Berita Terbaru

Kategori

Langganan Berita

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Mister Aladin Resmi Luncurkan Fitur Tiket Pesawat

By On April 24, 2018

NEWSGEMAJAKARTA.COM, JAKARTA – Veranika Gunawan, CEO Mister Aladin CEO bersama pihaknya merasa Optimis jika pendapatan di Kuartal II/2018 akan meningkat hingga 100% Akibat Lonjakan Pemesanan untuk Liburan Idulfitri, demikian ungkapnya melalui release kepada media ini, Selasa (24/4/2018).

Seperti diketahui, Mister Aladin pada beberapa waktu lalu telah resmi menyeleggarakan Mister Aladin Travel Fair, mulai tanggal 19 April hingga 22 April 2018, di Grand Atrium Casablanka, dengan menyuguhkan promo menarik seperti diskon 50% untuk menginap di berbagai hotel populer, sesi lelang hotel dan tiket pesawat mulai Rp.100.000 hingga kesematan libur gratis ke berbagai destinasi populer Asia.

Dikesempatan tersebut, acara yang dihelat selama 4 hari oleh Mister Aladin juga menjadi ajang peluncuran resmi fitur pemesanan tiket pesawat website dan aplikasi Mister Aladin. Adapun, Mister Aladin Travel Fair kali ini mengambil momentum liburan Idulfitri dan liburan sekolah. Berdasarkan data kuartal I/2018, 30% dari total pemesanan adalah untuk liburan Idulfitri.

"Jumlah ini lebih besar dari pemesanan dikuartal I/2017 yang hanya 11%. Dengan adanya fitur tiket pesawat, Mister Aladin semakin dekat dengan tujuan utamanya, yaitu menjadi layanan one-stop platform yang mengakomodasi kebutuhan liburan masyarakat yang semakin meningkat," ujar Veranika Gunawan.

Dikatakannya, menurut data Mister Aladin, setelah soft-launching fitur tiket pesawat, terjadi peningkatan pemesanan hotel sebesar 63% hanya di kuartal I/2018 dibandingkan di kuartal I/2017. Dari total pemesanan tersebut, masih banyak orang yang memilih berlibur di dalam negeri, termasuk untuk liburan Idulfitri. Selain itu, terjadi juga peningkatan pemesanan hotel sebesar 18% dari kuartal IV/2017 ke kuartal I/2018 di destinasi-destinasi yang sedang naik daun di Indonesia.

Lebih jauh, Veronika menjelaskan, saat ini pihaknya memiliki lebih dari 100.000 inventory hotel dan ke depannya menargetkan peningkatan inventory sebesar 200% di akhir 2018. Untuk memenuhi permintaan konsumen sekaligus mengakomodasi tren pemesanan dalam negeri saat libur Lebaran nanti. Ia memutuskan untuk meluncurkan fitur pemesanan tiket pesawat dan berfokus pada rute domestik terlebih dahulu.

“Dengan fitur baru ini dan dengan berbagai macam promo menarik selama travel fair berlangsung, kami percaya penjualan di kuartal II/2018 akan meningkat 100% dibandingkan kuartal I/2018.” Tutur Veranika Gunawan

Hal senada juga disampaikan Nitha Sudewo, Chief Operating Officer Mister Aladin, bahwa Mister Aladin juga konsisten memberikan sentuhan personal dalam layanannya yang diwujudkan melalui fitur Personal Travel Assistant pada aplikasi. Dengan fitur ini, konsumen bisa menikmati layanan asisten pribadi yang dikelola oleh travel experts pilihan di mana saja selama 24 jam penuh.

“Kami melihat adanya tren themed travelseperti perjalanan backpacker, foodie, road trip, traveling untuk marathon, dan sebagainya di kalangan travelers masa kini. Sebagai teman travel terbaik para travelers, mudah bagi kami untuk mewujudkan hal tersebut melalui fitur Personal Travel Assistant,” kata Nitha Sudewo, Chief Operating Officer Mister Aladin. 

Menurutnya, banyak OTA lain yang menyediakan 24-hour service,tapi hanya Mister Aladin yang memberikan personalized service dan rekomendasi yang berkualitas. Saya percaya keunikan ini akan tetap menjadi salah satu keunggulan Mister Aladin di pasar Indonesia.

“Pastikan anda hadir di Mister Aladin Travel Fair di Kota Kasablanka yang akan dimeriahkan beragam promo dan acara menarik lainnya,” pungkas Nitha Sudewo, Chief Operating Officer Mister Aladin mengakhiri. (REL)

Para Pesilat Betawi Berkumpul Bahas Strategi Pecahkan Rekor Muri

By On December 10, 2017


NEWSGEMAJAKARTA.COM, Jakarta - Ketua Umum Brigade Anak Jakarta, Eky Pitung bersama puluhan Pesilat Betawi dari berbagai perguruan tengah berkumpul di Taman Kota Intan Cengkeh, Jakarta, Minggu (10/12/2017) Membahas serta mengatur jadwal juga strategi untuk meraih rekor Muri.

Sebagaimana diketahui Festival Tradisi Silat Betawi yang akan diselenggarakan di Museum Taman Fatahillah, Kota Tua Jakarta, berlangsung pada tanggal 15-17 Desember. Akan menampilkan atraksi silat betawi selama 24 Jam Non Stop.

Dikesempatannya, Eky Pitung yang juga sebagai Ketua Antar Lembaga Bamus Betawi, menyampaikan kepada para peserta silat betawi yang nantinya akan mengikuti atraksi silat betawi selama 24 jam Non Stop untuk dapat mengatur jadwal dan strategi.

“para pesilat betawi harus disusun dan diatur, jangan sampai putus diacara memecah rekor muri 24 jam non stop,” Ungkap Eky Pitung.

Kepada para peserta pesilat, Eky Pitung juga memberikan support dan masukan yang positif untuk disiplin serta semangat serta harus bisa menjaga fisik dan kesehatan. Sebab diacara yang luar biasa ini sangat rawan bagi acara yang bagian tengah malam.

“saya berbicara gamblang teransparan mengenai disegala bidang dan acara ini benar - benar acara untuk mengangkat derajat budaya betawi sampai kemancanegara. Persaratan Peserta diharuskan memakai seragam pangsi tidak boleh memakai seragam kaos,” pungkasnya.


Hingga berita ini disusun, tampak para peserta dari pelbagai perguruan pesilat semuanya bersemangat menunjukan keahlian dan kemampuan mereka masing-masing. (Muklis)

Asian Games Momentum Peningkatan Ekonomi dan Promosi Wisata DKI

By On December 10, 2017

Perhelatan Asian Games XVIII yang akan digelar pada 18 Agustus hingga 2 September 2018, dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan roda perekonomian lokal, khususnya di Jakarta yang menjadi salah satu tuan rumah pelaksanaan pesta olahraga benua Asia empat tahunan ini.
Hal ini karena para pelaku Usaha Mikro Kecil Menangah (UMKM) didorong terlibat memproduksi souvenir atau cenderamata untuk dipasarkan ke peserta Asian Games. Tidak hanya itu, para pelaku UMKM di bidang kuliner pun, dapat memasarkan produk kuliner khas Jakarta dan daerah-daerah lainnya.
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menegaskan dengan menjadi tuan rumah Asian Games 2018, Kota Jakarta mendapatkan banyak keuntungan. Tidak hanya dari segi promosi budaya, juga dapat meningkatkan perekonomian loka di jakarta.
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menegaskan dengan menjadi tuan rumah Asian Games 2018, Kota Jakarta mendapatkan banyak keuntungan. Tidak hanya dari segi promosi budaya, juga dapat meningkatkan perekonomian lokal di Jakarta.

“Dengan datangnya para atlet dan tim official dari negara-negara di Benua Asia, maka otomatis Jakarta dipromosikan. Baik dari segi budaya, maupun dari sisi kuliner dan parawisata. Diharapkan, perekonomian Jakarta dalam dua pekan pelaksanaan Asian Games 2018 dapat meningkat,” kata Anies.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan hadir untuk berpihak pada pelaku UMKM dalam penyelenggaraan Asian Games tahun depan.
“Kami hadir untuk berpihak pada pelaku UMKM. Saya sudah berbicara kepada Kepala Dinas KUMKMP DKI, Irwandi. Untuk melibatkan pelaku UMKM di Jakarta dalam membuat souvenir atau merchandise terkait Asian Games dan khas Jakarta,” kata Sandiaga.
Dengan melibatkan ratusan pelaku UMKMP ini, ia mengharapkan Asian Games 2018 bisa menjadi penggerak ekonomi lokal.
“Kami masih punya waktu sekitar 10 bulan menyiapkan para pelaku membuat produksi merchandise Asian Games. Sehingga ini akan menggerakkan ekonomi, khususnya di ekonomi di akar rumput,” ujarnya.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) DKI, Irwandi mengatakan pihaknya sudah menggelar rapat bersama para pelaku UMKM untuk mempersiapkan sovenir atau merchandise Asian Games 2018.
“Kita akan mulai menggerakkan para pelaku UMKM untuk memproduksi merchandise Asian Games 2018. Kita akan minta bantuan Hipmi dan Kadin DKI untuk menggerakkan anggotanya supaya ikut juga,” kata Irwandi.
Untuk pemasaran merchandise, pihaknya akan menyiapkan dua hingga tiga booth di setiap venue Asian Games 2018. Ada lima venue Asian Games di Jakarta. Yaitu, Stadion Utama Gelora Bung Karno, Velodrome Rawamangun, Equestrian (pacuan kuda) Pulomas, Layar di Ancol dan Golf di Pondok Indah. 
“Kita sudah buatkan anggaran untuk membuat booth-booth UMKM di setiap venue. Ada dua hingga tiga venue untuk UMKM dagang disitu. Kita sudah anggarkan di APBD DKI 2018 sebesar Rp 1,3 miliar untuk pembuatan booth-booth tersebut,” ujarnya.
Para pelaku UMKM itu akan memproduksi berbagai suvenir untuk dijual di lokasi Asian Games. Beberapa suvenir yang akan dibuat di antaranya boneka, kaus, syal, handuk, hingga ikat kepala.
"Suvernirnya betul-betul khas UKM dan bisa menjadi penggerak ekonomi lokal," kata dia.
Ketua DPRD DKI, Prasetio Edi Marsudi menegaskan Pemprov DKI bersama DPRD DKI juga siap untuk memberikan kemudahan pelaksanaan Asian Games 2018 di Jakarta. Seperti memberikan kemudahan pajak untuk memasang banner atau reklame tentang Asian Games.
Tidak hanya itu, DPRD DKI juga telah meminta INASGOC untuk menyediakan tempat bagi para pelaku UMKM DKI di venue-venue Asian Games yang ada di Jakarta.
“Produk UMKM ini bisa dijadikan oleh-oleh yang bagus bagi para peserta Asian Games. Sehingga dapat menopang perekonomian lokal, khususnya pelaku UMKM di Jakarta,” kata Prasetio.
Kemudian, ia memastikan momentum perhelatan Asian Games 2018 ini akan dijadikan ajang promosi budaya dan kuliner serta kearifan lokal Jakarta. Karena banyak destinasi wisata di Jakarta yang sangat menarik.
“Seperti Kota Tua, Ancol, Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Intinya sih Jakarta siap. DPRD siap membantu pelaksanaan Asian Games,” ujarnya.
Kementerian Pariwisata mendorong industri dan asosiasi di bidang pariwisata menyiapkan paket-paket wisata dalam menyambut Asian Games 2018. Lebih dari puluhan ribu orang diperkirakan akan hadir, mulai dari atlet, offisial tim hingga suporter, dalam gelaran pesta olah raga Asia yang akan dihelat di Jakarta dan Palembang. 
Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kemenpar, Vinsensius Jemadu mengatakan, terkait Asian Games Kemenpar telah ditugaskan untuk mengantisipasi dan melihat apa yang bisa dilakukan mengingat akan ada puluhan ribu orang yang datang. 
"Salah satu yang tengah dipersiapkan dengan baik adalah menggandeng industri, asosiasi, untuk dapat membuat paket-paket wisata yang dapat dipilih para atlet, offisial, maupun suporter dari berbagai negara nantinya," kata Vinsensius.
Vinsen menjelaskan, bahkan persiapan sudah dilakukan sejak bulan April kemarin dengan melakukan road show ke berbagai daerah seperti Bali, Palembang, Banten dan Bandung untuk melakukan sosialisasi kepada diinas-dinas terkait, industri dan juga asosiasi bahwa akan ada kerja besar Asian Games 2018. 
Hasilnya, ujar Vinsen, total ada 151 paket wisata dibuat dimana 70 persen diataranya terkonsentrasidi tiga lokasi venue Asian Games 2018, yaitu Palembang, Jakarta dan Jawa Barat serta Banten. 
Namun karena dinilai terlalu banyak dan banyak kemiripan antara satu paket tur dengan tur lainnya, maka diperkecil hingga tersisa 70 paket yang terbagi dalam dua kategori. 
Pertama adalah one day tour yang menawarkan paket melancong ke berbagai destinasi dalam satu hari atau yang juga biasa disebut city tour. 
Kemudian kategori kedua adalah paket overstay yang akan menawarkan para atlet, offisial maupun suporter paket perjalanan ke berbagai destinasi pilihan. "Nantinya paket-paket tersebut akan dipromosikan ke negara-negara peserta Asian Games," ujar Vinsen.
Seperti diketahui, acara multievent olahraga regional Asia ini rencananya akan diselenggarakan di Indonesia pada 18 Agustus 2018-2 September 2018 di dua tempat yaitu Jakarta dan Palembang serta tuan rumah pendukung Lampung, Jawa Barat, dan Banten.
Jumlah cabang olahraga yang akan dipertandingkan sebanyak 41 cabang, terdiri dari 33 cabang olahraga olimpiade, dan delapan cabang olahraga nonolimpiade.
Ini merupakan kedua kalinya Indonesia menjadi tuan rumah perhelatan Asian Games setelah Asian Games ke-IV yang diadakan di Jakarta pada 1962. 
Sebagian fasilitas yang dibangun untuk Asian Games IV akan kembali digunakan dalam Asian Games XVIII ini. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Asian Games akan diadakan di dua kota sekaligus. (Adv)

Dispora DKI Buka Asian Games Sport Festival di Kota Tua Jakarta

By On December 10, 2017


NEWSGEMAJAKARTA.COM, Jakarta - Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi DKI Jakarta Ratiyono didampingi Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Barat Aldi Andi tengah membuka acara Asian Games Sport Festival (Locfest Identity Jakarta) di Taman Fatahillah, Museum Sejarah Jakarta, Sabtu (9/12/2017).

Asian Games Sport Festival (Locfest Identity Jakarta) merupakan acara diselenggarakan oleh Indonesia Asian Games 2018 Organizing Commite (INASGOC) yang gencar mempromosikan Asian Games 2018 yang bakal dihelat di Jakarta dan Palembang.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta Ratiyono menyatakan siap mendukung penyelenggaraan Asian Games 2018. Ia akan melakukan evaluasi dari waktu ke waktu. "Dispora akan siap mendukung dan bertahap akan kita lakukan evaluasi progress dari waktu ke waktu agar bisa on the track,” Kata Ratiyono

Demi menyemarakkan suasana, pihak panitia menyediakan beberapa stan yang berisi aneka hiburan. Contohnya, pengunjung dapat berfoto di booth foto yang telah dihias dengan cantik sesuai tema Asian Games 2018.


 Selain itu, pengunjung dapat bermain game secara virtual reality. Permainan tinju dan tenis menjadi pilihan untuk masyarakat yang tertarik mencoba. Asyiknya, kita tidak perlu mengeluarkan uang sepeser pun untuk menikmati segala fasilitas yang ada.

Selain tersedia stan yang memanjakan pengunjung, pihak panitia juga menyediakan tempat untuk pihak sponsor memasarkan produknya. Bahkan, beberapa dari sponsor menyediakan promo menarik.

Tidak berhenti sampai di situ. Pada malam hari akan ada pertunjukkan video mapping yang kian memanjakan mata. Acara puncak ditutup dengan penampilan spesial dari grup band Gigi yang dijadwalkan mulai beraksi pada jam 20.00 WIB.

Asian Games 2018 akan dihelat di dua kota yakni Jakarta dan Palembang pada 18 Agustus 2018-2 September 2018. Sebelumnya Indonesia pernah menyelenggarakan event empat tahunan tersebut pada 1962.


Festival Ondel Ondel Bintaro Akan Siapkan Ratusan Stand Bazar

By On December 07, 2017


NEWSGEMAJAKARTA.COM l Jakarta - Pagelaran Akbar di penghujung tahun 2017, tepatnya tanggal 30 - 31 Desember di Selatannya Jakarta, di Jl. Bintaro Taman Barat, akan menjadi pusat perhatian publik.

Event yang mengangkat budaya Betawi, festival ondel - ondel Bintaro dengan menampilkan ondel ondel tertinggi di dunia, diprediksi mampu menjadi icon budaya bangsa pemecah rekor Muri.

Sebagai generasi budaya, tentunya kemajuan bangsa tidak lepas dari unsur kebudayaannya. Hal itu disampaikan Ketua Umum KWRI sekaligus Sekjen Majelis Pers dan juga sebagai tokoh PERS, Ozzi Sulaiman Sudiro saat digelarnya conferensi pers di kantor sekretariat bersama Majelis Pers Jakarta yang di hadiri oleh panitia acara Gia, Subhan, Sekjen AWDI Budi Wahyudin, para pengurus organisasi pers Nasional dan temen temen pers.

Dikatakan Ozzi, Indonesia kaya akan hal itu, terutama bagaimana kita merawat dan melestarikan unsur-unsur budaya dan mengenalkan ke dunia tentang budaya bangsa Indonesia. "Ini akan menjadi sangat penting, karena punahnya kebudayaan, lemahnya publicity dan kurangnya kesadaran kita akan melemahkan nilai nilai budaya bangsa kita sendiri." ucap Ozzi.

Sambung Ozzi, Meski tidak dipungkiri majunya peradaban dan persilangan keturunan telah membawa arus perubahan yang sangat hebat. Etnis Betawi mulai tersisih dan berubah menjadi Betawi Kaum. Penduduk asli Jakarta berada diperbatasan dan central Jakarta dihuni oleh kebanyakan orang luar. Itu menandakan bahwa ini harus menjadi konsentrasi yang diskursus.

"Korelasinya bagaimana kita melestarikan dan mengembalikan unsur unsur kebudayaan yang semakin hilang ditelan jaman. Ondel ondel atau yang dulu sering disebut Barongan memang tidak lepas dari betawi punye gaye...dan itu harus terus dijaga,” Ungkapnya.

Lebih jauh, Ozzi menyampaikan dirinya mengutip omongan bang Anies Gubernur DKI Jakarta, 'menghilangkan kemiskinan bukannlah object dari manusianya yang dihilangkan... Akan tetapi kemiskinannya yang harus ditangani serius.

“Tentunya menciptakan lapangan kerja dan melakukan berbagai pembinaan keterampilan untuk masyarakat terbelakang. Konotasinya sama seperti budaya. Bagaimana caranya kebudayaan itu harus tetap terpelihara dan  jangan sampai punah." jelas Ozzi.

Kata ia, ondel ondel yang dibuat dengan ketinggian 20,18 meter itu sangat dahsyat dan menjadi perhatian khusus. Bahkan ia atas nama Majelis Pers yang didukung lebih dari 15 organisasi pers Nasional berikan apresiasi setinggii tingginya untuk suksesnya acara festival ondel - ondel Bintaro 2017.

Sebagai panitia pelaksana Festival Ondel Ondel Bintaro, Gia menjelaskan bahwa pihaknya dsri Bazar Info akan terus eksis menggelar event event budaya skala nasional. Ringkas Gia, acara Festival Ondel Ondel Bintaro telah disiapkan 180 stand untuk bazar kuliner betawi, asessories, busana bahkan sampai pada stand modernisasi Betawi.

"Kami sudah melakukan berbagai proses, mulai dari perijinan, agenda acara dan sampai ke tahap publicity. Mudah mudahan festival ondel ondel bintaro yang memiliki icon ondel ondel tertinggi di dunia ini menjadi perhatian semua pihak untuk sama sama mendukung suksesnya budaya Indonesia." ucap Gia.

Festival ondel ondel yang juga menampilkan kompetisi ondel ondel dari puluhan sanggar se Jabodetabek diharapkan mampu memberikan yang terbaik dalam pemilihan memperebut piala bergilir walikota jakarta Selatan.


"Sampai saat ini  lebih dari 30 sanggar yang sudah mendaftar, tapi kita akan selektif karena kemungkinan hanya 20 sanggar yang bisa dikonteskan. Soal piala sampai saat ini masih tentatif, kami berharap piala Bergilir dari Gubernur DKI Jakarta dan piala tetap dari Walikota dan Camat." tutup Gia. (opn-in/red)

Sanny A Irsan : Pentingnya Dibuat Badan Otorita Di Kawasan Kota Tua

By On November 25, 2017

Sanny A Irsan Ketua Tim 10 Anies-Sandi Bidang Seni Budaya dan Pariwisata (Kanan)
NEWSGEMAJAKARTA.COM, Jakarta - Pengelolaan Kawasan destinasi Pariwisata Kota Tua perlu ditingkatkan, seiring dengan perkembangan yang terus menerus meningkat. Tugas dan fungsi Pengelola itu sendiri harus mampu memenuhi segala aspek mulai dari Ekonomi, Sosial, Seni Budaya maupun Kepariwisataan itu senidiri. Untuk itulah, pentingnya dibuat Badan otorita, khususnya dikawasan Kota Tua.

Hal ini dikemukakan oleh Sanny A Irsan Ketua Tim 10 Anies-Sandi Bidang Seni Budaya dan Pariwisata saat bertemu dengan Pokja Pengurus Pewarta Kota Tua bertempat di Gedung Pengelola Pusat UMKM Jalan Cengkeh Jakarta Barat, Jum’at (24/11/2017) Malam. 

Adapun pertemuan tersebut dihadiri oleh Hengky selaku Pembina, Andi, Ichwan Lazuardi dan Syaefuddin Dewan Pengarah Pokja Pewarta Kota Tua serta Daeng Mansyur Tokoh Masyarakat Jakarta Utara.

“Saya akan sampaikan kepada Anies-Sandi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta agar segera dibentuk Badan Otorita Kota Tua, demi mempercepat proses pengelolaan Pariwisata di Kota Tua”, ujar Sanny A Irsan.

Revitalisasi Kota Tua, lanjut Sanny, agar segera dilaksanakan guna percepatan proses pembangunan kepariwisataan di kawasan Kota Tua ini terwujud dengan memperhatikan semua aspek kehidupan yang ada dikawasan ini.

Dalam kesempatan itu, Toni Flamingo Ketua Pokja Pewarta Kota Tua berharap agar eksistensi Pokja ini bukan hanya disetujui oleh Anies-Sandi namun harus juga diakui sebagai salah satu pilar dalam upaya Pengembangan Kawasan Destinasi Pariwisata Kota Tua.

“Pokja Pewarta Kota Tua akan menjadi jendela informasi dunia bagi Kawasan Kota Tua sebagai tujuan pariwisata bagi turis lokal maupun mancanegara”, ujar Toni.


Sanny A Irsan berjanji dalam waktu satu minggu ini akan dipertemukan teerlebih dahulu dengan Hj. Yusriah Dzinnun SPd Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta sebelum menghadap Anies-Sandi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.(*)

Mengenal Lebih Dekat Asal Muasal Si Pitung

By On November 22, 2017

NEWSGEMAJAKARTA.COM, JAKARTA  - Pitung adalah salah satu tokoh legenda di Tanah Betawi, kini kembali menjadi perbicangan yang menarik, Siapakah sebetulnya Si Pitung? Benarkah sosoknya begitu misterius, fakta atau mitos? Bagaimana jejaknya? Adakah bukti sejarahnya?

Berbagai versi cerita tentang si Pitung beredar di sejumlah blog maupun diberbagai komentar di forum sosial media. Polemik, pro-kontra dan perbedaan pandang pun terjadi di kalangan pengamat dan sejarawan Betawi. Terutama saat membedah kebenaran cerita Si Pitung.

Hingga saat ini belum ada kajian sejarah yang serius untuk mengupas lebih jauh -- secara akademis -- tentang sosok Si Pitung, Robin Hoodnya orang Betawi. Karena itu, sangat menarik untuk disimak dan dikaji secara bersama. Setidaknya meracik khazanah Betawi yang tercecer ini.

Ada yang menyebut bahwa Pitung adalah singkatan dari “Pituan Pitulung”, tujuh pendekar alumni pesantren yang dididik oleh H. Napin, Kebon Pala, Tenabang, yang berjuang membela kaum lemah dari penindasan kaum kafir penjajah.

Dalam waktu dekat ini, Betawi Kita, sebuah komunitas pemuda Betawi dalam bidang literasi dan sejarah akan mengadakan Diskusi “Orang Betawi & Cerita Si Pitung” yang akan digelar pada hari Sabtu, 25 November 2017, pukul 14.00-17.00 WIB, bertempat di Gedung Balai Latihan Kesenian Jakarta Pusat (Jl. KH. Mas Mansyur  No. 130 A (depan Stasiun Karet atau samping Kantor Kecamatan Tanah Abang).

Adapun narasumber yang akan hadir untuk menyampaikan pandangannya tentang Si Pitung, diantaranya, Iwan Mahmoed Al Fattah (Penulis Buku Pitung Pituan Pitulung), Dr. Munawar Holil, S.S., M.Hum (Ketua Masyarakat Pernaskahan Nusantara/Filolog UI), dan GJ.Nawi (Penulis Buku Maen Pukulan, Pencak Silat Khas Betawi). Diskusi ini merupakan seri diskusi Betawi Kita yang ke-25.

“Diskusi ini bukan untuk mengundang atau mempertajam perdebatan sengit, Tapi lebih kepada menambah wawasan baru dan memperkaya khazanah cerita legendaris Si Pitung yang heroik itu. Diskusi ini mencoba mengurai sekaligus napak tilas jejak Si Pitung dengan beragam versinya.,” kata Ketua Komunitas Betawi Kita Roni Adi Tenabang. 


Penasaran kan? Ingin lebih jauh mengetahui sosok Si Pitung, Kenapa hingga saat ini belum dijadikan tokoh Pahlawan Nasional? Nah, datang deh ke acara Diskusi Betawi Kita. (des)

Ikuti Lombanya dan Menangkan Uang 135 Juta Melalui Kontek Kreatif

By On November 15, 2017

NEWSGEMAJAKARTA.COM, Jakarta - Kita harus menyadari betul betapa perkembangan teknologi informasi memungkinkan suatu hal bisa dengan cepat menyebar dan menjadi populer di masyarakat. Dari situ muncul adanya peluang memasarkan potensi pariwisata Jakarta melalui konten kreatif.

Demikian ungkap Hari Wibowo, Kepala Bidang Destinasi dan Pemasaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemprov DKI Jakarta, saat mengadakan Gathering di Museum Joang 45, Jalan Menteng Raya No.31, Jakarta Pusat. Selasa (14/11/20170.). Dalam acara Gathering tersebut juga dihadiri Jujuk Margono, selaku Pegiat Media Sosial dan Oddie Randa, Pegiat dan pelaku Media Sosial.

Dikatakan Hari, bagi generasi milenial yang gemar berkreasi menciptakan konten kreatif dalam bentuk blog, Vlog dan foto dapat mengikuti "Jakarta Museum on Social Media Competition" dan dapat berkesempatan meraih total hadiah sebesar Rp.135 juta.

“Peserta bebas menuangkan ide dan kreatifitasnya seputar harapan tentang museum-museum yang ada di Jakarta sesuai kategori yang di lombakan, Periode lomba ini berlangsung pada (16 Oktober - 26 November 2017) dan pemenang akan di umumkan pada awal bulan Desember 2017.” Ungkapnya.

Menurut Hari, Hal ini bertujuan dalam rangka mendekatkan museum sebagai ruang public edukasi dan objek wisata kepada anak muda. Maka Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta mengadakan kompetisi media sosial bertema “Gue, Pengen Museum di Jakarta Jadi...”.

“Semakin banyak museum yang di tampilkan di Blog akan menjadi nilai tambah penilaian, tuangkan pandangan, ulasan dan reportase ke dalam  Blog maksimal 800 kata, penambahan foto dan ilustrasi sesuai dengan tulisan.” Ujarnya.

Sementara untuk fotografi sertakan foto yang di ambil menggunakan kamera digital ( DSLR, pocket, mirrorless) atau smartphone dengan ukuran foto tidak melebihi 3 MB. “Karya yang di tampilkan bersifat orisinil dan terbaru belum pernah di publikasikan dan belum pernah memenangkan lomba sejenis.” Terangnya

Masih kata Hari, dalam setiap karya harus sesuai dengan norma sosial dan tidak mengandung unsur kekerasan, politik, pornografi, SARA dan tidak melanggar hukum yang berlaku.

Lebih jauh Hari menjelaskan, dalam setiap karya yang dilombakan, setiap peserta harus melakukan registrasi dan mendaftarkan karyanya ke www.jakarta-tourism.go.id/jakmuseum dan Peserta wajib menyertakan tag #enjoyjakmuseum, dan #jakartatourism.


Selain mendaftar di website hasil lomba di kirimkan juga melalui E-mail: jakmuseum@jakarta.go.id untuk kategori fotografi, peserta juga harus mengirim CD kepada panitia penyelenggara dengan menyertakan nama, alamat email dan nomor telepon yang bisa di hubungi. Untuk info selengkapnya peserta dapat mengunjungi http://jakarta-tourism.go.id/jakmuseum/

Menapaki Kota Tua, Menata Masa Depan Kota Jakarta.

By On June 08, 2015



Jakarta (GJ) - Potensi sejarah yang ada di kawasan kota tua khusunya yang bernuansa Batavia Tempo doeloe sangat banyak sekali, hampir tersebar di setiap titik dengan memiliki nilai historis, keunikan dan kekhasan tersendiri yang papabila di kelola dengan baik dan benar akan dapat meningkatkan citra kota tua sebagai aset Pemda DKI Jakarta menjadi salah satu primadona pariwisata jakarta.

Kota Tua yang merupakan kawasan sejarah secara administratif, masuk wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara, dengan luas 846 hektare, dengan sebagian besar berada di Jakarta Barat, seperti kawasan Roa Malaka, Pekojan, tambora, Jembatan Lima, Kecamatan tambora, Pinangsia dan Glodok kecamatan Tamansari.

Cagar budaya dengan obyek wisata sejarahnya Kota Tua dengan jumlah bangunan mencapai 143, terus mengalami pengembangan dan penataan pemeliharaan agar tidak kehilangan nilai bentuk aslinya dengan tetap mengikuti gaya arsitektur gedung lama. Dari puluhan bangunan bersejarah khusunyayang menghadap kejalan kali besar barat dan kali besar timur, se;uruhnya yang menghadap pemerintah belanda abad ke 16 atau perkantoran VOC.

Dijalan kali besar inipun terbentang jembatan Kota Intan, jembatan ini berkali-kali ganti nama. Dulu, Jembatan Kota Intan ini menjadi pintu gerbang masuknya tongkang atau perahu dari laut ke sungai, sekarang jembatan itu tak bisa difungsikan lagi.

Dikawasan Kota Tua ini terdapat 4 Museum yang letaknya kurang dari 10 meter bersebranagn, Museum Fatahillah, tempat penyimpanan benda purbakala, Museum wayang dengan koleksi berbagai wayang dari seluruh Indonesia dan mancanegara. Museum Seni Rupa dan Keramik yang menyimpan berbagai koleksi lukisan dengan Pelukis Affandi, antonio Blanco dan lainnya. Adapula bangunan kantorpos yang rencananya akan dijadikan galeri perangko, ada juga bangunan yang bertingkat yang belum terawat, dan ada bangunan tua yang kini sudah menjadi batavia café.

Kawasan Kota Tua banyak memiliki dan rekaman sejarah panjang Indonesia, namun keberadaannya banyak belum diketahui dan dikenal oleh masyarakat, dan merevitalisasi kota tua, terus diupayakan meski belum mencapai hasil optimal, hal ini dikarenakan banyak faktor seperti luas wilayah dan gedungnya cukup banyak, belum ada data pasti jumlah gedung di kota tua.

Kepala Seksi penataan pengembangan dan publikasi  UPK Penataan dan pengembangan Kawasan Kota Tua, mengatakan kepemilikan gedung di kawasan Kota tua terbagi menjadi tiga, yakni, milik BUMN, PEMDA, dan Swasta.

Salah satu pemilik bangunan dikawasan Kota Tua Robert Tambunan mengatakan dalam hal merevitalisasi kawasan kota tua ini sebaiknya dilakukan secara terpadu, jangan lagi terpisah, harus bersinergi antara UPK, Stakholder dan instansi terkait.

Hal senadapun dikatan Kepala UPK  Ir.M.Kadir Sasmita, SE,MT, strateginya adalah semuanya terlibat di dalamnya harus benar-benar bersinergi seperti pemilik atau penghuni bangunan di kawasan Kota Tua berpartisifasi aktif dalam menciptakan nilai tambah daya tarik wisata khususnya dan pelestarian sejarah dengan melibatkan masyarakat sekitarnya. (Nurhalim/Irwansyah)