NEWSGEMAJAKARTA.COM, JAKARTA BARAT – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat memperkuat program Kembali ke Sekolah sebagai upaya memberikan kesempatan kepada anak-anak yang tidak sekolah maupun putus sekolah untuk kembali memperoleh pendidikan.
Wali Kota Administrasi Jakarta Barat Iin Mutmainnah mengatakan, pendidikan formal sangat penting bagi anak-anak, bukan hanya sebagai bekal untuk melanjutkan pendidikan dan mencari pekerjaan, tetapi juga untuk membangun kepercayaan diri serta mengembangkan potensi mereka.
“Sekolah, ilmu, dan belajar itu harus dimiliki oleh semua orang. Sekolah tidak mengenal usia. Belajar tidak mengenal usia. Usia itu hanya angka. Ketika kita punya semangat, pasti akan dimudahkan,” ujar Iin saat menghadiri kegiatan Kembali ke Sekolah di SD Negeri 03 Kelurahan Angke Tambora Jakarta Barat.
Menurut Iin, keberhasilan program tersebut membutuhkan kolaborasi seluruh unsur, mulai dari pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi hingga media.
Pemkot Jakarta Barat, kata dia, akan berkolaborasi dengan berbagai perangkat daerah, di antaranya Suku Dinas Pendidikan, Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP), Suku Dinas Tenaga Kerja, Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD), kecamatan dan kelurahan.
Selain itu, peran RT, RW, kader masyarakat serta Karang Taruna juga dinilai sangat penting untuk menemukan dan mengajak anak-anak yang sebelumnya tidak sekolah atau putus sekolah agar kembali belajar.
Karang Taruna Jadi Penggerak
Iin memberikan apresiasi khusus kepada Karang Taruna yang dinilai mampu melakukan pendekatan secara persuasif kepada anak-anak.
Menurutnya, mengajak anak yang sudah lama tidak bersekolah untuk kembali belajar bukan perkara mudah. Karena itu, pendekatan melalui dialog dan komunikasi menjadi salah satu cara yang efektif.
“Yang sulit itu pertama mengajak. Saya melihat peran Karang Taruna di sini sangat bagus. Mereka tidak mengajak secara paksa, tetapi diajak berdiskusi, ngobrol, kemudian diberikan pemahaman bahwa sekolah dan ilmu harus dimiliki oleh semua orang,” jelasnya.
Iin menilai semangat generasi muda yang membantu teman-temannya kembali memperoleh pendidikan merupakan bentuk kepedulian sosial yang patut diapresiasi.
Data Anak Putus Sekolah Akan Dipetakan
Untuk memastikan program tepat sasaran, Pemkot Jakarta Barat akan melakukan pemetaan terhadap anak-anak yang tidak sekolah atau putus sekolah.
Pendataan dilakukan melalui koordinasi antara camat, lurah, RT/RW, kader Dasawisma, Karang Taruna dan unsur masyarakat lainnya.
Data yang diperoleh nantinya akan diverifikasi kembali dengan kondisi riil di lapangan. Setelah anak-anak yang membutuhkan ditemukan, pemerintah bersama masyarakat akan melakukan pendekatan dan mengajak mereka kembali mengikuti pendidikan.
“Dari data itu nanti akan diinventarisir ke lapangan, dicek kembali, kemudian disambungkan dengan data yang riil. Setelah itu kita ajak bersama-sama,” kata Iin.
Kenalkan Anak pada Lingkungan Pemerintahan
Tidak hanya mendorong anak kembali ke bangku sekolah, Iin juga menyiapkan konsep kegiatan office tour dan outing class.
Melalui office tour, anak-anak akan diajak mengenal secara langsung kantor pemerintahan, mulai dari kantor wali kota, kecamatan hingga kelurahan. Mereka juga akan diperkenalkan dengan berbagai fasilitas publik yang tersedia bagi masyarakat.
“Ini agar mereka mengetahui dan mengenal institusi. Kantor wali kota, kantor camat, kantor lurah itu adalah kantornya warga, kantornya masyarakat,” tuturnya.
Menurut Iin, pengalaman melihat langsung berbagai fasilitas publik dapat memperluas wawasan anak sekaligus menghubungkan ilmu yang diperoleh di sekolah dengan kondisi nyata di lapangan.
Ke depan, kegiatan juga dapat dikembangkan melalui kunjungan edukatif ke museum dan kawasan Kota Tua Jakarta.
Sementara kegiatan outing class dapat dikaitkan dengan aktivitas masyarakat, seperti kerja bakti, pemberantasan sarang nyamuk (PSN), pertemuan kader, maupun kegiatan sosial lainnya.
Buka Peluang Kolaborasi CSR
Iin juga menyatakan dukungan dunia usaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dapat menjadi bagian dari kolaborasi untuk mendukung kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan.
Ia menegaskan, penanganan anak putus sekolah tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah.
“Yang namanya collaborative governance pasti ada komponen helix, yaitu pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media. Teman-teman juga punya tanggung jawab yang sama,” ujarnya.
Ia berharap seluruh pihak bersama-sama memastikan tidak ada lagi anak di Jakarta Barat yang kehilangan kesempatan untuk mendapatkan pendidikan.
“Jangan ada yang putus sekolah. Jangan ada yang tidak sekolah,” tegasnya.
Dorong Anak Berani Bermimpi
Dalam kegiatan tersebut, Iin juga memberikan motivasi kepada para pelajar agar berani memiliki cita-cita dan tidak minder dengan kondisi yang mereka hadapi.
Menurutnya, setiap anak harus memiliki tujuan dalam hidup. Dengan memiliki cita-cita, anak akan memiliki arah dan semangat untuk berusaha.
“Ketika kita punya arah dan tujuan, kita pasti akan berusaha dan semangat. Kalau kita tidak punya tujuan, kita juga tidak semangat,” katanya.
Iin juga mengingatkan anak-anak untuk mampu mengatur waktu, memiliki sosok yang dapat dijadikan teladan, rajin belajar, serta berani mengalahkan rasa takut, malu dan tidak percaya diri.
“Kalahkan dulu rasa takut, rasa khawatir, malu, kurang percaya diri, ataupun merasa tidak mampu. Ketika kita sudah mengalahkan itu, dengan doa orang tua, belajar dan ikhtiar bersama, insyaallah pasti akan dimudahkan,” tandasnya.
Iin mengaku bangga melihat beragam cita-cita yang disampaikan para pelajar dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, generasi muda saat ini memiliki pilihan profesi yang jauh lebih beragam dibandingkan generasi sebelumnya.
“Kalau dulu mungkin cita-cita hanya dokter, insinyur dan beberapa profesi lainnya. Hari ini ada anak perempuan yang ingin menjadi nakhoda. Keren dan luar biasa. Itu bukan sesuatu yang tidak mungkin,” pungkasnya. [YS]


