NEWSGEMAJAKARTA.COM, JAKARTA BARAT – Ustad Abdul Mukti terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Palmerah periode 2026-2031 dalam Musyawarah Daerah (Musda) MUI Kecamatan Palmerah yang digelar di Kantor Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, Selasa (11/8/2026).
Terpilihnya Ustad Abdul Mukti secara aklamasi menandai dimulainya kepengurusan baru MUI Kecamatan Palmerah untuk lima tahun ke depan. Musda juga menjadi momentum evaluasi terhadap pelaksanaan program kepengurusan sebelumnya sekaligus menyusun arah program MUI pada periode mendatang.
Kepala Sekretariat MUI Kota Administrasi Jakarta Barat, KH Marwansyah, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar kepengurusan MUI Kecamatan Palmerah yang baru dapat meningkatkan kualitas organisasi dan kegiatan, sehingga semakin mampu memberikan bimbingan kepada masyarakat muslim.
KH Marwansyah juga menyampaikan permohonan maaf dari Ketua Umum MUI Jakarta Barat, KH Abdurrahman Soheh, yang sedianya hadir dalam kegiatan tersebut. Namun, karena adanya agenda lain, beliau berhalangan hadir dan diwakili dalam kegiatan Musda.
Menurut KH Marwansyah, Musda merupakan bagian dari mekanisme organisasi MUI yang dilaksanakan setiap lima tahun sesuai AD/ART. Selain memilih kepengurusan baru, Musda juga menjadi forum untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban dan melakukan evaluasi terhadap perjalanan organisasi selama lima tahun terakhir.
“Musda ini merupakan pesta demokrasi para ulama. Setiap lima tahun ada mekanisme pergantian pengurus sesuai AD/ART MUI. Tentunya kegiatan ini juga menjadi momentum evaluasi perjalanan lima tahun terakhir untuk kemudian menjadi bahan perbaikan lima tahun ke depan,” ujar KH Marwansyah.
Ia menegaskan, MUI memiliki peran strategis dalam memberikan pembinaan dan bimbingan keagamaan kepada masyarakat. Menurutnya, masyarakat merupakan kelompok yang heterogen, meskipun berada dalam satu iman dan akidah.
Karena itu, keberadaan MUI diharapkan mampu menjadi perekat di tengah keberagaman pemahaman keagamaan yang ada di masyarakat.
“Walaupun kita satu iman dan satu akidah, dalam beberapa hal yang berkaitan dengan pemahaman keagamaan terdapat perbedaan. Di sinilah peran MUI sebagai perekat di antara keberagaman tersebut, sehingga kehidupan umat menjadi lebih nyaman dan harmonis,” jelasnya.
KH Marwansyah berharap pengurus MUI Kecamatan Palmerah yang baru tidak hanya menjalankan tugas organisasi, tetapi juga mampu menjaga persatuan umat serta membangun kebersamaan di tengah masyarakat.
“MUI tidak mempunyai pretensi apa-apa dan tidak memaksa. MUI hadir untuk memberikan bimbingan, menjadi pengayom dan perekat umat,” katanya.
Sementara itu, Camat Palmerah, Febbiandri Suharto, menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya Ustaz Abdul Mukti sebagai Ketua MUI Kecamatan Palmerah periode 2026-2031.
Ia berharap kepengurusan MUI yang baru dapat terus bersinergi dengan Pemerintah Kecamatan Palmerah dan unsur Tiga Pilar, yakni pemerintah, TNI, dan Polri, dalam menjaga keamanan, ketertiban serta kondusivitas wilayah.
Menurutnya, sinergi antara MUI, pemerintah, TNI, Polri, tokoh agama dan tokoh masyarakat sangat diperlukan untuk menghadapi berbagai persoalan sosial sekaligus memperkuat pembinaan kehidupan keagamaan di tengah masyarakat.
“Kami berharap MUI Kecamatan Palmerah dapat terus bersinergi dengan Tiga Pilar dan seluruh elemen masyarakat. Dengan kolaborasi yang baik, berbagai persoalan di wilayah dapat kita hadapi bersama dan kehidupan masyarakat dapat semakin aman, rukun dan harmonis,” ujar Febbiandri.
Dengan terpilihnya Ustaz Abdul Mukti secara aklamasi, MUI Kecamatan Palmerah diharapkan semakin solid dalam menjalankan amanah organisasi serta mampu menghadirkan program-program keagamaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kepengurusan periode 2026-2031 juga diharapkan dapat memperkuat peran ulama sebagai pembimbing dan pengayom umat sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan masyarakat Palmerah yang religius, rukun, toleran dan harmonis.
Reff : Atta
editor : ys



