Satuan Pelajar Mahasiswa 'SAPMA' Pemuda Pancasila Berikan Bantuan Air Bersih di Wonosegoro

Iklan Semua Halaman


.

Satuan Pelajar Mahasiswa 'SAPMA' Pemuda Pancasila Berikan Bantuan Air Bersih di Wonosegoro

22 Oktober 2019
Gema Jakarta, BOYOLALI, Satuan pelajar mahasiwa disingkat SAPMA Pemuda Pancasila Pimpinan Cabang Boyolali adakan bakti sosial (baksos) di wilayah Desa, Kalinanas, Jatilawang, Gunungsari, Garangan Kecamatan Wonosamudro dan Desa Bandung Kecamatan Wonosegoro Boyolali, Minggu (20/10).

Dalam kegiatan tersebut turut serta Komunitas Sosial Comunity 234 (sc 234) Cabang Kabupaten Boyolali. Baksos dipimpin langsung oleh ketua SAPMA Pemuda Pancasila Pimpinan Cabang Kabupaten Boyolali yaitu Oxa.


Oxa mengatakan kegiatan ini untuk menumbuhkembangkan kepekaan dan kedermawanan. Baksos berupa penyaluran Air Bersih Untuk warga yang kesulitan mendapatkan air bersih akibat kemarau yang cukup panjang diwilayah Kabupaten Semarang.

Dipaparkan Oxa selaku koordinator Baksos, penyaluran air bersih ini kita bagikan ke beberapa desa yang ada di kecamatan Wonosegoro dan Wonosamudro.
Ada dua (2) target yang kita bantu air bersih, yaitu kepada warga masyarakat langsung dan tempat ibadaha (mushola, masjid).


"Warga terlihat sangat antusias terhadap kegiatan baksos kita hari ini, terbukti begitu armada pengangkut air begitu sampai di lokasi warga sudah bersiap menyambut kedatangan kami dengan membawa jerigen (tempat air) di wilayah Dukuh Bandung Kulon Desa Bandung kecamatam wonosegoro," ungkapnya.

"Dalam Kegiatan baksos SAPMA Pemuda Pancasila Boyolali bersama SC 234 hari ini, kami salurkan kurang lebih 80rb liter air dengan membawa 12 armada tangki," tambahnya.

"Saya mewakili warga Dukuh Bandung Kulon mengucapkan banyak terima kasih kepada adek adek SAPMA Pemuda Pancasila dan Sc234 atas bantuan air bersih yang diberikan," ungkap Yusuf (35) warga yang ikut antre air bersih.

"Saat ini kami cuma mengandalkan 'Bantuan Droping Air Bersih' dari para relawan, karena sumur yang biasa warga pakai untuk mengambil air bersih saat ini sudah kering, tidak ada sumber airnya dana sungai didesa yang jadi andalan warga juga sudah kering," lanjutnya.

"Kami sangat senang, air ini kami akan gunakan untuk keperluan sehari hari untuk minum, wudlu, mandi dan mencuci," tandasnya

Rep : Patih