Berita Terbaru

Kategori

Langganan Berita

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Walikota Jakbar H. Rustam Effendi Hadiri Pernikahan Andi dan Neelam

By On March 11, 2019

GEMAJAKARTA, JAKARTA - Karangan bunga dari Redaksi Pewarta Tambora tampak menghiasi resepsi pernikahan Andi dan Neelam, di depan Kantor Kelurahan Krendang, Tambora, Jakarta Barat, Minggu (10/3/2019).

Kesan lembut hadir dalam warna yang dipilih, yang ditempatkan dengan jarak yang pas diarea pintu masuk resepsi, tidak terlalu jauh, tidak pula terlalu dekat. baik untuk bunga-bunga hingga pada paduan warnanya.

Suasana santai juga sangat terasa. Para tamu dapat lalu lalang, bercengkrama satu sama lain bersamaan dengan mengambil makanan yang telah dihidangkan, bahkan bisa bebas selfie bersama pengantin.

Heri Tambora selaku Pendiri Media Pewarta Tambora yang juga Ceo/Founder GemaMedia Network, bersama Nurhalim Pemimpin Redaksi Pewarta Tambora, berusaha ingin menjadikan Media Pewarta Tambora sebagai wadah para insan Jurnalis di Tambora ini agar selalu menjalin kebersamaan dan kepedulian antar sesama Jurnalis.


"Kami mewakil seluruh jajaran dan segenap redaksi Media Pewarta Tambora, mengucapkan selamat atas pernikahan Andi dan Neelam, semoga menjadikan pengantin yang sakinah, mawaddah, warahmah," ujar Nurhalim Pemimpin Redaksi Pewarta Tambora, Minggu (10/3/2019).

Menurutnya, hajatan yang dilaksanakan oleh saudara Lutfi Bin Ramli ini adalah selain bagian dari Keluarga Besar Media Pewarta Tambora, tentunya beliau juga adalah seorang Ketua FKDM kecamatan Tambora.

"Kami juga menghaturkan ucapan terimakasih kepada Dewan Pembina kita Kenny Widjaja yang turut andil dalam penyediaan karangan bunga uncapan selamat kepada pengantin yang juga turut hadir ke tempat hajatan bersama kita," ungkapnya

Hingga berita ini diturunkan, hadir dalam hajat pernikahan tersebut, yakni Walikota Jakarta Barat H. Rustam Effendi, Mantan Camat Tambora Djaharuddin, Mantan Lurah Angke H. Dwi Aryono, Camat Tambora Bambang S, bahkan turut hadir Inggard Joshua Caleg DPRD dari Partai Gerindra. (tim)

Kepala Bidang Kependudukan Kota Makassar Hajjah Meliana Layani Langsung Warga Terkait Pengambilan E-KTP

By On February 24, 2019

GEMA JAKARTA, MAKASSAR - Kepala Bidang Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kota Makassar tengah melayani warga masyarakat Kota Makassar dalam pelayanan pengambilan E-KTP Yang Sudah Selesai Dicetak, Minggu (24/2/2019).

Pantuan Media, tampak Kepala Bidang Kependudukan Kota Makassar Hajjah Meliana langsung turun tangan melayani warga masyarakat yang ingin mengambil E-KTP yang telah selesai dicetak.

"Masyarakat Kota Makassar merasa Senang atas pelayanan pengambilan E-KTP," kata Adi dan Mutiara Linda Safira.

Ia menyampaikan, bahwa Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Makassar walaupun hari Sabtu dan Minggu tetap buka.


Mutiara juga berharap kepada Walikota Makassar dapat terus meningkatkan mutu pelayanan dan menambah loket perekaman E-KTP dengan cepat dan tepat.

"Masyarakat Makassar minta Walikota Makassar Ramadhan Pomanto agar setiap Stakeholder Kantor Kecamatan yang ada di Kota Makassar dapat di multifungsikan setiap Hari Sabtu dan Minggu agar tidak terjadi antrian panjang," pintanya

Sementara, ditempat sama Hajjah Meliana Mengatakan kami tetap melakukan pelayanan E-KTP Sabtu dan Minggu melakukan pelayanan E- KTP Sesuai Tupoksi.

"Kami Sebagai Pelayan Masyarakat merasa perlu melakukan pelayanan yang terbaik bagi Masyarakat Kota Makassar dan memberikan yang terbaik dalam melayani Masyarakat Kota Makassar," ungkap Hajjah Meliana kepada Wartawan M.Husain syukur Koran Perangi Korupsi (FJRI)

Wakil Ketua Umum RPI yakin Akhir Maret, 02 Akan Mendulang Suara Hingga 60%

By On February 24, 2019

GEMA JAKARTA, JAKARTA - Puluhan juta relawan yang tersebar dari Sabang sampai Merauke merupakan partisipasi murni tanpa diukur materi maupun nasi bungkus, mereka ada yang bernaung di Sekber Satgas, Rumah Juang, dan Seknas dijembatani oleh Rumah Aspirasi sebagai pendengar denyut nadi aspirasi masyarakat.

"Ini merupakan langkah strategi geopolitik yang dimotori langsung oleh Mbak Titik Soeharto dan Ibu Rahmawati Soekarno, kedua puteri mantan Kepala Negara sejalan dalam alam pikirannya menginginkan adanya perubahan bagi Bangsa dan Negara," ungkap Wakil Ketua Umum Rumah Pejuang Indonesia (RPI) H.Deani Sudjana, SH. MBA, MM.


Dikatakannya, Adanya individu turut berjuang mengorbankan tenaga maupun materi yang tak mungkin ditempuh oleh relawan kubu sebelah, "Langkah sosialisasi politik yang diberikan kepada individu akan berwujud kesadaran politik individu tidak bersikap diam dan sebaliknya mereka beraktivitas dalam partisipasi politik membuka mata dalam literasi politik dan akan memahami apa itu politik ? akan mewarnai dinamika politik di Negara Indonesiku tercinta," ujar Deani kepada media ini.

Pada hakekatnya, lanjutnya, relawan bangkit karena adanya faktor ketidak nyamanan, ketidak adilan begitu bangkitnya Ema-ema akibat mahalnya harga berbagai kebutuhan terus dan menerus mengalami Kenaikan akibat Rezim tidak fokus pada insfastruktur ekonomi," tegasnya pada wartawan.

Partisipasi politik yang bersifat voluntory  atau sukarela atau bisa juga disebut partisipasi politik sipil (Civils political participation)  membangun pesan politik melalui media sosial bahkan ormas maupun Lsm tumbuh dan berkembang melalui WAG media sosial guna mengekspresikan opini, menggalang solidaritas bisa melalui petisi dan medsos yang dapat mempengaruhi agenda media konvensional, hal ini berkembang dikala sebagian besar Media cetak maupun elektronik menjadi alat penguasa.

"Kendati demikian kubu Jokowi - Maruf Amin tidak akan mampu menandingi kekuatan relawan Prabowo - Sandi, kasat mata paslon nomor urut 02 sudah dipastikan akan mendulang suara hingga 58 % hingga memasuki Akhir Bulan Maret 2019 diyakini 02 akan mendulang suara hingga 60 % mari kita buktikan bersama," ungkap H.Deani Sudjana, SH,MBA, MM mengakhiri pembicaraan. (ril/nur)

Sekda Kabupaten Sintang Pantau Proses Tahap 1 P3K di SMKN 1 Sintang

By On February 24, 2019

GEMA JAKARTA, KALBAR - Sebanyak 117 orang yang terdiri dari 98 tenaga pendidik atau guru dan 19 sebagai tenaga penyuluh pertanian, tengah mengikuti test seleksi penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) tahap 1 tingkat Kabupaten Sintang.

Untuk memastikan kelancaran proses seleksi tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Dra. Yosepha Hasnah,M.Si yang di damping Kepala BKPSDM Kabupaten Sintang Palentinus, Kadisdikbud Kabupaten Sintang Lindra Azmar dan Kepala Inspektorat Kabupaten Sintang Apolonaris Biong memantau langsung test yang berbasis komputerisasi itu di SMKN 1 Sintang, Sabtu (23/2/19) pagi.

Sekda Kabupaten Sintang Yosepha Hasnah mengatakan kuota P3K yang diajukan untuk Kabupaten Sintang berjumlah 294 orang, namun dalam formasi yang di tetapkan oleh Kemenpan RB RI hanya 224 orang saja dan yang mendaftar sampai batas waktu yang telah di tetapkan berjumlah 117 orang yang terdiri dari 98 tenaga pendidik atau guru dan 19 orang tenaga penyuluh pertanian.


“Yang mengikuti test ini memang yang sudah memenuhi syarat, kalau tidak memenuhi syarat tidak bisa ikut test, karena memang P3K ini pun syaratnya sama dengan CPNS yakni harus S1 atau sarjana dan pesertanya pun yang sudah terdaftar di database BKN RI, kalau di luar itu kami belum tau, yang jelas mereka ini sudah memenuhi syarat test ini,” kata Sekda.

Untuk proses test tersebut, jelas Yosepha, di lakukan dua kategori yakni test tertulis dan test wawancara. Test tertulis sendiri sebanyak 120 soal pilihan ganda dengan durasi waktu 100 menit. Sementara test wawancara dimana para peserta harus menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sudah di siapkan dalam system komputerisasi tersebut.

“Hari ini ada dua sesi ya, sesi pertama ini sebanyak 60 orang, 57 untuk sesi kedua, semua proses test tersebut menggunakan sistem komputer sama seperti CPNS kemarin, mudah-mudahan semuanya bisa lulus ya di p3k ini,” ungkap Yosepha.

Yosepha menambahkan jika lulus seleksi P3K ini dalam proses kerjanya peserta yang di nyatakan lulus nanti jika sudah bekerja untuk hak dan kewajibannya sama dengan ASN, hanya saja P3K ini tidak menerima hak pensiun dan untuk perlakuan lainnya seperti apa hal tersebut masih menunggu aturan lebih lanjut dari Kemenpan RB RI.

Sementara itu Kadisdikbud Kabupaten Sintang Lindra Azmar mengatakan peserta yang mengikuti test seleksi tahap 1 P3K ini merupakan peserta Kategori 2 atau K2 yang 2013 lalu tidak lulus tapi sudah terdaftar di database BKN RI pusat.

“untuk tenaga pendidik atau guru yang kemarin mendaftar ada 101, tapi yang memenuhi syarat administrasi 98 orang, yang 3 orang tidak memenuhi syarat administrasi,” kata lindra.

Terkait penempatan para tenaga pendidik yang nanti lulus dalam mengikuti test P3K ini, Lindra menjelaskan bahwa akan diupayakan dikembalikan ke daerah asalnya sesuai dengan pilihan para peserta sebelumnya, terlebih memang untuk honor K2 ini juga tenaga guru yang di butuhkan oleh sekolah di mana tempat mereka mengajar sebelumnnya.

"Kita berharap teman-teman yang ikut p3k ini lulus semualah, walaupun ada passing gradenya, karena formasi yang sudah di tentukan pusat yakni 225 orang untuk sintang, hanya 117 orang yang daftar, jadi ini kesempatan merekalah," tutup lindra. (FJRI/Sg)

Bupati Sintang dr. Jarot Kunjungan Kerja Ke Kupan Jaya

By On February 24, 2019

KALBAR - Bupati Sintang, dr. Jarot Winarno, M.Med.PH, tengah melakukan kunjungan kerja ke Desa Kupan Jaya. Kecamatan Tempunak Sintang, Sabtu (23/02/2019). Perjalanan yang cukup panjang ditempuh oleh Bupati Sintang dan rombongannya.

Beberapa titik jalan menuju bagian hulu Kecamatan Tempunak pun menyebabkan mobil rombongan amblas. Hal itu tak menyurutkan orang nomor satu di Sintang itu untuk mendatangi rakyatnya.

Meski awalnya direncanakan akan menutup turnamen sepak bola Kupan Jaya Cup 2019, namun Bupati dan rombongan tidak dapat menunggu hingga selesai pertandingan final dikarenakan cuaca yang kurang bersahabat dan kondisi jalan yang kurang baik. Sehingga jadwal kunjungan dipercepat.


"Inikan salah satu bentuk pelaksanaan program desa yang dicanangkan Bapak Presiden, pengembangan sarana olah raga desa," kata dr. Jarot.

"Selain itu pembuatan embung, pembentukan BUMDes dan pemilihan produk unggulan desanya, itu kata pak kadesnya sedang dalam proses," lanjutnya.

Lapangan sepak bola yang sudah dilengkapi dengan podium semi permanen dan pagar kayu di Desa Kupan Jaya terlihat ramai sore itu. Ribuan warga dari berbagai desa sekitar tampak memadati pinggir lapangan.

Begitu juga warung-warung warga tampak ramai pengunjung. Roda ekonomi berputar cepat, saat ada kehidupan di sarana olahraga.

Banyak ragam sayur-mayur diperjual belikan di sekitar area lapangan. Sebagian warga juga menjajakan buah-buahan hutan. Bupati Sintang tampak menikmati aneka ragam buah hutan yang disajikan warganya.

"Ini ada pekawai, sejenis durian. Ada buah Embak, seperti manggis. Ada buah Perut Kelik, seperti rambutan kecil, sebesar jari kelingking," kata dr. Jarot.

"Hutan kita memberi sangat banyak hasil bumi, bisa langsung kita nikmati setiap waktu," tambahnya.

Sebagai salah seorang penggemar olahraga sepak bola, Bupati Sintang tampak sangat menikmati pertandingan final tersebut. Laga final ini mempertemukan tim dari Desa Pulau Jaya Pulau Seperanduk Kecamatan Tempunak melawan tim SP2 Solam Raya Kecamatan Sungai Tebelian.

Disela-sela kunjungan tersebut, Bupati Sintang menyempatkan diri meresmikan salah satu warung kopi milik warga. Beliau menyebut inilah bentuk perkembangan dan pertumbuhan ekonomi di kawasan pinggir Sintang.

"Saat ini di Kupan Jaya prioritas pembangunan kita itu soal ketersediaan listrik, sinyal dan jalan," ungkap dr. Jarot dalam wawancara dengan awak media.

Beliau mengilustrasikan bahwa saat ini karna kebutuhan konektivitas daerah bukan lagi tentang jalan antar wilayah tapi juga koneksi komunikasi, maka kebutuhan masyarakat untuk sinyal menjadi tinggi. Adanya handphone menjadikan kebutuhan untuk listrik murah sangat mendesak.

“kita sudah bicara dengan pihak PLN Rayon Sintang, yah kita tunggulah tindaklanjutnya,” ungkap dr. Jarot.

“Soal jalan, ini kita bawa perwakilan dari dinas terkait untuk mengecek langsung, nantinya kita harap dapat perhatianlah, jalan kita ni,” tambahnya.

Anggota DPRD Provinsi KalBar, Krisantus menyampaikan bahwa kegiatan ini penting untuk mengajak masyarakat berkumpul dan memanfaatkan fasilitas desa.

“Kami sangat mendukung perkembangan yang terjadi di daerah-daerah kita khususnya seperti di Kupan Jaya ini,” kata Kris.

“Sebagai wakil rakyat, kami berusaha semampu kami untuk memfasilitasi pembangunan ini, baik itu melalui dialog dengan masyarakat, kita bantu mencarikan solusi dari permasalahan yang terjadi,” tambahnya.

"Untuk tahun ini ada 65 tim yang ikut serta dalam turnamen tuk," kata Conatus,S.Sos selaku kepala Desa Kupan Jaya.

"Tim-tim yang berpartisipasi datang dari berbagai desa di Kecamatan Tempunak, bahkan ada tim dari Kabupaten Melawi dan Kabupaten Sekadau," pungkasnya.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut, Camat Tempunak, Paulinus. Kasat Pol PP, Martin Nandung dan tampak pula perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sintang serta sejumlah OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang. (FJRI/Sg).

Dua Jalan Desa di Kecamatan Cengal Kayu Agung Rusak Parah, Ini Harapan Warga

By On February 24, 2019

GEMA JAKARTA, PALEMBANG - Rusaknya jalan Desa Balam menuju Desa Sungai Jeruju Kecamatan Cengal Kayu Agung, dikeluhkan warga masyarakat sekitar. Pasalnya jalan tersebut sering dilalui pengendara roda dua maupun roda empat yang merupakan jalan satu-satunya menuju Palembang.

Kepada media ini, salah satu warga meminta dan memohon kepada Pemerintah Kabupaten Kayu Agung, Provinsi Sumatera Selatan yakni Gubernur Sumsel beserta Wakil Gubernur maupun seluruh pejabat instansi terkait agar bisa melihat langsung kondisi jalan desa tersebut.

"Kami warga Balam dan warga desa sungai Jeruju, memohon kepada Gubernur Sumatera Selatan yang kami cintai dan kami banggakan yaitu H. Hermanderu agar bisa turun melihat nasib jalan kami yang melebihi kubangan kerbau," ungkap warga.


Beberapa warga Desa Balam dan juga warga Desa Sungai Jeruju sepertinya sangat mengharapkan agar jalan satu-satunya penghubung Desa Sungai Jeruju menuju Balam untuk bisa dioerbaiki dan juga berharap untuk memantau pembangunan di desa Sungai Jeruju dan Desa Balam.

Dalam rilis yang diterima Redaksi, melalui pesan WhatsApp, Sabtu (23/2/2019). Tampak terlihat sebuah kendaraan roda empat yang terkena lumpur atau terblok saat melintasi jalan yang tengah rusak parah seperti kubangan.

Hingga berita ini diturunkan, warga berharap melalui media ini bisa sampai kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan hingga Pemerintah Republik Indonesia yakni Bapak Presiden RI, "Siapa tahu jalan tersebut bisa dibangun sesuai yang kami harapkan," pungkasnya kepada media ini. (FJRI/MUL)

Puluhan Relawan Prabowo Sandi Hadir di Rumah Aspirasi

By On February 23, 2019

GEMA JAKARTA, JAKARTA - Dialog Kebangsaan rutin mingguan di rumah Aspirasi Jl. Cut Mutiah 18 Menteng Jak-Pus  ramai diikuti para relawan Prabowo Sandi, Dialog kali ini dengan tema Penegakan hukum dan Kepemimpinan yang diinisiasi oleh Gerakan Kebangsaan (GK) ini, juga turut di rasakan oleh para undangan sangat menarik, hal tersebut menjadi ajang keilmuan para relawan dan tamu undangan, Sabtu (23/2/19).

Puluhan Relawan Prabowo Sandi hadir bersama para tokoh, turut hadir narasumber kompeten pada bidangnya. Panitia penyelenggara membenarkan adanya antusiasme relawan dan tamu dari berbagai kalangan profesi.

“Alhamdulillah tadi ada kunjungan dari teman-teman relawan prabowo, dalam rangka mencerahkan pemahaman arti pentingnya sebuah kepemimpinan dan penegakan hukum serta perubahan menghadapi pemilu serentak yang digelar April 2019 mendatang” ujar  Sayed ketua panitia dialog kebangsaan.


Sayed menambahkan bahwa kita memiliki hak yang sama untuk mendapatkan informasi dan pencerahan terkait Pemilu 2019 dalam mencari sosok pemimpin.

“Kami apresiasi ada Relawan  yang bertujuan sangat mulia, kita semua berharap nantinya bisa memilih sesuai hati nurani dan tidak salah dalam memilih, Insya Allah biasanya tingkat partisipasi pemilih sampai 100%, dan kami akan terus berjuan agar menggunakan hak pilihan tepat untuk pemenangan Prabowo Sandi,” pesan Andi, Ketua Umum Gerakan Kebangsaan (GK).

Sementara narsum dari Advokat, Nasrullah mengatakan bahwa pihaknya turut terbuka untuk sebuah pencerehan mendapatkan yang terbaik terkait pemilu.

“Para masyarakat  dari tahun ketahun biasanya tingkat partisipasinya tinggi, oleh karenanya mereka memiliki hak mendapatkan pencerahan agar tidak salah mencoblos atau menciptakan suara tidak sah, oleh karenanya kami bersama Relawan  guna memastikan dan memberikan pencerahan kepada relawan dan warga masyarakat,” kata Bang Andi sapaan akrabnya.

Kegiatan dialog berlangsung sukses dan kondusif, terlihat antusias dari relawan ketika mengikuti dan berdiskusi terkait Penegakan hukum dan Kepemimpinan demokrasi Indonesia.

Pewarta : Sutisna dan Ki Bule

 KAPPIJA-21 Siap Menggelar ‘Workshop on Youth Challenges and Opportunities in Development’ di UMJ

By On February 23, 2019

Gema Jakarta, Jakarta – Keluarga Alumni Program Persahabatan Indonesia-Jepang Abad 21 (KAPPIJA-21) akan menggelar sebuah acara workshop yang diberi nama _‘Workshop on Youth Challenges and Opportunities in Development’_ di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Event pendidikan yang dilaksanakan bekerjasama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) itu rencananya berlangsung pada Selasa, 26 Februari 2019.

Hal tersebut disampaikan oleh Presiden KAPPIJA-21, Mulyono Lodji kepada media ini melalui pesan WhatsApp-nya, Sabtu (23/02/2019). “Dalam waktu dekat kita akan menyelenggarakan acara ‘Workshop on Youth Challenges and Opportunities in Development’ di UMJ,” jelas Bang Moel, sapaan akrabnya kepada pewarta media.

Menurut Mulyono, acara tersebut juga didukung penuh oleh Kedutaan Besar Jepang di Indonesia. “Di samping JICA, acara kita ini juga didukung oleh Kedubes Jepang. Bahkan nanti di acara ini, Dubes Jepang akan hadir memberikan sambutan sekaligus membuka acara tersebut. Juga, beliau akan memberikan presentase sebagai keynote speaker,” imbuh alumni program JICA tahun 1999 itu.

Sementara itu, melalui Sekretaris Jenderal KAPPIJA-21, Wilson Lalengke, didapatkan informasi bahwa acara workshop ini merupakan rangkaian kegiatan KAPPIJA-21 dalam rangka ikut menyemarakkan peringatan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia dengan negara Jepang, tahun 2018 yang baru saja berlalu. Sebagaimana diketahui, KAPPIJA-21 bersama JICA dan beberapa pihak lainnya telah menyelenggarakan _Essay Contest on Indonesia-Japan Friendship_ atau lomba menulis tentang hubungan persahabatan Indonesia-Jepang. “Jadi, acara workshop ini juga sekaligus merupakan ajang pemberian penghargaan kepada para pemenang lomba dan semua peserta lomba,” ujar Wilson Lalengke yang dikenal juga menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI).

Lebih lanjut Wilson menjelaskan bahwa walaupun dalam waktu yang sangat singkat, namun tidak kurang dari 50-an orang telah mengirimkan naskah essay-nya dalam lomba yang dimulai 10 Desember 2018 hingga 24 Januari 2019 tersebut. Secara rinci, alumni JICA tahun 2000 itu menginformasikan nama dan judul essay para pemenang lomba, sebagai berikut:

A. Pemenang Kategori Mahasiswa

JUARA I: Adzkia Rahma Sakinah, Universitas Airlangga Surabaya, FISIP, Ilmu Hubungan Internasional, Semester VIII, judul essay: Pasang-Surut 60 Tahun Kerjasama Ekonomi Jepang dan Indonesia: Stabil Sudah, Mandiri Belum.

JUARA 2: Faisal Fajri, Universitas Airlangga Surabaya, FISIP, Ilmu Komunikasi, Semester IV, judul essay: Eksistensi Budaya Populer dan Festival Budaya Jepang Sebagai Keberhasilan Diplomasi Budaya Jepang di Indonesia.

JUARA 3: Bambang Prasetyo, Universitas Maritim Raja Ali Haji, FISIP, Sosiologi, Semester VIII, judul essay: Membangun Ekonomi Seperti Cinta Lama Bersemi Kembali.

B. Pemenang Kategori Umum

JUARA I: Susanti Sundari, AT., MM, Universitas Tulang Bawang, Fakultas Teknik, Program Teknik Industri, judul essay: Bersahabat dengan Jepang persiapkan SDM Unggul Era Industri 4.0.

JUARA 2: Ammara Khaulani Laudzina Iskandar, MAN 2 Surakarta, judul essay: Pahlawanku, Pahlawanmu, Pahlawan Kita.

JUARA 3: Belinda Devina, Ibu Rumah Tangga, Surabaya, judul essay: Popularitas Fictional Items pada Serial Kartun Jepang di Indonesia.

Berita terkait: https://radarbangsa.co.id/ayo-ikutilah-essay-contess-2018-2019-kappija-21/

Kepada seluruh peserta lomba, tambah Wilson, akan diberikan piagam penghargaan atas partsipasinya mengirimkan naskah-nya. “Secara jujur, hasil karya para peserta semuanya bagus-bagus dan berkualitas dari sisi isi dan pesan yang ingin disampaikan. Dewan juri cukup kesulitan menentukan pemenang. Kepada para peserta diucapkan terima kasih, KAPPIJA-21 akan menyediakan piagam penghargaan. Kepada para pemenang, kami ucapkan selamat. Silahkan hadir di lokasi acara workshop pada tanggal 26 Februari mendatang untuk menerima hadiahnya langsung dari JICA dan Dubes Jepang,” imbuh alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 itu.

Bagi rekan-rekan media dan pewarta warga serta masyarakat pemerhati pendidikan yang ingin hadir, meliput, dan mengikuti workshop yang mengambil sub tema: _‘Building Awareness on Environment, Education and Culture’_ ini, berikut informasi lengkap terkati waktu dan alamat acara:

Nama acara: _Workshop on Youth Challenges and Opportunities in Development: Building Awareness on Environment, Education and Culture and Appreciation for Winners of Indonesia-Japan Essay Contest JFY 2018;_

Hari/tanggal: Selasa, 26 Feb 2019;

Pukul: 08.00 - 14.00 WIB;

Tempat: Gedung Fisip lt.4, UMJ, Jl. KH. Ahmad Dahlan, Cirendeau, Ciputat, Jakarta Selatan, DKI Jakarta;

Narasumber: Kedubes Jepang, JICA, UMJ, dan KAPPIJA-21. (APL/Red)

Warga Masyarakat Antusias Sambut Festival Olahraga Rakyat (FOR) di Kelurahan Tanah Sereal

By On February 23, 2019

GEMA JAKARTA, JAKARTA - Camat Tambora Djaharuddin didampingi Lurah Tanah Sereal Suharti, tengah membuka resmi acara Festival Olahraga Rakyat (FOR) Sepanjang Tahun 2019 Tingkat Kelurahan di Lapangan Halaman Kantor Kelurahan Tanah Sereal, Tambora, Jakarta Barat, Sabtu (23/2/2019).

Dalam sambutannya, Camat Tambora Djaharuddin menyampaikan bahwa Festival Olahraga ini diikuti oleh 15 tim dari seluruh RW SeKelurahan Tanah Sereal mulai dari tingkat SD, SMP dan tingkat SMA.

"festival Futsal ini akan digelar selama dua hari, nanti yang menjadi pemenang ditingkat Kelurahan akan dikirim untuk mengikuti Festival Olahraga Rakyat tingkat Kecamatan Tambora, Jakarta Barat," ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Lurah Tanah Sereal Suharti, bahwa Festival Olahraga Rakyat sepanjang tahun ini adalah salah satu program unggulan Gubernur DKI jakarta Anies Baswedan. Selain mengolahragakan rakyat juga mempererat tali silaturahmi dan sebagai tempat interaksi antar sesama warga masyarakat.

"Saya menyampaikan ucapan terimakasih kepada masyarakat Kelurahan Tanah Sereal beserta jajarannya yang telah mendukung terselenggaranya Festival Olahraga Rakyat ini mulai dari seleksi tingkat RT hingga ke tingkat RW," ungkap Lurah Tanah Sereal Suharti.

Suharti juga mengingatkan kepada para peserta agar tetap menjunjung tinggi sportifitas dalam bermain, "Saya berharap dengan adanya Festival Olahraga ini kedepan akan dapat menciptakan bibit atlet sepakbola yang berprestasi baik nanti di tingkat Kecamatan maupun timgkat Kota," harapnya.

Suharti berpesan kepada para peserta harus siap menang siap kalah. Mereka juga harus menjunjung sportifitas, sebab dalam pertanding kalah dan menang sudah biasa yang penting harus tetap jaga keakraban dan kerukunan serta saling menahan amarah dari setiap perselisihan.

Hingga berita ini dilansir, dalam Festival Olahraga Rakyat dengan kategori Futsal tersebut, menghadirkan seorang wasit perempuan dari salah satu Universitas Negeri Jakarta (UNJ). kegiatan ini selain sebagai ajang silaturahni juga untuk mencari bibit-bibit unggul di bidang olahraga sepak bola. (Lth)

Sumber : Pewarta Tambora

Cukup Sudah Kesusahan Kami, Ini Cerita Pengalaman Hamdani

By On February 21, 2019

Gema Jakarta, JAKARTA - Buat para generasi milenial, yang lahir tahun 1990 - 2000 an, atau yang belum pernah merasakan sakitnya di jaman Soeharto kala itu. Atau ada yang belum pernah merasakan gaji orang tua yang hanya Rp. 20.000 per bulan, SPP meskipun Rp. 2.000 nunggak berbulan-bulan, beras meskipun Rp. 500 per kg tapi tidak terbeli diganti makan gaplek dan tiwul.

Bahkan bagi anda yang belum merasakan TV 1 biji ditonton 1 RT. Yang belum merasakan usaha orang tua yang hasilnya dirampas atau dibeli murah, yang belum merasakan punya tanah atau rumah bersertifikat sah dicaplok dan digusur semena-mena.

Kalian belum pernah merasakan takutnya berbicara, berpendapat dan mengkritik pemerintah. Kalian belum pernah merasakan susahnya mengurus surat menyurat, pungli dan korupsi ada di mana-mana.


Kami, generasi ayah dan paman-paman atau bibi-bibimu, yang lahir di tahun 1980 ke belakang, sangat-sangat merasakan susahnya hidup di jaman Orde Baru. Orang-orang yang ada dibalik Prabowo adalah orang-orang yang ingin mengembalikan sistem Orde Baru.

Cukup sudah kesusahan kami, generasi ayah dan ibumu yang merasakannya, jangan sampai terulang lagi.

Pikirkan lagi jika pilihanmu sementara ini adalah capres nomor 02. Jangan hanya terpesona dengan ganteng dan gagahnya, jangan terpesona hanya dengan gaya bicaranya yang meledak-ledak. Jangan terpesona dengan janji-janji manis program yang tidak masuk akal.

Jangan terpesona dengan balutan religius. Lihat track record rekam sejarah dari sumber-sumber berita lama yang bisa dipercaya. Lihat siapa-siapa pendukung-pendukung di belakangnya.

Sekali lagi cukup sudah kami yang susah, jangan lagi terulang padamu. Gunakan hati nuranimu dalam memilih.

Anak Indonesia....

#jokowi2priodewajib

Oleh : Hamdani

Bupati Sintang Jarot Winarno Hadiri Cap Go Meh di Terminal Induk Sungai Durian Sintang

By On February 20, 2019

Gema Jakarta, SINTANG - Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno tengah membuka acara perayaan Cap Go Meh 2570 Imlek tahun 2019 di terminal Induk Sungai Durian, Kota Senentang, Selasa (19/2/2019) malam.

Selain dihadiri Ribuan warga Masyarakat Kota Senantang, hadir pula Kasrem 121 Alam Bana Wana Wae, Anggota DPRD kalbar H. Lutfi Adi, Dandim 1205 Sintang, Wakapolres, Anggota DPRD sintang Hermanto Aci, Forkopimda, OPD, Tokoh Masyarakat, Pengurus MABT Kab Sintang juga para undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Sintang Jarot menyampaikan, bahwa perayaan Cap Go Meh ini merupakan hari terakhir perayaan imlek, dan saya sangat bangga dengan persatuan dan kesatuan masyarakat dalam menjalin persaudaraan di Kota Senentang ini, yang nyata selalu kita rasakan.


"Malam ini saya bisa melihat secara langsung dan merasakan perayaan Cap Go Meh ini tidak saja hanya dinikmati masyarakat Tionghoa, namun juga komponen bangsa yang ada di Kabupaten Sintang, dan ini harus kita akui bahwa perbedaan, keragaman itu sesuatu yang indah dan itu bukanlah masalah apabila kita saling menghargai, saling menghormati, dan kita memperkuat persatua kesatuan kita, ini merupakan modal sosial kita untuk membangun dan buat apa merdeka kalau tidak bersatu," ungkap Bupati Sintang.

Bupati Sintang juga menjelaskan, bahwa kita juga harus menyadari pemerintaj telah memberikan kebebasan seluasnya kepada masyarakat untuk merayakan hari besar keagamaannya, hari besar budayanya dengan dicabutnya Inpres nomor 167 dan tidak dikeluarkannya Inpres tahun 2000 mengenai kebebasan ini dan ini diberlakukan kepada semua komponen bangsa yang ada di Indonesia.

"Bahwa masyarakat Tionghoa juga sama dengan kita saudara-saudara kita juga, sama sungainya diminum, sama buminya dipijak, sama aturannya, sama tulang,  sama darahnya merah putih, jadi itulah yang memaknai bahwa kita ini bangsa Indonesia,  dalam rangka merajut kesatuan dan persatuan," bebernya.


H. Jarot juga menambahkan, karena sejak Indonesia lahir dan sebelum merdeka kita sama-sama mengisi kemerdekaan ini, sehingga semua komponen bangsa juga mempunyai andil yang sama, untuk menjaga, mengisi kemerdekaan tanah air kita Indonesia yang kita cintai ini.

Ditempat sama Ketua Panitia Pelaksana Perayaan Cap Go Meh Appin mengatakan, bahwa perayaan Cap Go Meh yang dirayakan ini merupakan kegiatan rutin tahunan masyarakat Tionghoa, guna merajut persatuan dan kebersamaan kita sebagai masyarakat Indonesia di Kabupaten Sintang.

"Pada tahun 2019 ini kita membawa tema Keberagaman Merajut Persatuan dan Persaudaraan, Suku, Agama dan Budaya kita yang ada di Kabupaten Sintang," ujarnya.


Dikatakannya, pada perayaan Cap Go Meg 2570 Imlek / 2019 M yang dilaksanakan di Terminal Induk Sungai Durian tadi malam yang secara langsung dihadiri dan dibuka oleh Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno tersebut cukup meriah.

"Diwarnai hiburan para penyanyi dari Jakarta, kembang api, serta ditandai dengan penyerahan secara simbolis bantuan 1 persil tanah seluas 739 M2 dan Dana Sebesar 100 juta dari Pemerintah Kabupaten Sintang kepada Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) kab Sintang," pungkasnya. (fjri/sg)

Hadiri Istighotsah Kubro dan Haul Shohibul Ijazah di Suak Labu, Ini Pesan Amir Sakib

By On February 20, 2019

Gema Jakarta, KUALA TUNGKAL - Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat  Drs.H. Amir Sakib hadiri acara istighotsah kubro ke-XIX dan Haul Shohibul ijazah Ke-XIII Majelis Taklim Syamsida al-ihsan di Desa Suak Labu, Kecamatan Kuala Betara, Selasa (19/02)

Wabup Amir  Sakib dalam sambutannya menyampaikan kepada masyarakat Desa Suak Labu, bahwa istighotsah dalam rangka berdoa dan memuji kebesaran Allah Swt.

"Bersama para ulama mari kita bermunajat kepada Allah Swt, untuk menjaga ummat, daerah, bangsa dan negara jauh dari malapetaka," ujar Wabup Amir Sakib.

Selain itu, Wabup menyampaikan, atas nama pribadi dan Pemerintahan Kabupaten Tanjab Barat menyambut baik dan mengapresiasi pelaksanaan Istighotsah Kubro dan Haul Shohibul Ijazah.

"Dengan mengadakan istighotsah ini semoga apa yang kita cita-citakan dan kita pinta dikabulkan oleh Allah Swt," tambah Wabup.

Sebelum mengakhiri sambutan Wabup berharap melalui momentum pelaksanaan istighotsah berdoa kepada Allah dan memohon perlindungan karena saat ini tengah menghadapi tantangan-tantangan Attahadiyyat, baik tahhadiyyat haridiyah (tantangan dari luar) serta tahhadiyyat dakhiliyyah (tantangan dari dalam).

"Mari kita memohon perlindungannya karena kita tengah menghadapi tantangan dari luar berupa pengaruh global yang menyangkut politik, ekonomi serta tantangan dari dalam yaitu kelompok-kelompok yang ingin merusak," kata Wabup.

Selanjutnya, acara Istighotsah diisi dengan ceramah  yang disampaikan oleh abah Abdul Bashir.

Turut hadir dalam acara istighotsah dan haul shohibul Anggota DPRD Tanjabbar, Camat Kuala Betara, Kades Suak Labu, Ketua Nahdatul Ulama Tanjabbar, serta para alim ulama, tuan guru, tokoh masyarakat serta tamu undangan lainnya. (fjri/rt)

Bupati Tanjung Jabung Barat Buka Rapat Forum Perangkat Daerah

By On February 19, 2019

Gema Jakarta, KUALATUNGKAL -  Setelah selesai pelaksanaan Musrenbang dilakukan di semua Kabupaten/Desa di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, dilakukan rapat koordinasi teknik pembangunan.

Kegiatan yang dilangsungkan di Aula Bappeda Tanjab Barat, dihadiri langsung oleh Bupati, DR Ir H Safrial MS sekaligus membuka Rapat Forum Perangkat Daerah.

Pada kesempatan ini Bupati mengatakan agar semua OPD dan Pimpinan di Daerah,  pendekatan partisipatif, forum OPD sebagai wadah untuk melakukan sinergitas antara usulan kegiatan yang bersifat spasial dan sektoral.

Hal ini disampaikan Bupati Tanjung Jabung Barat Dr. Ir H. Safrial MS membuka rapat koordinasi teknik pembangunan sekaligus membuka secara resmi Forum Perangkat Daerah yang digelar di Aula Kantor Bappeda. Selasa (19/2).

Bupati menjelaskan, Forum perangkat Daerah ini merupakan salah satu tahap lanjutan dari rangkaian penyusunan rancangan rencana kerja dan RKPD Tanjung Jabung Barat. Sebelumnya juga telah dilakukan musrenbang desa/kelurahan dan kecamatan dengab berbasis E-Planning.

Menurutnya forum perangkat daerah ini merupakan wahana antara pihak-pihak yang menerima dampak dari progran serta kegiatan OPD sebagai bentuk perwujudan pendekatan partisipatif perencanaan pembangunan daerah.

"Selain itu forum OPD ini juga untuk mempertajam indikator serta target program dan kegiatan OPD," ujar Bupati.

Dihadapan peserta rapat yang dihadiri oleh anggota dewan, Asisten Administrasi Umum dan Kesra, Kepala Bapeda dan Kepala OPD lainnya, Bupati menegaskan, pelaksanaan forum OPD ini harus menggunakan pendekatan partisipatif dan pendekatan teknokratis.

Bupati berharap dengan pendekatan partisipatif dapat menjadikan forum OPD ini sebagai wadah untuk melakukan sinergitas antara usulan kegiatan yang bersifat spasial dan sektoral.

Sedangkan melalui pendekatan teknokratis Bupati berharap lebih fokus pada data dan ukuran pencapaian teknis yang dikembangkan OPD.

"Kepada seluruh OPD untuk menyempurnakan rencana kerja agar lebih mengakomodir program dan kegiatan kecamatan, desa dan kelurahan," ujar bupati mengingatkan.

Sementara itu kepada Camat, bupati berharap agar dapat mendengar langsung arah kebijakan program dan kegiatan OPD serta memberikan masukan dan usulan kegiatan untuk mengatasi persoalan yang ada di wilayah kecamatannya. (fjri/rita)

Kadis LH Wakili Bupati Sintang Buka Sosialisasi Aturan Pungutan PNBP

By On February 19, 2019

Gema Jakarta, SINTANG - Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Drs.  Akhmad Darmanata, MM mewakili Bupati Sintang, dr. Jarot Winarno, M.Med.PH membuka sosialisasi aturan pungutan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor Kehutanan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sintang, Selasa (19/02/2019).

"Kita pernah dengar kasus petugas yang menjalani kasus hukum memungut iuran di kawasan konservasi, nah kita tidak ingin hal itu terjadi di kabupaten Sintang, untuk itulah kita perlu tahu dan dengar tentang aturan-aturan terkait," kata pria yang akrab disapa Nata ini. "Kita mau, masyarakat kita tertib aturan dalam mengelola kawasan taman wisata alam kita, seperti Kelam," tambahnya.

Secara khusus sosialisasi ini membahas tentang pungutan PNBP di kawasan konservasi. Materi sosialisasi disampaikan oleh Bagian Teknik dan Kerjasama Teknis Direktorat Jendral Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat, Sadtata Noor Adirahmanta, S.Hut.,M.T. menyampaikan bahwa tujuan sosialisasi ini dalam rangka mengoptimalkan PNBP di sektor Kehutanan.


"Kita semua ingin mengetahui aturan hukum khususnya tentang pungutan di kawasan wisata alam supaya teknis kerja dalam hal memungut iuran tidak menjadi batu sandungan dalam kerja kita selaku pelaksana konservasi dan Dinas Pariwisata," kata Noor. "Kebetulan Kabupaten Sintang memiliki kawasan taman wisata alam, yaitu taman wisata alam Bukit Kelam," tambahnya lagi.

Agus Suprianto, Kepala bagian hukum, kerjasama dan teknik Sekretariat Direktorat Jendral Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyampaikan sekilas aturan-aturan yang menaungi pengaturan pungutan dan iuran di kawasan konservasi.

"Kabupaten tidak memiliki kewenangan atas sektor kehutanan ya, hanya saja di kabupaten ada perwakilan balai yang akan bekerjasama dengan Pemda untuk mengurus aturan PNBP sektor kehutanan yang ada di Sintang ini," papar Agus. "Bentuk PNBP yang ada itu kan bentuknya, pungutan karcis masuk dan iuran," tambahnya.

"Untuk urusan pungutan dan iuran ini, kepala balai hanya bisa menyimpan dana pungutan selama 2x24 jam lalu harus disetor ke kas negara, dan tata caranya pun sudah diatur di dalam undang-undang," ungkap Agus lagi. "Pungutan masuk hutan wisata, taman nasional dan taman hutan rakyat merupakan penerimaan dari pemanfaatan jasa lingkungan. Termasuk pungutan terhadap pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar, " sambungnya.

"Taman wisata alam Bukit kelam,, itu aturan besaran karcis sudah diatur dalam peraturan presiden, di atur oleh pusat. Karna masuk d rayon III di aturannya, karcis pungutan masuknya itu Rp5.000,- tidak boleh lebih dari itu ya," kata Agus.

Turut hadir dalam kegiatan sosialisasi tersebut, Dr. Hendrika Ika, Kadis Pemuda, Olahraga dan Pariwisata. Perwakilan dari Kecamatan Kelam Permai dan sejumlah instansi terkait yang ada di lingkungan Pemda Sintang (fjri/Sg)

Kunker Ke Sintang, Menhub Tinjau Jalan Masuk Bandara Tebelian

By On February 19, 2019

Gema Jakarta, SINTANG - Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi yang di dampingi oleh Anggota DPR RI Komisi V, Lasarus melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sintang dengan agenda meninjau kegiatan karya bhakti sekaligus juga meninjau fasilitas bandar Udara Tebelian Sintang, di Kecamatan Sungai Tebelian, Kabupaten Sintang, pada Senin (18/2/19) siang.

Kedatangan Menhub dan Anggota DPR RI tersebut di Bandar Udara Tebelian di sambut langsung Bupati Sintang, H. Jarot Winarno yang didampingi Wakil Bupati Sintang, Askiman, Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah serta unsur Forkopimda Kabupaten Sintang, para Asisten yang ada dilingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang, para pimpinan OPD yang ada dilingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang.

Usia penyambutan di dalam bandara tebelian, Menteri Perhubungan, Anggota DPR-RI Komisi V beserta Bupati Sintang, Wakil Bupati Sintang, jajaran forkopimda dan pimpinan OPD , rombongan langsung menuju lokasi kegiatan karya bhakti yang berada tepat di depan gerbang pintu masuk Bandar udara Tebelian dan sekaligus melihat kondisi jalan masuk bandar udara tebelian.

Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa Pemerintah Pusat melalui Nawacita Presiden Republik Indonesia menginginkan bahwa semua daerah bisa saling terkoneksi, “secara makro bahwa Indonesia ini besar sekali, dengan demikian sesuai Nawacita Presiden Republik Indonesia yaitu konektivitas, yang memiliki arti menghubungkan satu daerah ke daerah lain, saya sebagai pembantu, perantara, diharuskan menghubungkan itu”, kata Menhub



Menurut Menhub bahwa pembangunan tidak hanya di pulau jawa tetapi membangun keseluruh Indonesia, “jadi itu kita sebut dengan namanya Indonesia centries yang artinya kami membangun ke seluruh Indonesia, dengan hal ini maka kita akan mempersatukan NKRI menjadi suatu kenyataan”, tuturnya.

Menhub mengungkapkan bahwa Kabupaten Sintang merupakan Kabupaten yang terletak di tengah pulau Kalimantan yang perlu diperhatikan dengan baik oleh Pemerintah Pusat, “Sintang adalah salah satu daerah yang ditengah Kalimantan yang sebelumnya saya tidak tahu dan agak sulit untuk mencapainya dari Pontianak dengan waktu tempuh melalui darat kurang lebih juga 6 sampai 8 jam , Sintang kita perlihatkan bahwa Pemerintah Pusat itu konsen”, ungkapnya.

“saya datang ke Sintang itu setelah melakukan Kunker di Kota Singkawang, disana saya membangun bandar udara baru, kemudian saya terbang ke Sintang melihat kondisi bandara disini, kemudian saya besok ke Kabupaten Kayong Utara untuk melihat pembangunan bandar udara yang baru juga, jadi beberapa tempat di Kalbar akan dipersatukan, akan terkoneksi melalui jalur udara”, jelas Menhub.

Menteri Perhubungan juga menambahkan bahwa persoalan terkait jalan masuk bandar udara tebelian merupakan tanggung jawab Pekerjaan Umum, “infrastruktur pendukung seperti kondisi ruas jalan masuk ke Bandar Udara Tebelian itu nanti tanggung jawabnya dari pihak Pekerjaan Umum”, tambahnya.

Selain itu juga, Anggota DPR-RI Komisi V, Lasarus, menanggapi terkait jalan masuk menuju bandar udara Tebelian, “sebenarnya tahun ini sudah kita anggarkan dan sudah disiapkan sebesar 15 Miliar Rupiah untuk akses jalan masuk ke bandara ini, tetapi menyangkut masalah aset, yaitu status jalan masuk bandara ini adalah milik Pemkab Sintang dan belum dihibahkan ke Pemerintah Pusat, maka pada aset Pemda keuangan APBN tidak boleh masuk ke wilayah aset milik Pemda”, kata Lasarus.

Menurut penjelasan Lasarus untuk dapat menjadi status jalan Pusat, Pemda Sintang harus menghibahkan jalan masuk bandar udara tebelian ini, “selesaikan dulu hibahnya itu, kemudian pak Menteri datang kesini selain melihat kegiatan karya bhakti juga melihat jalan masuk ini, harapannya nanti agar menjadi jalan status strategis nasional karena ini merupakan salah satu objek-objek vital”,  tuturnya.

Kemudian, Bupati Sintang, Jarot Winarno menyampaikan harapannya kepada pihak Menhub dan Dirjen untuk dapat menghubungkan Sintang dengan kota di pulau Jawa, “bandara kita saat ini memiliki runway 1.800 meter, kemudian tahun ini masuk overlay landasan pacunya supaya aman untuk pesawat jenis ATR, tadi Menhub dan Dirjen bilang ke saya kita harus clean dan clear 3000 Meter paling tidak landasan pacu menjadi 2200 meter, jadi saya minta yang utama adalah konektivitas, terutama konektivitas Sintang ke daerah pulau Jawa”, kata Jarot.

Menanggapi persoalan infrastruktur dan kepemilikan status jalan masuk ke Bandar Udara Tebelian, Bupati Sintang minta mematangkan perencanaannya dulu, “terkait proses jalan masuk ke Bandara, pada prinsipnya pertama adalah jalan masuk bandara itu harus dihibahkan ke Pemerintah Pusat, tapi yang sedang dibahas saat ini adalah bagusnya kemana, apakah ke Departemen Perhubungan atau Ke Kementrian PUPR, karena akses untuk kawasan strategis nasional kementrian PUPR boleh ambil alih, tapi nanti kita matangkan dulu, masih dalam tahap perencanaan untuk hibahnya”, tambahnya. (fjri/lg)

Panen Raya Jagung di Blora, Kementan Fasilitasi Kerjasama Petani dan Peternak Ayam

By On February 19, 2019

Gema Jakarta, Blora - Meski lokasinya berbukit-bukit, namun hamparan jagung nan luas sejauh mata memandang terlihat sangat subur dan bernas. Pemandangan yang menggembirakan itu terhampar saat Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita bersama dengan Bupati Blora menghadiri acara panen raya jagung di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, tepatnya di Lokasi Hutan Perhutani RPH Kalisari Jati Gong Desa Jatiklampok Kecamatan Banjarejo, Blora, Selasa (19/02).

Pada kesempatan tersebut, Dirjen PKH I Ketut Diarmita mengatakan bahwa kehadirannya dalam acara panen raya jagung ini, ditugaskan langsung oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk mengawal dan menjembatani  kerjasama pemanfaatan jagung hasil panen raya petani oleh peternak ayam, melalui peran Bulog sebagai fasilitator petani dan peternaknya.

"Petani yang harus kita bina di sini ada dua, yaitu petani jagung dan peternak ayam, sedangkan kami pemerintah ini di tengah-tengah mereka yang harus mengayomi keduanya," kata Dirjen I Ketut Diarmita.

Dirjen juga menjelaskan bahwa dalam pakan unggas, jagung merupakan komponen penting karena berkontribusi sekitar 40-50 persen dalam formulasi pakan, sehingga menurutnya ketersediaan jagung sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan usaha peternakan.

Berdasarkan data prognosa jagung tahun 2018 dari Badan Ketahanan Pangan bahwa total penggunaan jagung di Indonesia sebesar 15,58 juta ton dan sekitar 66,1 persen atau 10,3 juta ton untuk memenuhi kebutuhan industri pakan dan peternak ayam petelur (layer) mandiri.

I Ketut menuturkan, jika produksi pakan tahun 2018 sekitar 19,4 juta ton, maka setidaknya dibutuhkan jagung 7,8 juta ton untuk industri pakan ditambah 2,5 juta ton untuk peternak mandiri. Sedangkan di 2019, industri pakan memerlukan 8,59 juta ton dan peternak mandiri 2,9 juta ton. Hal ini menurutnya dapat menjadi pendorong bagi berkembangnya agribisnis jagung di Indonesia dalam rangka peningkatan produksi dan kesejahteraan petani sekaligus sebagai motor penggerak pembangunan di pedesaan.

Kabupaten Blora merupakan salah satu sentra jagung Jawa Tengah, terbesar kedua setelah Kabupaten Grobogan. Dengan panen jagung ini, I Ketut Diarmita berharap para petani dapat menyuplai kebutuhan jagung bagi peternak, baik yang berada di wilayah Blora maupun di kabupaten lainnya. I Ketut berharap petani jagung dan peternak ayam mandiri dapat menikmati masa panen raya jagung saat ini melalui mekanisme distribusi dan tata niaga yang baik.

Pada kesempatan tersebut, Dirjen PKH I Ketut Diarmita juga mempertemukan langsung peternak ayam mandiri Solo dengan petani jagung Blora. Ini langkah konkret memberi kepastian pasar kepada petani dan peternak yang diwujudkan dalam kesepakatan kerjasama penyerapan jagung antar kedua belah pihak. “Kesepakatan pembelian jagung petani oleh peternak, dengan Bulog berada di tengahnya, mengatur penyerapan jagung dan pasokan dari Blora ke Solo," imbuh I Ketut Diarmita.

Sebagai salah satu sentra ternak ayam petelur di tanah air, kebutuhan peternak Solo, Jawa Tengah, akan jagung sebagai bahan pakan sangat tinggi. Untuk itu, Dirjen PKH mengharapkan saat panen raya seperti ini harga jagung di petani tetap terjaga, tidak turun drastis, petani untung dan peternak juga memperoleh harga yang wajar, sehingga keduanya sama-sama untung.

Lebih lanjut I Ketut menjelaskan dasar aturan yang digunakan sebagai pedoman harga jagung adalah Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 96 Tahun 2018 Tentang Harga Acuan Pembelian di Tingkat Petani dan Harga Acuan Penjualan di Tingkat Konsumen. Dalam Permendag ini harga pembelian jagung di tingkat petani dengan kadar air 15% sebesar Rp. 3.150/kg dan harga acuan penjualan di industri pengguna (sebagai pakan ternak) Rp 4.000/kg.

Pada acara ini dilakukan penandatanganan kesepakatan kerjasama antara petani dan gabungan kelompok tani (gapoktan), para perusahaan pabrik pakan (feed meal), dan peternak ayam petelur (layer) mandiri yang disaksikan oleh Satgas Pangan dan Bulog Divre Jateng.

_*Jadi Sentra Jagung, Bupati Blora Undang Investor Bangun Pabrik Pakan*_

Di Lokasi yang sama, Bupati Blora Joko Nugroho menyampaikan bulan Februari dan Maret ini merupakan puncak panen raya jagung di Kabupaten Blora. Meskipun, menurutnya, pada akhir bulan Januari petani sudah banyak memanen jagungnya.

Laporan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Blora menyebutkan luas panen pada awal tahun ini (Januari-Maret) 26.977 Ha. 21.051 Ha sudah masuk data Statistik Pertanian, dan selebihnya 5.926 di lahan hutan belum masuk data Statistik Pertanian. Produksi jagung mencapai 157 ribu ton.  Pada tahun 2018 luas panen jagung di Kabupaten Blora 70.319 Ha yang tersebar di 16 Kecamatan, dengan rata-rata produktivitas 5,8 ton per Ha.

Lebih lanjut Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Blora melaporkan bahwa luas panen jagung tahun 2018 seluruh Kecamatan Banjarrejo sendiri 2.548 Ha (luas panen Februari 1.388 Ha dan Maret 1.215 Ha), dengan produktivitas 7 – 7,5 ton per hektar. Sedangkan luas hamparan jagung di lokasi acara panen saat ini 160 Ha dari total 300 Ha yang dimiliki oleh beberapa kelompok tani.

"Saya berharap harga jagung di tingkat petani saat ini untuk pipil basah dengan Kadar Air (KA) 33% dapat mencapai Rp. 2.800 per kg, sehingga petani masih untung," ucap Bupati Blora Joko Nugroho.

Bupati selanjutnya juga berharap agar pengusaha berminat membangun pabrik di wilayahnya. "Saya berharap para perusahaan pabrik pakan (feed meal) yang hadir di sini ada yang tertarik untuk mendirikan pabrik pakan di sini, sehingga lebih mendekatkan antara produsen jagung dengan pabrik pakan yang dapat langsung menyerap jagung petani, sehingga lebih efisien," harap Joko Nugroho.

_*Mobile Corn Dryer, Solusi Pasca Panen Petani Jagung*_

Menurut Dirjen PKH, permasalahan jagung saat ini adalah di pasca panen. Sebagai salah satu solusi yang menjadi pilihan terbaik dalam pengelolaan pasca panen jagung adalah penggunaan mesin pengering jagung yang bersifat mobile, utamanya di sentra produksi jagung yang relatif jauh dari pabrik pakan. Untuk itu, Kementerian Pertanian bekerjasama dengan PT. Charoen Pokphand Indonesia memperkenalkan penggunaan Mobile Corn Dryer (MCD), yaitu peralatan pengeringan jagung yang dapat dipindahkan secara mudah untuk didekatkan ke lokasi-lokasi panen jagung. Solusi ini diharapkan dapat memecahkan persoalan kadar air sehingga pertumbuhan jamur aflatoksin dapat dikendalikan. Dengan demikian, upaya ini dapat mewujudkan harapan bersama: “Bermanfaat untuk Korporasi Petani Jagung”.

I Ketut berharap Mobile Corn Dryer yang merupakan hasil karya anak bangsa ini dapat menjadi sebuah solusi dalam mengatasi masalah pasca panen jagung yang selama ini dihadapi oleh petani. “Kita berharap apabila petani makmur dan sejahtera, peternak pun akan menjadi lebih makmur dan sejahtera, untuk Indonesia yang lebih baik," ucap Dirjen I Ketut Diarmita.

Sementara itu, Eka Budiman dari PT. Charoen Phokphand Jawa Tengah menyampaikan dalam acara ini bahwa pihaknya telah menyediakan dua Mobile Corn Dryer (MCD) untuk membantu petani mengeringkan jagungnya. Menurutnya, kelebihan penggunaan MCD ini adalah dapat meningkatkan waktu simpan setelah dikeringkan, melancarkan tata niaga, mendapatkan kualitas lebih baik dan pada akhirnya petani dapat menikmati harga yang lebih baik dari jagung berkadar air lebih rendah.

Dikatakannya juga bahwa konsep Mobile Corn Dryer berawal di tahun 2018, seiring dengan upaya PT. Charoen Pokphand Indonesia dalam upaya meningkatkan penyerapan jagung secara langsung dari petani yang merupakan bahan baku utama pakan ternak.

Prototipe ini sudah dilakukan uji coba lapangan perdana pada panen jagung di Lampung Selatan pada 29 Agustus 2018. Selanjutnya pada 15 Februari 2019 kembali dilakukan uji coba lapangan pada acara panen raya jagung di Tuban, dan saat ini dilakukan uji coba lapangan pada acara panen raya jagung di Blora. Berikutnya akan terus dilakukan uji coba secara berkala di beberapa sentra produksi jagung untuk memberikan bukti implementasi nyata atas kegunaan dari Mobile Corn Dryer pada pertanian jagung di negeri ini.

"Jika ada petani yang kesulitan menjual hasil panennya, dapat langsung menghubungi kami, kami akan bantu menyerapnya. Kami akan bantu menjembatani," tandas Eka.

Erno petani jagung yang hadir di acara tersebut berharap MDC ini bisa diperbantukan di Kabupaten Blora selama 1 bulan, selama musim panen. Ia juga berharap, limbah hasil pertanian jagung (tebon) di wilayahnya juga dapat dimanfaatkan oleh peternak untuk pakan ternak. Mereka juga selama ini telah memanfaatkan kotoran ayam sebagai pupuk organik yang dapat mengurangi penggunaan pupuk anorganik. (SRI/Rls)

KAPPIJA-21 Akan Hadiri AJAFA-21 Executive Council Meeting di Makati Awal Maret 2019

By On February 19, 2019

Gema Jakarta - JAKARTA Keluarga Alumni Program Persahabatan Indonesia-Jepang Abad-21 (KAPPIJA-21) dalam waktu dekat akan bertolak ke Makati, Philipina, untuk menghadiri pertemuan para pimpinan organisasi alumni program persahabatan negara-negara Asean Jepang atau Asean Japan Friendship Association for the 21st Century (AJAFA-21). Pertemuan yang bernama The 31st Executive Council Meeting of AJAFA-21 tersebut akan berlangsung selama empat hari, yakni dari tanggal 1 hingga 4 Maret 2019 mendatang.

KAPPIJA-21 rencananya akan mengirimkan tiga orang delegasi, yang terdiri atas 2 orang peserta dan 1 orang peninjau. Selain dari Indonesia, pertemuan itu juga akan dihadiri delegasi dari Myanmar, Kamboja, Vietnam, Malaysia, Thailand, Laos, Jepang, dan Philippines sebagai tuan rumah.

Hal tersebut terungkap dari keterangan pers yang dikirimkan Presiden KAPPIJA-21, Mulyono Lodji kepada redaksi media ini, melalui pesan WhatsApp-nya dari Jakarta, Senin 18 Februari 2019. "KAPPIJA-21 akan menghadiri pertemuan AJAFA-21 Executive Council Meeting di Makati, Philippines, selama empat hari, dari tanggal 1 hingga 4 Maret 2019 mendatang. Kegiatan AJAFA-21 ini didukung penuh oleh pihak JICA, termasuk dalam hal penyediaan fasilitas dan finansial," jelas Mulyono, Alumni Program Persahabatan Indonesia-Jepang Abad-21 tahun 1999 ini.

Pria asal Makassar, Sulawesi Selatan itu juga menyampaikan bahwa yang akan mengikuti pertemuan tersebut sebagai peserta adalah dua orang pimpinan puncak KAPPIJA-21, dan ditambah anggota lainnya sebagai peninjau. "Rencananya yang akan hadir di pertemuan ini adalah saya sendiri sebagai Presiden KAPPIJA-21 dan Bang Wilson Lalengke yang saat ini dipercaya oleh kawan-kawan sebagai Sekretaris Jenderal KAPPIJA-21," imbuh Mulyono.

Sementara itu, ketika ditanyakan tentang agenda pertemuan AJAFA-21, Mulyono menyampaikan bahwa Executive Council Meeting ini diadakan dalam rangka evaluasi program kerja pengurus AJAFA-21, serta memilih pengurus AJAFA-21 yang baru dan menyusun program prioritas para alumni program di tingkat regional ASEAN. "Agenda utama pertemuan ECM AJAFA-21, yakni pertanggungjawaban pengurus AJAFA-21 periode 2017-2018, memilih pengurus AJAFA-21 2019-2020, country report dari masing-masing negara anggota asosiasi JICA dan penyusunan program prioritas yang akan menjadi program aksi bersama di tingkat regional ASEAN," kata Bang Moel, demikian sapaan akrabnya.

Program Persahabatan Indonesia-Jepang Abad-21 adalah sebuah kegiatan kunjungan persahabatan pemuda-pemudi Indonesia, juga dari negara Asean lainnya, ke Negara Sakura Jepang yang digagas oleh Perdana Menteri Jepang, Yasuhiro Nakasone pada tahun 1984. Program yang disponsori oleh Japan International Cooperation Agency (JICA) itu telah melahirkan tidak kurang dari 4000 alumni yang tersebar di berbagai daerah di nusantara, bekerja di berbagai bidang, termasuk di DPR RI, Kementerian, perkantoran pemerintah dan swasta, media massa, NGO, dan lain-lain.

"Alumni JICA melalui program yang dimulai sejak 1985 ini tidak kurang 4000-an orang, ada di hampir semua bidang pekerjaan dan daerah di negeri ini. Mereka semua aktif bekerja membangun bangsa sesuai kemampuan dan keahlian masing-masing. Mendagri Tjahjo Kumolo dan Menperin Airlangga Hartarto adalah alumni program persahabatan ini," pungkas Mulyono Lodji.

Di tempat terpisah, dari postingan di akun facebook Ketua Umum PPWI Wilson Lalengke beberapa hari lalu, didapatkan informasi adanya kegiatan AJAFA-21 TV-Conference yang dikuti oleh yang bersangkutan. "Yaa, itu merupakan kegiatan rutin AJAFA-21, setiap 3 bulan sekali dilakukan TV-Conference yang diikuti seluruh pimpinan organisasi alumni negara-negara Asean dan pihak JICA di Jepang. Untuk Kappija-21, acaranya bertempat di Kantor JICA Indonesia, di Sentral Senayan II, Jakarta Pusat," ujar Wilson ketika dimintai konfirmasi terkait hal tersebut.

Alumni Program Persahabatan Indonesia-Jepang Abad-21 angkatan tahun 2000 dari kelompok Teachers Group itu juga mengkonfirmasi bahwa dirinya belum lama ini ditunjuk sebagai Sekretaris Jenderal KAPPIJA-21. "Sebagai alumni Program JICA ini, jika saya dibutuhkan organisasi KAPPIJA-21, tentu harus siap. Kemarin dalam TV-Conference AJAFA-21, Bang Moel sudah memperkenalkan saya ke para pengurus AJAFA-21 dan organisasi alumni negara-negara Asean sebagai Sekretaris Jenderal KAPPIJA-21 yang baru, juga ke JICA Indonesia," tutup alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 ini. (APL/Rls/WAG)

PPWI dan Kodam XVII/Cendrawasih Jalin Kerjasama Bidang Jurnalistik

By On February 10, 2019

GEMAJAKARTA, JAKARTA - Dewan Pengurus Nasional Persatuan Pewarta Warga Indonesia (DPN PPWI) bakal menggelar kegiatan bersama dengan Komando Daerah Militer XVII/Cenderawasih dalam waktu dekat. Bentuk kegiatan bersama itu difokuskan dalam bidang jurnalistik, pengembangan media massa, dan publikasi.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA, kepada pewarta media ini melalui saluran WhatsApp-nya, usai temu silahturahmi dengan Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih, Sabtu, 9 Februari 2019.

Hadir dalam pertemuan informal sambil "ngopi-bareng" bertempat di Taman Anggrek, Jakarta Barat, itu, Kapendam Cenderawasih Kolonel Inf. Muhammad Aidi, Fachruddin dari Republika dan Daeng Amran dari Portalindo.

"Sebenarnya sudah lama kami diskusikan tentang kemungkinan kerjasama PPWI dengan Kodam XVII/Cenderawasih ini melalui komunikasi telepon, namun baru tadi sore kita bicarakan serius dalam pertemuan tatap muka langsung antar kita," ujar Wilson Lalengke yang sudah melatih ribuan anggota TNI, Polri, PNS, guru, dosen, mahasiswa, wartawan dan masyarakat umum di bidang jurnalistik warga itu.

Bentuk kerjasamanya, lanjut Wilson, antara lain penataran (pelatihan - red) jurnalistik warga bagi anggota TNI pemangku fungsi penerangan dan kehumasan di lingkungan Kodam Cenderawasih, di wilayah Provinsi Papua dan Papua Barat.

"Sebagaimana kerjasama yang pernah kita lakukan dengan Kodam Jaya/Jayakarta beberapa waktu lalu, kerjasama PPWI dengan Kodam XVII/Cenderawasih nanti antara lain dalam bentuk penataran atau pelatihan jurnalistik warga bagi anggota TNI di lingkungan Kodam Cenderawasih," imbuh lulusan PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 ini.

Selain itu, PPWI juga akan membantu Kodam XVII Cenderawasih dalam hal publikasi dan penyebar-luasan informasi dari wilayah Papua dan Papua Barat, baik yang langsung terkait dengan kegiatan Kodam maupun situasi dan kondisi lingkungan masyarakat di wilayah teritorial Kodam Cenderawasih.

"PPWI juga akan beri dukungan dan bantuan penuh dalam hal pengembangan media dan publikasi," ungkap Wilson yang sangat konsern dengan peningkatan melek media bagi seluruh elemen masyarakat ini.

Ketika ditanyakan tentang kapan kegiatan kerjasama PPWI dengan Kodam XVII Cenderawasih akan dimulai, pria lulusan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau, Pekanbaru, itu mengatakan bahwa pihaknya menunggu penjadwalan kegiatan dari Kodam Cenderawasih.

"Sesuai hasil pembicaraan dengan Pak Kapendam Cenderawasih tadi, Kodam akan segera menjadwalkan pelaksanaan penataran di Jayapura dengan mengundang para anggota TNI dan PNS dari Korem maupun Kodim seluruh Papua dan Papua Barat. Nanti trainer PPWI akan ke Jayapura memberikan pelatihan tersebut," kata Wilson mengutip penyampaian Kapendam Cenderawasih, Kolonel Inf. Muhammad Aidi dalam pertemuan tersebut.

Walaupun demikian, menurut dia, kerjasama PPWI dengan Kodam XVII Cenderawasih sebenarnya sudah berjalan selama ini, terutama dalam hal publikasi berita dari unit penerangan Kodam di media-media yang tergabung dalam PPWI Media Group. (APL/Red)

Museum Seni Rupa dan Keramik Adakan Pameran Lukisan Dengan Bahan Kopi

By On February 10, 2019

Gema Jakarta, JAKARTA - "Coffee in Culture Heritage" menjadi tajuk utama dalam acara pameran lukisan yang diselenggarakan oleh Museum Seni Rupa dan Keramik di Area Kota Tua, Pinangsia, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat, Sabtu (09/02)

Ketua Pelaksana Jan Praba mengatakan, dari pameran lukisan yang bertema "Coffee in Culture Heritage", diantaranya mengenalkan para pelukis yang ikut berperan dalam giat pameran lukisan di gedung museum seni rupa dan keramik.

"Selain memamerkan hasil karya lukisan, kami juga memperkenalkan para seniman lukisan," ujar Jan Praba kepada media ini melalui pesan Aplikasi WhatsApp

Sementara Kepala Museum Seni Rupa dan Keramik Esti Utami mengatakan, museum ini sebagai saksi lahirnya seni rupa yang berkarakter dasar media lukisan kopi.


"Museum Seni Rupa dan Keramik ini sebagai tempat edukasi dan wisata dengan bekerjasama bersama kalangan khalayak ramai sebagai wahana untuk menyalurkan bakat dan ekspresi para penggemar seni," ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Kasubdit Polmas Polda Metro Jaya AKBP Sri Wardiningsih, pembinaan komunitas dikedepankan dalam rangka mendekatkan diri dengan harkamtibmas serta digalakkan untuk diadakan lomba di tingkat nasional maupun Internasional.

"Sukses untuk para komunitas pelukis yang disamoaikan titipan salam dari Direktur Binmas Polda Metro Jaya," ucapnya.


Hingga berita ini dilansir, dipenghujung acara dilanjutkan penandatanganan bersama terkait pelaksanaan pameran lukisan dan dilanjutkan dengan foto bersama dan melihat lukisan dari bahan kopi.

Hadir dalam acara pameran Kasat Binmas Polres Metro Jakarta Barat AKBP Aslan Sulastomo, SH, kapolsek Metro Tamansari AKBP ruly Indra Wijayanto, SIK, msi, Kanit Binmas Polsek Metro Tamansari Kompol Sariman, Kanit Binpolmas Restro Jakarta Barat Iptu Tunari.

Selain itu hadir pula, para pelukis dan para tamu undangan, tampak mereka mendapat wejangan dari anak-anak sanggar Museum Seni Lukis dengan sajian tari jaranan. (ril/Nur)