NEWSGEMAJAKARTA.COM, JAKARTA — Paguyuban Perantau Dukuh Teseh (PPDT), wadah silaturahmi warga perantauan asal Dukuh Teseh, Desa Ngrombo, Kecamatan Dukuh, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, kembali menggelar pertemuan rutin bulanan pada Minggu (9/8/2026).
Pertemuan yang berlangsung di kawasan Muara Angke, Jakarta, tersebut diikuti anggota PPDT dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan. Kegiatan rutin ini menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus membahas keberlangsungan program paguyuban.
PPDT saat ini dipimpin oleh Senen, yang akrab disapa Endro. Di bawah kepemimpinannya, PPDT tidak hanya menjadi wadah berkumpul dan arisan para perantau, tetapi juga diarahkan untuk terus aktif dalam kegiatan sosial serta memberikan kontribusi bagi kampung halaman.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah agenda dibahas, mulai dari evaluasi kegiatan, keberlangsungan arisan, kondisi kas paguyuban hingga rencana program sosial.
Salah satu program yang menjadi prioritas PPDT adalah pembangunan kanopi Masjid Al-Mukhlisin atau Masjid TSE. Program tersebut merupakan bentuk kepedulian anggota PPDT terhadap fasilitas keagamaan di kampung halaman.
Berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan dalam pertemuan, hingga 9 Agustus 2026 kas PPDT tercatat sebesar Rp34.665.000. Kondisi keuangan tersebut dinilai masih cukup aman untuk mendukung kegiatan paguyuban maupun program sosial yang telah direncanakan.
Selain membahas program sosial, pertemuan juga menjadi bagian dari rangkaian arisan PPDT periode keenam. Dari total 19 kali kocokan, kegiatan tersebut telah memasuki kocokan ke-16 dan masih menyisakan tiga kali kocokan sebelum periode keenam berakhir dan dilanjutkan ke periode ketujuh.
Tuan Rumah Tegal Alur Sambut Hangat Anggota PPDT
Dalam kesempatan tersebut, tuan rumah dari wilayah Tegal Alur menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran seluruh anggota PPDT.
Perwakilan tuan rumah, Temon menyampaikan bahwa pihaknya merasa senang dapat menjadi tuan rumah kegiatan rutin PPDT. Meski lokasi kegiatan berada cukup jauh dari pusat kota, seluruh anggota diharapkan dapat menikmati suasana pertemuan sekaligus hidangan yang telah dipersiapkan.
“Selamat datang dan selamat menghadiri undangan kami. Mudah-mudahan Bapak-Ibu semua bisa menikmati acara dan hidangan yang nanti disajikan,” ujar perwakilan tuan rumah dalam sambutannya.
Tuan rumah juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam penyambutan maupun hidangan yang disajikan masih terdapat kekurangan.
Dalam sambutannya, ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota yang telah meluangkan waktu untuk hadir.
Menurutnya, kehadiran para anggota dalam kegiatan tersebut bukan hanya sekadar memenuhi undangan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga silaturahmi dan kebersamaan.
Ia berharap seluruh anggota PPDT senantiasa mendapatkan keberkahan, kesehatan, umur panjang, keturunan yang saleh dan salehah, serta kehidupan yang penuh kebahagiaan.
PPDT Diharapkan Tetap Eksis
Dalam sambutan tersebut juga disampaikan harapan agar PPDT tetap eksis meskipun periode kepengurusan dan kegiatan arisan nantinya berganti.
Anggota diharapkan tetap menjaga kebersamaan dan menjalankan kegiatan paguyuban tanpa adanya rasa terpaksa.
“Prinsipnya adalah kita berjalan, kita happy, kita enjoy. Jangan ada yang merasa dipaksa-paksa. Karena kalau dipaksa, hasilnya juga terasa terpaksa,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa PPDT diharapkan tidak berhenti pada kegiatan arisan dan pertemuan rutin, tetapi terus berkarya melalui berbagai kegiatan sosial yang memberikan manfaat bagi anggota maupun masyarakat.
“Intinya, PPDT tetap eksis, tetap berkarya di bidang-bidang sosial,” tambahnya.
Jaga Kebersamaan dan Kepedulian Sosial
Suasana pertemuan berlangsung santai, penuh canda dan keakraban. Para anggota juga saling berbagi cerita serta menikmati hidangan yang telah disiapkan oleh tuan rumah.
Meski para anggota memiliki kesibukan masing-masing di perantauan, pertemuan rutin PPDT menjadi ruang untuk kembali bertemu dan memperkuat hubungan persaudaraan.
Dalam kesempatan itu juga disampaikan bahwa kehadiran anggota tidak harus selalu sempurna dalam setiap pertemuan. Kesibukan pekerjaan, keluarga maupun kondisi lainnya menjadi hal yang dapat dimaklumi.
Yang terpenting adalah semangat untuk menjaga silaturahmi dan keberadaan paguyuban agar tetap berjalan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan agenda berikutnya, termasuk penyampaian pesan dari tokoh dan sesepuh serta doa bersama.
Pertemuan rutin PPDT di Muara Angke tersebut menjadi bukti bahwa para perantau asal Dukuh Teseh tetap menjaga ikatan persaudaraan meski berada jauh dari kampung halaman.
Dengan semangat silaturahmi, kebersamaan dan kepedulian sosial, PPDT diharapkan terus tumbuh dan memberikan manfaat bagi anggota maupun masyarakat di kampung halaman.
Ref: atta
Editor : ys


