Berita Terbaru

Kategori

Langganan Berita

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Tabrak Lari di Hayam Wuruk, Pengemudi Grand Livina Diamuk Massa

By On August 30, 2018


NEWSGEMAJAKARTA.COM, JAKARTA - Seorang pengendara mobil Nissan Grand Livina dengan pelat nomor B 1965 UIQ bernama Frangky (39), hampir menjadi korban pengeroyokan lantaran hendak kabur usai menabrak pengendara motor di Jalan Hayam Wuruk, Kelurahan Maphar, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat, Kamis, 30 Agustus 2018, sekitar pukul 13.00 WIB.

Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Metro Taman Sari, Komisaris Polisi Rango Siregar mengatakan, kendaraan yang dikendarai Frangky menyenggol sepeda motor. Namun yang bersangkutan tidak bertanggung jawab dan berusaha kabur.

"Sehingga dikejar oleh pengendara motor dan dibantu pengemudi ojek online," kata Rango ketika dikonfirmasi, Kamis 30 Agustus 2018.

Untuk menghindari amukan massa, sesampainya di Jalan Hayam Wuruk Frangky langsung memasuki jalur Transjakarta. Namun nahas di halte Transjakarta Mangga Besar ada bus Transjakarta yang sedang berhenti menaikkan penumpang.

"Karena rasa takut berlebihan maka saat mendekati jalur Transjakarta yang bersangkutan banting setir ke kiri dan menabrak bagian belakang Transjakarta dan menabrak pembatas jalan dan berhenti di atas pembatas jalan," katanya.

Guna menghindari tindakan persekusi, pelaku kemudian diamankan di Pos Koramil Olimo. Selanjutnya mobil diderek ke Laka Lantas sedangkan pengemudi dibawa ke Polsek Taman Sari guna penyelidikan lebih lanjut.

"Untuk pelaku saat ini sedang diperiksa. Korban pengendara motor alami luka ringan," katanya.

Artikel Asli

Warga Minta Pemkot Jakarta Utara Selesaikan Kasus Kemacetan.

By On July 24, 2018


NEWSGEMAJAKARTA.COM, JAKARTA - Puluhan Warga menggelar aksi demontrasi menuntut penyelesaian kasus kemacetan yang hampir setiap melanda sejumlah ruas jalan, bertempat di Gerbang Utama, Gedung Kantor Walikota Jakarta Utara, Senin (23/7/2018).

Tampak satu mobil komando yang mengangkut sound system pun digunakan sebagai alat pengeras. Tak luput spanduk dan tulisan karton dipajang warga sebagai alat penyampaian tuntutan.

Bersuara lantang, salah seorang pendemo mengatakan kemacetan di Jakarta Utara sudah tak dapat ditolerir. Salah satunya, kemacetan disebabkan banyaknya truk trailer yang melintas.

"Kami sudah bosan dengan masalah kemacetan. Kami ingin solusi ini segera diselesaikan," teriak seorang pendemo di atas mobil komando, Senin (23/7/2018).

Pendemo menginginkan, Syamsudin Lologau menemui mereka untuk memberikan solusi, terutama menertibkan gudang sementara kontainer dan Pool maupun Depo. 

"Kami warga Jakarta Utara merasa prihatin dengan kemacetan dan seringnya kecelakaan yang terjadi," jelasnya.

Dalam aksi itu, pendemo pun sempat menutup sebagian ruas jalan Yos Sudarso tepat di depan kantor Wali Kota Jakarta Utara. Namun, penutupan ruas jalan itu dibubarkan aparat kepolisian lantaran dapat menimbulkan kemacetan.

Hingga berita ini disusun, demonstrasi masih berlangsung. Aparat Kepolisian, Satpol PP dan Dinas Perhubungan pun berjaga-jaga di sekitar lokasi demonstrasi.

Ketum Forum Peduli Warga (FPW) Minta Gubernur Evaluasi Kinerja Kadinkes DKI Jakarta

By On June 30, 2018

NEWSGEMAJAKARTA.COM, JAKARTA - Ketua Umum Forum Peuli Warga (FPW) berharap Kadinkes DKI Jakarta segera diganti karena lalai dalam melaksanakan tugasnya dalam membantu warga yang membutuhkan Ambulance secara darurat dan pegawai operatornya berkata kasar kepada keluarga pasien dalam layanan operator ambulance.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) DKI Jakarta Koesmedi Priharto yang terkejut mendengar kabar soal adanya warga yang dipersulit saat memesan ambulans, adalah sikap yang tidak peka terhadap musibah dan tak punya hati kemanusiaan.

“Atas nama Forum Peduli Warga (FPW) DKI Jakarta sangat kecewa berat, seorang Ibu Sakit dan butuh ambulance, ko kaku harus meminta Foto Copy segala, dan ini sangat merugikan masyarakat,” ujar Ketua Umum FPW, Musa Marasabessy

Dikatakan Musa, kewajiban Dinas Kesehatan dalam mempersulit pasien, ini jadi catatan sendiri, selama ini Bapak Gubernur Anies Baswedan hanya mendengar kabar baik saja, padahal Dinkes saat ini jauh lebih buruk dan harus segera mengevaluasi Kadinkes Pemprov DKI Jakarta dan kalau perlu segera mencopotnya.

“Kadinkes Pemprov DKI Jakarta itu tak punya hati, saya rasa anak buahnya sudah bertahun-tahun itu, operatornya juga menyampaikan dengan kalimat kasar ke keluarga pasien dan harus segera di copot. Kadinkes harus meminta maaf dan mengklarifikasinya secara terbuka, ini masalah keselamatan Pasien yang utama dari pada syarat KTP”, bebernya.

Musa menjelaskan, bahwa jelas di Undang-undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan bahwa setiap orang berhak atas kesehatan, nyawa manusia lebih penting dari pada administrasi. Sebagai Pendukung utama Anies-Sandi, Bapak Gubernur DKI Jakarta ini harus sesegera mungkin mencopot Kadinkes Provinsi agar perbaikan kesehatan semakin baik.

“Dinkes itu pak Gubernur sudah banyak masalahnya, ini saja cara Tuhan menegur keras dengan masalah ambulance. Ada contoh anak buah Kadinkes yang bermain dalam korupsi obat non-fornas di Jakarta Timur yang kasusnya pernah ada, kasus pembangunan rumah sakit di DKI Jakarta yang tak jelas rimbanya, dan banyak lagi dugaan Korupsi di Dinas Kesehatan, dan KPK DKI Jakarta saya berharap bisa masuk kedalam membongkarnya”, tegas Musa.

Musa menceritakan, seorang warga Tambora, Jakarta Barat bernama Halddi dimintai fotokopi KTP dan KK oleh operator 112 untuk mengantar ibunya ke IGD menggunakan ambulans.

“Seharusnya petugas tak memaksa hingga merepotkan, Keburu Wafat mamanya, seharusnya cukup difoto pakai HP untuk awalan dan nantinya baru melampirkan foto copy tetapi fokus untuk nyawa manusia terselamatkan” tandasnya.

Sebelumnya, Selasa (26/6/2018), Halddi mengeluhkan pelayanan operator 112 di Twitter saat dirinya memesan ambulans. Halddi geram lantaran sempat khawatir ibunya tak segera tertolong jika dipaksa menuruti permintaan petugas.

“Saya baru hari ini mau minta bantuan ambulans Pemda DKI telepon lewat 112. Diangkat, lalu diminta fotokopi KTP pasien dan fotokopi KK. Saya pegang aslinya saat ini. Mau masuk IGD, tapi ke tempat fotokopi dulu? Keburu mati mama saya,” kata Halddi ketika dikonfirmasi Rabu (27/6/2018).

Ia juga mengaku mendapat respons kasar dari operator yang menolak menerima foto KK dan KTP asli melalui ponsel.

“Itu ibu operator ngomongnya juga nyolot pula. Orang sakit loh ini malah dijawab dengan kasar sama petugasnya. Enggak bisa ngomong sopan?” keluhnya.

Akhirnya Halddi membawa ibunya ke RSUD Tarakan menggunakan transportasi online. “Masak soal beginian direpotin ke pasien. Saya kalau bukan orang susah enggak mungkin nelepon 112, pasti pakai ambulansyang berbayar,” ungkap Halddi.

Keesokan harinya, Rabu (27/6/2018), Halddi menuliskan klarifikasi di Twitter bahwa prosedur KTP dan KK ternyata memang sudah diwajibkan sejak lama.

Foto KTP dan KK juga bisa kirim via WhatsApp (WA), tapi operator tak memberitahukan informasi tersebut. Halddi lantas terburu naik pitam karena merasa direpotkan. (rls/AG)

Miris, Ditengah Puasa, Warga Duren Sawit dan Cipinang Muara Alami Musibah Kebakaran.

By On May 21, 2018

NEWSGEMAJAKARTA.COM, JAKARTA - Kebakaran besar terjadi di Duren Sawit hingga wilayah Cipinang Muara, Jakarta Timur, Siang ini. Api membakar sejumlah rumah sejak pukul 11.04 WIB

Dilansir dari detik.com, Total ada 42 rumah yang terbakar di kedua lokasi trersebut. "Wilayah Cipinang Muara ada 6 rumah tinggal dan di wilayah Pondok Bambu ada 36 rumah," kata Kasi Pengawas Sudin PKP Jakarta Timur, Gatot Sulaiman, Senin (21/5/2018).

Kebakaran yang diduga akibat korsleting listrik telah menghanguskan rumah semipermanen dan kontrakan. Selain itu, angin yang cukup kencang mempercepat perambatan api. "Titik api di Pondok Bambu awalnya lalu kebawa angin yang kencang merambat ke Cipinang," imbuhnya.

Ada 15 mobil pemadam yang dikerahkan ke lokasi. Pada pukul 13.53 WIB, Jalan Basuki Rahmat arah Klender kembali dibuka.

Dilansir dari akun resmi @TMCPoldaMetro, kemacetan dua arah terjadi di Jalan Raya Kalimalang, tepatnya di depan Cipinang Indah Mal, akibat kebakaran ini. Akibatnya, polisi melakukan pengalihan lalu lintas. (dtc/red)

Berikut Komentar Ketum PPWI Terkait Tindakan Kekerasan yang Dialami Warga

By On May 07, 2018

NEWSGEMAJAKARTA.COM, JAKARTA - Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke, melalui Sekretaris Jenderal PPWI, Fachrul Razi, mengecam tindakan brutal yang dilakukan oleh oknum Polisi dengan memukuli warga pada saat event debat kandidat II Pilkada Bupati/Wakil Bupati Deiyai yang berlangsung di Guest House Nabire, Sabtu (5/5/2018).

Sebagaimana ramai diberitakan, bahwa dalam debat kandidat II Pilkada Kabupaten Deiyai, sempat terjadi keributan yang berujung pemukulan terhadap salah seorang warga alumni IPDN atas nama Mando Mote yang merupakan warga Deiyai oleh oknum anggota Kepolisian yang bertugas. Tindakan kekerasan itu seperti terlihat dalam video yang sempat beredar luas di jejaringan sosial.

Di dalam video tersebut, terlihat lebih dari satu orang oknum polisi yang diduga ikut melakukan kekerasan terhadap korban atas nama Mando Mote, warga yang memprotes atas penyelenggaraan debat kandidat secara tertutup saat itu.

Selain Mote, seorang wartawan atas nama Abet You dari Tabloid Jubi juga sempat mendapat perlakuan kasar polisi, diintimidasi dan diminta untuk tidak mendokumentasikan kejadian kekerasan terhadap Mote tersebut. Polisi bahkan sempat merampas handphone wartawan Jubi, dan terjadi saling dorong hingga kacamatanya pecah.

Menanggapi insiden memalukan tersebut, Wilson menjelaskan, bahwa moment pilkada dengan segala dinamikanya seyogyanya menjadi ajang perhelatan pesta demokrasi rakyat, yang oleh karena itu antusiasme dan keterlibatan sebanyak mungkin warga menikmati perhelatan rakyat itu mesti diapresiasi dan diakomodir. 

"Polisi yang Promoter, yang profesional, modern, dan terpercaya, sangat tidak dibenarkan mencederai momentum pilkada itu dengan brutalisme membabi-buta, menyerang warga," tegas alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012, Minggu (6/5/2018) di Jakarta.

Sehubungan dengan itu, Wilson meminta kepada Kapolri selaku penanggung jawab tertinggi atas tingkah-laku bar-bar anak buahnya di lapangan, wajib mengusut, memproses, dan memberikan sanksi terhadap oknum-oknum polisi berjiwa premanisme di Nabire, Papua itu.

Kendatipun demikian, Wilson juga menghimbau kepada para warga korban keganasan oknum polisi dan segenap keluarga besar masyarakat di Kabupaten Deiyai agar tetap tenang, dan ikut menjaga keamanan, serta menghindari tindakan main hakim sendiri. 

"Mari bersabar sambil berdoa semoga para oknum polisi dan segenap pimpinannya segera sadar diri bahwa isi perut dan celana dalam mereka dibiayai dari uang rakyat, sehingga mereka wajib menjaga dan melayani rakyat dengan sebaik-baiknya," sebut Wilson Lalengke. (JML/Red)

Komunitas Forum Warga Tambora (FWT) Berikan Bantuan Korban Kebakaran di Jembatan Besi

By On April 25, 2018

NEWSGEMAJAKARTA.COM, JAKARTA - Kebakaran yang menghanguskan puluhan unit rumah warga tepatnya di wilayah RT.006, 007, 009 RW.03, Kelurahan Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat, pada Sabtu (21/4/2018) sekira pukul 18.45 WIB tersebut, mengundang keprihatinan banyak kalangan.

Salah satunya adalah Komunitas Forum Warga Tambora (FWT) yang dikomandoi Samuti bersama rekan-rekan langsung mendatangi lokasi untuk berbagi bersama korban kebakaran di Jembatan Besi.

Informasi yang diterima Redaksi, puluhan anggota Komunitas Forum Warga Tambora berangkat dari Pos RW.02, Kelurahan Jembatan Lima menuju korban kebakaran di Jembatan besi, pada Selasa (24/4/2018) sekira pukul 16.30 WIB.

Dalam kesempatannya, Ketua Komunitas Forum Warga Tambora (FWT), Samuti menyampaikan, bahwa komitmen ini dalam rangka menumbuhkembangkan sikap peduli dan peran serta anggota FWT dalam berbagi kepada sesama agar eksistensi FWT dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Tambora secara khusus dan masyarakat secara umum.

"Forum Warga Tambora (FWT) tidak harus berfikir berapa banyak yang harus disumbangkan, akan tetapi FWT harus menjadi garda terdepan dalam peduli aksi sosial," ujar Ketua Komunitas FWT, Samuti.

Lanjut Samuti, adapun bantuan yang tergalang oleh FWT dan disampaikan kepada Posko Utama di tempat korban kebakaran sebanyak 15 Dus Aqua, 10 Dus Indomie dan Uang Tunai sebesar Rp.1 Juta Rupiah," Ungkapnya kepada Redaksi.

"FWT berharap semoga bantuan yang disampaikan ini tidak dinilai kecilnya tetapi semoga dapat memberi manfaat dan mengurangi beban duka saudara kami warga Tambora yang tinggal di Rw.03 Kelurahan Jembatan Besi," pungkasnya mengakhiri.

Hingga berita ini diturunkan, pemberian bantuan korban kebakaran berlangsung dengan lancar dan sukses, tampak hadir pula Ketua RW.02 Kelurahan Jembatan Lima, Chaerul Anwar bersama anggota Komunitas FWT lainnya. (rls/tis)

TNI AL Bantah Lakukan Kekerasan Terhadap Wartawan

By On April 23, 2018

NEWSGEMAJAKARTA.COM, JAKARTA - Markas Besar TNI Angkatan Laut membantah anggotanya melakukan kekerasan terhadap seorang wartawan Jonathan Ferdinand Sigar, saat melakukan tugas liputan pada acara Launching Live Screaming di Lapangan Mabes TNI-AL, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Jumat, 20 April 2018.

Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispenal) di Jakarta, pada Senin 23 April 2018 melalui pres Relis kepada  wartawan menegaskan tentang klarifikasi beredarnya berita tindakan kekerasan oleh TNI AL kepada wartawan di Medsos WhatsApp.

Dispenal menjelaskan bahwa pada hari Jumat, 20 April 2018, pukul 11.30 WIB, benar telah dilakukan penyelidikan terhadap seorang atas nama Jonathan Ferdinand Sigar yang mengaku sebagai Wartawan Inputrakyat.co.id memiliki ID Pers Media Online (Rajawalinews.com, Pilar Indonesia dan Indonesianews.com) dan juga memiliki KTP yang tidak sesuai dengan identitas yang sebenarnya.

Menurut Dispenal,  yang bersangkutan (Jonathan) masuk di dalam Ksatrian Mabesal untuk meliput kegiatan olahraga bersama Kasal, tidak termasuk dalam daftar undangan wartawan yang telah di verifikasi Dispenal. 

Jonathan, masuk dengan cara mengikuti rombongan wartawan lain tanpa melaporkan Identitas sesuai ketentuan yang berlaku, karena Dispenal tidak pernah mengundang yang bersangkutan.

Kemudian, pada saat pembagian goody bag, Jonathan dengan sengaja mengambil foto berkali-kali tanpa izin pada saat tim Dispenal sedang membagikan goodybag, sehingga menimbulkan pertanyaan, mengingat kegiatan tersebut bukan objek publikasi.  

Pada saat ditegur untuk tidak melakukan pengambilan gambar dan diminta untuk menghapus foto-foto tersebut, Jonathan juga tidak kooperatif. 

Bukan hanya itu, pada saat kejadian semua rekan-rekan media juga ikut menyaksikan dan tidak setuju dengan perbuatan yang dilakukan oleh  Jonathan yang mengambil gambar terhadap sesuatu yang bukan obyek publikasi.

Berhubung yang bersangkutan menunjukkan sikap yang kurang bersahabat dan untuk tidak mengganggu suasana pada saat itu, maka yang bersangkutan lamgsung dibawa ke penjagaan Media Center (Dispenal) yang lokasinya tidak jauh dari tempat kumpul rekan-rekan Media, untuk mempertanyakan maksud, tujuan dan motivasinya berbuat seperti itu pada saat pembagian goodybag. 

Dispenal juga menjelaskan, pada saat ditanya dan jawaban yang disampaikan oleh Jonathan juga berbelit-belit, tidak kooperatif dan terkesan bersiteguh bahwa perbuatannya tidak melanggar ketentuan yang berlaku, maka untuk tidak berkepanjangan yang bersangkutan diserahkan kepada Satuan Pengamanan Denma Mabesal dan Provost untuk mendalami lagi permasalahan tersebut sesuai prosedur yang berlaku.

Dispenal juga menyampaikan, setelah dilakukan pemeriksaan Jonathan telah mengakui kesalahannya, yaitu memasuki Ksatrian TNI AL dan mengikuti kegiatan TNI AL tanpa undangan serta mengambil foto -foto yang bukan obyek publikasi tanpa izin.  

Pengakuan kesalahan yang dilakukan oleh Jonathan dituangkan melalalui surat pernyataan diatas kertas bermaterai, selanjutnya permasalahan tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan.

Dispenal juga menegaskan, dalam pemeriksaan sesuai (SOP) telah terjadi ketegasan dalam proses pemeriksaan, karena Jonathan tidak menunjukkan bahwa dia sebagai seorang wartawan yang profesional dan bertanggung jawab, karena yang bersangkutan tidak kooperatif dan berbelit-belit serta masih bersikukuh tindakannya tidak melanggar aturan walaupun yang bersangkutan mengetahui pengambilan gambar tersebut bukan obyek publikasi. 

Sikap prilaku Jonathan dapat diambil kesimpulan memiliki maksud lebih jauh dari sekedar mengikuti kegiatan OR Bersama, karena informasi yang didapat dari rekan-rekan sesama media bahwa Jonathan sudah banyak bermasalah dimana- mana dan sudah di Black List di Puspen TNI, Dispenad, Dispenau dan Puster TNI AD.

Mabesal sebagai instansi militer dengan semua aturan yang ada sesuai SOP, maka yang bersangkutan dapat dituntut secara hukum telah melakukan penyusupan di instansi militer, maka tindakan yang akan diambil sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku apabila permasalahan ini tidak segera diselesaikan secara kekeluargaan sesuai Surat Pernyataan yang dibuat oleh Jonathan. 

Apalagi surat tersebut dibuat oleh Jonathan dengan kesadaran sendiri mau membuat surat pernyataan diatas materai (surat pernyataan terlampir) maka pihak TNI AL mau menerima dan mengizinkan serta mengingatkan Jonathan untuk tidak mengulangi perbuatannya kembali. Dan setelah semua jelas Jonathan didampingi  meninggalkan Mabes AL sampai ke pintu Pos Delta Mabes TNI.

Dengan kondisi saat ini, TNI AL juga tidak terima dengan pernyataan yang di berita secara negatif dan sudah menjadi viral di media sosial. TNI AL akan menuntut balik sesuai dengan pernyataan yang bersangkutan.

Berkaitan dengan beredarnya dimedia, terutama medsos, yang mengutuk keras oknum TNI AL berbuat kekerasan terhadap wartawan seperti menyekap, menendang setiap menit, menginjak-nginjak, meludahi, menelanjangi, mencambuk hingga mengancam akan dibunuh hal itu Tidak benar. Sekali lagi Tidak Benar termasuk menyebut Awas Ada Oknum Psikopat di Dispen TNI AL. 

Pernyataan ini merusak citra TNI AL dan sebagai bagian dari Pencemaran Nama Baik dan Pernyataan Palsu yang tidak sesuai dengan Fakta yang sebenarnya dan kepada ybs akan dimintakan pertanggung jawaban nya secara hukum. [Wil/Red]

Diduga Terjadi Persekusi Wartawan, Ketum PPWI Minta Panglima TNI Bertindak Tegas.

By On April 23, 2018

NEWSGEMAJAKARTA.COM, JAKARTA - Jonathan Ferdinand Sigar, salah seorang Jurnalis, mengalami tindakan kekerasan dan penganiayaan saat melaksanakan tugas liputan acara Launching Live Streaming di Lapangan Mabes TNI-AL, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Jumat, 20 April 2018.

Dikabarkan pula, sejak semalam melalui pesan viral di whatsapp mengabarkan, akan adanya rekan media Pers se-Jabodetabek akan melakukan aksi menuntut pertanggung jawaban serta keterangan dari pihak Dispenal TNI AL atas dugaan persekusi terhadap rekan mereka, pada Senin (23/4/2018).

Sebelumnya telah tersebar rekaman pengakuan wartawan korban persekusi diduga dilakukan pihak Dispenal TNI AL, dalam rekaman terdengar hasil wawancara Ketua Umum PPWI Nasional, Wilson Lalengke, dengan Jonathan Ferdinand Sigar, seorang jurnalis, korban kebrutalan oknum TNI AL, berinisial NV, ED, dan sejumlah anggota TNI-AL, di Mabes TNI-AL, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Jumat, 20 April 2018 lalu.

Adapun, rekaman wawancara tersebut diambil pada Minggu malam, 22 April 2018 sekira pukul 22.00 – 22.35 WIB, melalui kontak whhatsapp milik ibu Lala Nababan 083807217685. 

Dari hasil pengakuan korban, diketahui bahwa benar telah peristiwa penyiksaan, berupa pemukulan, tendangan, menginjak-injak, dicambuk, disekap di bungker bawah tanah, diludahi, dan bentuk penistaan lainnya atas manusia, warga negara Indonesia, oleh sejumlah oknum TNI AL terhadap seorang jurnalis, warga negara Indonesia, yang bayar pajak untuk bayar biaya hidupnya para oknum aparat di TNI-AL itu.

Menurut alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 itu, perilaku seperti ini termasuk tindakan brutal, bahkan masuk kategori tindakan psikopat, dari orang-orang yang isi perutnya dibayar oleh orang yang disiksanya.

"Sungguh mengherankan, jika di jaman secanggih saat ini, masih ada oknum tentara yang mempersoalkan persoalan foto-memfoto saat pembagian goodybag," sebut Wilson.

Sadisnya, kata Wilson, penyiksaan terhadap korban juga dilakukan beramai-ramai, yang tergolong tindakan persekusi, tipikal sifat para pecundang pengecut yang beraninya main keroyokan, menggunakan ruangan dan peralatan milik negara, dibiayai rakyat. Penyekapan dan penyiksaan ala militer barbar jaman Romawi kuno, yang berlangsung tidak kurang dari 9 jam, tanpa jeda, tanpa diberi minum, tanpa diberi makan.

"Benar-benar sebuah kebiadaban yang dipertontonkan di depan rakyat, menjelang 73 tahun Indonesia merdeka," tegas Wilson.

Berikut juga tersebut sebuah foto Bukti pihak korban wartawan tersebut menunjukkan surat masuk komplek Cilangkap :




Wilson juga menyampaikan, Atas nama Kemanusiaan, atas nama Rakyat Indonesia yang beradab, atas nama PPWI Nasional, kita mengutuk keras tindakan para psikopat oknum TNI AL di Dispenal, Mabes TNI-AL Cilangkap Jakarta Timur, tersebut.

“Atas nama Ketuhanan yang Maha Esa, atas nama Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, dan atas nama Persatuan Indonesia, serta atas nama PPWI Nasional, kita mendesak agar Presiden Republik Indonesia, melalui Panglima TNI mengambil tindakan tegas yang diperlukan atas kasus ini,” tandasnya.

Ketum PPWI, yang juga merupakan trainer jurnalistik warga bagi ribuan anggota TNI/Polri, PNS, guru, siswa/mahasiswa, hingga wartawan, LSM, karang taruna, dan tukang ojek juga menegaskan, para oknum anggota TNI AL, yang notabene celana dalamnya dibelikan oleh rakyat, yang terlibat dalam persekusi saudara Jonathan juga harus diusut tuntas dan diberikan sanksi tegas sesuai ketentuan yang berlaku. [WIL/Red].