Ketua AMPP : Bonus Demografi Jangan Berbanding Lurus Dengan Bertambahnya Intoleransi dan Perampok Uang Rakyat

Iklan Semua Halaman


.

Ketua AMPP : Bonus Demografi Jangan Berbanding Lurus Dengan Bertambahnya Intoleransi dan Perampok Uang Rakyat

31 Oktober 2019
Gema Jakarta, JAKARTA - Seratus tahun Indonesia merdeka harus melahirkan pemimpin - pemimpin bangsa yang berkompeten, pancasilais, dan berintegritas.

Dari sekarang, kita sudah harus mempersiapkan anak - anak muda di Jakarta menuju SDM Indonesia yang unggul di 2045 nanti.

"Bonus demografi jangan kemudian berbanding lurus dengan bertambahnya jumlah perampok uang rakyat dan manusia - manusia intoleran, tapi kita ingin jumlah anak-anak bangsa yang jujur dan pluralis semakin banyak", ucap Arbie Haman, Ketua Angkatan Muda Protestan Pluralistik (AMPP).

Dikatakannya, bahwa pejabat - pejabat publik yang tidak menganut agama di beberapa negara di Eropa Barat saja mampu menunjukkan keteladanan dan integritas, jangan sampai pejabat-pejabat disini yang mengaku beragama tidak sanggup menjadi teladan.

"Bukti pemimpin yang beragama adalah menghormati keberagaman, jujur, dan bertanggungjawab terhadap amanah yang diberikan rakyat, termasuk terhadap uang anggaran hasil keringat rakyat", tutur Arbie yang juga alumni Ilmu Politik Universitas Indonesia.

Untuk menghilangkan kegelapan ruangan, lanjut Arbie, kita harus menyalakan terang. Untuk menghilangkan perampok dan koruptor, kita harus menghadirkan calon - calon pemimpin yang jujur dan berakhlak.

"AMPP ingin ambil bagian, untuk bersama - sama membangun pemuda - pemudi bangsa sejak saat ini", tandasnya dengan optimis.

"Di setiap kegiatan-kegiatan AMPP bersama kawan - kawan OKP lintas agama lainnya, kami selalu membagikan pesan - pesan kebangsaan, pluralisme, dan integritas kepada seluruh peserta kegiatan kita yang mayoritas merupakan anak - anak dan ibu - ibu. Hingga saat ini total sudah ratusan yang pernah mengikuti kegiatan - kegiatan kita", ungkap Arbie Haman.

Arbie juga mengatakan, Kota Jakarta adalah barometer peradaban negara. Walau ada rencana pemindahan ibukota sebagai pusat pemerintahan, namun Jakarta diprediksi akan tetap menjadi pusat perekonomian.

"AMPP bertekad dan bergerak untuk mengkampanyekan toleransi dan kerukunan, termasuk melalui rencana program kerja ekonomi kerakyatan", pungkas Ketua AMPP.

"Kami saat ini sedang mempersiapkan sebuah prototipe program pemberdayaan pemuda. Masih berskala kecil, untuk membantu membuka lapangan pekerjaan bagi para pemuda di masyarakat akar rumput yang kesulitan bersaing untuk masuk di perusahaan - perusahaan", ucap Arbie Haman.

"Harapannya bisa di beberapa titik di Jakarta, namun seberapapun yang sanggup diusahakan, kita mulai dulu, yang penting bergerak. Minimal bisa 1-2 titik dulu", tambahnya.

"Mudah - mudahan sekitar bulan Februari 2020 sudah rampung dan siap dieksekusi", tuturnya.

"Pokoknya semakin berumur, kota ini harus semakin pluralis, bersih, dan berintegritas. Itu doa kami, dan diiringi juga dengan usaha", tutup Arbie Haman. (Andre)