Berita Terbaru

Kategori

Langganan Berita

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Ancam Polisikan Media, Ketum PPWI : Kuasa Hukum Philip Gan Perlu Baca UUD dan UU No. 40 tahun 1999

By On January 15, 2019

Gunungsitoli, Terlepas dari substansi pertikaian antara para pihak yang bersengketa, yang menjadi obyek pemberitaan, maka PPWI (Persatuan Pewarta Warga Indonesia) selamanya akan menolak keras segala bentuk intimidasi dan pengancaman serta pelarangan atas pemberitaan dan/atau penyebar-luasan karya jurnalistik para warga pewarta di manapun, oleh siapapun, kapanpun.

"Terkait dengan komitmen PPWI di atas, maka atas nama Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional (PPWI) Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, Ma, saya menyampaikan sangat prihatin dan mengecam pernyataan kuasa hukum atau pihak manapun yang mencoba melakukan kriminalisasi terhadap wartawan dan/atau pewarta warga, seperti yang dilakukan oleh kuasa hukum Philip Gan di Gunungsitoli, Sumatera Utara," Ujar Alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012.

Saya sarankan kepada para kuasa hukum, termasuk juga para polisi di Nias, agar meluangkan waktu membaca kembali Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia, khususnya pasal 28 F, pahami isinya, dan implementasikan dalam setiap tindakan penegakan hukum di negeri ini. Selanjutnya, baca juga Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999, agar lebih paham tentang Hak Asasi Manusia yang salah satu implementasinya adalah melalui penghormatan atas Kemerdekaan Pers. Imbuh Wilson yang juga menjabat sebagai Ketua Persaudaraan Indonesia Sahara Maroko (PERSISMA) itu.

"Para penegak hukum, termasuk kuasa hukum di dalamnya, tidak dibenarkan menggunakan hukum secara serampangan seenak perutnya. UU ITE tidak berlaku untuk delik pers, termasuk penyebar-luasan informasi melalui media sosial dan jaringan komunikasi sosial grup WA, dan segala macam saluran pemberitaan yang tersedia," Ujar lulusan dari tiga universitas terbaik di Eropa, Birmingham University, England, Utrecht University, the Netherlands dan Linkoping University, Swedan

UU ITE ditujukan untuk mencegah perbuatan melanggar hukum dengan memanfaatkan teknologi informasi, seperti penipuan, kejahatan perbankan, teror, dan lain sebagainya. Seorang pengacara harus benar-benar mengerti dan paham hukum agar dapat menempatkan segala sesuatunya pada tempatnya sesuai aturan hukum yang berlaku. Jangan sekali-kali membangun argumentasi pembenaran hukum sesuai pesanan klien semata.

"Terlebih penting lagi, jangan sekali-kali melakukan kriminalisasi terhadap masyarakat atas karya pemberitaan dan penyebar-luasan informasi yang dilakukan oleh mereka," Pungkas Wilson mengakhiri pesan WhatsApp-nya. (AZB/RED)

Ini Klarifikasi Resmi Dari Kuasa Hukum Philip Gan Terkait Penertiban Barang-Barang Venny Gan Di Wisma Soliga

By On January 15, 2019

Gunungsitoli, terkait penertiban barang-barang milik Venny Gan di lingkungan Wisma Soliga beberapa hari yang lalu, yang dilaksanakan oleh Pemerintah Desa Miga bersama dengan Babinsa Kodim 0213 Nias, Babinkamtibmas Polres Nias dan tokoh masyarakat (Tiga Pilar Plus), berikut ini klarifikasi resmi dari kuasa hukum Philip Gan.

1. Bahwa tindakan penertiban yang dilakukan oleh Pemerintahan Desa Miga bersama dengan Babinsa Kodim 0213 Nias, Babinkamtibmas Polres Nias dan tokoh masyarakat (Tiga Pilar Plus) adalah berdasarkan surat kami dari kuasa hukum PHILIPS GAN No. 332/SKL/KH-FH/IX/2018, tanggal 01 Oktober 2018, selaku Pengadu;

2. Bahwa tujuan surat kami tersebut untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan oleh kedua belah pihak, atas perilaku yang dilakukan oleh VENNY GAN dalam lingkungan areal Wisma Soliga yaitu sebagai berikut :

a. Bahwa VENNY GAN bersama kuasa hukumnya melakukan INTIMIDASI dan TINDAKAN KETIDAK-NYAMANAN terhadap pegawai Imigrasi yang berkantor di lingkungan WISMA SOLIGA dengan menyuruh pegawai Imigrasi untuk meninggalkan kantornya yang berada di areal WISMA SOLIGA sehingga tindakan tersebut mengusik ketenangan (mengganggu kenyamanan dan ketentraman) pegawai Imigrasi yang berkantor diareal Wisma Soliga;

b. Bahwa selain tindakan tersebut diatas VENNY GAN jauh sebelumnya telah meletakkan barang-barang dagangannya di sekitar bangunan dalam Wisma Soliga, walaupun telah disediakan tempat yang layak oleh klien kami PHILIPS GAN sehingga tindakan tersebut sangat mengganggu keindahan, kenyamanan dan ketentraman serta nilai ekomonis Wisma Soliga sebagai tempat usaha milik klien kami;

c. Bahwa selain dari itu juga VENNY GAN sering memarkir mobilnya di akses jalan menuju kebelakang bagian Wisma Soliga, sehingga perbuatan tersebut sangat menggannggu konsumen dan karyawan Wisma Soliga;

3. Bahwa berdasarkan Surat kami No. 332/SKL/KH-FH/IX/2018, tanggal 01 Oktober 2018 tersebut oleh pihak Pemerintahan Desa Miga bersama dengan Babinsa Kodim 0213 Nias, Babinkamtibmas Polres Nias dan tokoh masyarakat (Tiga Pilar Plus), telah melakukan mediasi dengan memanggil Pengadu dan Teradu, mediasi telah dilakukan sebanyak 2 (dua) kali yaitu pada tanggal 02 Oktober 2018 dan tanggal 08 Nopember 2018, dan mediasi dihadiri oleh VENNY GAN dan Kuasa hukumnya ALDIKA WAU, S.H., M.H.;

4. Bahwa sebelum dilakukan mediasi, oleh Pemerintahan Desa Miga bersama dengan Babinsa Kodim 0213 Nias, Babinkamtibmas Polres Nias dan tokoh masyarakat (Tiga Pilar Plus) telah melihat langsung kelokasi dan terbukti apa yang kami adukan adalah benar dimana barang-barang VENNY GAN yang diletakkannya di area Wisma soliga sangat mengganggu usaha klien kami;

5. Bahwa berdasarkan pengaduan yang kami layangkan dan telah ditinjau dilokasi Wisma Soliga maka dilakukanlah mediasi yang dihadiri oleh para pihak dan salah satu hasil mediasi yang telah disepakati adalah meminta VENNY GAN memindahkan barang-barang dagangannya yang ada di sekitar gedung di dalam Wisma Soliga secara sukarela karena menggangu aktifitas, kenyamanan dan fasilitas usaha Wisma Soliga ketempat yang telah disediakan oleh klien kami;

6. Bahwa apabila kesepakatan yang diambil dalam mediasi tersebut tidak dilaksanakan maka Pemerintahan Desa Miga bersama dengan Babinsa Kodim 0213 Nias, Babinkamtibmas Polres Nias dan tokoh masyarakat (Tiga Pilar Plus) melakukan penertiban dengan memindahkan barang-barang tersebut ketempat yang telah disediakan;

7. Bahwa terkait Putusan Kasasi Nomor: 147 K/Pdt/2017, tanggal 18 April 2017 yang menyatakan bahwa Wisma Soliga dibagi kepada ke-3 (Ketiga) orang ahli waris yang selama ini menjadi alasan VENNY GAN melakukan tindakan-tindakan yang tidak terpuji di area Wisma Soliga, maka kami memberikan tanggapan sebagai berikut :

a. Bahwa Putusan Kasasi Nomor: 147 K/Pdt/2017, tanggal 18 April 2017 adalah tidak dapat dilaksanakan oleh Pengadilan Negeri Gunungsitoli berdasarkan Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Gunungsitoli Nomor: 23/Pdt.G/2018/PN.Gst, tanggal 29 Agustus 2018 karena putusan tersebut bersifat deklaratoir sehingga tidak dapat dijalankan (Non executable), sehingga Putusan Kasasi tersebut berhenti dengan sendirinya;

b. Bahwa Putusan Kasasi Nomor: 147 K/Pdt/2017, tanggal 18 April 2017 tersebut, hanya memastikan bahwa apabila Wisma Soliga belum dialihkan kepihak lain maka Wisma Soliga dapat dibagi kepada ahli waris yaitu PHILIPS GAN, STEVENSON dan VENNY GAN;

c. Bahwa oleh karena Wisma Soliga telah dialihkan kepada pihak lain yaitu kepada klien kami PHILIPS GAN oleh TN. GANDRA QUIN selaku orangtua para ahli waris semasa hidupnya dengan cara MENJUAL sebagaimana dalam Akta Perikatan Jual Beli Nomor: 41 Tanggal 21 April 2010 yang dibuat dihadapan Synodia Eunice Telaumbanua, S.H., Notaris di Kabupaten Nias, maka terhadap ahli waris lainnya yaitu : STEVENSON dan VENNY GAN diberikanlah ganti rugi dan/dan kompensasi. Ganti rugi telah diberikan oleh klien kami PHILIPS GAN kepada STEVEN SON dan VENNY GAN, dan ganti rugi tersebut telah diteima dengan baik sehingga Putusan Kasasi Nomor: 147 K/Pdt/2017, tanggal 18 April 2017 tersebut menjadi tidak dapat dilaksanakan;

d. Bahwa untuk ahli waris STEVEN SON telah diberikan ganti rugi dan/atau kompensasi oleh klien kami PHILIPS GAN sebagaimana Akta Perjanjian No. 15 Tanggal 10 April 2010, dan Akta Kuasa No. 16 Tanggal 10 April 2010 dibuat dihadapan Synodia Eunice Telaumbanua, S.H., Notaris di Kabupaten Nias, dan diperkuat dengan AKTA PERDAMAIAN sebagaimana dalam putusan perkara No. 24/Pdt.G/2018/PN.Gst., tanggal 11 Juli 2018, yang menyatakan PHILIPS GAN menyerahkan sebidang tanah dan bangunan yang terletak di Desa Simanaere, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, Kota Gunungsitoli yang lebih dikenal dengan Hotel Malaga kepada STEVEN SON;

e. Bahwa untuk ahli waris VENNY GAN telah diberikan ganti rugi dan/atau kompensasi sebagaimana dalam surat pernyataan TN. GANDRA QUIN tanggal 01 Oktober 2012 yang pada pokoknya menyatakan TN. GANDRA QUIN menyerahkan tanah milik klien kami PHILIPS GAN yang terletak di Simanaere sebagaimana dalam SHM No. 057/Desa Simanaere, tanggal 20 April 2010, atas nama PHILIPS GAN kepada VENNY GAN;

f. Bahwa bidang tanah SHM No. 057/Desa Simanaere yang diterima oleh VENNY GAN, kemudian atas permintaan VENNY GAN mengembalikannya kepada klien kami PHILIPS GAN dengan meminta digantikan dengan uang sebesar Rp. 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) sebagaimana dalam Surat Pernyataan VENNY GAN tanggal  01 Oktober 2012 yang ditandatangani diatas materai 6.000., yang pada pokoknya menyatakan VENNY GAN mengembalikan tanah SHM No. 057/Desa Simanaere dengan meminta digantikan dengan uang sebesar Rp. 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah);

g. Bahwa penyerahan ganti rugi dan/atau kompensasi kepada VENNY GAN disaksikan dan dibenarkan oleh JUNITA ANGKOLA selaku saksi VENNY GAN yang memberikan keterangan dibawah sumpah dimuka persidangan pada tanggal 19 Desember 2018 dalam perkara No. 33/Pdt.G/2018/PN.Gst;

8. Bahwa Surat Pernyataan VENNY GAN tanggal  01 Oktober 2012 yang telah menerima uang sebesar Rp. 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) adalah oleh VENNY GAN selalu membantahnya dan tidak membenarkannya walaupun Surat Pernyataannya tersebut telah di legalisir oleh Notaris;

9. Bahwa perlu juga kami jelaskan bahwa hampir 90% (Sembilan puluh persen) bangunan di dalam Wisma Soliga adalah dibangun oleh klien kami PHILIPS GAN setelah terjadinya gempa yang meluluhlantarkan pulau Nias pada tahun 2015;

10. Bahwa kami kuasa hukum PHILIPS GAN mengingatkan kepada pengguna media sosial agar bijak dalam mempergunakan media sosial :

“Sudahlah, jangan bikin hoaks lagi yang seolah-olah terdzolimi terkait penertiban yang dilakukan oleh Pemerintahan Desa Miga bersama dengan Babinsa Kodim 0213 Nias, Babinkamtibmas Polres Nias dan tokoh masyarakat (Tiga Pilar Plus)”

Bahwa tindakan yg dilakukan tersebut adalah tindakan penertiban, menjaga kebersihan lingkungan karena kebersihan adalah bagian dari Iman;

11. Bahwa segala pemberitakan di media sosial baik media online, facebook, WhatsApp dan sebagainya yang ikut menyebarkan berita yang tidak benar (hoaks) yang seakan-akan VENNY GAN terdzolimi, maka kami akan mempelajarinya terlebih dahulu dan bila kami menemukan tindak pidana sebagai mana yang diatur dalam UU ITE, maka kami akan mengambil langkah-langkah hukum berikutnya (AZB/RIL)

Tidak Terima Atas Penertiban, Kuasa Hukum Venny Gan Tempuh Jalur Hukum

By On January 12, 2019

Pemerintah Kota Gunungsitoli, melalui Kepala Desa Miga bersama aparat Desa dan beberapa masyarakat yang didampingi oleh pihak kepolisian Resort Nias dan Kodim 0213/Nias bagian Kantibmas dan Babinsa melaksanakan penertiban barang barang milik saudari Venny Gan di Hotel Wisma Soliga, Kamis (10/1/2019).

Sebagaimana diketahui, Venny Gan adalah saudari kandung dari Tuan Ir. philip Gan yang mengaku ngaku pemilik tunggal Hotel Wisma Soliga tersebut.

Penertiban barang-barang milik Venny Gan tersebut didasari dari pelaporan Philip Gan kepada Pemerintah Desa Miga. Yang kemudian Pemerintah Desa Miga melayangkan surat resmi kepada Venny Gan tertanggal 08/01 perihal pemberitahuan pelaksanaan penertiban.


Venny Gan mengatakan, Sungguh miris. Pasalnya penertiban yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Miga tersebut diwarnai dengan adu mulut atas ketidak terimanya saudari Venny Gan sebagai pemilik barang yang menilai Kepala Desa Miga melakukan perbuatan melawan hukum yang menggunakan kewenangan atas jabatan yang diembannya secara sewenang-wenang.

"Penertiban atas barang-barang saya tersebut yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Miga adalah secara semena-mena, beda hal-nya jika barang-barang saya tersebut mengganggu kepentingan umum, urusan rumah tangga orang semestinya Kepala Desa menjadi penengah dan menjadi contoh yang baik ditengah-tengah warganya," ungkapnya.

"Tidak benar jika tindakan yang diambil oleh pihaknya tersebut seolah semudah membalikkan telapak tangan, saya mencurigai sesuatu yang terselebung sudah menutupi mata dan akal sehatnya," tambah Venny Gan yang notabenenya adalah seorang ahli waris dari pertapakan Hotel Wisma Soliga dimaksud.

Ditempat terpisah, Kuasa Hukum Venny Gan, Aldika Wau, SH. MH mengatakan, Penertiban hari ini diluar dari persetujuan klien saya dan tidak pernah diberikan izin oleh Venny Gan, seiring dengan paksaan kehendak secara sewenang-wenang oleh Pemerintah Desa Miga, maka kita akan menempuh jalur hukum, karena beliau adalah salah satu ahli waris dari Gandra Quin yang notabenenya memiliki hak atas Wisma Soliga tersebut.

Lanjut Aldika Wau, SH. MH terlebih dalam putusan pengadilan jelas bahwa Wisma Soliga dibagi tiga, maka dari itu klien saya memiliki hak sepertiga dari wisma soliga dimaksud," Tutup Aldika Wau optimis.

Kepala Desa Miga Ali Indra Tanjung saat diminta tanggapannya kepada Media ini mengatakan, bahwa penertiban ini dilakukan atas pengaduan dari pemilik usaha hotel wisma soliga adalah Philip Gan. Dasar kita adalah surat izin usaha yang telah disampaikan kepada saya, dan barang-barang ini hanya kita tertibkan dan kita masukkan ketempat yang layak, tidak ada yang namanya pengrusakan," pungkasnya. (ril/nh)

GP Ansor Salurkan Bantuan Untuk Korban Tsunami Selat Sunda Banten

By On January 12, 2019

JAKARTA - Gempa Tsunami yang terjadi di Selat Sunda beberapa waktu lalu merupakan bencana nasional. Meningkatnya aktifitas Anak Gunung Krakatau yang menyebabkan luluh lantak nya sebagian wilayah Pandeglang dan Lampung adalah bukti sebagian wilayah Indonesia merupakan wilayah yang rawan terhadap gempa terutama di wilayah pesisir.

Namun demikian, peristiwa yang terjadi mampu menarik simpati warga masyarakat lainnya di berbagai daerah dan dari berbagai elemen baik individu maupun kelompok bahu membahu berupaya maksimal mengumpulkan donasi untuk membantu meringankan penderitaan saudara-saudara kita yang terkena musibah, seperti halnya Organisasi GP Ansor Jakarta Barat.


Sebagai ormas besar yang memiliki anggota di setiap wilayah, GP. Ansor tak ketinggalan ikut berperan aktif mengumpulkan donasi dari para pengurus dan anggota serta dari masyarakat umum baik yang di koordinir oleh Pimpinan Cabang (PC) Jakarta Barat maupun yang di koordinir oleh para  Pimpinan Anak Cabang (PAC) di berbagai Kecamatan seperti Cengkareng, Kalideres, Kebon Jeruk, Grogol Petamburan, Penjaringan dan lainnya.

Makanan pokok seperti beras dan mie instan, air mineral, pakaian dan kebutuhan masyarakat lainnya di salurkan melalui Lembaga Al Musyarafah milik Yayasan Bani Adnan yang di asuh oleh H. Aja Maskar di kampung Sembolo desa Sukarame Carita Pandeglang pada Rabu, 9 Januari 2019.



Ustadz Iip Saripudin selaku Kepala Lembaga yang mewakili pihak yayasan menerima langsung bantuan yang di berikan. Beliau sangat mengapresiasi dan mengucapkan banyak terima kasih kepada GP Ansor yang selama ini telah beberapa kali mengirimkan bantuan korban gempa melalui pihak lembaga dan yayasannya.

Hal yang sama juga di sampaikan oleh H. Aja Maskar dalam pesan singkatnya yang di sampaikan melalui Slamet selaku koordinator posko di Jakarta.

Hingga berita ini dilansir, giat pemberian bantuan logistik untuk korban gempa Tsunami berjalan dengan lancar tanpa ada suatu halangan apapun

_Kontributor : Andre_

Golkar Jakarta Pusat Sampaikan Pembekalan Untuk Para Kader

By On December 29, 2018

GEMAJAKARTA, JAKARTA - Mengambil tema "Konsolidasi Sayap Partai dan Ormas Hasta Karya Partai Golkar" di Kantor DPD II bilangan Tanah Tinggi Jakpus, Sabtu 29 Desember 2018, Golkar Jakarta Pusat melakukan konsolidasi dengan melibatkan sayap-sayap partai sekaligus memberikan pembekalan kepada seluruh kader partai yang hadir.

Hadir dalam acara tersebut, Wakil ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Golkar Ir. Akbar Tandjung, Wakil ketua DPD Golkar Jakpus, Ketua DPD II Partai Golkar Jaksel, Ketua DPD II Partai Golkar Jaktim serta beberapa Caleg - Caleg Partai Golkar baik DPRD maupun DPR-RI


Ketua Panitia sekaligus Ketua AMPG Golkar Jakpus, H. Remi Ramadhan menyampaikan pentingnya membesarkan Partai Golkar dengan memaksimalkan mesin politik dan sayap partai agar dapat memenangkan Pemilu 2019 mendatang.

Imam Akbar, SE selaku Wakil Ketua Harian DPD II Golkar Jakpus dalam sambutannya menyampaikan kritiknya terkait polemik kepemimpinan di tubuh internal Pengurus DPD II Golkar Jakpus dan berharap agar polemik ini dapat segera terselesaikan sehingga seluruh kader dapat bekerja maksimal menggerakkan partai sebagaimana yang di amanatkan dalam AD/ART partai.

H. M. Ikhsan Ingratubun, Ketua DPD II Partai Golkar Jaksel yang juga Caleg DPR-RI Dapil 1 dalam sambutannya mengatakan perlunya meningkatkan konsolidasi guna meningkatkan perolehan suara  dan berpesan agar Golkar Jakpus dapat memperoleh minimal 2 kursi DPRD dalam Pemilu 2019 mendatang. Dengan demikian, otomatis akan meningkatkan perolehan suara untuk Caleg DPR-RI.

Ir. Akbar Tandjung dengan gayanya yang khas memaparkan bahwa Golkar merupakan partai besar dan terbuka dan juga partai yang memiliki pengalaman yang matang dalam politik di Indonesia. Pengamalan nilai-nilai luhur Pancasila merupakan sesuatu keharusan yang harus di implementasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

"Sesuai nama Partai yakni "Golongan Karya", maka Golkar harus mampu membuat program dan melaksanakan program tersebut dalam bentuk "karya" nyata yang dapat langsung di rasakan oleh masyarakat sehingga Partai Golkar akan semakin di cintai oleh masyarakat dan akan dapat memenangkan  (minimal pemenang ke-2) pada Pemilu 2019 mendatang." pungkasnya (ril/tis)

Peringati Hari HIV AIDS Sedunia, Puskesmas Kecamatan Suruh Adakan Seminar

By On December 17, 2018


SEMARANG, Untuk memperingati hari AIDS sedunia, banyak cara dilakukan oleh masyarakat ataupun lembaga pemerintah.

Salah satunya yang dilakukan oleh Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Kec. Suruh mengadakan Seminar berkaitan dengan Hari Aids sedunia dengan peserta Anak muda karangtaruna Desa Se Kecamatan Suruh Kab. Semarang.

Tema yang diangkat dalam seminar ini adalah “Saya Berani, Saya Sehat!” yang  memiliki tujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian seluruh masyarakat terhadap HIV AID.

“Berani untuk apa? Untuk mengurangi resiko penularan virus HIV. Selanjutnya, masyarakat terlebih pemuda (karangtaruna) juga mau secara sukarela memeriksakan diri untuk mengetahui status HIV-nya,” jelas dr. Dona Kepala Puskesmas Kec Suruh.

Dalam pembukaan seminar yang dilaksanakan di gedung aula Muspika Kecamatan suruh Kab. Semarang pada 17 Desember 2018.

Lebih lanjut Dona menjelaskan bahwa epidemic HIV AIDS merupakan permasalahan sosial yang memerlukan perhatian dari lintas sektor guna mencapai target bersama menekan jumlah resiko terjangkitnya HIV.

Salah satunya melalui seminar nasional ini, agar dapat meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan perilaku positif masyarakat tentang kesehatan reproduksi.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk melaksanakan Program Kesehatan Reproduksi Remaja.

Puskesmas Suruh mengembangkan GenRe sebagai intervensi terhadap tantangan dan permasalahan remaja di Indonesia. Dari aspek kuantitas, jumlah dan proporsi remaja Indonesia saat ini sangat besar.

Jumlah mereka yang besar ini akan dapat menjadi aset yang luar biasa bagi bangsa dan negara jika dikelola dengan baik. Penduduk usia remaja ini juga merupakan Generasi Emas Indonesia akan berada pada usia produktif.

Hal ini otomatis membuat mereka menjadi penerus bangsa Indonesia. Untuk itu, mereka perlu diedukasi agar mengerti tentang kesehatan reproduksi yaitu resiko tertular HIV dan AIDS, bahaya narkoba, serta belajar juga tentang bahaya dan akibat kehidupan seks yang bebas, termasuk pentingnya penjelasan tentang batas usia minimum seseorang menikah untuk menghindari hal hal resiko yang tidak diinginkan.

Pewarta : Patih

Gedung Sasono Utomo TMII Akan Jadi Saksi Sejarah Masyarakat Pers Indonesia

By On December 16, 2018

GEMAJAKARTA, JAKARTA – Sasono Utomo TMII (Gedung Negara Indonesia) yang terletak di Jalan Raya Taman Mini, Jakarta Timur, akan jadi tempat pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) Pers Indonesia 2018, yang akan diselenggarakan pada Selasa, 18 Desember 2018.

Sejarah singkat Sasono Utomo TMII ini, berdasarkan penuturan pengelola gedung, selama puluhan tahun sejak dibukanya Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Sasono Utomo TMII menjadi salah satu tempat yang dijadikan sebagai Gedung Penerima hampir semua tamu negara, yang sekaligus menjadi tempat memperkenalkan Indonesia di semua bidang: ideologi, politik, ekonomi, dan sosial-budaya. Oleh karena itu dinamakan Gedung Negara Indonesia.

Usai pemaparan tentang Indonesia, termasuk filosofi bangsa Pancasila dan sesandi Bhinneka Tunggal Ika, para tamu negara akan diajak keliling Indonesia dengan melihat anjungan-anjungan tiap provinsi yang ada di areal TMII. Sayangnya, sejak Presiden Soeharto lengser, kebiasaan penerimaan tamu negara di Sasono Utomo TMII itu tidak dilanjutkan.

Pada hari Selasa, 18 Desember 2018, Sasono Utomo TMII akan mencatatkan satu sejarah penting Bangsa Indonesia melalui penyelenggaraan Musyawarah Besar Pers Indonesia.

Ketua Tim Pelaksana Mubes Pers Indonesia, Wilson Lalengke yang juga orang nomor satu di jajaran Sekber Pers Indonesia sekaligus Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) ini mengatakan, bahwa dalam Mubes Pers Indonesia nantinya, pihaknya akan menggelar deklarasi serta penyampaian tuntutan Pers Indonesia.

"Dalam Mubes Pers Indonesia nantinya kami akan menggelar deklarasi Pembentukan Dewan Pers Independen serta menyampaikan aspirasi dan tuntutan Pers Indonesia untuk mewujudkan Kemerdekaan Pers dan kehadiran Negara dalam pemberdayaan Masyarakat Pers Indonesia," pungkas Alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 itu. (tim/red)

Komunitas Masyarakat Peduli Kemanusiaan "Kompak" Boyolali Diresmikan

By On December 15, 2018

GEMAJAKARTA, BOYOLALI - Sebuah komunitas baru yang peduli terhadap orang yang tidak mampu mampu (miskin) muncul di Kab Boyolali,  yang bernama KOMPAK "Komunitas Masyarakat Peduli Kemanusiaan".

Acara yang dihadiri oleh anggota DPRD Kab. Boyolali (komisi IV) pemerintah Desa Kali Gentong Kec. Ampel dan berbagai ormas serta komunitas yang ada di Boyolali, KOMPAK di Resmikan bertempat di Basecampnya Dusun Karang Gondang Desa Kali Gentong Ampel, Jalan Baru km.2 pada hari Sabtu (15/12) hari ini.


Komunitas ini  beranggotakan dari berbagai latar belakang Suku Agama maupun perkerjaan, dalam istilah islam nya kita menanamkan "ukhuwah basyariyah" yaitu persaudaraan kemanusiaan tanpa membeda bedakanya, pun begitu juga sasaran dalam kegiatan kita nantinya.

Orang tidak bisa mengabdi kepada Alloh tanpa mengabdi kepada sesama manusia.jelas Gogon irama ( Ketua Kompak) dalam sela sela sambutanya dalam peresmian komunitas ini.

"Melihat kondisi orang lain yang kurang beruntung diluar sana menggugah kepekaan kita untuk menyisihkan sebagian dari rezeki yang kita peroleh untuk membantu sesama yang masih kekurangan," jelasnya.

Slamet Widodo berharap, nantinya komunitas ini bisa bersinergi dengan pemerintah dalam pelaksanaan kegiatanya membantu warga yang kurang mampu, mulai dari tingkat RT sampe ke Pemerintah Daerah.

Kami sangat apresiasi dengan adanya komunitas sosial seperti ini (Kompak) setidaknya bisa lebih meringankan pemerintah dalam hal program sosial penanggulangan orang yang tidak mampu (miskin) yang mungkin saat ini belum tersentuh secara maksimal oleh Pemerintah.

"Dan harapan saya ada sebuah komunitas yang betul betul fokus pada pendataan, dan ini sangat membantu kami, sehingga nantinya program program sosial pemerintah bisa lebih tepat sasaran," pungkas Slamet Widodo.

Pewarta : Patih

Global Musik Indonesia (GMI) Launching Lagu Anak 'Ku Sapa Hello'

By On December 07, 2018


GEMAJAKARTA, JAKARTA - Menjawab keprihatinan terhadap minimnya lagu anak Indonesia saat ini, Global Musik Indonesia sebagai salah satu perusahaan label yang banyak turut andil dalam perkembangan industri musik di Indonesia sangat ingin berperan serta dalam menyelamatkan lagu anak-anak di Indonesia.

“Ini menjadi tanggung jawab kita bersama, terutama dalam menyelamatkan lagu anak-anak Indonesia,” ucap Suhardi Kusumo Lie saat jumpa pers Soft Lounching yang juga syukuran lagu anak Tristan dan MAFI di Pecenongan, Jakarta Pusat, Rabu (06/12/2018).

Dikatakan Suhardi, diluncurkannya album seri ini lantaran respon luar biasa dari pengguna Youtube. Sejauh ini lagu anak-anak masih mendapat perhatian sangat baik. Lagu anak-anak baru sebenarnya banyak, tapi yang recycle lebih banyak.


“Bisa dilihat di Youtube viewers musik kami berbeda agar semua anak-anak lebih cepat memahaminya, makanya kami merilis album ini, lagu yang dinyanyikan ciptaan kak Loly, dia pencipta lagu yang sangat peduli dan concem dalam menciptakan lagu lagu anak Indonesia,” ujarnya.

Ditempat Sama, Loly Imelda Hutapea, menyampaikan rasa terima kasih kepada Direktur GMI, rekan-rekan dan adik-adik yang sudah bekerja dan berkarya dengan hasil memuaskan, untuk lagu anak anak Indonesia di jaman now ini.

“Bersama-sama berkarya dan membuat beberapa single lagu anak yang dinyanyikan oleh talent-talent yang berbakat, GMI ini mengadakan syukuran untuk beberapa lagu yang sudah launching dan beberapa lagu sedang digarap,” ucap Loly.

Masih kata Loly, melihat jaman sekarang baik di Kota maupun di Desa, sungguh sangat prihatin anak-anak banyak menyanyikan lagu-lagu dewasa terlepas mereka mengerti atau tidak mengerti isi lagu tersebut.

“Alangkah baiknya mereka bisa menyanyikan lagu yang sesuai dengan umur mereka, disini kami punya lagu anak Indonesia dan dinyanyian yakni Ku Sapa Hello yang dibawakan dengan manis oleh Tristan Syahfajar (12), featuring MAFI salah satu gruop vocal anak yang sedang naik daun dengan 4 personilnya yang bertalenta dan cantik, ” tutur Loly pencipta lagu anak untuk MAFI.

Lebih lanjut Loly menjelaskan bahwa MAFI adalah nama dari mereka berempat. Melanie Mahaly, Aurellia Chantika, Futi Larosa dan Masysha Juan Sirait dan dari salah satu mereka jebolan The Voice Kids Indonesia yang bergabung dalam team kaka SLANK.

“Lagu-lagu mereka sudah ada di youtube channel Global Musik Indonesia yang merupakan label yang menaungi lagu-lagu tersebut,” terang Loly kepada awak Media.

Tidak hanya itu, beberapa lagu yang sedang digarap yang berjudul Sahabat, Hey Tayo dan Main Bareng, Seribu Rindu dan sementara mimpi kolaborasi Global Musik, DJ PAY dan Kak Loly ini juga patut dinanti-nantikan kehadirannya.

“Bahkan salah satu dari lagu tersebut juga akan menjadi salah satu Soundtrack Film garapan sutradara ternama di Indonesia yang saat ini masih di rahasikan agar suprise nantinya.” Pungkasnya.

Pewarta : Sutisna 
Editor : Heri Tambora