Berita Terbaru

Kategori

Langganan Berita

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

50 Personil ASN, Satpol PP dan Pustakawan Ikuti Penyuluhan Anti Penyalahgunaan Narkoba

By On April 25, 2019

Gema Jakarta, Pandeglang – Tidak kurang dari 50 orang berkesempatan mengikuti kegiatan Penyuluhan Anti Penyalahgunaan Narkoba yang diselenggarakan oleh Kesbangpol Kabupaten Pandeglang, Rabu, 24 April 2019. Para peserta penyuluhan yang dilaksanakan di Aula Komando Distrik Militer (Kodim) Pandeglang itu berasal dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan pengelola perpustakaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pandeglang.

“Hari ini kita telah melakukan kegiatan penyuluhan anti penyalahgunaan narkoba bagi 50 orang pegawai ASN, Satpol PP dan pustakawan di Aula Kodim Pandeglang,” ujar Ainul Mardiah, SKM, melalui pesan WhatsApp-nya kepada media ini, Rabu, 24 April 2019.

Ainul yang menjabat sebagai Kepala Seksi Pencegahan P2M BNNP Banten itu juga menambahkan bahwa kegiatan tersebut berjalan dengan aman dan lancar. “Peserta terlihat antusias mengikuti penyuluhan, kegiatannya dapat berjalan dengan tertib, aman dan lancar,” imbuh mantan bidan ini.

Selain itu, Ainul menambahkan lagi bahwa kegiatan penyuluhan anti penyalahgunaan narkoba akan terus dilaksanakan secaca rutin dengan menyasar berbagai kalangan yang berbeda. “Kita berharap semua kalangan bisa terjangkau oleh BNNP Banten dalam mensosialisasikan anti penyalahgunaan narkoba. Jadi, kegiatannya akan terus dilakukan dengan menyasar berbagai kalangan masyarakat yang berbeda setiap kali kegiatan,” jelas Ainul.

Kegiatan penyuluhan itu, menurut Ainul, sangat penting untuk terus dilakukan ke berbagai elemen warga. “Kegiatan seperti ini merupakan wadah penyebarluasan informasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba. Oleh karena itu semua warga perlu punya wawasan agar dapat berperan-serta dalam menghambat perederan gelap narkoba di masyarakat,” pungkas Ainul yang merupakan narasumber utama dalam kegiatan ini. (AML/Red)

Aksi Pembakaran Surat Suara Pemilu di Kabupaten Puncak Jaya, Papua

By On April 24, 2019


GEMA JAKARTA, JAKARTA - Aksi pembakaran sejumlah surat suara hasil Pemilu 2019 terjadi di Distrik Tingginamu, Kabupaten Puncak Jaya, Papua. Hal tersebut diketahui dari sebuah video yang telah beredar di media sosial.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Papua Theodorus Kossay membenarkan aksi pembakaran tersebut. Menurutnya, peristiwa pembakaran surat suara di Distrik Tingginamu terjadi pada Selasa (23/4).

"Pembakaran itu benar," kata Theodorus seperti dilansir CNNIndonesia.com, Rabu (24/4).

Video aksi pembakaran sudah tersebar di media sosial. Dalam video tersebut sejumlah orang terlihat membakar ratusan surat suara yang diambil dari kotak suara

Namun Theodorus mengaku belum mengetahui berapa jumlah surat suara yang dibakar dalam peristiwa itu. Theodorus juga mengatakan pihaknya masih menyelidiki hal yang melatarbelakangi masyarakat membakar surat suara Pileg dan Pilpres 2019 itu.

Dia menyatakan telah memerintahkan pihak KPUD Puncak Jaya untuk berkoordinasi dengan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) dan pihak keamanan untuk menyelidiki kejadian tersebut. Termasuk siapa yang memerintahkan masyarakat untuk melakukan aksi pembakaran surat suara.

Selain itu, Theodorus menambahkan, pihaknya juga akan mencari sosok yang merekam kemudian menyebarkan video aksi pembakaran surat suara di Distrik Tingginamu itu.

"Sekarang saya sudah perintahkan KPU Puncak Jaya berkoordinasi dengan Panwaslu dan pihak keamanan, kira-kira siapa yang menyuruh, kemudian juga siapa yang merekam video itu," kata dia.

Empat dari lima Pelaku Begal di Palmerah Diterjang Timah Panas, Satu Diantaranya Tewas

By On April 23, 2019

GEMAJAKARTA, JAKARTA - Team Jatanras Polres Metro Jakarta Barat menggulung lima komplotan pencurian dengan kekerasan yang terjadi di Jalan Arjuna, Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat, Senin (08/04) dini hari lalu.

Para pelaku komplotan tersebut terpaksa ditembak karena berusaha melawan petugas saat akan ditangkap.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Edi Suranta Sitepu mengatakan, polisi meringkus lima  komplotan pencurian dengan kekerasan, yakni SJ (29), SI (17 ), MO (24), TK (20), dan KL (27). Satu diantaranya ditembak hingga tewas karena melawan.


"Pelaku  KL saat kami tangkap, dia mencoba melawan petugas dengan menggunakan senjata api rakitan, sehingga terpaksa ditembak hingga meninggal dunia karena kehabisan darah," ujarnya, Selasa (23/04/19).

AKBP Edi menambahkan, sebelumnya, anggotanya yang dipimpin Kanit Krimum Iptu Dimitri bersama tim Jatanras meringkus empat orang tersangka. Anggota terpaksa melumpuhkan dengan timah panas, lantaran pelaku mencoba melawan saat hendak ditangkap.

"3 dari 4 pelaku terpaksa dilumpuhkan, lantaran pelaku hendak ditangkap melakukan perlawanan kepada petugas  dengan menggunakan senjata tajam,", Tambahnya.

Kanit Kriminal Umum Polres Metro Jakarta Barat Iptu Dimitri Mahendra mengatakan, lima buronan ditangkap di tempat berbeda.

SJ dan SI  ditangkap di Parkiran Maybank, Pluit Penjaringan, Jakarta Utara, sedangkan MO ditangkap di Jalan Panjang Pesing Koneng  Kedoya Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat dan TK ditangkap di Jalan Blimbing Kampung Belakang, Kosambi, Tangerang Banten.

Sedangkan tersangka KL ditangkap pada 23 April 2019 di Jalan Kali Sekretaris Grogol Petamburan Jakarta Barat.

“Saat dilakukan penangkapan, tersangka  menyerang  petugas menggunakan senjata api rakitan, petugas pun melakukan tindakan tegas terukur yang sebelumnya diberikan tembakan peringatan," Kata Dimitri.

Masih dikatakannya, berdasarkan hasil tes urine terhadap para pelaku, diketahui positif narkoba.

"Mereka (pelaku) terbukti positif menggunakan narkotika jenis sabu," Katanya.

Para pelaku dijerat dengan pasal 365 KUHP tentang tindak pencurian disertai kekerasan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Seperti diberitakan sebelumnya, kejadian kasus pencurian dengan kekerasan yang menimpa korban AK ( 37), terjadi di Jalan Arjuna Kemanggisan, Palmerah Jakarta Barat.

Saat melintas, korban yang berprofesi sebagai ojek online ini, tiba-tiba didatangi oleh 3 sepeda motor yang dikendarai 5 orang pelaku yang tidak dikenal dan langsung menghadang dan menyerang sepeda motor korban.

Salah satu pelaku mengambil kunci kontak sepeda motor korban, sedangkan pelaku yang lain mengancam korban dengan menggunakan senjata api dan golok untuk memberikan rasa takut kepada korban lalu merampas sepeda motor dan  barang-barang milik korban. (ril/apmp)

Warga Kaliadem Keluhkan Adanya Pemasangan Listrik Tanpa Kilo Meter (KWH)

By On April 21, 2019

JAKARTA - Saluran listrik di seputaran wilayah Kaliadem Muara Angke, Pluit, Jakarta Utara dikeluhkan masyarakat. Jumat (19/4/2019). Pasalnya pemasangan listrik di wilayahnya belum tertata baik dan tidak memiliki kilo meter (kwh).

"Saluran listrik diwilayahnya belum tertata dengan baik dan hampir semuanya listrik disini tidak memiliki kilo meter (kwh)," ungkap Udin warga sekitar Kaliadem, seperti dikutip OTORITAS.CO.ID, Jumat (19/4/2019).

Ia pun menuturkan, jika diwilayahnya diduga ada oknum yang terlibat terkait adanya pengambilan jalur kabel dari kabel induk untuk disalurkan ke setiap rumah-rumah warga sekitar tanpa memiliki kilo meter (kwh).

"Ini akan berdampak membahayakan warga sekitar, serta merugikan pendapatan negara terhadap pemakaian listrik yang ilegal," ungkapnya lagi kepada media.

Udin juga berharap agar ini semua menjadi perhatian khusus bagi pemerintah maupun PLN karena akan berdampak besar terjadinya kebakaran dan membahayakan bagi lingkungan setempat.

Sementara, berdasarkan informasi yang diperoleh dari warga kepada wartawan, hal tersebut sudah dilaporkan kepada pihak P2TL dan juga Koordinator wilayah Bandengan Sugiarto.

Hingga berita ini dilansir melalui OTORITAS.CO.ID, hingga pada Sabtu (20/4/2019) belum ada respon dari pihak petugas PLN maupun pihak terkait adanya pemasangan listrik tanpa adanya kilo meter (kwh).

Rep : Yoyon

Aktivis Pemuda Tambora Sampaikan Bela Sungkawa Untuk KPPS yang Gugur

By On April 20, 2019

Gema Jakarta, JAKARTA - Kabar gugurnya Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) hingga petugas keamanan dalam pemilihan umum (Pemilu) 2019 gugur seusai pencoblosan, Rabu (17/4/2019) menuai banyak komentar oleh banyak tokoh, bahkan Aktivis Pemuda Tambora Heri Tambora.

Pasalnya, banyak diantaranya yang dinyatakan meninggal akibat kelelahan selama masa pencoblosan. Ia pun mengaku jika pelaksanaan pemilu serentak memang telah dikabulkan oleh MK, dan Ia pun berharap jika pelaksanaan pemilu serentak dikaji ulang.

“Saya pribadi khususnya mewakili warga masyarakat Kecamatan Tambora, menyampaikan bela sungkawa kepada saudara-saudara kpps dan juga petugas keamanan kita yang telah meninggal  dalam melakukan tugasnya,” ungkapnya kepada media ini, Sabtu (20/4/2019).

Ia mengatakan, kpps dan petugas keamanan tersebut karena sebagian mereka yang meninggal dunia terindikasi karena kelelahan intens saat bertugas yang kurang lebih hampir 24 jam non stop, untuk mengurusi 5 Jenis suara pencoblosan.

Sebelumnya, Aktivis Pemuda Tambora ini juga mengomentari atas pelaksanaan dan juga penyelenggaraan pemilu serentak 2019 yang dinilai kurang baik, dan meminta KPU untuk mengkaji ulang serta mengavaluasi penyelenggaraan pemilu serentak.


Sebagaimana diketahui, hingga 19 April 2019 sebanyak 12 orang Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kota/Kabupaten di Jawa Barat sebagian petugas mengalami kelelahan. Namun, ada juga yang dikarenakan mengalami kecelakaan lalu lintas saat bertugas.

Sementara dilansir melalui Instagram Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf #Repost @ndorokakung  sebanyak 8 aparat kepelosian juga meninggal saat menjaga kemanan TPS. Petugas tersebut berasal dari sejumlah wilayah dan berbabagai jabatan.

“Menurut saya mereka bertugas terlalu berat, bahkan kami lihat di jakarta mereka ada yang bekerja hingga 24 jam non stop, dari pagi hingga ketemu pagi, mereka sepertinya terlalu tak kenal waktu, itu semua kami lihat demi tanggung jawab dan suksesnya pemilu 2019,” ungkapnya perihatin.

Beriku adalah nama-nama 12 petugas KPPS di Jawa Barat yang meninggal dunia.
1.      Kabupaten Purwakarta, yakni Deden Damanhuri (46 tahun)
2.      Carman (45 tahun). Penyebab kematian mengalami pecah pembuluh darah dan kondisi badan lemah.
3.      Kabupaten Bandung, Indra Lesmana alias Alex (28 tahun), penyebab kematian awalnya mengeluh merasa mual/sakit.
4.      Kota Bekasi Ahmad Salahudin, Ketua KPPS TPS 081 Kelurahan Kranji Bekasi Barat, penyebab kematian tertabrak truk.
5.      Kabupaten Tasikmalaya, yakni H Jeje dan
6.      Kabupaten Tasikmalaya Supriyanto efek Kecapaian di TPS, mempunyai riwayat jantung karena kelelahan.
7.      Kabupaten Kuningan, yakni Nana Rismana karena kelelahan.
8.      Kabupaten Bogor Jaenal (56 tahun), yakni kelelahan saat mengambil logistik di gudang penyimpanan
9.      Kabupaten Karawang, yakni Yaya Suhaya diduga kelelahan.
10.  Kota Sukabumi, yakni Tatang Sopandi (48 tahun) demam setelah beberapa hari, sebelumnya aktif membantu sorlip di gudang logistik KPU
11.  Kabupaten Sukabumi, yakni Idris Hadi (64 tahun) dan
12.  Usman Suparman kelelahan pada saat P2S selesai (riwayat penyakit jantung).

Andi Arief: Menurut Saya secara Prosedural Jokowi akan Jadi Pemenang Pilpres

By On April 20, 2019

Gema Jakarta, JAKARTA - Mantan politisi Partai Demokrat menyoroti soal hasil Pilpres 2019.

Dilansir oleh TribunWow.com, hal tersebut ia sampaikan melalui akun Twitter @AndiArief_ yang diunggah pada Jumat (19/4/2019).

Menurut prediksinya, secara prosedural, calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin yang akan memenangi Pilpres 2019.

Andi Arief mengatakan bahwa hal itu karena prosedur demokrasi semata.

Meski demikian, ia juga sempat menyinggung soal temuan kecurangan yang terjadi

"Menurut saya secara prosedural Jokowi akan menjadi pemenang Pilpres.
Karena prosedur demokrasi semata.

Namun, tidak mudah merekonsiliasi persoalan kecurangan yg terjadi jauh hari sebelumnya, apalagi kondisi masyarakat sudah terbelah akibat strategi ingin melanggengkan kekuasaan," tulisnya.

Sebelumnya, Andi Arief juga sempat mencuitkan soal kecurangan-kecurangan di pilpres.

Ia membandingkan dengan pemilu saat Orde Baru yang tidak ditemukan kecurangan masif saat hari pencoblosan, karena menurut dia, kecurangan sudah terjadi jauh sebelum hari H.

"Apakah ada kecurangan sistematis hari H pilpres?

Seperti juga pemilu Orba, tidak akan ditemukan kecurangan masif dan terstruktur.

Karena kecurangan dalam arti penggunaan instrumen yg seharusnya netral itu terjadi jauh sebelum Hari H.

Tidak mudah merekonsiliasi persoalan ini," kata Andi Arief.


Hasil Quick Count - Jokowi-Ma'ruf Menang

Berdasarkan hasil quick count sejumlah lembaga survei, pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf menang atas Prabowo-Sandiaga.

1. Litbang Kompas (Suara Masuk 97 Persen)
Jokowi-Maruf: 54,52 Persen
Prabowo-Sandiaga: 45,48 Persen

2. Poltracking (Suara Masuk 97,30 Persen)
Jokowi-Maruf: 55,21 Persen.
Prabowo-Sandiaga: 44,79 Persen

3. Indo Barometer (Suara Masuk 97,83 Persen)
Jokowi-Maruf: 53,51 Persen
Prabowo-Sandiaga: 46,49 Persen

4. Charta Politika (Suara Masuk 97,65 Persen)
Jokowi-Maruf: 54,37 Persen
Prabowo-Sandiaga: 45,63 Persen

5. SMRC (Suara Masuk 96,96 Persen)
Jokowi-Maruf: 54,86 Persen
Prabowo-Sandiaga: 45,14 Persen

6. Indikator Politik (Suara Masuk 95,70 Persen)
Jokowi-Maruf: 53,91 Persen
Prabowo-Sandiaga: 46,09 Persen

7. LSI Denny JA (Suara Masuk 99,05 Persen)
Jokowi-Maruf: 55,72 Persen
Prabowo-Sandiaga: 44,28 Persen

Meski demikian, hasil quick count ini berbeda dengan hasil exit poll internal BPN Prabowo-Sandi yang mengklaim memenangi suara 62 persen.

Hasil quick count juga tidak bisa dijadikan acuan resmi, karena hasil pemenang resmi berdasarkan hasil real count Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang saat ini masih dalam tahap penghitungan, dan paling lambat akan selesai pada 22 Mei 2019.

(TribunWow.com/Lailatun Niqmah)

 Gedung KPU Dibanjiri Karangan Bunga dari Masyarakat

By On April 20, 2019

Gema Jakarta, JAKARTA - Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) dipenuhi sejumlah karangan bunga yang berasal dari berbagai kalangan masyarakat. Karangan bunga yang berjejer itu kebanyakan berisi ucapan selamat dan semangat untuk penyelenggara pemilu ini.

Seperti dilansir CNNIndonesia.com di halaman gedung KPU yang berada di kawasan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat karangan bunga itu berukuran besar dan bertuliskan kata-kata menghibur untuk semua pihak yang terlibat.

"We thank and trust you KPU!," tulis salah satu karangan bunga yang berasal dari Alumni Labschool ASJB yang telah berjejer dengan karangan bunga lainnya, Sabtu (20/4). 
"Selamat atas pemilu damai 2019, kami sabar menanti hasil pengumuman KPU sebesar menanti kekasih," tulis karangan bunga yang berasal dari Perempuan Bravo 5.

"#Kami Bersama KPU dari komunitas masyarakat waras yang muak main presiden-presidenan," tulis karangan bunga lainnya.

Hingga saat ini karangan bunga terus berdatangan di depan pekarangan kantor KPU. Karangan bunga berjejer rapi di menghiasai pekarangan KPU.

Pilpres 2019 telah resmi digelar pada 17 April kemarin. Meski begitu hasil dari penghitungan suara hingga saat ini masih dalam tahap penghitungan sehingga belum diumumkan secara resmi.

Namun, meski belum diumumkan secara resmi sejumlah video telah beredar yang menuding KPU salah memasukan data dalam sistem hitung cepat. (tst/evn)

12 Petugas KPPS Gugur Saat Kawal Pemilu di Jawa Barat

By On April 20, 2019

Gema Jakarta, DAERAH 
Sebanyak 12 Petugas Pemilu 2019 di Jawa Barat meninggal dunia saat menjalankan tugasnya sebagai Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Pemilu 2019.

Berdasarkan data dari Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jawa Barat, belasan petugas itu berasal dari sembilan daerah.

"Ada 12 orang di sembilan kota/kabupaten di Jawa Barat," kata ketua KPU Jabar Rifqy Ali Mubarok seperti dilansir cnnindonesia, Sabtu (20/4).
KPUD Jabar menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan dan berupaya untuk memberikan santunan untuk 12 orang tersebut.

"Sedang kita upayakan (santunan)," ujarnya.

Dalam keterangan KPUD Jabar, di Kabupaten Purwakarta terdapat dua petugas meninggal dunia atas nama Deden Damanhuri (46) warga Kp. Sukalaksana RT.003 RW.002 Cipeudeuy Bojong Kabupaten Purwakarta dan Carman (45) warga Kp. Gardu RT. 001 RW 001 Desa Gardu Kiarapedes Purwakarta.

Deden yang bertugas di TPS 03 meninggal karena mengalami pecah pembuluh darah.

Sedangkan Carman yang bertugas di TPS 01 diduga meninggal karena kondisi badan lemah.

Di Kabupaten Bandung, seorang Ketua KPPS di TPS 04 bernama Indra Lesmana (28) meninggal, setelah warga Kampung Sindangsari, Desa Banjaran Kulon, Kecamatan Banjaran itu mengeluh merasa mual.

Sedangkan Ahmad Salahudin, warga Kelurahan Kranji, Bekasi Barat meninggal setelah tertabrak truk.

Ahmad diketahui bertugas di TPS 081 yang juga Ketua KPPS setempat.

Sementara dua orang di Kabupaten Tasikmalaya juga dilaporkan meninggal setelah melaksanakan tugas. H. Jeje di TPS 02 (Ketua KPPS) meninggal karena efek kecapaian di TPS dan punya riwayat penyakit jantung.

Satu lainnya bernama Supriyanto di TPS 11 (Ketua KPPS) meninggal karena kelelahan.

Meninggal karena diduga kelelahan dialami Nana Rismana, petugas TPS 04 Kabupaten Kuningan.

Di Kabupaten Bogor, petugas KPPS TPS 09 yang meninggal bernama Jaenal (56), warga Desa Sukaharja, Kecamatan Cijeruk. Jaenal meninggal karena kelelahan saat mengambil logistik di gudang penyimpanan.

Sedangkan di Kabupaten Karawang, petugas TPS 04 yang diketahui bernama Yaya Suhaya, warga Desa Cilewo, Kecamatan Telagasari, juga meninggal karena kelelahan.

Petugas TPS 4, Tatang Sopandi (48), warga Jalan Dwikora, Kelurahan Warudoyong, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, meninggal setelah beberapa hari membantu sorlip di gudang logistik KPU. Almarhum sempat demam sebelum meninggal dunia.

Sedangkan di Kabupaten Sukabumi, ada dua petugas yang meninggal karena kelelahan, yakni petugas TPS 18 atas nama Idris Hadi (64), warga Kampung Cipamutih, Desa Munjul, Kecamatan Ciambar, dan petugas PAM TPS atas nama Usman Suparman, warga Kampung Selawi, Desa Warnasari (CNN)

Jakarta Dominasi Wilayah Rawan di Masa Kampanye Pemilu 2019

By On March 29, 2019


Pihak kepolisian menyebut ada pergeseran wilayah rawan konflik ketika proses Pemilu 2019 memasuki masa kampanye terbuka. Jakarta mendominasi wilayah rawan konflik.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan dalam setiap tahapan pemilu, pihak kepolisian memang selalu melakukan pemetaan dan pendataan terkait wilayah-wilayah yang berpotensi memiliki kerawanan pemilu.

"Dulu ada Polda Papua yang dominan, khususnya di kabupaten atau kota, sekarang sudah bergeser potensi kerawanan pemilu pada masa kampanye terbuka," kata Dedi di Mabes Polri, Jumat (29/3).

Di masa kampanye terbuka ini, provinsi yang tergolong rawan yakni Maluku Utara, Papua, Aceh, NTB, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Papua Barat, DKI Jakarta, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Utara.

Pergeseran daerah rawan juga terjadi di tingkat kabupaten atau kota. Dedi mengatakan sebelumnya daerah di Papua mendominasi 10 besar kabupaten atau kota yang tergolong rawan, saat ini telah mengalami pergeseran.

Di masa kampanye terbuka saat ini, kabupaten atau kota yang tergolong rawan antara lain Tangerang Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Pigi (Sulteng), Banggai (Sulteng), Donggala (Sulteng), Mentawai (Sumbar), Tanah Datar (Sumbar), serta Jogja.

"Kalau yang kemarin Jakarta hampir enggak ada, sekarang didominasi justru di wilayah Jakarta kerawanan itu," ucap Dedi.
Dedi menjelaskan ada tujuh faktor yang menyebabkan sebuah daerah masuk kategori rawan, yaitu faktor penyelenggara, faktor kontestasi capres, faktor kontestasi caleg, faktor pendukung, potensi gangguan kamtibmas, ambang gangguan, serta faktor gangguan nyata.

Untuk wilayah Jakarta, kata Dedi, sampai saat ini sebenarnya baru tergolong cukup rawan, dan belum masuk kategori rawan. Meski begitu, pihaknya akan menyiapkan langkah antisipasi untuk mencegah dan menurunkan potensi kerawanan tersebut.

"Khususnya dari Jakarta, tentu akan mempersiapkan langkah strategis juga segala potensi," ujarnya.

Dedi menuturkan potensi kerawanan tersebut akan terus berubah tergantung dinamika yang terjadi di lapangan hingga hari pemungutan suara pada 17 April mendatang.

"Nanti jelang masa tenang dan hari H akan didata kembali, itu untuk menentukan dislokasi pasukan, jumlah kekuatan yang dibutuhkan tiap polda," tuturnya. (cnn)

Polisi Persilakan Forum Umat Islam Jaga TPS asal Koordinasi

By On March 29, 2019

JAKARTA - Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan kepolisian memperbolehkan Forum Umat Islam (FUI) melakukan penjagaan di TPS pada saat pemungutan suara 17 April mendatang dengan syarat melakukan koordinasi dengan aparat keamanan setempat.

FUI diketahui meluncurkan Subuh Akbar Indonesia (SAI) Putihkan Tempat Pemungutan Suara (TPS) di pemilu 2019. Gerakan SAI Putihkan TPS itu juga didukung oleh Front Pembela Islam (FPI), Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, Persaudaraan Alumni (PA) 212, dan berbagai ormas dan lembaga Islam di Jakarta. 

"Boleh saja, tapi harus koordinasi dengan satuan wilayah setempat," kata Dedi di Mabes Polri, Jumat (29/3).

Dedi menuturkan dalam praktiknya di lapangan, akan ada batas-batas yang diberikan bagi FUI dalam melakukan penjagaan.

"Mereka di luar, mereka pasti akan berkoordinasi, dan akan diberi batas mereka," ujar dia.

Sebelumnya, Sekjen FUI Muhammad Al Khaththath mengatakan lewat SAI Putihkan TPS akan ada 210 umat Islam yang menjaga setiap TPS di Jakarta nanti. Sebelum mengawal TPS, umat Islam akan mendengarkan tausyiah dan Solat Subuh berjamaah.

"Yang kawal bukan cuma 3 saksi, tapi yang kawal adalah umat yang punya suara. Kita targetkan satu TPS 210 orang. 10 panitia dan 200 anggota jamaah umat Islam yang ada di daftar pemilih tetap (DPT)," katanya di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, Kamis (28/3).

Dia menerangkan gerakan SAI Putihkan TPS secara resmi akan dijalankan pada 17 April mendatang. Namun simulasinya akan diadakan pada saat Apel Siaga 313, Minggu (31/3) mendatang.

Al-Khaththath menegaskan gerakan itu diluncurkan agar pemilu berjalan lancar dan tanpa kecurangan. Untuk itu umat Islam akan mengawal pemilu 2019 sejak dari Subuh.

"Yang kita khawatirkan, kalau curang, chaos kita rugi. Insyaallah kita akan kawal sampai tanggal 17 April. Itulah kenapa kita adakan subuh," katanya. (cnn)

Jokowi Persilahkan Warga Liburan 17 April, Tapi Harus Nyoblos Dulu.

By On March 29, 2019


Bogor - Capres Joko Widodo (Jokowi) tidak mempermasalahkan jika ada masyarakat yang liburan saat Pemilu 2019 yang jatuh pada 17 April. Namun ia mengimbau masyarakat menyuarakan pilihannya di kotak suara terlebih dahulu.

"Saya ajak sekali lagi jangan ada yang berlibur, atau mau berlibur silakan nyoblos dulu. Setelah itu baru jam sepuluh, jam delapan nyoblos kan bisa. Jam delapan nyoblos bless, jam sembilan nyoblos bless, jam sepuluh langsung terbang libur silakan," kata Jokowi ditemui wartawan usai salat Jumat di Masjid Baitussalam, Bogor, Jawa Barat, Jumat (29/3/2019).

Jokowi meminta masyarakat tidak ada yang golput. Karena pencoblosan menentukan arah negara ke depan.


"Jangan sampai ada yang golput, jangan sampai ada yang tidak mencoblos di hari Rabu 17 April 2019," tegas Jokowi. Sebelumnya, Jokowi mengatakan Pemilu 2019 menghabiskan anggaran hingga triliunan rupiah. Oleh sebab itu akan rugi besar jika masyarakat tidak menyalurkan hak suaranya.

"Karena pemilu ini, pileg, pilpres ini menghabiskan biaya triliunan. Sangat rugi besar kita kalau tidak menggunakan hak pilih kita. Karena itu menentukan arah negara ini ke depan," ujar Jokowi. 
(dtk)

Walikota Jakbar H. Rustam Effendi Hadiri Pernikahan Andi dan Neelam

By On March 11, 2019

GEMAJAKARTA, JAKARTA - Karangan bunga dari Redaksi Pewarta Tambora tampak menghiasi resepsi pernikahan Andi dan Neelam, di depan Kantor Kelurahan Krendang, Tambora, Jakarta Barat, Minggu (10/3/2019).

Kesan lembut hadir dalam warna yang dipilih, yang ditempatkan dengan jarak yang pas diarea pintu masuk resepsi, tidak terlalu jauh, tidak pula terlalu dekat. baik untuk bunga-bunga hingga pada paduan warnanya.

Suasana santai juga sangat terasa. Para tamu dapat lalu lalang, bercengkrama satu sama lain bersamaan dengan mengambil makanan yang telah dihidangkan, bahkan bisa bebas selfie bersama pengantin.

Heri Tambora selaku Pendiri Media Pewarta Tambora yang juga Ceo/Founder GemaMedia Network, bersama Nurhalim Pemimpin Redaksi Pewarta Tambora, berusaha ingin menjadikan Media Pewarta Tambora sebagai wadah para insan Jurnalis di Tambora ini agar selalu menjalin kebersamaan dan kepedulian antar sesama Jurnalis.


"Kami mewakil seluruh jajaran dan segenap redaksi Media Pewarta Tambora, mengucapkan selamat atas pernikahan Andi dan Neelam, semoga menjadikan pengantin yang sakinah, mawaddah, warahmah," ujar Nurhalim Pemimpin Redaksi Pewarta Tambora, Minggu (10/3/2019).

Menurutnya, hajatan yang dilaksanakan oleh saudara Lutfi Bin Ramli ini adalah selain bagian dari Keluarga Besar Media Pewarta Tambora, tentunya beliau juga adalah seorang Ketua FKDM kecamatan Tambora.

"Kami juga menghaturkan ucapan terimakasih kepada Dewan Pembina kita Kenny Widjaja yang turut andil dalam penyediaan karangan bunga uncapan selamat kepada pengantin yang juga turut hadir ke tempat hajatan bersama kita," ungkapnya

Hingga berita ini diturunkan, hadir dalam hajat pernikahan tersebut, yakni Walikota Jakarta Barat H. Rustam Effendi, Mantan Camat Tambora Djaharuddin, Mantan Lurah Angke H. Dwi Aryono, Camat Tambora Bambang S, bahkan turut hadir Inggard Joshua Caleg DPRD dari Partai Gerindra. (tim)

Kepala Bidang Kependudukan Kota Makassar Hajjah Meliana Layani Langsung Warga Terkait Pengambilan E-KTP

By On February 24, 2019

GEMA JAKARTA, MAKASSAR - Kepala Bidang Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kota Makassar tengah melayani warga masyarakat Kota Makassar dalam pelayanan pengambilan E-KTP Yang Sudah Selesai Dicetak, Minggu (24/2/2019).

Pantuan Media, tampak Kepala Bidang Kependudukan Kota Makassar Hajjah Meliana langsung turun tangan melayani warga masyarakat yang ingin mengambil E-KTP yang telah selesai dicetak.

"Masyarakat Kota Makassar merasa Senang atas pelayanan pengambilan E-KTP," kata Adi dan Mutiara Linda Safira.

Ia menyampaikan, bahwa Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Makassar walaupun hari Sabtu dan Minggu tetap buka.


Mutiara juga berharap kepada Walikota Makassar dapat terus meningkatkan mutu pelayanan dan menambah loket perekaman E-KTP dengan cepat dan tepat.

"Masyarakat Makassar minta Walikota Makassar Ramadhan Pomanto agar setiap Stakeholder Kantor Kecamatan yang ada di Kota Makassar dapat di multifungsikan setiap Hari Sabtu dan Minggu agar tidak terjadi antrian panjang," pintanya

Sementara, ditempat sama Hajjah Meliana Mengatakan kami tetap melakukan pelayanan E-KTP Sabtu dan Minggu melakukan pelayanan E- KTP Sesuai Tupoksi.

"Kami Sebagai Pelayan Masyarakat merasa perlu melakukan pelayanan yang terbaik bagi Masyarakat Kota Makassar dan memberikan yang terbaik dalam melayani Masyarakat Kota Makassar," ungkap Hajjah Meliana kepada Wartawan M.Husain syukur Koran Perangi Korupsi (FJRI)

Wakil Ketua Umum RPI yakin Akhir Maret, 02 Akan Mendulang Suara Hingga 60%

By On February 24, 2019

GEMA JAKARTA, JAKARTA - Puluhan juta relawan yang tersebar dari Sabang sampai Merauke merupakan partisipasi murni tanpa diukur materi maupun nasi bungkus, mereka ada yang bernaung di Sekber Satgas, Rumah Juang, dan Seknas dijembatani oleh Rumah Aspirasi sebagai pendengar denyut nadi aspirasi masyarakat.

"Ini merupakan langkah strategi geopolitik yang dimotori langsung oleh Mbak Titik Soeharto dan Ibu Rahmawati Soekarno, kedua puteri mantan Kepala Negara sejalan dalam alam pikirannya menginginkan adanya perubahan bagi Bangsa dan Negara," ungkap Wakil Ketua Umum Rumah Pejuang Indonesia (RPI) H.Deani Sudjana, SH. MBA, MM.


Dikatakannya, Adanya individu turut berjuang mengorbankan tenaga maupun materi yang tak mungkin ditempuh oleh relawan kubu sebelah, "Langkah sosialisasi politik yang diberikan kepada individu akan berwujud kesadaran politik individu tidak bersikap diam dan sebaliknya mereka beraktivitas dalam partisipasi politik membuka mata dalam literasi politik dan akan memahami apa itu politik ? akan mewarnai dinamika politik di Negara Indonesiku tercinta," ujar Deani kepada media ini.

Pada hakekatnya, lanjutnya, relawan bangkit karena adanya faktor ketidak nyamanan, ketidak adilan begitu bangkitnya Ema-ema akibat mahalnya harga berbagai kebutuhan terus dan menerus mengalami Kenaikan akibat Rezim tidak fokus pada insfastruktur ekonomi," tegasnya pada wartawan.

Partisipasi politik yang bersifat voluntory  atau sukarela atau bisa juga disebut partisipasi politik sipil (Civils political participation)  membangun pesan politik melalui media sosial bahkan ormas maupun Lsm tumbuh dan berkembang melalui WAG media sosial guna mengekspresikan opini, menggalang solidaritas bisa melalui petisi dan medsos yang dapat mempengaruhi agenda media konvensional, hal ini berkembang dikala sebagian besar Media cetak maupun elektronik menjadi alat penguasa.

"Kendati demikian kubu Jokowi - Maruf Amin tidak akan mampu menandingi kekuatan relawan Prabowo - Sandi, kasat mata paslon nomor urut 02 sudah dipastikan akan mendulang suara hingga 58 % hingga memasuki Akhir Bulan Maret 2019 diyakini 02 akan mendulang suara hingga 60 % mari kita buktikan bersama," ungkap H.Deani Sudjana, SH,MBA, MM mengakhiri pembicaraan. (ril/nur)

Bupati Sintang dr. Jarot Kunjungan Kerja Ke Kupan Jaya

By On February 24, 2019

KALBAR - Bupati Sintang, dr. Jarot Winarno, M.Med.PH, tengah melakukan kunjungan kerja ke Desa Kupan Jaya. Kecamatan Tempunak Sintang, Sabtu (23/02/2019). Perjalanan yang cukup panjang ditempuh oleh Bupati Sintang dan rombongannya.

Beberapa titik jalan menuju bagian hulu Kecamatan Tempunak pun menyebabkan mobil rombongan amblas. Hal itu tak menyurutkan orang nomor satu di Sintang itu untuk mendatangi rakyatnya.

Meski awalnya direncanakan akan menutup turnamen sepak bola Kupan Jaya Cup 2019, namun Bupati dan rombongan tidak dapat menunggu hingga selesai pertandingan final dikarenakan cuaca yang kurang bersahabat dan kondisi jalan yang kurang baik. Sehingga jadwal kunjungan dipercepat.


"Inikan salah satu bentuk pelaksanaan program desa yang dicanangkan Bapak Presiden, pengembangan sarana olah raga desa," kata dr. Jarot.

"Selain itu pembuatan embung, pembentukan BUMDes dan pemilihan produk unggulan desanya, itu kata pak kadesnya sedang dalam proses," lanjutnya.

Lapangan sepak bola yang sudah dilengkapi dengan podium semi permanen dan pagar kayu di Desa Kupan Jaya terlihat ramai sore itu. Ribuan warga dari berbagai desa sekitar tampak memadati pinggir lapangan.

Begitu juga warung-warung warga tampak ramai pengunjung. Roda ekonomi berputar cepat, saat ada kehidupan di sarana olahraga.

Banyak ragam sayur-mayur diperjual belikan di sekitar area lapangan. Sebagian warga juga menjajakan buah-buahan hutan. Bupati Sintang tampak menikmati aneka ragam buah hutan yang disajikan warganya.

"Ini ada pekawai, sejenis durian. Ada buah Embak, seperti manggis. Ada buah Perut Kelik, seperti rambutan kecil, sebesar jari kelingking," kata dr. Jarot.

"Hutan kita memberi sangat banyak hasil bumi, bisa langsung kita nikmati setiap waktu," tambahnya.

Sebagai salah seorang penggemar olahraga sepak bola, Bupati Sintang tampak sangat menikmati pertandingan final tersebut. Laga final ini mempertemukan tim dari Desa Pulau Jaya Pulau Seperanduk Kecamatan Tempunak melawan tim SP2 Solam Raya Kecamatan Sungai Tebelian.

Disela-sela kunjungan tersebut, Bupati Sintang menyempatkan diri meresmikan salah satu warung kopi milik warga. Beliau menyebut inilah bentuk perkembangan dan pertumbuhan ekonomi di kawasan pinggir Sintang.

"Saat ini di Kupan Jaya prioritas pembangunan kita itu soal ketersediaan listrik, sinyal dan jalan," ungkap dr. Jarot dalam wawancara dengan awak media.

Beliau mengilustrasikan bahwa saat ini karna kebutuhan konektivitas daerah bukan lagi tentang jalan antar wilayah tapi juga koneksi komunikasi, maka kebutuhan masyarakat untuk sinyal menjadi tinggi. Adanya handphone menjadikan kebutuhan untuk listrik murah sangat mendesak.

“kita sudah bicara dengan pihak PLN Rayon Sintang, yah kita tunggulah tindaklanjutnya,” ungkap dr. Jarot.

“Soal jalan, ini kita bawa perwakilan dari dinas terkait untuk mengecek langsung, nantinya kita harap dapat perhatianlah, jalan kita ni,” tambahnya.

Anggota DPRD Provinsi KalBar, Krisantus menyampaikan bahwa kegiatan ini penting untuk mengajak masyarakat berkumpul dan memanfaatkan fasilitas desa.

“Kami sangat mendukung perkembangan yang terjadi di daerah-daerah kita khususnya seperti di Kupan Jaya ini,” kata Kris.

“Sebagai wakil rakyat, kami berusaha semampu kami untuk memfasilitasi pembangunan ini, baik itu melalui dialog dengan masyarakat, kita bantu mencarikan solusi dari permasalahan yang terjadi,” tambahnya.

"Untuk tahun ini ada 65 tim yang ikut serta dalam turnamen tuk," kata Conatus,S.Sos selaku kepala Desa Kupan Jaya.

"Tim-tim yang berpartisipasi datang dari berbagai desa di Kecamatan Tempunak, bahkan ada tim dari Kabupaten Melawi dan Kabupaten Sekadau," pungkasnya.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut, Camat Tempunak, Paulinus. Kasat Pol PP, Martin Nandung dan tampak pula perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sintang serta sejumlah OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang. (FJRI/Sg).

Dua Jalan Desa di Kecamatan Cengal Kayu Agung Rusak Parah, Ini Harapan Warga

By On February 24, 2019

GEMA JAKARTA, PALEMBANG - Rusaknya jalan Desa Balam menuju Desa Sungai Jeruju Kecamatan Cengal Kayu Agung, dikeluhkan warga masyarakat sekitar. Pasalnya jalan tersebut sering dilalui pengendara roda dua maupun roda empat yang merupakan jalan satu-satunya menuju Palembang.

Kepada media ini, salah satu warga meminta dan memohon kepada Pemerintah Kabupaten Kayu Agung, Provinsi Sumatera Selatan yakni Gubernur Sumsel beserta Wakil Gubernur maupun seluruh pejabat instansi terkait agar bisa melihat langsung kondisi jalan desa tersebut.

"Kami warga Balam dan warga desa sungai Jeruju, memohon kepada Gubernur Sumatera Selatan yang kami cintai dan kami banggakan yaitu H. Hermanderu agar bisa turun melihat nasib jalan kami yang melebihi kubangan kerbau," ungkap warga.


Beberapa warga Desa Balam dan juga warga Desa Sungai Jeruju sepertinya sangat mengharapkan agar jalan satu-satunya penghubung Desa Sungai Jeruju menuju Balam untuk bisa dioerbaiki dan juga berharap untuk memantau pembangunan di desa Sungai Jeruju dan Desa Balam.

Dalam rilis yang diterima Redaksi, melalui pesan WhatsApp, Sabtu (23/2/2019). Tampak terlihat sebuah kendaraan roda empat yang terkena lumpur atau terblok saat melintasi jalan yang tengah rusak parah seperti kubangan.

Hingga berita ini diturunkan, warga berharap melalui media ini bisa sampai kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan hingga Pemerintah Republik Indonesia yakni Bapak Presiden RI, "Siapa tahu jalan tersebut bisa dibangun sesuai yang kami harapkan," pungkasnya kepada media ini. (FJRI/MUL)

Puluhan Relawan Prabowo Sandi Hadir di Rumah Aspirasi

By On February 23, 2019

GEMA JAKARTA, JAKARTA - Dialog Kebangsaan rutin mingguan di rumah Aspirasi Jl. Cut Mutiah 18 Menteng Jak-Pus  ramai diikuti para relawan Prabowo Sandi, Dialog kali ini dengan tema Penegakan hukum dan Kepemimpinan yang diinisiasi oleh Gerakan Kebangsaan (GK) ini, juga turut di rasakan oleh para undangan sangat menarik, hal tersebut menjadi ajang keilmuan para relawan dan tamu undangan, Sabtu (23/2/19).

Puluhan Relawan Prabowo Sandi hadir bersama para tokoh, turut hadir narasumber kompeten pada bidangnya. Panitia penyelenggara membenarkan adanya antusiasme relawan dan tamu dari berbagai kalangan profesi.

“Alhamdulillah tadi ada kunjungan dari teman-teman relawan prabowo, dalam rangka mencerahkan pemahaman arti pentingnya sebuah kepemimpinan dan penegakan hukum serta perubahan menghadapi pemilu serentak yang digelar April 2019 mendatang” ujar  Sayed ketua panitia dialog kebangsaan.


Sayed menambahkan bahwa kita memiliki hak yang sama untuk mendapatkan informasi dan pencerahan terkait Pemilu 2019 dalam mencari sosok pemimpin.

“Kami apresiasi ada Relawan  yang bertujuan sangat mulia, kita semua berharap nantinya bisa memilih sesuai hati nurani dan tidak salah dalam memilih, Insya Allah biasanya tingkat partisipasi pemilih sampai 100%, dan kami akan terus berjuan agar menggunakan hak pilihan tepat untuk pemenangan Prabowo Sandi,” pesan Andi, Ketua Umum Gerakan Kebangsaan (GK).

Sementara narsum dari Advokat, Nasrullah mengatakan bahwa pihaknya turut terbuka untuk sebuah pencerehan mendapatkan yang terbaik terkait pemilu.

“Para masyarakat  dari tahun ketahun biasanya tingkat partisipasinya tinggi, oleh karenanya mereka memiliki hak mendapatkan pencerahan agar tidak salah mencoblos atau menciptakan suara tidak sah, oleh karenanya kami bersama Relawan  guna memastikan dan memberikan pencerahan kepada relawan dan warga masyarakat,” kata Bang Andi sapaan akrabnya.

Kegiatan dialog berlangsung sukses dan kondusif, terlihat antusias dari relawan ketika mengikuti dan berdiskusi terkait Penegakan hukum dan Kepemimpinan demokrasi Indonesia.

Pewarta : Sutisna dan Ki Bule