Berita Terbaru

Kategori

Langganan Berita

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Bisnis Pariwisata Ujung Kulon Mulai Diminati Investor

By On June 13, 2019

Gema Jakarta, Ujung Kulon – Wilayah Barat Pulau Jawa memiliki keindahan alam yang sangat menakjubkan yang tidak bisa dipandang remeh sebelah mata, khususnya untuk pariwisata pantai nya yang sudah terkenal sampai ke Benua Eropa Amerika dan Asia sana.

Namun karena kurang diperhatikan dan di olah seadanya saja menjadikan wilayah ini sepi peminat. Seperti halnya di wilayah pantai Ujung Kulon dari daerah kecamatan Sumur sampai daerah Desa terujung yaitu Legon Pakis dan Desa Tanjung Lame, ada banyak tempat menarik yang menawarkan pemandangan alam yang indah alami.

Selama ini, wilayah tersebut yang paling populer adalah Pulau Peucang. Keindahan obyek wisata ini yang mempunyai ikon satwa liar seperti Kijang dan Babi hutan serta burung Merak liar asli alam yang bisa bersahabat dengan manusia sudah dikenal hingga ke penjuru dunia.


Selain Pulau Peucang, Ujung Kulon juga banyak memiliki obyek wisata unggulan lainnya seperti Gunung Cimahi yang terkenal dengan sungai purbanya yang kaya dengan batu batu pancawarnanya, Pantai Legon Pakis yang indah bersih dan sedap dipandang mata, Pulau Handeuleum yang mempunyai satwa kijang merak dan monyet ekor panjang dan tentunya pantai yang sangat eksotik bersih alami menawan hati, pantai Tanjung Lame, pantai Karang Ranjang, dan masih banyak lagi lainnya.

Potensi wisata pantai dan bahari yang ada di wilayah  ini memang sangat menjanjikan untuk para investor. Ada beberapa investor dari lokal Indonesia yang sudah ikut menanamkan modal di sektor wisata. Bahkan ada investor asing yang bekerja sama dengan investor lokal dalam membangun hotel atau Resort mengembangkan pariwisata di daerah tersebut.

Kesempatan bagi investor lokal untuk dapat sharing atau menjalin kerja sama dengan para investor di seluruh dunia dalam segi bisnis pertanian perikanan dan pertambakkan udang di daerah sini juga sengat baik.

Sebenarnya peranan Pemerintah Setempat dan Pemerintah Pusat dalam hal ini penting, karena para investor asing akan lebih yakin dalam mengembangkan bisnis Pariwisata dan bisnis perikanan atau kelautan lainnya di Pantai barat ujungnya Pulau Jawa ini.

Mereka akan mendapatakan informasi lebih mengenai peluang investasi apa yang ada di daerah tersebut, khususnya untuk wilayah Sumur sampai desa terujung disana yaitu Desa Tanjung Lame yang mana seiring dalam perkembangan pemasukan investor tersebut bisa mengangkat pembangunan ekonomi dan baik fasos fasum daerah tersebut tentu dapat lebih berkembang lagi .

Wisata Bahari dan peluang bisnis di Ujung Kulon memiliki peluang investasi yang besar untuk pemasukan daerah dan pemasukan negara serta warga setempat, apalagi satwa Badak di Ujung Kulon sudah menjadi Ikon untuk Provinsi Banten.

Hal ini karena wilayah Ujung Kulon mulai diminati para wisatawan mancanegara. Bahkan saat ini para investor lokal dan asing sudah mulai melirik daerah tersebut untuk mengembangkan potensi wisata yang ada di wilayah ujung nya Pulau Jawa bagian Barat. (ril/Lukcy)

Kabar Gembira untuk PNS: THR akan Cair 24 Mei 2019!

By On May 03, 2019


GEMAJAKARTA, JAKARTA - Pegawai Negeri Sipil (PNS) dipastikan akan menerima Tunjangan Hari Raya (THR) pada bulan ini. Tepatnya, pada 24 Mei 2019 mendatang.

Hal tersebut dikemukakan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin saat ditemui usai rapat terbatas di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (3/5/2019).

"Itu sudah diputuskan, tanggal 24 [Mei]," kata Syafruddin seperti dilansri detik.com, Jumat (3/5/2019).
Mantan Wakapolri itu mengatakan, keputusan pencairan THR bagi hak abdi negara telah disepakati dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini.

Meski demikian, sambung Syafruddin, kewenangan untuk pencairan THR PNS akan tetap berada di bawah kewenangan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

"Tunggu nanti sama Wamenkeu [Mardiasmo]. Tadi sudah diumumkan di sidang kabinet. Cegat Wamenkeu untuk lebih perinci," tegasnya. 
(dtc)

Senator Aceh: Pernyataan Mahfud MD, Pengalihan Isu Kecurangan

By On April 29, 2019

GEMA JAKARTA, JAKART - Kecaman terus mengalir terhadap mantan Ketua MK, Prof. Mahfud MD karena pernyataannnya telah menyakiti populasi masyarakat Indonesia di Sumatera, Khususnya umat muslim di Aceh, Padang, Palembang, serta lumbung suara dari Paslon 02.

Bagaimana tidak, Pernyataan Mahfud MD bahwa Prabowo-Sandi menang di Provinsi Islam garis keras tidaklah ilmiah. Salah satu Provinsi yang disebutkannya adalah Aceh. Ia tampaknya jarang jalan-jalan, terutama ke Aceh.

Kecaman mengalir dari berbagai elemen termasuk tokoh Senator Muda DPD RI asal Aceh, H. Fachrul Razi, MIP. Dirinya turut menyesalkan atas lontaran dari sekaliber Mahfud MD.

"Itu adalah pernyataan untuk pengalihan isu kecurangan pemilu, agar masyarakat terfokus pada isu daerah yg di klaim radikal," kata Senator DPD RI ini, Minggu (28/4).

Ditambahkan Senator Aceh, maraknya kecurangan menjadi sorotan publik ditambah rencana pelaksanaan Ijtima Ulama Jilid III, “Mahfud mengalihkan dengan isue murah itu, agar publik terkonsentrasi pada isu tersebut, ini cara-cara panik seorang profesor yang kami tahu beliau berpihak kemana,” tegas Fachrul Razi.

"Pernyataan Mahfud juga bertujuan untuk meredam isu agar Ijtima Ulama Jilid 3 agar gagal dilaksanakan. kecurangan sudah masif, sistematis dan terstruktur, sebagai mantan hakim di MK, beliau paham betul bagaimana pihak yang merasa dicurangi pada saat melakukan gugatan di MK juga akan mudah dikalahkan nantinya. Apapun niat statemen Mahfud MD, Sebagai Senator Wakil Aceh saya meminta Mahfud MD minta maaf kepada rakyat Aceh,” jelas Fachrul Razi.

Dalam waktu dekat ijtima ulama III yang akan diselenggarakan oleh Persaudaraan Alumni (PA) 212 sesuai dengan konstitusi. ‎Ijtima ulama III sendiri diselenggarakan untuk menyikapi kecurangan pemilu 2019.

Ketua Umum DPP Front Pembela Islam (FPI) K.H Ahmad Sobri Lubis menyebut akan ada Ijtima Ulama ketiga usai Pemilu 2019. Ijtima ketiga akan menentukan sikap yang ditempuh ulama dan umat Islam dalam menyikapi kecurangan dalam pemilu.

Video saat K.H Achmad Sobri membeberkan hal tersebut sudah tersebar di media sosial. Termasuk juga di laman Youtube yang diunggah oleh akun Pecinta Habib Rizieq Syihab pada Rabu (24/4). (ril)

Inilah Keunggulan Mengajar Pakai Skenario MIKIR

By On April 27, 2019


GEMAJAKARTA, Balikpapan, Kalimantan Timur, - Dari September 2018  sampai Maret 2019, bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan baik di Balikpapan dan Kutai Kartanegara dan Universitas Mulawarman dan IAIN Samarinda, Tanoto Foundation telah melatih hampir dua ribu pendidik di Kaltim cara mengajar dengan menggunakan skenario MIKIR, singkatan dari Mengalami, Interaksi, Komunikasi dan Refleksi. 

Banyak sekolah juga yang sudah mulai konsisten menerapkan di sekolah, terutama sekolah-sekolah mitra. Lalu apa keunggulan mengajar menggunakan skenario MIKIR ini dibandingkan dengan model mengajar seperti biasanya? 

Menurut Ponidi, Pengawas Sekolah Dasar di Kutai Kartanegara, Skenario MIKIR membuat guru lebih mudah membuat perencanaan mengajar yang kreatif. “MIKIR itu suatu pola yang memudahkan guru menyusun skenario mengajar yang kreatif. Setiap unsur atau singkatan di MIKIR tinggal diturunkan jadi kegiatan di kelas. Guru tinggal memutuskan apa yang harus dilakukan  agar siswa mengalami, bisa berinteraksi dengan baik,  bagaimana cara berkomunikasinya, dan juga bagaimana bentuk refleksi atas pembelajaran hari itu,” ujarnya.

Selama ini, menurutnya,  guru kesulitan menyusun rencana mengajar. Padahal menyusun rencana pembelajaran adalah kewajiban bagi guru. Karena kesulitan,  guru kadang copy paste saja dari internet, atau membayar orang untuk membuatkannya.


Murid Jadi Rindu Gurunya 

Wiwik Kustinaningsih, guru MIN I Balikpapan, merasakan banyak kelebihan mengajar pakai skenario MIKIR. “Tidak seperti dulu, siswa saya sekarang sering merindukan gurunya. Kalau saya bilang saya akan digantikan guru lain walau sebentar, mereka pasti protes,” ujarnya. 

Menurutnya, dengan mengajak siswa mengalami (M dalam MIKIR) atau to experience, siswa menjadi mudah memahami. Saat mengajar tentang Gaya pada kelas IV, dia memfasilitasi siswa untuk melakukan berbagai aktvitas yang mengantar siswa  mengetahui sendiri apa itu gaya. 

Misalnya untuk gaya gravitasi, kelompok siswa difasilitasi  menjatuhkan benda-benda dan mengidentifikasi apa yang terjadi.  Untuk gaya magnet, siswa langsung praktik dengan menarik benda dengan magnet dan mengidentifikasi apa yang terjadi dan menuliskan manfaat-manfaatnya. Demikian juga untuk gaya lainnya.    


“Siswa menjadi lebih paham, mudah mengerti bahkan bagi yang masih susah menulis atau membaca pun jadi paham apa yang diajarkan. Mereka juga antusias dan gembira,” ujarnya

Menurut Khundori Muhammad, spesialis Pembelajaran Sekolah Dasar program Tanoto Foundation, menggunakan skenario MIKIR akan mempermudah guru melaksanakan K13. “Kesulitan membuat rencana pembelajaran model K13  akan mudah diatasi kalau guru menerapkan MIKIR,” ujarnya. 

Dengan mengalami atau M dalam MIKIR, siswa menjadi lebih paham. “Beda kalau cuma mendengar, seperti yang banyak dilakukan selama ini, siswa akan lebih sering lupa,” ujarnya. 

Selain diajak mengalami, dengan MIKIR, lewat unsur interaksi,  siswa juga difasilitasi untuk memiliki kecakapan sosial, “Karena hidup di zaman modern makin kompleks, siswa harus trampil mengungkapkan pendapat dan menerima pendapat orang lain. Dalam MIKIR, guru harus menyusun skenario bagaimana siswa bisa berinteraksi dengan baik, terutama interaksi ilmiah,” ujarnya. 

Untuk memupuk rasa percaya diri dan kemampuan komunikasi, dengan MIKIR, siswa juga diajak untuk berani tampil ke muka di setiap pelajaran. “Lewat refleksi, mereka juga diajak untuk melakukan evaluasi pemahaman mereka dan proses pembelajaran saat itu. MIKIR berusaha merangkum semua kecakapan yang harus dimiliki oleh siswa untuk hidup di abad 21,” ujar Khundori menutup

Diacara Pencanangan HUT Ke-492 Kota Jakarta, Rustam Effendi Minta Warga Untuk Menjaganya

By On April 27, 2019


GEMA JAKARTA, JAKARTA - Walikota Jakarta Barat Rustam Effendi tengah menghadiri pencanangan HUT Kota Jakarta Ke-492 Tahun 2019, yang dipusatkan di RPTRA Kembangan Utara, Jakarta Barat, Sabtu pagi (27/4).

Acara yang berlangsung pada pagi sekira pukul 08.30 WIB dihadiri pula oleh Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda DKI Jakarta Sri Haryati, Seko H Eldi Andi, Forkopimko, para asisten, pimpinan SKPD/UKPD, Camat, Lurah, tokoh masyarakat dan warga. 

“Kegiatan yang ada disini akan tercatat dalam sejarah Jakarta. Kita semua yang hadir disini bagian dari sejarah itu, karena kita ada disini bersama-sama dalam rangka memeriahkan HUT ke-492 Kota Jakarta,” ungkap Rustam.

Hingga berita ini disusun, pencanangan HUT Ke 492 Tahun 2019 juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, diantaranya hiburan, music, puluhan stan, doorprize, pemutaran video wajah baru Jakarta, Pelangi Fun Run dan lain sebagainya.

Adapun kegiatan Pelangi Fun Run diikuti sekitar 3.000 peserta dari perwakilan SKPD/UKPD, Kecamatan dan Kelurahan se Jakarta Barat. Dilepas oleh Seko H Eldi Andi, dengan menempuh jarak sekitar 5 kilometer untuk putra dan 3 kilometer untuk putri.

Star dari halaman kantor wali kota Jalan Raya Kembangan no 2 dan finish di RPTRA Kembangan Utara. Juara I putra dan putri mendapat medali dan uang Rp 2,5 juta, juara II Rp 2 juta dan juara III Rp 1,5 juta. (ril)

Disparbud Gelar Sarasehan 50 Tahun Planetarium

By On April 27, 2019

Gema Jakarta, JAKARTA - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI, menggelar sarasehan 50 tahun Gedung Planetarium Jakarta di Theater Taman Ismail Marzuki, Sabtu (27/4).

Kegiatan yang menghadirkan pakar Astronomi sebagai narasumber ini, dibuka Asisten Deputi Gubernur DKI Jakarta bidang Pariwisata dan Kebudayaan, Yani Wahyu Purwoko.

Menurut Yani, sarasehan digelar untuk menyerap aspirasi dari sejumlah ahli astronomi untuk perkembangan Planetarium dan Observatorium Jakarta di masa mendatang.

"Gedung Planetarium dan Observatorium Jakarta sangat dibutuhkan warga Indonesia untuk pengembangan ilmu pengetahuan bidang astronomi," ujar Yani seperti dikutip beritajakarta.id

Yani mengungkapkan,  Planetarium Jakarta ini merupakan sarana pendidikan dan salah satu dari tiga pusat simulasi langit yang terbesar di Asia Tenggara .

"Kami berharap sarasehan ini menghasilkan usulan atau aspirasi dari ahli bidang astronomi untuk pengembangan Planetarium Jakarta," jelasnya.

Sekretaris Dinas Parbud DKI Jakarta, Asiantoro menambahkan, pihaknya tidak akan merubah keberadaan Gedung Planetarium dalam proses revitalisasi kawasan Taman Ismail Marzuki.

"Gedung Planetarium Jakarta tercatat sebagai bangunan cagar budaya," tandasnya (bjc)

Jokowi-Ma'ruf Borong Kemenangan di PSU Semua TPS Semarang

By On April 27, 2019

Gema Jakarta, SEMARANG - Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Joko widodo-Ma'ruf Amin meraih suara terbanyak saat Pemungutan Suara Ulang (PSU) di enam Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (27/4).

Pelaksanaan pemungutan suara di enam TPS tersebut berjalan lancar dengan animo pemilih yang dinilai cukup tinggi. Di TPS 38 Banget Ayu Kulon, pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf memperoleh 172 suara, sementara pasangan calon nomor 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memperoleh 52 suara.

Dari TPS 11 Bendan Ngisor, pasangan nomor 01 memperoleh 118 suara, sementara pasangan 02 memperoleh 38 suara. Adapun di TPS 20 Sampangan, nomor urut 01 meraih 106 suara, sementara pasangan 02 meraih 41 suara.

Di TPS 50 Meteseh, pasangan 01 meraih 104 suara, sedangkan pasangan 02 meraih 79 suara. Sementara di TPS 75 Sendangmulyo, Jokowi-Ma'ruf meraih 136 suara, sedangkan Prabowo-Sandi meraih 40 suara.

Dari TPS 7 Kedungmundu, Jokowi-Ma'ruf memperoleh 117 suara dan Prabowo-Sandi 38 suara.

Ketua KPU Kota Semarang Henry Casandra Gultom mengatakan ada tiga TPS yang harus mengulang seluruh pemungutan suara, mulai pemilu presiden, DPR, DPRD serta DPD. Ia menyakini pelaksanaan pemungutan hingga perhitungan dapat berjalan lancar.

"Para KPPS ini sudah pernah melakukan pada 17 April lalu, sehingga pada pemungutan ulang ini mereka tahu apa yang harus dilakukan," katanya seperti dikutip CNNIndonesia.com, Sabtu (27/4)

Seperti diketahui Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan melakukan pemungutan suara ulang (PSU) Pemilu 2019 di 393 tempat pemungutan suara (TPS) di seluruh Indonesia

KPU menyebut pemungutan suara ulang dilakukan KPU karena ada pelanggaran pemilu di tingkat TPS. Selain pemungutan suara ulang, KPU juga akan menggelar pemungutan suara susulan pada 2.302 TPS.  (CNN)

 Real Count Prabowo Menang di Bengkulu, Quick Count Meleset

By On April 27, 2019

Gema Jakarta, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menerima data masuk 100 persen jumlah suara dari tempat pemungutan suara (TPS) di seluruh wilayah Bengkulu. Hasilnya, pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga uno unggul tipis atas paslon nomor urut 01, Joko widodo-Ma'ruf Amin.

Pasangan Prabowo-Sandiaga meraih 585.521 suara atau 50,12 persen. Raihan ini sedikit berada di atas pasangan Jokowi-Ma'ruf dengan perolehan 582.587 suara atau 49,88 persen.  Suara 100 persen mencakup 6.165 TPS yang ada di wilayah tersebut.

Hasil ini diketahui berbeda dari sejumlah prediksi yang dibuat sejumlah lembaga survei melalui hitung cepat. Lembaga survei Indikator, misalnya, mencatat Jokowi-Ma'ruf meraih 52,61 persen sedangkan Prabowo-Sandi 47,39 persen. Indo Barometer merilis Jokowi-Ma'ruf mendapat 51,40 persen dan Prabowo-Sandi 48,60 persen.


Sementara itu, Poltracking, misalnya, memperkirakan Jokowi-Ma'ruf akan menang dengan perolehan sebanyak 58,78 persen dan Prabowo-Sandi sebesar 41,22 persen.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi menjelaskan bahwa perbedaan hasil hitung KPU dan quick count terjadi karena penggunaan sampel di daerah terkait, dalam hal ini Bengkulu, yang mengantongi margin of error yang tinggi.

"Media seharusnya memberitakan secara lengkap. @indikatorcoid melaporkan margin of error per provinsi. Di Bengkulu misalnya, karena sampel sedikit, MoE +- 7,32%," kata Burhanuddin melalui akun twitternya, seperti dikutip CNNIndonesia.com, Sabtu (27/4).

Menurutnya, dengan prediksi sebelumnya Jokowi meraih 52 persen dan Prabowo 47 persen, maka selisih keduanya dinilai tidak signifikan. Burnahudin juga mengomentari terkait hasil rilis Poltracking dan Indo Barometer yang juga meleset.

"Dugaan saya, MoE +-1% yg dipatok Poltracking dan Indobarometer itu MoE di tingkat nasional. Ketika dibreakdown per provinsi, seharusnya MoE lebih besar dari 1% @indikatorcoid misalnya menetapkan MoE +-7,32% di Bengkulu karena sampelnya sedikit," tambah dia.

CNNIndonesia.com sudah mencoba menghubungi CEO Poltracking Indonesia, Hanta Yuda namun yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.

Sementara itu, quick count yang mengunggulkan Prabowo menang di Bengkulu dibuat CSIS, Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Charta Politika dan LSI Denny JA.

CSIS & Cyrus menempatkan Prabowo-Sandi unggul dengan perolehan 53,38 persen, sedangkan Jokowi-Ma'ruf 46,62 persen. Kemudian Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) juga merilis Prabowo-Sandi menang dengan perolehan 52,97 persen, sedangkan Jokowi-Ma'ruf: 47,03 persen.

Charta Politika juga ikut merilis kemenangan untuk Prabowo-Sandi dengan mendapatkan suara sebanyak 52,72 persen dan Jokowi-Ma'ruf 47,28 persen. Sementara itu LSI Denny JA menempatkan Prabowo unggul 50,37 persen dan Jokowi 49,63 persen.

"Saya pikir ini persoalan sampel yang dilakukan lembaga survei saja, perlu dilihat memang margin of error ketika ini sampel nasional dibreakdown ke sampel provinsi," kata peneliti SMRC, Jayhadi Hanan kepada CNNIndonesia.com seraya menegaskan bahwa secara nasional, SMRC mengambil sampel sebanyak 6.000 di tingkat nasional.

Hal senada juga disampaikan peneliti LSI Denny JA, Adji Al Faraabi. Dari sampel di TPS Bengkulu sebanyak 15 TPS dari total 2.000, LSI Denny JA mengonfirmasi catatan yang tak jauh signifikan antara hasil quick count-nya dengan hasil hitung KPU.

"Ya, dari 100 persen data yang masuk ke kami, memang Prabowo unggul sangat tipis," kata Adji (CNN)

 Ratusan KPPS Meninggal, Menkeu Tetapkan Santunan Rp36 Juta

By On April 27, 2019

Gema Jakarta, JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menyetujui usulan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk memberikan santunan kepada petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia. Penetapan ini dikeluarkan Kemenkeu pada Kamis (25/4) kemarin.

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani mengungkapkan santunan yang diberikan kepada petugas KPPS yang meninggal dunia sebesar Rp36 juta per orang. Angka itu sesuai dengan yang diajukan oleh KPU.

"(Santunan) sudah ditetapkan Menteri Keuangan (Sri Mulyani). (Jumlahnya) sesuai dengan yang diusulkan KPU," tutur Askolani seperti dilansir CNNIndonesia.com, Sabtu (27/4).

Untuk pelaksanaannya, kata Askolani, Kemenkeu memberikan wewenang kepada KPU dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu). Ini artinya, pencairan dana akan dilakukan oleh kedua lembaga tersebut.

"Santunan untuk bisa dilaksanakan oleh KPU dan Bawaslu," terang dia.

Selain santunan untuk korban meninggal, pemerintah juga akan memberikan santunan untuk korban cacat sebesar Rp30 juta per orang. Lalu, korban luka-luka mendapatkan jatah Rp16 juta per orang.

Berdasarkan data KPU per Jumat (26/4), total petugas KPPS yang meninggal dunia sebanyak 230 orang, sakit 1.671 orang. Dengan demikian, total korban sebanyak 1.901 orang.

Sementara, anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin mengemukakan data lembaganya mencatat jumlah korban yang meninggal sebanyak 55 orang. Jumlahnya terus bertambah sejak pemilihan umu (pemilu) dilaksanakan pada Rabu (24/4) lalu.

Ketua KPU, Arief Budiman mengakui bentuk pemilu tahun ini memang memberatkan petugas di lapangan. Menurutnya, aturan UU Pemilu memang mengharuskan proses pemungutan dan penghitungan digelar di waktu yang sama.

"KPU diprotes, dicacimaki, KPU nggak manusiawi karena orang nonsetop, kerja terus ngga pakai istirahat. Loh, UU mengatakan pemungutan suara dan penghitungan harus selesai di hari yang sama, artinya tanggal 17 April harus selesai," kata dia, Sabtu (27/4). (cnn)

50 Personil ASN, Satpol PP dan Pustakawan Ikuti Penyuluhan Anti Penyalahgunaan Narkoba

By On April 25, 2019

Gema Jakarta, Pandeglang – Tidak kurang dari 50 orang berkesempatan mengikuti kegiatan Penyuluhan Anti Penyalahgunaan Narkoba yang diselenggarakan oleh Kesbangpol Kabupaten Pandeglang, Rabu, 24 April 2019. Para peserta penyuluhan yang dilaksanakan di Aula Komando Distrik Militer (Kodim) Pandeglang itu berasal dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan pengelola perpustakaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pandeglang.

“Hari ini kita telah melakukan kegiatan penyuluhan anti penyalahgunaan narkoba bagi 50 orang pegawai ASN, Satpol PP dan pustakawan di Aula Kodim Pandeglang,” ujar Ainul Mardiah, SKM, melalui pesan WhatsApp-nya kepada media ini, Rabu, 24 April 2019.

Ainul yang menjabat sebagai Kepala Seksi Pencegahan P2M BNNP Banten itu juga menambahkan bahwa kegiatan tersebut berjalan dengan aman dan lancar. “Peserta terlihat antusias mengikuti penyuluhan, kegiatannya dapat berjalan dengan tertib, aman dan lancar,” imbuh mantan bidan ini.

Selain itu, Ainul menambahkan lagi bahwa kegiatan penyuluhan anti penyalahgunaan narkoba akan terus dilaksanakan secaca rutin dengan menyasar berbagai kalangan yang berbeda. “Kita berharap semua kalangan bisa terjangkau oleh BNNP Banten dalam mensosialisasikan anti penyalahgunaan narkoba. Jadi, kegiatannya akan terus dilakukan dengan menyasar berbagai kalangan masyarakat yang berbeda setiap kali kegiatan,” jelas Ainul.

Kegiatan penyuluhan itu, menurut Ainul, sangat penting untuk terus dilakukan ke berbagai elemen warga. “Kegiatan seperti ini merupakan wadah penyebarluasan informasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba. Oleh karena itu semua warga perlu punya wawasan agar dapat berperan-serta dalam menghambat perederan gelap narkoba di masyarakat,” pungkas Ainul yang merupakan narasumber utama dalam kegiatan ini. (AML/Red)

Aksi Pembakaran Surat Suara Pemilu di Kabupaten Puncak Jaya, Papua

By On April 24, 2019


GEMA JAKARTA, JAKARTA - Aksi pembakaran sejumlah surat suara hasil Pemilu 2019 terjadi di Distrik Tingginamu, Kabupaten Puncak Jaya, Papua. Hal tersebut diketahui dari sebuah video yang telah beredar di media sosial.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Papua Theodorus Kossay membenarkan aksi pembakaran tersebut. Menurutnya, peristiwa pembakaran surat suara di Distrik Tingginamu terjadi pada Selasa (23/4).

"Pembakaran itu benar," kata Theodorus seperti dilansir CNNIndonesia.com, Rabu (24/4).

Video aksi pembakaran sudah tersebar di media sosial. Dalam video tersebut sejumlah orang terlihat membakar ratusan surat suara yang diambil dari kotak suara

Namun Theodorus mengaku belum mengetahui berapa jumlah surat suara yang dibakar dalam peristiwa itu. Theodorus juga mengatakan pihaknya masih menyelidiki hal yang melatarbelakangi masyarakat membakar surat suara Pileg dan Pilpres 2019 itu.

Dia menyatakan telah memerintahkan pihak KPUD Puncak Jaya untuk berkoordinasi dengan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) dan pihak keamanan untuk menyelidiki kejadian tersebut. Termasuk siapa yang memerintahkan masyarakat untuk melakukan aksi pembakaran surat suara.

Selain itu, Theodorus menambahkan, pihaknya juga akan mencari sosok yang merekam kemudian menyebarkan video aksi pembakaran surat suara di Distrik Tingginamu itu.

"Sekarang saya sudah perintahkan KPU Puncak Jaya berkoordinasi dengan Panwaslu dan pihak keamanan, kira-kira siapa yang menyuruh, kemudian juga siapa yang merekam video itu," kata dia.

Empat dari lima Pelaku Begal di Palmerah Diterjang Timah Panas, Satu Diantaranya Tewas

By On April 23, 2019

GEMAJAKARTA, JAKARTA - Team Jatanras Polres Metro Jakarta Barat menggulung lima komplotan pencurian dengan kekerasan yang terjadi di Jalan Arjuna, Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat, Senin (08/04) dini hari lalu.

Para pelaku komplotan tersebut terpaksa ditembak karena berusaha melawan petugas saat akan ditangkap.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Edi Suranta Sitepu mengatakan, polisi meringkus lima  komplotan pencurian dengan kekerasan, yakni SJ (29), SI (17 ), MO (24), TK (20), dan KL (27). Satu diantaranya ditembak hingga tewas karena melawan.


"Pelaku  KL saat kami tangkap, dia mencoba melawan petugas dengan menggunakan senjata api rakitan, sehingga terpaksa ditembak hingga meninggal dunia karena kehabisan darah," ujarnya, Selasa (23/04/19).

AKBP Edi menambahkan, sebelumnya, anggotanya yang dipimpin Kanit Krimum Iptu Dimitri bersama tim Jatanras meringkus empat orang tersangka. Anggota terpaksa melumpuhkan dengan timah panas, lantaran pelaku mencoba melawan saat hendak ditangkap.

"3 dari 4 pelaku terpaksa dilumpuhkan, lantaran pelaku hendak ditangkap melakukan perlawanan kepada petugas  dengan menggunakan senjata tajam,", Tambahnya.

Kanit Kriminal Umum Polres Metro Jakarta Barat Iptu Dimitri Mahendra mengatakan, lima buronan ditangkap di tempat berbeda.

SJ dan SI  ditangkap di Parkiran Maybank, Pluit Penjaringan, Jakarta Utara, sedangkan MO ditangkap di Jalan Panjang Pesing Koneng  Kedoya Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat dan TK ditangkap di Jalan Blimbing Kampung Belakang, Kosambi, Tangerang Banten.

Sedangkan tersangka KL ditangkap pada 23 April 2019 di Jalan Kali Sekretaris Grogol Petamburan Jakarta Barat.

“Saat dilakukan penangkapan, tersangka  menyerang  petugas menggunakan senjata api rakitan, petugas pun melakukan tindakan tegas terukur yang sebelumnya diberikan tembakan peringatan," Kata Dimitri.

Masih dikatakannya, berdasarkan hasil tes urine terhadap para pelaku, diketahui positif narkoba.

"Mereka (pelaku) terbukti positif menggunakan narkotika jenis sabu," Katanya.

Para pelaku dijerat dengan pasal 365 KUHP tentang tindak pencurian disertai kekerasan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Seperti diberitakan sebelumnya, kejadian kasus pencurian dengan kekerasan yang menimpa korban AK ( 37), terjadi di Jalan Arjuna Kemanggisan, Palmerah Jakarta Barat.

Saat melintas, korban yang berprofesi sebagai ojek online ini, tiba-tiba didatangi oleh 3 sepeda motor yang dikendarai 5 orang pelaku yang tidak dikenal dan langsung menghadang dan menyerang sepeda motor korban.

Salah satu pelaku mengambil kunci kontak sepeda motor korban, sedangkan pelaku yang lain mengancam korban dengan menggunakan senjata api dan golok untuk memberikan rasa takut kepada korban lalu merampas sepeda motor dan  barang-barang milik korban. (ril/apmp)