Barat.

Tri Prasetyo Utomo kepada tim GemaMedia Network mengucapkan syukur dan Alhamdulillah, Kelurahan Pekojan, Kelurahan pertama di Jakarta Barat, bersama 3 Kelurahan Se-DKI Jakarta yang mendapatkan Penghargaan dari Gubernur DKI Jakarta.

“Saya lurah Pekojan mempersembahkannya untuk Pekojan, saya juga menghaturkan terimakasih atas segala sumbangsih dan kerjasama serta solidaritas stake holder di wilayah Kelurahan Pekojan.” Ungkap Tri Prasetyo Utomo.

Tri juga menyampaikan terimakasihnya kepada Bapak/Ibu RT/RW, LMK, FKDM, RGC, dan PKK dengan Kader Pokja Sanitasnya, serta PPSU juga seluruh masyaraka Pekojan, semoga dengan Ridho Allah SWT, amal ibadah kita diberikan ganjaran yang setimpal.


“Tak kalah istimewa untuk seluruh teman-teman NGO / CSR dan teman-teman media dalam peran serta membangun Kelurahan Pekojan Nyaman, Maju, Sehat, Sejahtera dan Mandiri,” Pungkasnya mengakhiri.(hlm-in/red)

Paska Pelantikan Gubernur, Rekan Indonesia Minta Anies Sandi Audit Pembangunan 18 Puskesmas

By On October 13, 2017

NewsGemaJakarta.com, Jakarta – Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih yang akan menggantikan Gubernur DKI sebelumnya, tinggal menghitung hari, ini adalah moment besar yang ditunggu dan juga harapan bagi warga DKI agar dapat membawa perubahan.

Perubahan yang tidak serta merta harus dengan melakukan pencitraan, sebagai mana Gubernur DKI terdahulu, hingga kini masih meninggalkan problem terlebih mengenai dugaan korupsi atas pembangunan 18 Puskesmas di DKI Jakarta.

Besarnya harapan baru yang menggantung tinggi untuk menyelesaikan problem DKI yang ditinggalkan Gubernur sebelumnya, Anies Sandi pun diminta untuk menyelesaikan problema terkait indikasi adanya dugaan korupsi pada pembangunan 18 Puskesmas DKI yang penanganannya masih belum jelas.

Dalam hal ini, Relawan Kesehatan Indonesia (Rekan Indonesia) saat ini masih terus berjuang untuk membuktikan indikasi dugaan korupsi pada pembangunan 18 Puskesmas DKI yang menggunakan anggaran tahun 2016.

Demikian ungkap Ketua Rekan Nasional Agung Nugroho, dalam siaran Pers yang diterima Redaksi, Jumat (13/10), menyatakan Pembangunan 18 Puskesmas di DKI harus segera di Audit, mengingat Dinkes menyatakan pembangunan sudah selesai.

"Kami berharap audit terhadap pembangunan 18 Puskesmas di DKI dapat segera dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Terpilih, Anies-Sandi, pasca resmi dilantik nanti," ungkap Agung.

Lebih lanjut, dikatakan Agung, apalagi Bareskrim sudah menyatakan ada indikasi korupsi, dan sudah selayaknya dilakukan audit, "Jika terbukti masyarakat jadi terang menderang bahwa rejim sebelumnya yang mencitrakan diri s ebagai rejim bersih, ternyata masih menyimpan yang memilukan terlebih adanya dugaan korupsi pada Dinkes," tuturnya.

Menurut Agung, indikasi dugaan korupsi terhadap pembangunan 18 Puskesmas semakin kuat, dengan dijaga ketatnya pintu masuk ke lantai atas saat peresmian, sehingga orang tidak dapat naik ke lantai atas.


"Ada apa ini ? sudah diresmikan tapi untuk ke lantai atas masih dijaga satpam dan tidak diperbolehkan untuk naik keatas, kalau tidak untuk menutupi sesuatu apa dong jadinya," pungkasnya.(Her/Rls)