Berita Terbaru

Kategori

Langganan Berita

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

KEPENTINGAN PARTAI POLITIK ITU BUKAN SEKEDAR RULLING PARTY

By On December 08, 2017

Aeng Rohiman Ketua PAC Partai Garuda, Kecamatan Serpong Utara, Tangerang Selatan

NEWSGEMAJAKARTA.COM, Jakarta - Respons masyarakat terhadap perkembangan politik banyak terkatung katung dan dikonotasikan sebagai arah kekuasaan sebuah Negara. Meski demikian, masyarakat kebanyakan tak ambil pusing dalam penilaian negatif ataupun positif dari para kreator politik.

Hal itu diungkap oleh Aeng Rohiman sebagai kader partai Garuda Ketua Kecamatan PAC Serpong Utara Tangerang Selatan. Sejatinya bahwa bicara politik tak lepas dari tujuan mulia untuk memberikan peluang dalam konteks mencerdaskan bangsa.

Menurutnya, partai politik menjadi keharusan, mau tidak mau Negara telah mengamanatkan partai politik sebagai barisan suara rakyat.  "Dunia politik bukan ajang persaingan dan saling menyikut, perkembangan partai politik di Indonesia telah menggambarkan tumbuhnya demokrasi. Masyarakat dituntun untuk jalankan konstitusi dan amandemen UUD 45. Itukan langkah mencerdaskan bangsa." Ungkapnya.


Dijelaskan Aeng Rohiman, munculnya banyak nama partai bukan sebagai euphoria dan rulling party, masyarakat sudah cerdas dan bisa memfilterisasi suara amanat rakyat. "Generasi bangsa ini bukanlah generasi kecebong, secara relevansinya, rakyat butuh para pemimpin yang memikirkan nasibnya dan mampu memberikan kenyamanan maupun keamanan dalam jalankan fungsinya bhineka tunggal ika." Pungkas Aeng Rohiman.(*/red)

Permintaan Maap Oknum Pengusiran Terhadap Wartawan Diterima Dengan Syarat

By On December 05, 2017


NEWSGEMAJAKARTA.COM, TANGERANG SELATAN - Aksi dari gaya preman staft Kelurahan Pondok Kacang Timur, Tangerang Selatan yang menjadi viral di medsos dengan memiting leher, pengusiran dan ajak duel wartawan R telah usai dengan ketentuan syarat, Senin (4/12).

Pertemuan antara oknum dengan korban (wartawan R dan A) berlangsung cukup lama. Pihak kelurahan yang diwakili Kasie Pemerintahan Hasbullah dan di dampingi Babinsa serta petugas Polsek Pondok Aren telah menemukan titik terang meski ada beberapa persyaratan yang dilontarkan saat mediasi kedua belah pihak.


Mediasi perdamaian antara oknum staft kelurahan Pondok Kacang Timur dengan korban (wartawan R dan A) yang didampingi Ketua Umum Akrindo Maripin Monte, Sekjen AWDI Budi Wahyudin, Ketua Setnas FPII Opan, dan Bung Jefri dari Nusantara News menjadi saksi selesainya pertikaian sengketa pers.

Dikatakan Hasbullah, semua hanya miss komunikasi dan tidak lepas dari khilaf. "Saya mewakili seluruh petinggi maupun staft kelurahan Pondok Kacang Timur dengan kerendahan hati meminta maaf kepada temen temen wartawan semuanya atas terjadi incident ini." ucap Hasbullah.

Mewakili tim wartawan, Maripin Monte juga menyampaikan hal serupa untuk tetap bersinergy guna membangun kepribadian yang baik.

Begitu juga yang dilontarkan Budi Wahyudin bahwa sejatinya pers adalah sebagai pencari informasi untuk diwartakan guna mencari kebenaran. Hal-hal seperti ini harus disikapi dengan bijak dan tetap berpegang pada fungsinya masing-masing.

Permintaan korban (wartawan R dan A) untuk didatangi oknum pelakunya di aminkan Hasbullah dan dengan permintaan maaf langsung kepada korban.

Sebagai produk etika, tidak ada pemberitaan yang keluar dari kode etik jurnalis. Hal itu diucapkan Opan sebagai alternatif komunikasi agar dipahami bersama. Ia juga mengatakan pentingnya keterbukaan dan humanis yang sehat antara pers dengan instansi maupun institusi.

Sebagai persyaratan diakhir, korban (wartawan R dan A) meminta agar pihak kelurahan lebih memahami fungsi jurnalis dan jangan bergaya seperti preman dengan arogansi, sehingga akan menimbulkan dampak yang luar biasa. (Aeng/Zoe)

Media Menjadi Sarana Perekat Kebersamaan Insan Pers

By On November 28, 2017

Para Jurnalis Media Cetak dan Online Se-Kota Tangerang Raya, yang tergabung dalam Family Jurnalis Indonesia Group dalam temu Kopi darat yang dilaksanakan di Kawasan Tanjung Pasir, Kabupaten Tangerang, Minggu (26/11/2017)
NEWSGEMAJAKARTA.COM, Tangerang - Seiring dengan peningkatan teknologi, media massa menjadi sarana dalam memberikan informasi, serta melaksanakan komunikasi dan dialog. Secara tidak langsung, dengan makna keberadaan media itu sendiri, media telah menjadi sarana dalam upaya perluasan ide-ide, gagasan-gagasan dan pemikiran terhadap kenyataan sosial.

Hal itu diungkap oleh Rohiman Calon Legislatif dari Partai Garuda Gerakan Perubahan, saat bincang santainya dengan para jurnalis Media Cetak dan Online Se-Kota Tangerang Raya, yang tergabung dalam Family Jurnalis Indonesia Group dalam temu Kopi darat yang dilaksanakan di Kawasan Tanjung Pasir, Kabupaten Tangerang, Minggu (26/11/2017).

Dikatakan Aeng, sapaan bagi Rohiman, selain pentingnya peran Media sebagai sarana memperkuat kebersamaan, tentunya juga media sebagai sarana dalam berbagi informasi kepada publik dalam membentuk pemberitaan edukasi serta inovasi dalam membangun suatu informasi yang berkualitas.

“Informasi yang berkualitas bagi Media baik Elektronik maupun Online, tentunya didasari atas hasil proses penyaluran aneka ragam pendapat dan aspirasi masyarakat terhadap situasi kenyataan sosial yang dihadapkan,” Ungkap Rohiman.

Rohiman, Calon Legislatif dari Partai Garuda Gerakan Perubahan (Pertama dari Kanan)
Dalam acara kopdar yang dihadiri Ketua DPD IPJI Banten Yosef bersama Sekjen Akrindo Usman, Rohiman juga menyampaikan bahwa dirinya sangat senang bisa bersama kumpul dengan rekan-rekan Media. “semoga kelak nanti jika saya dapat mencalonkan sebagai Celeg, saya akan undang rekan-rekan dalam acara saya, dan saya akan benar-benar menjalankan tugas saya,” ujarnya.

Lebih jauh, Rohiman mengatakan, dalam menjalankan sebuah amanah yang ditugaskan baginya adalah pemimpin yang benar-benar dapat menyuarakan suara masyarakat maupun aspirasi masyarakat yang tengah dihadapi, “ insya allah saya akan jalankan semua itu dan membantu masyarakat dengan sebaik-baiknya,” Jelasnya.

Ditempat sama, Ketua DPD IPJI Banten, Yusuf, mengatakan bahwa dengan adanya temu Kopi darat (Kopdar) ini, menjadikan sebegai bentuk kekuatan serta mempererat persatuan dan kesatuan antar sesama jurnalis, “Jurnalis itu dihargai karena dengan karya tulisannya,”  Imbuhnya.

Senada dikatakan Usman Selaku Sekjend DPP Asosiasi Kabar Online Indonesia (AKRINDO), bahwa dirinya sangat senang dengan adanya acara kopi darat yang bisa dihadiri rekan-rekan, “Semoga dengan adanya acara kopi darat ini jurnalis tetap selalu kompak dalam setiap segala hal, dan selalu membantu rekan-rekan disaaat membutuhkan,” pungkasnya mengakhiri. (man/rdh).

Sejarah Singkat GENERASI MUDA MATHLA’UL ANWAR (GEMA MA)

By On November 21, 2015

Gema Jakarta (GJ), Tangerang, Banten - Berasaskan Islam GEMA MA adalah organisasi yang bersifat kemasyarakatan, kepemudaan, dan merupakan organisasi kader Mathla'ul Anwar dalam berkarya, organisasi yang lahir dan didirikan di Pandeglang Banten pada tanggal 25 Januari 1956.

GEMA MA merupakan organisasi yang resmi dan terdaftar di Kementerian Pemuda dan Olah Raga dengan pendirinya yakni, K.H.Tubagus Muhammad Sholeh, K.H.Entol Muhammad Yasin, K.H.Mas Abdurrahman, K.H.Abdul Mu’thi, Kiai Tegal, Kiai Soleman Cibinglu, K.H.Daud, Kiyai Rusydi, entol Danawi, K.H.Mustaghfiri, Kiyai Saiman, K.H.Muhammad Rais, K.H.Entol Ismail.

GEMA MA merupakan OKP dari Organisasi Islam yakni Mathla’ul Anwar (MA) adalah ormas Islam terbesar di Indonesia setelah Muhammadiyah (1912) dan NU (1926). Didirikan di Menes, Banten, pada tahun 1334 H atau 10 Juli 1916 M oleh para ulama, diantaranya adalah Kiai Yasin (1860-1937) dan Kiai Mas Abdurrahman (1868-1943). Nama Mathla’ul Anwar sendiri artinya “tempat terbitnya cahaya”, yang tentu dimaksudkannya sebagai upaya pembebasan umat dari kebodohan dan keterbelakangan. Hingga saat ini Mathla’ul Anwar konsisten menjadikan pendidikan dan dakwah sebagai usaha perjuangan organisasi.

Kini usia Mathla’ul Anwar mendekati satu abad (100 tahun). Kiprahnya dalam bidang pendidikan dan dakwah sebagai pilihan perjuangan meniscayakannya eksis, walaupun perkembangannya tidak terlalu menonjol. Namun dapat dicatat, MA sudah memiliki ribuan institusi pendidikan, mulai dari jenjang TK Islam, Madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah dan Aliyah, hingga perguruan tinggi Universitas Mathla’ul Anwar (UNMA), yang tersebar  di berbagai wilayah Indonesia.
Sebagai lembaga yang tak terpisahkan dari Mathla’ul Anwar, Generasi Muda Mathla’ul Anwar (GEMA MA) lahir dari tuntutan kebutuhan zaman, dimana kehadiran Ormas Islam memerlukan wadah khusus bagi jenjang pengkaderan yang diharapkan berkontribusi bagi kemajuan bangsa. Semula GEMA MA bernama Pemuda Mathla’ul Anwar (PMA), yang berdiri pada tanggal 25 Januari 1956 di Menes, Banten.
Seiring perjalanan waktu, organisasi Pemuda MA terus maju dan berkembang hingga ke seluruh pelosok tanah air, sehingga pada tahun 1996 berubah namanya menjadi Generasi Muda Matla’ul Anwar (GEMA MA). Hingga saat ini, GEMA MA bersama induk organisasinya Mathla’ul Anwar terus tumbuh dan berkembang di 34 Propinsi. Bersama induknya pula GEMA MA turut berpartisipasi dalam pembinaan dan pengkaderan lembaga-lembaga pendidikan, sosial kemasyarakatan, di berbagai daerah di lingkungan MA.
Pasca reformasi ini, GEMA MA sejatinya berkontribusi secara signifikan dalam proses pembangunan bangsa yang lebih luas di bidang sosial, politik, hukum, HAM, demokrasi, lingkungan hidup dan lainnya. Karena menghadapi perubahan zaman yang serba cepat dan dinamis, maka reposisi dan reaktualisasi peran Mathla’ul Anwar adalah sebuah keharusan agar eksitensinya tetap dirasakan dalam proses membangun kemajuan bangsa. (Heri Haerudin).

AHMAD NAWAWI ARSYAD ST, TERPILIH SEBAGAI KETUA UMUM GEMA MA PERIODE 2015-2020.

By On November 21, 2015

GemaJakarta (GJ), Tangerang, banten - Musyawarah Nasional (MUNAS V) yang berlangsung di Hotel Allium Kota Tangerang Provinsi banten, Jumat 20 November hingga Minggu, 22 November 2015 dengan membawa agenda pemilihan Ketua Umum Gema MA, yang dihadiri sejumlah tokoh nasional serta dengan dihadiri 34 Provinsi dan 150 Kabupaten/Kota dari  seluruh Indonesia, telah memenangkan Ahmad Nawawi Arsyad,ST sebagai Ketua Umum Gema MA untuk Periode 2015-2020.


Ahmad Nawawi Arsyad,ST adalah putra kelahiran Mauk Tangerang yang terpilih menjadi ketua umum menggantikan Ir.H. Andi Yudi Hendriawan,MRE,  melalui mekanisme pemungutan suara, Nawawi mengalahkan dua kandidat lainya, yaitu Tubagus Erif dan Dhona El Furqon. Dengan memperoleh 18 suara dari 28 suara sah DPW GEMA MA Se-Indonesia.

Nama Ahmad Nawawi Dikalangan aktifis Tangerang, sudah tidak asing lagi, dirinya kerap menjadi motor penggerak kegiatan-kegiatan sosial. Bahkan pada tahun 2009, Ahmad Nawawi mengikuti kontestasi pemilihan anggota legislatif. Dengan mengemban amanah menjadi Ketua Umum DPP GEMA MA, Ia akan semakin aktif. Kiprahnya semakin nyata, bukan hanya untuk Tangerang, tapi Indonesia.

Kepada Media GemaJakarta Ahmad Nawawi mengatakan “sebagai Ketua Umum DPP GEMA MATHLA’UL ANWAR akan berupaya agar DPP GEMA MATHLA’UL ANWAR mampu memberikan kontribusi yang lebih besar dan nyata bagi kemajuan pembangunan bangsa. (red/her)

SETYA NOVANTO HADIRI MUNAS V GEMA MA

By On November 21, 2015

Gema Jakarta, (GJ) Tangerang, Banten – Dewan Pimpinan Pusat Generasi Muda Mathla’ul Anwar (DPP GEMA MA) menggelar Musyawarah Nasional (MUNAS V) yang berlangsung di Hotel Allium Kota Tangerang Provinsi banten, Jumat 20 November hingga Minggu, 22 November 2015.


Munas V GEMA MA dilaksanakan bertepatan dengan Milad ke-60. Tema yang diangkat pada acara lima tahunan ini, “Optimisme Pemuda Membangun Indonesia Bermartabat”
Adapun agenda yang dibahas pada Munas adalah membahas Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga, Program Kerja, Rekomendasi dan Pemilihan Ketua Umum GEMA MA
Dalam Munas tersebut, dihadiri sejumlah tokoh nasional diantaranya Ketua Umum PBMA KH. A Sadeli Karim, Lc, H.Isryad Juaeli, Ketua PP Muslimat MA Hj Hayawati Anwar, Ketua Umum DPP KNPI versi Kongres Jakarta Fadz Elfous, serta turut hadir dalam pembukaan Ketua DPR-RI yakni Setya Novanto.
Dalam sambutannya, Setya Novanto mengatakan, GEMA MA patut dicontoh bagi organisasi-organisasi lain. Alasannya karena Generasi Muda Matla’ul Anwar merupakan salah satu organisasi yang mampu eksis sampai sekarang.

“Semoga kedepan kader GEMA MA menjadi pelopor dan contoh bagi pergerakan organisasi kepemudaan lainnya. Dengan usianya yang sangat tua Generasi Muda Matlaul Anwar harus mampu menjadi contoh bagi Organisasi yang lebih muda,” ungkapnya.

Suhaemi, salah satu peserta Munas, ketika diwawancara Media GemaJakarta, mengatakan bahwa Munas yang dilaksanakan saat ini harus bisa melahirkan pemimpin yang amanah dan mampu membawa kader GEMA MA dalam pengisian posisi-posisi strategis. Ini harus dilakukan agar khidmat Pemuda Matla’ul Anwar nyata adanya.(red/her).