Berita Terbaru

Kategori

Langganan Berita

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Asian Games Momentum Peningkatan Ekonomi dan Promosi Wisata DKI

By On December 10, 2017

Perhelatan Asian Games XVIII yang akan digelar pada 18 Agustus hingga 2 September 2018, dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan roda perekonomian lokal, khususnya di Jakarta yang menjadi salah satu tuan rumah pelaksanaan pesta olahraga benua Asia empat tahunan ini.
Hal ini karena para pelaku Usaha Mikro Kecil Menangah (UMKM) didorong terlibat memproduksi souvenir atau cenderamata untuk dipasarkan ke peserta Asian Games. Tidak hanya itu, para pelaku UMKM di bidang kuliner pun, dapat memasarkan produk kuliner khas Jakarta dan daerah-daerah lainnya.
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menegaskan dengan menjadi tuan rumah Asian Games 2018, Kota Jakarta mendapatkan banyak keuntungan. Tidak hanya dari segi promosi budaya, juga dapat meningkatkan perekonomian loka di jakarta.
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menegaskan dengan menjadi tuan rumah Asian Games 2018, Kota Jakarta mendapatkan banyak keuntungan. Tidak hanya dari segi promosi budaya, juga dapat meningkatkan perekonomian lokal di Jakarta.

“Dengan datangnya para atlet dan tim official dari negara-negara di Benua Asia, maka otomatis Jakarta dipromosikan. Baik dari segi budaya, maupun dari sisi kuliner dan parawisata. Diharapkan, perekonomian Jakarta dalam dua pekan pelaksanaan Asian Games 2018 dapat meningkat,” kata Anies.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan hadir untuk berpihak pada pelaku UMKM dalam penyelenggaraan Asian Games tahun depan.
“Kami hadir untuk berpihak pada pelaku UMKM. Saya sudah berbicara kepada Kepala Dinas KUMKMP DKI, Irwandi. Untuk melibatkan pelaku UMKM di Jakarta dalam membuat souvenir atau merchandise terkait Asian Games dan khas Jakarta,” kata Sandiaga.
Dengan melibatkan ratusan pelaku UMKMP ini, ia mengharapkan Asian Games 2018 bisa menjadi penggerak ekonomi lokal.
“Kami masih punya waktu sekitar 10 bulan menyiapkan para pelaku membuat produksi merchandise Asian Games. Sehingga ini akan menggerakkan ekonomi, khususnya di ekonomi di akar rumput,” ujarnya.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) DKI, Irwandi mengatakan pihaknya sudah menggelar rapat bersama para pelaku UMKM untuk mempersiapkan sovenir atau merchandise Asian Games 2018.
“Kita akan mulai menggerakkan para pelaku UMKM untuk memproduksi merchandise Asian Games 2018. Kita akan minta bantuan Hipmi dan Kadin DKI untuk menggerakkan anggotanya supaya ikut juga,” kata Irwandi.
Untuk pemasaran merchandise, pihaknya akan menyiapkan dua hingga tiga booth di setiap venue Asian Games 2018. Ada lima venue Asian Games di Jakarta. Yaitu, Stadion Utama Gelora Bung Karno, Velodrome Rawamangun, Equestrian (pacuan kuda) Pulomas, Layar di Ancol dan Golf di Pondok Indah. 
“Kita sudah buatkan anggaran untuk membuat booth-booth UMKM di setiap venue. Ada dua hingga tiga venue untuk UMKM dagang disitu. Kita sudah anggarkan di APBD DKI 2018 sebesar Rp 1,3 miliar untuk pembuatan booth-booth tersebut,” ujarnya.
Para pelaku UMKM itu akan memproduksi berbagai suvenir untuk dijual di lokasi Asian Games. Beberapa suvenir yang akan dibuat di antaranya boneka, kaus, syal, handuk, hingga ikat kepala.
"Suvernirnya betul-betul khas UKM dan bisa menjadi penggerak ekonomi lokal," kata dia.
Ketua DPRD DKI, Prasetio Edi Marsudi menegaskan Pemprov DKI bersama DPRD DKI juga siap untuk memberikan kemudahan pelaksanaan Asian Games 2018 di Jakarta. Seperti memberikan kemudahan pajak untuk memasang banner atau reklame tentang Asian Games.
Tidak hanya itu, DPRD DKI juga telah meminta INASGOC untuk menyediakan tempat bagi para pelaku UMKM DKI di venue-venue Asian Games yang ada di Jakarta.
“Produk UMKM ini bisa dijadikan oleh-oleh yang bagus bagi para peserta Asian Games. Sehingga dapat menopang perekonomian lokal, khususnya pelaku UMKM di Jakarta,” kata Prasetio.
Kemudian, ia memastikan momentum perhelatan Asian Games 2018 ini akan dijadikan ajang promosi budaya dan kuliner serta kearifan lokal Jakarta. Karena banyak destinasi wisata di Jakarta yang sangat menarik.
“Seperti Kota Tua, Ancol, Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Intinya sih Jakarta siap. DPRD siap membantu pelaksanaan Asian Games,” ujarnya.
Kementerian Pariwisata mendorong industri dan asosiasi di bidang pariwisata menyiapkan paket-paket wisata dalam menyambut Asian Games 2018. Lebih dari puluhan ribu orang diperkirakan akan hadir, mulai dari atlet, offisial tim hingga suporter, dalam gelaran pesta olah raga Asia yang akan dihelat di Jakarta dan Palembang. 
Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kemenpar, Vinsensius Jemadu mengatakan, terkait Asian Games Kemenpar telah ditugaskan untuk mengantisipasi dan melihat apa yang bisa dilakukan mengingat akan ada puluhan ribu orang yang datang. 
"Salah satu yang tengah dipersiapkan dengan baik adalah menggandeng industri, asosiasi, untuk dapat membuat paket-paket wisata yang dapat dipilih para atlet, offisial, maupun suporter dari berbagai negara nantinya," kata Vinsensius.
Vinsen menjelaskan, bahkan persiapan sudah dilakukan sejak bulan April kemarin dengan melakukan road show ke berbagai daerah seperti Bali, Palembang, Banten dan Bandung untuk melakukan sosialisasi kepada diinas-dinas terkait, industri dan juga asosiasi bahwa akan ada kerja besar Asian Games 2018. 
Hasilnya, ujar Vinsen, total ada 151 paket wisata dibuat dimana 70 persen diataranya terkonsentrasidi tiga lokasi venue Asian Games 2018, yaitu Palembang, Jakarta dan Jawa Barat serta Banten. 
Namun karena dinilai terlalu banyak dan banyak kemiripan antara satu paket tur dengan tur lainnya, maka diperkecil hingga tersisa 70 paket yang terbagi dalam dua kategori. 
Pertama adalah one day tour yang menawarkan paket melancong ke berbagai destinasi dalam satu hari atau yang juga biasa disebut city tour. 
Kemudian kategori kedua adalah paket overstay yang akan menawarkan para atlet, offisial maupun suporter paket perjalanan ke berbagai destinasi pilihan. "Nantinya paket-paket tersebut akan dipromosikan ke negara-negara peserta Asian Games," ujar Vinsen.
Seperti diketahui, acara multievent olahraga regional Asia ini rencananya akan diselenggarakan di Indonesia pada 18 Agustus 2018-2 September 2018 di dua tempat yaitu Jakarta dan Palembang serta tuan rumah pendukung Lampung, Jawa Barat, dan Banten.
Jumlah cabang olahraga yang akan dipertandingkan sebanyak 41 cabang, terdiri dari 33 cabang olahraga olimpiade, dan delapan cabang olahraga nonolimpiade.
Ini merupakan kedua kalinya Indonesia menjadi tuan rumah perhelatan Asian Games setelah Asian Games ke-IV yang diadakan di Jakarta pada 1962. 
Sebagian fasilitas yang dibangun untuk Asian Games IV akan kembali digunakan dalam Asian Games XVIII ini. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Asian Games akan diadakan di dua kota sekaligus. (Adv)

H.Anwar Adnan Saleh (AAs), Sosok dan Tokoh Pejuang Sulbar

By On September 28, 2017

H.Anwar Adnan Saleh Sosok dan Tokoh Pejuang Sulbar
Gema Jakarta, Sulbar – Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) adalah provinsi atas perjuangan seorang tokoh H.Anwar Adnan Saleh, selain figurnya yang menarik dan kharismatik, dirinya pun penuh dengan segudang pengalaman serta ide-ide kretif dalam memajukan daerah yang awalnya tidak ada menjadi ada, yang memulainya dari nol, hingga menjadi bangkit dan bisa setara dengan Provinsi lainnya di Indonesia.

Gubernur H.Anwar Adnan Saleh atau biasa disapa AAS merupakan salah satu sosol pelopor pelaksanaan pembangunan yang saat ini telah banyak menagalami kemajuan di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).

“Tidak salah jika masyarakat menyebut bahwa Pak Anwar Adnan Saleh adalah Bapak Pembangunan di Sulbar karena sejak mendapatkan amanah rakyat menjadi gubernur pertama di Sulbar telah mampu meletakkan dasar,” ungkap salah satu para tokoh Sulbar. Sebagaimana direles busurnews.com, Senin (25/9/2017)

Dikatakannya, AAS sangat layak dan pantas dinobatkan sebagai pelopor pelaksanaan pembangunan di Sulbar karena terbukti berhasil melaksanakan pembangunan sesuai dengan arah kebijakan dalam empat strong point yang diembannya sejak menjadi gubernur tahun 2006 silam.

“Ini bukan cerita bohong tapi fakta menunjukkan bahwa AAS telah mampu mencatat segudang prestasi nasional yang patut kita banggakan selaku masyarakat yang ada di Sulbar,”jelasnya.

Karena Bupati dua periode ini tidak salah jika pooling dukungan masyarakat hasil kajian Lembaga Survey Indonesia (LSI) dan Indobarometer menempatkan AAS masih berada pada pooling tertinggi dari dua rival politiknya yang akan bersaing di Pilgub Sulbar.

Sosok Anwar yang juga berlatarbelakang sebagai pengusaha sukses ini, saat mendapatkan amanah sebagai gubernur sangat bersusah payah untuk menjalankan pemerintahannya yang serba terbatas.

“Berkat tangan dingin AAS dan dibantu perangkatnya, daerah Sulbar yang dulunya sangat tertinggal, terbelakang, termiskin, termarginalkan dan berbagai ketertinggalan lainnya akhirnya mampu keluar dari masalah pelik itu,”turunya lagi.

Saat ini, kita bisa melihat bagaimana capaian pembangunan yang dicapai AAS selama periode pertama kepemimpinnya. Prestasi pembangunan di Sulbar sejak AAS menjadi gubernur dalam periode lima tahun terakhir telah mampu mengantarkan Sulbar sebagai provinsi yang mengalami angka pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia dengan capaian 15,1 persen di tahun 2010 lalu.

“Capaian pertumbuhan ekonomi Sulbar pada triwulan II tahun 2010 dengan angka 15,1 persen telah memberikan kontribusi positif pertumbuhan ekonomi nasional. Prestasi itu tentunya suatu kebanggaan rakyat Sulbar karena capaian dengan angka yang signifikan ini sangat sulit dicapai negara asia sekalipun.”terangnya.

Pertumbuhan ekonomi Sulbar saat ini pun sangat berkualitas karena ternyata turut dibarengi dengan menurunnya angka kemiskinan yang saat ini tersisah 13,2 persen dari 1,2 juta penduduk di Sulbar.

“Dalam lima tahun terkahir angka kemiskinan di Sulbar turun dari angka 20,7 persen tahun 2006 kini tersisa menjadi 13,2 persen. Tahun ini Gubernur menargetkan angka kemiskinan minimal tersisa 10 persen,” bebernya.

Dalam pembangunan infrastruktur jalan nasional sepanjang 577 kilometer mulai dari arah selatan Paku, Kabupaten Polman hingga daerah Suremana, Kabupaten Mamuju Utara, telah rampung hingga 80 persen, pembangunan bandara Tampapadang di Mamuju, pembangunan dermaga pelabuhan laut di Belang-Belang juga telah dilaksanakannya.

AAS juga menjadi salah seorang penggagas dan pelopor gerakan pembaharuan peningkatan produksi mutu kakao yang saat ini disebut sebagai program Gernas dan pelopor tercetusnya program pembangunan desa mandiri berbasis masyarakat (Bangun Mandar).

“Kegiatan gernas bukan saja dinikmati masyarakat Sulbar, namun berbagai provinsi di Indonesia turut menikmati hasil gagasan yang dilakukan AAS,” ujarnya.

Karena itu, kata dia, masyaraat di Sulbar, terutama di Majene diminta jeli dalam memilih calon gubernur untuk periode lima tahun yang akan datang karena suara rakyat sangat menentukan masa depan Sulbar lima tahun yang akan datang.

“Saya rasa masyarakat Sulbar telah banyak merasakan hadirnya perubahan sejak AAS menjadi gubernur. Makanya, pembangunan di daerah ini harus kembali berlanjut dibawah kendali AAS.

Selain dari itu, beliau juga pernah menjabat anggota DPR-RI dari Daerah pemilihan (Dapil) Sulawesi Tenggara, namun beliau asli Putra Daerah Sulawesi Barat dan hijrah ke beberapa Daerah hingga akhirnya berpijakkan kaki dan berkiprah di Sulawesi Tenggara.

Lalu beliau siap maju dan mencalonkan diri menjadi Anggota DPR-RI di sana (Sultra) atas permintaan beberapa Tokoh Masyarakat, Sesepuh, Tokoh Pemuda dan Masyarakat Sultra.

Setelah terpilih dan duduk di DPR-RI Senayan Jakarta, beliau di minta dan di harap dari beberapa Sesepuh, Tokoh Masyarakat serta Masyarakat Sulawesi Barat untuk mengabdi di Daerah tempat H.Anwar Adnan Saleh (AAS), nama atau julukan yang singkatan dari Anwar Adnan Saleh..!. Alhasil beliau siap untuk mengabdi di tempat asal, dimana Sulawesi Barat (Sulbar) adalah tanah kelahiran Pak AAS.

Setelah terpilih menjadi Gubernur di Sulawesi Barat selama 2 Periode dan berakhir masa bakti beliau di 2016, maka Masyarakat Sulbar serta para Sesepuh dan Tokoh di Sulbar merasa kehilangan seorang Pemimpin yang dapat mengayomi dan sangat Memperdulikan di segala lini, dari Pelosok terpencil hingga di Kota Provinsi yang beliau Pimpin..!.

“Kami merasa kehilangan sosok Pemimpin yang sangat genius dan piawai dalam membangun Daerah kami di Sulbar, dan kami merasa sangat sedih kehilangan Pak AAS..!, kata para tokoh tersebut.

“Sulbar ini Ibarat Sayur Tanpa Garam semenjak bukan lagi pak AAS yang jadi Gubernur di sini atau di Sulbar ,”pungkasnya.

Terlepas dari perjalanan dan pengabdian pak AAS di Sulbar, bisa pula kita melihat beberapa hasil, pencapaian dan keberhasilan beliau dalam Pembangunan Sulbar, kita bisa melihat, diantaranya, Jembatan Bolong yang dulunya sangat Angker, Jalan-jalan Alteleri di Pesisir Pantai.

Selanjutnya, Pancuran, Jalan lingkar menuju ke Bandara Tampapadang, Bandara Sumarorong di Kab.Mamasa, Membuka Jalan-jalan yang menghubungkan Provinsi dan Kabupaten, Akses jalan yang menghubungkan Kabupaten Mamasa Prov.Sulawesi Barat dan Kab.Toraja Prov.Sulawesi Selatan yang lagi di kerjakan, dan beberapa Pelabuhan serta Pabrik.


Demikian sumber yang kami terima dari Wartawan Investigasi kami yang bertugas di Sulbar, dan Wartawan kami pun mendapatkan beberapa bahasa, bahwa Pak AAS sangat layak, kami acungkan Jempol dari segala gagasan, ide dan inisiatif beliaulah sehingga kami dan seluruh Masyarakat Sulbar sudah bisa menikmati hasil dari Karya dan Pembangunan yang pak AAS kerjakan. Walau beliau sudah tidak lagi menjabat sebagai  Gubernur, namun Program beliau masih berjalan dan akan tuntas dalam waktu dekat. (Al,Rn)