Berita Terbaru

Kategori

Langganan Berita

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

PPWI dan Kodam XVII/Cendrawasih Jalin Kerjasama Bidang Jurnalistik

By On February 10, 2019

GEMAJAKARTA, JAKARTA - Dewan Pengurus Nasional Persatuan Pewarta Warga Indonesia (DPN PPWI) bakal menggelar kegiatan bersama dengan Komando Daerah Militer XVII/Cenderawasih dalam waktu dekat. Bentuk kegiatan bersama itu difokuskan dalam bidang jurnalistik, pengembangan media massa, dan publikasi.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA, kepada pewarta media ini melalui saluran WhatsApp-nya, usai temu silahturahmi dengan Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih, Sabtu, 9 Februari 2019.

Hadir dalam pertemuan informal sambil "ngopi-bareng" bertempat di Taman Anggrek, Jakarta Barat, itu, Kapendam Cenderawasih Kolonel Inf. Muhammad Aidi, Fachruddin dari Republika dan Daeng Amran dari Portalindo.

"Sebenarnya sudah lama kami diskusikan tentang kemungkinan kerjasama PPWI dengan Kodam XVII/Cenderawasih ini melalui komunikasi telepon, namun baru tadi sore kita bicarakan serius dalam pertemuan tatap muka langsung antar kita," ujar Wilson Lalengke yang sudah melatih ribuan anggota TNI, Polri, PNS, guru, dosen, mahasiswa, wartawan dan masyarakat umum di bidang jurnalistik warga itu.

Bentuk kerjasamanya, lanjut Wilson, antara lain penataran (pelatihan - red) jurnalistik warga bagi anggota TNI pemangku fungsi penerangan dan kehumasan di lingkungan Kodam Cenderawasih, di wilayah Provinsi Papua dan Papua Barat.

"Sebagaimana kerjasama yang pernah kita lakukan dengan Kodam Jaya/Jayakarta beberapa waktu lalu, kerjasama PPWI dengan Kodam XVII/Cenderawasih nanti antara lain dalam bentuk penataran atau pelatihan jurnalistik warga bagi anggota TNI di lingkungan Kodam Cenderawasih," imbuh lulusan PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 ini.

Selain itu, PPWI juga akan membantu Kodam XVII Cenderawasih dalam hal publikasi dan penyebar-luasan informasi dari wilayah Papua dan Papua Barat, baik yang langsung terkait dengan kegiatan Kodam maupun situasi dan kondisi lingkungan masyarakat di wilayah teritorial Kodam Cenderawasih.

"PPWI juga akan beri dukungan dan bantuan penuh dalam hal pengembangan media dan publikasi," ungkap Wilson yang sangat konsern dengan peningkatan melek media bagi seluruh elemen masyarakat ini.

Ketika ditanyakan tentang kapan kegiatan kerjasama PPWI dengan Kodam XVII Cenderawasih akan dimulai, pria lulusan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau, Pekanbaru, itu mengatakan bahwa pihaknya menunggu penjadwalan kegiatan dari Kodam Cenderawasih.

"Sesuai hasil pembicaraan dengan Pak Kapendam Cenderawasih tadi, Kodam akan segera menjadwalkan pelaksanaan penataran di Jayapura dengan mengundang para anggota TNI dan PNS dari Korem maupun Kodim seluruh Papua dan Papua Barat. Nanti trainer PPWI akan ke Jayapura memberikan pelatihan tersebut," kata Wilson mengutip penyampaian Kapendam Cenderawasih, Kolonel Inf. Muhammad Aidi dalam pertemuan tersebut.

Walaupun demikian, menurut dia, kerjasama PPWI dengan Kodam XVII Cenderawasih sebenarnya sudah berjalan selama ini, terutama dalam hal publikasi berita dari unit penerangan Kodam di media-media yang tergabung dalam PPWI Media Group. (APL/Red)

KH. Aqil Siradj Hadiri Rapimnas Pejuang Islam Nusantara (PIN) Ke 1 di Kalibata

By On February 01, 2019

Gema Jakarta, JAKSEL - Islam Nusantara yang selama ini  terus di kumandangkan oleh sebagian masyarakat terutama oleh kaum Nahdliyyin atau kaum santri sarungan lainnya tak pelak mendapat kecaman bahkan penolakan berbagai lapisan masyarakat lain terlebih di dunia maya.

Kontroversi yang terus berkembang pada gilirannya menggugah para penggiat Islam Nusantara di dunia Maya untuk melakukan terobosan mensyiarkannya secara lebih komprehensif kepada masyarakat.

Tepat pada 13 Juli 2018 di Purbalingga akhirnya Pejuang Islam Nusantara (PIN) terbentuk secara organisasi dan di komandoi oleh Gus Abdul Kholiq sebagai Ketua Umum.


Dengan mengambil tema "Perjuangan Dari Dunia Maya Menjadi Dunia Nyata" akhirnya RAPIMNAS PIN ke-1 di gelar pada 1-3 Februari 2019 di Rumah Pergerakan Gus Dur Kalibata Jakarta Selatan.

Rapimnas PIN secara resmi dibuka oleh Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siradj, Jumat (1/2/2019) dengan diikuti oleh lebih dari 160 peserta utusan dari 16 Pimpinan Propinsi meliputi wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan hingga Papua.

Dalam sambutannya, Kyai Said menyampaikan senang, bersyukur atas terbentuknya PIN dan beliau berterima kasih karena dengan adanya PIN dapat membantu menyampaikan kepada masyarakat tentang Islam Nusantara yang sesungguhnya.


"Islam Nusantara merupakan Tipologi dan Metodologi Da'wah, tidak menggangu aqidah dan tidak menggangu syariah dalam menerapkan ajaran agama karena Islam Nusantara bukan merupakan Mazhab." ungkapnya.

Dikatakannya, Bahwa ritual keagamaan yang ada dan berkembang di Nusantara merupakan warisan leluhur dari para Wali Songo dan di teruskan oleh para ulama - ulama di Nusantara khususnya ulama NU hingga saat ini dan wajib hukumnya untuk di pertahankan karena hal tersebut "tidak menabrak" aqidah serta syari'ah

Tarian Ondel -Ondel Sanggar Seni Neng Demplon dan Musik Gambang Kromong Sanggar Ondel - Ondel serta Palang Pintu Peci Merah mewarnai penyambutan datangnya Gus Abdul Kholiq selaku Ketua Umum PIN. Di hadapan peserta Rapimnas.

Di kesempatannya Gus Kholiq mengatakan, perlunya menyampaikan (konsep) Islam Nusantara yang sesungguhnya secara komprehensif kepada masyarakat sehingga masyarakat memahami dan mengerti untuk kemudian mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari karena itu merupakan "ruh" Islam yang ada di Indonesia.

Reporter : Andre Hans

Walikota Jaktim dan IPJI Siap Sukseskan Pilpres 2019

By On January 28, 2019

GEMAJAKARTA, Jakarta - Untuk memberikan informasi yang berimbang dan menghindari hoaks, DPC IPJI Jakarta Timur di dampingi DPW IPJI DKI Jakarta, senin (28/1/2019)  Jakarta Timur melakukan audensi dengan jajaran pemerintahan Jakarta Timur di kantor walikota Jakarta Timur.

Dalam audensi ini di berikan arahan dan bimbingan oleh Kasudis Kominfotik bapak Yuliarto yang mewakili Walikota Jakarta Timur.

Dalam paparannya Yuliarto mengungkapkan agar IPJI dapat berperan dalam penyampaian informasi yang benar ke pada masyarakat.  "jangan sampai informasi itu dipelintir untuk kepentingan tertentu, terutama saat ini banyak berita yang sampai pada masyarakat simpang siur sehingga membingungkan," terang Yuliarto.

Lebih lanjut, yuliarto berharap agar IPJI dapat berperan dalam mensukseskan Pilpres 2019.


"Semua persiapan sedang di lakukan termasuk membuat posko bersama, nantinya posko ini dapat di gunakan para awak media guna mendapatkan informasi yang dibutuhkan," ungkap Yuliarto.

Sementara itu, menurut Kasubdit Kesbangpol Jakarta Timur Donny Madian, memaparkan terkait pilpres 2019 nantinya posko bersama ini di gunakan untuk memberikan informasi seputar pilpres.

"Untuk pilpres 2019 ini kami sedang membangun posko bersama dan para awak media akan mendapatkan arahan dan informasi melalui satu pintu," jelas Donny.

Selain itu, Ketua DPW IPJI DKI Jakarta Herry Soelaiman didalam  Audensi, juga  memberikan pemamparan terkait  sejarah berdirinya IPJI dan program kedepan.

"Kita kedepan akan mengadakan pelatihan bagi penulis penulis pemula yang mempunyai minat di bidang jurnalis dan berharap IPJI menjadi mitra bagi pemerintah" ungkap ketua DPW IPJI DKI Jakarta.  (Muchlis/Andi)

Dandim 0803/Madiun Hadiri Pencanangan Zona Integritas Kepolisian Resort Madiun

By On January 23, 2019

Madiun, Bertempat di pendopo Polres Madiun Jl. Sukarno Hatta Kec. Taman Kota Madiun Dandim 0803/Madiun Letkol Czi Nur Alam Sucipto, S.Sos menghadiri acara pencanangan zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) serta untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik secara berkelanjutan, yang diselenggarakan oleh Jajaran Kepolisian Resort Madiun, Selasa (22/1/2019).

Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono, S.I.K., SH. ,M.H dalam keterangannya mengatakan, “Zona Integritas (ZI) di lingkungan Polri adalah predikat yang diberikan kepada Polri yang mempunyai komitmen untuk mewujudkan WBK dan WBBM melalui reformasi birokrasi, khususnya dalam hal pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik mulai dari Kapolri dan jajarannya,“ ungkapnya.


“Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) adalah predikat yang diberikan kepada Satuan Kerja (Satker) yang memenuhi sebagian besar program manajemen perubahan, penataan tata laksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan pengawasan dan penguatan akuntabilitas kinerja,“ imbuh Kapolres Madiun.

Pada kesempatan itu, Dandim 0803/Madiun Letkol Czi Nur Alam Sucipto,S.Sos, juga sangat mendukung Jajaran Kepolisian Resort Madiun dengan adanya program pencanangan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) serta untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik secara berkelanjutan,” kata Dandim 0803/Madiun.

“Kita harapkan bersama dengan pencanangan ini Jajaran Kepolisian Resort Madiun bisa tambah maju dan profesional dalam menjalankan tugasnya serta dapat memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat,” pungkas Letkol Czi Nur Alam Sucipto, S.Sos.

Hadir dalam acara pencanangan zona Integritas tersebut Bupati Madiun H. Ahmad Dawami, S.Sos., Kajari Kab. Madiun Sugeng Sumarno, S.H. Hum., Kepala pengadilan Kab.Madiun Arif Budi Cahyono, SH, Kepala Badan Pertanahan Nasional Budi Martono, PJU dan Kapolsek jajaran Polres Kab. Madiun, Ketua STISIP Muhammadiyah Mujahidin, S.Sos.,S.Pdi.

Ancam Polisikan Media, Ketum PPWI : Kuasa Hukum Philip Gan Perlu Baca UUD dan UU No. 40 tahun 1999

By On January 15, 2019

Gunungsitoli, Terlepas dari substansi pertikaian antara para pihak yang bersengketa, yang menjadi obyek pemberitaan, maka PPWI (Persatuan Pewarta Warga Indonesia) selamanya akan menolak keras segala bentuk intimidasi dan pengancaman serta pelarangan atas pemberitaan dan/atau penyebar-luasan karya jurnalistik para warga pewarta di manapun, oleh siapapun, kapanpun.

"Terkait dengan komitmen PPWI di atas, maka atas nama Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional (PPWI) Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, Ma, saya menyampaikan sangat prihatin dan mengecam pernyataan kuasa hukum atau pihak manapun yang mencoba melakukan kriminalisasi terhadap wartawan dan/atau pewarta warga, seperti yang dilakukan oleh kuasa hukum Philip Gan di Gunungsitoli, Sumatera Utara," Ujar Alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012.

Saya sarankan kepada para kuasa hukum, termasuk juga para polisi di Nias, agar meluangkan waktu membaca kembali Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia, khususnya pasal 28 F, pahami isinya, dan implementasikan dalam setiap tindakan penegakan hukum di negeri ini. Selanjutnya, baca juga Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999, agar lebih paham tentang Hak Asasi Manusia yang salah satu implementasinya adalah melalui penghormatan atas Kemerdekaan Pers. Imbuh Wilson yang juga menjabat sebagai Ketua Persaudaraan Indonesia Sahara Maroko (PERSISMA) itu.

"Para penegak hukum, termasuk kuasa hukum di dalamnya, tidak dibenarkan menggunakan hukum secara serampangan seenak perutnya. UU ITE tidak berlaku untuk delik pers, termasuk penyebar-luasan informasi melalui media sosial dan jaringan komunikasi sosial grup WA, dan segala macam saluran pemberitaan yang tersedia," Ujar lulusan dari tiga universitas terbaik di Eropa, Birmingham University, England, Utrecht University, the Netherlands dan Linkoping University, Swedan

UU ITE ditujukan untuk mencegah perbuatan melanggar hukum dengan memanfaatkan teknologi informasi, seperti penipuan, kejahatan perbankan, teror, dan lain sebagainya. Seorang pengacara harus benar-benar mengerti dan paham hukum agar dapat menempatkan segala sesuatunya pada tempatnya sesuai aturan hukum yang berlaku. Jangan sekali-kali membangun argumentasi pembenaran hukum sesuai pesanan klien semata.

"Terlebih penting lagi, jangan sekali-kali melakukan kriminalisasi terhadap masyarakat atas karya pemberitaan dan penyebar-luasan informasi yang dilakukan oleh mereka," Pungkas Wilson mengakhiri pesan WhatsApp-nya. (AZB/RED)

Ini Klarifikasi Resmi Dari Kuasa Hukum Philip Gan Terkait Penertiban Barang-Barang Venny Gan Di Wisma Soliga

By On January 15, 2019

Gunungsitoli, terkait penertiban barang-barang milik Venny Gan di lingkungan Wisma Soliga beberapa hari yang lalu, yang dilaksanakan oleh Pemerintah Desa Miga bersama dengan Babinsa Kodim 0213 Nias, Babinkamtibmas Polres Nias dan tokoh masyarakat (Tiga Pilar Plus), berikut ini klarifikasi resmi dari kuasa hukum Philip Gan.

1. Bahwa tindakan penertiban yang dilakukan oleh Pemerintahan Desa Miga bersama dengan Babinsa Kodim 0213 Nias, Babinkamtibmas Polres Nias dan tokoh masyarakat (Tiga Pilar Plus) adalah berdasarkan surat kami dari kuasa hukum PHILIPS GAN No. 332/SKL/KH-FH/IX/2018, tanggal 01 Oktober 2018, selaku Pengadu;

2. Bahwa tujuan surat kami tersebut untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan oleh kedua belah pihak, atas perilaku yang dilakukan oleh VENNY GAN dalam lingkungan areal Wisma Soliga yaitu sebagai berikut :

a. Bahwa VENNY GAN bersama kuasa hukumnya melakukan INTIMIDASI dan TINDAKAN KETIDAK-NYAMANAN terhadap pegawai Imigrasi yang berkantor di lingkungan WISMA SOLIGA dengan menyuruh pegawai Imigrasi untuk meninggalkan kantornya yang berada di areal WISMA SOLIGA sehingga tindakan tersebut mengusik ketenangan (mengganggu kenyamanan dan ketentraman) pegawai Imigrasi yang berkantor diareal Wisma Soliga;

b. Bahwa selain tindakan tersebut diatas VENNY GAN jauh sebelumnya telah meletakkan barang-barang dagangannya di sekitar bangunan dalam Wisma Soliga, walaupun telah disediakan tempat yang layak oleh klien kami PHILIPS GAN sehingga tindakan tersebut sangat mengganggu keindahan, kenyamanan dan ketentraman serta nilai ekomonis Wisma Soliga sebagai tempat usaha milik klien kami;

c. Bahwa selain dari itu juga VENNY GAN sering memarkir mobilnya di akses jalan menuju kebelakang bagian Wisma Soliga, sehingga perbuatan tersebut sangat menggannggu konsumen dan karyawan Wisma Soliga;

3. Bahwa berdasarkan Surat kami No. 332/SKL/KH-FH/IX/2018, tanggal 01 Oktober 2018 tersebut oleh pihak Pemerintahan Desa Miga bersama dengan Babinsa Kodim 0213 Nias, Babinkamtibmas Polres Nias dan tokoh masyarakat (Tiga Pilar Plus), telah melakukan mediasi dengan memanggil Pengadu dan Teradu, mediasi telah dilakukan sebanyak 2 (dua) kali yaitu pada tanggal 02 Oktober 2018 dan tanggal 08 Nopember 2018, dan mediasi dihadiri oleh VENNY GAN dan Kuasa hukumnya ALDIKA WAU, S.H., M.H.;

4. Bahwa sebelum dilakukan mediasi, oleh Pemerintahan Desa Miga bersama dengan Babinsa Kodim 0213 Nias, Babinkamtibmas Polres Nias dan tokoh masyarakat (Tiga Pilar Plus) telah melihat langsung kelokasi dan terbukti apa yang kami adukan adalah benar dimana barang-barang VENNY GAN yang diletakkannya di area Wisma soliga sangat mengganggu usaha klien kami;

5. Bahwa berdasarkan pengaduan yang kami layangkan dan telah ditinjau dilokasi Wisma Soliga maka dilakukanlah mediasi yang dihadiri oleh para pihak dan salah satu hasil mediasi yang telah disepakati adalah meminta VENNY GAN memindahkan barang-barang dagangannya yang ada di sekitar gedung di dalam Wisma Soliga secara sukarela karena menggangu aktifitas, kenyamanan dan fasilitas usaha Wisma Soliga ketempat yang telah disediakan oleh klien kami;

6. Bahwa apabila kesepakatan yang diambil dalam mediasi tersebut tidak dilaksanakan maka Pemerintahan Desa Miga bersama dengan Babinsa Kodim 0213 Nias, Babinkamtibmas Polres Nias dan tokoh masyarakat (Tiga Pilar Plus) melakukan penertiban dengan memindahkan barang-barang tersebut ketempat yang telah disediakan;

7. Bahwa terkait Putusan Kasasi Nomor: 147 K/Pdt/2017, tanggal 18 April 2017 yang menyatakan bahwa Wisma Soliga dibagi kepada ke-3 (Ketiga) orang ahli waris yang selama ini menjadi alasan VENNY GAN melakukan tindakan-tindakan yang tidak terpuji di area Wisma Soliga, maka kami memberikan tanggapan sebagai berikut :

a. Bahwa Putusan Kasasi Nomor: 147 K/Pdt/2017, tanggal 18 April 2017 adalah tidak dapat dilaksanakan oleh Pengadilan Negeri Gunungsitoli berdasarkan Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Gunungsitoli Nomor: 23/Pdt.G/2018/PN.Gst, tanggal 29 Agustus 2018 karena putusan tersebut bersifat deklaratoir sehingga tidak dapat dijalankan (Non executable), sehingga Putusan Kasasi tersebut berhenti dengan sendirinya;

b. Bahwa Putusan Kasasi Nomor: 147 K/Pdt/2017, tanggal 18 April 2017 tersebut, hanya memastikan bahwa apabila Wisma Soliga belum dialihkan kepihak lain maka Wisma Soliga dapat dibagi kepada ahli waris yaitu PHILIPS GAN, STEVENSON dan VENNY GAN;

c. Bahwa oleh karena Wisma Soliga telah dialihkan kepada pihak lain yaitu kepada klien kami PHILIPS GAN oleh TN. GANDRA QUIN selaku orangtua para ahli waris semasa hidupnya dengan cara MENJUAL sebagaimana dalam Akta Perikatan Jual Beli Nomor: 41 Tanggal 21 April 2010 yang dibuat dihadapan Synodia Eunice Telaumbanua, S.H., Notaris di Kabupaten Nias, maka terhadap ahli waris lainnya yaitu : STEVENSON dan VENNY GAN diberikanlah ganti rugi dan/dan kompensasi. Ganti rugi telah diberikan oleh klien kami PHILIPS GAN kepada STEVEN SON dan VENNY GAN, dan ganti rugi tersebut telah diteima dengan baik sehingga Putusan Kasasi Nomor: 147 K/Pdt/2017, tanggal 18 April 2017 tersebut menjadi tidak dapat dilaksanakan;

d. Bahwa untuk ahli waris STEVEN SON telah diberikan ganti rugi dan/atau kompensasi oleh klien kami PHILIPS GAN sebagaimana Akta Perjanjian No. 15 Tanggal 10 April 2010, dan Akta Kuasa No. 16 Tanggal 10 April 2010 dibuat dihadapan Synodia Eunice Telaumbanua, S.H., Notaris di Kabupaten Nias, dan diperkuat dengan AKTA PERDAMAIAN sebagaimana dalam putusan perkara No. 24/Pdt.G/2018/PN.Gst., tanggal 11 Juli 2018, yang menyatakan PHILIPS GAN menyerahkan sebidang tanah dan bangunan yang terletak di Desa Simanaere, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, Kota Gunungsitoli yang lebih dikenal dengan Hotel Malaga kepada STEVEN SON;

e. Bahwa untuk ahli waris VENNY GAN telah diberikan ganti rugi dan/atau kompensasi sebagaimana dalam surat pernyataan TN. GANDRA QUIN tanggal 01 Oktober 2012 yang pada pokoknya menyatakan TN. GANDRA QUIN menyerahkan tanah milik klien kami PHILIPS GAN yang terletak di Simanaere sebagaimana dalam SHM No. 057/Desa Simanaere, tanggal 20 April 2010, atas nama PHILIPS GAN kepada VENNY GAN;

f. Bahwa bidang tanah SHM No. 057/Desa Simanaere yang diterima oleh VENNY GAN, kemudian atas permintaan VENNY GAN mengembalikannya kepada klien kami PHILIPS GAN dengan meminta digantikan dengan uang sebesar Rp. 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) sebagaimana dalam Surat Pernyataan VENNY GAN tanggal  01 Oktober 2012 yang ditandatangani diatas materai 6.000., yang pada pokoknya menyatakan VENNY GAN mengembalikan tanah SHM No. 057/Desa Simanaere dengan meminta digantikan dengan uang sebesar Rp. 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah);

g. Bahwa penyerahan ganti rugi dan/atau kompensasi kepada VENNY GAN disaksikan dan dibenarkan oleh JUNITA ANGKOLA selaku saksi VENNY GAN yang memberikan keterangan dibawah sumpah dimuka persidangan pada tanggal 19 Desember 2018 dalam perkara No. 33/Pdt.G/2018/PN.Gst;

8. Bahwa Surat Pernyataan VENNY GAN tanggal  01 Oktober 2012 yang telah menerima uang sebesar Rp. 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) adalah oleh VENNY GAN selalu membantahnya dan tidak membenarkannya walaupun Surat Pernyataannya tersebut telah di legalisir oleh Notaris;

9. Bahwa perlu juga kami jelaskan bahwa hampir 90% (Sembilan puluh persen) bangunan di dalam Wisma Soliga adalah dibangun oleh klien kami PHILIPS GAN setelah terjadinya gempa yang meluluhlantarkan pulau Nias pada tahun 2015;

10. Bahwa kami kuasa hukum PHILIPS GAN mengingatkan kepada pengguna media sosial agar bijak dalam mempergunakan media sosial :

“Sudahlah, jangan bikin hoaks lagi yang seolah-olah terdzolimi terkait penertiban yang dilakukan oleh Pemerintahan Desa Miga bersama dengan Babinsa Kodim 0213 Nias, Babinkamtibmas Polres Nias dan tokoh masyarakat (Tiga Pilar Plus)”

Bahwa tindakan yg dilakukan tersebut adalah tindakan penertiban, menjaga kebersihan lingkungan karena kebersihan adalah bagian dari Iman;

11. Bahwa segala pemberitakan di media sosial baik media online, facebook, WhatsApp dan sebagainya yang ikut menyebarkan berita yang tidak benar (hoaks) yang seakan-akan VENNY GAN terdzolimi, maka kami akan mempelajarinya terlebih dahulu dan bila kami menemukan tindak pidana sebagai mana yang diatur dalam UU ITE, maka kami akan mengambil langkah-langkah hukum berikutnya (AZB/RIL)

Golkar Jakarta Pusat Sampaikan Pembekalan Untuk Para Kader

By On December 29, 2018

GEMAJAKARTA, JAKARTA - Mengambil tema "Konsolidasi Sayap Partai dan Ormas Hasta Karya Partai Golkar" di Kantor DPD II bilangan Tanah Tinggi Jakpus, Sabtu 29 Desember 2018, Golkar Jakarta Pusat melakukan konsolidasi dengan melibatkan sayap-sayap partai sekaligus memberikan pembekalan kepada seluruh kader partai yang hadir.

Hadir dalam acara tersebut, Wakil ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Golkar Ir. Akbar Tandjung, Wakil ketua DPD Golkar Jakpus, Ketua DPD II Partai Golkar Jaksel, Ketua DPD II Partai Golkar Jaktim serta beberapa Caleg - Caleg Partai Golkar baik DPRD maupun DPR-RI


Ketua Panitia sekaligus Ketua AMPG Golkar Jakpus, H. Remi Ramadhan menyampaikan pentingnya membesarkan Partai Golkar dengan memaksimalkan mesin politik dan sayap partai agar dapat memenangkan Pemilu 2019 mendatang.

Imam Akbar, SE selaku Wakil Ketua Harian DPD II Golkar Jakpus dalam sambutannya menyampaikan kritiknya terkait polemik kepemimpinan di tubuh internal Pengurus DPD II Golkar Jakpus dan berharap agar polemik ini dapat segera terselesaikan sehingga seluruh kader dapat bekerja maksimal menggerakkan partai sebagaimana yang di amanatkan dalam AD/ART partai.

H. M. Ikhsan Ingratubun, Ketua DPD II Partai Golkar Jaksel yang juga Caleg DPR-RI Dapil 1 dalam sambutannya mengatakan perlunya meningkatkan konsolidasi guna meningkatkan perolehan suara  dan berpesan agar Golkar Jakpus dapat memperoleh minimal 2 kursi DPRD dalam Pemilu 2019 mendatang. Dengan demikian, otomatis akan meningkatkan perolehan suara untuk Caleg DPR-RI.

Ir. Akbar Tandjung dengan gayanya yang khas memaparkan bahwa Golkar merupakan partai besar dan terbuka dan juga partai yang memiliki pengalaman yang matang dalam politik di Indonesia. Pengamalan nilai-nilai luhur Pancasila merupakan sesuatu keharusan yang harus di implementasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

"Sesuai nama Partai yakni "Golongan Karya", maka Golkar harus mampu membuat program dan melaksanakan program tersebut dalam bentuk "karya" nyata yang dapat langsung di rasakan oleh masyarakat sehingga Partai Golkar akan semakin di cintai oleh masyarakat dan akan dapat memenangkan  (minimal pemenang ke-2) pada Pemilu 2019 mendatang." pungkasnya (ril/tis)

Peringati Hari HIV AIDS Sedunia, Puskesmas Kecamatan Suruh Adakan Seminar

By On December 17, 2018


SEMARANG, Untuk memperingati hari AIDS sedunia, banyak cara dilakukan oleh masyarakat ataupun lembaga pemerintah.

Salah satunya yang dilakukan oleh Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Kec. Suruh mengadakan Seminar berkaitan dengan Hari Aids sedunia dengan peserta Anak muda karangtaruna Desa Se Kecamatan Suruh Kab. Semarang.

Tema yang diangkat dalam seminar ini adalah “Saya Berani, Saya Sehat!” yang  memiliki tujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian seluruh masyarakat terhadap HIV AID.

“Berani untuk apa? Untuk mengurangi resiko penularan virus HIV. Selanjutnya, masyarakat terlebih pemuda (karangtaruna) juga mau secara sukarela memeriksakan diri untuk mengetahui status HIV-nya,” jelas dr. Dona Kepala Puskesmas Kec Suruh.

Dalam pembukaan seminar yang dilaksanakan di gedung aula Muspika Kecamatan suruh Kab. Semarang pada 17 Desember 2018.

Lebih lanjut Dona menjelaskan bahwa epidemic HIV AIDS merupakan permasalahan sosial yang memerlukan perhatian dari lintas sektor guna mencapai target bersama menekan jumlah resiko terjangkitnya HIV.

Salah satunya melalui seminar nasional ini, agar dapat meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan perilaku positif masyarakat tentang kesehatan reproduksi.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk melaksanakan Program Kesehatan Reproduksi Remaja.

Puskesmas Suruh mengembangkan GenRe sebagai intervensi terhadap tantangan dan permasalahan remaja di Indonesia. Dari aspek kuantitas, jumlah dan proporsi remaja Indonesia saat ini sangat besar.

Jumlah mereka yang besar ini akan dapat menjadi aset yang luar biasa bagi bangsa dan negara jika dikelola dengan baik. Penduduk usia remaja ini juga merupakan Generasi Emas Indonesia akan berada pada usia produktif.

Hal ini otomatis membuat mereka menjadi penerus bangsa Indonesia. Untuk itu, mereka perlu diedukasi agar mengerti tentang kesehatan reproduksi yaitu resiko tertular HIV dan AIDS, bahaya narkoba, serta belajar juga tentang bahaya dan akibat kehidupan seks yang bebas, termasuk pentingnya penjelasan tentang batas usia minimum seseorang menikah untuk menghindari hal hal resiko yang tidak diinginkan.

Pewarta : Patih

Gedung Sasono Utomo TMII Akan Jadi Saksi Sejarah Masyarakat Pers Indonesia

By On December 16, 2018

GEMAJAKARTA, JAKARTA – Sasono Utomo TMII (Gedung Negara Indonesia) yang terletak di Jalan Raya Taman Mini, Jakarta Timur, akan jadi tempat pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) Pers Indonesia 2018, yang akan diselenggarakan pada Selasa, 18 Desember 2018.

Sejarah singkat Sasono Utomo TMII ini, berdasarkan penuturan pengelola gedung, selama puluhan tahun sejak dibukanya Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Sasono Utomo TMII menjadi salah satu tempat yang dijadikan sebagai Gedung Penerima hampir semua tamu negara, yang sekaligus menjadi tempat memperkenalkan Indonesia di semua bidang: ideologi, politik, ekonomi, dan sosial-budaya. Oleh karena itu dinamakan Gedung Negara Indonesia.

Usai pemaparan tentang Indonesia, termasuk filosofi bangsa Pancasila dan sesandi Bhinneka Tunggal Ika, para tamu negara akan diajak keliling Indonesia dengan melihat anjungan-anjungan tiap provinsi yang ada di areal TMII. Sayangnya, sejak Presiden Soeharto lengser, kebiasaan penerimaan tamu negara di Sasono Utomo TMII itu tidak dilanjutkan.

Pada hari Selasa, 18 Desember 2018, Sasono Utomo TMII akan mencatatkan satu sejarah penting Bangsa Indonesia melalui penyelenggaraan Musyawarah Besar Pers Indonesia.

Ketua Tim Pelaksana Mubes Pers Indonesia, Wilson Lalengke yang juga orang nomor satu di jajaran Sekber Pers Indonesia sekaligus Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) ini mengatakan, bahwa dalam Mubes Pers Indonesia nantinya, pihaknya akan menggelar deklarasi serta penyampaian tuntutan Pers Indonesia.

"Dalam Mubes Pers Indonesia nantinya kami akan menggelar deklarasi Pembentukan Dewan Pers Independen serta menyampaikan aspirasi dan tuntutan Pers Indonesia untuk mewujudkan Kemerdekaan Pers dan kehadiran Negara dalam pemberdayaan Masyarakat Pers Indonesia," pungkas Alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 itu. (tim/red)

Komunitas Masyarakat Peduli Kemanusiaan "Kompak" Boyolali Diresmikan

By On December 15, 2018

GEMAJAKARTA, BOYOLALI - Sebuah komunitas baru yang peduli terhadap orang yang tidak mampu mampu (miskin) muncul di Kab Boyolali,  yang bernama KOMPAK "Komunitas Masyarakat Peduli Kemanusiaan".

Acara yang dihadiri oleh anggota DPRD Kab. Boyolali (komisi IV) pemerintah Desa Kali Gentong Kec. Ampel dan berbagai ormas serta komunitas yang ada di Boyolali, KOMPAK di Resmikan bertempat di Basecampnya Dusun Karang Gondang Desa Kali Gentong Ampel, Jalan Baru km.2 pada hari Sabtu (15/12) hari ini.


Komunitas ini  beranggotakan dari berbagai latar belakang Suku Agama maupun perkerjaan, dalam istilah islam nya kita menanamkan "ukhuwah basyariyah" yaitu persaudaraan kemanusiaan tanpa membeda bedakanya, pun begitu juga sasaran dalam kegiatan kita nantinya.

Orang tidak bisa mengabdi kepada Alloh tanpa mengabdi kepada sesama manusia.jelas Gogon irama ( Ketua Kompak) dalam sela sela sambutanya dalam peresmian komunitas ini.

"Melihat kondisi orang lain yang kurang beruntung diluar sana menggugah kepekaan kita untuk menyisihkan sebagian dari rezeki yang kita peroleh untuk membantu sesama yang masih kekurangan," jelasnya.

Slamet Widodo berharap, nantinya komunitas ini bisa bersinergi dengan pemerintah dalam pelaksanaan kegiatanya membantu warga yang kurang mampu, mulai dari tingkat RT sampe ke Pemerintah Daerah.

Kami sangat apresiasi dengan adanya komunitas sosial seperti ini (Kompak) setidaknya bisa lebih meringankan pemerintah dalam hal program sosial penanggulangan orang yang tidak mampu (miskin) yang mungkin saat ini belum tersentuh secara maksimal oleh Pemerintah.

"Dan harapan saya ada sebuah komunitas yang betul betul fokus pada pendataan, dan ini sangat membantu kami, sehingga nantinya program program sosial pemerintah bisa lebih tepat sasaran," pungkas Slamet Widodo.

Pewarta : Patih

Global Musik Indonesia (GMI) Launching Lagu Anak 'Ku Sapa Hello'

By On December 07, 2018


GEMAJAKARTA, JAKARTA - Menjawab keprihatinan terhadap minimnya lagu anak Indonesia saat ini, Global Musik Indonesia sebagai salah satu perusahaan label yang banyak turut andil dalam perkembangan industri musik di Indonesia sangat ingin berperan serta dalam menyelamatkan lagu anak-anak di Indonesia.

“Ini menjadi tanggung jawab kita bersama, terutama dalam menyelamatkan lagu anak-anak Indonesia,” ucap Suhardi Kusumo Lie saat jumpa pers Soft Lounching yang juga syukuran lagu anak Tristan dan MAFI di Pecenongan, Jakarta Pusat, Rabu (06/12/2018).

Dikatakan Suhardi, diluncurkannya album seri ini lantaran respon luar biasa dari pengguna Youtube. Sejauh ini lagu anak-anak masih mendapat perhatian sangat baik. Lagu anak-anak baru sebenarnya banyak, tapi yang recycle lebih banyak.


“Bisa dilihat di Youtube viewers musik kami berbeda agar semua anak-anak lebih cepat memahaminya, makanya kami merilis album ini, lagu yang dinyanyikan ciptaan kak Loly, dia pencipta lagu yang sangat peduli dan concem dalam menciptakan lagu lagu anak Indonesia,” ujarnya.

Ditempat Sama, Loly Imelda Hutapea, menyampaikan rasa terima kasih kepada Direktur GMI, rekan-rekan dan adik-adik yang sudah bekerja dan berkarya dengan hasil memuaskan, untuk lagu anak anak Indonesia di jaman now ini.

“Bersama-sama berkarya dan membuat beberapa single lagu anak yang dinyanyikan oleh talent-talent yang berbakat, GMI ini mengadakan syukuran untuk beberapa lagu yang sudah launching dan beberapa lagu sedang digarap,” ucap Loly.

Masih kata Loly, melihat jaman sekarang baik di Kota maupun di Desa, sungguh sangat prihatin anak-anak banyak menyanyikan lagu-lagu dewasa terlepas mereka mengerti atau tidak mengerti isi lagu tersebut.

“Alangkah baiknya mereka bisa menyanyikan lagu yang sesuai dengan umur mereka, disini kami punya lagu anak Indonesia dan dinyanyian yakni Ku Sapa Hello yang dibawakan dengan manis oleh Tristan Syahfajar (12), featuring MAFI salah satu gruop vocal anak yang sedang naik daun dengan 4 personilnya yang bertalenta dan cantik, ” tutur Loly pencipta lagu anak untuk MAFI.

Lebih lanjut Loly menjelaskan bahwa MAFI adalah nama dari mereka berempat. Melanie Mahaly, Aurellia Chantika, Futi Larosa dan Masysha Juan Sirait dan dari salah satu mereka jebolan The Voice Kids Indonesia yang bergabung dalam team kaka SLANK.

“Lagu-lagu mereka sudah ada di youtube channel Global Musik Indonesia yang merupakan label yang menaungi lagu-lagu tersebut,” terang Loly kepada awak Media.

Tidak hanya itu, beberapa lagu yang sedang digarap yang berjudul Sahabat, Hey Tayo dan Main Bareng, Seribu Rindu dan sementara mimpi kolaborasi Global Musik, DJ PAY dan Kak Loly ini juga patut dinanti-nantikan kehadirannya.

“Bahkan salah satu dari lagu tersebut juga akan menjadi salah satu Soundtrack Film garapan sutradara ternama di Indonesia yang saat ini masih di rahasikan agar suprise nantinya.” Pungkasnya.

Pewarta : Sutisna 
Editor : Heri Tambora

Sambut Atlet Muslim di Olimpiade Jepang Gelar Tokyo Halal Festival 2018 Jakarta,

By On November 21, 2018

GEMAJAKARTA, JAKARTA - Menjelang persiapan Olimpiade Musim Panas 2020 yang dijadwalkan akan diselenggarakan di Tokyo. Jepang kini gencar mengeksplorasi pasar halal melalui penyelenggaraan Tokyo Halal Festival (Tokyo HalFest) pada 27-29 November 2018 mendatang di Ryutsu Tokyo Center.

Hal ini disebabkan Jepang akan menyambut sedikitnya 1 juta atlet dan pengunjung Muslim yang akan menjadi bagian dalam perhelatan olah raga bergengsi tersebut yang tentu saja membutuhkan pasokan makanan dan minum yang wajib berlabel halal.

pesansembako.com bekerjasama dengan PT PancoPlus dan Asia Trading & Service Co.Ltd Jepang mengambil peluang tersebut dengan memperkenalkan 5 kategori produk khas Indonesia antara lain Bumbu makanan tradisional Siap Saji Selera Indo, Minyak Goreng Kelapa Murni (HCO) Krambil Idjo Yogya, Sambal Bu Rudi, Minyak Goreng Kelapa Sawit Tropical, aneka produk kopi serta Kecap cap Tukang Sate.

Dengan mengusung tema "The Flavour of Indonesia" produk-produk tersebut akan dipasarkan dengan kemasan berbahasa Jepang dan diharapkan mampu menjadi "duta besar" kuliner khas Indonesia di gerai ritel Jepang.

Ditemui saat konferensi Pers pada Rabu, 21 November 2018 di kawasan Jakarta Barat, CEO PesanSembako.com Rofi Zardaida dan Hiroki Misono - Advisor Asia Trading & Service Co. Ltd menyampaikan bahwa pihaknya melakukan pemilihan produk selain dari kualitas dan sertifikasi halal juga dari pemakaian kata yang menunjukkan identitas Indonesia dalam brandingnya.

Kata seperti sate, sambal, selera dan Indo merupakan kata-kata yang lazim dikenal konsumen mancanegara. Selain itu sukses Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang yang baru saja berlalu menyisakan kenangan tersendiri bagi para atlet internasional terhadap kuliner khas nusantara,” ujarnya.



"Kami berharap hadirnya masakan Indonesia di gerai-gerai halal Tokyo akan menjadi area "temu kangen" para atlet yang hadir di Olimpiade mendatang" tambah Misono. Cita rasa masakan tradisional Indonesia yang unik dan otentik kini makin dikenal dan berpeluang besar menjadi tren baru di dunia kuliner internasional.

Dikatakannya, Cita rasa masakan tradisional Indonesia yang unik otentik kini makin dikenal dan berpeluang bersama menjadi tren baru di dunia kuliner internasional. Bagi konsumen Luar negeri, anda sudah dapat mengakses produk siap ekspor di laman khusus www.PesanSembako.com

Sebagai informasi, PesanSembako.com adalah perusahaan E-commerce dibidang pangan yang menyediakan sembilan bahan pokok dan kebutuhan pangan lainnya dan didirikan sejak 15 Maret 2018 dibawah perusahaan PT Khalifa Sembako Agromitra.

Peraih Indonesia The Best Choice Awards 2018 kategori The Best Online Food & Grocery Trading Company ini juga merupakan anak perusahaan grosir sembako PT Khalifa Global Indonesia yang berdiri sejak 2015.

Dalam kiprahnya saat ini PesanSembako telah memiliki jaringan kemitraan Pick Up Point dan Pusat Distribusi yang tersebar di Jakarta, Bogor, Bekasi, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Rembang, Banjarmasin dan Manokwari Papua Barat. (Heri)

MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Boyolali Dukung TNI dan Polri Deklarasikan Pemilu Damai

By On November 20, 2018


BOYOLALI - Organisasi Pemuda Pancasila (PP) MPC Boyolali gelar deklarasi pemilu damai mendukung Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Dalam deklarasi tersebut, Ketua Majelis Permusyawaratan Cabang (MPC) PP Boyolali, Edi Waluyo, menekankan semua anggota harus melepaskan atribut PP ketika berpartisipasi aktif dalam pemilu legislatif (pileg) maupun pemilu presiden (pilpres) 2019. Sebaliknya, atribut partai juga harus dilepaskan para anggota PP ketika berkegiatan di organisasi.

Lebih lanjut, Edi menambahkan ada anggota PP Boyolali yang terjun langsung menjadi calon legislatif. “Ada sekitar lima orang dan tersebar di sejumlah dapil (daerah pemilihan),” ungkap Edi ketika diwawancarai seusai acara. 

Meski begitu, PP tidak pernah menggiring anggotanya untuk bergabung ke dalan salah satu partai politik. “kita tidak pernah menggiring untuk masuk ke parpol A atau B tapi kita bebaskan ikut berkompetisi lewat partai manapun dan akan kita support,”kata Edi. Dia menekankan bahwa PP dan parpol menjadi dua hal yang berbeda bagi setiap individu.  

Hal tersebut dilakukan untuk menjaga kondusifitas agar pilpres dan dan pileg berjalan secara aman dan damai tanpa ada gesekan. Apalagi kini suasan pileg dan pilpres semakin memanas.  

Sebagai informasi, MPC PP Boyolali saat ini memiliki 3.500 anggota ber-KTA (Kartu Tanda Anggota) dan 5.000an anggota non KTA. Deklarasi yang diselenggarakan di kawasan Lembah Gunung Madu (LGM) Desa Kedung Lengkong, Simo, Selasa (20/11) ini dihadiri oleh 250 anggota perwakilan dari 16 Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan lembaga. 

Dalam deklarasi itu, PP siap mendukung Polri dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) demi terlaksananya pileg dan pilpres 2019 dengan aman dan damai.

Pewarta : PATIH

Dr. Victor Pudjiadi Gegerkan Pekanbaru di Acara 90 Tahun Sumpah Pemuda

By On October 29, 2018


GEMAJAKARTA, Pekanbaru - Seorang warga peserta Gerak Jalan Sehat di area Car Free Day (CFD), Jl. Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Riau, tiba-tiba lunglai dengan leher dan kepalanya terjatuh ke samping akibat tertusuk pisau sepanjang 40-an centimeter yang ditancapkan Dr. Victor Pudjiadi, Minggu (28/10/2018). Kejadian tidak terduga tersebut berlangsung sangat cepat, membuat seluruh penonton tercekat, bengong, dan merasa khawatir.

"Waduh, di luar skenario neh, ada yang sabotase ilmu saya," seru Dr. Victor menyadari bahwa volunteer sulapnya yang ditancapkan pisau ke lehernya ternyata langsung lemas dan lehernya terkulai.

Yaa, benar! Kejadian di atas hanyalah adegan sulap, yang cukup ekstrim, yang diperagakan oleh Brigjen Pol Dr. Victor Pudjiadi, SpB, FICS, DFM dalam kegiatan penyuluhan anti penyalahgunaan narkoba. Acara yang dikemas dengan diawali Gerak Jalan Sehat itu ditaja oleh PPWI dan Zayu Lovers Club (ZLC) bekerjasama dengan PGRI dan Badan Narkoba Nasional (BNN) Pusat.

"Coba kita kipas-kipas pakai duit, mudah-mudahan dia siuman lagi," kelakar penyuluh anti narkoba yang jago sulap itu sambil mengeluarkan 2 lembar uang seratus-ribuan dari sakunya dan mengibas-ngibaskannya ke wajah volunteer tersebut. Eh, benar saja, sang 'mayat' langsung siuman, tersenyum gembira melihat uang melambai-lambai di depan matanya. Ha-ha..!!

Selain menghadirkan Dr. Victor, acara yang dimaksudkan untuk menyemarakkan peringatan 90 Tahun Sumpah Pemuda itu, juga dihadiri Ibu Zayu Rizki Safitri, atlit petembak putri terbaik tingkat nasional. Terlihat juga hadir Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, dan Ketua Umum PGRI Riau, Dr. Syahril, S.Pd, MM.

Acara yang dimulai sekira pukul 08.00 wib tersebut, sejak awal langsung dibuka dengan aksi nyentrik "Michael Jackson Indonesia" Jacko Mercis, hingga ditutup lewat jam 09.00 penuh dengan atraksi hiburan dan pertunjukan sulap. Pada akhir acara, Dr. Victor mengajak semua perserta untuk meneriakkan "Narkoba No! Prestasi Yes! Zayu, Wilson Lalengke, Syahril, Yes.. Yes.. Yes! dan foto bersama. (APL/Red)

Peringati 90 Tahun Sumpah Pemuda, Ketum BIIPKPPRI Ingatkan Jaga Persatuan Bangsa

By On October 29, 2018


GEMAJAKARTA, JAKARTA - Pemuda dewasa ini sangat banyak tantangan dalam mengisi sumpah pemuda sebab para pemuda harus bersatu mengawal Merah Putih. Mengawal kebijakan pemerintah yang tidak berpihak melindungi kekayaan alam untuk kesejahteraan anak cucu di masa mendatang. 

Darsuli, Ketua Umum (LSM BIIPKPPRI) mengatakan, Sumpah Pemuda itu Sakral, yang tidak dapat di pisahkan dari semangat Pemuda Pemudi Indonesia yang berjuang untuk mempersatukan Bangsa Indonesia. Darsuli, hari Menjelang Tanggal 28 Oktober 2018 adalah hari yang sangat Sakral yaitu hari Sumpah Pemuda.

Sejak di Ikrarkan 28 Oktober 1928 tahun yang lalu, Ketua Umum Badan Investigasi Independen Peneliti Kekayaan Pejabat dan Pengusaha Republik Indonesia Ketua (BIIPKPPRI) Darsuli, juga mengingatkan kembali bunyi dari Sumpah Pemuda.

“Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia”.
“Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia”.
“Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia.”

Dikatannya, sejak dulu Indonesia memiliki latar belakang yang beranekaragam, mulai dari agama, suku, adat istiadat. “Dan untuk mempersatukan semua itu maka para pahlawan-pahlawan kita telah menyatukan keanekaragaman tersebut dalam satu persatuan yaitu Indonesia,” kata Darsuli.

Keanekaragaman tersebut bukanlah sebagai suatu alasan untuk memecah belah bangsa Indonesia, melainkan sebagai sumber kekayaan bangsa Indonesia yang disatukan yang merupakan ciri dan identitas bangsa Indonesia yang tidak dimiliki oleh bangsa lain.

“Saat ini Sumpah Pemuda telah memasuki usia 90 tahun, dimana usia yang sudah cukup tua dan matang bagi ukuran manusia. Sumpah Pemuda lahir melalui proses yang sangat panjang yang menghasilkan satu tekad dan tujuan, yakni bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia, berbangsa yang satu, bangsa Indonesia, dan menjunjung tinggi bahasa persatuan bahasa Indonesia,” Ujar tegas Darsuli.

Ditambahkannya, ini dapat diambil kesimpulan bahwa, Indonesia merupakan digunakan untuk indentitas Nasional, yaitu tanah air Indonesia, bangsa Indonesia, dan bahasa Indonesia.

Makna Sumpah Pemuda itu sendiri yang dulunya dikumandangkan oleh para pemuda-pemuda adalah untuk mempersatukan keanekaragaman bangsa Indonesia untuk membangun bangsa Indonesia terlepas dari belenggu penjajah.

Makna Sumpah Pemuda kali ini adalah mengembalikan semangat nasionalisme pemuda saat ini, seperti yang diikrarkan untuk bersatu dalam satu kesatuan yaitu bangsa Indonesia, untuk membangun dan merupakan proses kebangkitan dalam menghadapi era globalisasi. Dimana di era sekarang ini rentan sekali para pelajar terpengaruh pada westernisasi yang mengancam rasa nasionalisme. Untuk itu, semangat persatuan dan kesatuan harus tetap tertanam dalam hati kaum muda.

“Bagaimanapun semangat itu tidak boleh lekang dari perkembangan jaman dan dampak globalisasi,” tambah Darsuli lebih lanjut. Sumpah Pemuda sudah membuktikan secara jelas, mampu menunjukkan kesan. Melalui semangat Sumpah Pemuda tersebut pula pemuda bersama seluruh warga bangsa dengan semangat persatuan dan kesatuan yang kuat berhasil membawa bangsa ini merdeka sebagai sebuah bangsa.

Sumpah Pemuda juga membuktikan sangat jelas, bahwa kemajemukan masyarakat bukanlah merupakan hambatan atau kendala bagi penguatan persatuan dan kesatuan bangsa, bahkan ini merupakan potensi dan kekuatan yang amat kaya untuk memajukan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia NKRI HARGA MATI. (ril)