Berita Terbaru

Kategori

Langganan Berita

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Peringati Hari HIV AIDS Sedunia, Puskesmas Kecamatan Suruh Adakan Seminar

By On December 17, 2018


SEMARANG, Untuk memperingati hari AIDS sedunia, banyak cara dilakukan oleh masyarakat ataupun lembaga pemerintah.

Salah satunya yang dilakukan oleh Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Kec. Suruh mengadakan Seminar berkaitan dengan Hari Aids sedunia dengan peserta Anak muda karangtaruna Desa Se Kecamatan Suruh Kab. Semarang.

Tema yang diangkat dalam seminar ini adalah “Saya Berani, Saya Sehat!” yang  memiliki tujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian seluruh masyarakat terhadap HIV AID.

“Berani untuk apa? Untuk mengurangi resiko penularan virus HIV. Selanjutnya, masyarakat terlebih pemuda (karangtaruna) juga mau secara sukarela memeriksakan diri untuk mengetahui status HIV-nya,” jelas dr. Dona Kepala Puskesmas Kec Suruh.

Dalam pembukaan seminar yang dilaksanakan di gedung aula Muspika Kecamatan suruh Kab. Semarang pada 17 Desember 2018.

Lebih lanjut Dona menjelaskan bahwa epidemic HIV AIDS merupakan permasalahan sosial yang memerlukan perhatian dari lintas sektor guna mencapai target bersama menekan jumlah resiko terjangkitnya HIV.

Salah satunya melalui seminar nasional ini, agar dapat meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan perilaku positif masyarakat tentang kesehatan reproduksi.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk melaksanakan Program Kesehatan Reproduksi Remaja.

Puskesmas Suruh mengembangkan GenRe sebagai intervensi terhadap tantangan dan permasalahan remaja di Indonesia. Dari aspek kuantitas, jumlah dan proporsi remaja Indonesia saat ini sangat besar.

Jumlah mereka yang besar ini akan dapat menjadi aset yang luar biasa bagi bangsa dan negara jika dikelola dengan baik. Penduduk usia remaja ini juga merupakan Generasi Emas Indonesia akan berada pada usia produktif.

Hal ini otomatis membuat mereka menjadi penerus bangsa Indonesia. Untuk itu, mereka perlu diedukasi agar mengerti tentang kesehatan reproduksi yaitu resiko tertular HIV dan AIDS, bahaya narkoba, serta belajar juga tentang bahaya dan akibat kehidupan seks yang bebas, termasuk pentingnya penjelasan tentang batas usia minimum seseorang menikah untuk menghindari hal hal resiko yang tidak diinginkan.

Pewarta : Patih

Gedung Sasono Utomo TMII Akan Jadi Saksi Sejarah Masyarakat Pers Indonesia

By On December 16, 2018

GEMAJAKARTA, JAKARTA – Sasono Utomo TMII (Gedung Negara Indonesia) yang terletak di Jalan Raya Taman Mini, Jakarta Timur, akan jadi tempat pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) Pers Indonesia 2018, yang akan diselenggarakan pada Selasa, 18 Desember 2018.

Sejarah singkat Sasono Utomo TMII ini, berdasarkan penuturan pengelola gedung, selama puluhan tahun sejak dibukanya Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Sasono Utomo TMII menjadi salah satu tempat yang dijadikan sebagai Gedung Penerima hampir semua tamu negara, yang sekaligus menjadi tempat memperkenalkan Indonesia di semua bidang: ideologi, politik, ekonomi, dan sosial-budaya. Oleh karena itu dinamakan Gedung Negara Indonesia.

Usai pemaparan tentang Indonesia, termasuk filosofi bangsa Pancasila dan sesandi Bhinneka Tunggal Ika, para tamu negara akan diajak keliling Indonesia dengan melihat anjungan-anjungan tiap provinsi yang ada di areal TMII. Sayangnya, sejak Presiden Soeharto lengser, kebiasaan penerimaan tamu negara di Sasono Utomo TMII itu tidak dilanjutkan.

Pada hari Selasa, 18 Desember 2018, Sasono Utomo TMII akan mencatatkan satu sejarah penting Bangsa Indonesia melalui penyelenggaraan Musyawarah Besar Pers Indonesia.

Ketua Tim Pelaksana Mubes Pers Indonesia, Wilson Lalengke yang juga orang nomor satu di jajaran Sekber Pers Indonesia sekaligus Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) ini mengatakan, bahwa dalam Mubes Pers Indonesia nantinya, pihaknya akan menggelar deklarasi serta penyampaian tuntutan Pers Indonesia.

"Dalam Mubes Pers Indonesia nantinya kami akan menggelar deklarasi Pembentukan Dewan Pers Independen serta menyampaikan aspirasi dan tuntutan Pers Indonesia untuk mewujudkan Kemerdekaan Pers dan kehadiran Negara dalam pemberdayaan Masyarakat Pers Indonesia," pungkas Alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 itu. (tim/red)

Komunitas Masyarakat Peduli Kemanusiaan "Kompak" Boyolali Diresmikan

By On December 15, 2018

GEMAJAKARTA, BOYOLALI - Sebuah komunitas baru yang peduli terhadap orang yang tidak mampu mampu (miskin) muncul di Kab Boyolali,  yang bernama KOMPAK "Komunitas Masyarakat Peduli Kemanusiaan".

Acara yang dihadiri oleh anggota DPRD Kab. Boyolali (komisi IV) pemerintah Desa Kali Gentong Kec. Ampel dan berbagai ormas serta komunitas yang ada di Boyolali, KOMPAK di Resmikan bertempat di Basecampnya Dusun Karang Gondang Desa Kali Gentong Ampel, Jalan Baru km.2 pada hari Sabtu (15/12) hari ini.


Komunitas ini  beranggotakan dari berbagai latar belakang Suku Agama maupun perkerjaan, dalam istilah islam nya kita menanamkan "ukhuwah basyariyah" yaitu persaudaraan kemanusiaan tanpa membeda bedakanya, pun begitu juga sasaran dalam kegiatan kita nantinya.

Orang tidak bisa mengabdi kepada Alloh tanpa mengabdi kepada sesama manusia.jelas Gogon irama ( Ketua Kompak) dalam sela sela sambutanya dalam peresmian komunitas ini.

"Melihat kondisi orang lain yang kurang beruntung diluar sana menggugah kepekaan kita untuk menyisihkan sebagian dari rezeki yang kita peroleh untuk membantu sesama yang masih kekurangan," jelasnya.

Slamet Widodo berharap, nantinya komunitas ini bisa bersinergi dengan pemerintah dalam pelaksanaan kegiatanya membantu warga yang kurang mampu, mulai dari tingkat RT sampe ke Pemerintah Daerah.

Kami sangat apresiasi dengan adanya komunitas sosial seperti ini (Kompak) setidaknya bisa lebih meringankan pemerintah dalam hal program sosial penanggulangan orang yang tidak mampu (miskin) yang mungkin saat ini belum tersentuh secara maksimal oleh Pemerintah.

"Dan harapan saya ada sebuah komunitas yang betul betul fokus pada pendataan, dan ini sangat membantu kami, sehingga nantinya program program sosial pemerintah bisa lebih tepat sasaran," pungkas Slamet Widodo.

Pewarta : Patih

Global Musik Indonesia (GMI) Launching Lagu Anak 'Ku Sapa Hello'

By On December 07, 2018


GEMAJAKARTA, JAKARTA - Menjawab keprihatinan terhadap minimnya lagu anak Indonesia saat ini, Global Musik Indonesia sebagai salah satu perusahaan label yang banyak turut andil dalam perkembangan industri musik di Indonesia sangat ingin berperan serta dalam menyelamatkan lagu anak-anak di Indonesia.

“Ini menjadi tanggung jawab kita bersama, terutama dalam menyelamatkan lagu anak-anak Indonesia,” ucap Suhardi Kusumo Lie saat jumpa pers Soft Lounching yang juga syukuran lagu anak Tristan dan MAFI di Pecenongan, Jakarta Pusat, Rabu (06/12/2018).

Dikatakan Suhardi, diluncurkannya album seri ini lantaran respon luar biasa dari pengguna Youtube. Sejauh ini lagu anak-anak masih mendapat perhatian sangat baik. Lagu anak-anak baru sebenarnya banyak, tapi yang recycle lebih banyak.


“Bisa dilihat di Youtube viewers musik kami berbeda agar semua anak-anak lebih cepat memahaminya, makanya kami merilis album ini, lagu yang dinyanyikan ciptaan kak Loly, dia pencipta lagu yang sangat peduli dan concem dalam menciptakan lagu lagu anak Indonesia,” ujarnya.

Ditempat Sama, Loly Imelda Hutapea, menyampaikan rasa terima kasih kepada Direktur GMI, rekan-rekan dan adik-adik yang sudah bekerja dan berkarya dengan hasil memuaskan, untuk lagu anak anak Indonesia di jaman now ini.

“Bersama-sama berkarya dan membuat beberapa single lagu anak yang dinyanyikan oleh talent-talent yang berbakat, GMI ini mengadakan syukuran untuk beberapa lagu yang sudah launching dan beberapa lagu sedang digarap,” ucap Loly.

Masih kata Loly, melihat jaman sekarang baik di Kota maupun di Desa, sungguh sangat prihatin anak-anak banyak menyanyikan lagu-lagu dewasa terlepas mereka mengerti atau tidak mengerti isi lagu tersebut.

“Alangkah baiknya mereka bisa menyanyikan lagu yang sesuai dengan umur mereka, disini kami punya lagu anak Indonesia dan dinyanyian yakni Ku Sapa Hello yang dibawakan dengan manis oleh Tristan Syahfajar (12), featuring MAFI salah satu gruop vocal anak yang sedang naik daun dengan 4 personilnya yang bertalenta dan cantik, ” tutur Loly pencipta lagu anak untuk MAFI.

Lebih lanjut Loly menjelaskan bahwa MAFI adalah nama dari mereka berempat. Melanie Mahaly, Aurellia Chantika, Futi Larosa dan Masysha Juan Sirait dan dari salah satu mereka jebolan The Voice Kids Indonesia yang bergabung dalam team kaka SLANK.

“Lagu-lagu mereka sudah ada di youtube channel Global Musik Indonesia yang merupakan label yang menaungi lagu-lagu tersebut,” terang Loly kepada awak Media.

Tidak hanya itu, beberapa lagu yang sedang digarap yang berjudul Sahabat, Hey Tayo dan Main Bareng, Seribu Rindu dan sementara mimpi kolaborasi Global Musik, DJ PAY dan Kak Loly ini juga patut dinanti-nantikan kehadirannya.

“Bahkan salah satu dari lagu tersebut juga akan menjadi salah satu Soundtrack Film garapan sutradara ternama di Indonesia yang saat ini masih di rahasikan agar suprise nantinya.” Pungkasnya.

Pewarta : Sutisna 
Editor : Heri Tambora

Sambut Atlet Muslim di Olimpiade Jepang Gelar Tokyo Halal Festival 2018 Jakarta,

By On November 21, 2018

GEMAJAKARTA, JAKARTA - Menjelang persiapan Olimpiade Musim Panas 2020 yang dijadwalkan akan diselenggarakan di Tokyo. Jepang kini gencar mengeksplorasi pasar halal melalui penyelenggaraan Tokyo Halal Festival (Tokyo HalFest) pada 27-29 November 2018 mendatang di Ryutsu Tokyo Center.

Hal ini disebabkan Jepang akan menyambut sedikitnya 1 juta atlet dan pengunjung Muslim yang akan menjadi bagian dalam perhelatan olah raga bergengsi tersebut yang tentu saja membutuhkan pasokan makanan dan minum yang wajib berlabel halal.

pesansembako.com bekerjasama dengan PT PancoPlus dan Asia Trading & Service Co.Ltd Jepang mengambil peluang tersebut dengan memperkenalkan 5 kategori produk khas Indonesia antara lain Bumbu makanan tradisional Siap Saji Selera Indo, Minyak Goreng Kelapa Murni (HCO) Krambil Idjo Yogya, Sambal Bu Rudi, Minyak Goreng Kelapa Sawit Tropical, aneka produk kopi serta Kecap cap Tukang Sate.

Dengan mengusung tema "The Flavour of Indonesia" produk-produk tersebut akan dipasarkan dengan kemasan berbahasa Jepang dan diharapkan mampu menjadi "duta besar" kuliner khas Indonesia di gerai ritel Jepang.

Ditemui saat konferensi Pers pada Rabu, 21 November 2018 di kawasan Jakarta Barat, CEO PesanSembako.com Rofi Zardaida dan Hiroki Misono - Advisor Asia Trading & Service Co. Ltd menyampaikan bahwa pihaknya melakukan pemilihan produk selain dari kualitas dan sertifikasi halal juga dari pemakaian kata yang menunjukkan identitas Indonesia dalam brandingnya.

Kata seperti sate, sambal, selera dan Indo merupakan kata-kata yang lazim dikenal konsumen mancanegara. Selain itu sukses Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang yang baru saja berlalu menyisakan kenangan tersendiri bagi para atlet internasional terhadap kuliner khas nusantara,” ujarnya.



"Kami berharap hadirnya masakan Indonesia di gerai-gerai halal Tokyo akan menjadi area "temu kangen" para atlet yang hadir di Olimpiade mendatang" tambah Misono. Cita rasa masakan tradisional Indonesia yang unik dan otentik kini makin dikenal dan berpeluang besar menjadi tren baru di dunia kuliner internasional.

Dikatakannya, Cita rasa masakan tradisional Indonesia yang unik otentik kini makin dikenal dan berpeluang bersama menjadi tren baru di dunia kuliner internasional. Bagi konsumen Luar negeri, anda sudah dapat mengakses produk siap ekspor di laman khusus www.PesanSembako.com

Sebagai informasi, PesanSembako.com adalah perusahaan E-commerce dibidang pangan yang menyediakan sembilan bahan pokok dan kebutuhan pangan lainnya dan didirikan sejak 15 Maret 2018 dibawah perusahaan PT Khalifa Sembako Agromitra.

Peraih Indonesia The Best Choice Awards 2018 kategori The Best Online Food & Grocery Trading Company ini juga merupakan anak perusahaan grosir sembako PT Khalifa Global Indonesia yang berdiri sejak 2015.

Dalam kiprahnya saat ini PesanSembako telah memiliki jaringan kemitraan Pick Up Point dan Pusat Distribusi yang tersebar di Jakarta, Bogor, Bekasi, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Rembang, Banjarmasin dan Manokwari Papua Barat. (Heri)

MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Boyolali Dukung TNI dan Polri Deklarasikan Pemilu Damai

By On November 20, 2018


BOYOLALI - Organisasi Pemuda Pancasila (PP) MPC Boyolali gelar deklarasi pemilu damai mendukung Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Dalam deklarasi tersebut, Ketua Majelis Permusyawaratan Cabang (MPC) PP Boyolali, Edi Waluyo, menekankan semua anggota harus melepaskan atribut PP ketika berpartisipasi aktif dalam pemilu legislatif (pileg) maupun pemilu presiden (pilpres) 2019. Sebaliknya, atribut partai juga harus dilepaskan para anggota PP ketika berkegiatan di organisasi.

Lebih lanjut, Edi menambahkan ada anggota PP Boyolali yang terjun langsung menjadi calon legislatif. “Ada sekitar lima orang dan tersebar di sejumlah dapil (daerah pemilihan),” ungkap Edi ketika diwawancarai seusai acara. 

Meski begitu, PP tidak pernah menggiring anggotanya untuk bergabung ke dalan salah satu partai politik. “kita tidak pernah menggiring untuk masuk ke parpol A atau B tapi kita bebaskan ikut berkompetisi lewat partai manapun dan akan kita support,”kata Edi. Dia menekankan bahwa PP dan parpol menjadi dua hal yang berbeda bagi setiap individu.  

Hal tersebut dilakukan untuk menjaga kondusifitas agar pilpres dan dan pileg berjalan secara aman dan damai tanpa ada gesekan. Apalagi kini suasan pileg dan pilpres semakin memanas.  

Sebagai informasi, MPC PP Boyolali saat ini memiliki 3.500 anggota ber-KTA (Kartu Tanda Anggota) dan 5.000an anggota non KTA. Deklarasi yang diselenggarakan di kawasan Lembah Gunung Madu (LGM) Desa Kedung Lengkong, Simo, Selasa (20/11) ini dihadiri oleh 250 anggota perwakilan dari 16 Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan lembaga. 

Dalam deklarasi itu, PP siap mendukung Polri dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) demi terlaksananya pileg dan pilpres 2019 dengan aman dan damai.

Pewarta : PATIH

Dr. Victor Pudjiadi Gegerkan Pekanbaru di Acara 90 Tahun Sumpah Pemuda

By On October 29, 2018


GEMAJAKARTA, Pekanbaru - Seorang warga peserta Gerak Jalan Sehat di area Car Free Day (CFD), Jl. Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Riau, tiba-tiba lunglai dengan leher dan kepalanya terjatuh ke samping akibat tertusuk pisau sepanjang 40-an centimeter yang ditancapkan Dr. Victor Pudjiadi, Minggu (28/10/2018). Kejadian tidak terduga tersebut berlangsung sangat cepat, membuat seluruh penonton tercekat, bengong, dan merasa khawatir.

"Waduh, di luar skenario neh, ada yang sabotase ilmu saya," seru Dr. Victor menyadari bahwa volunteer sulapnya yang ditancapkan pisau ke lehernya ternyata langsung lemas dan lehernya terkulai.

Yaa, benar! Kejadian di atas hanyalah adegan sulap, yang cukup ekstrim, yang diperagakan oleh Brigjen Pol Dr. Victor Pudjiadi, SpB, FICS, DFM dalam kegiatan penyuluhan anti penyalahgunaan narkoba. Acara yang dikemas dengan diawali Gerak Jalan Sehat itu ditaja oleh PPWI dan Zayu Lovers Club (ZLC) bekerjasama dengan PGRI dan Badan Narkoba Nasional (BNN) Pusat.

"Coba kita kipas-kipas pakai duit, mudah-mudahan dia siuman lagi," kelakar penyuluh anti narkoba yang jago sulap itu sambil mengeluarkan 2 lembar uang seratus-ribuan dari sakunya dan mengibas-ngibaskannya ke wajah volunteer tersebut. Eh, benar saja, sang 'mayat' langsung siuman, tersenyum gembira melihat uang melambai-lambai di depan matanya. Ha-ha..!!

Selain menghadirkan Dr. Victor, acara yang dimaksudkan untuk menyemarakkan peringatan 90 Tahun Sumpah Pemuda itu, juga dihadiri Ibu Zayu Rizki Safitri, atlit petembak putri terbaik tingkat nasional. Terlihat juga hadir Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, dan Ketua Umum PGRI Riau, Dr. Syahril, S.Pd, MM.

Acara yang dimulai sekira pukul 08.00 wib tersebut, sejak awal langsung dibuka dengan aksi nyentrik "Michael Jackson Indonesia" Jacko Mercis, hingga ditutup lewat jam 09.00 penuh dengan atraksi hiburan dan pertunjukan sulap. Pada akhir acara, Dr. Victor mengajak semua perserta untuk meneriakkan "Narkoba No! Prestasi Yes! Zayu, Wilson Lalengke, Syahril, Yes.. Yes.. Yes! dan foto bersama. (APL/Red)

Peringati 90 Tahun Sumpah Pemuda, Ketum BIIPKPPRI Ingatkan Jaga Persatuan Bangsa

By On October 29, 2018


GEMAJAKARTA, JAKARTA - Pemuda dewasa ini sangat banyak tantangan dalam mengisi sumpah pemuda sebab para pemuda harus bersatu mengawal Merah Putih. Mengawal kebijakan pemerintah yang tidak berpihak melindungi kekayaan alam untuk kesejahteraan anak cucu di masa mendatang. 

Darsuli, Ketua Umum (LSM BIIPKPPRI) mengatakan, Sumpah Pemuda itu Sakral, yang tidak dapat di pisahkan dari semangat Pemuda Pemudi Indonesia yang berjuang untuk mempersatukan Bangsa Indonesia. Darsuli, hari Menjelang Tanggal 28 Oktober 2018 adalah hari yang sangat Sakral yaitu hari Sumpah Pemuda.

Sejak di Ikrarkan 28 Oktober 1928 tahun yang lalu, Ketua Umum Badan Investigasi Independen Peneliti Kekayaan Pejabat dan Pengusaha Republik Indonesia Ketua (BIIPKPPRI) Darsuli, juga mengingatkan kembali bunyi dari Sumpah Pemuda.

“Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia”.
“Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia”.
“Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia.”

Dikatannya, sejak dulu Indonesia memiliki latar belakang yang beranekaragam, mulai dari agama, suku, adat istiadat. “Dan untuk mempersatukan semua itu maka para pahlawan-pahlawan kita telah menyatukan keanekaragaman tersebut dalam satu persatuan yaitu Indonesia,” kata Darsuli.

Keanekaragaman tersebut bukanlah sebagai suatu alasan untuk memecah belah bangsa Indonesia, melainkan sebagai sumber kekayaan bangsa Indonesia yang disatukan yang merupakan ciri dan identitas bangsa Indonesia yang tidak dimiliki oleh bangsa lain.

“Saat ini Sumpah Pemuda telah memasuki usia 90 tahun, dimana usia yang sudah cukup tua dan matang bagi ukuran manusia. Sumpah Pemuda lahir melalui proses yang sangat panjang yang menghasilkan satu tekad dan tujuan, yakni bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia, berbangsa yang satu, bangsa Indonesia, dan menjunjung tinggi bahasa persatuan bahasa Indonesia,” Ujar tegas Darsuli.

Ditambahkannya, ini dapat diambil kesimpulan bahwa, Indonesia merupakan digunakan untuk indentitas Nasional, yaitu tanah air Indonesia, bangsa Indonesia, dan bahasa Indonesia.

Makna Sumpah Pemuda itu sendiri yang dulunya dikumandangkan oleh para pemuda-pemuda adalah untuk mempersatukan keanekaragaman bangsa Indonesia untuk membangun bangsa Indonesia terlepas dari belenggu penjajah.

Makna Sumpah Pemuda kali ini adalah mengembalikan semangat nasionalisme pemuda saat ini, seperti yang diikrarkan untuk bersatu dalam satu kesatuan yaitu bangsa Indonesia, untuk membangun dan merupakan proses kebangkitan dalam menghadapi era globalisasi. Dimana di era sekarang ini rentan sekali para pelajar terpengaruh pada westernisasi yang mengancam rasa nasionalisme. Untuk itu, semangat persatuan dan kesatuan harus tetap tertanam dalam hati kaum muda.

“Bagaimanapun semangat itu tidak boleh lekang dari perkembangan jaman dan dampak globalisasi,” tambah Darsuli lebih lanjut. Sumpah Pemuda sudah membuktikan secara jelas, mampu menunjukkan kesan. Melalui semangat Sumpah Pemuda tersebut pula pemuda bersama seluruh warga bangsa dengan semangat persatuan dan kesatuan yang kuat berhasil membawa bangsa ini merdeka sebagai sebuah bangsa.

Sumpah Pemuda juga membuktikan sangat jelas, bahwa kemajemukan masyarakat bukanlah merupakan hambatan atau kendala bagi penguatan persatuan dan kesatuan bangsa, bahkan ini merupakan potensi dan kekuatan yang amat kaya untuk memajukan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia NKRI HARGA MATI. (ril)

Berikut Apresiasi yang Disampaikan Ketua RT Untuk Caleg DPR RI Prof. Dr. Laurence A. Manullang

By On October 28, 2018


GEMAJAKARTA - Jakarta, Disela-sela padatnya jadwal sebagai seorang Rektor, Prof. Dr. Laurence A. Manullang SBA tengah menyempatkan diri menghadiri acara malam syukuran yang diadakan oleh Ketua RT.005 RW.06 Kelurahan Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat, Sabtu (27/10/2018) malam.

Prof. Dr. Laurence A. Manullang SBA yang juga maju sebagai Caleg DPR RI, Nomor Urut 4 dari Dapil Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu tersebut, didampingi juga oleh Sutrisna Caleg DPRD DKI Jakarta, dengan Nomor Urut 9, dari Dapil 9 Jakarta Barat.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Laurence A. Manullang, menyampaikan terimakasih atas undangan yang disampaikan Ketua RT.005 Nurhalim dan juga memberikan ucapan selamat atas terpilihnya kembali sebagai Ketua RT untuk masa periode 2018-2021.


Laurence A. Manullang juga mengatakan, bahwa Ketua RT maupun Ketua RW merupakan ujung tombak penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, serta pembinaan kemasyarakatan di wilayahnya.

“Bagi saya Ketua RT itu memiliki peran dan tanggung jawab yang sangat penting, selain mengetahui dari setiap persoalan wilayahnya, Ketua RT juga memiliki tanggung jawab sebagai pemersatu dalam menjalin kebersamaan antar warganya,” ungkap Prof. Dr. Laurence A. Manullang.

Sementara, Kepada wartawan Nurhalim menyampaikan, sebelumnya saya sudah menyampaikan, setelah diadakannya pengukuhan, kita insya Allah akan mengadakan syukuran dan juga ramah tamah bersama warga untuk menjaga kebersamaan yang selama ini telah terjalin dengan baik.


“Alhamdulillah pada malam ini kita bersama warga dapat mengadakan malam syukuran, ini merupakan sebagai ungkapan rasa syukur kami kepada Allah SWT, serta rasa kebersamaan kami bersama warga agar tetap selalu terjalin kekompakan,” ungkap Nurhalim.

Nurhalim yang juga Pimpinan GemaMedia Network menyampaikan apresiasi dan juga ucapan terimakasihnya kepada Prof. Dr. Laurence A. Manullang SBA yang telah hadir untuk mengikuti kegiatan malam syukuran yang kami adakan.

“Semoga dengan kehadiran orang tua kami yakni Prof. Dr. Laurence A. Manullang SBA menjadikan support bagi kami selaku ketua RT terlebih dengan apa yang disampaikan oleh Prof. Dr. Laurence A. Manullang SBA dalam sambutannya tadi,” pungkasnya mengakhiri.


Sebagaimana diketahui, pada Jumat (26/10/2018) malam Ketua RT.005 RW.06 bersama Ketua RT lainnya telah dilantik dan juga dikukuhkan oleh perangkat Pemerintah Kelurahan Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat. Untuk masa periode 2018-2021.

Pantauan Media saat pengukuhan tersebut, terpacar kebahagiaan diraut wajah para ketua RT/RW, meskipun pada umumnya mereka menyadari bahwa pengukuhan tersebut adalah sebuah tantangan untuk mengabdi pada masyarakat.