![]() |
| Halal Bihalal GPM Jakarta di Kramat, Jumat (1/4/2026) |
Jakarta — Gerakan Pemuda Marhaenisme (GPM) Provinsi DKI Jakarta menggelar kegiatan Halal Bihalal (HBH) sebagai momentum mempererat silaturahmi sekaligus konsolidasi organisasi. Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan Kramat 5, Salemba, Jakarta Pusat, pada Jumat (1/5/2026).
Acara ini dihadiri oleh perwakilan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GPM, jajaran pengurus DPD GPM Provinsi DKI Jakarta, serta perwakilan dari lima wilayah kota administrasi, yakni Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Jakarta Utara.
Ketua GPM Provinsi DKI Jakarta, Maliki Yusuf, dalam sambutannya menegaskan bahwa Halal Bihalal tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat konsolidasi internal organisasi.
“Halal Bihalal ini menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan sekaligus memperkuat langkah organisasi agar tetap berjalan sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa GPM akan menghadapi dua agenda besar pada tahun ini, yakni Kongres ke-XI yang akan digelar di Bali serta Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang direncanakan berlangsung di Jakarta.
“Ada dua agenda besar GPM tahun ini, yaitu Kongres ke-XI di Bali dan Rakernas di Jakarta. Seluruh DPC diharapkan mempersiapkan diri dengan matang,” tambahnya.
Maliki turut mengingatkan agar Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di setiap wilayah membawa hasil rapat kerja masing-masing sebagai bahan kontribusi dalam kongres mendatang.
Menjelang Kongres XI, dinamika organisasi mulai menghangat dengan munculnya dua nama yang digadang-gadang sebagai bakal calon Ketua Umum GPM. Keduanya adalah Dr. I Gusti Ngurah Arya Wedakarna yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal, serta Didi Mahardika Sukarno, putra almarhumah Rachmawati Soekarnoputri yang juga pernah menjabat Ketua Umum GPM.
“Dua nama tersebut mulai mencuat dan diperbincangkan sebagai calon kuat Ketua Umum dalam kongres mendatang,” jelas Maliki.
Sementara itu, Sekretaris GPM Jakarta, Robert Siagian, menekankan pentingnya regenerasi kader dalam tubuh organisasi. Ia menilai generasi muda, khususnya Generasi Z, harus mulai mengambil peran strategis dalam kepengurusan GPM ke depan.
“Regenerasi harus menjadi fokus utama pasca Kongres XI. Generasi muda GPM, khususnya Gen Z, akan menjadi motor penggerak yang menjaga dan melanjutkan ajaran Soekarno sepanjang masa,” tegasnya.
Melalui momentum Halal Bihalal ini, GPM Jakarta berharap dapat memperkuat soliditas organisasi serta mempersiapkan diri menghadapi agenda nasional yang akan datang. (rls/rbt)

