Iklan

Iklan

Refleksi 1 Dekade Komunitas Sunda Kelapa Haritage di Museum Bahari

21 November 2021, November 21, 2021 WIB Last Updated 2021-11-21T05:32:47Z

Gema Jakarta, JAKARTA — Kebersamaan dan keceriaan tampak terlihat dalam sebuah acara 1 (Satu) Dekade perjalanan Komunitas Sunda Kelapa Heritage (SKH) yang diselenggarakan di Museum Bahari, Pasar Ikan, Jakarta Utara pada Sabtu (20/11/2021) siang. 

Hadir dalam giat tersebut, selain sahabat-sahabat dari komunitas Sohib Langgar Tinggi (SLT) dan juga Sunda Kelapa Heritage (SKH) diantaranya, Kepala Museum Kebaharian, Berkah Sadaya, dan Anggota Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), Arif Budiman yang juga salah satu Inisiator lahirnya SKH.

Komunitas yang dikomandoi oleh Daeng Mansur Amin sudah berusia 10 tahun dan keberadaannya sangat membantu para ahli sejarah terutama di bidang seni budaya



Menurut salah satu kordinator SKH bidang seni budaya, Acil mengatakan, komunitas SKH sudah banyak melakukan kegiatan, terutama di bidang seni budaya dan kemanusiaan.

"Kegiatan yang paling menonjol di SKH ini adalah event seni budaya, kami turun di beberapa Kelurahan untuk mengadakan event seni budaya, sedangkan untuk kemanusiaannya, kami mencoba bangunan cagar budaya yang butuh bantuan, kami bantu," ungkap Acil disela sela obrolannya.



Sementara itu Daeng Mansur Amin yang juga salah satu Inisiator terbentuknya SKH saat dihubungi awak Media berharap, di masa satu dekade ini Sunda Kelapa diakui sebagai Motherline Of Jakarta atau ibu bumi Jakarta dan lahir generasi baru penerus SKH untuk berjuang bersama-sama meneruskan apa yang telah diperjuangkan selama ini

"Kami butuh generasi muda, karena kami kami ini sudah pada tua, Mencari penerus SKH memang tidak mudah, karena SKH butuh orang muda yang memiliki speed tinggi, kinerja yang bagus dan memiliki prinsip untuk meneruskan perjuangan yang telah kami rintis, karena SKH lahir dengan prinsip Not For Profit Oreanted atau bukan untuk mencari keuntungan, ini kerja sukarela," Ujar Daeng Mansur Amin.



Acara yang digelar secara sederhana ini diisi dengan makan bersama, sambutan sambutan dan ditutup dengan menyajikan musik keroncong, regge dan swapoto bersama.

Ref: yus & Tim






Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Refleksi 1 Dekade Komunitas Sunda Kelapa Haritage di Museum Bahari

Terkini

Iklan