![]() |
| Perguruan Beksi Muhammad Noer (Beksi Kong Noer) |
JAKARTA SELATAN — Perguruan Beksi Muhammad Noer atau yang lebih dikenal sebagai Beksi Kong Noer terus menunjukkan eksistensinya dalam menjaga dan melestarikan budaya Betawi di tengah perkembangan modernisasi perkotaan. Tidak hanya fokus pada pembinaan internal melalui latihan rutin, perguruan silat tradisional ini juga aktif berpartisipasi dalam kegiatan pariwisata dan pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas.
Kegiatan latihan rutin yang dilaksanakan setiap Jumat malam di kawasan Masjid Muyassarin, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan menjadi salah satu bentuk nyata pelestarian budaya sekaligus pembinaan karakter generasi muda. Dalam suasana penuh kekeluargaan dan disiplin, para peserta mempelajari berbagai teknik dasar silat, mulai dari langkah, pukulan, tangkisan hingga jurus khas Beksi yang sarat nilai filosofi dan adab.
Selain melatih kemampuan fisik, perguruan ini juga menanamkan nilai sopan santun, rasa hormat kepada guru, serta semangat persaudaraan antaranggota. Para pelatih menegaskan bahwa silat bukan sekadar kemampuan bela diri, tetapi juga media pembentukan karakter dan pengendalian diri.
![]() |
| Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Jakarta Selatan |
“Beksi bukan hanya warisan jurus, tetapi juga warisan akhlak, persaudaraan, dan perjuangan,” ujar Bang Aji Qohar, salah satu pelatih Beksi Kong Noer di sela kegiatan latihan.
Komitmen dalam menjaga budaya Betawi tersebut membawa Perguruan Beksi Kong Noer dipercaya untuk ambil bagian dalam kegiatan Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Jakarta Selatan 2026 yang diinisiasi Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jakarta Selatan dengan tema Ekonomi Wisata Berbasis Komunitas.
Kegiatan yang berlangsung pada 20–21 Mei 2026 itu diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai komunitas dan Pokdarwis di wilayah Jakarta Selatan. Kehadiran Beksi Kong Noer menjadi perhatian tersendiri karena dinilai mampu memperkuat identitas budaya Betawi sebagai potensi wisata dan ekonomi kreatif daerah.
Pada hari pertama kegiatan di Hotel Mercure, peserta mendapatkan pembekalan mengenai pengembangan pariwisata berbasis masyarakat dan penguatan kapasitas sumber daya manusia. Materi yang disampaikan meliputi peran tour guide hingga penerapan Sapta Pesona dalam menciptakan lingkungan wisata yang aman, bersih, nyaman, dan berkesan bagi wisatawan.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan studi banding ke kawasan Ekowisata Keranggan, Tangerang Selatan. Para peserta diperkenalkan dengan berbagai potensi wisata berbasis warga, mulai dari wisata edukasi, home industry UMKM, outbound, susur Sungai Cisadane hingga pengembangan souvenir khas masyarakat setempat.
Melalui kolaborasi antara latihan rutin masyarakat dan partisipasi aktif dalam agenda daerah, Perguruan Beksi Kong Noer diharapkan dapat terus menjadi garda terdepan pelestarian budaya Betawi sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mendukung sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan masyarakat.
Keikutsertaan Beksi Kong Noer dalam kegiatan POKDARWIS 2026 menjadi bukti bahwa budaya Betawi tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dan memberikan manfaat sosial maupun ekonomi bagi masyarakat luas. (rls/ANS)

