![]() |
| Pelemparan buoy penanda lokasi rumpon untuk produktivitas dan efisiensi nelayan tanpa mengganggu ekosistem alam di Pulau Sabira. |
NEWSGEMAJAKARTA.COM, Jakarta – Upaya PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberdayakan masyarakat di Pulau Sabira, Kepulauan Seribu, meraih pengakuan di tingkat nasional. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) “Konservasi Pulau Sabira: Sabira Green and Digital Lighthouse Island”, PLN UID Jakarta Raya berhasil meraih Predikat Platinum Alignment dengan nilai 95,75 dan ditetapkan sebagai CEPI Champion Candidate pada ajang Indonesia Green Awards 2026.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Chairman La Tofi School of Social Responsibility, La Tofi, dalam acara yang digelar di Jakarta, Rabu (29/7).
General Manager PLN UID Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin, mengatakan penghargaan ini menjadi apresiasi atas komitmen PLN dalam menghadirkan program TJSL yang tidak hanya berorientasi pada pelestarian lingkungan, tetapi juga memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat pesisir.
“Bagi PLN, keberlanjutan bukan hanya tentang menjaga pasokan listrik tetap andal, tetapi juga memastikan kehadiran kami memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Melalui Program Konservasi Pulau Sabira, kami berupaya menghadirkan solusi yang menyentuh aspek lingkungan, ekonomi, hingga peningkatan kapasitas masyarakat agar mampu tumbuh secara mandiri dan berkelanjutan,” ujar Andy dalam keterangan tertulis, Senin (3/8).
Program Konservasi Pulau Sabira telah dijalankan sejak 2022 sebagai bagian dari komitmen PLN dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di pulau terluar Indonesia. Program ini mengintegrasikan pelestarian ekosistem laut, penguatan ekonomi masyarakat, pemanfaatan teknologi digital, serta peningkatan kapasitas generasi muda.
Program tersebut juga selaras dengan standar ISO 26000 dan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas), SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dan SDGs 14 (Ekosistem Laut).
Dalam aspek lingkungan, PLN bersama masyarakat telah melakukan penanaman 2.000 bibit mangrove dan transplantasi 1.600 bibit terumbu karang untuk menjaga ekosistem pesisir dan habitat biota laut.
Selain itu, PLN menghadirkan akses internet publik guna membuka akses informasi dan mengurangi keterisolasian masyarakat Pulau Sabira.
Di sektor ekonomi, program ini membantu nelayan meningkatkan efisiensi melalui penggunaan rumpon konservasi, yang mampu menekan konsumsi bahan bakar hingga 66 persen, dari sekitar 30 liter menjadi 10 liter untuk sekali melaut.
PLN juga mendampingi pengembangan UMKM Menara Sabira melalui modernisasi proses pengolahan hasil laut, sehingga produk olahan memiliki daya simpan lebih lama dan nilai tambah yang lebih tinggi.
Tak hanya itu, PLN mendorong lahirnya generasi muda yang peduli lingkungan melalui pelatihan Karang Taruna sebagai pemandu ekowisata serta penerapan metode Trainers Create Trainers, sehingga masyarakat mampu mengembangkan dan menyebarluaskan edukasi konservasi secara mandiri.
“Keberhasilan program ini tercermin dari lahirnya kemandirian penuh pemuda Karang Taruna Pulau Sabira sebagai garda terdepan pelindung lingkungan. Kami berharap model konservasi terintegrasi ini dapat menjadi rujukan dan direplikasi di lokasi lainnya,” tutup Andy.
Indonesia Green Awards merupakan penghargaan yang diberikan oleh La Tofi School of Social Responsibility kepada perusahaan yang menunjukkan kepedulian tinggi terhadap lingkungan melalui inovasi dan pemberdayaan masyarakat. Sejak diinisiasi pada 2009, ajang ini telah mendorong berbagai perusahaan nasional untuk berkontribusi dalam pelestarian lingkungan dan penguatan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.(AS/GJ).

.jpg)
