Iklan

Iklan

Saatnya Kader BANSER ANSOR Pimpin NU DKI "Sebuah Harapan"

19 Maret 2021, Maret 19, 2021 WIB Last Updated 2021-03-19T12:18:32Z

Gema Jakarta, Tak lama lagi Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi DKI Jakarta akan melangsungkan hajat besar yakni Konferensi Wilayah (Konferensi Wilayah) pada 2 - 4 April 2021 mendatang.

Acara yang akan digelar di Hotel Sultan tersebut memunculkan beberapa nama kandidat untuk menjadi ketua Tanfidziah. Tercatat ada sembilan nama yang akan berkompetisi untuk menjadi orang nomor satu di NU DKI Jakarta.

Nama - nama yang muncul sebagai kandidat diantaranya yakni :
1. KH. DR. Syamsul Ma'arif (Plt. Ketua Tanfidziah PWNU saat ini).
2. DR. H. Nusron Wahid (mantan Ketum GP. Ansor).
3. Drs. H. Tatang Hidayat, SH (Dansatkornas Banser 2000-2005 dan 2005-2010,)
4. KH. Jazilul Fawaid, SQ, MA (Politisi PKB dan Wakil Ketua MPR).
5. Drs. H. Marulah Matali (Birokrat, Sekda Pemprov DKI Jakarta).
6. KH. Zainal Arifin Naim (Ulama, Aktivis NU).
7. DR. Abdul Aziz Khafia. 
8. H. Abraham Lunggana / H. Lulung (Politisi PAN, Anggota DRP RI).
9. KH. Ibnu Mulkan (Ketum IMANI).

Terlepas dari nama - nama kandidat yang ada, tentu sebagai anak muda NU yang juga aktif di BANSER Jakarta Barat, penulis berharap kader BANSER ANSOR-lah yang akan memenangkan perhelatan Akbar NU DKI tersebut. Keberhasilan dalam memimpin pada level nasional di BANSER - ANSOR di tambah pengalaman lain di berbagai organisasi baik internal maupun eksternal NU, jalinan dan jaringan komunikasi yang baik dengan berbagai pihak, keaktifan selama ini menjadi pengurus NU, kemampuan manajerial yang mumpuni serta memiliki pandangan yang visioner tentu bisa menjadi pertimbangan khusus untuk memimpin NU DKI Jakarta kedepan.

Sebagai seorang anak, harapannya tentu memiliki orang tua (ayah) yang benar - benar bisa memberikan arahan, bimbingan, perhatian serta dapat memberikan pengayoman sebagaimana yang diharapkan dan tentu ikatan emosional yang kuat antara anak dan ayah menjadi "syarat mutlak" di antara keduanya.

Mustahil hal ini terwujud jika sang ayah tidak mengenal sang anak karena di pertemukan pada situasi dan kondisi yang mengharuskannya. Semoga para musyawirin yang memiliki hak suara dalam Konferwil PWNU DKI Jakarta nanti  dapat mengamini.

_(Subhan. S, Anggota Banser Jakarta Barat )_
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Saatnya Kader BANSER ANSOR Pimpin NU DKI "Sebuah Harapan"

Terkini

Iklan